SPASIAL
Not a member yet
445 research outputs found
Sort by
ADAPTASI MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI TERHADAP BENCANA BANJIR DI KELURAHAN KOMO LUAR KOTA MANADO
Indonesia memiliki karakteristik geografis dan geologis yang sangat rentan terhadap perubahan iklim. Hal tersebut karena Indonesia merupakan Negara Kepulauan dengan daerah pantai yang luas dan sebagian besar populasi penduduk bertempat tinggal dikawasan pesisir pantai maupun daerah bantaran sungai. Kota Manado sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara dengan karakteristik wilayah yang dataran tinggi dan dataran rendah yang rentan terhadap bencana seperti banjir dan lain-lain. BPPD Kota Manado mencatat bencana terbesar di Kota Manado yang pernah tercatat sejak 169 tahun adalah banjir dan tanah longsor pada tanggal 15 Januari 2014. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui penyebab banjir yang di hadapi masyarakat, mengkaji adaptasi masyarakat bantaran sungai terhadap bencana banjir berdasarkan karakteristik sosial-ekonomi dan prilaku masyarakat , dan mengkaji adaptasi masyarakat di Kelurahan Komo Luar Kota Manado. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakanmetode survey dengan rancangan study kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah 184 KK di Kelurahan Komo Luar Kota Manado yang terkena dampak dengan kriteria tinggi banjir tertinggi 3-4 meter, dan sampel dalam penelitian ini 64 responden dengan menggunakan metode purosive sampling di Kelurahan Komo Luar Kota Manado. Hasil penelitian ditemukan strategi adaptasi yang dilakukan masyarakat adalah menentukan rute eveakuasi sendiri yakni rumah mereka dan masjid, sampai saat ini alat evakuasi masih sederhana yang tersedia di masing-masing rumah warga, petugas pertolongan pertama tidak ada hingga kini petugas pertolongan pertama adalah masyarakat itu sendiri dengan saling membantu dalam pengurangan dampak dari resiko bencana bajir.Kesimpulan :Banjir di Kelurahan Komo Luar di sebabkan oleh faktor alam dan prilaku masyarakat, responden, strategi adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam hal ini cukup baik dalam meminimalkan dampak resiko bencana banjir.Kata kunci :Adaptasi, Masyarakat Bantaran Sungai, dan Bencana Banji
HUBUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI MANADO DENGAN TATA RUANG KAWASAN SEKITARNYA
Kampus merupakan sarana untuk mendapat ilmu bagi masyarakat. Universitas Negeri Manado merupakan universitas negeri yang berada di Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa. Universitas Negeri Manado (UNIMA) terus mengalami perkembangan setiap tahunnya.Kawasan sekitar kampus UNIMA mengalami perubahan tata ruang beberapa tahun terakhir. Fenomena perubahan tata ruang tersebut, memiliki hubungan yang signifikan dengan keberadaan kampus UNIMA. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahuihubungan Kampus UNIMA dengantata ruang dikawasan sekitarnya.Pengumpulan data melalui studi instansional, observasi, wawancara, kuisioner, perhitungan interpolasi dan ekstrapolasi.Penentuan responden, menggunakan teknik purposive sampling.Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode statistik korelasi untuk menganalisis hubungan perkembanan kampus UNIMA dan perubahan tata ruang kawasan sekitrnya sebagai metode utama dan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis persepasi masyarakat tentang hubungan kampus UNIMA dan tata ruang kawasan sekitrnya sebagai metode pembanding. Hasil dari penelitian ini adalah 73,3% variabel tata ruang memiliki hubungan yang signifikan dengan Kampus UNIMA dan 26,7% variabel tata ruang memiliki hubungan yang tidak signifikan namun cukup erat dengan Kampus UNIMA. Persepsi masyarakat menunjukan 96,7% responden berpendapat bahwa hubungan keberadaan kampus UNIMA dengan tata ruang kawasan sekitarnya dikategorikan tinggi.Sehingga Kampus UNIMA dengan tata ruang kawasan sekitarnya pada 5 tahun terakhir memiliki hubungan yang signifikan. Kata Kunci         : Hubungan, Tata Ruang, Kampus UNIM
IDENTIFIKASI KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR FASILITAS SOSIAL DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO SULAWESI UTARA
Pertumbuhan suatu wilayah khususnya di kota Manado dilatar belakangi oleh berbagai aspek kehidupan seperti perkembangan jumlah penduduk. Salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan suatu kota adalah infrastruktur fasilitas sosial yang memadai. Kecamatan Malalayang merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kota Manado dengan jumlah penduduk pada tahun 2015 berjumlah 56.344 jiwa  dan tiap tahunnya mengalami pertambahan jumlah penduduk diatas rata-rata 15 %. Kecamatan Malalayang sendiri dilengkapi dengan berbagai macam Infrastruktur fasilitas sosial untuk mendukung aktifitas warganya, namun karna Pertumbuhan populasi penduduk Kecamatan Malalayang mengalami peningkatan setiap tahunnya, maka ketersediaan fasilitas sosial perluh menjadi perhatian. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dalam bentuk metode survey yang bersifat menjabarkan serta menganalisis data yang sudah ada dan kemudian hasilnya dibuat dalam bentuk tabel dan peta. Acuan daripada analisis adalah SNI 2004 mengenai tata cara perencanaan perumahan di perkotaan. Hasil penenlitian menunjukan bahwa ketersediaan fasilitas sosial di Kecamatan Malalayang pada umumnya sudah memadai yaitu sarana pendidikan dengan jumlah pendidikan (57), kesehatan (32), tempat ibdah (80) dan sarana olahraga (30). Namun untuk sarana pendidikan di 6 Kelurahan (Malalayang 1,2, Malalyang 1 Timur dan Barat, Winangun 1 dan Batu Kota ) perluh diperhatikan dan untuk radius pencapaiannya hanya terdapat pada 2 Kelurahan (Malalayng 1 Timur dan Barat) yang belum memadai. Kata Kunci: SNI, Ketersediaan Fasilitas Sosial, Kecamatan Malalayan
KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN MODAYAG DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR
Agropolitan adalah kota pertanian yang tumbuh dan berkembang yang mampu memacu berkembangnya sistem dan usaha agribisnis sehingga dapat melayani, mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan pertanian (agribisnis) di wilayah sekitarnya. Kawasan agropolitan terdiri dari kota pertanian dan desa-desa sentra produksi pertanian yang ada di sekitarnya, dengan batasan yang tidak ditentukan oleh batasan administrasi pemerintahan, tetapi lebih ditentukan dengan memperhatikan skala ekonomi yang ada. Dengan kata lain kawasan agropolitan adalah kawasan agribisnis yang memiliki fasilitas perkotaan.  Kecamatan Modayag dengan luas ± 219,019 Km2 dan Kecamatan Modayag Barat ± 94,129 Km2merupakan kawasan yang memilikipotensi pertanian sehingga layak dikelola, dikembangkan, berorientas lingkungan dan berswasembada pangan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi prasarana dan sarana di Kecamatan Modayag sudah memenuhi syarat sebagai Kawasan Agropolitan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Kuantitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi lapangan, wawancara terhadap petani dan instansi terkait.Data diolah dan dianalisis menggunakan Analisis Deskriptif Kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan potensi komoditas unggulan, khususnya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan darat yang hasilnya bervariasi dari tahun 2008-2012.Dari hasil analisis di peroleh nilai     LQ > 1. Pemilihan alternatif diprioritaskan untuk pengembangan infrastruktur kawasan agropolitan adalah meningkatkan infrastruktur penunjang berbasis komoditi unggulan misalnya peningkatan prasarana dan sarana pertanian, meningkatkan pengembangan fasiitas pengolahan dan pasca panen, meningkatkan pengembangan fasilitas pemasaran untuk memanfaatkan peluang ekspor, peningkatan fasilitas produksi berupa terminal, pasar tradisional, dan pasarikan di kawasan agropolitan Modayag.  Kata Kunci : Komoditas unggulan, Prasarana dan Sarana Penunjang Kawasan Agropolitan
PEMANFAATAN RUANG KAWASAN PASAR PINASUNGKULAN KAROMBASAN MANADO
Pasar Pinasungkulan Karombasan merupakan salah satu pasar besar yang berada di kota manado berdasarkan peraturan daerah no. 14 tahun 2000 tanggal 3 januari 2000 dinas pasar dialihkan status menjadi perusahan daerah kota Manado sehingga saat ini dikelolah secara langsung oleh PD Pasar kota Manado. Di pasar pinasungkulan karombasan ini terdapat penjual-penjual mulai dari pedagang kaki lima hingga took-toko besar yang di bangun didalamnya. Pasar Pinasungkulan Karombasan ini telah menjadi pusat perbelanjaan bagi masyarakat sekitar yang sering dibanjiri pedagang maupun pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi dan menganalisis pemanfaatan ruang kawasan pasar pinasungkulan karombasan Manado. Penelitian yang dilakukan untuk penulisan ini menggunakan data-data yang diambil secara langsung di lapangan (data primer) yaitu: tinjau langsung (data opservasi), wawancara, foto-foto dokumentasi. Data dari instansi terkait (data sekunder) diantaranya adalah data PD pasar, peta lokasi pasar, jumlah pedagang dan profil pasar kota manado. Kemudian data-data tersebut dianalisis dengan menggunakan SNI 1852: 2015 tentang pasar rakyat berdasarkan persyaratan teknis dan pengelolahan pasar. Dari hasil analisis kemudian diolah menggunakan bantuan Microsoft exel yang akan menghasilkan grafik Optimal (termanfaatkan) dan tidak optimal (tidak temanfaatkan) serta standar pemanfaatan ruang. Berdasarkan hasil analisis untuk pemanfaatan ruang kawasan pasar Pinasungkulan Karombasan Manado, bahwa ruang yang termanfaatkan adalah 50% dan ruang yang tidak termanfaatkan adalah 50% sedangkan berdasarkan standar SNI 1852:2015 bahwa pasar Pinasungkulan Karombasan Manado mencapai 47.73% memenuhi standar dan 52.72% tidak memenuhi standar. Â Kata kunci :Pasar, Pemanfaatan Ruang
PENGARUH KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI PULAU NAIN
Pembangunan merupakan salah satu fungsi utama yang harus dijalankan oleh pemerintah sebagai salah satu pengambil kebijakan. Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya adalah kesejahteraan ekonomi atau mengalami peningkatan pendapatan. Saat pembangunan infrastruktur yang ada di pulau-pulau kecil sangatlah sedikitsalah satunya pulau Nain. Tingkat pendapatan masyarakat Pulau Nain sangatlah kecil, kemudian kondisi ketersediaan infrastruktur tidak berfungsi secara optimal. Mengetahui seberapa besar pengaruh ketersediaan infrastruktur terhadap pendapatan masyarakat di pulau Nain adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode analisis deskriptif. Analisis ini untuk mengatur, mengurutkan atau mengelompokan, memberi kode atau tanda dan mengkategorikannya sehingga memperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin di jawab. Hasil Penelitian ini menunjukan kondisi infrastruktur ekonomi yang ada di Pulau Nain masih sangat sederhana dan tidak optimal dalam penggunaannya. Masyarakat yang ada di pulau Nain pun mempunnyai pendapatan yang sangat rendah.  Kata Kunci :Infrastruktur, Pendapatan Masyarakat, Pulau Nai
PERSEPSI DAN SIKAP WISATAWAN TERHADAP OBJEK WISATA BUKIT KASIH KANONANG DI KECAMATAN KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA
Provinsi Sulawesi Utara, merupakan salah satu wilayah tujuan wisata di Indonesia yang memiliki berbagai objek wisata baik objek wisata alam maupun wisata budaya. Objek wisata Bukit Kasih Kanonang merupakan salah satu tujuan wisata di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang banyak diminati oleh wisatawan.Namun keberadaan objek wisata ini belum didukung dengan pengelolaan yang baik sehingga ada kesan terabaikan. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui persepsi dan sikap wisatawan terhadap Objek Wisata Bukit Kasih Kanonang. Penelitian ini pengambilan sampel untuk responden akan dilakukan dengan metode purposive sampling dimana peneliti memilh sendiri sampel yang akan diwawancara dan kemudian dianalisa menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan bahwa persepsi wisatawan terhadap kebersihan objek wisata dan keadaan fasilitas umum kurang baik dan harus diperhatikan lagi sedangkan untuk kualitas alam dan karamahtamahan masyarakat sekitar sangat diapresiasi baik oleh responden.Sikap positif responden juga diberikan untuk keadaan alam dan keramahtamahan masyarakat sekitar objek wisata Bukit Kasih ini. Â Kata kunci : Persepsi, Sikap, Wisatawan, Objek Wisat
PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN SEKITAR DANAU TONDANO (STUDI KASUS : PERMUKIMAN DESA PASLATEN KECAMATAN KAKAS)
Desa Paslaten merupakan salah satu desa di Kecamatan Kakas yang dengan letak wilayah permukiman berada di pinggiran Danau Tondano. Pemanfaatan ruang sebagai tempat bermukim masyarakat sudah ada sejak turun-temurun. Pemanfaatan lahan permukiman yang terjadi di lokasi ini menggunakan daerah sempadan danau sebagai tempat bermukim masyarakat. Keterbatan lahan dan meningkatnya pertambahan penduduk yang ada mengakibatkan pemanfaatan ruang yang tidak terarah dan melanggar aturan pemerintah. Dalam permukiman masyarakat di Desa Paslaten dapat menjadi suatu ancaman berat pada kelangsungan Danau Tondano sehingga memungkinkan terjadinya bencana alam pada permukiman yang ada seperti banjir dan juga mengancam berkurangnya daerah yang merupakan kawasan lindung yang merupakan kawasan DAS Tondano dan Danau Tondano. Keterlibatan pemerintah daerah dan juga provinsi seharusnya dapat lebih memperhatikan kondisi ini agar lingkungan sekitar Danau Tondano dapat terjaga baik sumber daya alam yang ada dan juga potensi yang dimiliki Danau Tondano akan lebih menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam menunjang akan kebutuhan hidup dan keperluan masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1) mengidentifikasi penggunaan lahan di kawasan sekitar danau tondano pada permukiman desa paslaten kecamatan kakas; (2) menganalis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunan lahan sekitar danau tondano pada permukiman desa paslaten kecamatan kakas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis overlay yaitu dengan menggunakan peta citra google earth dan Sistem Informasi Gografis (SIG). Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan keadaan yang terjadi pada lokasi penelitian dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan sekitar dan permukiman dan analisis overlay yaitu membuat analisis atau evaluasi dari berbagai peta yang ada sehingga mendapatkan peta citra satelit sebagai hasil dari identifikasi untuk menggambarkan perubahan dan perkembangan lahan yang terjadi di lokasi penelitian. Â Kata Kunci: Penggunaan Lahan, Permukiman Desa Paslaten, Kawasan Sekitar Danau Tondano
PENGARUH TATA GUNA LAHAN PADA KINERJA LALU LINTAS JALAN SAM RATULANGI MANADO
Perkembangan suatu kota tidak akan terlepas dari faktor penduduk dan aktivitas kehidupannya yang selalu meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan semakin kompleksnya kegiatan penduduk di perkotaan maka kebutuhan sarana transportasi semakin meningkat. Hal ini dapat ditunjukkan dari semakin banyaknya kendaraan yang beroperasi di jalan, baik kendaraan pribadi maupun umum. Berkembangnya dunia transportasi dan banyaknya jumlah kendaraan maka diperlukan sarana dan prasarana transportasi yang menunjang dengan kebutuhan masyarakat dan untuk memajukan pertumbuhan pembangunan daerah tersebut. Perencanaan transportasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perencanaan kota dan wilayah. Besar hambatan samping yang terjadi pada ruas jalan Sam Ratulangi yaitu penyeberang jalan. Hal ini disebabkan ruas jalan Sam Ratulangi didominasi oleh kegiatan komersial seperti perdagangan dan jasa (pusat perbelanjaan).Volume kendaraan tertinggi terjadi pada hari Senin, 01 Februari 2016 dengan volume kendaraan yaitu 3767 smp/jam. Kecepatan yang terjadi di ruas jalan Sam Ratulangi pada jam puncak adalah berkisar antara 2,18 – 4,16 Km/Jam. Kecepatan tertinggi adalah pada hari Senin, Jumat dan Sabtu terjadi pada pukul, 06.15 – 06.30 dan 14.15 - 14.30 dengan kecepatan berkisar antara 10,43 – 18,97 Km/Jam. Pengaruh yang ditimbulkan oleh aktivitas komersial terhadap kinerja jalan di ruas jalan Sam Ratulangi yaitu berdampak pada kemacetan karena faktor – faktor seperti hambatan samping, tata guna lahan, dan kapasitas jalan. Dan adapunfaktor eksternal dari wilayah lain yang menyebabkankemacetan di ruas jalan Sam Ratulangi. Karena jalan Sam Ratulangi merupakan jalan kolektor primer yang menghubungkan jalan antar kota sehingga terjadi interaksi antar wilayah dan pusat - pusat kegiatan di setiap wilayah di Kota Manado  Kata Kunci : Transportasi, Kendaraan, Hambatan Samping, Guna Lahan, Kapasita
EVALUASI PELAYANAN TRANSPORTASI BENTOR DI KOTA KOTAMOBAGU BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA
Angkutan umum memiliki peran dan fungsi sangat penting dalam mobilitas masyarakat untuk memenuhi pergerakannya. Dilihat dari sudut pengguna jasa, pada umumnya terdapat beberapa kebutuhan seperti, waktu perjalanan yang lebih pendek atau kecepatan perjalanan, fasilitas perpindahan yang lebih baik, waktu menunggu yang lebih pendek, kenyamanan, atau perlindungan terhadap cuaca yang lebih baik. Sesuai dengan tujuan penyediaannya, angkutan umum seharusnya bisa memberi pelayanan yang baik dan layak bagi penggunanya. Pada kenyataannya tujuan tersebut masih jauh dari harapan. Kualitas pelayanan angkutan Bentor di Kota Kotamobagu masih belum maksimal, oleh karena itu peningkatan pelayanan angkutan Bentor di Kota Kotamobagu perlu dilaksanakan untuk melayani kebutuhan pergerakan penumpang. Ketidakmampuan angkutan Bentor di Kota Kotamobagu memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat membuat Bentor di Kota Kotamobagu tidak mampu menunjukkan fungsinya sebagai angkutan Kota yang mampu melayani penumpang dengan pelayanan maksimal. Oleh karena itu, perlu diketahui tingkat kinerja pelayanan angkutan Bentor di Kota Kotamobagu berdasarkan persepsi masyarakat di Kota Kotamobagu. Hasil dari evaluasi ini menunjukkan bahwa, kinerja pelayanan angkutan Bentor di Kota Kotamobagu pada empat Kecamatan di Kota Kotamobagu berdasarkan persepsi pengguna sudah cukup memuaskan. Walaupun ada beberapa kinerja pelayanan yang dirasa masih belum memuaskan pengguna. Adapun kinerja yang paling banyak dikeluhkan pengguna sebagai kinerja yang paling buruk adalah tingkat keamanan, kriminalitas serta tarif bentor yang tidak sesuai dengan jarak tempuh. Oleh karena itu, beberapa solusi yang menjadi rekomendasi dari hasil penelitian ini antara lain perlu adanya perubahan model (modifikasi) dimana saat ini penumpang berada tepat di depaan sopir, sementara hal utama yang harus di perhatikan pada sebuah transportasi umum adalah keselamatan penumpang, sehingga penumpang harus terletak di belakang pengemudi. Dengan demikian dari segi kenyamanan dan keamanan lebih bisa di nikmati oleh para pengguna jasa transportasi. Selain itu harus ada penetapan tarif yang pasti dari pemerintah terkait. Kata kunci: angkutan Bentor, Kendaraan Roda Tiga, kinerja pelayanan, dan evaluas