445 research outputs found

    ANALISIS PERUBAHAN FISIK KAWASAN KORIDOR JALAN BOULEVARD II PASCA OPERASIONAL JALAN

    Get PDF
    Jalan berfungsi sebagai prasarana untuk memindahkan /transportasi orang maupun barang. Dalam dimensi yang lebih luas, jaringan jalan mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan wilayah Salah satu jalan yang ada di Kota Manado adalah Jalan Boulevard II. Kawasan koridor Jalan Boulevard II menurut Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan adalah sebagai kawasan pengembangan baru dibagian utara kota Manado, Sebagai kawasan baru yang memiliki potensi yang besar kedepannya oleh sebab itu peneliti merasa tertarik untuk meneliti bagaimana kondisi kawasan koridor baik fisik dan fungsi sebelum dan sesudah operasional jalan. Tujuan penelitian ini adalah Penelitian ini adalah melihat kondisi fisik dan fungsi kawasan sebelum dan sesudah operasional jalan yang memperlihatkan adanya perubahan yang dilakukan disepanjang koridor Jalan Boulevard II yang memilki panjang 6,5 Km dan lebar sesuai dengan batas fisik jalan di koridor jalan Boulevard II Penelitian ini menggunakan metode analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Metode Analisis Deskriptif dalam menjelaskan dan mengambarkan komparasi kondisi perbedaan yang memperlihatkan adanya perubahan atau tetap konstan terjadi selang waktu sebelum dan sesudah jalan beroperasi. hasil analisis juga menunjukan perubahan fisik bangunan, arah bangunan, ketinggian bangunan, luas bangunan dan luas lahan sedangkan perubahan fungsi ditemukan baik lahan dan bangunan memiliki kecenderungan kearah komersial karena jalan yang dulunya sepi kendaraan dan transportasi, sekarang lebih ramai kendaraan dan aksesbilitas transportasi dimudahkan dan perubahan fisik kawasan koridor yang mengalami perubahan signifikan adalah perubahan lahan terbangun dan tidak terbangun, dan untuk perubahan fungsi kawasan koridor adalah perubahan fungsi bangunan.Kata Kunci : Koridor Jalan Boulevard II, Perubahan Fisik, Perubahan Fungs

    IDENTIFIKASI TINGKAT KEKUMUHAN KAWASAN BANTARAN SUNGAI AMPERA KELURAHAN KAIBUS KABUPATEN SORONG SELATAN

    Get PDF
    Permasalahan permukiman kumuh menjadi salah satu isu utama pembangunan perkotaan yang cukup menjadi polemik, karena upaya penanganan yang sebenarnya dari waktu kewaktu sudah dilakukan berbanding lurus dengan terus berkembangnya kawasan kumuhdan munculnya kawasan-kawasan kumuh baru.Kondisi seperti ini juga terjadi di Kabupaten Sorong Selatan, terutama permukiman di sekitar kawasan bantaran Sungai Ampera tepatnya sekitar Jl.Brawijaya Kelurahan Kaibus.Secara fisik permasalahan yang muncul di Permukiman Sekitar bantaran sungai Ampera Kelurahan Kaibus Kabupaten Sorong Selatan adalah merebaknya hunian dengan kondisi semi permanen yang terletak pada area bantaranSungai Ampera.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi kawasan permukiman kumuh serta mengukur  tingkat kekumuhan di kawasan permukiman bantaran sungai Ampera.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif menelah pembobotan skoring nilai. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kekumuhan di kawasan bantaran sungai Ampera adalah kumuh ringan. Hal ini terlihat dari kondisi fisik permukiman dimana terdapat bangunan yang tidak permanen atau tidak layak huni di beberapa titik pada II lingkungan, ketersedian MCK umum dengan kondisi yang kurang baik, kondisi jalan di beberapa titik pada II lingkungan yang kurang baik dan tidak memenuhi syarat, serta jaringan  drainase yang buruk tidak terlayani sarana dan prasaran drainase dan juga sarana dan prasaran proteksi kebakaran  tidak ada, serta tidak terlayani Ruang Terbuka Hijau di Kelurahan tersebut.Kata Kunci : Bantaran Sungai, Kelurahan Kaibus, Permukiman Kumu

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN LUAS LAHAN KRITIS DI TATELI, KECAMATAN MANDOLANG

    Get PDF
    Desa Kalasey Satu, Desa Kalasey Dua, Desa Tateli Satu, Desa tateli Dua dan Desa Tateli Tiga adalah lima desa yang terdapat di Kecamatan Mandolang yang mengalami perubahan penggunaan lahan dan dianggap memiliki gejala peningkatan luas lahan kritis. Hal ini didukung oleh historis kelima tersebut yang pernah mengalami banjir bandang pada tahun 2014. Selain itu, kawasan pertambangan dan kawasan pemukiman yang sudah semakin meluas dianggap mempengaruhi perubahan luas lahan kritis. Oleh sebab itu untuk mengetahui seberapa besar perubahan luas lahan kritis perlu diidentifikasi perubahan luas lahan kritis pada lokasi penelitian tersebut berdasarkan klasifikasi lahan kritis yang kemudian dilanjutkan dengan menganalisis faktor penyebab perubahan luas lahan kritis. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis skoring , analisis spasial dan analisis deskriptif dengan skala interval.  Hasil dari penelitian ini yaitu mengetahui perubahan luas lahan kritis dan faktor penyebab perubahan luas lahan kritis. Luas lahan kritis di Tateli berubah dari 638 Ha pada tahun 2013 menjadi 655 Ha pada tahun 2017. Sedangkan untuk faktor penyebab perubahan luas lahan kritis adalah semua varibel dalam penelitian ini dengan faktor dominan pertama tutupan lahan, faktor dominan kedua tingkat bahaya erosi, faktor dominan ketiga kemiringan lereng. Sementara manajemen lahan merupakan fakor penyebab perubahan lahan kritis, namun dalam penelitian ini bukan faktor dominan.Kata Kunci : Lahan Kritis, Perubahan Luas, Faktor Penyebab

    STUDI PENGEMBANGAN KEBUTUHAN AIR MINUM DI PERMUKIMAN DESA BAJO KECAMATAN SANANA UTARA KABUPATEN KEPULAUAN SULA

    Get PDF
    Desa Bajo merupakan salah satu desa di Kabupaten Kepulauan Sula yang merupakan bagian dari Provinsi Maluku Utara. Di desa ini juga tidak terlepas dari masalah ketersediaan air minum. Masalah ini timbul karna berkembangnya Desa Bajo sehingga menambah jumlah penduduk yang ada,  Seiring dengan itu jumlah kebutuhan air yang layak diminum pun meningkat. Namun fasilitas sarana dan prasarana yang ada tidak memadai untum memudahkan setiap masyarakat untuk mengakses air minum. Penelitian ini bertujuan untuk mengedentifikasi kondisi kebutuhan air minum dan mengembangkan kondisi kebutuhan air minum di permukiman Desa Bajo Kecamatan Sanana Utara. Metode yang digunakan adalah metode kuesioner, observasi, dan wawancara dengan analisis deskriptif, proyeksi penduduk, jumlah kebutuhan air minum. Dari hasil penelitian dan pembahasan kondisi pemenuhan kebutuhan air minum tahun 2016, tidak merata ke seluruh warga, adapun yang terpenuhi hanya sebesar ± 50% saja dan Kondisi pemenuhan kebutuhan air minum untuk kebutuhan domestik tahun 2016 yang harus terpenuhi 1,11 ltr/detik,  ditahun proyeksi 2031 total keseluruhan dalah 1,65 ltr/detik. Sementara untuk kebutuhan Non Domesti di tahun 2016 hingga 2031 adalah masi tetap sama yaitu 0,96 liter/detik. Untuk pengembangan kebutuhan air minum di permukiman Desa Bajo diperlukan penambahan 2 titik likasi sumur bor baru untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan dimasa yang akan datang, pembuatan sistem penampungan air baku untuk dijadikan cadangan ketika sistem pengaliran air listrik mati dan pembuatan kran umum di setiap kawasan permukiman, membuat saringan air minum untuk membersihkan air bersih dari zat berbahaya, bekerja sama dengan pemerintah dalam perencanaan PDAM di desa pohea dan membentuk lembaga swadaya masyarakat. Kata Kunci : Pengembangan Air Minum, Kebutuhan Air Minum, Pengelolaan air baku dan Permukima

    PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR YANG BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MINAHASA UTARA

    Get PDF
    Kegiatan pengelolaan wisata pantai secara terpadu dan berkelanjutan diperlukan untuk dapat memberi kontribusi pada peningkatan pendapatan baik pada masyarakat maupun pemerintah daerah setempat. Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh strategi pengembangan kawasan wisata pantai yang merupakan sebuah konsep yang akan menjadi acuan dalam pengembangan kawasan pariwisata pantai di Minahasa Utara.  kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan antara lain mengidentifikasi dan menganalisis kondisi pesisir serta potensi wisata pesisir yang berada di Minahasa Utara dan membuat strategi pengembangan wisata pesisir yang berkelanjutan di Kabupaten Minahasa Utara.Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui observasi dengan cara pengamatan secara langsung di kawasan wisata dan melaksanakan wawancara langsung kepada setiap responden (pengunjung) serta Dinas Pariwisata. Pengumpulan data sekunder melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah serta Badan Pusat Statistik Kabupaten Minahasa Utara. Teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis Deskriptif kualitatif dan Analisa SWOT.Berdasarkan Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa di Minahasa Utara memiliki klasifikasi wisata, yaitu wisata bahari, wisata buatan, wisata alam dan wisata agro. Potensi-potensi kawasan wisata yang dimiliki sangat banyak, dan yang menjadi fokus dalam kawasan pengembangan pariwisata yaitu  wisata bahari/pantai. Kondisi eksiting kawasan periwisata di Kabupaten Minahsa Utara cukup baik. Faktor kurangnya aksesbilitas merupakan salah satu kendala dalam sektor pengembangan pariwisata, sehingga perlu adanya penambahan prasarana untuk dermaga sandaran kapal pada 11 titik lokasi wisata, serta penambahan jalur untuk trayek bus jalur laut maupun untuk trayek bus jalur darat. Prioritas pembangunan menjadi hal yang sangat penting dalam pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Minahasa Utara khususnya kawasan wisata pesisir agar pembangunan dan pengelolaan pariwisata bisa berjalan dengan baik. Kata Kunci : Pengembangan, Wisata Pesisir, Berkelanjuta

    ANALISIS PEMILIHAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) BERBASIS GEOGRAPHY INFORMATION SYSTEM (GIS) DI KOTA TOMOHON

    Get PDF
    Sejak menjadi kota otonomi, dinamika pembangunan di kota Tomohon mengalami peningkatan yang signifikan. Seiring perkembangan suatu daerah atau kota yang semakin meningkat baik dari segi penduduk, prasarana sarana, pelayanan publik, serta aspek lainnya, akan disertai juga dengan timbulnya dampak salah satunya permasalahan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan tahapan akhir pemrosesan sampah oleh sebab itu TPA harus dipersiapkan dengan baik termasuk dalam Pemilihan lokasi TPA yang sesuai standar yang berlaku agar sampah dapat terkelola dengan baik dan meminimalisir pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui tahapan pemilihan lokasi TPA berdasarkan standar yang berlaku dengan mengunakan Geography Information System (GIS); 2) menganalisis faktor-faktor penentu dalam pemilihan lokasi TPA berdasarkan karakteristik wilayah; 3) menemukan alternatif lokasi TPA di kota Tomohon. Berdasarkan hasil studi didapati, pertama, tahapan pemilihan lokasi TPA berdasarkan SNI 03-3241-1994 terdapat 3 tahapan yaitu a) Tahap Regional untuk menentukan beberapa alternatif zona layak dan zona tidak layak, b) Tahap Penyisih untuk melakukan skoring atau penilaian lanjutan terhadap alternatif lokasi yang diperoleh pada tahap pertama, dan c) Tahap Penetapan lokasi TPA. Tiga tahapan tersebut dianalisis menggunakan GIS dimana data-data spasial diolah dengan metode Buffering, dan Overlay (dengan pendekatan kuantitatif Binary); Kedua, faktor-faktor penentu dalam pemilihan lokasi TPA berdasarkan karakteristik wilayah yaitu penggunaan lahan, kawasan strategis, jarak terhadap permukiman; Ketiga alternatif  lokasi TPA yaitu di Kelurahan Tara-Tara 1 Kecamatan Tomohon Barat dengan luas wilayah 12 Ha. Lokasi TPA terpilih berdekatan dengan TPA eksisting Tomohon saat ini, sehingga pemerintah dapat melakukan pengembangan lokasi TPA.Kata Kunci : TPA, Pemilihan Lokasi, GI

    PENATAAN RUANG KAWASAN TEPI SUNGAI TONDANO DI SEGMEN KAMPUNG TUBIR SAMPAI JEMBATAN MIANGAS DI MANADO

    Get PDF
    Penataan ruang kawasan tepi air sungai di Kota Manado khususnya daerah bantaran sungai sangat penting untuk dilakukan, karena berdasarkan kondisi eksisting yang ada di lokasi penelitian masih terdapat banyak bangunan  di area 15 meter sempadan sungai, dan arah hadap bangunan masih membelakangi sungai sebagai area waterfront City. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis kondisi eksisting tata ruang kawasan tepi sungai Tondano di segmen Kampung Tubir sampai jembatan Miangas dan merekomendasi konsep penataan ruang kawasan tepi sungai Tondano di segmen Kampung Tubir sampai jembatan Miangas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian yang ada di lokasi, maka ditemukan 195 unit bangunan yang masih membelakangi sungai. Tata guna lahan  didominasi oleh perumahan teratur sebesar 20,3 ha dan aspek pendukung kegiatan yang ada, terdapat lapangan di Kelurahan Ketang Baru yang dimanfaatkan warga menjadi tempat berkumpul. Konsep rekomendasi dengan melakukan penatan yaitu menata kembali arah hadap bangunan mengarah ke sungai dan menambah taman yang ada di Kelurahan Dendengan Luar agar bisa dimanfaatkan warga menjadi tempat berkumpul. Untuk perencanaan di area sempadan sungai yaitu membebaskan bangunan di area sempadan sungai dengan membangun rusunawa di lingkungan 3 Kelurahan Dendengan Luar karena masih memiliki tanah kosong dan dermaga penyeberangan yang berfungsi sebagai lalu lintas transportasi masyarakat dalam mendukung ekonomi dan pariwisata, serta menyediakan ruang terbuka di area sempadan sungai Tondano.  Kata Kunci : Waterfront, Penataan Ruang, Sempadan SungaiÂ

    ANALISIS PERTUMBUHAN KAWASAN MAPANGET SEBAGAI KOTA BARU

    Get PDF
    Berdasarkan kebijakan pembangunan kota baru publik dalam arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, salah satu kota lokasi pembangunannya adalah Kota Manado dengan fokus pengembangannya yaitu sebagai pusat permukiman baru yang layak huni yang didukung oleh fasilitas ekonomi dan sosial budaya yang lengkap guna mencegah terjadinya permukiman tidak terkendali (urban sprawl) akibat urbanisasi di kota otonom terdekatnya. Kota Manado sendiri memiliki luas wilayah 157,26 km², dan kepadatan penduduknya yang mencapai 2.721 jiwa/km². Berdasarkan SK Walikota No.128/Kep/ B.01/BAPELITBANG/2017 mengenai penetapan deliniasi Kota Baru Manado, bahwa pengembangan Kota Baru Manado akan di arahkan di Kecamatan Mapanget, dengan luas mencapai sekitar ± 5.160 Ha yang terdiri dari 10 kelurahan. Berdasarkan kebijakan tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan kawasan Mapanget sebagai kota baru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data primer (observasi lapangan dan wawancara langsung) dan sekunder (studi literatur, data dari pemerintah terkait dan internet). Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan kawasan Mapanget dari segi sosial, ekonomi dan infrastruktur menunjukan peningkatan yang signifikan tiap tahunnya. Selain itu kondisi geografis kawasan Mapanget yang cenderung landai merupakan faktor berkembangnya perumahan-perumahan beserta prasarana dan sarana pendukungnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kawasan Mapanget cenderung telah mengarah menjadi kota baru sesuai dengan yang ditetapkan.Kata Kunci: Kota Baru, Pertumbuhan Kawasan, Kebijakan Pemerinta

    TERITORI PEDAGANG KAKI LIMA DI KECAMATAN TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA STUDI KASUS : PASAR LAMA TOBELO

    Get PDF
    Halmahera Utara merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Maluku Utara dengan ibukota kabupaten adalah Kecamatan Tobelo. Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan guna menanggulangi permasalahan PKL dengan cara memfasilitasi dan memindahkan para PKL ke pasar yang baru. Tetapi para PKL memilih untuk kembali berdagang di Pasar Lama dengan alasan lokasi pasar lama lebih strategis karena berada di pusat perdagangan barang dan jasa Kabupaten Halmahera Utara dan berdekatan dengan pelabuhan Tobelo yang adalah pelabuhan utama Kabupaten Halmahera Utara. Sifat dan perilaku para PKL yang mempertahankan tempat mereka berdagang merupakan wujud teritorial yang berhubungan dengan kebutuhan ruang dan pemenuhan di bidang perekonomian bagi mereka, dimana para PKL memilih lokasi yang mereka rasa sangat strategis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk teritori pedagang kaki lima di Pasar Lama Tobelo dan menemukan faktor-faktor pembentuk teritori pedagang kaki lima di Pasar Lama Tobelo. Berdasarkan fokus rumusan masalah mengenai Teritori Pedagang Kaki Lima di Pasar Lama Tobelo, maka metode penelitan yang akan digunakan adalah Metode Deskriptif Kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk teritori PKL di Pasar Lama Tobelo didominasi bentuk teritori sekunder dan publik, ini dapat terlihat dari batas-batas fisik sarana berdagang dan cara penyajian dagangan. Teritori sekunder dan publik tidak memiliki batasan yang jelas dan terus berkembang melakukan klaim ruang pada di Pasar Lama Tobelo karena mereka merasa ini adalah lokasi yang paling starategis dan menguntungkan dalam berdagang. Dan faktor - faktor yang paling mempengaruhi pembentukan teritori PKL di Pasar Lama Tobelo dalah dasar perilaku teritorial, pengalaman keruangan dimasa lalu, kapasitas psikologi, lokasi berdagang, aksesibilitas dan lemahnya pengawasan. Kata Kunci : Pedagang Kaki Lima, Teritori, Pasar Lama, Kecamatan Tobel

    PERENCANAAN KAWASAN SEMPADAN SUNGAI SAWANGAN DI KOTA MANADO

    Get PDF
    Hujan deras yang terjadi menyebabkan bencana banjir pada tiap tahun di Kota Manado. Di sebagian besar Kecamatan Wenang, Kecamatan Tikala dan Kecamaan Paal Dua, terdapat DAS sawangan yang melewati sepuluh kelurahan.  Sungai sawangan memiliki wilayah rawan banjir oleh kondisi fisik alaminya sementara pemanfaatan lahan sebagian besar di dominasi oleh pembanngunan rumah tinggal, perdagangan dan jasa, serta kawasan peruntukan lainya. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pemanfaatan ruang di kawasan Sempadan Sungai Sawangan di Kota Manado. Untuk Merencanakan kawasan sempadan sungai sawangan, memenuhi fungsi ekologi, perlindungan terhadap banjir dan amenity (ruang terbuka publik). Metode penelitian ini menggunakan deskriptif, eksploratif analisis spasial bersifat pendekatan kuantitatif yang memiliki dua tahap.  Tahap pertama deskriptif kesesuaian menurut aturan, metode eksploratif dan kuantitatif untuk analisis spatial, mengidentifikasi karakteristik tata bangunan dan tataguna lahan. Instrumen penelitian Arc GIS. Tahap kedua konsep perencanaan, solusi penanganan menurut krakteristik kawasan perencanaan. Instrumen penelitian Google SketchUp 3D. Hasil identifikasi serta dilakukan analisis maka perencanaan kawasan sempadan sungai sawangan berdasarkan kebutuhan ekologi adalah berupa perencanaan pelebaran sungai, pembersihan sampah-sampah serta pengerukan dasar sungai dari endapan sedimen pada segmen 1,2,3,4,5,6,7,8. Pada aspek perlindungan banjir diperlukan pembuatan saluran buangan air drainase, tanggul dan talud pada segmen 1,2,3,4,5 sedangkan pembuatan tanggul dan bendungan pada segmen 6,7,8. Untuk penyediaan ruang terbuka publik (Amenity) maka diperlukan pembuatan ruang terbuka hijau skala kecil seperti taman RT/RW pada segmen 1,2,3,4,5 dan untuk segmen 6,7,8 pembuatan ruang terbuka berskala kota Kata Kunci : Permukiman Kota, Perubahan Penggunaan Lahan, Sempadan Sungai

    438

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SPASIAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇