445 research outputs found

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA SALAK DI PULAU TAGULANDANG KABUPATEN KEPULAUAN SIAU TAGULANDANG BIARO

    Get PDF
    Kabupaten kepulauan Siau Tagulandang Biaro merupakan daerah yang memiliki komoditas unggul buah salak dan merupakan satu hal penting dalam sektor pertanian. Pengembangan agrowisata kebun salak yang menjadi lokasi penelitian di kecamatan Tagulandang Utara di 5 desa yaitu desa Bawo, Bawoleu, Lumbo, Minanga, dan Wo. Perkebunan salak dikelola oleh masyarakat lokal, hasil produksinya dipasarkan berupa panen mentah dan belum ada pengelolaan pasca panen serta pengembangan partisipatif untuk kegiatan wisata, hal ini sangat diharapkan oleh masyarakat sebagai pendorong kelestarian budidaya salak dan promosi potensi pariwisata. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bentuk partisipasi dan prinsip-prinsip agrowisata dalam pengembangan agrowisata salak dan menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan agrowisata salak. Metode penelitian adalah analisis deskriptif dan kuantitatif dengan melakukan analisis Skala likert. Hasil penelitian mengidentifikasi bentuk partisipasi hasilnya adalah berpartisipasi memberikan pikiran, dan terdapat di desa Minanga, untuk hasil mengidentifikasi prinsip-prinsip agrowisata adalah berpartisipasi menekan serendah-rendahnya dampak negatif terhadap alam dan kebudayaan, dan terdapat di desa Bawoleu. Hasil analisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan agrowisata salak berada pada tingkat kedua yaitu cukup berpartisipasi. Kata Kunci : Agrowisata Salak, Partisipasi Masyarakat, Skala Liker

    KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN BENCANA LONGSOR DI KECAMATAN WANEA KOTA MANADO

    Get PDF
    Bertambahannya jumlah penduduk di sebuah wilayah maka akan meningkatkan kebutuhan lahan. Lahan  penting bagi setiap mahluk hidup sebagai tempat tinggal dan beraktivitas ekonomi.. Intensistas curah hujan yang tinggi, secara alami dapat memicu terjadinya bencana alam tanah longsor. Faktor lainnya yaitu pendayagunaan sumberdaya alam yang secara tidak teratur atau melampuai daya dukungnya yang akan memicu  terjadi bencana tanah longsor. Kota Manado merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Utara. Kota Manado yang wilayah daratnya didominasi oleh kawasan perbukitan sehingga rentan terhadap longsor. Kecamatan Wanea merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Manado yang memiliki karakteristik wilayah yang berbukit dengan luas wilayah sebesar 643,25 ha. Tujuan penelitian ini adalah :1) Mengidentifikasi karakteristik fisik di Kecamatan Wanea, 2) Mengetahui tingkat kerawanan longsor di kecamatan Wanea, 3) menganalisis pemanfaatan lahan yang ada dikecematan Wanea. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah  analisis spasial dengan teknik skoring. Berdasarkan hasil analisis diperoleh karakteristik fisik kemiringan lereng dengan lima jenis kemiringan lereng yaitu datar, landai, agak curam, dan sangat curam,tingkat kerawanan longsor mendominasi di tingkat kerawanan tidak rawan, agak rawan, cukup rawan, rawan, sangat rawan. Pengunaan lahan yang ada yaitu permukiman, pertanian lahan kering, kebun campuran, perdangang dan jasa, ruang terbuka, semak belukar,dan perkantoran. Kata Kunci: Pemanfaatan lahan, longsor , rawan bencan

    RESPON MASYARAKAT DI KAWASAN PERMUKIMAN PADAT MENURUT TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KECAMATAN WENANG KOTA MANADO

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir serta ingin mengetahui strategy coping yang dilakukan masyarakat yang berada di kawasan permukiman padat menurut tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Wenang. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif menggunakan metode overlay dan scoring antara parameter-parameter yang ada, di mana setiap parameter dilakukan proses scoring dengan pemberian bobot serta nilai yang sesuai dengan pengklasifikasinya masing-masing, yang nantinya akan dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat menjelaskan dan mempresentasikan objek di wilayah rawan banjir dalam bentuk digital. Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa tingkat kerawanan banjir yang paling tinggi berada di Kelurahan Komo Luar, dibandingkan Kelurahan Istiqlal. Dengan masing-masing presentase responden di Kelurahan Komo Luar melakukan penanggulangan aktif pada waktu setelah terjadinya bencana sebesar 69% dan 54% responden melakukan penanggulangan defensif pada waktu sebelum terjadiya bencana. Kemudian, responden di Kelurahan Istiqlal yang melakukan penanggulangan aktif pada waktu setelah terjadinya bencana sebesar 75%, 59% responden melakukan penanggulangan defensif pada waktu sebelum terjadinya bencana serta beberapa responden melakukan penghindaran pada waktu setelah terjadinya bencana dengan presentase 8%.Kata Kunci: Bencana Banjir, Tingkat Kearawanan, Strategy Copin

    ANALISIS RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN MINAHASA

    Get PDF
    Kabupaten Minahasa adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi utara dimana wilayah tersebut memiliki topografi dengan tingkat kemiringan lereng diatas 40%. Bencana tanah longsor adalah salah satu bencana alam yang cukup sering terjadi di kabupaten Minahasa, namun sering kali ditemukan di lapangan permukiman-permukiman warga yang berada pada tingkat kemiringan lereng diatas 40% selalin itu pada kondisi lahan tersebut juga sering dijadikan sebagai lahan pertanian. Maka dari itu dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah berpotensi longsor di kabupaten Minahasa serta menentukan seberapa besar tingkat risio bencanan tanah longsor di kabupaten Minahasa. Untuk mencapai hasil dari penelitian ini maka metode yang akan digunakan adalah metode analisis spasial yang dipadukan dengan analisis skoring sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana nomor 12 tahun 2012 tentang Pengkajian Risiko Bencana. Pada hasil penelitian yang didapat maka sudah dapat dilihat wilayah-wilayah yang memiliki tingkat risiko terjadinya bencana tanah longsor yaitu kecamatan Kakas Barat, kecamatan Kombi, kecamatan Tombulu, dan kecamatan Tondanao Utara yang dimana sebagian besar wilayah dengan tingkat kemiringan lereng diatas 40% selain menjadi lokasi permukiman juga diganakan sebagai lahan pertanianHal yang dapat disimpulkan dalam penelitian ini adalah wilayah-wilayah yang berisiko tinggi mengalamin bencana tanah longsor adalah wilayah-wilayah yang memiliki lahan produktif yang cukup luas di antaranya kecamatan Tombulu, kecamatan Kombi, kecamatan Kakas Baran dan kecamatan Pineleng.Kata Kunci : Risiko, Bencana, Tanah Longso

    STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KECAMATAN AIRMADIDI DAN KECAMATAN KALAWAT KABUPATEN MINAHASA UTARA

    Get PDF
    Pariwisata yang merupakan industri besar yang dapat berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan daerah maupun Negara. Hal telsebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi-potensi wisata dan pengembangan fasilitas infrastrukturnya. Daerah yang memiliki potensi wisata seperti Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara harus dikembangkan dan dimanfaatkan agar terlihat signifikan bagi para wisatawan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi-potensi wisata, dan menganalisis strategi pengembangan pariwisata. Metode penelitian ini dilakukan dengan random sampling dan  analisis SWOT yang mengacu pada teori pariwisata yaitu 3A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas/Fasilitas). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa potensi-potensi pariwisata yang ada Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Kalawat cukup beragam, terdiri dari daya tarik wisata alam, budaya dan buatan, seperti Gunung Klabat, Arung Jeram Sawangan, peninggalan warisan budaya Waruga, Mata Air Tumatenden, Goa Jepang, Monumen Walanda Maramis, River Park Sawangan, Raewaya Hills, Hutan Kota Kuwil, Hutan Kota Kenangan, dan Kaki Dian. Namun pengelolaan pada sejumlah lokasi wisata tersebut kurang baik misalnya fasilitas yang belum ada seperti toilet, tempat sampah, akses jalan yang masih berbatu dan berlubang serta belum adanya transportasi yang dikhususkan untuk ke lokasi wisata. Melalui analisis SWOT yang dilakukan maka dapat dirumuskan strategi pengembangan pariwisata di Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Kalawat, yakni membangun infrastruktur pendukung pariwisata dengan pengawasan dan pemeliharaan terhadap fasilitas-fasilitas wisata yang sudah tersedia, peningkatkan kerjasama dengan pihak investor untuk mengembangkan potensi –potensi wisata yang ada di Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara.Kata Kunci : Strategi Pengembangan, Pariwisata, Analisis SWOT, Minahasa Utar

    PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KAWASAN PANTAI NABIRE DAN PANTAI GEDO KABUPATEN NABIRE PAPUA

    Get PDF
    Ekowisata di Kabupaten Nabire Papua perlu untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata. Pantai Nabire dan Pantai Gedo adalah pantai yang terletak di Kabupaten Nabire, yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu kawasan yang strategis untuk mengangkat citra Kabupaten Nabire Papua sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, dikarenakan pantai ini banyak dikunjungi oleh wisatawan dan masyarakat lokal, jaraknya yang dekat dengan pusat Kota Nabire, dan merupakan pantai yang masih alami yang dikelola oleh pemerintah setempat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek ekowisata di kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo Kabupaten Nabire serta mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman ekowisata di kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo Kabupaten Nabire Papua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian teridentifikasi karakteristik aspek–aspek ekowisata yang terdapat pada kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo berupa aspek ekologis yaitu flora di kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo terawat dengan baik, aspek fisik yaitu prasarana dan sarana pariwisata yang ada di kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo sudah cukup memadai hanya perlu dijaga dan lebih diperhatikan lagi, dan aspek sosial budaya yaitu peran serta masyarakat sangatlah baik diantaranya dapat dilihat dari aktivitas masyarakat serta festival budaya tahunan di kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo. Berdasarkan analisis Strength, Weakness, Opportunities, Threat (SWOT) kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo memiliki kekuatan (strength) daya tarik wisata pantai berupa atraksi alam yang indah dan berpeluang (opportunities) untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata. Sedangkan kelemahannya (weakness) adalah masih minimnya prasarana dan sarana pendukung pariwisata, selain itu terdapat ancaman (threat) terganggunya sistem ekologis, fisik, sosial budaya serta gempa bumi dan tsunami.Kata Kunci: Ekowisata, Pantai Nabire, Pantai Gedo

    PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BAHARI (STUDI : KECAMATAN NUANGAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR)

    Get PDF
    Pariwisata merupakan sektor yang ikut berperan penting dalam usaha peningkatan pendapatan. Indonesia merupakan negara yang memiliki keindahan alam dan keanekaragaman budaya, sehingga perlu adanya peningkatan sektor pariwisata. Hal ini dikarenakan pariwisata merupakan sektor yang dianggap menguntungkan dan sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu aset yang di gunakan sebagai sumber yang menghasilkan bagi Bangsa dan Negara. Kecamatan Nuangan memiliki objek wisata yang mulai dikembangkan menurut Peraturan Kabupaten Daerah No 10 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Bolaang Mongondow Timur Tahun 2013 – 2033, Di Nuangan memiliki empat (4) objek wisata bahari yaitu; Tanjung Silar, pantai Abadi, pantai ariang, dan pantai jiko. Seluruh objek wisata yang ada di Kecamatan Nuangan. Sehingga dapat dikatakan sebagai potensi wisata bahari karena menawarkan produk wisata yang bernuansa bahari, maka dari itu perlu adanya strategi pengembangan yang sesuai pada kawasan yang memiliki potensi wisata seperti di Kecamtan Nuangan. Maka dari perlu adanya strategi khusus untuk membahas potensi wisata bahari yang ada di kecamatan nuangan, sehingga mampu mengoptimalkan potensi-potensi pariwisata yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis swot, Untuk mencapai tujuan penelitian ini yaitu menentukan kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang serta strategi pengembangan kawasan wisata bahari Kecamatan Nuangan sesuai dengan variabel-variabel pariwisata yang ada. Hasil penelitian ini menghasilkan faktor-faktor internal dan external pengembangan kawasan wisata bahari Kecamatan Nuangan dengan strategi pengembangannya yaitu Mengembangkan wisata minat, khususnya wisata diving dan snorkeling, Memebuat website khusus objek wisata Kecamatan Nuanagan, lebih mempermudah akses antar kawasan wisata dan Meninkatkan kesadaran masyarakat akan potensi wisata.Kata Kunci : SWOT, Wisata Bahari, Kecamatan Nuanga

    EVALUASI PEMANFAATAN TERHADAP KEMAMPUAN LAHAN DI KOTA BITUNG

    Get PDF
    Dalam perkembangan Kota, tidak terlepas dari kebutuhan lahan yang akan terus meningkat, yang menyebabkan kondisi fisik alamiah Kota Bitung sejak RTWR Tahun  2013 mengalami perubahan penggunaan lahan hingga saat ini, diketahui pada tahun 2013 aspek fisik alamiah Kota Bitung seluas 30090.02 ha atau 97% dan ditahun 2018 aspek fisik alamiah seluas 29011.91 ha atau 93%, yang mengalami pengurangan lahan fisik alamiah sebesar -1078.11 ha atau -4% aspek alamiah tersebut berupa hutan, padang rumput, rawa, perkebunan dan sungai. Kemampuan lahan merupakan pencerminan kapasitas fisik lingkungan yang dicerminkan oleh keadaan topografi, tanah, hidrologi, dan iklim, serta dinamika yang terjadi khususnya erosi, banjir dan lainnya. Kemampuan lahan menurut peraturan menteri negara lingkungan hidup No 17 tahun 2009 tentang pedoman penentuan daya dukung lingkungan hidup dalam penataan ruang wilayah adalah karakteristik lahan yang mencakup sifat-sifat tanah, topografi, drainase, dan kondisi  lingkungan hidup untuk mendukung kehidupan atau kegiatan pada suatu hamparan lahan. Pemanfaatan Lahan merupakan perwujudan proses interaksi antar komponen lingkungan hidup yaitu antara manusia sebagai komponen biotik, dan lahan sebagai komponen abiotic, Interaksi kedua komponen tersebut berlangsung dengan bervariasi dari tempat ke tempat dan dari waktu ke waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Kemampuan lahan Kota Bitung dan mengevaluasi kesesuaian pemanfaatan lahan kota Bitung terhadap kemampuan lahan Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dan komparatif dengan pendekatan spasial untuk mengetahui daya dukung lahan Kota Bitung. Berdasarkan hasil studi, Bedasarkan hasil analisis Kemampuan Lahan Kota Bitung, dapat diinterpretasikan dalam 5 kelas kemampuan lahan kelas a dan kelas b merupan kawasan yang di peruntukan untuk kawasan lindung  untuk kelas c, d, dan kelas e merupakan kawasan yang di peruntukan untuk kawasan budidaya. Analisis evaluasi kesesuaian pemanfaatan lahan terhadap kemampuan lahan Pemanfaatna lahan menujukan bahwa diinterpretasikan 3 kelas kesesuaian pemanfaatan lahan terhadap kemampuan lahan, kelas sesuai, sesuai bersyarat dan tidak sesuai. Kelas sesuai seluas 70% yang lebih mendominasi di Kota Bitung.Kata Kunci : Kemampuan Lahan, Pemanfaatan Ruang, Pulau Bunaken, Manad

    KAJIAN KETERSEDIAAN SARANA PENDIDIKAN DI KAWASAN PERKOTAAN AMURANG

    Get PDF
    Perkotaan Amurang adalah pusat pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan dan pusat perdagangan dan jasa. Perkotaan Amurang yang merupakan wilayah penelitian ini terutama Sarana Pendidikan diharapkan menjadi prioritas penunjang dalam melengkapi ketersediaan infrastruktur sosial. Berdasarkan data Kawasan perkotaan Amurang dalam angka tahun 2018, fasilitas pendidikan di kawasan perkotaan Amurang belum memenuhi standar pelayanan minimum berdasarkan jumlah penduduk. Tujuan dari penelitian ini ialah mengidentifikasi kebutuhan sarana pendidikan tingkat SD, SMP, SMA, mengidentifikasi sebaran sarana pendidikan SD, SMP, SMA dan menganalisis kesesuaian sarana pendidikan dengan penempatan lahan di perkotaan Amurang. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Yang mendukung penelitian ini adalah data demografi penduduk, persebaran lokasi sekolah, dan jarak jangkauan pelayanan tiap unit sekolah yang merupakan kualitas persebaran lokasi sekolah. Kajian ketersediaan sarana pendidikan di kawasan perkotaan Amurang menyajikan hasil kebutuhan sarana pendidikan berdasarkan jumlah penduduk di perkotaan Amurang sudah memenuhi standar yang berlaku. Persebaran sarana pendidikan di Perkotaan Amurang belum sepenuhnya memenuhi standar contohnya di Kelurahan Lopana Satu yang memiliki kepadatan penduduk paling padat hanya mempunyai satu unit SD dan SMP. Untuk Kesesuaian sarana pendidikan di Perkotaan Amurang ada yang beberapa desa yang perlu untuk di perhatikan karena ketersediaan sarana pendidikan belum sesuai dengan standar yang berlaku contohnya seperti Desa Bitung, Uwuran Dua, Ranoyapo dan Desa Wakan.Kata Kunci : Sarana  Pendidikan, Analisis Kesesuaian, Perkotaan Amuran

    ANALISIS PERKEMBANGAN FISIK PERKOTAAN BERBASIS GIS DI KABUPATEN MINAHASA UTARA

    Get PDF
    Pada dasarnya pertumbuhan dan perkembangan kota dipengaruhi oleh adanya berbagai faktor, antara lain faktor kependudukan, serta adanya interaksi antara kota dengan kota lainnya dalam lingkup wilayah maupun luar wilayah suatu daerah. Perkembangan faktor tersebut (penduduk, kegiatan penduduk dan interaksi kota dengan wilayah lain) merupakan pemicu tumbuh dan berkembangnya wilayah yang berdampak terhadap terjadinya perubahan fisik dan penggunaan lahan. Salah satu fenomena yang menandai perkembangan fisik kota adalah fenomena ekspansi daerah terbangun pada daerah non terbangun. Fenomena ini juga dapat dilihat pada Kabupaten Minahasa Utara. . Kabupaten Minahasa Utara memiliki 4 Wilayah yang memiliki sifat kawasan perkotaan yaitu didaerah Kecamatan Kalawat, Kecamatan Airmadidi sebagai pusat kota dan Kecamatan Kauditan dan Kecamatan Kema. Tujuan penelitian ini yaitu untuk Mengidentifikasi perkembangan yang terjadi pada wilayah perkotaan di Kabupaten  Minahasa Utara pada tahun 2011 & 2019 dan Menganalisis faktor-faktor apa saja  yang mempengaruhi perkembangan wilayah perkotaan  di Kabupaten Minahasa Utara dengan menggunakan 2 metode analisis yaitu pada tujuan pertama menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan spasial menggunakan software Arcgis 10.3 dan tujuan kedua dengan motode deskripstif. Berdasarkan hasil penelitan, Perkembangan yang terjadi pada wilayah perkotaan 4 kecamatan yaitu Kecamatan Kalawat, Airmadidi, Kauditan dan Kema cenderung mengalami perkembangan secara Horizontal dan factor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan, mempunyai factor-faktor yang berbeda di tiap kecamatan seperti adanya factor kebijakan strategis terkait perekembangan berdasarkan RTRW Kabupaten Minahasa Utara tahun 2011-2031 dan Perda Kabupaten Minahasa Utara tahun 2013-2033. Kata Kunci : Perkembangan Fisik Perkotaan, Faktor-faktor perkembanga

    438

    full texts

    445

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SPASIAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇