Jurnal Imajinasi
Not a member yet
75 research outputs found
Sort by
KARAKTERISTIK 9 KARYA SENI ILUSTRASI KRITIK SOSIAL OLEH DARMAWAN EKA
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat mengenai karakter karya seni ilustrasi pop art oleh Darmawan Eka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analisis konten yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan membuat perbandingan terhadap isi media. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah Darmawan Eka beserta karyanya. Jumlah karya yang di jadikan sampel dalam penelitian ini ada 9 karya. Adapun teknik pengambilan sampel ialah Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan informasi dalam penelitian adalah (1) Observasi, (2) Wawancara dan (3) Dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik karya seni ilustrasi pop art oleh Darmawan Eka lebih dipusatkan pada empat aspek yaitu (1) aspek ide, (2) aspek bentuk dan gaya (3) aspek warna (4) aspek simbol. Pada aspek ide Darmawan Eka menuangkan ide tersebut melalui ungkapan perasaan, keresahan, sindiran, dan tanggapannya terhadap keadaan sosial. Sedangkan pada aspek warna Darmawan Eka menggunakan warna merah dan hitam yang memiliki makna tegas, dingin dan semngat. Sedangkan pada aspek simbol sendiri digunakan sebagai tanda yang mewakili atau menjelaskan tentang sebuah bentuk atau sebuah tanda bagi sebuah objek. Darmawan Eka menampilkan tema-tema kritik sosial dalam karyanya. Dan dari segi karakter, karya seni ilustrasi kritik sosial oleh Darmawan Eka cenderung mengacu pada gaya ilustrasi editorial. Kata Kunci : ilustrasi, kritik sosial. This study aims to obtain accurate data regarding the character of the pop art illustration artwork by Darmawan Eka. The type of research used is content analysis wich aims to describe and make comparisons with media content. The data source in this study is Darmawan Eka and his work. The number of works sampled in this study were 9 works. The sampling technique is purposive sampling. Data collection techniques used to obtain information in research are (1) Observation, (2) Interviewing and (3) Documentation. The results of this study indicate that the characteristics of pop art illustration by Darmawan Eka are more focused on three aspects, namely (1) aspects of ideas, (2) aspect of shape and style (3) aspects of color and (4) aspects of symbols. On the aspect of the idea, Darmawan Eka expressed the idea through expressions of feelings, anxiety, satire, and responses to social conditions. Meanwhile, in the color aspect, Darmawan Eka uses red and black, which have a firm, cold and warm meaning. Whereas in the symbol aspect itself is used as a sign that represents or describes a form or a sign for an object. Darmawan Eka presents social criticism themes in his work. And from the character point of view, Darmawan Eka's social criticism illustration tends to refer to a editorial illustration style. Keywords: illustration, social criticism
STUDI KERAJINAN UKIRAN KAYU DI MUSEUM NEGERI SUMATERA SELATAN SEBAGAI MANIFESTASI BUDAYA MASA LAMPAU
Penelitian terhadap seni ukiran kayu di Museum Negeri Sumatera Selatan sebagai manifestasi budaya masa lamapu bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis produk ukiran yang berhubungan dengan aktivitas kehidupan masyarakat di masa lampau. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untukmengunkapkan teknik dan motif hias yang diterapkan pada ukiran tersebut. Penelitian tersebut menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik analisis data melalui proses mengorganisasikan data dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis. Adapun pendekatan teori yang digunakan yaitu perwujudan artefak budaya. akni idea, activities, and artefact. Adapun hasilpenelitian yang dapat disajikan diantaranya penerapan ukiran kayu sebagai peralatan tenun songket, meja permainan, dan peraltan kehidupan masyarakat sehari-sehari yang mencerminkan manifestasi aktivitas pola kehidupan masyarakat Sumatera Selatan, khsusnya di Palembang di masa lampau
MEDIA PEMBELAJARAN INFOGRAFIS DENGAN MATERI UNSUR DAN PRINSIP SENI RUPA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari rancangan media pembelajran infografis pada materi unsur dan prinsip seni rupa bagi peserta didik kelas X SMAN 3 Makassar dan respon peserta didik terhadap media pembelajaran berbentuk infografis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan. Metode penelitian media yang digunakan terdiri dari 7 tahap, yaitu: potensi dan masalah, pengumpulan data dan informasi, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan produk akhir. Produk akhir dari rancangan media pembelajaran ini yaitu media pembelajaran infografis pada materi unsur dan prinsip seni rupa yang didalamnya terdiri dari kata pengantar, daftar isi, materi unsur, materi prinsip dan daftar pustaka. Media pembelajaan dikemas dengan bentuk hard copy sebanyak 30 halaman. Pendistribusian media pembelajaran kepada peserta didik dikemas dalam bentuk soft copy karena penelitian yang dilakukan bertepatan dengan kondisi pandemi covid 19, sekolah melaksanakan pembelajaran sistem daring. Hasil penilaian kelayakan media pembelajaran infografis memperoleh skor 85,3% dengan kategori sangat layak. Selain itu respon peserta didik dengan skor persentasi sebesar 93% tertarik dengan media pembelajaran berbentuk infografis
DESAIN GRAFIS PADA PRODUKSI SABLON T-SHIRT
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman dalam merancang desain T-shirt pada produksi sablon yang harus diketahui oleh desainer. Merancang desain T-shirt untuk kebutuhan produksi sablon tidak cukup hanya memahami dan mampu menggunakan aplikasi desain grafis. Merancang desain T-shirt untuk produksi sablon harus memahami beberapa hal yang saling berhubungan antara lain proses desain grafisnya, proses film output, dan prinsip teknik produksi sablon. Merancang desain T-shirt untuk produksi sablon perlu mengetahui bentuk dasar format desain yang dibuat yaitu vector atau bitmap agar tidak salah dalam memilih atau menggunakan aplikasi (software) desainnya. Desainer harus memahami pendekatan dalam proses film output agar desain yang dibuat dapat diproduksi dengan tekhnik cetak sablon dan dapat menyesuaikan dengan kualitas karakter visual hasil cetakan yang dinginkan. Desainer grafis T-shirt perlu memahami prinsip teknik produksi sablon agar dalam merancang desain dapat menyesuaikan dengan pendekatan pada proses film output yang dilakukan
Penerapan Zat Pewarna Alami Limbah Organik Kulit Rambutan (Nephelium Lappaceum) Pada Bahan Katun Dengan Teknik Shibori (Tie Dyes) Dan Batik
Kulit Rambutan merupakan salah satu limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dalam permasalahan lingkungan, sampah organik juga menjadi permasalahan saat ini. Meskipun sampah organik merupakan limbah yang dapat terurai, akan tetapi limbah organik juga perlu dikelola agar penumpukannya dapat terkendali dan tidak mencemari lingkungan. Tujuan Penlitian yaitu untuk menganalisis hasil formula zat warna alami yang dihasilkan dari limbah kulit rambutan terhadap penerapannya pada kain dengan teknik Shibori (Tie dye) dan Batik. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu dengan mengeksplorasi warna yang dihasilkan oleh larutan limbah organik kulit rambutan pada karya tekstil, dengan melakukan uji coba tehadap bahan kain katun dan berbagai larutan fiksasi yang digunakan, seperti larutan tawas (KAI(SO4)212H2O), kapur (Ca(OH)2) dan Tunjung (FeSO4). Uji coba juga dilakukan terhadap teknik dalam membuat motif, seperti shibori (tie dye) dan batik. Hasil menunjukan bahwa limbah kulit rambutan menghasilkan larutan yang dapat digunanan sebagai pewarna alami dan dapat diaplikasikan kedalam beragam teknik shibori (tie dye) dan batik dengan fiksasi tawas yang memiliki nilai kualitas lebih baik dibanding menggunakan fiksasi tunjung dan kapur, sehingga dapat menjadi sebuah media dalam berkreasi seni khususnya pada bidang tekstil
ANALISIS HASIL PEMBELAJARAN MENGGAMBAR BENTUK SISWA SMP NEGERI 3 SINJAI TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat mengenai analisis hasil karya gambar bentuk siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sinjai Tengah, serta bagaimana teknik penilaian guru terhadap karya gambar bentuk siswa kelas VII SMP Negeri 1 Barru. Jenis penelitian ini adalah evaluatif. Sumber data diperoleh dari guru dan siswa. analisis karya siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sinjai Tengah dan teknik penilaian guru terhadap karya siswa, kriteria dalam menganalisis karya gambar siswa yaitu dari aspek proporsi, aspek komposisi, aspek terang gelap, perspektif, kebersihan/kerapihan, dan finishing. karya siswa berjumlah 25 karya yang mandapat kategori sangat baik yaitu berjumlah 1 karya (4%), yang mendapat kategori baik yaitu berjumlah 2 karya (8%), yang mendapat kategori sedang yaitu berjumlah 14 karya (56%). Dan yang mendapat kategori kurang yaitu berjumlah 8 karya (32%).Teknik penilaian guru mata pelajaran seni budaya dalam menilai karya gambar bentuk siswa menggunakan tiga poin penilaian yaitu dari segi bentuk, kebersihan, dan kerapian karya. Guru mata pelajaran tidak menggunakan banyak aspek-aspek dalam menggambar bentuk ketika menilai karya siswa
PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL DESTINASI WISATA KAWASAN TELUK YOUTEFA KOTA JAYAPURA
Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan identitas visual baru yang menarik, konsisten dan sesuai dengan citra yang ingin dibangun Teluk Youtefa sebagai salah satu cara dalam pengembangan destinasi wisata di Kota Jayapura serta diterapkan pada graphic standard manual, stationery, dan gifts/merchandise agar dapat digunakan sebagai media identifikasi media promosi wisata. Data yang digali dalam penelitian ini mencakup teori desain terkait merancang logo serta teori warna, tipografi, brand, branding, identitas visual, brand awareness, serta data teluk youtefa berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi. Data diperoleh diteliti menggunakan metode kualitatif, analisis SWOT, dan analisis STP. Logo dari Teluk Youtefa menampilkan visualisasi yang memperkenalkan nilai budaya dan keindahan alam kepada para wisatawannya, oleh karena itu identitas visual di desain agar memiliki kesan menyenangkan, dan tidak terlepas dari unsur alam dan budaya suku tobati dan enggros. Hasil perancangan identitas visual ini adalah logo dengan menggunakan media utama berupaGraphic Standard manual sebagai buku panduan yang berisi aturan serta penggunaan identitas visual Youtefa dan mencakup logo, warna dan tipografi, juga penerapannya pada media. Logo dari hasil Perancangan Identitas Visual Kawasan Teluk Youtefa kemudian diaplikasikan ke dalam media pendukung sebagai media promosi, media komunikasi pendukung terdiri dari Stationary dan Gift/ Merchandise
KUALITAS ARTISTIK SENI ILUSTRASI KARYA LALA BOHANG PADA BUKU PUISI “THE BOOK OF FORBIDDEN FEELINGS”
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan kualitas artistik karya ilustrasi pada buku puisi “The Book of Forbidden Feelings” karya Lala Bohang berdasarkan (1) keartistikan wujud seni dan (2) keefektifan komunikasi gambar ilustrasi. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian analisis isi (content analysis) menggunakan pendekatan kritik seni yang dikemukakan oleh Edmund Burke Feldman. Teknik ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu deskripsi, analisis formal, dan interpretasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah buku kumpulan puisi “The Book of Forbidden Feelings” terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama (2017) karya Lala Bohang beserta sumber – sumber kajian pustaka yang membahas teori tentang seni rupa, ilustrasi, dan kritik seni terhadap karya Lala Bohang, didukung dengan data tambahan berupa tulisan artikel yang membahas buku ini, dan juga dokumen resmi lainnya. Pada penelitian ini terdapat 31 gambar ilustrasi karya Lala Bohang yang mendampingi teks puisi dalam buku kumpulan puisi “The Book of Forbidden Feelings” dan telah terpilih 10 gambar ilustrasi sebagai sampel yang dianggap dapat mewakili berdasarkan kualitas artistiknya. Sepuluh gambar ilustrasi yang terpilih memiliki beberapa perbedaan karakteristik yang terdiri dari bentuk, komposisi, latar dan ruang pada halaman buku yang terpakai. Karya tersebut dibuat menggunakan cat air yang dituangkan di atas kertas dengan penggunaan warna monochrome. Setiap gambar ilustrasi memiliki tema dan suasana yang berbeda sesuai dengan teks puisi yang didampinginya. Hasil penelitian ini yaitu; (1) Keartistikan wujud seni ilustrasi karya Lala Bohang pada buku kumpulan puisi “The Book of Forbidden Feelings”. Karya ilustrasi ditampilkan dengan corak dekoratif dan menggunakan pemilihan warna seragam yang menggambarkan objek seperti manusia, hewan, tumbuhan, benda, dan ruang dengan keartistikan wujud yang baik keseluruhannya dengan komposisi yang harmonis dan bentuk – bentuk yang sederhana namun tetap kreatif dan dinamis. (2) Keefektifan komunikasi gambar ilustrasi karya Lala Bohang dalam mendampingi teks puisi pada buku “The Book of Forbidden Feelings”. Tingkat keefektifan komunikasi gambar ilustrasi karya Lala Bohang cukup baik, tidak semua gambar ilustrasi menampilkan isi teks sebagaimana adanya, namun tetap memenuhi fungsinya dalam mendampingi karya sastra dengan cara memperkuat suasana sesuai dalam teks puisi dan menampilkan makna yang terkandung dalam masing – masing teks puisi
Transit dan Transisi Lipa' Sabbe di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk membahas proses perubahan sosial yang terjadi pada lipa’ sabbe (sarung sutera) yang merupakan warisan budaya masyarakat Bugis di Kabupaten Wajo yang memiliki nilai, makna, dan fungsi tertentu. Paradigma dari penelitian ini menggunakan konsep dari Maruska Svasek yaitu proses transit dan transisi. Proses transit ialah pergeseran melalui ruang dan waktu yang melewati batas geografi (lokasi) atau batas sosial, sedangkan proses transisi adalah pergeseran terkait makna, nilai, dan status suatu objek. Metode yang digunakan adalah metode penelitian etnografi yang mendeskripsikan suatu kebudayaan dari sudut pandang penduduk asli. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lipa’ sabbe mengalami proses transit terkait perpindahan lokasi yaitu dari Tosora ke Sengkang dan pergeseran sosial yang awalnya hanya digunakan oleh bangsawan hingga saat ini dapat digunakan secara umum, sehingga lipa’ sabbe turut mengalami proses transisi yaitu pergesran nilai, fungsi, dan makna, baik makna sarung, makna motif, cara penggunaan, dan aspek lainnya
PEMBUATAN KERAJINAN DENGAN MOTIF BUNGA DARI LIMBAH BOTOL PLASTIK OLEH WARGA DESA BAJIMINASA KECAMATAN GANTARANG KEKE KABUPATEN BANTAENG
ABSTRAKWIWI SUKARSIH, 2020. Pembuatan Kerajinana dengan Motif Bunga dari Limbah Botol Plastik oleh Warga Desa Bajiminasa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Skripsi; Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Sofyan Salam dan Tangsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan dan hasil karya kerajinan dengan motif bunga dari limbah botol plastik oleh warga Desa Bajiminasa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah pengrajin. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pembuatan kerajinan dengan motif bunga dari limbah botol plastik menggunakan bahan dan alat, dimana bahannya yaitu botol plastik ukuran besar dan kecil dari berbagai bentuk, cat, pasir, semen dan air, sedangkan alat yang digunakan adalah gunting, pisau pemotong (cutter), kuas, gergaji, pipa, pot, ember dan sendok semen. Proses pembuatan kerajinan dari limbah botol plastik melalui beberapa tahap yaitu peroleh bahan, pengolahan bahan, proses pembuatan batang dan tahap akhir (finishing). kerajinan dengan motif bunga dari limbah botol plastik oleh warga Desa Bajiminasa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng adalah salah satu contoh proses dari daur ulang palstik (recycle) yang bertujuan untuk mengubah penggunaan barang plastik supaya tetap bermanfaat. Proses pembuatannya dikerjakan dengan tangan serta menggunakan alat-alat yang sederhana dan melakukan usaha-usaha produktif dengan prinsip kebersamaan. Hasil karya kerajinan dengan motif bunga dari limbah botol plastik oleh warga Desa Bajiminasa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng ini merupakan benda hias yang kreatif. Secara visual produk ini berbentuk dasar bunga dengan berbagai pola dan ukuran yang berbeda. Warna-warna yang digunakan cerah dan menarik perhatian seperti warna merah, kuning, biru, merah jambu dan kuning emas, polanya ada yang bergelombang seperti daun dan juga lancip. Motifnya ada yang berbentuk lingkaran kecil dan garis. Karya kerajinan ini selain memiliki nilai keindahan juga nilai ekonomis