Jurnal Imajinasi
Not a member yet
75 research outputs found
Sort by
BRANDING DESA WISATA DENGAN KONSEP GREEN ECONOMY
This study focuses on the sustainability of Batu Kumbung Tourist Village, which has significant potential to develop the concept of a green economy as an effort to enhance environmental sustainability and the local economy. This concept involves not only the wise use of natural resources but also promotes environmentally friendly practices in agriculture, tourism, and micro, small, and medium enterprises (UMKM). Organic farming and wise waste management are among the green economy initiatives. The aim of this thesis is to provide insights for the development of a local economy, particularly sustainable tourist villages, that have a positive impact on the environment in the future. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques conducted through triangulation (combination). The research findings show that green economy policies have already been implemented in Batu Kumbung tourist village by adopting the development of a green economy concept. Zero waste activities become a strategic effort to maintain the environmental sustainability of Batu Kumbung tourist are
KOREOGRAFI: RANCANGAN AWAL MODUL AJAR DENGAN MODEL BORG AND GALL
Penelitian ini bertujuan untuk merancang materi ajar mata kuliah koreografi dengan pendekatan personal Front untuk memudahkan dalam proses pembelajaran pada mata kuliah koreografi pada prodi Seni Tari FSD UNM. Perancangan buku ajar ini menggunakan metode perancangan Borg and Gall. Metode Borg and Gall (1989) diawali analisis kebutuhan agar mampu menghasilkan produk yang bersifat hipotetik sebagai metode penelitian dasar (basic research). Kemudian untuk menguji produk yang masih bersifat hipotetik tersebut, digunakan eksperimen atau action research. Setelah produk teruji melalui validasi ahli, maka dapat diaplikasikan dengan skala kecil kemudian skala besar. Proses pengujian produk dengan eksperimen tersebut dinamakan penelitian terapan (applied research), walaupun penelitian tahap awal ini terbatas pada analysis situasi/kebutuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Pembelajaran kurang efektif karena belum tersedianya buku atau materi ajar yang terkait dengan koreografi khususnya untuk pembelajaran koreografi lingkungan, 2) Ketika mahasiswa belajar secara mandiri, maka materi dan konsep garapan tari yang mereka hasilkan akan berbeda-beda. Untuk itu maka dipandang penting untuk merancang materi ajar yang dikemas dalam bentuk Modul ajar dan khusus dibuat untuk pembelajaran koreografi. Perancangan Modul ajar ini penting untuk membantu proses mengajar karena memuat bahan ajar sesuai kurikulum, selain itu dapat pula membantu komunikasi antara pengajar dan peserta didik, 3) Mahasiswa prodi seni tari adalah mahasiswa yang berada di dalam prodi non kependidikan atau yang lebih familiar disebut prodi dengan keilmuan tari murni, yang tentu saja luarannya dipersiapakan untuk menjadi koreografer dan peneliti, namun saat ini juga terbuka peluang sebagai pendidik. Untuk itu materi yang diberikan adalah materi-materi ajar yang dapat membantu mahasiswa kepencapaian tersebut.
PEWARNAAN ALAMI KAIN LACE DENGAN METODE PRE & POST-MORDANTING PADA PERANCANGAN BUSANA COUTURE
Perkembangan pesat industri tekstil dan mode telah menimbulkan masalah pencemaran lingkungan, khususnya karena penggunaan pewarna sintetis yang menghasilkan limbah berbahaya. Pewarna alami menjadi alternatif menarik karena karena diekstrak dari sumber alam terbarukan dan dianggap lebih aman bagi kesehatan manusia dan ramah lingkungan. Salah satu sumber pewarna alami yang potensial adalah kulit rambutan. Rambutan banyak ditemukan di pulau Jawa, salah satunya Banyumas yang menjadi tempat peneliti memperoleh kulit rambutan sebagai bahan dalam penelitian ini. Kulit rambutan seringkali dianggap sebagai limbah organik yang tidak termanfaatkan, namun penelitian terdahulu menunjukkan adanya potensi kulit rambutan sebagai pewarna alami karena kandungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi ekstrak limbah kulit rambutan sebagai pewarna alami pada material kain lace, yang dipilih karena popularitasnya dalam desain busana khusus seperti couture. Eksplorasi diawali dengan proses ekstraksi panas dan proses scouring menggunakan teepol. Pencelupan kain lace dilakukan dengan metode pre & post mordanting menggunakan zat mordan kalsium karbonat (CaCO3), garam krosok (NaCl), dan tunjung (FeSO4) selama 30 menit. Penelitian ini menggunakan metodologi campuran dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed methods), dimana data kualitatif diperoleh melalui pengkajian literatur mengenai pewarna alami, material kain lace, buah rambutan (Nephelium lappaceum), dan busana couture. Sementara itu, pendekatan kuantitatif terdiri dari eksperimen dan eksplorasi pewarnaan alami hingga proses evaluasi hasil pencelupan melalui pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat, dan gosokan. Luaran dari penelitian ini berupa moodboard dan beberapa pilihan desain busana couture. Penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam implementasi mode berkelanjutan (sustainable fashion) serta mengangkat potensi kearifan lokal (local wisdom) dari salah satu tumbuhan tropis khas Indonesia
SEMIOTIKA SAMPUL MAJALAH TEMPO EDISI FESTIVAL FILM TEMPO TAHUN 2017
Penelitian ini membahas perspektif semiotika dari Saussure pada sampul majalah Tempo yang memiliki karakteristik dan sering mengundang kontroversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanda-tanda kreativitas yang ingin disampaikan majalah Tempo kepada masyarakat. Paradigma dari penelitian ini menggunakan perspektif dari Ferdinand de Saussure yang menyatakan bahwa semiotika atau tanda terdiri dari bunyi-bunyi dan gambar disebut signifier, serta konsep dari bunyi-bunyi dan gambar disebut signified. Sampul majalah Tempo edisi Festival Film ini dibahas menjadi 3 bagian yaitu background, center, dan foreground, kemudian masing-masing objek dianalisa signifier dan signified-nya. Sampul dari majalah Tempo memilki tanda-tanda semiotika yang secara garis besar menggambarkan isi dari artikel-artikel yang ada pada majalah tersebut
ANALISIS BENTUK DAN FLEKSIBILITAS PADA OBJEK MANEKIN KAYU SEBAGAI ALAT PERAGA DALAM PEMBELAJARAN MENGGAMBAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fleksibilitas objek manekin kayu sebagai alat bantu ajar dalam pembelajaran menggambar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus pada objek manekin kayu yang diproduksi oleh Mont Marte. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun manekin kayu Mont Marte didesain secara proporsional dengan ukuran manusia rata-rata, namun terdapat perbedaan signifikan dalam bentuk kepala, leher, badan, panggul, dan pangkal paha jika dibandingkan dengan bentuk manusia sebenarnya. Selain itu, fleksibilitas objek manekin juga tidak sepenuhnya mencerminkan gerakan manusia secara alami, terutama dalam hal gerakan tangan, badan, dan kaki. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa objek manekin kayu sebagai alat bantu ajar tidak secara sempurna merepresentasikan bentuk dan fleksibilitas manusia. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengembangkan objek manekin yang lebih akurat sebagai alat bantu ajar dalam pembelajaran seni rupa
PEMBUATAN DESAIN MOTIF BATIK ALUNA DENGAN PHOTOSHOP
Pembuatan desain motif batik melalui photoshop memang sudah banyak digunakan untuk batik printing maupun batik cap. Yang membedakan pembuatan desain motif batik photohop dan manual tangan terletak pada pembuatan sketsa awal motif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan desain motif batik menggunakan software photoshop tanpa menghilangkan unsur dan prinsip desain seperti keseimbangan, kesatuan, komposisi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. proses pembuatannya memperoleh informasi dari Bapak Dwi sebagai pemilik Aluna, dan desainer yakni Bapak Heru dan bapak jalidin. Adapun data yang dihasilkan adalah proses pembuatan desain motif Aluna memiliki 2 proses, yang pertama melalui desain manual kemudian desain digital. Proses pembuatan secara singkat yaitu membuat sketsa awal dengan manual menggunakan pensil, kemudian sketsa di scan menjadi bentuk file gambar, lalu masuk ke proses digital digambar kembali menggunakan pen tablet melalui software Adobe Photoshop. Kegunaan software photoshop sangat banyak bisa untuk pewarnaan digital, pecah warna, sanggitan dan juga isian pada motif. Proses pembuatan desain motif digital tidak luput dari prinsip-prinsip desain yang meliputi komposisi, pewarnaan dan kesatuan
KREASI LAMPU TAMAN TERAKOTA BERKARAKTER LOKAL UNTUK KUATKAN CITRA DESA WISATA PETUNGSEWU PROGRAM DESA MITRA
Perancangan produk lampu terakota untuk unsur estetik eksterior taman kawasan rest area Desa Petungsewu bertujuan untuk menciptakan visual artistik dalam memperkuat daya tarik wisata. Produk tersebut dapat terlaksana dengan baik karena kerja kolaboratif bersama tim pelaksana program Desa Mitra LPPM UM dan masyarakat mitra Desa Petungsewu. Hasil kreasi dari perancangan produk tersebut juga untuk memperkuat tampilan artistik kawasan tersebut. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan meliputi langkah-langkah kreatif seni: (1) Proses persiapan kegiatan dengan berkoordinasi bersama tim kreatif pelaksana program PKM LPPM UM dengan masyarakat Desa Mitra. (2) Kegiatan kreasi; yang meliputi kegiatan persiapan alat dan bahan, perancangan desain produk lampu terakota, dilanjutkan dengan pembuatan produk lampu taman terakota dengan material lokal tanah liat Malang, yang meliputi proses pembuatan ornamen produk lampu taman, proses penjemuran dan pembakaran produk lampu taman terakota. (3) Proses display karya hasil kreasi. Pada akhir kegiatan kreatif dilakukan evaluasi untuk memperoleh masukan terkait apa saja yang penting untuk disempurnakan. Sehingga hasil kreasi ini agar dapat bermanfaat untuk mitra Desa Petungsewu
PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI MASUKNYA ISLAM DI BELAWA
Perancangan buku ilustrasi dilakukan dengan penelitian Research and Development untuk menghasilkan produk. Produk yang dihasilkan berupa buku cerita bergambar yang ditujukan kepada siswa dan pelajar. Penelitian ini meliputi tahapan analisis, perancangan dan pengembangan. Pada tahap analisis meliputi analisis kebutuhan perancangan produk. Tahap perancangan meliputi penyusunan skrip/naskah, pemilihan media, pemilihan format dan desain awal produk. Tahap pengembangan meliputi uji validitas produk oleh ahli. Seluruh tahapan dilakukan secara sistematik untuk mendapatkan hasil maksimal. Penulis berharap dengan adanya buku ilustrasi cerita ini, siswa Sekolah khususnya di Kecamatan Belawa dapat mengetahui budaya daerah, membangun karakter moral, serta melestarikan warisan budaya agar tidak punah.
PERTUNJUKAN TARI PATTUDU TOMMUANE PADA SUKU MANDAR SEBAGAI PRESERVASI BUDAYA SULAWESI BARAT
Pertunjukan Tari Pattudu Tommuane di Kabupaten Majene Sulawesi Barat, bertujuan sebagai upaya untuk pendokumentasian, dan usaha untuk menemukan adanya bentuk pertunjukan tari Pattudu Tommuane merupakan tari tradisi daerah Mandar Kabupaten Majene yang ditampilkan pada upacara penyambutan tamu dan upacara adat lainnya. Tari Pattudu Tommuane tumbuh dan berkembang menjadi satu tarian tontonan yang dipertunjukan kepada masyarakat disetiap acara, baik acara penyambutan maupun acara lainnya. Masalah penelitian dirumuskan: Bagaimana latar belakang keberadaan Tari Pattudu Tommuane dan bagaimana bentuk penyajiannya di Majene Sulawesi Barat. Pendekatan penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan tehnik pengumpulan data, studi Pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dari pakar tari, budayawan dan sanggar tari. Hasil penelitian dapat disimpulkan bawa, tari Pattudu Tommuane lahir pada waktu terjadi peperangan antara kerajaan Passokoran dan kerajaan Balanipa dan dinyatakan menang dalam peperangan, maka diadakanlah pertunjukan tari ini untuk menyambut kemenangan dalam perang. Pada tahun 1980 an oleh almarhum Bapak Muh Asin telah mengembangkan tarian ini, baik dari segi gerak, pola lantai, kostum, jumlah penari maupun musik. Karakter yang dimiliki dalam tarian tersebut menggambarkan gerak gerak keperkasaan seperti perkelahian, menyerang dan saling beradu antara satu dan lainnya. Bentuk penyajian tari Pattudu Tommuane di Majene Sulawesi Barat mempunyai empat bentuk ragam gerak, yang dilakukan secara berulang-ulang dengan formasi berbaris sejajar, melingkar, berpasangan, diiringi oleh beberapa jenis alat musik yaitu gendang dan gong, busana yang digunakan celana tiga perempat, memakai baju rompi, menggunakan penutup kepala dan beberapa perhiasan kalung
ANALISIS KEBUTUHAN MAHASISWA TERHADAP INOVASI PEMBELAJARAN DIGITAL PADA MATA KULIAH GAMBAR ORNAMEN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis kebutuhan mahasiswa terhadap inovasi pembelajaran digital pada mata kuliah gambar ornamen di Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni dan Desain Uniersitas Negeri Makassar. Jenis Penelitian ini adalah survey dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan jumlah responden 2 kelas mahasiswa angkatan 2020 yang memprogramkan mata kuliah Gambar Ornamen. Teknik anaisis data yang digunakan adalah dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil peneiltian menunjukkan bahwa 100% mahasiswa menyatakan mereka memerlukan sumber belajar terpadu yang berisi video tutorial menggambar ornamen pada Corel Draw, infografis, gambar dan simulasi menggambar ornamen. Sedangkan jenis sumber belajar yang dibutuhkan dalam mata kuliah Gambar Ornamen adalah buku, video tutorial, multimedia berbasis simulasi baik didesain penggunaannya secara online maupun secara offline