Jurnal Imajinasi
Not a member yet
75 research outputs found
Sort by
PENERAPAN RAGAM HIAS FLORA PADA KERAMIK DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA BIDANG SENI RUPA BAGI SISWA SMP NEGERI 2 BANGKALA BARAT KABUPATEN JENEPONTO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan ragam hias flora pada keramik dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Bidang Seni Rupa di kelas VIII K SMP Negeri 2 Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 1 kelas yang terdiri dari 24 siswa kelas VIII K. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes praktik dan dokumentasi. Sedangkan sasaran penelitiannya adalah kegiatan praktik penerapan ragam hias flora pada bahan keras terutama pada keramik di kelas VIII K SMP Negeri 2 Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Siswa melakukan praktik sesuai dengan langkah-langkah penerapan ragam hias flora pada keramik. 2) Siswa megalami kesulitan dalam membuat desain motif ragam hias flora, dan mewarnai motif ragam hias pada keramik. Sesuai sengan hasil penelitian yang telah dilakukan diajukan saran-saran sebagai berikut: 1) Diharapkan kepada Guru agar tetap memberikan praktik-praktik dalam proses pembelajaran, khususnya praktik penerapan ragam hias flora baik pada keramik maupun media lain agar siswa dapat menghargai kesenian nusantara yang ada disekitar kita. 2) Diharapkan kepada siswa SMP Negeri 2 Bangkala Barat agar dapat termotivasi dengan pelaksanaan kegiatan praktik penerapan ragam hias flora khususnya pada keramik lebih baik lagi
PENINGKATAN KUALITAS GERABAH MELALUI PENGOLAHAN DAN PENYARINGAN BAHAN DI SANDI KECAMATAN PATTALLASSANG KABUPATEN TAKALAR
Kabupaten Takalar merupakan salah satu daerah penghasil seni gerabah tradisional yang masih bertahan sampai saat ini, namun demikian, para perajin belum mampu menghasilkan gerabah yang berkualitas baik dan bisa bernilai kompetitif di pasar global. “Umega Gerabah” merupakan salah satu kelompok perajin yang telah mengembangkan desain, bentuk dan ragam hias gerabah menjadi lebih modern. Beberapa permasalahan yang dialami adalah kualitas body gerabah masih gampang pecah/retak khususnya saat proses pembakaran, masih sulit menerapkan teknik hias toreh secara detail pada body gerabah, serta kualitas gerabah belum bisa dikembangkan pada tahap teknik glasir. Masalah lainnya adalah system pemasaran masih tradisional dan belum memanfaatkan media internet. Berdasarkan identifikasi dan penelitian awal, beberapa penyebabnya adalah kualitas bahan baku tanah liat yang kurang plastis, masih banyak campuran pasir, serta teknik pengolahan masih secara manual, diinjak-injak lalu diulet dan dibentuk. Solusi yang ditawarkan adalah menggunakan alternatif bahan baku dari daerah lain, mencampur tanah liat asli dari daerah perajin gerabah di Takalar dengan tanah liat dari daerah lain dengan teknik pengolahan secara masinal (menggunakan ball mill atau mixer) atau menyaring tanah dengan baik agar memiliki kualitas yang lebih baik daripada tanah asli Takalar yang hanya diolah secara tradisional. Untuk solusi pemasaran akan dibuatkan media sosial online seperti Instagram, dan lainnya yang dapat digunakan untuk mempromosikan produk gerabah dari Takalar. Luaran yang telah dicapai adalah seluruh mitra yang ikut pelatihan memiliki keterampilan menyaring tanah, 3 diantaranya telah menerapkan teknik saring untuk memproduksi pesanan pembeli. Hasil pembekaran gerabah yang dibuat dengan bahan yang disaring dapat mengurangi keretakan body hingga 28%. Luaran publikasi adalah video dan berita kegiatan yang telah di publikasi pada media massa online
KARAKTERISTIK GAMBAR BEBAS SISWA KELAS IV DAN KELAS IV SD NEGERI PARANGTAMBUNG 1
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat tentang karakteristik gambar bebas siswa kelas IV dan kelas V SD Negeri Parangtambung 1. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas IV dan kelas V dengan jumlah 51 orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari teknik pengamatan dan dokumentasi dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian terhadap gambar bebas siswa SD Negeri Parangtambung 1 yang diperoleh dari jumlah siswa sebanyak 51 siswa. Dari seluruh jumlah siswa yang diteliti, diperoleh beberapa macam karakteristik yang timbul dari gambar bebas yang diciptakan yaitu karakteristik berdasarkan tema/objek pemandangan dengan jumlah sebanyak 32 siswa, berdasarkan tema bangunan dengan jumlah sebanyak 12 siswa, berdasarkan objek kartun dengan jumlah sebanyak 2 orang. Berdasarkan objek tanaman dengan jumlah sebanyak 4 siswa. Berdasarkan dari aspek warna lebih dominan menggunakan warna hijau untuk pewarnaan gunung dan biru untuk pewarnaan laut.Berdasarkan dari aspek garis yang lebih sering digunakan adalah garis horizontal. Berdasarkan dari aspek form atau bentuk, pada penggambaran objek gunung ada dua bentuk yaitu dibuat runcing seperti segitiga, dan digambarkan seperti setengah lingkaran. Diperoleh 7 siswa yang memasuki tahap perkembangan masa prabagan, 39 siswa yang memsuki tahap perkembangan masa bagan, dan 2 siswa yang memasuki tahap perkembangan awal realisme semu
EKSPRESI DALAM SENI TARI
ABSTRAK Aktivitas berkesenian dapat dilihat dari dua dimensi, yakni dimensi budaya dan proses kebudayaan yang erat kaitannya dengan dunia orang-orang penganut atau pendukung kebudayaan tersebut. Seni tari sebagaimana halnya dengan seni lainnya adalah salah satu bentuk kesenian yang dapat dilihat dari dimensi budaya dan dimensi fungsional. Tari adalah aktivitas kesenian yang memiliki fungsi ritual dan fungsi hiburan. Kata Kunci: Kesenian, Ekspresi, Kreativitas, Seni Tari, Seniman, Estetis
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SENI RUPA KOMPETENSI DESAIN POSTER UNTUK SMA
Penelitian ini bertujuan: untuk membuat modul pembelajaran desain poster yang mengacu pada model pengembangan 4-D. Modul ini diperuntukkan bagi siswa Sekolah Menengah Atas, berisi materi tentang teknik mendesain poster. Responden yang terlibat pada penelitian pengembangan ini adalah 2 (dua) orang yaitu ahli materi dan ahli media. Data yang digali dalam penelitian ini adalah data validasi dari dosen ahli materi dan ahli media berupa aspek isi materi, aspek tampilan sampul (cover), dan aspek tampilan isi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif yang dikonversikan ke data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh dari validasi ahli terhadap aspek isi, aspek tampilan sampul (cover), dan aspek tampilan isi pada modul yang dikembangkan keseluruhan masuk dalam kategori bagus dan jelas, dengan rata-rata nilai aspek isi 4.43 atau 34,1%, aspek tampilan sampul 4.14 atau 31.8%, dan aspek tampilan isi 4.13 atau 34.1% yang jika dikonverskan dari rata-ratanya 4.23 untuk keseluruhan aspek modul mendapat nilai B dengan ketegori “Jelas dan Bagus”. Sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, yaitu jika hasil penilaian ahli materi dan media dinyatakan baik maka produk yang dikembangkan telah memenuhi persyaratan dan layak digunakan sebagai media pembelajaran desain poster untuk siswa Sekolah Menengah Atas.
OPINI KESENIAN TRADISI: Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatannya
Eksistensi suatu jenis musik dalam konteks yang lebih luas sangat ditentukan oleh empat komponen penting, yaitu: pelaku, musik, kegiatan, dan pendukung. Musik tradisional sebagai bagian dari kesenian Nusantara, lahir, dari, oleh, dan untuk masyarakat pemiliknya yang kini tersebar di berbagai wilayah Nusantara dengan, karakter, khas, dan fungsi yang beraneka ragam. Keberagaman musik tradisional itulah yang menjadikan Nusantara adalah khas tersendiri bagi masyarakat di luarnya. Kini, musik tradisional, khususnya musik tradisonal Sulawesi Selatan oleh banyak kalangan dipandang telah mengalami depresi menuju ambang kepunahan, namun sebagian lainnya masih tetap memperlihatkan eksistensinya di tengah masyarakat. Pertanyaan yang muncul, mengapa ada yang mengalami depresi menuju punah sementara lainnya masih bisa tegar kokoh melintasi dimensi ruang dan waktu yang panjang ? Atas pertanyaan tersebut, penulis mengajak para pembaca untuk bersama-sama saling menawarkan pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan moral berdasarkan pengalaman faktual yang pernah dilintasi
PERANCANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DRAMA RADIO/ TELEVISI BERBASIS CERITA RAKYAT SULAWESI SELATAN
Pendidikan secara praktis tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan. Cerita rakyat menjadi ciri khas setiap daerah yang mempunyai kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing–masing daerah. Cerita rakyat yang masih banyak terdapat di masyarakat akan punah jika tidak segera diteliti dan dibukukan. Pendokumentasian cerita-cerita rakyat itu semakin penting dan mendesak untuk segera dilakukan. Salah satu alternatif pendokumentasiannya adalah melalui media drama radio.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk; mengetahui cara mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis pelestarian cerita rakyat Sulawesi Selatan dengan model 4-D, mengetahui validitas, praktisan, efektivitas perangkat pembelajaran berbasis pelestarian cerita rakyat Sulawesi Selatan pada mata kuliah Drama Radio/ Televisi materi penulisan naskah drama radio yang dikembangkan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Developmen). Produk yang dihasilkan dari penelitian ini berupa perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Rencana Tugas Mahasiswa (RTM) yang berbasis pelestarian cerita rakyat Sulawesi Selatan. Analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi 3 yaitu analisis kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Pembelajaran menggunaka media disertai dengan RTM dilaksanakan sesuai dengan RPS dan diperiksa berdasarkan instrumen penilaian yang telah disusun. Setelah implementasi perangkat pembelajaran yang dilakukan
ANALISIS KEMAMPUAN GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA BEBASIS KOMPUTER PADA PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Guru dalam menyampaikan materi memerlukan alat bantu perantara agar proses penyampaian materi lebih mudah dan tepat sasaran. Adapun cara tersebut yaitu dengan menggunakan media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran yaitu media berbasis komputer. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kemampuan dan pengetahuan guru dalam menerapkan media pembelajaran berbasis komputer, kendala dan upaya yang dilakukan guru dalam menerapkan media tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Nusaharapan Permai, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar. Kemudian teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menggambarkan guru-guru sudah mampu menerapkan media berbasis komputer. Guru sudah terampil dalam memanfaatkan sarana teknologi dan mengembangkan materi menjadi produk media berbasis komputer yang menarik, dan mudah diaplikasikan dalam pembelajaran. Tidak ada hambatan yang berarti bagi guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis komputer. Upaya yang dilakukan guru yaitu dengan pengembangan diri melalui pelatihan dan pemanfaatan sarana dan prasarana teknogi yang sudah disediakan oleh sekolah
METODE KARYAWISATA: Suatu Metode Pembelajaran pada Siswa SLTA
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendekripsikan tingkat pemahaman siswa SLTA terhadap makna isi pesan peninggalan prasejarah dengan menggunakan metode karyawisata, (2) mendeskripsikan tingkat pemahaman siswa SLTA terhadap makna isi pesan peninggalan sejarah dengan menggunakan metode ceramah, dan 3) mengetahui ada tidaknya perbedaan pemahaman siswa antara siswa yang diajar melalui metode karyawisata dengan siswa yang diajar melalui metode ceramah terhadap makna isi pesan peninggalan prasejarah. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas I SLTA di Kabupaten Maros. Sedangkan sampel dipilih secara random terhadap sekolah dari 24 sekolah. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Postest Control Group Design. Data hasil penelitian dianalisis melalui statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis inferensial diperoleh data bahwa ada perbedaan pemahaman siswa terhadap makna isi pesan peninggalan prasejarah antara siswa yang diajar melalui metode karyawisata dengan siswa yang diajar melalui metode ceramah. Nilai rata-rata kelompok ekseperimen sebesar 86,12 dan nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 80,18. Sedangkan perhitungan dengan uji-t diperoleh bahwa thitung lebih besar dari pada ttabel pada taraf signifikan, µ = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui metode karyawisata lebih baik daripada pembelajaran melalui metode ceramah.
CERAPAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR TERHADAP SENSASI RUANG PADA KARYA SENI LUKIS MODERN NONREPRESENTATIF
Penelitian ini berjudul ” Cerapan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Makassar terhadap Sensasi Ruang pada Karya Seni Lukis Modern Nonrepresentatif”. Penelitian ini Pemikiran dilatarbelakangi berkembangnya karya seni lukis modern nonrepresentatif yang jauh dari representasi keadaan alam, yang sering membuat publik kesulitan untuk menikmatinya, terutama oleh publik awam, meskipun karya-karya tersebut tergolong karya seni bermutu. Fenomena ini juga terjadi di kalangan mahasiswa meskipun mereka telah dibekali banyak pengetahuan tentang seni lukis modern serta banyak melakukan aktivitas seni. Seni lukis modern nonrepresentatif dalam perkembangannya banyak menunjukkan pertimbangan ruang yang matang bersama unsur-unsur visual lainnya dalam mengeksplor kesan-kesan artistik. Masalah penelitian adalah “Bagaimanakah daya cerap mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Makassar terhadap sensasi ruang pada karya seni lukis modern”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui dan menggambarkan kondisi riil daya cerap mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Makassar terhadap sensasi ruang pada karya seni, dan secara khusus terhadap karya seni lukis modern nonrepresentatif. Manfaat penelitian ini adalah (1) diperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi nyata daya cerap mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Makassar terhadap sensasi ruang pada karya seni lukis modern nonrepresentatif, yang sekaligus menggambarkan daya cerap terhadap sensasi ruang pada karya seni secara umum; (2) memberikan gambaran keberhasilan pembelajaran yang dilakukan selama ini terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Makassar, terutama pembelajaran yang terkait, yang dapat dijadikan masukan untuk pengembangan sistem pembelajaran. Data dikumpulkan melalui tes apresiasi. kemudian diolah dan dianalisis dengan teknik persentase kemudian diinterpretasi secara kualitatif