Jurnal Imajinasi
Not a member yet
75 research outputs found
Sort by
KARAKTER ANTROPOMORFIK SENYAWA SEBAGAI MEDIA EDUKASI TEORI DASAR ASAM BASA
Pendidikan adalah hal yang penting dalam kehidupan manusia. Teori dasar asam basa adalah salah satu materi yang penting dalam Pendidikan jenjang SMA jurusan IPA, untuk itu, diperlukan inovasi pembelajaran efektif tentang teori dasar asam basa berupa animasi 2D. Perancangan ini bertujuan untuk memperlihatkan proses kreatif dalam pembuatan karakter antropomorfik dari senyawa pada animasi teori dasar asam basa. Perancangan karakter antropomorfik ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisa data kualitatif dan kuantitatif berupa wawancara, kuesioner dan observasi yang dilanjutkan dengan metode produksi tekstual sebagai dasar konsep desain karakter berdasarkan data tersebut. Melalui metode tersebut dihasilkan konsep cerita fiktif berdasarkan teori dasar asam basa yang mendasari konsep karakter. Perancangan karakter antropomorfik pada animasi ini dibuat sebagai inovasi baru dalam menyampaikan materi teori dasar asam basa
FOTO VISUAL VENUS TAMBORA DALAM DIGITAL PRINTING DAN RUST DYE SEBAGAI MOTIF PAKAIAN WANITA REMAJA
Desain motif ini mengembangkan pengolahan visual dari kampung yang terletak di Jakarta Barat dengan istilah “Venus Tambora”, dimana kampung ini dikenal daerah tanpa matahari. Venus Tambora ialah pemukiman padat di kawasan Tambora, gang Venus. dengan tujuan untuk menghasilkan produk tekstil yang akan diarahkan dengan mengeksplorasi visual fotografi Venus Tambora kombinasi rust dye sebagai dasar pembuatan motif tekstil dan difungsikan pada pakaian remaja wanita masa kini untuk dikembangkan ke arah desain yang lebih kreatif, unik, dan dinamis. Metode yang digunakan terdiri dari metode perancangan, konsep perancangan, dan visualisasi. Metode perancangan menggunakan teori Collin Clipson yang melewati tahapan Analisis permasalahan, Strategi pemecahan masalah, Pengumpulan data, Uji coba, dan menentukan Gagasan awal perancangan. Konsep perancangan meliputi landasan pemikiran untuk perancangan tekstil. Visualisasi yakni tahap memvisualkan konsep rencana perancangan. Hasil perancangan tugas akhir ini sebagai berikut : (1) Visual fotografi Venus Tambora kombinasu rust dye sebagai sumber ide perancangan desain motif. Hasil perancangan ini berhasil membuat 8 desain dengan pembagian motif sesuai yakni geometri. (2) Pengaplikasian perancangan ini diarahkan untuk pakaian wanita dengan rentan usia 18-21 tahun, dengan mempertimbangkan warna dan komposisi yang sesuai sehingga menghasilkan produk yang kreatif, inovatif, serta memiliki ciri khas dan pembaharuan dari segi desain. (3) Teknik yang digunakan dalam perancangan ini adalah digital printing sublimasi (Indirect inkjet heat-transfer printing) dan Rust dye (Rolled bundle). Bahan kain katun IJP karena memiliki karakteristik lebih menyerap warna, halus, ringan, dan menyerap keringat
Pencegahan Penipuan dalam Transaksi Jual-Beli Game Online dengan Media Animasi
Kemajuan teknologi informasi selalu berkembang, sehingga transaksi jual beli online meningkat, jumlah kasus penipuan transaksi online turut meningkat pula. Untuk itu diperlukan media penyampai informasi yang menarik dan mudah dipahami berupa animasi 2d. Animasi ini bertujuan menginformasikan ke pelaku jual beli akun game online cara transaksi jual beli akun game online sebagai upaya pencegahan penipuan. Perancangan animasi ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif lalu data diolah secara deskriptif. Konsep desain dengan keyword "Safety dynamical transaction" telah dihasilkan dengan metode tersebut. Animasi ini dirancang sebagai media penyampai informasi yang efektif dan informatif cara transaksi jual beli akun game online yang aman
BRANDING: MENINGKATKAN BRAND AWARENESS WISATA PANTAI LON MALANG SOKOBANAH KABUPATEN SAMPANG
Beach tourism is very popular with many local and foreign tourists. The beach is a prima donna for foreign tourists who come to visit the State of Indonesia, the beach can also be a tool to develop the potential and economy of the community around the coast. The main factor supporting the development of potential and the economy is marked by the number of tourists who come to visit. In designing a brand on Lon Malang beach tourism, Sokobanah which is informative and creative in the form of Brand Awareness of Lon Malang Beach Tourism. Brand awareness itself aims to provide creative and informative information, and can indirectly improve a good image for Sampang Regency. This design uses a qualitative method with 2 stages, namely in-depth interviews and field observations. The approach taken using these 2 stages can produce a design concept with the keyword "Unforgettable Vacation" as a means to see the beauty of the sun, a stretch of clean and beautiful white sand. This brand awareness is designed as a communication medium to develop Lon Malang Sokobanah Beach Tourism to be better known by the wider community, not only tourists on the island of Madura, of course it can reach tourists outside the island and abroad.
Eksistensi Kesenian Wayang Sasak Ajar Wali di Masa Pandemi Covid-19
Wayang sasak merupakan kesenian tradisi suku sasak yang berbetuk wayang kulit. Seperti kesenian pertunjukan pada umumnya, kesenian ini kerap kali ditampilkan pada acara-acara adat suku sasak baik pernikahan, hitanan, dan acara syukuran lainnya. Semenjak hadirnya wabah covid-19 di tahun 2019 sampai sekarang membuat tatanan kehidupan manusia diseluruh dunia berubah dengan dibatasinya aktivitas social secara langsung sehingga berdampak pada berhentinya kegiatan seni pertunjukan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana eksistensi kesenian wayang sasak dimasa pandemic covid-19 dengan studi kasus di sanggar wayang sasak Ajar Wali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, mendiskripsikan informasi dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumen. Sumber data didapatkan melalui wawancara langsung dan observasi di dukung dengan data-data kegiatan pementasan yang mengambil studi kasus di kesenian wayang Ajar Wali
Pembuatan Noken Serat Daun Nanas (Ananas Sp) oleh Suku Mee di Kaliharapan Nabire-Papua
Noken ialah tas tradisional dari anyaman atau rajutan serat tumbuhan, diakui sebagai warisan budaya asli dari tanah Papua. Serat alami noken bervariasi tergantung kondisi habitat dan kearifan lokal, sehingga noken dari dataran tinggi berbeda bahan, teknik dan motif dengan dari dataran rendah atau pesisir. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan praktek tradisional pembuatan noken dari serat daun Nanas (Ananas sp.) oleh masyarakat suku Mee di kampung Kaliharapan Nabire. Penelitian ini dirancang dengan metode deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi lapang. Variabel penelitian meliputi seleksi dan pengambilan daun nanas, jenis nanas, pemisahan serat daun, pengeringan, pewarnaan, dan penganyaman serat nanas menjadi rajutan noken, serta ukuran dan harga noken. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat noken suku Mee berasal dari dua jenis nanas, yaitu Abicaxi dan Red Spanish. Daun nanas tua dipetik dengan intensitas tidak lebih dari 25% dan 35 % per tanaman setelah buahnya dipanen, dikumpulkan, diikat dan diangkut kerumah, diseleksi dan dihilangkan durinya dengan pisau. Daun segar, digaruk-garuk dari pangkal ke ujung satu arah menggunakan alat sederhana, pengaris besi yang dibengkokkan menyerupai garpu tala, guna menghancurkan kutikula daun. Serat disatukan dan ditarik dengan tangan, kemudian serat di jemur (digantung) dibawah sinar matahari, selama 12 jam, sampai kering (berwarna terang). Serat dipilin manual diatas paha dengan tangan sampai menjadi serat benang nanas, kemudian dirajut menggunakan jarum payung menjadi noken. Kunyit untuk warna kuning, daun bayam untuk hijau dan biji binahong untuk merah adalah pewarna alami dan kusumba untuk pewarna sintetis. Ukuran noken dikelompokkan menjadi tiga, besar, sedang dan kecil, dengan harga dari Rp 50.000 – 200.000, tergantung ukuran dan motif, polos dan bermotif. Noken memberikan pekerjaan informal dan penghasilan tambahan bagi perempuan masyarakat suku Mee
Aplikasi Penjualan Produk Meubel Ukir UD. Barokah Meubel sebagai Sistem Penjualan Online
Warisan budaya pada setiap daerah akan memiliki focus tersendiri dalam perubahan global yang terjadi. Budaya dipaksa beradaptasi agar tetap mempunyai eksistensi serta masih bisa di lestarikan keberdaannya. Sudah banyak usaha yang dilakukan masyarakat untuk melestarikannya dengan memadupadankan bidang budaya dan bidang ekonomi. Sentra ukir desa Karduluk sudah berdiri sejak zaman kerajaan majapahit. Kesenian ukir yang ada di karduluk dilestarikan secara turun temurun. Serta menyisipkan kesenian ukir pada kebutuhan sekunder, seperti Kursi, meja, lemari dll. Kerajinan seni ukir di desa karduluk mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat. UD Barokah Meubel salah satunya, usaha yang telah berdiri sejak tahun 80an, mampu bertahan sampai saat ini. Mampu bertahan di masa sekarang merupakan tantangan yang besar diperlukan inovasi. Aplikasi merupakan media yang massif digunakan masyarkat luas sebagai media jual beli yang efektif dan efisie
KONSEPTUAL FRAMEWORK DALAM KRITIK SENI: KOLEKTIF INTERPRETASI KARYA SENI RUPA KONTEMPORER
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir secara kritis mahasiswa pendidikan seni rupa ketika menginterpretasi karya seni rupa, dengan teori dari konseptual framework. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif analisis menggunakan metode dari Freeman (1995) konseptual framework yang terdiri dari empat agensi yakni, seniman, karya seni, dunia dan audiens. Sumber dari data penelitian ini adalah: (1) Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa angkatan 2020 yang berada pada semester lima, dengan jumlah mahasiswa 16 Orang; dan (2) hasil wawancara mahasiswa terhadap karya seni kontemporer karya Firman Djamil dengan teori konseptual framework. Selanjutnya, teknik pengumpulan data yang diaplikasikan adalah wawancara secara kolektif dalam menginterpretasi karya seni rupa kontemporer secara kritis. Kemudian, data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan Freeman (1995) Framework. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa; (1) Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis karya kontemporer menggunakan Konseptual Framework secara kolektif; (2) Mahasiswa juga mampu mengkorelasi antara satu agensi dengan agensi lain dalam menafsirkan makna karya seni dan ;(3) Dengan metode ontologi realitas sosial, mahasiswa yang tidak terbiasa berpikir kritis, menjadi terbantu dalam berpikir kritis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode konseptual framework harus diimplementasikan kedalam mata kuliah kritik seni, karena hal ini dapat mengembangkan pola pikir secara kritis dalam menginterpretasi karya seni rupa.Kata Kunci: Konseptual framework; Realitas Sosial; Kritik Seni; Pendidikan Seni Rupa; Kontemporer; Berpikir Kritis. AbstractThis research aims to understand the level of critical thinking of visual arts students when interpreting contemporary artwork collectively, utilising the theory of the conceptual framework. The research used a qualitative research analysis utilizing Freeman’s (1995) conceptual framework which consists of four agencies namely artist, artwork, world, and audience. The research data was collected from: (1) Visual arts students in the fifth-semester intake in 2020, with a total number of 16 students; and (2) results of students’ interviews with contemporary artwork by Firman Djamil utilising the conceptual framework theory. Following this, my method of collecting the data is an interview of students’ collective interpretation of contemporary artworks critically. The collected data is then analyzed with a Freeman (1995) framework. The result of this research shows; (1) Students are able to analyze critically when interpreting contemporary artwork collectively using the conceptual framework; (2) Students are also able to correlate between one agency to the other agencies when interpreting the meaning of the artwork and ; (3) with an ontology of realist theory, students are able to think critically even they are not used to think critically. This research concludes that the conceptual framework method should be implemented within an art criticism course because this can help students to develop their sense of critical thinking when interpreting the artwork. Keywords: Conceptual framework; Social Reality; Art Criticism; Visual Arts Education; Contemporary; Critical Thinking
Eksplorasi Bentuk Tulisan Kaligrafi Arab dalam Lukisan Masbuchin
Eksplorasi bentuk tulisan Arab dalam lukisan kaligrafi merupakan usaha menemukan sesuatu bentuk tulisan baru yang diekspresikan dalam lukisan kaligrafi Masbuchin tentu berbeda dengan tulisan klasik. Kebaruan bentuk tulisan ini berfokus pada tulisan kaligrafi Arab yang di ambil dalam Al-Qur’an dan di ekspresikan melalui lukisan. Ekspresi bentuk tulisan yang dicapai oleh seniman tentu sangat dipengaruhi oleh faktor lain yang dapat membentuk tulisan yang baru juga dalam lukisan. Bentuk tulisan Kaligrafi Arab oleh Masbuchin merupakan hasil eksplorasi dari bentuk tulisan yang ada dalam Al-Qur’an disebut dengan tulisan klasik. Lalu diekspresikan dalam bentuk lukisan dengan gaya yang berbeda dari sebelumnya. penelitian ini berakar dari sebuah pertanyaan masalah yaitu faktor apa saja yang mendorong terjadinya eksplorasi bentuk tulisan dalam lukisan kaligrafi Masbuchin. Tulisan adalah faktor utama yang selalu dipersoalkan dalam dunia seni kaligrafi melalui seni lukis kaligrafi yang sedang berkembang di kalangan masyarakat saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sudut pandang semiotika Pierce sebagai alat analisis. Adapun jenis metode yang digunakan yaitu metode observasi analisis berdasarkan prinsip yang berlaku pada umumnya yang dapat mengungkapkan hasil yang semestinya. Hasil penelitian ini menunjukan beberapa faktor dalam penelitian, seperti faktor keindahan atau estetis dan faktor makna instrinsik yang terkandung pada ayat yang ada dalam Al-Qur’an, tentu sangat berdampak pada lain. Dampak dari faktor inilah yang membentuk sebuah bentuk baru yang diekspresikan oleh seniman dalam tulisan kaligrafi Arab yang ada pada lukisan kaligrafi Masbuchin
MOTIF RAGAM HIAS SAO RAJA LA PAWAWOI KARAENG SIGERI
Salah satu bentuk arsitektur yang memiliki ciri tersendiri adalah bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone, dengan tiga permasalahan pokok yaitu: (1) Bagaimana bentuk motif ragam hias, (2) Apakah fungsi dan makna yang terkandung dalam motif ragam hias dan (3) Bagaimana ciri khas motif ragam hias pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone. Adapun tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk memperoleh data yang akurat, tentang bentuk ragam hias yang terdapat pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone, (2) Untuk memperoleh data yang akurat tentang fungsi dan makna yang terkandung dalam motif ragam hias pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone, (3) Untuk memperoleh data yang akurat mengenai ciri khas motif ragam hias pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan tiga metode yaitu teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Manfaat hasil penelitian ini diharapkan (1) Menjadi referensi bagi peneliti-peneliti pemula yang mengkaji dari permasalahan yang berkaitan dengan motif ragam hias, (2) Agar masyarakat dapat mengenal lebih dekat tentang motif ragam hias yang terdapat pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri yang ada di Watampone, (3) Dapat menambah wawasan seni bagi masyarakat, khususnya mahasiswa jurusan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan. Dari hasil penelitian ini penulis dapat menarik kesimpulan (1) Bentuk motif ragam hias yang ada pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone antara lain bentuk tumbuh-tumbuhan yang terdiri atas jenis “bunga parenreng” (bunga matahari), “colli paku” (tumbuhan paku), “bunga tunggal”, motif nangka serta gubahan daun. Bentuk geometris yang terdiri atas jenis swastika, dan jenis tumpal. Bentuk Lawa Suji, bentuk Kaligrafi. Fungsi ragam hias yang terdapat pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone yaitu: (1) Berfungsi sebagai ragam hias murni yang hanya sebagai hiasan semata, dan (2) Berfungsi sebagai ragam hias simbolis yang memiliki beberapa makna. Ciri khas motif ragam hias pada bangunan Sao Raja Lapawawoi Karaeng Sigeri di Watampone adalah pada ragam hias jenis “colli paku” (tumbuhan paku), lawasuji, “bunga parenreng” (bunga matahari), bunga tunggal, buah nangka serta ragam hias kaligrafi