Geoid (E-Journal)
Not a member yet
    504 research outputs found

    ANALISA PENINGKATAN RESOLUSI SPASIAL CITRA MULTISPEKTRAL MENGGUNAKAN PROSES PENGGABUNGAN DENGAN CITRA PANKROMATIK(Studi Kasus : Kecamatan Gresik –Kabupaten Gresik)

    No full text
    Penggunaan satu jenis data citra satelit saja terkadang belum cukup untuk mendapatkan output yang diinginkan karena adanya keterbatasan resolusi spektral maupun resolusi spasial. Terutama dalam pengamatan pada interpretasi citra digital secara visual, biasanya diperlukan gambar citra beresolusi tinggi dengan tampilan menarik (berwarna) untuk lebih dapat membedakan antar obyek pada gambar citra tersebut. Untuk meningkatkan resolusi spasial sebuah citra dapat dilakukan kombinasi antara citra beresolusi spasial rendah dengan citra beresolusi spasial tinggi. Hal tersebut disebut dengan image fusion, yaitu suatu kombinasi dua atau lebih gambar yang berbeda untuk membentuk suatu gambar baru dengan menggunakan algoritma tertentu. Konsep image fusion yaitu memadukan antara dua citra yang memiliki resolusi spasial, spektral, atau temporal yang berbeda. Salah satu dari sekian banyak bentuk dari aktifitas image fusion adalah pan-sharpen, yaitu produk hasil fusi dari citra multispektral beresolusi rendah dan pankromatik beresolusi tinggi. Keunggulan produk ini adalah citra yang dihasilkan akan memiliki sifat warna seperti multispektral dan resolusi maupun tekstur dari pankromatik.Dalam penelitian ini, data yang digunakan yaitu data citra satelit Quickbird multispektral tahun 2006 dan pankromatik tahun 2008. Kedua data citra tersebutdiambil di sekitar Kecamatan Gesik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwagambar hasil pan-sharpen dengan menggunakan metode IHS setelah dilakukan tiga kali zoom in, yaitu skala 1:3100, gambar citra terlihat jelas adanya perbedaan detil obyek. Pada citra awal (multispektral), detil obyek yang diamati tidak terlalu jelas, sedangkan pada citra hasil penggabungan dapat dilihat jauh lebih detil obyek yang telihat. Sedangkan untukhasil pengukuran planimetrik menunjukan rata-rata selisih ukuran obyek dilapangan dengan ukuran pada citra Quickbird pan-sharpen sebesar 1.037 meter dan pada Citra Quickbird multispektral sebesar 2.351 meter

    Penggunaan Citra Satelit Landsat ETM 7+ untuk Evaluasi Perubahan Garis Pantai di Wilayah Pantai Utara Jawa Timur ( Kab.Tuban, Kab.Lamongan dan Kab.Gresik)

    No full text
    Citra satelit Penginderaan Jauh (Inderaja) Landsat ETM 7+ merupakan hasil dari perekaman data digital dengan menggunakan alat perekam (sensor) yang dapat membedakan obyek lahan, vegetasi dan air. Penggunaan data citra ini dapat memisahkan obyek lahan dan air di sekitar pantai atau garis pantai dengan baik dan jelas melalui klasifikasi dengan citra komposit dari 3 band/saluran. Teknik ini telah digunakan sebagai salah satu metoda untuk mengevaluasi perubahan garis pantai yang terjadi di Wilayah Pantai Utara Jawa Timur pada bagian Kabupaten Tuban, Lamongan dan sebagian Gresik. Wilayah ini merupakan bagian dari selat Madura yang berhadapan langsung dengan laut bebas, sehingga dinamika laut yang terjadi di wilayah ini dapat dirasakan langsung pada bagian daratannya yang merupakan bagian wilayah pesisir dan laut. Dinamika laut yang melalui perubahan garis pantai dapat dihasilkan dengan melakukan proses overlay antara garis pantai hasil citra Landsat ETM+7 tahun 2003 dengan Peta Topographi skala 1 : 25 000 tahun 1993. Didapat beberapa perubahan garis pantai di wilayah Kabupaten Tuban yang tersebar pada area desa Tanjung Awar Awar, Kabupaten Lamongan tersebar pada area desa Teluk Paciran sedangkan di Kabupaten Gresik tersebar di desa Campur Rejo. Di Area Desa Tanjung Awar Awar Kabupaten Tuban memiliki perubahan garis pantai yang terbesar dengan panjang maksimum 89,7 meter

    STUDI ALTERNATIF JALUR EVAKUASI BENCANA BANJIR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SIG DI KABUPATEN SITUBONDO

    No full text
    Kabupaten Situbondo termasuk daerah potensi bencana banjir yang menyebabkan kerugian jiwa dan materi dalam jumlah besar. Luapan air bah di sepanjang DAS Sampean telah merugikan penduduk Situbondo selama beberapa kali. Upaya untuk mencegah korban bencana banjir adalah dengan menyediakan sistem peringatan dini bencana banjir di daerah yang berpotensi banjir, serta penyediaan peta resiko dan rute evakuasi. Integrasi data SPOT 5 dan Peta RBI  menghasilkan informasi penutupan lahan, jaringan jalan,  jaringan sungai, dan Digital Elevation Model (DEM). Data tersebut dikombinasikan dengan data histori banjir untuk menghasilkan peta limpasan banjir. Selanjutnya dengan analisa SIG, yaitu overlay data dan network analyst, dapat dibuat titik evakuasi dan rute evakuasi untuk pengamanan masyarakat apabila terjadi bencana banjir. Penelitian ini menyajikan posisi titik evakuasi dan jalur evakuasi menuju titik evakuasi tersebut. Jalur evakuasi ini tersebar di empat kecamatan (Panarukan, Kendit, Situbondo dan Panji). Empat kecamatan tersebut berada di sepanjang sungai yang mengalirkan air bah, yaitu Sungai Sampean dan Sungai Pagedungan. &nbsp

    APLIKASI KADASTRAL 3 DIMENSI GUNA MENGOPTIMALKAN SISTEM INFORMASI PERTANAHAN PROPERTI HAK MILIK ATAS SATUAN RUMAH SUSUN (HMASRS) STUDI KASUS : PAKUWON TRADE CENTER, SURABAYA BARAT

    No full text
    Badan Pertanahan Nasional, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 2003 tentang Kebijakan Nasional Pertanahan ditugaskan untuk membangun dan mengembangkan suatu Sistem Informasi Pertanahan yang didalamnya meliputi pengelolaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah berbasiskan Sistem Informasi Geografis. Pembangunan Sistem Informasi Pertanahan ini salah satunya ditujukan untuk mengoptimalkan pelayanan pertanahan dalam penyampaian data dan informasi kepada masyarakat. Terkait dengan pengoptimalan pelayanan pertanahan, pemetaan  kadastral dua dimensi yang diterapkan pada bangunan rumah susun sudah saatnya mulai dikembangkan kearah tiga dimensi. Hal ini dikarenakan rumah susun merupakan bangunan bertingkat yang memiliki banyak properti dengan pemanfaatan yang berbeda-beda. Sebuah model tiga dimensi memberikan kemudahan bagi pengguna untuk memilih posisi virtual dalam peta, keakuratan yang lebih baik dalam memahami dan menginterpretasi peta, serta untuk menampilkan bentuk yang lebih perspektif dan dapat memperlihatkan bentuk secara real sehingga dapat memberikan informasi dari bangunan fisik yang ada. Data simulasi penelitian diperoleh dari Kantor Pertanahan Surabaya berupa gambar denah Pakuwon Trade Center dalam format digital. Pengolahan data meliputi penggambaran objek dalam tiga dimensi, serta pembuatan relation/link tiap denah dengan informasi yang terkait

    METODE PREDIKSI POTENSI DAERAH IKAN MENGGUNAKAN CITRA AQUA MODIS DAN PENDISTRIBUSIAN HASIL DENGAN MENGGUNAKAN WEB (Studi Kasus : Perairan Selatan Jawa Timur - Bali)

    No full text
    Indonesia is a maritime country. Where one of the fishing production area is Southern region of East Java – Bali. For that this research is required in determining area which is have fishing potential. One of its parameter is oceanography obtained through the direct measurement or satellite remote sensing data extraction. Satellite imagery used in regional mapping of territorial water of Indonesia, for example NOAA-AVHRR, TERRA, and AQUA. In this research using AQUA satellite bringing multispectral sensors and also Vector Map of Indonesia. In processing of this AQUA MODIS imagery got the result of geometric correction with the average value equal to 0.229 and assess the SOF equal to 0.000722. Interpretation method done based on potential characteristic. Result obtained in this research show the prediction of potential fishing area. At southern region of East Java – Bali, there are its chlorophyll concentration 0.5-1.0mg.m3, while the temperature at front area is about 27-30oC which have potency of Madidihang, Tenggiri and Cakalang.   The final result from this research is Prediction of Potential Fishing Ground Map and need to distribute using website  which is able to downloaded by whom, especially the fisherman

    SPACE INTERSECTION BY COLLINEARITY

    No full text
    Intersection refers to the determination of a point’s position in object space by intersecting the image rays from two or more images. The standard method is application of the collinearity equations, with two equations for each image of the point. Approximate coordinates of the point, calculated by collinearity equations. EOPs are obtained by using space resection. Initial approximations are required for ground coordinate. In this experiment, we use several data types on flat, rugged, and incline terrain. The data has random and systematic error. We create a simulated data of ground coordinate points then we compute the image points using collinearity equations. Finally, we can conclude that the data with systematic error achieves the best precise than data with random error. This is occurred in all of terrain types. The RMS error in data with systematic error achieves constantly after the limitation number 100 control points. Therefore, data with systematic radial lens error can be used in intersection case. The RMSx is more than RMSy in almost all of data types

    PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR DENGAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : KAWASAN HUTAN LINDUNG KABUPATEN MOJOKERTO)

    No full text
    Bencana alam sebagai salah satu fenomena alam dapat terjadi setiap saat, dimanapun dan kapanpun, sehingga dapat menimbulkan kerugian material dan imaterial bagi kehidupan masyarakat. Bencana longsor adalah salah satu bencana alam yang sering mengakibatkan kerugian harta benda maupun korban jiwa dan menimbulkan kerusakan sarana dan prasarana lainnya yang bisa berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial. Bencana tanah longsor yang terjadi di tahun 2002 dan 2007 pada kawasan hutan lindung di Kabupaten Mojokerto disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi dan banyaknya kawasan hutan gundul yang menyebabkan air hujan tidak bisa terserap pada kawasan tersebut. Sehingga jatuh membawa material bukit. Untuk itu dilakukan pemetaan daerah yang rawan terhadap bahaya longsor dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Data penginderaan jauh yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit SPOT 4 tahun 2008, ditunjang data lain; peta jenis tanah Kabupaten Mojokerto skala 1:100000 tahun 2006, data curah hujan tahun 2006, peta kawasan hutan Kabupaten Mojokerto skala 1:100000 tahun 2001, peta geologi Kabupaten Mojokerto tahun 2006 skala 1:100000 dan data SRTM Dalam pengolahan citra SPOT 4 ini didapatkan hasil koreksi geometrik dengan nilai rata-rata RMS error sebesar 0,603 dan nilai SOF sebesar 0.000136. Adapun metode yang digunakan dalam analisa ini adalah melakukan proses tumpang susun (overlay), yaitu dengan meng-overlay beberapa peta parameter (peta jenis tanah, peta curah hujan, peta tutupan lahan, peta kemiringan, peta ketinggian) dan memberikan pengharkatan (skor) pada masing-masing kriteria dari peta parameter tersebut Hasil dari penelitian ini memperlihatkan kawasan hutan lindung Kabupaten Mojokerto memiliki tingkat kerawanan longsor rendah (13,28 Ha) kerawanan longsor sedang (177,24 Ha) dan kerawanan longsor tinggi (427,15 Ha.

    PEMBUATAN MODEL SISTEM INFORMASI PROSEDUR DAN BIAYA PENDAFTARAN SERTIFIKAT TANAH DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN SIDOARJO (Studi Kasus : Desa Krembung Kecamatan Krembung)

    No full text
    Dalam proses pencatatan tanah perlu dilakukan kegiatan yang dinamakan survey dan pemetaan, dengan hasil akhirnya berupa data dan  informasi yang berbentuk peta ataupun sistem informasi sebagai basis data tentang pertanahan yang akurat dalam mendukung peran dan fungsi Badan Pertanahan Nasional. Akan tetapi,Pada kenyataannya sistem pengarsipan di Kantor Pertanahan masih terdapat suatu kekurangan, sehingga bagi masyarakat pengguna jasa Kantor Pertanahan masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi tentang status tanah yang ada. Bahasa pemrograman yang dipilih dalam membantu membuat program Sistem Informasi Kepemilikan Tanah dan prosedur biaya pendaftaran sertifikasi tanah adalah Microsoft Visual Basic 6.0. Pemilihan Software ini dikarenakan dapat digunakan untuk membangun program aplikasi yang memiliki tampilan seperti program aplikasi lainnya yang berbasis MS Windows seperti Autocad Land Desktop, Arcview dan Map Object. Dari hasil pembuatan Sistem Informasi  Kepemilikan Tanah (SIKT) di Desa Krembung terdapat sebanyak 1486 bidang tanah dengan kriteria 208 bidang tanah yang belum memiliki sertifikat Tanah dan sisanya yakni sebanyak 1278 bidang tanah telah memiliki sertifikat tanah. 

    ANALISA PETA LINGKUNGAN PANTAI INDONESIA (LPI) DITINJAU DARI ASPEK KARTOGRAFIS BERDASARKAN PADA SNI 19-6726-2002

    No full text
    Peta Lingkungan Pantai Indonesia (LPI) merupakan peta yang menggambarkan tentang daerah-daerah lingkungan pantai yang ada di Indonesia. Peta sebagai sarana informasi untuk masyarakat harus mempunyai kemampuan memberikan data dan informasi permukaan bumi secara dinamis, selain itu peta harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, menarik, mudah dipahami dan dimengerti oleh semua pihak. Semua jenis peta harus dibuat sesuai dengan standar nasional dan ketentuan yang berlaku serta memperhatikan aspek-aspek kartografis sehingga peta yang beredar di masyarakat akan seragam dan tidak menimbulkan kerancuan. Dalam penyusunan penelitian ini dilakukan analisa aspek kartografis dan aspek geodetis dengan cara membandingkan unsur-unsur kartografis dan geodetis dalam peta LPI Selat Madura dan Probolinggo dengan ketentuan yang terdapat pada SNI 19-6726-2002 terbitan BSN (Badan Standardisasi Nasional). Hasil analisa Penelitian ini yaitu peta LPI Selat Madura maupun peta LPI Probolinggo yang dikeluarkan oleh BAKOSURTANAL (Badan Koordinasi Survei Dan Pemetaan Nasional) yang bekerja sama dengan DISHIDROS (Dinas Hidro-Oseanografi) perlu ditinjau ulang dan dilakukan revisi

    PEMODELAN POLA ARUS LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN INDONESIA MENGGUNAKAN DATA SATELIT ALTIMETRI JASON-1

    No full text
    Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan.  Namun, luasnya perairan Indonesia yang kaya akan berbagai potensi ini tidak diimbangi dengan penelitian yang terkait dengan kondisi perairan Indonesia itu sendiri. Salah satunya adalah arus laut permukaan yang  merupakan gerakan massa air yang disebabkan oleh angin yang berhembus di permukaan laut pada kedalaman kurang dari 200 m  yang berpindah dari satu tempat yang bertekanan udara tinggi ke tempat lain yang bertekanan udara rendah  yang sangat luas dan terjadi pada seluruh lautan di dunia. Dengan adanya pengembangan dari sistem satelit altimetri Jason-1 yang beberapa diantaranya memiliki misi yakni penentuan kecepatan angin di atas permukaan laut dan penentuan karakterisik arus, sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan  suatu model pola arus laut permukaan di perairan Indonesia yang disebabkan oleh adanya angin yang berhembus pada permukaan air laut yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan juga bermanfaat bagi penelitian-penelitian selanjutnya. Data dari satelit Altimetri Jason-1 diolah dengan menggunakan software MATLAB 8.0. Pemodelan pola arus laut ini dilakukan setiap cycle dalam kurun waktu tahun 2002-2009. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pada kisaran bulan Desember – Februari arah pergerakan arus laut teratur dari barat menuju arah timur, begitu pula sebaliknya pada kisaran bulan Juni – Agustus arah pergerakan arus laut teratur dari timur menuju arah barat. Saat terjadi masa peralihan pergerakan angin yakni pada bulan Maret – Mei dan September – Nopember, arah pergerakan arus dalam 1 cycle cenderung terbagi menjadi dua arah yakni dari Asia menuju Australia dan dari Australia menuju Asia. Selama delapan tahun, wilayah perairan Indonesia yang di setiap cycle rata-rata memiliki arus kuat yakni di Laut Maluku dan Selat Karimata dengan kecepatan 800 cm/s hingga >1200 cm/s. Sedangkan daerah yang di setiap cycle rata-rata berarus lemah yakni di Laut Jawa, perairan selatan Pulau Jawa dan Laut Sulawesi dengan kisaran kecepatan arus laut kecil yakni sebesar 0 – 400 cm/s. Pada saat masa peralihan, pergerakan arus laut di perairan Indonesia tidak teratur dengan kecepatan berkisar antara 0-400 cm/s

    41

    full texts

    504

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Geoid (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇