Geoid (E-Journal)
Not a member yet
    504 research outputs found

    ANALISA PROSES PENYAJIAN SURAT GAMBAR UKUR UNTUK PERSIL DI BAWAH PERMUKAAN TANAH

    No full text
    Kebutuhan akan lahan bermukim semakin meningkat, namun ketersediaan akan lahan sangatlah terbatas. Oleh karena itu, pemerintah mulai memanfaatkan ketersediaan lahan yang ada untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah. Telah banyak didirikan bangunan rumah susun sebagai solusi memenuhi kebutuhan akan lahan bermukim. Selain untuk tempat bermukim, rumah susun juga dapat digunakan sebagai tempat usaha seperti mall atau supermarket. Seiring tingginya tingkat ekonomi masyarakat maka terciptalah suatu terobosan baru dengan memanfaatkan lahan yang berada di bawah permukaan tanah. Hal ini memunculkan ide untuk mengikatkan koordinat persil yang berada di bawah permukaan tanah dan juga bagaimana proses penyajiannya dalam bentuk sertifikat. Ide ini dapat dijadikan sebagai masukan kepada pihak berwenang untuk menciptakan peraturan dan kebijakan baru untuk mengatur persil di bawah permukaan tanah tersebut. Data simulasi penelitian diperoleh dari Kantor Pertanahan Kota Surabaya berupa salinan gambar denah dan gambar ukur gedung Darmo Trade Center yang berada di Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Pengolahan data meliputi usulan penggambaran penetapan titik ikat persil serta penggambaran gambar denah dan gambar ukur untuk persil di bawah permukaan tanah

    PEMBUATAN PETA BATHYMETRI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT FORMOSAT 2 DI KEPULAUAN SERIBU

    No full text
    Pemetaan bathymetri perairan dangkal untuk wilayah pesisir yang memiliki berbagai ekosistem di dalamnya adalah kegiatan yang tidak mudah dilakukan, karena sangat berbahaya (dangkal) dan kondisi substrat (tekstur) dasarnya tidak beraturan. Dengan kondisi seperti itu maka pemetaan perairan dangkal dengan metode konvensional, akan memakan waktu dan biaya yang sangat tinggi. Teknologi Penginderaan Jauh (Remote Sensing) memberikan peluang untuk pemetaan bathymetri perairan dangkal secara efektif dan efisien, terutama untuk daerah yang belum ada data atau daerah yang berubah secara cepat. Keuntungan lain dari teknologi ini yaitu dapat dilakukan revisi pemetaan perairan dangkal dengan cepat dan mudah setiap saat, karena menggunakan citra satelit resolusi tinggi seperti FORMOSAT 2 yang mempunyai variasi temporal 1 hari. Data citra didapatkan dari Laboratorium Penginderaan Jauh Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam (TISDA) – BPPT Jakarta, dengan lokasi studi di wilayah perairan dangkal sekitar gugus Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta. Pengolahan data meliputi restorasi citra, transformasi dengan metode DOP (Depth Of Penetration) dan algoritma Jupp (1988) pada Software Bilko, klasifikasi unsupervised dengan Software ER Mapper 7.1, pengambilan data lapangan (groundtruth) dengan GPS dan Echosounder, koreksi pasut, dan reklasifikasi citra (supervised). Hasil yang didapatkan berupa peta bathymetri perairan dangkal gugus Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta skala 1 : 8.000 dari perbandingan antara data citra satelit dengan data lapangan, yang dianalisa dengan data peta lainnya yang mendukung, serta telah teruji secara statistik melalui Confusion Matrix dengan nilai Producer Accuracy (PA), User Accuracy (UA), Overall Accuracy (OA) sebesar 99.877 %, koefisien Kappa (0.996), dan kesalahan RMS total 0.465 dan rata-rata 0.036 dalam koreksi geometrik dengan titik GCP di lapangan yang memenuhi toleransi

    ANALISA VARIASI MUKA LAUT RERATA SISTEM DOODSOON ROOSSTER (METODE ADMIRALTY) PENGAMATAN 39 JAM

    No full text

    Pengaruh Refraksi Akibat Perubahan Temperatur dan Tekanan Udara Terhadap Ketelitian Hasil Koordinat

    No full text
    Refraksi udara merupakan salah satu kesalahan sistematis yang diakibatkan oleh adanya pengaruh temperatur dan tekanan udara. Refraksi udara menimbulkan beberapa kesalahan yang dapat mengakibatkan ketelitian suatu koordinat menjadi berkurang. Adapun efek secara langsung dari refraksi udara adalah ukuran dan sudut zenith ukuran tidak sesuai dengan jarak dan sudut zenith sebenarnyandar.Penelitian ini menggunakan metode pengukuran ikatan kemuka. Pengukuran ikatan kemuka di lapangan dilakukan dalam tiga kelompok waktu, yaitu pagi, siang, dan sore. Hal ini dilakukan agar pada tiap waktu pengukuran memiliki temperatur dan tekanan udara yang berbeda. Dari waktu-waktu tersebut akan terlihat perbedaan jarak ukuran dan sudut zenith ukuran akibat pengaruh perubahan temperatur dan tekanan udara terhadap ketelitian koordinat.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa standar deviasi koodinat yang tidak memperhatikan pengaruh refraksi lebih besar dibandingkan dengan standar deviasi koodinat yang memperhatikan pengaruh refraksi. Standar deviasi untuk koordinat yang tidak memperhatikan refraksi adalah Sx=0.007m, Sy=0.009m, dan Sz=0.049m. Untuk koodinat yang memperhatikan refraksi standar deviasinya adalah Sx=0.005m, Sy=0.007m, dan Sz=0.043m, dari hasil standar deviasi di atas dapat disimpulkan bahwa koordinat yang memperhatikan pengaruh refraksi lebih teliti dibandingkan tidak memperhatikan pengaruh refraksi

    41

    full texts

    504

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Geoid (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇