Geoid (E-Journal)
Not a member yet
504 research outputs found
Sort by
ANALISIS PANJANG BASELINE UNTUK APLIKASI KINEMATIK GPS
Aplikasi survai penentuan posisi dengan GPS salah satunya adalah untuk menentukan posisi obyek yang bergerak atau kinematik. Penentuan posisi secara kinematik untuk keperluan navigasi benda bergerak seperti kendaraan bermotor umumnya tidak membutuhkan akurasi tinggi. Tetapi untuk keperluan geodinamika, misalnya GPS-buoy untuk keperluan peringatan dini tsunami atau untuk analisis co-seismik akibat gempa, akurasi tinggi dan realibilitas sangat dibutuhkan. Penentuan posisi secara kinematik bergantung pada beberapa faktor misalnya panjang baseline dan metode pengolahan data. Tulisan ini menganalisis penentuan posisi kinematik dengan menggunakan metode pengolahan data secara pasca-pengamatan dengan variasi panjang baseline dari yang terpendek sekitar 17 meter dan terjauh sekitar 110 kilometer
LAJU SUBSIDENCE & UPLIFT DI SEKITAR AREA TANGGUL LUMPUR SIDOARJO TAHUN 2011
Sudah 5 Tahun, luapan Lumpur Sidoarjo (LUSI) belum dapat dihentikan. Akibat luapan lumpur tesebut, memicu terjadinya dinamika tanah seperti subsidence dan uplift di sekitar area luapan/semburan LUSI. Pengukuran subsidence dan uplift telah dilakukan pada tahun 2006 hingga 2007 (Abidin, et. al, 2008). Pada tahun 2011 dilakukan pengukuran GPS di sekitar area tanggul penahan LUSI hingga radius sekitar 5 km. Hasil yang diperole
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK HASIL RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROPINSI JAWA TIMUR TAHUN 2009-2029 DAN EVALUASI TUTUPAN LAHAN
Propinsi Jawa Timur memiliki potensi yang strategis dan sangat menunjang pertumbuhan ekonomi nasional. Sumber daya alam yang bervariasi dan berlimpah selain memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat juga memiliki keindahan alam yang berperan dalam meningkatkan potensi pariwisata.Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWp) Jawa Timur tahun 2009-2029 merupakan langkah optimalisasi dari keseluruhan potensi yang dimilki Jawa Timur. Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWp) Jawa Timur periode 2009-2029 mengacu pada UU No 26 Tahun 2007 dan PP No. 26 Tahun 2008 yang mana merupakan pengganti dari UU No. 24 Tahun 1992 dan PP No. 47 Tahun 1997. Kegiatan perencanaan ini berdampak pada perubahan tutupan dan penggunaan lahan Jawa Timur 20 tahun ke depan.
Evaluasi tutupan lahan dilakukan untuk mengetahui besar perubahan tutupan lahan yang terjadi di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Timur, khususnya kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman.Evaluasi dilakukan dengan menggunakan metode overlay dan menggunakan sistem informasi geografis. Data yang digunakan adalah peta RTRWp Jawa Timur 2009-2029 dan peta tutupan lahan existing tahun 2009.
Hasil dari evaluasi perubahan lahan menunjukkan bahwa kawasan RTH yang berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman di Jawa Timur yaitu sebesar 405,334 Km² dari luas keseluruhan 47.936,759 Km² atau 0,846%.Perubahan terbesar terjadi pada kelas sawah dan tegalan sejumlah 185,5087 Km² dan 170,1525 Km².Sedangkan Kabupaten/Kota yang mengalami perubahan terbesar yaitu Kabupaten Tuban sejumlah 75,6328 Km² dan Kabupaten Gresik sejumlah 51,9818 Km²
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI BENCANA GUNUNG BROMO BERBASIS WEBGIS
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, SIG (Sistem Informasi Geografi), menjadi salah satu sarana alternatif penting untuk melakukan pemantauan gunung berapi. Dimana Sistem Informasi Geografi adalah kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang memungkinkan untuk mengelola (manage), menganalisa dan memetakan informasi spasial berikut data atributnya. Kemampuan SIG dalam mengkombinasikan data spasial dan non spasial diharapkan dapat membantu dalam menyediakan informasi yang aktual dan lengkap tentang dalam menyusun sistem informasi bencana Gunung Bromo berbasis web digunakan PHP, MySQL dan MapServe
KAJIAN KETELITIAN PLANIMETRIS CITRA RESOLUSI TINGGI PADA GOOGLE EARTH UNTUK PEMBUATAN PETA DASAR SKALA 1: 10000 KECAMATAN BANJAR TIMUR KOTA BANJARMASIN
Ketersediaan data spasial saat ini relatif lebih mudah didapatkan karena banyaknya jenis citra dengan berbagai macam resolusi spasial. Citra satelit sudah banyak dipublikasikan oleh perusahaan yang bergerak di bidang spasial untuk pembuatan program virtual bumi salah satunya yaitu Google Earth (GE). Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, masyarakat banyak memanfaatkan GE untuk kepentingan dalam bidang pemetaan khususnya dalam pembuatan peta dasar. Namun, Citra yang diperoleh dari google earth memiliki beberapa keterbatasan diantaranya adalah tidak ada informasi metadata mengenai perolehan citra yang digunakan dan tidak diketahui seberapa besar akurasi citra yang diberikan.
Citra yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra Quickbird pada tanggal 4 Oktober 2005 wilayah Kecamatan Banjar Timur dan sekitarnya, Kota Banjarmasin dengan daerah relatif datar. Proses pengambilan citra dari GE ini menggunakan metode chache data setelah dilakukan streaming data citra 100% yang selanjutnya akan dilakukan mosaik citra menggunakan software Global Mapper. Georeferensi citra diperoleh dari 3 metode yaitu koreksi geometrik dengan metode Affine dan polinomial orde 1 serta georeferensi dari GE sendiri.
Berdasarkan SNI 19-6502.1-2000 spesifikasi teknis ketelitian planimetris peta dasar (RBI) maka hasil perhitungan ketelitian planimetris citra pada penelitian ini untuk metode Affine memiliki RMSe sebesar 1,014 m. Untuk metode polinomial orde 1 memiliki RMSe sebesar 1,611 m sedangkan georeferensi dari GE sendiri memiliki RMSe dengan nilai 1,708 m. Pada uji statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara uji chi-square dan t-test sehingga secara praktik perhitungan ketelitian planimetris pada GE ini masih ditolak
STUDI PERUBAHAN SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN SATELIT AQUA MODIS
Suhu permukaan laut (SPL) merupakan salah satu faktor penentu kualitas suatu perairan. Suhu mempengaruhi aktivitas metabolisme dan perkembangbiakan organisme di lautan.
Pemantauan gejala perubahan suhu secara berkala diperlukan dalam melakukan analisa pola sebaran SPL. Analisa tersebut menggunakan citra satelit AQUA MODIS. Pengamatan suhu dapat digambarkan dengan baik oleh kanal 20, 31 dan 32 citra AQUA MODIS.
Algoritma yang digunakan adalah algoritma Brown dan Minnet, 1999 (ATBD_25) untuk mendapatkan nilai SPL. Dari hasil pengolahan data dan analisa didapatkan bahwa SPL rata – rata tahun 2010 sebesar 22,93 C. Uji validasi dilakukan yang dilakukan bernilai 70,9%, yang menunjukkan SPL pengolahan citra mempresentasikan kondisi sesungguhnya. Data hasil analisis dapat dijadikan sebagai bahan referensi penelitian selanjutnya
PENGGUNAAN DATA HYPERSPECTRAL FIELDSPEC DAN AIRBORNE HYMAP UNTUK PERHITUNGAN CANOPY WATER CONTENT (CWC) TANAMAN PADI DI KABUPATEN INDRAMAYU, PROPINSI JAWA BARAT
Dalam perkembangan teknologi saat ini telah banyak sekali metode yang digunakan penerapannya untuk pengembangan potensi pertanian. Salah satunya untuk sistem informasi tentang deteksi kekeringan lahan padi, metode yang digunakan untuk menganalisa status kekeringan tersebut menggunakan FieldSPec dan Hymap. Pada penelitian ini pengukuran dilakukan pada 3 tahap pertumbuhan yaitu vegetatif, reproduktif, dan ripening dengan sensor ditempatkan pada 10 cm dan 50 cm. Untuk menentukan model terbaik maka dilakukan perhitungan regresi linier antara Normalized Difference Water Index (NDWI), Water Index (WI), dan data biomassa padi. Dimana perhitungan ini dipotong menjadi 2 bagian 70% dan 30% untuk mendapatkan R2 terbesar dan RMSE terkecil. Model yang dipilih diaplikasikan pada citra Hymap untuk mengetahui sebaran Canopy Water Content dan Vegetation Water Content. Hasil perhitungan menunjukkan ada nilai negatif yaitu di lokasi yang tanaman padinya kering. Pemetaan menggunakan NDWI lebih sesuai dengan kondisi lapangan dibandingkan dengan pemetaan menggunakan WI. Selanjutnya hasil dari penelitian ini adalah berupa peta zonasi kekeringan lahan padi dari data FieldSpec dan citra Hymap
PENGGUNAAN DATA HYPERSPECTRAL SPECTROPHOTOMETER USB 4000 UNTUK PERHITUNGAN VEGETATION WATER CONTENT (VWC) TANAMAN PADI DI PETAK PERCONTOHAN (FARMLAND) SUKAMANDI, KABUPATEN SUBANG,PROPINSI JAWA BARAT
Tanaman padi merupakan makanan pokok yang mengandung sumber karbohidrat yang dikomsumsi oleh sebagian besar penduduk Asia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan sistem pertanian dituntun untuk sesuai dengan era reformasi dan komunikasi global. Dengan dukungan teknologi penginderaan jauh Hyperspectral dapat mengetahui kondisi kandungan air pada tanaman (Vegetation Water Content) yang akurat dan mudah didapat secara rutin sangat diperlukan untuk memantau status tanaman padi. Pada penelitian ini digunakan pemrosesan regresi.
Penggunaan pemrosesan regresi bertujuan untuk menghitung hubungan antara Vegetation Water Content dan reflektan tanaman padi yang di ukur dengan Spektrophotometer USB 4000 tiap tahap pertumbuhan padi.
Hasil dari pemrosesan regresi diuji menggunakan metode Multiple Linear Regression (MLR) untuk membuat pustaka Spectral Vegetation Water Content (VWC)
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS WEB UNTUK PEMBENTUKAN PROTOTIPE PETA DASAR PENGAIRAN (STUDI KASUS : KABUPATEN SIDOARJO)
Jaringan irigasi adalah saluran, bangunan, dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan, pembagian, pemberian, penggunaan dan pembuangan air irigasi. Potensi Kabupaten Sidoarjo untuk pertanian dan perikananannya cukup tinggi, oleh karena itu untuk mempertahankan potensinya tersebut maka diperlukan suatu pengelolaan sumber daya air permukaan, yang berfungsi sebagai evaluasi, monitoring serta operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi tersebut.
Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan Sistem Informasi Geografis berbasis Web (SIG Web) dalam pembentukan peta dasar pengairan dengan menggunakan peta topografi Kabupaten Sidoarjo dengan skala 1:25.000 sebagai peta dasar, peta pengairan dan data inventarisasi saluran irigasi dan saluran pembuang dari Dinas PU Pengairan Kabupaten Sidoarjo. Pengolahan data menggunakan software AutoCAD Land Desktop 2004 dan ArcGIS 9.3 untuk pengolahan peta, MySQL untuk pembuatan database, Apache untuk pembuatan program web server dan MapServer untuk menampilkan peta di web.
Hasil yang diperoleh dari pembuatan SIG Web peta dasar pengairan ini adalah terdapat 2 saluran primer, 38 saluran sekunder (yang memiliki ID), dan 40 saluran pembuang yang tersebar di seluruh Kabupaten Sidoarjo. Dari jaringan irigasi Delta Brantas ini dapat digunakan untuk irigasi pertanian di wilayah Kabupaten Sidoarjo seluas 22.947 Ha tanah pertanian. SIG Web Prototipe Peta Dasar Pengairan dapat dikunjungi di website dengan alamat http://www.sigpengairan-sidoarjo.web.id/
MODIFIKASI ALGORITMA AVHRR UNTUK ESTIMASI SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL) CITRA SATELIT TERRA MODIS
Indonesia merupakan negara maritim yang mempunyai banyak keanekaragaman hayati yang erat kaitannya dengan suhu permukaan laut. Salah satu jenis citra satelit yang banyak digunakan untuk penelitian suhu permukaan laut adalah citra satelit NOAA-AVHRR, sehingga banyak pula algoritma yang telah dihasilkan terkait suhu permukaan laut. Namun jika ditinjau dari segi resolusi spasial, spectral, dan temporal, citra TERRA MODIS lebih bagus daripada citra NOAA-AVHRR. Oleh karena itu, penelitian ini akan mencoba untuk memodifikasi algoritma-algoritma AVHRR agar algoritma tersebut dapat digunakan dalam penelitian menggunakan citra TERRA MODIS.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra TERRA MODIS bulan Oktober 2010. Untuk koreksi citra menggunakan metode image to image dengan peta vektor Indonesia sebagai dasarnya. Selain data citra juga diperlukan data lapangan untuk validasi. Pengambilan sample SPL dilakukan secara langsung di lapangan menggunakan alat Water Checker. Data lapangan diambil di perairan Selat Madura setiap 500 m sepanjang ±5 km dari Surabaya menuju Madura.