Geoid (E-Journal)
Not a member yet
504 research outputs found
Sort by
APLIKASI GOOGLE MAPS API DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PARIWISATA BERBASIS WEB (STUDI KASUS : KABUPATEN SIDOARJO)
Potensi pariwisata di Indonesia membentang luas dari Propinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Propinsi Papua dengan segala keanekaragaman obyek pariwisata, seni budaya dan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pariwisata yang mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat (Portal Nasional RI). Agar jumlah wisatawan terus meningkat dan tidak mengalami kejenuhan terhadap objek wisata, perlu adanya pengembangan dalam bidang pariwisata. Agar mendapat hasil yang optimal, pengembangan dalam bidang kepariwisataan tidak hanya didukung oleh satu pihak tetapi merupakan kerjasama dari berbagai pihak, baik kalangan usaha (swasta), tokoh adat (budaya) maupun pihak pemerintah serta keterlibatan masyarakat lokal. Keterlibatan atau partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata selanjutnya dikenal sebagai pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan atau community-based tourism development. Salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata dan membutuhkan pengembangan secara partisipatif adalah Kabupaten Sidoarjo. Dalam mewujudkan strategi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan atau community-based tourism development, penelitian ini mencoba menggabungkan teknologi SIG berbasis Web (WebSIG) dengan Google Maps API untuk menyajikan informasi dan menyediakan fitur agar masyarakat Kabupaten Sidoarjo dapat berpartisipasi dalam kegiatan pengembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Hasil penelitian ini berupa Sistem Informasi Pariwisata Kabupaten Sidoarjo berbasis WebSIG yang menyajikan informasi pariwisata dengan tampilan peta berupa peta satelit dan peta terrain yang dilengkapi fitur untuk melengkapi informasi, menambahkan lokasi, mencari objek wisata, dan memberi penilaian terhadap tampilan web. Pemberian penilaian dilakukan dengan kuisioner uji kebergunaan yang meliputi lima komponen yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, dan satisfaction. Hasil rekapitulasi kuisioner uji kebergunaan dari 25 responden dengan waktu tayang 10-17 November 2014 menunjukkan presentase 70,69% sehingga website dikategorikan layak
PEMODELAN JUMLAH KEMATIAN BAYI DI JAWA TIMUR DENGAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED POISSON REGESSION (GWPR)
Kematian bayi merupakan salah satu indikator pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan agar berhasil dibutuhkan adanya ketersediaan data/informasi yang akurat untuk mendukung proses pengambilan keputusan dan perencanaan program. Salah satu data informasi yang bisa digunakan adalah data spasial, dengan mengikutsertakan informasi koordinat lokasi karena kondisi geografis, sosial budaya dan ekonomi tentunya akan berbeda antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain, sehingga faktor yang berkontribusi terhadap kematian bayi antara wilayah satu dan wilayah yang lain juga akan berbeda. Oleh sebab itu penelitian ini menggunakan metode statistik Geographically Weighted Poisson Regression (GWPR) untuk mempermudah menggambarkan parameter lokal yang dapat menjelaskan variasi spasial dalam hubungan antara kasus kematian bayi di Jawa Timur dengan faktor yang berkontribusi. Sejumlah model harus dievaluasi dan nilai AIC untuk setiap model harus dibandingkan untuk mendapatkan model yang terbaik. Model yang terbaik adalah model dengan nilai AIC terendah. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan mengenai faktor yang signifikan terhadap jumlah kematian bayi di kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, faktor tersebut adalah jumlah fasilitas kesehatan, pertambahan Produk Domestik Regional Bruto (konstan), Angka Melek Huruf (AMH), persentase imunisasi dasar lengkap, dan persentase persalinan non medis. Nilai AIC antara model regresi global dan model GWPR dilakukan perbandingan, diketahui bahwa model GWPR merupakan model yang lebih baik untuk menganalisa data AKB di Provinsi Jawa Timur
EVALUASI USAHA KECIL DAN MENENGAH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA SURABAYA
Era globalisasi yang tanpa batas pada dasarnya semakin menjanjikan peluang besar terutama dalam bidang perkembangan ekonomi bagi Kota Surabaya. Banyak sektor dan faktor untuk mengembangkan pembangunan ekonomi Kota Surabaya, salah satunya adalah program dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya untuk memonitoring usaha kecil dan menengah. Oleh karena itu dibutuhkan solusi dan strategi untuk memonitoring data usaha kecil dan menengah yang sudah ada dengan dibangunnya suatu sistem informasi geografis. Selain membangun sistem informasi geografis, penelitian ini juga melakukan evaluasi usaha kecil dan menengah berdasarkan lokasi, persebaran, serta kesesuaiannya dengan UU RI No 20 Tahun 2008 dan PERDA Kota Surabaya No 1 Tahun 2010. Penelitian ini menggunakan data spasial berupa peta digital Kota Surabaya, data non spasial berupa data dan informasi pendukung usaha kecil dan menengah tahun 2014 dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Surabaya, serta koordinat hasil dari pencarian alamat atau lokasi usaha dari Google Maps. Kemudian data spasial diolah untuk penentuan sistem koordinat dengan menggunakan ArcGIS, sedangkan data non spasial diolah dengan menggunakan Microsoft Excel dan MySQL, lalu tahap akhir dilakukan penggabungan data spasial serta non spasial dengan membangun pemrograman aplikasi sistem informasi geografis dalam Microsoft Visual Basic. Dalam tahap akhir penelitian ini dihasilkan aplikasi sistem informasi geografis usaha kecil dan menengah dengan kemampuan fungsi search (query) dan fungsi update titik usaha, serta diperoleh informasi persebaran usaha dengan usaha kecil lebih dominan daripada usaha menengah, sedangkan wilayah persebaran usaha terpadat berada pada wilayah Surabaya Pusa
STUDI PENGAMATAN PENURUNAN DAN KENAIKAN MUKA TANAH MENGGUNAKAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRI SYNTHETIC APERTURE RADAR (DInSAR) (Studi Kasus : Lumpur Lapindo, Sidoarjo)
Munculnya semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, yang terletak di lokasi kegiatan eksplorasi gas PT. Lapindo Brantas memberikan dampak negatif untuk penduduk setempat dan lingkungannya, salah satu dampaknya yakni deformasi. Dalam dinamika bumi, permukaan tanah akan selalu mengalami deformasi dengan berbagai macam faktor penyebab. Seiring perkembangan teknologi, radar merupakan salah satu teknologi penginderaan jauh yang dapat dimanfaatkan untuk mengamati deformasi tanah. Dalam penelitian ini diterapkan metode DInSAR (Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar) untuk mendapatkan besar deformasi dengan ketelitian mencapai sub-sentimeter. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat buah citra satelit ALOS/PALSAR (Februari 2008, Januari 2009, dan Februari 2010 dan Januari 2011) yang kemudian diproses secara Differential Interferometri SAR (DInSAR) hingga didapatkan besar deformasi pada radius 1.5 km dari pusat semburan.Hasil metode DInSAR menunjukkan deformasi vertikal yang terjadi di sekitar wilayah semburan bervariasi, dibeberapa lokasi mengalami subsidence dan beberapa mengalami uplift, tergantung peristiwa yang terjadi pada kurun waktu tersebut. Rata-rata besar penurunan tanah yang terjadi antara tahun 2008-2011 yaitu antara 0- -20 cm/th sedangkan besar uplift rata-rata yaitu 0-10 cm/th . Untuk mengetahui keakuratan metode DInSAR dalam mengamati penurunan tanah maka dilakukan analisa dengan membandingkan beberapa penelitian lain terkait deformasi lumpur lapindo
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS BERBASIS MOBILE ANDROID UNTUK STUDI KEBOCORAN JARINGAN PIPA PDAM (Studi Kasus: Sub Zona 109, Kota Surabaya)
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat menyebabkan perubahan yang besar pada kemajuan perangkat elektronik. Salah satunya adalah perangkat mobile. Saat ini perangkat mobile hampir setara dengan perangkat desktop karena perangkat mobile sudah bisa digunakan hampir seperti penggunaan perangkat desktop. Jika dibandingkan dengan perangkat desktop, perangkat mobile memiliki keunggulan dalam mobilitasnya. Dengan adanya perangkat mobile yang canggih, dapat dibuat sebuah Sistem Informasi Geografis dalam basis mobile yang berguna untuk memecahkan masalah-masalah yang ada di dalam negeri, salah satunya adalah permasalahan kebocoran yang dialami oleh PDAM. Penelitian ini dilakukan di Kota Surabaya, pada jaringan pipa tersier sub-zona 109 yang telah menerapkan DMA. Analisa jaringan pipa menggunakan perangkat lunak EPANET 2.0 yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Sistem Informasi Geografis berbasis mobile memakai perangkat lunak Eclipse 4.4.2 yang mendukung bahasa Java. Selain itu digunakan juga perangat lunak pendukung yaitu Android Development Tools, serta Google Maps Android API v2 yang digunakan untuk mengakses data – data dari Google Maps. Setelah penelitian ini dilakukan, didapatkan nilai maksimum kecepatan aliran air pada sub zona 109 adalah 1,55 m/s. Lokasi yang berpotensi mengalami kebocoran berada pada daerah di sekitar Jalan Manunggal. Aplikasi SIG berbasis mobile android berhasil dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. Aplikasi ini bernama MGIS29 dengan ukuran 2,93 mb
ANALYSIS OF LANDSAT 8 SATELLITE IMAGERY TO IDENTIFY POTENTIAL OF SPRING (Case Study: District Bojonegoro)
By integrating remote sensing technology to the analysis of Landsat 8 satellite imagery to identify, is expected to provide solutions and services in a repeated and continuous monitoring with wide regional coverage. Exploration of water resources needs to be done in order to meet community needs.Bojonegoro known as districts often experience water shortages in some regions of sub-section, especially during the dry season. Action in the form of research on the potential presence of springs made as early action in an effort to identify and search for the source of water to meet the needs of society.From the science of remote sensing, identification of potential springs do with observations of vegetation density of processed Landsat 8 satellite image, especially the image output May to September 2014. The data supporting the use of topographic data is like a river network, land cover and hipsografi. Efforts to use data validation geology and hydrogeology. From this research, it was found that Bojonegoro can be divided into four classes of potential, ie High, Medium, Low and Rare. The potential emergence of springs identified in the area of the plateau with prolific aquifer truncated by faults geology. Geographic information system is used as a tool in the process of spatial analysis is the conclusion that would be the magnitude of the correlation between the size of the vegetation density to the size of the potential presence of springs
STUDY OF OPAK FAULT CONTROL POINT MOVEMENT IN SGY SEGMENT
The observation of Opak fault in DIY Province has been done in many times to observe the movement of Opak Fault after 2006 earthquake. This research aims to determine the coordinates in the new epoch (2015) and to determine the movement velocity of Opak fault control point between 2013 and 2015. The research done by GPS/GNSS observations in eight hours with sampling rates 15 second, and GPS/GNSS processing using GAMIT/GLOBK software. The research results shows that there are coordinate differences between 2013, 2014 and 2015 epoch that indicate there is a movement in Opak fault control point with velocity between 0,01 – 0,09 m/yr in horizontal movement and 0,001 – 0,047 m/yr in vertical movement. The movement direction of Opak fault control point is south east except SGY3 point that move to south west. The movement of Opak fault control point is classified by BSN with the extraordinary very slow category
PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SIG UNTUK ANALISA BANJIR (STUDI KASUS : BANJIR PROVINSI DKI JAKARTA)
Banjir merupakan salah satu fenomena alam yang sering terjadi di berbagai wilayah. Banjir dalam dua pengertian, yaitu : 1) meluapnya air sungai yang disebabkan oleh debit sungai yang melebihi daya tampung sungai pada keadaan curah hujan tinggi, 2) genangan pada daerah dataran rendah yang datar yang biasanya tidak tergenang. Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, khususnya kota-kota besar seperti Jakarta.Daerah bahaya banjir dapat diidentifikasi secara cepat dengan menggunakan memanfaatkan data Penginderaan Jauh yaitu tumpang susun/overlay terhadap parameter-parameter banjir, seperti : curah hujan, bentuk penggunaan lahan (landuse), tekstur tanah, dan kemiringan lereng. Serta perpaduan visualisasi persebaran banjir dengan SIG (Sistem Informasi Geografi). Pembagian kelas dari setiap parameter yang digunakan secara umum disesuaikan dengan kelas parameter yang dimiliki oleh daerah yang diamati.Nilai bobot dan skor juga menyesuaikan dengan daerah penelitian yang diamati. Dalam penelitian ini, nilai bobot dan skor yang digunakan merupakan modifikasi dari nilai bobot dan skor. Dari hasil bobot dan skoring lalu menghitung Nilai potensi suatu daerah terhadap genangan ditentukan dari total penjumlahan skor masing-masing parameter genangan. Daerah yang sangat berpotensi terhadap genangan akan memiliki skor total dengan jumlah paling besar dan sebaliknya daerah yang tidak berpotensi terhadap genangan akan mempunyai total skor yang rendah. Tabel berikut menunjukkan tingkat potensi genangan berdasarkan nilai penjumlahan skor masing-masing parameter genangan.Hasil yang didapatkan penetapan kawasan bahaya banjir, ternyata daerah bahaya banjir yang dibuat Pemerintah Provinsi DKI 100% semuanya masuk dalam daerah sangat bahaya banjir berdasarkan hasil penelitian.Hal ini terjadi karena memang setiap musim penghujan daerah-daerah bahaya tersebut selalu mengalami banjir atau langganan banjir
PEMANTAUAN PENURUNAN MUKA TANAH DI KAWASAN WATUKOSEK MENGGUNAKAN METODE SIPAT DATAR
Patahan Watukosek yang terletak di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo merupakan patahan yang terbentuk sebagai akibat dari proses tumbukan lempeng Eurasia dengan lempeng Australia. Aktifnya patahan ini diyakini men- gakibatkan terjadinya fenomena deformasi vertikal dari permukaan tanah disekitar patahan tersebut. Deformasi vertikal dapat berupa penurunan muka tanah (subsidence) atau kenaikan muka tanah (uplift). Untuk memantau perubahan perg- erakan tinggi muka tanah, salah satu metode yang dapat digunakan adalah pengukuran sipat datar. Sistem tinggi yang digunakan adalah sistem tinggi ortometrik yang bereferensi terhadap geoid.Dari hasil pengukuran dan pengolahan data yang dilakukan, didapat bahwa terjadi perubahan tinggi muka tanah pada kawasan yang dilewati oleh patahan Watukosek. Pemantauan yang dilakukan selama 2 bulan menunjukkan terjadinya perubahan tinggi muka tanah yang bervariasi pada setiap titiknya. Perubahan tinggi muka tanah paling besar terjadi pada BM PLNG pada perbandingan kala 1 & kala 2 dengan nilai sebesar -0,305 m (subsidence) dan perubahan yang paling kecil terjadi pada BM TTG-1305 pada perbandingan kala 1 & kala 3 dan kala 2 & kala 3, dengan nilai sebesar -0,011 m (subsidence) dan pada perbandingan kala 2 & kala 3 sebesar 0,011 m (uplift)
VALIDASI ALGORITMA ESTIMASI TOTAL SUSPENDED SOLID DAN CHL-A PADA CITRA SATELIT AQUA MODIS DAN TERRA MODIS DENGAN DATA IN SITU (Studi Kasus : Laut Utara Pulau Jawa)
Total Suspended Solid (TSS) dan Chl-a merupakan beberapa parameter penentu kualitas air. Konsentrasi Total Suspended Solid yang tinggi dan konsentrasi Chl-a yang sedikit mengganggu proses fotosintesis perairan, kehidupan biota laut, dan pada pertumbuhan populasi fitoplankton yang membentuk dasar dari rantai makanan laut dan merupakan sumber utama oksigen atmosfer. Beberapa metode dapat digunakan untuk memantau perubahan persebaran TSS dan Chl-a yang terjadi di wilayah tersebut, salah satunya menggunakan teknologi penginderaan jauh. Metode penginderaan jauh merupakan metode akuisisi data menggunakan satelit.Didalam metode penginderaan jauh tersebut, dibutuhkan algoritma-algoritma estimasi TSS dan Chl-a yang akurat dalam mengestimasi nilai TSS dan Chl-a. Satelit penginderaan jauh yang digunakan adalah Satelit Aqua Modis dan Sateit Terra Modis. Penelitian ini dilakukan untuk validasi beberapa algoritma yang telah ada dengan data in situ. Algoritma yang divalidasi dalam penelitian ini adalah agoritma yang telah tersedia di dalam perangkat lunak Seadas. Dari hasil penelitian ini, didapat bahwa algoritma yang tersedia di dalam perangkat lunak Seadas belum akurat untuk melakukan perhitungan estimasi TSS dan Chl-a