Geoid (E-Journal)
Not a member yet
    504 research outputs found

    OPTIMALISASI PENYEDIAAN DATA SPASIAL RESOLUSI TINGGI DENGAN PEMBANGUNAN IMAGE MAP SERVICE (STUDI KASUS: PERTAMBANGAN DAERAH SUMATERA)

    No full text
    Minyak bumi merupakan salah satu aspek dari penyumbang pemasukan terbesar di Indonesia. Hal tersebut didasarkan atas peminatan minyak bumi yang dari dalam maupun luar negeri, sehingga pergerakan harga minyak bumi cenderung meningkat. Bedasarkan fakta tersebut, perlu dilakukan eksplorasi dan eksploitasi terhadap minyak bumi secara maksimum dan optimal. Dalam pelaksanaan pengelolaan terhadap minyak bumi untuk memperoleh hasil yang maksimum, monitoring dan evaluasi merupakan proses yang sangat penting dilakukan. Peta dasar dalam bentuk bentuk data raster merupakan bentuk data yang diperlukan untuk melakukan proses tersebut. Dengan didukung oleh kemajuan teknologi saat ini, persebaran data raster guna mendukung aktivitas-aktivitas pemetaan dapat dilakukan dengan menggunakan jaringan internet. Pembangunan Image Map Service yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan membangun sebuah sistem layanan untuk persebaran data raster sebagai peta dasar dengan menggunakan metode tiling. Dengan didukung dengan diterapkannya metode tiling, maka untuk menampilkan data raster tersebut akan semakin cepat karena data raster akan menampilkan gambar bedasarkan potongan tile yang telah dibentuk pada setiap tingkat zoomingnya. Pada pengimplementasian dari pembuatan Image Map Service yang akan digunakan ini dapat dilakukan persebaran data raster secara online, sehingga mempermudah dalam proses monitoring dan evaluasi. Image Map Service ini juga di dukung dengan ditambahkannya informasi terkait lokasi dari citra tersebut

    SIMULASI TIGA DIMENSI POLA ARUS DAN DISTRIBUSI SEDIMEN DI PERAIRAN CILACAP SEBAGAI EVALUASI TERHADAP KONDISI DERMAGA

    No full text
    Pemodelan distribusi arus di Perairan Cilacap, Indonesia sangat dipengaruhi oleh kedaan geografinya. Area ini berada di Selat Cilacap dan langsung berhadapan dengan Samudera India dengan karakteristik arus yang kuat. Model tiga dimensi yang telah dihasilkan, akan diketahui pola arus dan distribusi sedimen di perairan tersebut. Parameter yang digunakan dalam pemodelan ini termasuk hidro-oseanografi seperti pasang surut, river discharge, batimetri dan sedimen. Dengan river discharge yang digunakan berasal dari Sungai Donan dan Yasa. Dalam penelitian ini model arus dan sedimentasi akan dibentuk berdasarkan simulasi numerik dengan persamaan hidrodinamika. Berdasarkan hasil simulasi hidrodinamika, pada periode spring tide, kecepatan arus rata-rata dan maksimum adalah 0,6 m/s dan 0,8 m/s dengan ketebalan sedimen yang mengalami erosi sebesar 0,004 – 0,01 meter. Sedangkan, kondisi sedimentasi mengakibatkan terjadinya ketebalan sedimen mencapai 0,002 – 0,01 meter. Selama periode neap tide, kecepatan arus rata-rata yang terjadi sebesar 0,2 m/s dan sedimen bergerak secara signifikan. Sehingga pada periode ini terjadi sedimentasi yang besar, yakni 0,002 – 0,01 meter. Dengan tipe sedimen yang dominan di perairan ini berupa pasir. Deposisi memberikan efek terhadap aktivitas pelayaran, terutama disekitar dermaga dengan peristiwa sedimentasi sebesar 165,571 mm/bulan

    ANALISIS VOLUME PENGERUKAN ALUR PELAYARAN BARAT SURABAYA DENGAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK HYPACK DAN AUTOCAD CIVIL 3D

    No full text
    Pelabuhan Tanjung Perak yang dilewati Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) memiliki peran sebagai penggerak pertumbuhan perekonomian di bidang angkutan laut. Sungai-sungai yang bermuara ke APBS membawa sejumlah besar sedimen yang mengakibatkan pendangkalan, sehingga bisa mempengaruhi efektifitas APBS. Maka perlu dilakukan maintenance dredging perairan pelabuhan untuk mempertahankan kedalaman ideal. Pada penelitian ini akan melakukan perhitungan volume pengerukan dengan data dari survei multibeam echosounder di Alur Pelayaran Barat Surabaya menggunakan perangkat lunak Hypack dan AutoCAD Civil 3D dimana dari hasil tiap perangkat lunak akan dianalisa manakah perangkat lunak yang tepat untuk digunakan dalam pekerjaan pengerukan di laut. Metode perhitungan volume yang digunakan adalah penampang rata-rata dengan membagi perhitungannya per-section. Dari pengolahan data multibeam ini didapatkan hasil peta batimetri yang menunjukkan lokasi penelitian yang kurang dari -13 meter memiliki panjang alur 17,6 kilometer. Total nilai volume yang didapat dari perhitungan AutoCAD Civil 3D sebesar 5.921.745 m³, Hypack sebesar 5.952.881,83 m³, hitungan manual sebesar 5.326.096,17 m³, dan perhitungan menggunakan metode composite sebesar 5.881.819,17 m³. Hitungan RMSE pada AutoCAD Civil 3D terhadap hitungan manual dan metode composite adalah 354,78 dan 171,27, sedangkan nilai RMSE Hypack terhadap hitungan manual dan metode composite adalah 480,64 dan 264,76. AutoCAD Civil 3D adalah hitungan yang paling mendekati hasil hitungan manual dan metode composite sebagai pembanding

    ANALISA KRONOLOGIS PERMASALAHAN BATAS WILAYAH ADMINISTRASI KABUPATEN DONGGALA DAN KABUPATEN MAMUJU UTARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KARTOMETRIK DAN GEOSPASIAL

    No full text
    Sejak implementasi otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian diganti Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 dan yang paling terbaru UU No. 23 Tahun 2014, batas antar daerah menjadi perhatian yang sangat penting. Dalam era otonomi daerah, banyak sekali perkembangan daerah baik desa, kabupaten/kota maupun provinsi yang mengadakan pemekaran. Akibat dari adanya pemekaran yaitu adaya perebutan lahan atau sengketa lahan. Satu diantaranya yaitu batas wilayah antara Kabupaten Donggala dan Kabupaten Mamuju Utara. Konflik batas daerah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Mamuju Utara ini muncul sebagai akibat dari adanya kebijakan penataan batas daerah berdasarkan Kepmendagri No. 52 Tahun 1991 terutama setelah pemasangan Tugu / Patok Batas pada kawasan perbatasan antara Kabupaten Donggala dengan Kabupaten Mamuju Utara yang kurang melibatkan masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa permasalahan batas wilayah yang terjadi pada Kabupaten Donggala dan Kabupaten Mamuju Utara berdasarkan data historis kedua Kabupaten tersebut serta mengimplementasikan Permendagri No. 76 Tahun 2012 tentang Penegasan Batas Daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kartometrik serta kajian literatur terkait berbagai aspek menggunakan perangkat lunak SIG. Hasil analisa diketahui bahwa daerah yang diklaim atau Desa Ngovi lebih memilih untuk berada pada Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, namun jika dilihat dari segi hukum yang berlaku, daerah klaim tersebut tetap berada pada wilayah Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat. Luas wilayah yang diperebutkan sebesar 4696.469 ha, dimana wilayah tersebut terdapat penduduk dan bangunan pemerintah

    CHANGES OF LAND USE MONITORING WITHIN FOREST AREA

    No full text
    Pasrujambe District is one of sub-districts in Lumajang Regency which has a forest area. Forests are main source of life for people who live in surrounding villages, start from farming, logging, taking firewood, gathering, and grazing their livestock in forest areas. This phenomenon cannot be avoided from use of forest land for the other land functions, both for settlements, agriculture and other regions. Therefore, it’s needed to be related to changes of land use in forest areas. In this study an evaluation of distribution and extent of land use functions in Pasrujambe District forest area was carried out using 2 (two) methods, namely object-based classification methods and interpretation methods (digitized on screen). The results show us that there are changes of land use in forest areas in 2017, such as industries, plantations, agricultures, plantations, bushes and settlements with total area of 3764.38 Ha and for agricultural land use such as lakes, grasslands and rivers with total area of 799.41 h

    ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH DI KABUPATEN GRESIK TAHUN 2015 HINGGA 2017 DENGAN METODE PS-INSAR

    No full text
    Pergerakan penurunan muka tanah sering terjadi di berbagai wilayah di seluruh dunia khususnya kota-kota besar dan daerah pesisir. Dampak negatif dari penurunan muka tanah dapat berupa kerusakan sarana prasarana suatu wilayah. Penurunan muka tanah diduga disebabkan karena pengambilan air yang berlebihan untuk keperluan industri serta struktur pembentuk tanah yang ada pada wilayah tersebut. Untuk itu diperlukan adanya suatu kajian dengan tujuan untuk mitigasi bencana. Dampak dari bencana alam dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat seiring dengan perkembangan teknologi menggunakan metode penginderaan jauh yang memiliki kemampuan mencakup area yang luas dan dalam waktu yang singkat. Pemilihan metode PS-InSAR berbasis Radar menjadi solusi tepat karena memiliki akurasi yang baik dan meminimalkan efek dekorelasi. Berdasarkan hasil pengolahan periode Mei 2015 hingga Januari 2016 dengan menggunakan metode PS-InSAR dalam analisis penurunan muka tanah pada Kabupaten Gresik, dihasilkan variasi nilai penurunan muka tanah antara -49,35 mm/tahun hingga 54,95 mm/tahun dengan nilai rata-rata kecepatan penurunan muka tanah tertinggi pada Kecamatan Bungah. Metode ini terbukti sebagai salah satu metode penginderaan jauh yang baik untuk meneliti pergerakan penurunan muka tanah

    ANALISIS PERBANDINGAN KETELITIAN POSISI HASIL PENGUKURAN GNSS DARI KOMBINASI SATELIT GPS, GLONASS, DAN BEIDOU

    No full text
    GNSS (Global Satellite Navigation System) merupakan suatu istilah yang digunakan untuk mencakup seluruh sistem satelit navigasi global yang sudah beroperasi ataupun sedang dalam perencanaan. Sistem navigasi satelit global ini beberapa diantaranya yaitu GPS, GLONASS, dan BeiDou. Kesalahan akibat sedikitnya satelit saat pengambilan data, secara teoritis dapat teratasi dengan kemajuan teknologi receiver yang mampu menangkap berbagai sinyal satelit. Hi Target V30 adalah salah satu receiver GNSS yang mampu menangkap sinyal satelit GPS, GLONASS dan BeiDou, dengan semakin banyaknya sinyal satelit yang dapat diterima diharapkan dapat meningkatkan akurasi dari penentuan posisi. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan satelit BeiDou tidak terlalu memberi pengaruh terhadap satelit GPS, akan tetapi penggunaan satelit BeiDou menambah ketelitian dari satelit GLONASS. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan nilai pada selisih koordinat dan RMS error yang dihasilkan dari 1.068 m menjadi 0.371 m. Penggunaan kombinasi satelit GPS + GLONASS + BeiDou dan GPS + GLONASS rata – rata menghasilkan ketelitian yang paling kecil dengan nilai RMS error yang tetap berada diangka millimeter, sedangkan penggunaan satelit GLONASS saja menghasilkan ketelitian yang paling besar diantara stategi yang digunakan terlihat dari nilai RMS error yang mencapai 0.585 m pada baseline C

    ANALISIS DATA SUB BOTTOM PROFILER TERINTEGRASI UNTUK IDENTIFIKASI SEDIMEN (STUDI KASUS: ALUR PELAYARAN TIMUR SURABAYA)

    No full text
    Salah satu instrument akustik yang digunakan untuk pengukuran dasar perairan adalah Sub Bottom Profiler. Instrument ini menggunakan sinyal akustik frekuensi rendah yang memiliki kemampuan untuk menembus lapisan dasar laut sampai dengan kedalaman beberapa meter. Tujuan dari survei menggunakan Sub Bottom Profiler yaitu untuk melakukan investigasi dan identifikasi lapisan dasar laut sehingga diperoleh informasi penting yang berhubungan dengan stratigrafi dasar laut. Lokasi penelitian berada pada Alur Pelayaran Timur Surabaya. Data sekunder berupa Raw data Sub bottom profiler, Raw data single beam, serta data pasut dan SVP yang telah diolah. Data tersebut diperoleh dari Distrik Navigasi Kelas 1 Surabaya. Lokasi penelitian merupakan perairan yang digolongkan sebagai perairan dangkal. Hal ini dapat dilihat dari nilai kedalaman yang berkisar antara 2,51- 5,95 m terhadap LWS. Intepretasi kulitatif citra dasar laut menunjukkan adanya pengaruh hue saturation. Semakin terang hue saturation maka sedimen memiliki ukuran partikel besar. Sedimen pada daerah Alur Pelayaran Timur Surabaya didominasi oleh jenis sedimen lumpur berpasir dengan luas area sedimen 93.133 m² pada area penelitian. Pola refleksi seismik pada konfigurasi data bersifat seragam (parallel) dan relative seragam (subparallel). Ketebalan antara dasar permukaan laut dengan lapisan pertama memiliki sedimen penyusun berupa lumpur berpasir. Volume total ketebalan lapisan sedimen adalah 17.945.928,40 m³

    PENGGUNAAN METODE TRANSFORMASI AFFINE SEBAGAI PERBAIKAN KUALITAS DATA HASIL PENGUKURAN BIDANG TANAH DENGAN GPS NAVIGASI PADA PROGRAM REDISTRIBUSI TANAH OBYEK LANDREFORM (STUDI KASUS: DESA ENTIKONG, KABUPATEN SANGGAU)

    No full text
    Redistribusi tanah merupakan program Badan Pertanahan Nasional yang berfokus pada pembebasan tanah-tanah garapan petani yang telah diatur di Peraturan Pemerintah No 224 Tahun 1961. Pada tahun 2018 target yang harus dipenuhi oleh kantor pertanahan terkait pengukuran bidang program tersebut yaitu 350.000 bidang tanah. Target yang banyak serta minimnya waktu membuat banyak kantor pertanahan terutama didaerah pedalaman yang menggunakan GPS navigasi sebagai alat pengukuran. Dari hasil pengukuran tersebut didapatkan hasil analisis planimetrik dengan kelas yang dapat diterima (kelas 1-2) sebesar 39,31%. Pada penelitian ini dilakukan perbaikan data hasil pengukuran menggunakan metode transformasi affine. Dari 173 bidang tanah, diambil 10 sample titik sebagai titik referensi transformasi. Dari transformasi affine, didapatkan hasil analisis planimetrik dengan kelas yang dapat diterima (kelas 1-2) sebesar 49,71%. Hasil ini meningkat sebesar 10,4% dibandingkan hasil sebelum dilakukan tranformasi

    PERBANDINGAN NILAI CHART DATUM DARI LIMA VARIASI DATA BERDASARKAN LAMA PENGAMATAN PASANG SURUT AIR LAUT DI STASIUN PASUT JAKARTA

    No full text
    One of the problems that may arise in the development of new marine infrastructure is the unavailability of the datum chart value. So, there is a need for tide observations to determine the value of the datum chart in the area. This study contains a comparison of the value of chart datum from five variations of the length of observation at the tide station of the Geospatial Information Agency (BIG) in Jakarta. The results of this study can be used to consider the efficiency of tidal observations, especially in determining the duration of observation. The value of the chart datum (MSL and LWS) is calculated from the tidal component generated from the harmonic analysis using Matlab. Test the significance of the value of the datum chart in Microsoft Excel. From this study, it can be concluded that a good long-term predictive value of MSL can be obtained from observations for 15 days or 30 days, without the need for long observations of up to one year. While the LWS predictive value is getting better when the observations are made longer. The smallest difference in MSL value on average from each variation of the observation time is 0 meters and the largest is 0,002 meters, with the smallest difference in the average LWS value of each variation of the observation time 0,001 meters and the largest 0,221 meters

    41

    full texts

    504

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Geoid (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇