Geoid (E-Journal)
Not a member yet
    504 research outputs found

    Visualisasi Spasial dan Basis Data Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) (Studi Kasus : Desa Bener, Madiun)

    No full text
    Kabupaten Madiun merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang memiliki kepadatan dengan proporsi 673 penduduk per hektar. Salah satu desa yang ada di Kabupaten Madiun yaitu Desa Bener memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, yakni sebesar 1.376 jiwa per km2(1). Dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi ini diperlukan adanya kegiatan penarikan PBB secara lebih efisien. Namun dalam kegiatan penarikan PBB masih dilakukan secara manual oleh pihak Kantor Desa Bener(2). Oleh karena itu dibutuhkan suatu daya tampung dalam menghimpun basis data PBB yang sistematis sehingga dapat digunakan dalam penyelenggaraan komputerisasi untuk meningkatkan efektivitas. Sebagai peran yang perlu dilakukan untuk memaknai adanya fungsi pertanahan secara maksimal dari segi spasial, maka dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan visualisasi status atau kondisi PBB terkait dengan kewajiban para Wajib Pajak, terutama untuk memberikan informasi tentang pajak terhutang agar mempermudah dalam pengelolaan pemungutan PBB. Informasi ini diperlukan juga untuk mengetahui objek dengan nilai PBB tinggi harus didahulukan penagihannya.Madiun Regency is one of the districts in Indonesia with a population density with a population of 673 inhabitants per hectare. One of the villages in Madiun Regency is Bener Village with a high population density of 1,376 people per km2 (1). With a high enough population, a more efficient UN withdrawal activity is needed. However, PBB withdrawal activities are still carried out manually by the Bener Village Office (2). Therefore a capacity is needed in compiling a systematic PBB database so that it can be used in computerization to increase effectiveness. As a role that needs to be done to interpret the existence of a land function maximally from a spatial perspective, this study aims to visualize the status or condition of the PBB related to the obligations of taxpayers, especially to provide information about payable taxes to facilitate the management of PBB collection. The information needed to view objects with PBB value must take precedence for the billing

    ANALISIS POTENSI INDUSTRI UMKM BATIK DI SURABAYA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

    No full text
    Dibalik perlambatan pertumbuhan ekonomi global sektor UMKM memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional. Pada tahun 2016 kontribusi sektor UMKM mencapai 60,34% bagi produk domestik bruto (PDB) nasional. Batik sendiri merupakan warisan budaya nusantara yang sudah diakui oleh dunia melalui UNESCO yaitu sebagai karya agung warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity). Sehingga dalam rangka mendukung dan mengembangkan sektor UMKM batik di Surabaya dibutuhkan suatu sistem untuk memonitoring dan menganalisis potensi UMKM batik di Surabaya yaitu dengan dibangunnya sistem informasi geografis. Tujuan penelitian ini adalah membuat peta potensi UMKM batik kota Surabaya dan SIG potensi UMKM batik kota Surabaya, yang diperoleh menggunakan metode skoring berdasarkan parameter jarak terhadap akses transportasi, rentang harga, dan kelengkapan produk UMKM batik di Surabaya. Sebagai referensi dan rekomendasi bagi pihak-pihak terkait dalam mengembangkan potensi UMKM batik di Surabaya. Hasil analisa potensi UMKM batik di Surabaya diklasifikasikan menjadi 3 klasifikasi prioritas yaitu prioritas tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisa wilayah yang mempunyai UMKM batik dengan prioritas tinggi yaitu banyak terdapat di Surabaya Selatan yaitu pasar DTC, prioritas sedang banyak terdapat di Surabaya Pusat yaitu pasar Turi, pasar PGS dan Surabaya Utara yaitu pasar Atum, sedangkan prioritas rendah banyak terdapat di Surabaya Timur yaitu Pasar ITC

    VALIDASI REFLEKTAN PERMUKAAN HASIL DARI KOREKSI ATMOSFER METODE SEN2COR MENGGUNAKAN DATA IN SITU (STUDI KASUS: DANAU KASUMIGAURA, JEPANG)

    No full text
    Salah satu manfaat penginderaan jauh adalah pemantauan Suspended Solid (SS) sebagai parameter kualitas air. Nilai estimasi SS umumnya tergantung pada keakuratan koreksi atmosfer dan model yang menghubungkan antara reflektan dengan parameter kualitas air yang akan diekstrak. Organisasi ESA (European Space Agency) mengeluarkan metode koreksi atmosfer Sen2Cor untuk citra satelit Sentinel-2. Dalam penelitian ini dilakukan validasi reflektan permukaan hasil koreksi atmosfer Sen2Cor dan hasil estimasi SS menggunakan data in situ yang diambil di Danau Kasumigaura, Jepang yang digunakan diambil pada tanggal 27 Oktober 2016 dan 29 November 2016. Validasi menggunakan metode uji koefisien determinasi (R2), RMSE dan NMAE. Hasil dari validasi reflektan permukaan terhadap data in situ untuk uji R2, RMSE dan NMAE masing-masing sebesar 0,737; 0,004; dan 114,087%. Berdasarkan nilai tersebut, reflektan permukaan dianggap tidak akurat untuk digunakan dalam perhitungan ekstraksi parameter kualitas air, dikarenakan syarat nilai NMAE untuk melakukan ektraksi parameter kualitas air adalah <=30%. Sedangkan, validasi estimasi SS terhadap data in situ untuk uji R2, RMSE dan NMAE masing-masing menghasilkan nilai sebesar 0,153; 5,665; dan 24,965%. Meskipun nilai NMAE memenuhi syarat, namun untuk nilai R2 dan RMSE menghasilkan nilai yang tidak akurat. Maka, hal ini membuktikan bahwa akurasi nilai reflektan permukaan sangat mempengaruhi hasil estimasi SS

    PEMANTAUAN PERAIRAN TELUK LAMONG DENGAN PENGEMBANGAN ALGORITMA TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DARI DATA CITRA SATELIT MULTITEMPORAL DAN DATA INSITU

    No full text
    Perairan Teluk Lamong Surabaya termasuk perairan yang tercemar berat oleh limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian, dan limbah tambak. Pencemaran laut merupakan salah satu masalah yang mengancam bumi ini. Kondisi ini menyebabkan terganggunya kelangsungan hidup biota yang ada disekitarnya, seperti pada perikanan, ekosistem pesisir, dan laut (mangrove, padanglamun, terumbu karang) yang berdampak lebih luas terhadap penurunan pendapatan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada produktivitas hayati di wilayah pesisir dan pantai. TSS (Total Suspended Solid) merupakan salah satu parameter penentu kualitas air. Metode penginderaan jauh dengan citra satelit dapat menjadi solusi untuk melakukan penelitian TSS. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer berupa data insitu pada tanggal 27 Agustus 2017 dan data sekunder berupa citra satelit Landsat-8 tahun 2014, 2015, 2016, 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada pengolahan citra satelit Landsat 8 menggunakan 3 algoritma yaitu, algoritma Budiman, algoritma Parwati, algoritma Laili, kemudian dilihat korelasi linier antara data citra dan insitu menggunakan uji korelasi. Data hasil korelasi terbaik adalah algoritma Budiman dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,853 Hasil pengolahan data didapatkan nilai TSS bervariasi antara 1-472 mg/L. Status mutu air perairan Teluk Lamong Surabaya berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 115 tahun 2003 pada Pantai Timur Surabaya rata-rata berada pada nilai 0 <= indeks pencemaran <= 1 yang berarti memenuhi baku mutu (kondisi baik)

    PEMANFAATAN CITRA SATELIT QUICKBIRD UNTUK PEMETAAN POTENSI DAN KELAYAKAN TAMBANG BATUAN KAPUR (STUDI KASUS : KEC. SEMANDING, TUBAN)

    No full text
    Batu kapur merupakan salah satu barang tambang yang banyak terdapat di Indonesia. . Pegunungan kapur di Indonesia menyebar dari barat ke timur mulai dari pegunungan di Jawa Tengah hingga ke Jawa Timur, Madura, Sumatra dan Irian Jaya. Tuban berada dalam cekungan Jawa Timur bagian utara dan dimungkinkan sebagai wilayah potensial terdapatnya berbagai sumberdaya mineral, salah satunya adalah batuan gamping atau batuan kapur. Batu kapur di daerah Tuban tersebar di beberapa kecamatan, salah satunya yakni di kecamatan Semanding. Perlu dilakukan pemetaan potensi untuk mengetahui seberapa besar peluang untuk melakukan proses penambangan. Selain itu, perlu juga dilakukan nalisa mengenai kelayakan area untuk dilakukan penambangan. Hal ini perlu dilakukan karena berpengaruh terhadap nilai ekonomis penambangan. Proses pemetaan dilakukan dengan menggunakan data tutupan lahan kerapatan vegetasi dan geologi lapisan batuan di Kecamatan Semanding. Dari ketiga parameter dilakukan proses overlay dengan mempertimbangkan bobot setiap parameter. Berdasarkan hasil pengolahan, potensi kapur di kelaskan menjadi 5 kelas yakni potensi sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa di Kecamatan Semanding memiliki potensi tinggi, dengan besaran prosentase 41%. Pada pengolahan area layak tambang, didaptkan area seluas 5070.330 hektar potensi kapur layak tambang

    ANALISIS DEFORMASI GUNUNG BROMO AKIBAT AKTIVITAS ERUPSI PADA DESEMBER 2015 – FEBRUARI 2016 MENGGUNAKAN TEKNOLOGI DIFFERENTIAL INTERFEROMETRY SYNTHETIC APERTURE RADAR (DInSAR)

    No full text
    Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi yang paling aktif di Jawa Timur. Pada Desember 2015 – Januari 2016 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mendeteksi adanya peningkatan aktivitas di Gunung Bromo. Aktivitas vulkanik menyebabkan adanya perubahan (deformasi) di wilayah permukaan Gunung Bromo. Deformasi yang ada di permukaan Gunung Bromo dapat diukur dengan berbagai teknologi, salah satunya yaitu menggunakan teknologi Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR). Dalam penelitian ini pengukuran deformasi pada permukaan Gunung Bromo dilakukan pengolahan dengan teknologi DInSAR menggunakan metode two-pass dari lima buah citra satelit Sentinel-1A bulan November 2015, Desember 2015, Januari 2016, Februari 2016, dan Maret 2016 serta Digital Elevation Model Shuttle Radar Topography Mission 30 meter. Hasil menunjukkan bahwa metode two-pass teknologi DInSAR dapat merefleksikan peningkatan aktivitas di Gunung Bromo dimana mayoritas deformasi terjadi di kaldera Gunung Bromo. Dari metode ini, nilai Line Of Sight displacement yang dihasilkan menunjukkan bahwa terjadi puncak subsidence pada bulan Desember 2015 – Januari 2016 sebesar -20 mm s/d -60 mm hal ini mengindikasikan jika terjadi peningkatan aktivitas pada kawah Gunung Bromo pada rentang waktu tersebut. Sedangkan puncak uplift terjadi pada bulan Februari 2016 – Maret 2016 sebesar 0 mm s/d 40 mm hal ini mengindikasikan jika aktivitas pada kawah Gunung Bromo sudah mengalami penurunan

    EVALUASI PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN MENGGUNAKAN VEHICLES TRACKING ANALYSIS (STUDI KASUS: JALAN LINGKAR LUAR BARAT KOTA SURABAYA)

    No full text
    Jalan Lingkar Luar Barat Surabaya merupakan akses jalan baru yang bertujuan untuk mengurai kemacetan lalu lintas. Direncanakan Jalan Lingkar Luar Barat Kota Surabaya menghubungkan dari arah utara yaitu Jalan Tambak Osowilangon menuju ke arah selatan yaitu ke Jalan Lakarsanti Raya dengan melewati jalan Tol Surabaya-Gresik. Aspek geometrik merupakan salah satu bidang yang dikaji dalam tahap studi pra kelayakan, karena bentuk dan ukuran dari desain jalan raya harus secara rinci direncanakan sedimikian rupa sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal. Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota dalam hal ini digunakan pedoman perencanan jalan raya yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga yang menjadi landasan dalam merumuskan bentuk dan ukuran dari desain jalan raya. Isi pedoman tersebut yang lengkap serta didukung dengan kemajuan teknologi informasi, pedoman tersebut dapat dijadikan sebagai data pendukung dalam penentuan parameter evaluasi geometrik jalan berbasis pemodelan dan simulasi (modelling & simulation). Vehicles Tracking Analysis adalah metode evaluasi geometrik rencana jalan dalam bentuk 3D menggunakan perangkat lunak AutoCAD Civil 3D lisences student dan 3D Studio Max lisences student. Hasil kualitas pemodelan jalan setelah dilakukan uji korelasi sebesar 0,999 untuk bagian panjang busur lingkaran dan 0,999 untuk bagian posisi alinyemen horizontal. Kemudian setelah dilakukan simulasi uji geometrik menggunakan kendaraan rencana (kecil, sedang dan besar) diperoleh kesimpulan bahwa perencanaan geometrik jalan lingkar luar barat Surabaya telah memenuhi spesifikasi teknis. Beberapa faktor yang mendukung ketercapaian spesifikasi teknis dalam uji simulasi kendaraan rencana adalah radius alinyemen horizontal dan lebar lajur

    PENILAIAN ASET DESA BERUPA PROPERTI GUNA INVENTARISASI ASET DESA (STUDI KASUS: DESA CARANGREJO DAN DESA WATUDAKON, KECAMATAN KESAMBEN, KABUPATEN JOMBANG)

    No full text
    Kabupaten Jombang merupakan kabupaten yang mengalami perkembangan dari segi infrastruktur maupun ekonomi. Pemerintahan Kabupaten Jombang terdiri dari 301 desa, diantaranya Desa Carangrejo, Desa Watudakon dan lainnya. Setiap desa memiliki kekayaan aset desa yang harus dikelola berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri. Inventarisasi dan penilaian aset desa merupakan dalah satu kegiatan yang dilakukan dalam pengelolaan aset desa. Kegiatan inventarisasi aset desa secara spasial dilakukan dengan cara pengukuran aset desa. Pengukuran aset desa menggunakan alat Global Positioning System (GPS) Geodetik dengan metode Real-Time Kinematik (RTK) Penilaiain aset desa dilakukan dengan mengunakan metode pendekatan pasar dan meode pendekatan biaya. Hasil dari analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa, Penilaian aset desa memiliki nilai Nilai Indikasi Rata-Rata (NIR) tertinggi Rp 1.170.384 dan nilai terendah Rp 76.190. Jenis penggunaan lahan, aksesbilitas, menjadi beberapa faktor yang sangat berpengaruh dalam penilaian. Aset desa yang dikelola oleh desa berupa lahan tanah yang digunakan sebagai sawah, lapangan dan bangunan

    ANALISIS DAN OPTIMASI DESAIN JARING PENGAMATAN DEFORMASI DI KOTA SURABAYA

    No full text
    Berdasarkan Provinsi Jawa Timur Dalam Angka tahun 2017, jumlah penduduk di Kota Surabaya menduduki peringkat pertama di Provinsi Jawa Timur. Dengan jumlah penduduk yang besar, dibutuhkan pembangunan kota yang sesuai. Pembangunan ini akan memberikan beban secara fisik terhadap permukaan tanah sehingga menyebabkan deformasi. Adanya deformasi dapat diketahui dengan melakukan pengamatan selama dua atau lebih periode pada beberapa titik di wilayah tersebut. Perencanaan titik pengamatan deformasi harus dibuat sebaik mungkin agar parameter deformasi dapat dihitung secara akurat. Oleh karena itu, optimasi desain jaring pengamatan dibutuhkan. Kegiatan desain dan optimasi dapat diselesaikan melalui perhitungan matematis. Dengan dasar tersebut maka dalam penelitian ini, dilakukan optimasi desain jaring pengamatan deformasi di Kota Surabaya. Hal yang dioptimasi adalah presisi. Selain itu, faktor lain seperti reliabilitas dan biaya menjadi faktor yang harus dikontrol pada proses pembuatan jaring. Dari hasil optimasi jaring, didapatkan desain III sebagai desain yang optimal dibandingkan dengan desain lainnya. Desain III memiliki presisi maksimum pada titik BM16 sebesar 0.605 mm dan presisi maksimum pada titik BM02 sebesar 1.619 mm. Kekuatan geometri jaring desain III sebesar 0.145. Desain III mampu meminimalisir biaya sebesar 44% jika dibandingkan terhadap desain jaring dengan maksimum pengamatan

    ANALISIS NILAI TOTAL ELECTRON CONTENT (TEC) NEAR REAL TIME MENGGUNAKAN DATA GPS DUA FREKUENSI (STUDI KASUS: SURABAYA)

    No full text
    Ionosfer adalah bagian dari lapisan atmosfer yang terletak antara 50 sampai 1000 km diatas permukaan bumi yang terdiri dari elektron-elektron yang dapat mempengaruhi propagasi gelombang elektromagnetik berupa tambahan waktu tempuh dalam penjalaran sinyal, hal ini bergantung pada Total Electron Content (TEC) di ionosfer dan frekuensi sinyal GPS. Dalam penentuan posisi presisi tinggi dengan GPS, pengaruh ionosfer harus diestimasi sehingga koreksi ionosfer dapat ditentukan untuk mengeliminasi pengaruh ionosfer pada pengamatan GPS. Penentuan koreksi ionosfer maka dapat dilakukan dengan perhitungan nilai TEC menggunakan data GPS dual frekuensi dari stasiun referensi atau model. Dalam pembuatan model TEC secara spasial digunakan fungsi polinomial untuk jam tertentu. Hasil pengolahan menunjukkan nilai TEC maksimum terjadi pada siang hari jam 14.00 WIB untuk tanggal 13 Februari 2018 dengan nilai 35,510 TECU dan nilai TEC minimum terjadi pada pagi hari jam 05.00 WIB untuk tanggal 7 Februari 2018 dengan nilai 2,138 TECU. Model TEC secara spasial menunjukkan warna merah pada daerah Surabaya dan sekitarnya untuk nilai TEC tertinggi pada saat siang hari berkisar jam 13.00 WIB hingga 16.00 WIB

    41

    full texts

    504

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Geoid (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇