390 research outputs found

    Religious Plurality and Diversity in Australia and Its Common Issues

    No full text
    Tulisan ini membahas evolusi profil agama di Australia yang terutama dipengaruhi oleh sejarah migrasi. Sebagian besar kelompok agama non-Aborigin hadir di Australia melalui migrasi, baik melalui orang yang bermigrasi maupun melalui sistem kepercayaan yang disebarkan oleh guru, publikasi, atau misionaris. Beragam bentuk agama seperti Kristen, Islam, Buddha, dan Hindu ada di Australia karena umat dari tradisi ini bermigrasi dan mendirikan organisasi keagamaan. Beberapa kelompok agama, seperti Salvation Army, Zen Buddhism, Mormon, dan Pentakosta, menemukan pengikut melalui konversi di Australia. Seiring dengan migrasi, keragaman agama di Australia telah meningkat, terutama setelah kebijakan White Australia mulai ditinggalkan. Kebijakan ini sebelumnya mempertahankan dominasi agama Kristen. Namun, sejak tahun 1947, imigrasi dari berbagai belahan dunia membawa pengaruh besar pada keragaman agama di Australia. Kini, Australia menjadi negara dengan pluralitas agama yang meliputi berbagai tradisi agama, baik Kristen maupun non-Kristen. Selain itu, pluralitas juga muncul dalam kelompok Kristen itu sendiri, mencerminkan kedatangan beragam cara beragama dari luar negeri. Pergeseran ini terlihat dalam perubahan arsitektur kota, dengan berdirinya masjid, kuil Buddha, dan tempat ibadah Hindu, serta transformasi gereja tradisional menjadi tempat ibadah bagi kelompok agama lain

    The Concept of Miracle in the Qur\u27an Form Mohammed Arkoun\u27s Point of View

    No full text
    Artikel ini mengkaji konsep i’jaz al-Qur’an, atau mukjizat Al-Qur’an, yang telah menjadi topik diskusi di kalangan pemikir Muslim selama berabad-abad. Al-Qur’an menantang manusia dan jin untuk menghasilkan teks yang setara dengannya, tantangan yang belum pernah berhasil dijawab (QS. [17]: 88). Konsep ini dikenal sebagai tahaddi dan merupakan aspek utama dari keunikan serta ketidakmampuan untuk meniru Al-Qur’an. Berbagai ulama Muslim, seperti al-Nazzam, al-Jahiz, al-Rummani, hingga al-Zamakhshari, telah menyumbangkan teori-teori yang beragam mengenai i’jaz, termasuk teori Sarfa dan nazm. Dalam pandangan modern, Mustafa Sadiq al-Rafi’i dan Sayyid Qutb menekankan ketidakmampuan manusia untuk meniru Al-Qur’an, sementara Bint al-Shati melihat Al-Qur’an sebagai karya yang tidak bisa diklasifikasikan sebagai prosa atau puisi. Di era kontemporer, meskipun tafsir Al-Qur’an sebagian besar masih tradisional, pemikir seperti Fazlur Rahman dan Mohammed Arkoun terus berkontribusi pada diskusi mengenai i’jaz. Kesimpulannya, i’jaz tetap menjadi topik penting dalam kajian Al-Qur’an, yang mencakup aspek teologis, estetis, dan linguistik

    Contained-Opposition, Opposition Movements in Indonesia: A Case Study of ICMI

    No full text
    Artikel ini membahas Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dalam konteks politik dan sosial Indonesia, terutama setelah era Soeharto dan terpilihnya Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai presiden. Didirikan pada era Orde Baru dengan Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai ketua pertama, ICMI menarik perhatian publik sebagai gerakan sosial-religius yang berperan dalam menjembatani kesenjangan antara umat Muslim dan penguasa. Namun, ICMI juga dikritik karena dianggap sebagai alat pemerintah untuk mempertahankan kekuasaan. Artikel ini mengeksplorasi peran ICMI sebagai oposisi loyal, organisasi yang mendukung rezim namun diharapkan dapat menjadi kelompok penekan. Selain itu, artikel ini membahas ideologi, orientasi politik, dan posisi ICMI sebagai jaringan berbagai kelompok kepentingan, termasuk ketegangan internal di antara anggotanya yang berasal dari latar belakang disiplin ilmu dan aliran Islam yang berbeda. Artikel ini juga menyoroti bagaimana ICMI mencerminkan dinamika sosial dan politik Indonesia yang kompleks, di mana gerakan sosial dan agama tidak selalu sesuai dengan teori-teori Barat tentang organisasi gerakan sosial

    A Textual Analysis of the Use of Sunna in Malik\u27s Legal Doctrine

    No full text
    This paper explores Malik\u27s use of the sunna as a crucial source in his legal doctrine, highlighting its significance in the development of Islamic jurisprudence. While Malik\u27s legal thought draws from various sources, including the Qur\u27an and customary law, the focus of this study is on his methodology in applying the sunna. Recognized for his early contributions to Islamic legal theory, Malik\u27s work, particularly his Muwatta\u27, is frequently cited, underscoring the impact of the sunna in his legal opinions. The paper will examine Malik\u27s references to the sunna, assess its role in his legal reasoning, and consider how the concept of sunna was understood before and during his lifetime

    Awal Penafsiran Al-Qur\u27an dan Literatur Tafsir di Abad Pertama Hijriah

    No full text
    Tulisan ini membahas pandangan para sarjana Barat mengenai kegiatan penafsiran dan keberadaan literatur tafsir pada abad pertama hijriah, baik yang mendukung maupun yang menolak pandangan tradisional. Artikel ini bertujuan untuk merangkum berbagai perspektif sarjana Barat terkait topik tersebut dan juga akan menyoroti studi kasus terhadap Tafsir Ibn ‘Abbas serta karya-karya lainnya

    The Concept of Mahdī in Shī\u27ī Theology

    No full text
    The Shī’ī eschatological doctrine encompasses the belief in the Imām Mahdī, or the Hidden Imām, who will reemerge at the end of time as a savior. This savior is anticipated to establish socio-political justice and equity, leading to a peaceful life grounded in Islamic teachings. In essence, the Imām Mahdī is believed to bring about an ideal religious society

    Perkembangan Pemikiran Islam Kontemporer

    No full text
    The study of contemporary Islamic thought explores the dynamic and evolving nature of Islamic intellectualism in the modern world. This field examines how Muslim scholars and thinkers address current issues, reinterpret classical texts, and interact with global trends and ideologies. Key areas of focus include the engagement with modern science and technology, the challenges of globalization, the pursuit of social justice, and the reinterpretation of Sharia in contemporary contexts. By analyzing the contributions of various contemporary Muslim thinkers, this study aims to understand the ongoing development and transformation of Islamic thought and its implications for the Muslim world and beyond

    Eskatologi: Perspektif Agama dan Filsafat

    No full text
    This passage presents arguments for the existence of an afterlife grounded in rational reasoning and supported by sacred scriptures, aiming to strengthen the faith of religious believers. However, it acknowledges that these arguments may not satisfy adherents of agnosticism and atheism, who often counter them with various reasons. Nevertheless, for the consideration of atheists, the hypothetical scenario is proposed: if there were no Day of Judgment, both religious adherents and atheists would be equally safe, with no loss on either side. Conversely, if the Day of Judgment does indeed occur, believers would be saved while atheists would not, altering the outcome significantly in favor of theism

    Kangen-kangenan Seperempat Abad: Reuni Ushuluddin IAIN Jakarta

    No full text
    Acara reuni ini bukan hanya sekedar acara dadakan. Beberapa hal melatarbelakangi acara tersebut. Di antaranya, keinginan banyak alumni Ushuluddin untuk menengok kembali “kampus tercinta”nya dan bertemu teman lama. Juga keinginan berkumpul bersama dan mencari kemungkinan format kerja-sama sesama alumni karena, paling tidak, katanya, di antara sekian banyak alumni banyak yang boleh dibilang telah “menjadi” dan sukses. “Katanya si anu sudah menjadi anu, ya?” atau “Si anu kan sekarang udah laen, sekarang jadi anu dia...” adalah sedikit percakapan yang biasanya dilontarkan sesama teman seangkatan dan sejawatnya ketika pertama kali mereka bertemu lagi. Untuk itu, perlu diadakan sebuah acara reuni untuk mengakomodir keinginan-keinginan seperti itu. Jadi, orang bukan hanya datang ke kantor Fakultas untuk sekedar semisal melegalisir ijazah dan transkrip nilai.

    Tahrif in the Scripture: A Study of Ahmad Khan\u27s Tabyin al-Kalam

    No full text
    The present paper is a study of Tabyin al-Kalām, especially in relation to the notion of taḥrīf. Some scholars, like Bruce B. Lawrence, believe that Ahmad Khar’s thought was not original, and depended heavily on al-Tafsīr al-Kabir of Fakhr al-Dīn al-Rāzī (d. 1209). In order to assess this assumption, the paper will also compare Tabyin al-Kalām with al-Tafsīr al-Kabir

    0

    full texts

    390

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Refleksi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇