Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Not a member yet
    235 research outputs found

    Pertumbuhan, Hasil dan Serapan Fosfor (32P) Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt) akibat Pemberian Biochar dan SP-36

    Full text link
    Penelitian pengaruh biochar yang dikombinasikan dengan pupuk kimia fosfor (P) terhadap produksi dan serapan hara tanaman perlu dieksplorasi lebih lanjut, terutama pada tanah tropis. Unsur hara P merupakan salah satu faktor pembatas utama produksi tanaman di daerah tropis. Jumlah P yang tersedia jarang melebihi 0,01% dari total P tanah karena sebagian besar P berada dalam bentuk yang tidak tersedia bagi tanaman. Pemberian pupuk P menjadi tidak efisien karena dalam tanah sebagian besar P teradsorbsi dan terpresipitasi sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar yang dikombinasikan dengan SP-36 (superfosfat) terhadap pertumbuhan, produksi dan serapan P tanaman jagung manis di tanah latosol Pasar Jumat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk SP-36 yang terdiri dari 4 taraf perlakuan: 0 ppm, 42 ppm P, 46 ppm P, dan 53 ppm P dengan faktor kedua adalah dosis biochar yang terdiri dari 3 taraf perlakuan: tanpa biochar 37,5 g/pot, dan 75 g/pot. Teknik isotop 32P digunakan untuk merunut P yang diserap oleh tanaman. Hasil penelitian menggunakan teknik isotop 32P menunjukkan bahwa pemberian pupuk SP-36 disertai pemberian biochar meningkatkan penyerapan P berasal dari pupuk SP-36 (%P-bdp) sebesar 6,7% - 8,8% dibanding tanpa pemberian biochar, tetapi tidak signifikan (P>0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian biochar dengan dosis 37,5 – 75 g/pot (ekuivalen dengan 2 - 4 ton/ha) menyebabkan penyerapan pupuk SP-36 oleh tanaman lebih besar. Namun, hal tersebut tidak menyebabkan pertumbuhan, hasil dan serapan P total tanaman meningkat secara signifikan. Pemberian pupuk SP-36 dengan dosis 43 - 53 ppm P (ekuivalen dengan 200 - 250 kg SP-36/ha) secara mandiri menyebabkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan bobot kering tanaman meningkat secara signifikan bila dibandingkan tanpa pemupukan SP-36. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar P yang diserap tanaman adalah berasal dari tanah, yaitu sebesar 188,4 - 199,4 mg/tanaman. P berasal dari pupuk yang diserap tanaman adalah sebesar 16,3 - 20,5 mg/tanaman

    Fan Beam Tomography Technique for Scale Thickness Measurement in Geothermal Pipeline West Java Area

    Full text link
    In the industrial field, tomography technique has been developed for inspection or maintenance by obtaining cross-sectional images of an object. Tomography application in geothermal power plant assist online inspection without interrupting operation process. Identification of scale materials in online condition is required to observe steam pipe productivity. A fan beam computed tomography system using gamma-ray transmission has been developed in laboratory experiment and field work. The aim of this study is to identify scale materials and its’ parameters, for instance geometry, density, and concentration of elements. The system feature is an arc up to 100°, vertex distance of 413.5 mm, fan rotation increment of 2.813°, and fan sensor spacing of 0.781°. This auto control system is used to scan geothermal pipe with outer diameter (OD) of 220 mm and thickness of 8.18 mm. Gamma radiation source which used is Scandium-46 (Sc-46) with activity 15 mCi. In this paper, experiment data are compared with Monte Carlo simulation method to strengthen interpretation. The results showed that image reconstruction successfully identify geometry and distribution scale materials inside the pipe which is the thickest located in d position 62 mm. Element analysis tested using neutron activation analysis (NAA) method contain some elements, with confidence level 95%

    Studi Intrusi Air Laut di Tegal - Jawa Tengah Menggunakan Isotop Stabil Oksigen-18 (18O) dan Deuterium (2H)

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian intrusi air laut di kota Tegal-Jawa Tengah menggunakan metode isotop stabil oksigen-18 dan deuterium. Studi dilakukan dengan mengambil contoh air tanah dari sumur bor dengan kedalaman antara 1 m sampai dengan 60 m di beberapa wilayah kecamatan di sekitar Kota Tegal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemungkinan telah terjadinya intrusi dan kualitas air tanah di kota Tegal berdasarkan analisis kelimpahan relatif isotop oksigen-18 dan deuterium dalam air dan parameter lain yang dapat menjadi data dukungnya yaitu kadar klorida, dan pH. Berdasarkan hasil analisis telah terindikasi adanya intrusi air laut pada beberapa lokasi antara lain di titik sampling T1 jalan sangir kelurahan Mintragen kecamatan Tegal Timur yang berjarak ±420m dari garis pantai, kemudian  di titik T2 yaitu di kantor PLN UPJ Tegal di kelurahan Mintragen, kecamatan Tegal Timur yang berjarak ±545 dari garis pantai dan di lokasi T3 di jalan Karimun Jawa 2, kelurahan Mintragen kecamatan Tegal Timur yang berjarak ±685m dari garis pantai, sedangkan pada jarak yang lebih dari 700 m tidak terindikasi adanya intrusi

    Keragaan Malai Mutan Padi Generasi M1 Hasil Iradiasi Gamma

    Full text link
    Pemanfaatan iptek nuklir dalam pemuliaan tanaman di Indonesia telah banyak dirasakan dengan telah dihasilkan beberapa varietas padi dalam kurun waktu empat dekade terakhir. Perubahan keragaan tanaman padi pada generasi awal merupakan akibat dari pengaruh radiasi yang bersifat acak terhadap genetik tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari keragaan karakter agronomi, khususnya morfologi malai mutan padi pada generasi M1 hasil mutasi induksi pada dosis optimum 200 dan 300 Gy. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 3 ulangan, mengunakan jarak tanam 20 cm x 20 cm dengan satu bibit per lubang. Dosis radiasi yang digunakan yaitu 0, 200, dan 300 Gy, menggunakan dua varietas padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter malai seperti jumlah malai, jumlah cabang primer, jumlah cabang sekunder, dan jumlah gabah isi mengalami penurunan seiring meningkatnya dosis iradiasi hingga 300 Gy. Hal ini berbanding terbalik dengan karakter jumlah gabah hampa yang semakin meningkat sebagai respon terhadap dosis iradiasi, sedangkan karakter panjang malai tidak mengalami perubahan berarti akibat perlakukan iradiasi gamma pada generasi M1

    Peningkatan Kualitas Batik Eco-Fashion dengan Pewarna Alami Jalawe (Terminalia bellirica) menggunakan Iradiasi Berkas Elektron

    Full text link
    Istilah eco-fashion atau sustainable fashion merupakan bagian dari filosofi desain tekstil yang berkembang dengan tujuan menciptakan sistem yang mampu mengurangi dampak negatif kegiatan manusia terhadap lingkungan. Dalam penerapan prinsip eco-fashion industri batik harus mengarah pada penerapan prinsip industri hijau dalam proses produksinya. Penggunaan zat warna alami pada industri batik telah banyak dilakukan untuk mengurangi penggunaan zat warna sintetis yang memiliki efek negatif pada lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit kayu jalawe (Terminalia bellirica) sebagai zat warna alam (ZWA) pada kain batik dengan menggunakan iradiasi berkas elektron. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan radiasi pada kain batik menggunakan energi berkas elektron melalui empat variasi waktu iradiasi yang berbeda yaitu 15 detik, 30 detik, 45 detik dan 60 detik dalam proses mordanting pada kain batik untuk dibandingkan dengan menggunakan bahan kimia seperti tawas (Al2(SO4)3), kapur (CaO), dan tunjung (FeSO4). Selanjutnya kain batik yang telah diiradiasi, dilakukan pengujian ketuaan warna dan ketahanan luntur warna untuk mengetahui kualitas kain batik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa iradiasi berkas elektron dapat mempengaruhi ketuaan warna kain batik dan peningkatan kualitas kain batik. Semakin besar dosis iradiasi berkas elektron maka nilai ketahanan luntur kain semakin tinggi, nilai tersebut optimum dicapai pada besaran dosis iradiasi selama 45 detik

    Experimental Study of Concrete Composites of Fly Ash and Ferronickel Slag for Gamma-Ray Shielding

    Full text link
    This study aim is to determine the effect of partial replacement of cement by high percentages of fly ash and ferronickel slag as gamma radiation shielding properties of concrete. The percentages of replacement were 30% for fly ash and 10%, 20%, and 30% for ferronickel slag by weight of fine aggregate. Several physical parameters (linear attenuation coefficients, mass attenuation coefficients, half value layer, tenth value layer, mean free path, effective atomic number, and effective electron density) of concretes were measured using 600cc Thin Window Ionization Chamber. A broad beam transmission geometry method with 137Cs source was used for the radiation intensity measurements. The elemental compositions of the concretes were analyzed by using an energy dispersive X-ray Fluorescence Spectrometer (EDXRF). In this experiment, the concrete composite sample with composition of 0% fly ash and 30% ferronickel slag shows the most effective result in absorbing low energy gamma rays, therefore it has the potential as a candidate for gamma radiation shielding

    Logam Berat dalam Lingkaran Tahun Kerangka Kapur Karang Platygyra sp. Pulau Pari, Kepulauan Seribu: Perbandingan Sekarang dan Zaman Pertengahan Holosen

    Full text link
    Terumbu karang dapat berfungsi sebagai perekam perubahan lingkungan daerah pesisir yang tersimpan dalam kerangka karangnya. Pada penelitian ini digunakan terumbu karang jenis Platygyra sp. untuk kajian perubahan lingkungan daerah pesisir Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Terumbu karang hidup (karang modern) diambil dari lokasi penelitian dan dipotong menjadi bentuk lempeng dengan ketebalan 1 cm, dicuci dengan akuabides dan dikeringkan dalam oven. Selanjutnya digunakan radiografi sinar-X untuk menentukan umur karang melalui lingkaran tahun dan arah pertumbuhan. Sub sampel diambil menggunakan alat bor tangan dari setiap lingkaran tahun dan dianalisis kandungan logam berat Ca, Sr, Cr, Cu, Pb dan Zn dengan alat Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectrometer (ICP-OES). Sebagai pembanding dan database kandungan logam berat, dilakukan analisis fosil karang dengan spesies yang sama dari Kepulauan Seribu. Pada sampel fosil terlebih dahulu dilakukan analisis umur dengan radio-karbon 14C dan kandungan aragonit dengan Difraksi sinar-X (XRD). Berdasarkan radiografi sinar-X diperoleh umur karang modern adalah 12 tahun dan berdasarkan 14C diperoleh umur fosil karang adalah 3255 tahun BP (mid-holocene). Analisis XRD menunjukkan bahwa fosil karang mengandung 100% aragonit. Rata-rata konsentrasi logam berat unsur utama karang Sr dan Ca tidak menunjukkan perubahan antara zaman pertengahan holosen dan kondisi saat ini dengan perbedaan di bawah 1 %.  Logam lainnya (Cr, Cu, Pb, dan Zn) yang merupakan antropogenik mengalami peningkatan pada saat sekarang dibanding dengan zaman pertengahan holosen dengan persentase yang bervariasi yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas manusia dan industri

    Uji Kemampuan Mikoriza dalam Meningkatkan Serapan P, Efisiensi Pupuk dan Hasil Tanaman Sorgum pada Tanah Latosol Menggunakan Teknik Isotop 32P

    Full text link
    Mikoriza berfungsi untuk menghasilkan enzim fosfatase dan mampu melepaskan fosfat dari Fe2+, Al3+ dan Ca2+ sehingga fosfat dapat diserap oleh tanaman. Berbagai jenis pupuk sumber P memiliki kandungan P2O5 yang berbeda-beda dan karakteristik ketersediaan P yang berbeda. Untuk mengetahui kemampuan fungi mikoriza melarutkan P dari berbagai sumber P pada jenis tanah latosol pada lokasi yang berbeda maka dilakukan penelitian dengan menggunakan sumber fosfat guano, fosfat alam (FA) Maroko, FA Blora dan pupuk SP-36 pada tanah latosol asal Pasar Jumat dan Cikabayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mikoriza dalam meningkatkan penyerapan P, pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum serta mengetahui efisiensi pupuk P, sumbangan P berasal dari aktivitas mikoriza, pupuk (fosfat alam dan SP 36) pada tanaman sorgum dengan menggunakan teknik isotop 32P. Teknik isotop 32P digunakan untuk merinci kontribusi P berasal dari aktivitas mikoriza, fosfat alam dan SP-36, serta mempelajari pengaruhnya terhadap efisiensi pemupukan P pada tanaman sorgum. Parameter yang diamati adalah hasil tanaman sorgum dan kontribusi P berasal dari aktivitas mikoriza dan berasal dari berbagai sumber P. Hasil  penelitian pada tanah latosol Pasar Jumat menunjukkan bahwa inokulasi mikoriza terhadap FA Maroko memberikan hasil  tertinggi sebesar 22,53 g per tanaman; kontribusi P berasal dari aktivitas mikoriza atau sumber P (P-bdp) sebesar 24,71 mg per tanaman; dan efisiensi pemupukan P sebesar 16,32% pada tanaman sorgum berumur 145 hari setelah tanam (HST). Hasil pada tanah latosol Cikabayan menunjukkan bahwa inokulasi mikoriza terhadap FA Blora pada sorgum umur 63 HST memberikan hasil tertinggi pada bobot kering brangkasan (6,18 g  per tanaman), kontribusi P berasal dari aktivitas mikoriza atau sumber P (P-bdp) sebesar 36,77 mg per tanaman, dan efisiensi pemupukan P sebesar 34,20%. Kombinasi mikoriza dengan fosfat alam dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi pemupukan P dan produksi tanaman sorgum

    Radon (222Rn) Radioactivity Level at the BATAN Workplace using RAD7

    Full text link
    Measurement of Radon (222Rn) radioactivity level at BATAN office Jakarta has been done. Radon is a radioactive emitting alpha particle, very dangerous to the health because if it is inhaled, will be accumulated in the lungs and cause lung cancer. The purpose of the research was to determine the activity concentration of 222Rn in the workplace and to estimate the dose received by workers. The sampling method is purposive sampling, in several office rooms of the BATAN office (staff room, laboratory, and warehouse), measurement 222Rn using RAD7 continuously for 24 hours. Based on the activity concentration of 222Rn in the rooms, an estimate of the effective dose received by the workers while working indoors can be calculated. The results showed that exposure of 222Rn gas radiation in the workplace was relatively varied, radiation exposure in warehouses was 18.90-32.90 (25.90) Bq.m-3 higher than in laboratory 8.20-34.00 (22.43) Bq.m-3 and staff room 5.40-29.60 (16.68) Bq.m-3. The estimated effective dose received by workers in the warehouse is 0.1865 mSv.year-1, laboratory 0.1615 mSv.year-1, and in the staff rooms 0.1267 mSv.year-1, and this value still meets the quality standards of radiation exposure required by the Ministry of Health No. 7 of 2019 and is categorized as safe

    Analisis Produksi Plutonium-239 pada HTR-10 Menggunakan Program MCNPX

    Full text link
    Sebagai reaktor termal berdaya 10 MWt, HTR-10 dapat mengakomodasi berbagai macam campuran bahan fisile dan fertile. Kemampuan akomodasi tersebut sangat bermanfaat dalam menutup siklus bahan bakar nuklir dan menstabilkan keberadaan Plutonium-239 yang masih dapat digunakan dalam daur ulang bahan bakar. Plutonium-239 (Pu-239) merupakan salah satu nuklida hasil proses fisi yang dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar reaktor. Pada HTR-10, densitas Pu-239 yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh ukuran kernel dan pengayaan bahan bakar yang digunakan. Analisis produksi Pu-239 pada penelitian ini dilakukan terhadap hasil pemodelan dengan menggunakan program MCNPX (Monte Carlo N-Particle Extended). Parameter model yang digunakan adalah variasi radius kernel 250-300 μm dan variasi pengayaan bahan bakar 12-15%. Simulasi MCPNX menghasilkan perubahan masa bahan bakar dan produksi unsur aktinida hasil reaksi fisi selama pengoperasian reaktor satu tahun. Berdasarkan perhitungan menggunakan program MCNPX, didapat hasil bahwa produksi Pu-239 paling optimal adalah pada pengayaan bahan bakar 11% pada radius kernel 300 μm. Dengan memperbesar pengayaan U-235 menyebabkan penurunan konsentrasi U-238. Karena Pu-239 dihasilkan dari U-238, maka produksi Pu-239 adalah Pu-239 yang mempunyai densitas rendah

    224

    full texts

    235

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇