Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Not a member yet
235 research outputs found
Sort by
TEKNIK PRODUKSI GAS IN-VITRO UNTUK EVALUASI PAKAN TERNAK :VOLUME PRODUKSI GAS DAN KECERNAAN BAHAN PAKAN
In-vitro teknik produksi gas dapat digunakan untuk prediksi kualitas pakan. Pengaruh penambahan molase sebagai sumber karbohidrat mudah terdegradasi pada pakan sumber protein silase red clover dipelajari dengan menggunakan teknik ini. Dari data yang diperoleh menunjukkan terdapat korelasi positif antara total produksi gas dengan nilai kecernaan pakan (r = 0,96). Korelasi positif antara total produksi gas dengan produksi biomasa mikroba (r = 0,96). Penambahan molase sangat nyata meningkatkan nilai kecernaan bahan kering (P<0,01) meningkatkan bahan kering terdegradasi (P<0,01) dan produksi biomasa mikroba (P<0,01), serta meningkatkan efisiensi nitrogen pakan dalam pembentukan biomasa mikroba (P<0,01) seiring dengan peningkatan jumlah suplementasi. Penambahan 0,3 g molase menunjukan hasil yang tertinggi sementara penambahan 0,15 dan 0,225 molase memberikan hasil yang lebih bail dibanding penambahan 0,0625 molase dan red clover tanpa supelementasi. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa in-vitro teknik produksi gas dapat digunakan untuk evaluasi dan pemilihan bahan pakan untuk ternak.
 
Studi Kandungan Logam Berat dengan Analisis Aktivasi Neutron dan Mikroba Patogen pada Jeroan Serta Daging Sapi
Penduduk Indonesia setiap tahun jumlahnya meningkat sehingga kebutuhan akan pangan meningkat terutama tersedianya makanan bergizi seperti daging. Daging merupakan salah satu makanan yang mengandung kecukupan unsur protein, akan tetapi tidak tertutup kemungkinan mengandung logam berat dan tercemar bakteri yang telah melebihi ambang batas SNI. Di samping itu jeroan juga sangat digemari walaupun menjadi tempat terakumulasinya logam berat. Tujuan penelitian ini mempelajari kandungan logam berat dan cemaran bakteri pada jeroan sapi dari beberapa tempat Rumah Pemotongan Hewan. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai kandungan logam berat seperti As, Cd dan Hg serta mikroba pada jeroan dan daging sapi. Jeroan yang digunakan adalah paru, babat, usus dan hati sapi sedang untuk daging yang diteliti adalah veal dan tenderloin. Analisa logam berat dilakukan dengan menggunakan Analisa Aktivasi Neutron, sedang untuk analisa jumlah mikroba seperti jumlah bakteri aerob, Koliform, Escherichia coli dan Staphylococcus sp serta Salmonella menggunakan Angka Lempeng Total. Hasil penelitian menunjukkan kandungan As pada paru dan babat serta kandungan Hg pada jeroan yang diteliti telah melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh SNI masing-masing sebesar 1,0 dan 0,03 ppm. Sedangkan pada daging tidak terdeteksi adanya kandungan logam berat. Kandungan mikroba dalam jeroan sapi telah melebihi maksimum batas yang telah ditetapkan yaitu sebesar 1,0 x 106 cfu/g. Tidak ditemukan Salmonella pada semua sampel jeroan dan daging yang diteliti. Teknik nuklir sangat membantu analisis kandungan logam berat dalam jeroan maupun daging sapi. Kebersihan tempat pemotongan hewan sangat menentukan kualitas jeroan maupun daging yang akan dikirim
Photocatalytic Degradation of Dissolved Organic Matter in the Ground Water Employing TiO2 Film Supported on Stainless Steel Plate
The Taman Palem Residences,Cengkareng, Indonesia has a groundwater problem as a main sources of drinking water in thearea due to yellowish brown colour of the water, that may come from dissolved organicmatter (DOM), humic substances. Photocatalytic degradation using TiO2 coated on a stainlesssteel plate (8 x 8 cm) to degrade the dissolved organic matter was studied.Groundwatersamples were collected at 150 m deep from Taman Palem Residences. The TiO2 catalyst wasmade from deep coating in a sol-gel system of titanium (IV) diisopropoxidebisacetylacetonate(TAA) precursor and immobilized at stainless steel plate (8 x 8 cm), followed by calcination at525oC. Two catalyst sheets were put in batch reactor containing groundwater. The groundwater containing DOM were irradiated by UV black light at varying initial pH values i.e 5, 7and 9. Sampling of solution was taken at the interval time of 0, 1, 2, 4, and 6 hours. DOMresidu in water before and after irradiation were measured by spectrophotometer UV-Vis at300 nm. Photocatalytic degradation of DOM was greater in acid solution than in basicsolution. The determination of intermediate degradation products by HPLC revealed thatoxalic acid was detected consistently.
 
Profil Kit-Kering Radiofarmaka Siprofloksasin Wadah Tunggal
Teknesium-99m siprofloksasin (99mTc-siprofloksasin) merupakan radiofarmaka yang digunakan dalam bidang kedokteran nuklir untuk diagnosis infeksi dengan metode pencitraan. Radiofarmaka ini tersedia dalam bentuk kit-kering yang dikemas dalam 1 vial dan penyiapannya dilakukan dengan menambahkan radionuklida 99mTc ke dalam kit-kering tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kit-kering radiofarmaka siprofloksasin wadah tunggal. Telah dilakukan pembuatan kit-kering radiofarmaka siprofloksasin dalam wadah tunggal dengan metode liofilisasi. Pengujian kemurnian radiokimia 99mTc-siprofloksasin dilakukan menggunakan 2 macam sistem kromatografi, yaitu kromatografi kertas Whatman I/metil etil keton dan instant KLT-silika gel dengan fase gerak campuran etanol - air - amonia (2:5:1). Penentuan stabilitas 99mTc-siprofloksasin, stabilitas dalam plasma secara in-vitro dan stabilitas kit-kering siprofloksasin dilakukan dengan melihat kemurnian radiokimianya. Selain itu dilakukan juga pengujian pengaruh besarnya volume larutan Na99mTcO4 terhadap kemurnian radiokimia 99mTc-siprofloksasin serta sterilitas kit-kering. Dari hasil proses liofilisasi diperoleh kit-kering siprofloksasin wadah tunggal yang steril dan vakum. Hasil percobaan menunjukkan bahwa 99mTc-siprofloksasin mempunyai kemurnian radiokimia 92,07 ± 1,39% yang stabil selama 30 menit baik pada suhu kamar (26 ± 1 oC) maupun pada suhu 4 ± 1 oC. Uji stabilitas 99mTc-siprofloksasin dalam plasma in-vitro menunjukkan bahwa kemurnian radiokimia lebih besar dari 90% bertahan hingga 5 jam penyimpanan dimana penggunaan larutan Na99mTcO4 dengan volume lebih besar dari 1,6 mL memberikan kemurnian radiokimia lebih kecil dari 90%. Uji stabilitas kit-kering siprofloksasin terhadap waktu penyimpanan menunjukkan bahwa setelah disimpan selama 7 minggu pada suhu 4 oC, kit tersebut masih stabil dengan tingkat kemurnian radiokimia di atas 90 %.
 
STUDI TERHADAP FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KANDUNGAN ISOTOP OKSIGEN-18 DARI SENYAWA SULFAT TERLARUT DALAM AIR TANAH DANGKAL DI DAERAH KARAWANG
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kandungan isotop oksigen-18 dalam senyawa sulfat terlarut. Nilai δ 18O adalah kelimpahan relatif O-18 terhadap O-16 dalam gas CO2. Gas CO2 diperoleh dari hasil kesetimbangan contoh air dengan gas CO2 murni dan dari hasil reduksi contoh sulfat dengan grafit. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai δ 18O (H2O) adalah —3,21 0/00 hingga —6,25 0/00 sedangkan nilai δ 18O (SO4 2-) adalah 9,64 0/00 hingga 20,72 0/00. Variasi yang lebar pada nilai δ 18O (SO4 2-) menunjukkan sumber sulfat yang tidak homogen pada air tanah tetapi sebagian besar sulfat air tanah berasal dari pelarutan batuan evaporit laut. Pada titik air sungai Citarum dan air tanah di lokasi Johar menunjukkan penurunan nilai δ 18O (SO42-). Hal ini mungkin ada kaitannya dengan adanya pasar tradisional di lokasi tersebut. Penurunan nilai ini kemungkinan disebabkan oleh peningkatan proses reduksi sulfat oleh pertumbuhan bakteri anaerobik pada tumpukan sampah organik. Dengan pengeplotan antara nilai δ 18O (SO4 2-) dan δ 18O (H2O) maka diketahui bahwa sumbangan oksigen dari H2O dalam pembentukan senyawa sulfat adalah kurang dari 25%. Hal ini menunjukkan air tanah dangkal di daerah Karawang berada dalam suatu zona tak jenuh dan kondisi yang biotik.
 
POTENSI HIDROGEL POLIVINIL PIROLIDON (PVP)-PATI HASIL IRADIASI GAMMA SEBAGAI PLESTER PENURUN DEMAM
Telah dilakukan penelitian untuk mengembangkan sediaan hidrogel sebagai penurun demam dengan teknik iradiasi gamma. Hidrogel dibuat dengan meradiasi campuran polimer PVP dengan konsentrasi 7% (b/v) dan pati singkong dengan berbagai konsentrasi menggunakan sinar gamma pada rentang dosis 20 sampai 40 kGy. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konsentrasi pati yang optimum untuk membentuk konstituen padat PVP-pati sebelum diiradiasi adalah 10-15%. Fraksi gel dari hidrogel PVP-pati bertambah dengan bertambahnya dosis hingga 35 kGy, namun penambahan dosis di atas 35 kGy tidak menyebabkan penambahan fraksi gel. Pada dosis iradiasi yang sama, fraksi gel tidak dipengaruhi oleh konsentrasi pati. Fraksi gel maksimum dicapai pada dosis radiasi 35 kGy. Kadar air hidrogel PVP dengan konsentrasi pati 10-15 % berkisar antara 73 — 76 %. Kadar air hidrogel bergantung pada konsentrasi pati. Semakin besar konsentrasi pati, semakin kecil kadar air hidrogel. Dosis iradiasi tidak berpengaruh pada kadar air hidrogel. Kandungan air hidrogel yang cukup besar sangat potensial untuk digunakan sebagai penurun demam. Hidrogel PVP-pati hasil iradiasi gamma pada dosis 35 kGy mempunyai kemampuan menurunkan suhu air dari 40°C menjadi 36°C dalam waktu 21 menit untuk hidrogel dengan konsentrasi pati 10%, 24 menit untuk hidrogel dengan konsentrasi pati 12,5% dan hidrogel dengan konsentrasi pati 15%. Hidrogel komersial dapat menurunkan suhu air dari 40°C menjadi 36°C dalam waktu 24 menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hidrogel PVP dengan konsentrasi pati 10 % mampu menurunkan suhu dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan hidrogel dengan konsentrasi pati 12,5 dan 15 % maupun hidrogel komersial. Selain keunggulan tersebut, hidrogel PVP-pati ini mempunyai beberapa kelemahan yaitu tidak melekat dengan baik pada kulit sehingga absorpsi panas menjadi tidak optimal dan berwarna putih tidak transparan serta agak rapuh.
 
PEMANFAATAN IRADIASI UNTUK MEMPERPANJANG DAYA SIMPAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) KERING
Iradiasimerupakan salah satu teknologi alternatif untuk memperpanjang daya simpan bahanpangan. Jamur tiram putih merupakan bahan pangan yang mudah rusak (perishable) sehingga memiliki daya simpan rendah. Pengaruh iradiasi gamma dengan dosis 5kGy pada kualitas higienis jamur tiram putih kering selama penyimpanan telah diteliti. Jamur tiram putih segar dibersihkan, disortir dan dicuci, lalu ditiriskan. Selanjutnya jamur dibagi dua, sebagian dikeringkan dengan matahari pada jam 9.00-16.00 dan sebagian lainnya dikeringkan dengan oven listrik pada suhu 55OC. Jamur tiram putih kering kemudian dikemas di dalam kantong Polypropilene (PP) (divakum) lalu diiradiasi pada dosis 5 kGy dan tanpa iradiasi sebagai kontrol. Selanjutnya jamur disimpan pada suhu ruangan berpendingin pada suhu 18-20oC dengan kelembaban (RH) 65-70%. Pengamatan dilakukan secara berkala setelah penyimpanan 0, 1, 2, dan 3 bulan. Parameter pengujian meliputi angka bakteri, angka kapang dan khamir, kadar air, pH, Aw, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar karoten serta pengujian secara subyektif terhadap sifat organoleptik bahan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa iradiasi 5 kGy dapat menekan secara nyata pertumbuhan mikroba jamur baik bakteri maupun khamir 2 log cycle dengan tidak mengubah sifat-fisiko dan kualitas organoleptiknya sampai penyimpanan 3 bulan, sedangkan kontrol (0 kGy) hanya bertahan sampai 2 bulan
 
PENGGUNAAN KONSENTRASI HORMON PROGESTERON UNTUK DETEKSI STATUS REPRODUKSI TERNAK SAPI PERAH post partum
Pemantauan fisiologis terhadap pulihnya ovarium untuk dapat beraktivitas kembali post partum telah dilakukan dengan menggunakan 54 ekor ternak sapi perah Frisian Holstein (FH) multiparus. Ternak terkelompok menjadi 2 populasi; sebanyak 23 ekor ternak mendapat pakan dan minum ad libitum serta tambahan konsentrat dengan perbandingan 1:2 untuk konsentrat dan produksi susu (K1), dan sebanyak 31 ekor ternak mendapat perlakuan serupa dengan K1 dan diberi tambahan pakan suplemen UMMB sebanyak 300 g/ekor/hari mulai dari 1 bulan menjelang kelahiran hingga 2 bulan post partum (K2). Layanan IB pada ternak K2 didasarkan pada informasi hasil pemantauan hormon progesteron sedangkan pada K1 didasarkan pada pengamatan birahi secara konvensional atau visual. Pengamatan fisiologis ovarium dilakukan dengan mengukur konsentrasi progesteron dalam susu yang dimulai dari 1 bulan prepartum hingga 2 bulan post partum. Pemberian pakan suplemen memberikan pengaruh yang nyata (P < 0.01) terhadap kembali berfungsinya ovarium post partum. Tenggang waktu antara kelahiran dan ovulasi I post partum, antara kelahiran dan IB I, antara kelahiran dan kebuntingan, serta jarak antara dua kelahiran masing-masing untuk ternak K1 dengan K2 adalah: 99,2 ±10,2 vs 55,5±4,6 hari; 136,1±6,9 vs 96,7±13,6 hari; 198,7±14,9 vs 103,0±3,0 hari; dan 403,8±7,7 vs 371,3±15,6 hari. Selain itu, aplikasi teknik RIA progesteron dan pemberian pakan suplemen memberikan perbaikan dari kinerja reproduksi ternak sapi perah secara keseluruhan yang ditandai dengan jumlah IB per kebuntingan (service per conception; S/C), masing-masing untuk ternak K1 dengan K2, yaitu 3,4 vs 2,3. Keadaan ini menunjukkan bahwa aplikasi teknik RIA progesteron dapat meningkatkan efisiensi layanan IB dan pakan suplemen dapat memperpendek tenggang waktu antara kelahiran hingga kebuntingan berikutnya (days open) ternak sehingga waktu antar kelahiran pada ternak sapi perah dapat dipersingkat.
 
PERBAIKAN PADI VARIETAS CISANTANA DENGAN MUTASI INDUKSI
Pemuliaan tanaman padi perlu terus dilakukan untuk mendapatkan varietas padi yang lebih ungul dari segi kuantitas dan kualitas. Varietas Cisantana yang ujung gabahnya berbulu diperbaiki melalui pemuliaan mutasi. Benih padi varietas Cisantana diradiasi dengan sinar gamma 60Co dengan dosis 0,10, 0,20 dan 0,30 kGy di Pusat Aplikasi Teknologi Isotosp dan Radiasi-BATAN, Jakarta. Setelah diradiasi benih ditanam sebagai tanaman M1 di Kebun Percobaan PATIR Pasar Jumat pada musim tanam MK 2000. Seleksi dilakukan pada generasi M2 di Pusaka negara, Subang dan lebih ditekankan pada bentuk ujung gabah yang tidak berbulu dan berumur genjah. Dari populasi tersebut telah diseleksi sebanyak 19 mutan tanaman yang berumur genjah dengan sifat ujung gabah tidak berbulu. Pemurnian pada generasi berikutnya diperoleh 10 galur mutan tanaman yang telah homogen dan tidak lagi bersegregasi. Ternyata pada pengujian daya hasil dan pengujian adaptasi di beberapa lokasi galur mutan Obs-1688/PsJ dan Obs-1692/PsJ mempunyai produksi tinggi dan daya adaptasi sangat baik di beberapa lokasi pengujian. Pada pengujian terhadap ketahanan hama wereng coklat dan penyakit hawar daun di rumah kaca, galur Obs-1688/PsJ dan Obs-1692/PsJ tahan terhadap wereng coklat biotipe 1 dan 2 dan agak tahan biotipe 3 serta tahan terhadap penyakit hawar daun strain III dan agak tahan terhadap strain IV. Kedua galur tersebut mempunyai mutu dan kualitas beras baik dengan rasa nasi pulen. Galur Obs-1688/PsJ dan Obs-1692/PsJ telah dilepas sebagai varietas baru oleh Menteri Pertanian masing masing dengan nama Mira-1 pada tahun 2006 dan Bestari pada tahun 2008.
 
APLIKASI ISOTOP ALAM 18O, 2H DAN 14C UNTUK STUDI AIR TANAH DI KEPULAUAN SERIBU
Telah dilakukan studi air tanah di beberapa pulau di wilayah kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Studi dilakukan dengan mengambil contoh air tanah dari sumur bor dengan kedalaman 150 m di empat lokasi pengambilan contoh yang meliputi Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Pramuka dan Pulau Panggang. Metode isotop alam 18O dan 2H dan carbon dating 14C telah digunakan dalam studi ini. Tujuan studi ini selain untuk mengetahui umur air tanah pada ke empat pulau tersebut juga untuk mengetahui adanya intrusi air laut yang masuk kedalam aquifer air tanah, sebagai usaha dalam rangka konservasi air tanah. Berdasarkan hasil carbon dating (isotop 14C) umur air tanah di ke empat pulau tersebut secara umum berada pada kisaran 20.000 tahun yang memberikan indikasi bahwa ketersedian air tanah dalam masih cukup, sedangkan analisis komposisi isotop alam 18O dan deuterium menunjukkan bahwa air tanah telah mengalami intrusi air laut.