Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Not a member yet
    235 research outputs found

    Uji Adaptasi Galur Mutan Harapan Kedelai Hitam DT17 G1 dan DT19 G1-2

    Get PDF
    Upaya peningkatan produksi kedelai hitam (Glycine max L. Merr.) di dalam negeri untuk ketersediaan bahan baku industri pangan adalah penyediaan varietas unggul kedelai produksi tinggi, berumur genjah, tahan hama dan penyakit utama. Varietas unggul kedelai hitam sebagai bahan baku kecap masih sangat sedikit, untuk itu BATAN ikut berkontribusi untuk merakit, meneliti dan mengembangkan varietas unggul kedelai hitam. Metode untuk meningkatkan variasi genetik dalam mendapatkan varietas unggul diantaranya adalah dengan teknik nuklir menggunakan sinar gamma sehingga terjadi mutasi. Varietas Cikuray telah diiradiasi sinar γ Co-60 dengan dosis 200 Gy pada tahun 2008 dan terpilih 5 galur mutan harapan kedelai hitam. Uji adaptasi sudah dilakukan di 10 lokasi melalui Konsorsium Kedelai Nasional, dengan tambahan 5 galur dari Balai Penelitian Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI) Malang, 5 galur dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan 2 varietas kontrol (Cikuray dan Detam 1). Dari analisis keragaman menunjukkan seluruh komponen genotip menunjukan beda nyata pada taraf uji F 5%. Interaksi genotip dengan lingkungan (linier) yang nyata menunjukkan bahwa peningkatan hasil galur sejalan dengan meningkatnya produktivitas lingkungan. Berdasarkan uji F pada simpangan gabungan menunjukkan beda nyata pada  taraf 5%. Galur DT 17 G1 dan DT 19 G1-2 memiliki daya stabilitas dan adaptabilitas. Genotip yang dinilai stabil sekaligus memiliki rata-rata hasil biji lebih tinggi di 10 lokasi adalah galur DT 17 G1 dan mampu berproduksi optimal pada rentang lingkungan yang relatif luas dibandingkan dengan galur lainnya, termasuk galur DT 19 G1-2 meskipun yang tidak dinilai stabil. Galur DT 19 G1-2 mencapai hasil biji tertinggi, juga memiliki nilai koefisien regresi tertinggi dan positif, artinya galur tersebut beradaptasi khusus untuk dikembangkan pada daerah yang memiliki tingkat produktivitas lahan yang subur. Produktivitas galur DT 19 G1-2 rata-rata 2,42 t/ha dengan potensi 3,17 t/ha dan galur DT 17 G1 2,32 t/ha dengan potensi 3,04 t/ha. Ukuran biji kedua galur lebih besar dari pada induknya Cikuray. Berdasarkan data dan hasil pengujian tersebut, maka galur DT17 G1 dan DT19 G1-2 dapat diajukan untuk dievaluasi dan diusulkan menjadi varietas unggul baru kedelai hitam

    Kontribusi P dari Mikrob Pelarut Fosfat, Fosfat Alam dan Sp-36 yang Ditentukan Menggunakan Teknik Isotop 32P

    No full text
    Kontribusi P dari Mikrob Pelarut Fosfat, Fosfat Alam dan Sp-36 yang Ditentukan Menggunakan Teknik Isotop 32P. Teknik isotop 32P dapat digunakan untuk menelusuri prilaku P di dalam tanah dan hubungan tanah-tanaman. Penggunaan 32P memungkinkan untuk merinci kontribusi P dari aktifitas mikrob pelarut fosfat dan pupuk P dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data kuantitatif kontribusi P berasal dari aktifitas mikrob pelarut P (Aspergillus niger dan Burkholderia cepacia), fosfat alam dan SP-36 melalui P yang diserap tanaman menggunakan teknik isotop 32P serta mempelajari pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Hasil penelitian menunjukan bahwa inokulasi mikrob pelarut fosfat, fosfat alam dan SP-36 menghasilkan aktifitas jenis (32P) lebih rendah dari kontrol. Hal ini mengindikasikan bahwa seluruh perlakuan mampu menyumbang P bagi tanaman. Perlakuan mikrob pelarut fosfat yang disertai pemberian SP-36 mampu memberikan kontribusi P paling besar, secara signifikan lebih besar dibanding kontrol dan pemberian SP-36 saja. P berasal dari aktifitas mikrob yang dikombinasikan dengan SP-36  adalah sebesar 56.06% - 68.54% pada tanaman umur 50 hari setelah tanam, 51.96% - 59.65% pada brangkasan, 46.33% - 47.70% pada biji dan 53.02% - 59.87% pada tongkol. Selanjutnya, kontribusi P ini secara signifikan mampu mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Hal ini ditunjukan dengan peningkatkan jumlah daun pada 35 hari setelah tanam, bobot kering tanaman pada umur 50 hari setelah tanam dan bobot kering biji

    Iradiasi Sinar Gamma Dosis Rendah untuk Meningkatkan Kemampuan Fungi Dalam Mereduksi Logam Berat Pb dan Cd

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis iradiasi sinar gamma untuk meningkatkan kemampuan mikroba untuk mereduksi logam berat Pb dan Cd tanpa mengurangi kemampuan tumbuh dan aktivitas enzim selulase dalam media cair melalui proses biosorpsi. Dalam penelitian ini digunakan 3 isolat fungi yaitu Trichoderma harzianum (Th), Aspergillus niger (An), dan Trichoderma viride (Tv). Pada tahap awal dilakukan uji keamampuan tumbuh isolat tersebut dalam media PDA yang mengandung logam berat Pb dan Cd pada konsentrasi 25 ppm. Dosis iradiasi yang digunakan 4 taraf yaitu 0; 125; 250; 375; dan 500 Gy dengan laju dosis 0,21 kGy/jam dari sumber Cobalt 60 Gamma-Cell 220. Isolat fungi teriradiasiditumbuhkan dalam media cair Potatoes Dextrose Broth (PDB) yang mengandung logam berat Pb dan Cd masing-masing sebesar 50 dan 100 ppm. Parameter yang diukur adalah pH, beratsel kering, kadar logam berat, dan aktivitas enzim selulase. Hasil penelitian ini menunjukkan ke-tiga isolat fungi mampu tumbuh pada media PDA yang mengandung logam berat Pb dan Cd. Dosis iradiasi optimum 250 Gy pada ketiga isolat fungi tersebut dapat meningkatkan kemampuan dalam menurunkan konsentrasi logam berat Pb dan Cd, meningkatkan berat sel kering, dan aktivitas enzim selulase setelah diinkubasi selama 10 hari. Hasil penelitian ini diharapkan bioremediasi yang menggunakan fungi hasil iradiasi dapat diaplikasikan dalam bioremediasi lingkungan tercemar logam Pb dan Cd sebagai alternatif pengembangan teknologi pengolahan limbah logam berat ramah lingkungan

    Studi Komposisi Rasio Isotop 13C Air Hujan di Wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan

    Get PDF
    Telah dilakukan pengukuran komposisi isotop 13C/12C (d 13C) dari contoh air hujan wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak emisi gas buang antrofogenik terhadap kualitas udara di atmosfir Jakarta. Pengamatan dilakukan berdasarkan sampel air hujan yang jatuh khususnya di wilayah PAIR-BATAN, Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada September 2009 sampai dengan Juni 2010. Penelitian menggunakan metode pengukuran komposisi rasio isotop 13C dari karbon inorganik terlarut (Dissolverd Inorganic Carbon, DIC) dalam air hujan. Pengukuran komposisi rasio isotop 13C (d13C) menggunakan spektrometer massa rasio isotop SIRA-9 VG ISOGAS. Dari hasil sepuluh bulan pengukuran d13C air hujan didapat d13C bulan Februari 2010 sebesar -10,710/00 dan merupakan nilai yang paling rendah (depleted) dibanding dengan pengukuran sembilan bulan lainnya, sedangkan hasil pengukuran yang tinggi (enrich) didapat pada bulan Desember 2009 sebesar -8,52 0/00. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi rasio isotop d13C dari gas CO2 atmosfir Lebak Bulus, Jakarta Selatan lebih depleted dibandingkan dengan atmosfir daerah udara bersih yang hanya sebesar -8,1 0/00. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa ada penambahan gas buang CO2 hasil kegiatan antropogenik

    Uji Daya Hasil Biji Terhadap 10 Galur Mutan Harapan Sorgum di Beberapa Lokasi

    Get PDF
    Sorgum berpotensi besar dan prospektif untuk dibudidayakan dan dikembangkan, seiring dengan semakin meningkatnya jumlah kebutuhan pangan di Indonesia. Pemuliaan sorgum dengan teknik mutasi radiasi telah dilakukan di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Tujuan pemuliaan adalah untuk memperbaiki hasil dan kualitas sebagai pangan. Materi induk yang digunakan adalah galur mutan Zh-30 (varietas Pahat) berasal dari hasil penelitian BATAN diradiasi sinar gamma menggunakan dosis 300 Gy. Kegiatan seleksi menggunakan metode pedigree, dimulai pada generasi M2 dan M3, yaitu dengan memilih tanaman yang memiliki sifat-sifat agronomi lebih baik dibanding induknya, kemudian dilanjutkan pada generasi berikutnya. Sejumlah 10 galur mutan harapan yaitu PATIR-1, PATIR-4, PATIR-12, PATIR-13, PATIR-15, PATIR-61, PATIR-71, PATIR-81, PATIR-91 dan PATIR-101 dievaluasi pada uji adaptasi multilokasi. Metode percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan. Tiga varietas sorgum yaitu Pahat, Kawali dan Mandau dimasukkan sebagai tanaman kontrol. Parameter data dilakukan terdiri dari beberapa karakter agronomi termasuk hasil biji dianalisis menggunakan ANOVA software komputer metode SAS versi 9.1. Hasil menunjukkan bahwa galur mutan PATIR-4 memiliki hasil biji tertinggi 6,43  t/ha dan diikuti galur PATIR-1 yaitu 6,15 t/ha berbeda nyata secara uji BNT 5% dibandingkan ketiga tanaman kontrol Zh-30 (induk), Kawali dan varietas Mandau (kontrol nasional) berturut-turut hanya 4,26, 5,26 dan 5,43 t/ha

    Dinamika Fosfat Pada Aplikasi Kompos Jerami-Biochar dan Pemupukan Fosfat Pada Tanah Sawah

    Get PDF
    Produktivitas tanah ditentukan oleh karakteristik tanah, yang terdiri dari sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Keterkaitan di antara ketiga sifat tersebut dapat diwakili oleh satu indikator yaitu kandungan karbon dalam tanah.Salah satu dampak dari pemenuhan kebutuhan bahan organik tanah adalah terpenuhinya kebutuhan unsur hara, terutama hara utama yang menjadi pembatas pada pertanaman padi sawah. Dalam hal ini unsur hara P menjadi faktor pembatas, karena seringkali berada dalam jumlah berlimpah namun dalam bentuk yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Percobaan dilakukan dengan tujuan mempelajari dampak aplikasi bahan organik kompos jerami yang diintegrasikan dengan Biochar, terhadap ketersediaan hara P pada tanah sawah. Interaksi kompos jerami+Biochar dengan inokulan BPF dan sumber-sumber P menjadi rancangan perlakuan yang diujikan dalam percobaan. Disain percobaan menerapkan rancangan acak kelompok dengan pola faktorial, menetapkan dosis aplikasi kompos jerami+Biochar sebagai taraf pertama yang terdiri dari 5 taraf level : 0; 1; 2; 3; 4 t ha-1. Faktor kedua adalah sumber P, yang terdiri dari 5 taraf level : tanpa fosfat (p0); 100 kg ha-1 pupuk SP-36 (p1); fosfat alam pada dosis 163 kg ha-1 (p2); inokulan BPF pada dosis 2 kg ha-1 (p3); dan fosfat alam berinokulan BPF (p4). Percobaan dilaksanakan di rumah kaca kebun percobaan PAIR – BATAN, Jakarta, pada bulan Maret 2014. Dinamika P akibat perlakuan yang diujikan, digambarkan dari hasil penelusuran menggunakan radioisotop 32P aktivitas 30 mCi melalui serapan P pada tanaman padi varietas Sidenuk. Hasil percobaan menunjukkan perlakuan yang diberikan menyebabkan perbedaan signifikan pada respons kandungan C-organik tanah, jumlah populasi BPF, cacahan 32P tanaman dan serapan P dari berbagai sumber di dalam tanaman padi

    Studi Daerah Imbuh Sistem Air Sungai Bawah Tanah Gunungkidul–Yogyakarta Menggunakan Isotop Stabil δ18O dan δ2H

    Get PDF
    Studi Daerah Imbuh Sistem Air Sungai Bawah Tanah Gunungkidul–Yogyakarta Menggunakan Isotop Stabil δ18O dan δ2H. Penelitian air tanah di daerah Gunungkidul, Yogyakarta telah dilakukan menggunakan isotop stabil δ18O dan δ2H. Secara geologi daerah penelitian berada di daerah karst yang didominasi oleh batu gamping (limestone) berupa batuan karbonat dalam bentuk senyawa CaCO3. Penelitian ini dilakukan dengan menempatkan sebanyak lima alat curah hujan di lima lokasi dengan elevasi yang berbeda-beda. Sejumlah sampel air sungai bawah tanah, mata air dan air permukaan diambil untuk dianalisis konsentrasi isotop stabil δ18O dan δ2H. Penelitian ini bertujuan mengetahui daerah resapan atau daerah imbuh (recharge area) system air sungai bawah tanah di daerah Gunungkidul melalui pendekatan isotop stabil δ18O dan δ2H. Diharapkan penelitian ini dapat berperan dalam membantu kelestarian air tanah di daerah daerah Gunungkidul secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis isotop stabil δ18O dan δ2H air hujan diperoleh persamaan garis meteorik lokal untuk daerah Gunungkidul dengan persamaan: δ2H = 7,978 δ18O + 8,423 yang dapat dijadian acuan dalam penelitian air tanah selanjutnya di daerah Gunungkidul dan sekitarnya. Sedangkan dari hasil analisis kandungan isotop stabil δ18O dan δ2H diperoleh data bahwa elevasi daerah imbuh system air sungai bawah tanah daerah Gunungkidul berkisar antara 200 – 500 m di atas permukaan laut dengan perkiraan daerah imbuh di zone Baturagung yang merupakan daerah pegunungan dengan batuan induk vulkanik dan sedimen tufan serta memiliki elevasi antara 200 – 700 m di atas permukaan laut

    Kemampuan Sitotoksik dan Profil Kromatogram Umbi Sarang Semut (Myrmecodia Pendans Merr. & Perry) Setelah Diiradiasi Gamma

    Get PDF
    Umbi sarang semut (Myrmecodia pendans Merr. & Perry) memiliki aktivitas sitotoksik. Salah satu usaha pengawetan simplisia umbi sarang semut dilakukan dengan iradiasi gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh iradiasi gamma pada sitotoksisitas dan profil kromatogram fraksi aktif dari umbi sarang semut. Serbuk kering umbi sarang semut diiradiasi gamma dengan beberapa macam dosis radiasi yaitu : 0 (kontrol); 5; 7,5; 10; dan 15 kGy. Percobaan dilakukan dengan dua kali ulangan untuk masing-masing dosis. Setelah iradiasi, serbuk dimaserasi bertahap berdasarkan tingkat kepolarannya dengan n-heksan, etil asetat, dan etanol. Setiap ekstrak diuji aktivitas sitotoksiknya terhadap sel leukemia L1210. Dari hasil yang diperoleh didapatkan bahwa ekstrak etanol merupakan ekstrak yang paling aktif (IC50 9,88 μg/ml) dibandingkan ekstrak n-heksan (IC50 23,44 μg/ml) dan etil asetat (IC50 17,32 μg/ml). Ekstrak etanol dari masing-masing dosis difraksinasi secara kromatografi kolom menghasilkan 7 fraksi. Berdasarkan uji aktivitas sitotoksik fraksi-fraksi tersebut, fraksi 1 adalah fraksi yang paling aktif (IC50 ≤ 3,23 μg/ml ). Pada identifikasi KLT-densitometri dari fraksi 1 dan ekstrak etanol mengalami penurunan dan kenaikan bercak setelah diiradisi. Hasil kromatogram fraksi 1 dari KCKT menunjukkan bahwa puncak utama mengalami penurunan setelah diiradiasi. Dosis maksimum untuk iradiasi umbi sarang semut tanpa merusak aktivitas sitotoksiknya terhadap sel leukemia L1210 adalah 5 kGy

    Studi Awal Penentuan Sumber Sedimen DAS Cisadane Hulu dengan Radionuklida Alam

    Get PDF
    Pengembangan perunut untuk penentuan kontribusi sumber sedimendi daerah aliran sungai Cisadane telah dilakukan. Penentuan kontribusi sumber sedimendilakukan dengan pengukuran kandungan radionuklida alam dalam tanah permukaan dandifokuskan pada daerah aliran sungai (DAS) Cisadane Hulu, yang terdiri dari sub DASCisadane Hulu dan sub DAS Cianten. Pengambilan sampel tanah permukaan (0-2 cm)dilakukan secara transek pada sumber sedimen potensial yaitu lahan olah, kebun campurandan lapisan sub soil yang ada di ke dua sub DAS. Sedimen suspensi diambil di pertemuanaliran kedua sub DAS yaitu di Dusun Tamilung. Pengambilan sedimen suspensi hanyadilakukan satu kali dengan sampling selama 10 jam. Analisis kontribusi sedimen dilakukanberdasarkan persamaan multivariate mixing model dan statistik distribusi. Kontribusi sumbersedimen dari sedimen suspensi di Dusun Tamilung adalah 0-5,2 %, 0,7-13,3 %, 0-4,2 %, 1,2-19,4 %, 28,5-55,5 % dan 25,3-45,1% masing-masing berasal dari kebun campuran di sub DASCianten, lahan olah di sub DAS Cianten, Kebun Campuran di sub DAS Cisadane Hulu, lahanolah di sub DAS Cisadane Hulu, Lapisan sub soil di sub DAS Cianten dan lapisan sub soil disub DAS Cisadane Hulu

    Perbaikan Genetik Kultivar Padi Beras Hitam Lokal Sumatera Barat Melalui Mutasi Induksi

    Get PDF
    Kultivar padi beras hitam merupakan padi lokal yang berasal dari Pasaman Timur yang memiliki umur panjang dan tinggi tanamannya terlalu tinggi.  Penelitian ini dilaksanakan sejak Maret 2012 sampai Maret 2013 bertujuan untuk memperbaiki genetik padi beras hitam lokal Sumatera Barat khususnya terkait umur tanaman agar lebih genjah melalui pemuliaan mutasi.  Untuk mendapatkan dosis optimum, benih padi beras hitam diiradiasi dengan sinar gamma 60Co dosis 0, 100, 200, 300, 400 dan 500 Gy di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi-Badan Tenaga Nuklir Nasional (PAIR – BATAN), Jakarta. Dari hasil pengamatan persentase kecambah, tinggi tanaman dan panjang akar pada fase pembibitan, dan persentase kehampaan gabah M1 diperoleh dosis iradiasi 200 - 300 Gy merupakan dosis yang efektif dalam menghasilkan keragaman genetik.  Hal ini juga terlihat pada populasi M2 hasil iradiasi 200 Gy menghasilkan keragaman genetik yang luas pada variabel karakter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif dan umur tanaman. Dari hasil seleksi yang dilakukan pada populasi M2 diperoleh kandidat mutan genjah sebanyak 81 kandidat dengan frekuensi mutasi sebesar 0.08 %.  Tanaman genjah terseleksi tentu akan sangat berguna sebagai bahan tanaman awal dalam perbaikan varietas padi beras hitam di masa yang akan datang

    224

    full texts

    235

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇