Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Not a member yet
    235 research outputs found

    Mempelajari Hubungan Air di Danau Toba dengan Air di Beberapa Sumber Mata Air Dekat Danau Toba

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian komposisi rasio isotop dari beberapa sumber-sumber mata air yang berada di sekitar danau Toba dan air danau Toba. Sumber mataair keluaran di sekitar Danau Toba diindikasikan berasal dari air danau Toba, hal ini didasari dari pendapat masyarakat pada umumnya yang tinggal di Pematang Siantar-Sumatera Utara, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan pendapat masyarakat tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui asal-usul sumber-sumber mata air dan hubungannya dengan air danau Toba  berdasarkan karakteristik isotop stabil yang dikandungnya.  Sebanyak 20 ml contoh air diambil dari beberapa sumber mata air dan air danau Toba untuk dianalisis komposisi rasio isotop  18O dan isotop deuterium yang terkandung didalamnya.  Analisis menggunakan alat pengukur komposisi rasio isotop Liquid Water Isotope Analyzer (LWIA) model DLT-100 buatan Los Gatos Research (LGR). Berdasarkan hasil investigasi, diketahui bahwa mata air Panahatan, Manigom, Balata, Mualgoit dan Bahtio yang terletak di sekitar danau Toba, tidak memiliki hubungan dengan air danau dan tidak berasal dari air danau Toba. Indikasi ini dapat dilihat dari hasil analisis d18O dan dD dari mataair yang diteliti memiliki nilai lebih negatif atau lebih depleted dibandingkan dengan air danau Toba

    Manfaat Urea Molasses Multinutrien Blok (UMMB) yang Mengandung Tepung Daun Glirisidia (Gliricidia sepium) secara In-vitro

    Get PDF
    Glirisidia (Gliricidia sepium) adalah tanaman perdu yang banyak tumbuh di Indonesia, mengandung protein kasar 20 – 30% dan tidak dimanfaatkan oleh manusia untuk pangan, sehingga potensial untuk dipakai sebagai penyusun urea molases multinutrien blok (UMMB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh UMMB yang mengandung tepung daun glirisidia (Gliricidia sepium) secara in-vitrobiasa dan in-vitromenggunakan radioisotop P-32. Percobaan dilakukan dengan rancangan acak kelompok dengan 3 perlakuan pakan yang diujikan yaitu A: 60% daun jagung + 40% konsentrat pasar; B: A + 25 mg UMMB dan C: B + 5 mg PEG 6000 serta 9 ulangan.  Pengukuran produksi biomassa mikroba dilakukan dengan teknik in-vitro menggunakan perunut radioisotop 32P. Penambahan PEG 6000 ditujukan untuk melihat pengaruh tannin yang terdapat pada daun glirisidia terhadap produksi gas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa suplementasi UMMB glirisidia dapat meningkatkan produksi gas, degradabilitas pakan, dan produksi biomassa mikroba di dalam cairan rumen setelah inkubasi selama 48 jam in-vitro. Produksi  gas, degradabilitas bahan kering dan produksi biomassa mikroba tertinggi dihasilkan perlakuan C secara berturut-turut yaitu 85,70 ml/0,5 g BK, 66,04% dan 175,52 mg, sementara itu terendah dihasilkan perlakuan A (tanpa pemberian UMMB glirisidia) yaitu  81,20 ml/0,5 g BK, 62,97% dan 151,26 mg. Penambahan PEG 6000 menunjukkan bahwa kandungan tannin yang terdapat di daun glirisidia tidak memberikan pengaruh negatif secara in-vitro

    Sintesis dan Karakterisasi Hidrogel Superabsorben Berbasis Asam Akrilat Hasil Iradiasi Gamma

    Get PDF
    Dalam kerangka mendapatkan hidrogel dengan kemampuan menyerap airyang relatif tinggi, telah dilakukan sintesis hidrogel superabsorben (HSA) berbasis asam akrilatmenggunakan teknik radiasi. Satu seri larutan asam akrilat dengan derajat netralisasi (Dn) 0;0,20; 0,40; 0,60; 0,80 dan 1 masing-masing diiradiasi sinar gamma pada dosis10 kGy (lajudosis 5 kGy/j). Pengaruh derajat netralisasi terhadap nisbah pengembung hidrogel dipelajari.Sifat termal hidrogel diukur menggunakan Differential scanning calorymetry (DSC). Perubahanstruktur kimia hidrogel diukur menggunakan Fourier transform infra red (FTIR), dan morfologihidrogel diobservasi menggunakan Scanning electron microscope (SEM). Hasil eveluasimenunjukan bahwa pada kondisi optimum (Dn=0,80, 10 kGy, 20 menit), hidrogelmenunjukkan kemampuan menyerap air yang relatif tinggi (~600 g/g). Hasil pengukuranDSC mengkonfirmasi kemungkinan terbentuknya jenis produk akhir hasil iradiasi asamakrilat. Spektra FTIR menunjang bahwa reaksi polimerisasi asam akrilat melalui ikatanrangkap dua dalam struktur molekul asam akrilat. Hasil pengujian SEM menunjukkan bahwahidtogel berpori ukuran makro

    Karakterisasi Paparan Long Term Particulate Matter di Puspiptek Serpong-Kota Tangerang Selatan

    Get PDF
    Pencemaran partikulat udara (PM10 dan PM2.5) tidak mengenal batas administrasi wilayah hal ini disebabkan bahwa pencemaran udara tidak hanya berasal dari wilayah lokal namun dapat bertransportasi dari provinsi maupun negara lain. Unsur sampel partikulat yang dikumpulkan di Serpong, Tangerang Selatan selama 24 jam periode tahun 2011 sampai dengan 2013 diidentifikasikan dengan Spekstroskopi Florensensi Sinar-X (XRF). Karekterisasi faktor dilakukan dengan menggunakan reseptor model positive matrix factorization (PMF) dan perkiraan lokasi sumber pencemar menggunakan metode Conditional Probability Function (CPF). Hasil menunjukkan rentang rata-rata konsentrasi massa PM2.5 adalah 12.63 ± 1.60 to 15.89 ± 1.70 μg/m3 sedangkan untuk PM10 berkisar 29.00 ± 3.96 to 31.04 ± 3:28 μg/m3. Multi unsur yang teridentifikasi dengan XRF adalah Al, Ca, Co, Cr, Cu, Fe, K, Mg, Mn, Na, Ni, Pb, S, Si, Ti, V dan Zn. Karakterisasi partikulat halus (PM2.5) teridentifikasi 5 faktor yaitu industri peleburan logam Pb (9.61%), debu tanah (17%), campuran industri peleburan logam dan garam laut (13.02%), trasnportasi (44.36%) serta pembakaran biomassa (22.58%)

    Peningkatan Aktivitas Enzim Selulase dan Produksi Glukosa Melalui Fermentasi Substrat Jerami Padi Dengan Fungi Aspergillus niger yang Dipapari Sinar Gamma

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas enzim selulase dan produksi glukosa dalam substrat jerami padi dengan fungi Aspergillus niger yang dipapari sinar gamma Chamber 4000A. Kaldu kentang dektrosa (PDB), garam mineral dengan substrat jerami padi 0 dan 5% berat/volum digunakan sebagai medium cair. Fungi Aspergillus niger dalam media agar miring (slent) dipapari dengan iradiasi gamma pada dosis 0 (kontrol),125, 250, 375, 500 dan 625 Gy. Fungi Aspergillus niger yang dipapari sinar gamma 500 Gy memiliki aktivitas selulase  lebih tinggi (2,5 kali) dibanding kontrol (0 Gy) yaitu 2,02 U/ml-2,28 U/ml untuk fungi yang dipapari iradiasi gamma dan 0,60 U/ml-1,12 U/ml untuk kontrol. Pada fermentasi fase padat substrat jerami padi dengan kadar kelembaban awal 81% selama 14 hari menggunakan fungi Aspergillus niger yang dipapari sinar gamma 500 Gy dan kontrol. Hasilnya menunjukkan bahwa  fungi Aspergillus niger 500 Gy memiliki aktivitas selulase lebih tinggi (3,9 kali) dibandingkan kontrol yaitu 31,01 U/g untuk fungi yang dipapari sinar gamma dan 7,85 U/g untuk kontrol. Di samping itu, fungi Aspergillus niger (500 Gy) mampu memproduksi glukosa lebih tinggi (2,6 kali) yaitu 125,79 mg/g sedangkan kontrol (0 Gy) adalah 48,00 mg/g. Penggunaan ekstrak enzim kasar yang dihasilkan oleh fungi Aspergillus niger yang dipapar sinar gamma 500 Gy sesuai untuk hidrolisis substrat jerami padi dalam memproduksi glukosa serta mampu meningkatkan aktivitas selulase

    Kajian Komparatif Parameter Kualitas Tanah di Beberapa Tataguna Lahan Sub DAS Cisadane Hulu dengan Pb-210 excess dan Cs-137

    Get PDF
    Analisis inventori Pb-210 excess dan Cs-137 serta parameter kualitas tanah dan estimasi laju erosi telah dilakukan di 4 tataguna lahan di sub DAS Cisadane Hulu. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan alat corer sampai kedalaman 20 cm pada tiap tataguna lahan secara transek. Satu sampel scrap dan 4 sampelcoresdiambil di Hutan Pinus, Pasir Jaya, untuk mendapatkan inventori pembanding.Erosi yang cukup serius telah terjadi di 4 tataguna lahan di sub DAS Cisadane Hulu. Kandungan Pb-210 excess mempunyai korelasi positif dengan kandungan organik karbon tanah  (79% C) dan kandungan nitrogen ( 56 % N) dalam tanah, sedangkan Cs-137 berkorelasi positif masing-masing dengan 23% C dan 33 % N dalam tanah. Fakta-fakta ini memberikan informasi bahwa inventori Pb-210 excess lebih efektif dari inventori Cs-137 sebagai sarana untuk mempelajari dinamika transport karbon akibat erosi maupun mengetahui status kualitas tanah

    Dinamika Hasil Fermentasi Rumen Pada Konsentrat yang Mengandung Suplemen Pakan Baru (SPB)

    Get PDF
    Isotop 32P digunakan untuk mengukur pembentukan protein mikroba dalam cairan rumen serta untuk mendapatkan formula suplemen pakan baru (SPB). Suplemen ini merupakan generasi baru untuk pakan ternak ruminansia yang dihasilkan oleh BATAN. Suplemen ini diaplikasikan untuk melengkapi fungsi konsentrat komersial sebagai pakan ruminansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menguji SPB dan limbah kelapa sawit sebagai suplemen dan bahan pakan ruminansia serta mengetahui dinamika hasil fermentasi rumen konsentrat yang mengandung SPB. Kegiatan penelitian dibagi menjadi dua yaitu pengukuran pembentukan protein mikroba dalam cairan rumen dengan isotop 32P dan pengukuran dinamika hasil fermentasi yang diinkubasi di dalam RUSITEC. Studi pertama menggunakan lima macam perlakuan yaitu : pelepah (P), tandan (TKS), kernel cangkang kelapa sawit (KC), P+TKS+KC dan SPB. Peubah yang diamati adalah pembentukan protein mikroba (mg/jam/l). Perlakuan pakan pada studi kedua yaitu pakan kontrol (K) (konsentrat komersial); KS 30 (konsentrat komersial 70% + SPB 30%) dan KS 40 (konsentrat komersial 60% + SPB 40%). Peubah yang diamati adalah hasil fermentasi rumen (24 jam inkubasi) berupa pH, konsentrasi amonia (N-NH3) (mg%), volatile fatty acid (VFA) total (mM), populasi protozoa (sel/ml), produksi gas total (ml) dan produksi gas metan (CH4) (ml). Dinamika fermentasi rumen direpresentasikan secara deskriptif pada enam hari inkubasi. Rata-rata peubah dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 12 ulangan (enam hari inkubasi x dua ulangan) dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pembentukan protein mikroba perlakuan P, TKS,  KC, P+TKS+KC dan SPB berturut-turut: 11,90; 0,67; 1,87; 42.55 dan 67,60 mg/jam/l. Hasil uji RUSITEC adalah nilai pH ketiga perlakuan berkisar normal antara 6,4-7,15. Dinamika konsentrasi NH3 dan produksi VFA total konsentrat komersial selalu lebih rendah dibandingkan KS 30 dan KS 40. Perlakuan KS 40 menghasilkan produksi VFA total sebesar 56,7% lebih tinggi dibanding konsentrat komersial. Penambahan SPB sebesar 40% pada konsentrat komersial dapat menstabilkan pH efluen RUSITEC. konsentrasi NH3, produksi VFA total dan produksi gas total cenderung tinggi tanpa meningkatkan produksi gas CH4 sebagai representasi dari efisiensi pakan ruminansia

    Sintesis dan Karakterisasi Selulosa Bakteri Tercangkok Poliakrilonitril dan Teramidoksimasi Menggunakan Teknik Pra-iradiasi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kopolimerisasi cangkok akrilonitril pada selulosa bakteri (SB) dengan inisiasi radiasi serta penambahan hidroksilamin untuk menghasilkan gugus amidoksim. Pencangkokan akrilonitril pada SB diharapkan dapat meningkatkan ketahanan termal SB. Sedangkan SB yang bersifat sebagai pengkelat ion-ion logam berat, diharapkan dapat dihasilkan melalui penambahan hidroksilamin. Film selulosa bakteri telah berhasil dibuat dari air kelapa yang diinokulasi dengan bakteri Acetobacter xylinum. Film selulosa bakteri (SB) selanjutnya diiradiasi dengan berkas elektron pada rentang dosis 15-120 kGy, laju dosis 15 kGy/pass pada suhu 30 + 1 0C. Setelah diiradiasi, SB tersebut dikopolimerisasi cangkok dengan monomer akrilonitril. Kondisi optimum untuk kopolimerisasi cangkok akrilonitril pada SB adalah pada dosis 75 kGy, suhu 600C, waktu 3 jam, dan konsentrasi akrilonitril 30% b/b. Derajat pencangkokan tertinggi yang diperoleh adalah 56,03 %. Selulosa bakteri tercangkok akrilonitril (SB tercangkok PAN) selanjutnya diamidoksimasi. Amidoksimasi dilakukan dengan penambahan hidroksilamin hidroklorida 6 % b/v dalam pelarut metanol:air = 50:50 v/v pada pH 7, dan diperoleh waktu optimum selama 2 jam dengan densitas gugus amidoksim sebesar 5,425 mmol/ g. Hasil karakterisasi dengan Fourier Transform Infrared (FTIR) menunjukkan adanya spektrum spesifik gugus siano setelah proses pencangkokan akrilonitril pada SB dan intensitasnya menurun setelah diamidoksimasi. Hal tersebut diperkuat dengan hasil uji Scanning Electron Microscopy (SEM) yang memperlihatkan adanya gugus siano yang menempel setelah pencangkokan, dan gugus tersebut tidak terlihat lagi setelah amidoksimasi. Dari hasil uji dengan X-ray Diffraction (XRD), indeks kristalinitas SB tercangkok PAN akan semakin rendah dengan meningkatnya derajat pencangkokan dan pengujian dengan Thermal Gravimetry Analysis (TGA) menunjukkan bahwa ketahanan panas SB tercangkok PAN meningkat

    Subsurface Flow and Surface Water Interactions Quantification in Gunung Kidul Karst Area Using Hydro- Chemical and Stable Isotopes Data Variations

    Get PDF
    Subsurface flow is one of the available water sources in the Karsts area such as in GunungKidul. The study of the pattern of the variations of stable isotopes content as a function oftime and its interaction with other water sources such as rain waters, groundwater, riverwater will be a very good tool to assess the potential of the subsurface flow as a water source.For this purpose, the variations of stable isotopes content of subsurface flow around GunungKidul Karsts area and its interactions with other local water sources have been studied for thelast two years. From the comparison of stable isotopes variations pattern of the subsurfaceflow with monthly rain water, the interaction of the subsurface flow with other water sourcesin the area has been quantified. Based on hydro-chemical data, it was found that the rechargearea of subsurface flow were relatively further than other samples and it was also found thatSeropan and Bribin subsurface flow systems originate from different geologic structures.Based on stable isotopes relative contents, it was found Ngobaran and Baron Caves have beenmixed with domestic sewerage water or other surface water

    Karakteristik Air Tanah Dangkal Kota Semarang Pada Musim Penghujan Berdasarkan Pendekatan Isotop Stabil (18O, 2H) dan Kimia Air

    Get PDF
    Pada bulan Maret 2014 telah dilakukan penelitian air tanah di wilayah Kota Semarang dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik air tanah dangkal pada saat musim penghujan melalui pendekatan isotop stabil (18O, 2H) dan kimia air yang didukung dengan data hidrogeologi setempat. Sejumlah sampel air tanah dangkal diambil di beberapa lokasi dengan kedalaman antara 0 — 35 m di bawah permukaan tanah setempat (dbpts). Analisis isotop stabil 18O dan 2H serta kimia air dilakukan di laboratorium Hidrologi, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, BATAN Jakarta. Hasil analisis isotop stabil 18O dan 2H menunjukkan bahwa sekitar 63 % air tanah cenderung berada di dekat garis meteorik Semarang dan sekitar 37 % sisanya mengalami evaporasi, interaksi dengan oksida batuan dan sedikit pengaruh interaksi atau mixing dengan air laut. Dari hasil analisis kimia air dengan ionic balancesekitar 3 % menunjukkan bahwa pada saat musim penghujan akuifer air tanah dangkal di wilayah Kota Semarang didominasi oleh ion bikarbonat (HCO3-) dengan tipe air didominasi CaHCO3. Sedangkan dari data parameter Chloride Bicarbonate Ratio, sekitar 24 % air tanah dangkal di wilayah Kota Semarang terindikasi mengalami intrusi air laut dansisanya sekitar 76 % masih menunjukkan karakteristik sebagai air tanah tawar

    224

    full texts

    235

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇