Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Not a member yet
235 research outputs found
Sort by
Uji Daya Hasil Beberapa Galur Mutan Harapan Sorgum Manis (Sweet Sorghum) di Gunung Kidul, Yogyakarta
Sorgum manis memiliki potensi besar untuk dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia karena secara umum bijinya dapat digunakan sebagai sumber pangan alternatif dan cairan (jus) batang dapat dikonversi sebagai bahan baku bioethanol. Pemuliaan tanaman sorgum manis dilakukan dengan teknik mutasi induksi menggunakan radiasi sinar gamma di Pusat Riset dan Teknologi Aplikasi Isotop dan Radiasi (PRTAIR), Organesasi Riset Teknologi Nuklir (ORTN). Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan mutan yang memiliki karakteristik pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dari tanaman induknya. Sebanyak 9 galur mutan harapan sorgum manis telah dihasilkan memiliki sifat produksi biji dan biomasa tinggi serta batang lebih manis. Galur-galur mutan harapan tersebut pada musim kemarau 2020 diuji daya hasilnya di Gunung Kidul, Yogyakarta. Galur mutan GH9 menghasilkan biji tertinggi (8.37 t/ha), GH5 memiliki produksi biomassa tertinggi (75.47 t/ha) dan GH1 memiliki kadar nira tertinggi (14.22 % brix)
Ketahanan Galur Mutan Kedelai Hitam (Glycine max L. Merr.) Terhadap Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Dalam budidaya kedelai, salah satu hama utama yang dianggap merugikan adalah ulat grayak (Spodoptera litura). Di Indonesia, serangan ulat grayak pada fase pertumbuhan vegetatif kedelai menurunkan hasil sampai dengan 80%, dan pada serangan yang berat dapat menyebabkan kegagalan panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketahanan terhadap ulat grayak pada galur-galur mutan kedelai hitam. Penelitian dilakukan di rumah kaca Balitkabi Malang pada bulan November 2019 hingga Februari 2020. Materi genetik yang digunakan dalam penelitian ini adalah 13 galur mutan kedelai hitam, varietas Detam 1 (tetua), varietas Mutiara 3 (kontrol nasional), G100H (kontrol pembanding tahan) dan varietas Anjasmoro (kontrol pembanding rentan). Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Berdasarkan data akhir pengujian, dari 15 genotipe yang diuji, yaitu 11 galur mutan kedelai hitam A-1-PSJ, A-2-PSJ, A-3-PSJ, A-4-PSJ, A-7-PSJ, A-8-PSJ, A-8A-PSJ, B-2-PAIR, B-4-PAIR, varietas Detam 1, dan varietas Mutiara 3 menunjukkan respon ketahanan rendah (LR), 3 galur mutan kedelai hitam (B-1-PAIR, B-3-PAIR, B-5-PAIR) menunjukkan respon ketahanan menengah (MR), dan 1 galur mutan (A-5-PSJ) menunjukkan respon rentan (S) terhadap serangan ulat grayak. G100H sebagai kontrol tahan menunjukkan respon ketahanan menengah (MR) dan varietas Anjasmoro sebagai kontrol rentan menunjukkan respon ekstrim rentan (ES)
Kemampuan Fiksasi Nitrogen Varietas Kedelai Batan yang Dikombinasikan dengan Rhizobium Menggunakan Teknik Isotop 15N
Rhizobium merupakan jenis bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas yang berada di udara menjadi ammonia (NH3) yang akan diubah menjadi asam amino yang selanjutnya menjadi senyawa nitrogen yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengukur kemampuan fiksasi nitrogen varietas kedelai BATAN dan rhizobium dengan menggunakan teknik isotop 15N. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pertanian Ilmu Tanah Badan Tenaga Nuklir Nasional. Sampel diambil dari tanah asal Lombok . Perlakuan yang dicobakan meliputi :1) Varietas Rajabasa + Kontrol (Urea 15N 20 kg N/ha), 2) Varietas Rajabasa + Rhizobium + Urea 15N 20 kg N/ha , 3) Varietas Rajabasa + Urea 15N 100 kg N/ha. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan tidak adanya perbedaan yang nyata antar semua perlakuan terhadap brangkasan, bobot biji, serapan N brangkasan dan serapan N biji
Penentuan Faktor Koreksi Dosis Radiasi Sinar-X Linac 6 MV Pada Ketidakhomogenan Jaringan Tubuh dengan MCNPX
Salah satu metode untuk menghitung dosis radiasi yang dihasilkan oleh linac adalah dengan menggunakan program simulasi MCNPX. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik kurva Percentage Depth Dose (PDD) untuk berkas sinar-x 6 MV dan faktor koreksi dari distribusi dosis akibat adanya ketidakhomogenan jaringan tubuh. Penelitian ini menggunakan fantom jenis ORNL-MIRD phantom (1996 version) yang telah dimodifikasi. Fantom dibedakan menjadi fantom homogen yaitu dengan komposisi air dan jaringan lunak dan fantom nonhomogen dengan komposisi jaringan lunak yang didalamnya terdapat organ paru-paru pada kedalaman 5-14 cm dan jaringan lunak yang didalamnya terdapat organ tulang belakang pada kedalaman 5-10 cm. Luas lapangan penyinaran radiasi 10 x 10 cm2 dengan arah penyinaran radiasi Anterior-Posterior (AP) serta Posterior-Anterior (PA) dengan SSD 100 cm. Dalam penelitian ini didapatkan karakteristik kurva PDD yang sama antara fantom dengan komposisi air dan fantom dengan komposisi jaringan lunak yaitu dosis maksimum berada pada kedalaman 1,5-2,0 cm. Pada fantom nonhomogen yaitu jaringan lunak yang terdapat organ paru-paru mengalami peningkatan dosis dengan deviasi tertinggi sebesar 49,748 % dan keberadaan organ tulang belakang mengalami penurunan dosis dengan deviasi tertinggi sebesar 31,044 %. Rentang faktor koreksi akibat adanya organ paru-paru adalah 0,701-1,663 sedangkan akibat adanya organ tulang belakang adalah 0,586-0,983
Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Daya Simpan Daun Pisang Tanpa Vakum
Daun pisang merupakan komoditas pertanian yang dapat diekspor ke luar negeri dan memiliki nilai jual yang tinggi. Ekspor daun pisang biasanya memakan waktu yang lama karena diberlakukannya proses karantina. Badan Karantina Pertanian menganjurkan penggunaan iradiasi gamma untuk memperpanjang daya simpan komoditas pertanian saat diekspor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pra-perlakuan dengan pembersihan menggunakan lap kain, iradiasi gamma, dan tanpa penggunaan vakum pada daya simpan daun pisang. Tahapan penelitian ini terdiri dari preparasi sampel (perlakuan lap (L) dan non-lap (NL)), iradiasi gamma (0, 250, 500, dan 1000 Gy), analisis proksimat, Total Plate Count (TPC), intensitas warna, dan % kerusakan daun. Hasil penelitian menunjukkan iradiasi gamma mempengaruhi daya simpan daun pisang pada dosis tertentu dengan perlakuan NL. Berdasarkan hasil analisis proksimat, pemberian iradiasi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, bahan kering, bahan organik, dan bahan abu pada daun pisang. Perbandingan TPC menunjukkan dosis 500 dan 1000 Gy mampu mengurangi hingga membunuh mikroorganisme pada semua perlakuan, namun hal ini tidak berpengaruh terhadap persentase kerusakan daun. Nilai intensitas warna pada hari ke-14 menunjukkan dosis 250 Gy pada perlakuan NL di semua sisi memiliki nilai L* lebih rendah dibandingkan 0 Gy (kontrol). Terjadi penurunan persentase kerusakan pada sampel daun pisang dosis 250 Gy di hari ke-14. Iradiasi dosis 250 Gy dengan perlakuan NL dapat menahan kerusakan daun pisang hingga 13,7%
Radiosensitivitas dan Pengaruh Dosis Radiasi Gamma terhadap Pertumbuhan Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa)
Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi terutama tumbuhan berkhasiat obat, salah satunya tanaman rosella. Peningkatan keragaman sumberdaya genetik merupakan dasar yang penting dalam program pemuliaan tanaman rosella. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dosis radiosensitivitas rosella. Penelitian dilakukan pada bulan Maret – Agustus 2020 di Kebun Percobaan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Induksi mutasi rosella dilaksanakan di Organisasi Riset Tenaga Nuklir– Badan Riset dan Inovasi Nasional (ORTN-BRIN) Jakarta Selatan. Penelitian dilaksanakan dengan meradiasi benih rosella merah menggunakan sumber iradiasi gamma Co-60 dari iradiator Gamma Chamber 4000A dengan dosis 0, 300, 400, 500, 600, 700, dan 800 Gy dengan setiap dosis terdiri dari 25 benih. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), setiap perlakuan diulang empat kali. Pengamatan dilakukan terhadap karakter kualitatif dan kuantitatif. Karakter kualitatif meliputi perubahan warna, bentuk batang, daun, bunga serta biji rosella, dan hanya karakter yang mengalami perbedaan dengan tanaman kontrol yang akan dilaporkan. Karakter kuantitatif meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, lebar tajuk, umur berbunga, umur panen, periode panen, berat bunga basah, berat bunga kering, dan jumlah biji/bunga. Data yang diperoleh dianalisis ragam fenotip dan uji lanjut Honestly Significant Difference (HSD) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LD50 tanaman rosella merah adalah 688,10 Gy. Iradiasi pada dosis 700 dan 800 Gy dihasilkan tanaman dengan tipe pertumbuhan determinate, terjadi perubahan bentuk daun dengan warna hijau muda, batang merah muda dan bunga yang hanya muncul pada titik tumbuh. Iradiasi berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan produksi rosella merah
Pengaruh Iradiasi Gamma pada Karakter Kuantitatif dan Kualitatif Kantong Semar (Nepenthes ampullaria Jack.)
Kantong semar (Nepenthes) merupakan tanaman yang potensial dikembangkan sebagai tanaman hias. Peningkatan keragaman genetik diperlukan dalam pengembangan tanaman ini, salah satunya dengan menggunakan iradiasi gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis iradiasi gamma terhadap pertumbuhan kantong semar (Nepenthes ampullaria). Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu dosis iradiasi (0 (kontrol), 15, 30, 45, 60, 75, dan 90 Gy) dan diulang sebanyak tiga ulangan. Bahan tanaman yang digunakan adalah planlet N. ampullaria yang berumur 10 bulan lalu diaklimatisasi pada botol kultur dengan media sphagnum moss dan disimpan pada ruang kultur. Planlet N. ampullaria yang telah diiradiasi kemudian dipindahkan pada botol kultur baru yang telah diisi sphagnum moss kemudian disimpan di ruang kultur dan diamati pertumbuhannya. Berdasarkan hasil pengamatan selama 12 minggu setelah perlakuan, belum didapatkan LD50 pada penelitian ini. Karakter kuantitatif yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah kantong mengalami penurunan akibat peningkatan dosis iradiasi dibandingkan dengan kontrol. Semakin tinggi dosis iradiasi, pertumbuhan N. ampullaria semakin terhambat. Selain itu, pada dosis 30 Gy sebagian besar pucuk mengalami nekrosis (menguning) dan lama-kelamaan menjadi coklat. Variasi tanaman paling banyak ditemukan pada dosis 15 Gy yaitu variasi pada bentuk daun dan kantong. Daun yang terbentuk hanya dari tulang daun tanpa helaian daun dan terbentuk kantong pada ujung tulang daun. Selain itu, didapatkan helaian daun yang bergelombang dan terbentuknya bagian penutup kantong (lid) pada ujung daun
Analisis 14C Modern dalam Karang Goniastrea favulus di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan melalui Metode Liquid Scintillation Counting (LSC)
Penelitian ini bertujuan untuk menentuan aktivitas spesifik 14C karang modern dari Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan dengan metode Liquid Scintillation Counting (LSC). Pengambilan sampel karang Goniastrea favulus dilakukan di Pulau Ballang Caddi dan Pulau Lamputang wilayah middle inner zone Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. Penelitian ini melalui tiga tahapan, yakni: pencucian sampel karang, ekstraksi karbonat, dan pengukuran aktivitas 14C menggunakan LSC Hidex 300 SL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spesifik rata-rata 14C dari karang Goniastrea favulus adalah 15,31 ± 0,6 dpm/g. Nilai aktivitas 14C karang modern di laut dan karang mati di daratan tidak berbeda signifikan
Dosis Sterilisasi Kemasan Lip Gloss Hasil Iradiasi Gamma
Lip gloss merupakan produk kosmetik yang berfungsi untuk melembabkan dan memberikan kilau pada bibir. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi pada produk lip gloss dibutuhkan kemasan yang steril. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mencegah adanya kontaminasi yang berasal dari kemasan adalah sterilisasi dengan memanfaatkan radiasi gamma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dosis sterilisasi radiasi gamma pada kemasan lip gloss dan dampak terhadap fungsionalnya. Tahapan penelitian terdiri dari analisis bioburden, penentuan dosis verifikasi dan sterilisasi serta pengujian fungsional kemasan lip gloss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam kemasan lip gloss terdeteksi adanya bioburden bakteri dan fungi. Berdasarkan ISO 11137, Sterility Assurance Level (SAL) 10-2, maka dosis verifikasi radiasi gamma untuk kemasan lip gloss adalah 7,7 kGy, sedangkan dosis sterilisasi untuk SAL 10-6 adalah 20,9 kGy. Iradiasi terhadap kemasan lip gloss dengan dosis verifikasi dan sterilisasi menghasilkan kondisi steril kemasan dari bioburden. Akan tetapi, iradiasi menyebabkan terjadinya perubahan fungsional kemasan lip gloss dilihat dari warna kemasan, tetapi tidak mempengaruhi bagian applicator, wiper dan bulu applicator
Assessment of Hypoglycemic Trace Elements in Bitter Gourd (Momordica charantia) Fruit by Neutron Activation Analysis
The fruit of bitter gourd (Momordica charantia) or commonly known in Indonesia by pare is believed to reduce glucose levels in the blood. It is known that several trace elements affect insulin performance, such as chromium, magnesium, zinc, and manganese. This study aims to determine the content of hypoglycemic trace elements in bitter gourd fruits using neutron activation analysis techniques. The gourd fruits were taken from four regions in Java, i.e. Bangkalan, Magelang, Cianjur, and Pandeglang. The results showed that bitter gourd fruit contained elements with average contents in mg/kg dry weight: chromium (1.647), magnesium (2881), zinc (30.1), and manganese (57). The gourd fruit from Pandeglang has three elements with the highest concentration, namely chromium, magnesium, and manganese, whereas the highest zinc concentration comes from Cianjur. Based on the recommended dietary allowance of these elements and the level of consumption, bitter gourd fruit contributed chromium, magnesium, zinc, and manganese by 31%, 6%, 2%, and 7-18% daily intake. Furthermore, in vivo studies need to be carried out based on elemental content to determine the effectiveness of bitter ground fruit against diabetes