Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Not a member yet
    697 research outputs found

    Back Matter

    No full text
    Back Matte

    Front Matter

    No full text
    Front Matte

    Back Matter

    No full text
    Back Matte

    THE EFFECTS OF INITIAL EXOGENOUS FEED ON DIGESTIVE ENZYMES ACTIVITY AND GROWTH OF Epinephelus fuscoguttatus (Forsskal, 1775) LARVAE

    Full text link
    Pemberian pakan eksogen awal merupakan hal yang penting dilakukan dalam kegiatan pembenihan ikan laut, termasuk ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). Peralihan dari pakan endogen ke pakan eksogen merupakan fase kritis bagi kelangsungan hidup larva ikan kerapu macan pada stadia awal. Keberadaan pakan eksogen dapat berpengaruh terhadap aktivitas enzim pencernaan dan pertumbuhan larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peranan pakan eksogen awal terhadap aktivitas enzim pencernaan dan pertumbuhan larva stadia awal. Dua perlakuan yang diujicobakan adalah larva diberi pakan eksogen dan larva tidak diberi pakan eksogen. Pakan eksogen awal yang diberikan berupa zooplankton rotifer Brachionus rotundiformis. Parameter yang diamati adalah aktivitas enzim pencernaan yang meliputi protease, amilase dan lipase; penyerapan pakan endogen; dan pertumbuhan larva yang meliputi panjang total dan bobot tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas enzim pencernaan larva umur 3 hari yang tidak diberi pakan awal adalah lebih tinggi dibandingkan dengan larva yang diberi pakan eksogen awal. Pakan endogen habis terserap pada larva umur 3 hari. Panjang total larva pada kedua perlakuan adalah cenderung sama, sedangkan bobot tubuh pada larva yang diberi pakan awal lebih besar dibandingkan yang tidak diberi pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pakan eksogen awal berpengaruh terhadap aktivitas enzim pencernaan dan pertumbuhan larva ikan kerapu macan pada stadia awal.The initial exogenous feeding is crucial in marine fish larviculture, including tiger grouper (Epinephelus fuscoguttatus). The transition from endogenous to exogenous feed is critical for the survival rate of the early stage of larvae. The exogenous feed can influence digestive enzymes activity and larval growth. This study was aimed to determine the role of initial exogenous feed on digestive enzymes activity and growth in the early stage of tiger grouper larvae. Two treatments tested were feeding larvae with exogenous feed and unfed larvae. The initial exogenous feed given was zooplankton rotifers Brachionus rotundiformis. Parameters observed were digestive enzymes activity, including protease, amylase and lipase; absorption of endogenous feed, and larval growth that consisted of total length and body weight. The result indicated that the digestive enzymes activity of unfed larvae were higher than those of fed larvae at 3 days old. Endogenous feed completely absorbed at 3 days old larvae. The total length of larvae was almost similar between the two treatments. In contrast, the body weight of fed larvae tends to be bigger than that of unfed larvae. Based on the results of this study, the initial exogenous feeding influenced digestive enzymes activity and growth of tiger grouper larvae in the early stage

    SUITABILITY STUDY OF SHRIMP PONDS (Penaeus monodon) IN OENSULI VILLAGE, MUNA DISTRIC SOUTHEAST SULAWESI PROVINCE

    Full text link
    Keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon) di pertambakan Desa Oensuli akan tercapai jika lokasinya memenuhi kriteria untuk budidaya udang windu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan aktual tambak udang windu yang dikelola dengan sistem intensif, dan ekstensif di Desa Oensuli, Kabupaten Muna. Metode yang digunakan yaitu dengan cara membandingkan hasil pengukuran atau hasil analisis data dengan kriteria kelayakannya/kualitas lahan untuk budidaya udang windu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa parameter dikategorikan cukup sesuai seperti nilai suhu 30-35 oC, kecerahan 24-30 cm, dan beda pasang surut 2,93 m. Tingkat kesesuaian lahan aktual tambak udang windu di Desa Oensuli Kabupaten Muna secara umum tergolong dalam kategori cukup sesuai (S2a1,2h) dan masih dapat mendukung untuk kegiatan budidaya udang windu.The success on aquaculture of tiger shrimp (Penaeus monodon) in Oensuli Village will be achieved if its location meets the criteria for tiger shrimp aquaculture. Therefore, it is important to conduct this research to find out the level of suitability of the actual land of tiger shrimp aquaculture that is managed with high, and low production in Oensuli Village, Muna Regency. The method used is to compare the measurement results or the results of data analysis with the eligibility criteria/land quality for tiger shrimp aquaculture. The results of this study indicate that several parameters are categorized enough suitable, such as temperature values ​​of 30-35 oC, the brightness of 24-30 cm, and tidal difference of 2.93 m. The level of actual land suitability of tiger prawn ponds in Oensuli Village, Muna Regency, is generally in enough suitable category (S2a1.2h) and can still support tiger prawn cultivation activities

    NURSERY OF CANTIK GROUPER (Epinephelus fuscoguttatus × Epinephelus microdon) BASED RECIRCULATION AND BIOREMEDIATION FOR AQUABUSINESS EFFICIENCY

    Full text link
    Pendederan ikan kerapu cantik umumnya dilakukan dengan pergantian air rutin setiap hari sehingga rentan terhadap penurunan kualitas air dan kinerja produksi. Pendederan ikan kerapu dengan sistem resirkulasi dan bioremediasi diharapkan dapat meningkatkan kinerja produksi melalui perbaikan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendederan kerapu berbasis recirculating aquaculture system (RAS) dan bioremediasi untuk meningkatkan efisiensi akuabisnis. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan empat kali ulangan. Penelitian menggunakan tiga perlakuan sistem pemeliharaan, yaitu sistem konvensional tanpa resirkulasi dan tanpa bioremediasi (SK), sistem resirkulasi tanpa bioremediasi (RAS), serta sistem resirkulasi dan bioremediasi (RB). Ikan yang digunakan pada penelitian adalah benih kerapu cantik dengan panjang awal rata-rata 3,6±0,2 cm dengan padat tebar 500 ekor/m3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan panjang mutlak terbaik didapatkan pada sistem resirkulasi dengan bioremesiasi sebesar 94,8±0,37%, dan 0,1098±0,0029 cm/hari. Usaha pendederan ikan kerapu dengan sistem resirkulasi dan bioremediasi mampu meningkatkan keuntungan 41,76% dan 8,81% lebih efisien dari sistem pergantian air rutin.Nursery of cantik grouper is generally carried out with regular water changes every day so that it is susceptible to decreased water quality and production performance. Grouper nursery with recirculation and bioremediation systems is expected to improve production performance by improving water quality. This study aims to analyze grouper nursery based on RAS (Recirculating aquaculture system) and bioremediation to improve aquabusiness efficiency. This study was conducted for 40 days using a completely randomized design with three treatments and four replications. The study used three treatment systems, namely conventional systems without recirculation and without bioremediation (SK), recirculation systems without bioremediation (RAS), and recirculation and bioremediation systems (RB). The fish used in the research were grouper seeds with an average initial length of 3.6±0.2 cm with a stocking density of 500 fish/m3. The results showed that the best survival rate and absolute length growth rate were obtained in the recirculation system with bioremeciation of 94.8±0.37%, and 0.1098±0.0029 cm/day. Grouper nursery business with recirculation and bioremediation systems was able to increase profits by 41.76% and 8.81% more efficiently than the routine water change system

    PENGELOLAAN PERIKANAN TUNA GIGI ANJING BERKELANJUTAN SECARA DIMENSI EKOLOGI DI PERAIRAN SIMEULUE TIMUR, ACEH, INDONESIA

    Full text link
    Kabupaten Simeulue dikelilingi oleh pulau-pulau kecil yang kaya akan keanekaragaman sumberdaya ikan yakni tuna. Interaksi (timbal balik) antara kelompok organisme terhadap lingkungannya merupakan peran penting dari sistem ekologi. Penentuan status ekologi dapat dijadikan sebagai dasar dalam upaya pemantauan, pengelolaan dan keberlanjutan perairan terhadap daerah penangkapan ikan tuna. Aktifitas penangkapan perikanan tangkap akan memengaruhi perubahan lingkungan yang akan berdampak pada keberlanjutan, keberadaan dan keragaman biota laut. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis status keberlanjutan ekologi daerah penangkapan ikan tuna di Perairan Simeulue Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juli 2021. Metode yang dilakukan pada penelitian ini dengan cara pengamatan dan pengukuran karakteristik lingkungan perairan serta melakukan wawancara. Atribut yang dilihat meliputi: kondisi lingkungan perairan, konservasi wilayah laut, aktivitas penangkapan, pemanfaatan sumberdaya pelagis, daya dukung lingkungan, jenis alat tangkap, volume alat tangkap, tingkat kesesuaian penangkapan. Status keberlanjutan dimensi ekologi didapatkan nilai sebesar 79,74. Hasil yang diperoleh tergolong dalam baik berkelanjutan.Simeulue Regency is surrounded by small islands rich in diverse fish resources, namely dogtooth tuna. The interaction (reciprocity) between groups of organisms and their environment plays an important role in ecological systems. The determination of ecological status can be used to monitor, manage, and sustain waters in tuna fishing areas. Fishing activities will affect environmental changes that will impact marine biota\u27s sustainability, existence, and diversity. This study aimed to analyze the ecological sustainability status of tuna fishing areas in East Simeulue waters. The research was conducted in May-July 2021. The method used in this research was observing and measuring the characteristics of the aquatic environment and conducting interviews. The attributes seen include the condition of the aquatic environment, conservation of pelagic resources, fishing activities, utilization of pelagic resources, environmental carrying capacity, type of fishing gear, the volume of fishing gear, level of suitability for fishing. The sustainability status of the ecological dimension obtained a value of 79.74. The results obtained are classified as well sustainable. &nbsp

    MICROPLASTIC ACCUMULATION IN ECONOMICALLY IMPORTANT FISH SPECIES FROM BARRANGLOMPO ISLAND WATERS, MAKASSAR

    Full text link
    Mikroplastik (MP) telah ditemukan di berbagai lingkungan laut khususnya pada ikan, dan informasi terkait akumulasi mikroplastik pada organ-organ ikan masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keberadaan mikroplastik pada organ insang, saluran pencernaan, dan daging ikan ekonomis penting (Hemiramphus far, Siganus virgatus, dan Lethrinus lentjan) di perairan Pulau Barranglompo, Makassar, serta mengidentifikasi karakteristik mikroplastik meliputi warna, bentuk, dan ukuran. Setiap organ diekstraksi menggunakan KOH 20% dan pengamatan karakteristik MP dilakukan secara visual menggunakan mikroskop stereo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik ditemukan di insang, saluran pencernaan, dan daging dari ketiga spesies ikan. Tingkat deteksi mikroplastik pada masing-masing H. far, S. virgatus, dan L. lentjan adalah 100%, 100%, dan 82%. Karakteristik warna mikroplastik didominasi oleh biru, bentuk mikroplastik didominasi oleh line, dan kisaran ukuran mikroplastik didominasi 1–5 mm. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk melihat akumulasi mikroplastik pada setiap organ secara eksperimental di laboratorium.Microplastics (MPs) have been found in various marine compartments especially in fish, and there is limited information regarding the accumulation of MPs in fish organs. Therefore, this study aimed to investigate the presence of microplastics in economically important fish organs (Hemiramphus far, Siganus virgatus, and Lethrinus lentjan) at Barranglompo Island Waters, Makassar, and also to identify the characteristics of microplastics including color, shape, and size. Each organ was extracted using KOH 20% and the MPs characteristics were observed visually using a stereomicroscope. The result showed that MPs were found in gills, gastrointestinal tract, and flesh of three fish species. The detection rate of MPs in H. far, S. virgatus, and L. lentjan was 100%, 100%, and 82%, respectively. The most common MP color was blue, the shape was predominantly line, and the most abundant size range was 1–5 mm. Further studies are needed to investigate the accumulation of MPs in fish organs experimentally in the laboratory

    ANALISIS KANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA USUS IKAN TUNA MATA BESAR (Thunnus obesus) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN IKAN WAKATOBI

    Full text link
    Pencemaran plastik memiliki efek terhadap perairan laut dan terbatasnya informasi mengenai dampak terhadap saluran pencernaan ikan migrasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan mikroplastik pada sistem pencernaan ikan yang terletak pada bagian usus dan identifikasi jenis polimer mikroplastik pada daging ikan tuna mata besar yang didaratkan di pelabuhan ikan Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2020 di Kabupaten Wakatobi. Proses identifikasi kandungan mikroplastik pada usus ikan tuna mata besar dilakukan dengan 4 tahap, yaitu (1) tahap pembedahan ikan, (2) pemisahan densitas, (3) penghilangan senyawa organik, (4) pengamatan visual. Identifikasi jenis polimer mikroplastik pada daging ikan tuna mata besar dianalisis menggunakan fourrier trasform infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat mikroplastik pada usus ikan tuna mata besar berjumlah dua belas partikel dengan tipe mikroplastik berupa fiber berwarna biru, cokelat dan merah. Ukuran mikroplastik yang ditemukan yaitu 0,701-4,305 mm. Hasil analisis FTIR pada daging ikan menunjukkan senyawa polyethylene ditandai dengan adanya ikatan C=O stretch.Plastic pollution has an effect on marine waters and limited information about the impact on the digestive tracts of migratory fish. Therefore, this study aims to analyze the content of microplastics in the digestive system of fish that are located in the intestines and identify the type of microplastic polymers in the meat of big-eyes tuna fish landed in the port of Wakatobi fish. The research was conducted from March to July 2020 in Wakatobi Regency. The process of identifying the microplastic content in the intestines of bigeyes tuna was carried out in 4 stage, namely (1) fish disscetion, (2) density separation, (3) removal of organic compounds, (4) visual observation. Identification of the type of microplastic polymers in meat of bigeyes tuna was analyzed using fourier transform infrared (FTIR). The results showed that there are microplastics in the intestines of big-eyes tuna fish numbering twelve particles with microplastic types in the form of blue, brown and red fibers. The size of microplastic which found was 0.701-4.305 mm. The results of FTIR analysis on fish meat showed polyethylene compounds marked by the presence of C=O stretch bonds

    POTENTIAL TSUNAMI ANALYSIS IN NORTH LOMBOK

    Full text link
    Sesar Flores merupakan pemicu gempa bumi pada tanggal 5 Agustus 2018 di Pulau Lombok. Dilaporkan bahwa gempa bumi dengan kekuatan 7,0 Mw saat itu, telah menyebabkan tsunami kecil dengan ketinggian 13,5 cm di pesisir pantai Desa Carik, Lombok Utara. Studi ini bertujuan untuk mensimulasikan potensi bahaya tsunami yang berasal dari aktivitas sesar Flores menggunakan pemodelan tsunami COMCOT v1.7 untuk mengestimasi potensi tinggi tsunami, waktu tiba tsunami, dan potensi area terdampak tsunami. Data historis untuk pusat gempa bumi dalam simulasi adalah gempa bumi pada tanggal 2 September 2018, dengan asumsi kekuatan gempa 7,0 Mw. Berdasarkan data gempa bumi diatas, parameter yang dipilih berupa kedalaman sumber gempa 14 km, luas patahan 47,9 x 15,9 km, dislokasi 2,5 m, dan parameter strike 284o, dip 64o, dan slip 88o. Layer simulasi dibagi menjadi 3 berdasarkan sistem model bersarang, dengan reolusi masing-masing 464 m, 232 m, dan 77 m. Data batimetri diperoleh dari GEBCO dengan resolusi 15-arcsecond. Waktu simulasi penjalaran tsunami yang dilakukan selama 30 menit, menghasilkan tinggi tsunami awal sebesar 0,9 m. Tinggi tsunami maksimum yang teramati di darat adalah 1–2,5 m. Estimasi waktu tiba gelombang pada pesisir Lombok Utara, adalah 3 sampai 13 menit. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Bayan, Kayangan, Tanjung, dan Gangga berpotensi terkena dampak tsunami. Tinggi maksimum dan kecepatan waktu tiba tsunami di Lombok Utara sangat berpotensi merusak dan dapat menimbulkan korban jiwa, sehingga perlu upaya mitigasi seperti sosialisasi dan pelatihan dalam menghadapi bahaya tsunami, penanaman vegetasi pantai yang sesuai dengan substrat di pantai, dan membangun pemecah gelombang lepas pantai.The Flores Fault is the one of caused an earthquake on August 5, 2018 in Lombok Island. It is reported that this earthquake with magnitude of 7.0 Mw caused a small tsunami with amplitude of 13.5 cm in the coastal area of Carik village, North Lombok. This study aimed to simulate a potential tsunami hazard from the Flores faults activity using the COMCOT v1.7 tsunami model which estimates potential tsunami height, tsunami arrival time, and potential tsunami affected areas. Historical earthquake data as an epicenter in the simulation was the earthquake on September 2, 2018, with the earthquake magnitude of 7 Mw. On the basis of the earthquake above, the model parameters was chosen, such as the depth of epicenter of 14 km, width fault area of ​​47.9 x 15.9 km, dislocation of 2.5 m, strike of 284o, slip of 64o, and dip of 88o. Simulation layer is divided into 3 layers based on nesting grid system with 464 m, 232 m and 77 m resolution, respectively. Bathymetric data were obtained from GEBCO with a 15-arc second grid size. Tsunami propagation simulation has been performed for duration of 30 minutes, which produced an initial tsunami height of 0.9 m. The maximum tsunami height revealed from the simulation was between 1-2.5 m on land. Estimated arrival time of the tsunami in North Lombok was ftom 3 to 13 minutes. Simulation result showed that sub-district area of Bayan, Kayangan, Tanjung, and Gangga are affected potentially areas by the tsunami. The maximum height and arrival time of the tsunami in North Lombok have the potential to be destructive and can cause casualties, so that mitigation efforts are needed, such as socialization and training in dealing with tsunami hazards, planting coastal vegetation that is suitable for the substrate on the coast, and building offshore breakwaters. &nbsp

    639

    full texts

    697

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇