Jurnal Psikologi
Not a member yet
437 research outputs found
Sort by
PELATIHAN BERFIKIR POSITIF UNTUK MENANGANI SIKAP PESIMIS DAN GANGGUAN DEPRESI Positive Thinking Training as a Treatment for Pessimistic Attitude and Depression
According to the cognitive theory, pessimistic attitude and depression are caused by negative thoughts, that is, a negative concept of the future, the self, and the outer world. A person who is depresed and has a pessimistic attitude, interprets any event in a negative way, focuses on negative aspects of any situation, and also has hopeless expectation about the future. He/she also has a pessimistic explanatory style, seeing the causes of bad events as permanent, universal and internal, and the causes of good events as temporary; specific and external
CARA PENYAMPAIAN HASIL BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN SELF-EFFICACY MAHASISWA
Penelitian ini akan menetapkan efektivitas suatau cara penyampaian hasil bealajar untuk meningkatkan self-efficacy. Duapuluh dua mahasiswa pengambil matakuliah PSP dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol secara matched
VALIDITAS, RELIABILITAS DAN NILAI STANDAR DARI TES PEMAHAMAN, TES PENALARAN DAN TES BERHITUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau menguji validitas dan reliabilitas serta membuat norma atau nilai standar dari tes pemahaman, tes penalaran, dan tes berhitung adaptasi Fakultas Psikologi UGM. Data penelitian diperoleh dari dokumentasi pada Biro Psikologi Pengembangan SDM Fakultas Psikologi UGM yang merupakan data tes terhadap calon karyawan dan karyaawan dari berbagai instansi, dan terdiri dari testi pria dan wanita dengan tingkat pendidikan terdiri dari Sekolah Lanjutan Atas, Sarjana Muda dan Sarjana
Peranan Kepuasan Kebutuhan Dasar Psikologis dan Orientasi Tujuan Mastery Approach terhadap Belajar Berdasar Regulasi Diri
This research aims at empirically examining the role of basic psychological need satisfaction and mastery approach goal orientation toward the self-regulated learning of the university students. The subject of this research consisted of 240 students the third, the fifth, and the seventh semester students of the faculty of education and teaching at the State Islamic University Makassar derived from eight departments. The sample taken by using multi stage cluster random sampling tecnique. The research instruments used were the self-regulated learning scale, the psychological basic need scale, and the mastery approach goal orientation scale. The data analyzed by using multiple regression analysis. The result shows that the value of Fregression = 115.303, and the value of p < 0.001. This means that the hypothesis of this research is accepted or the basic psychological need together with the mastery approach goal orientation can significantly predict the self- regulated learning of the university students with effective contribution R 2 = 0.493 or 49.3%. Partially, the two predictors showed a different contribution where the basic psychological need satisfaction contributed 4.9% and the mastery approach goal orientation contributed 44.4% to the self-regulated learning of the university students
General Health Qquestionnaire-12 (GHQ-12) sebagai Instrumen Skrinning Gangguan Penyesuaian
Gangguan Penyesuaian (GP) banyak dijumpai pada pasien yang datang di layanan kesehatan primer, terutama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas klinik GHQ-12, sebagai instrumen skrining GP pada pasien Puskesmas. Penelitian ini melibatkan 243 sampel pasien di 25 Puskesmas di Kabupaten Sleman, Yogyakarta Hasil analisis menunjukkan prevalensi GP di Puskesmas sejumlah 12.9%. Analisis reliabilitas menunjukkan hasil yang memuaskan (rxx’= 0.863, 0.841, 0.832). Sedangkan analisis faktor menemukan adanya 3 faktor pembentuk konstrak, yaitu distress psikologis, kesuksesan koping dan full of enjoyment. Analisis ROC dan LR menghasilkan nilai sensitivitas sebesar 0,81, spesivisitas 0.62, LR+ 2.12, dan LR- 0.31, dengan titik potong optimum ≥11 (Likert), sensitivitas 0.81, spesivisitas 0.57, LR+ 1.90, dan LR- 0.34, dengan titik potong optimum ≥2 (Bimodal), serta spesivisitas 0.81, spesivisitas 0,55, LR+ 1.80, dan LR- 0.35 dengan titik potong ≥4 (CGHQ). Dapat disimpulkan bahwa GHQ-12 valid, reliabel dan akurat sebagai instrumen skrining GP. Kata kunci: GHQ-12, SCID, Gangguan Penyesuaian, Puskesmas, Validitas klini
SKALA SOMATISASI
Somatisasi merupakan salah satu bentuk dari somatoform disorder. Penderita somatisasi mengeluh tentang bermacam-maca penyakit sehingga aktivitas penderita dapat terganggu. Penelitia ini merupakan kelanjutan dari peenlitian terdahulu, bertujuan menguji konsistensi internal skala somatisasi yang merupakan bagi dari skala kepribadian UGM
PENGARUH KEKERASAN TERHADAP KETEPATAN INGATAN
Penelitian eksperimen ini menggunakan simple-randomized design, dilakukan untuk menguji pengaruh tingkat kekerasan tindak kejahatan terhadap ketepatan ingatan
Emosi Moral dan Empati pada Pelaku Perundungan-siber
Ragam dan frekuensi tindakan yang masuk dalam kategori perundungan-siber semakin meningkat akhir-akhir ini. Setiap pengguna Internet dapat dengan mudah mempublikasikan emosi dan pikirannya di Internet, termasuk di dalamnya emosi negatif yang ditujukan untuk menyakiti orang lain. Penelitian ini menguji pengaruh emosi moral di dalam hubungan empati dengan perilaku perundung-siber. Emosi moral yang diuji adalah malu, bersalah, bangga, dan besar-hati sedangkan empati meliputi kognitif dan afektif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berasal dari 382 orang, 174 siswa SLTA dan 208 mahasiswa, 103 perempuan sedangkan sisanya laki-laki. Semua responsden menjawab pertanyaan Skala Emosi Moral, Skala Empati, dan Skala Perundungan-siber. Setelah dilakukan analisis regresi diperoleh hasil bahwa semua dimensi empati dan emosi moral berkorelasi dengan perundungan-siber. Uji mediasi membuktikan bahwa malu, rasa berdosa, dan bangga hubristic merupakan pemediasi hubungan empati, baik kognitif maupun afektif, dengan perundungan-siber. Rasa bangga autentik hanya memediasi antara empati kognitif dengan perundungan-siber. Artikel ini juga membahas lebih lanjut peran keempat dimensi emosi moral dalam membedakan hubungan kecenderungan perundungan-siber
Mahasiswa dan Internet: Dua Sisi Mata Uang? Problematic Internet Use pada Mahasiswa
Problematic Internet Use (PIU) is one of the negative effects of the internet use, but we can rarely find publications on PIU of Indonesian’s college students, especially college students in Jakarta. The purpose of this research was to describe PIU among college students in Jakarta. The Generalized Problematic Internet Use Scale 2 was used to collect data of a total of 474 college students from three universities in Jakarta. The results showed that: a) For preference for online social interaction symptoms, participants preferred to do online social interaction rather than face to face interaction, especially when face to face interactions were not possible. b) For mood regulation symptoms, participants used internet to regulate their negative feelings. c) For cognitive preoccupation symptoms, participants tended to have obsessive thought patterns for their activity on internet. d) For compulsive internet use symptoms, participants found it difficult to restrict their internet use. e) For negative outcome symptoms, online activities of participants did not have negative influence on their daily routines. Furthermore, the results showed no significant differences of the PIU symptoms across gender and internet use duration. Taken together, the results indicated moderate level of problematic internet use in our sampl
KONSEP DIRI, HARGA DIRI, DAN KEPERCAYAAN DIRI REMAJA
Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang penting dalam kehidupan manusia. Dari pendapat para ahli konsep diri dan harga diri mempunyai hubungan dengan tinggi rendahnya kepercayaan diri. Namun demikian, bagaimana arah hubungan tersebut belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empirik hubungan antara konsep diri, harga diri, dan kepercayaan diri. Dengan subjek penelitian siswa SMP PIRI Ngabean sebanyak 208 orang, data diolah dengan analisis product moment dari Pearson. Diperoleh dukungan terhadap hipotesis penelitian yaitu bahwa ada hubungan yang positif antara konsep diri dan kepercayaan diri (rxy=0,808; p<0,01); dan ada hubungan yang positif antara harga diri dan kepercayaan diri (rxy=0,684; p<0,01). Hasil perhitungan ini dibandingkan dengan hasil analisis data yang sama dengan teknik korelasi parsial. Dengan mengendalikan pengaruh variabel harga diri diperoleh koefisien korelasi antarakonsep diri dan kepercayaan diri sebesar rxy=0,606 (p<0,01). Selanjutnya dengan mengendalikan pengaruh variabel konsep diri, diperoleh koefisien korelasi antara harga diri dan kepercayaan diri sebesar rxy=0,172 (p<0,05). Dari hasil analisis tersebut dapat dambil kesimpulan bahwa variabel konsep diri meruapakan prediktor yang lebih kuat terhadap kepercayaan diri. Hal ini didukung oleh dua hal. Pertama, koefisien korelasi antara harga diri dan kepercayaan diri lebih besar daripada koefisien korelasi antara harga diri dan kepercayaan diri. Kedua, penurunan koefisien korelasi antara harga diri dan kepercayaan diri cukup besar ketika variabel konsep diri dikendalikan pengaruhnya