Jurnal Psikologi
Not a member yet
    437 research outputs found

    Perilaku Seks Pranikah pada Mahasiswa: Menilik Peran Harga Diri, Komitmen Hubungan, dan Sikap terhadap Perilaku Seks Pranikah

    Get PDF
    Some variables such as self-esteem, relationship commitment in dyadic relation committed by the person, and positive attitude, suspected affect premarital sexual behavior. The aim of this study is to measure empirically the influence of self-esteem, relationship commitment, and the attitude of premarital sexual behavior to premarital sexual behavior in college students. This study involved 287 college students as participants. Structural equation model is used to test the hypothesis in this research. The results showed that the empirical model obtained in accordance with the theoretical model, or it has the goodness of fit. However, only committed relationship, and attitude of premarital sexual intercourse affect the premarital sexual behavior in college students.Abstrak : Harga diri dan komitmen hubungan pada relasi diadik, serta sikap positif ditengarai menjadi penyebab munculnya perilaku seks pranikah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui secara empiris apakah harga diri, komitmen hubungan, dan sikap terhadap perilaku seks pranikah memengaruhi perilaku seks pranikah pada mahasiswa. Penelitian ini melibatkan 287 orang mahasiswa. StructuralEquationModel digunakan untuk menguji hipotesis di dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model empirik yang didapatkan sesuai dengan model teoretik yang dibangun. Namun demikian, hanya komitmen hubungan, dan sikap terhadap hubungan seks pranikah yang memengaruhi dilakukannya perilaku seks pranikah pada mahasiswa

    Peranan Psychological capital terhadap Kesiapan Individu untuk Berubah yang Dimoderatori oleh Persepsi Dukungan Organisasi

    Get PDF
    The effectiveness of change implementation in an organization depends on the level of individual readiness for change. Low level of individual readiness can cause resistance to change. This study was aimed to test the role of psychological capital (psyche) to individual readiness for change (IRFC) moderated by perceived organizational support (POS). Data were collected using the individual readiness for change scale, the psychological capital scale and the perceived organizational support scale. The subjects were 351 employees of Local Government in Yogyakarta that embrace the changing position (in passing). Moderated regression analysis was used to test the hypothesis. Data analysis showed that both of psycap and POS play a role as predictors to IRFC (R 2 =0.350; p0.05). This research underlines the importance of resilience as psycap’s dimension to increase the individual readiness for change in an organizationAbstrak: Efektivitas intervenes perubahan Dalam organisasi dipengaruhi oleh Tingkat kesiapan berubah individunya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran psychological capital terhadap kesiapan individu untuk berubah, dengan persepsi dukungan organisasi sebagai moderator. Metode pengambilan data dilakukan melalui survei dengan menyebarkan skala kesiapan individu untuk berubah, skala psychological capital, dan skala persepsi dukungan organisasi. Subjek penelitian ini adalah 351 pegawai yang tersebar di instansi Pemerintah Daerah DIY yang akan menghadapi perubahan (inpassing) jabatan. Analisis data dilakukan dengan moderated regression analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa psychological capital dan persepsi dukungan organisasi secara bersama-sama memiliki peranan dalam memprediksi kesiapan individu untuk berubah (R2=0.350;p0.05). Penelitian ini meneguhkan pentingnya peranan resiliensi sebagai salah satu dimensi psychological capital dalam meningkatkan kesiapan berubah individu dalam organisasi

    Feeling Full or Empty Inside? Peran Perbedaan Individual dalam Struktur Pengalaman Afektif

    Get PDF
    Trait alexithymia dan rumination umumnya diteliti secara terpisah, namun dampak buruknya terhadap pengalaman afektif secara potensial dapat dihambat oleh trait self-control. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur pengalaman afektif berdasarkan perbedaan individual dalam trait alexithymia, rumination, dan self-control. Pengalaman afektif partisipan (N = 85) dibangkitkan melalui teknik induksi visual International Affective Picture System (IAPS: Lang, Bradley, & Cuthbert, 2008) yang mencakup 60 foto dari kombinasi dua dimensi afektif, yaitu valence (positif vs. netral vs. negatif) dan arousal (tinggi vs. rendah). Rating valence dan arousal diberikan dalam bentuk label non-verbal Self-Assessment Manikin (SAM: Lang, 2008). Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat interkorelasi antara trait alexithymia, rumination, dan self-control, (2) dimensi-dimensi pada trait alexythimia dan rumination memiliki asosiasi dengan hipersensitivitas terhadap stimulus afektif, dan (3) afek negatif dibutuhkan sebagai sinyal untuk mengaktivasi trait self-control. Temuan ini menggarisbawahi bahwa peran ketiga trait tersebut dalam struktur pengalaman afektif tidak muncul secara global namun bersifat kontekstual dari perspektif kombinasi valence dan arousal.Abstrak : Trait alexithymia dan rumination umumnya diteliti secara terpisah, namun dampak buruknya terhadap pengalaman afektif secara potensial dapat dihambat oleh trait self-control. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur pengalaman afektif berdasarkan perbedaan individual dalam trait alexithymia, rumination, dan self-control. Pengalaman afektif partisipan (N = 85) dibangkitkan melalui teknik induksi visual International Affective Picture System (IAPS,2008) yang mencakup 60 foto dari kombinasi dua dimensi afektif, yaitu valence (positif vs. netral vs. negatif) dan arousal (tinggi vs. rendah). Rating valence dan arousal diberikan dalam bentuk label non-verbal Self-Assessment Manikin. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat interkorelasi antara trait alexithymia, rumination, dan self-control, (2) dimensi-dimensi pada trait alexythimia dan rumination memiliki asosiasi dengan hipersen­sitivitas terhadap stimulus afektif, dan (3) afek negatif dibutuhkan sebagai sinyal untuk mengaktivasi trait self-control. Temuan ini menggarisbawahi bahwa peran ketiga trait tersebut dalam struktur pengalaman afektif tidak muncul secara global namun bersifat kontekstual dari perspektif kombinasi valence dan arousal

    Aplikasi Model Rasch pada Pengembangan Skala Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karir Siswa

    Get PDF
    Efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir berperan penting dalam pembentukan perilaku pengambilan keputusan karir siswa. Untuk mendapatkan gambaran akurat tentang efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir siswa diperlukan alat ukur yang berkualitas. Sayangnya, baru ada satu instrumen efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir dan belum pengembangan terkininya. Instrumen itu pun dikembangkan menggunakan pendekatan teori tes klasik, suatu pendekatan yang telah dikritik, terutama dalam memperlakukan data. Penelitian ini berfokus pada pengembangan instrumen efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir siswa menggunakan model Rasch, suatu pendekatan yang diyakini memiliki keunggulan dibandingkan teori tes klasik. Subjek penelitian adalah 144 siswa kelas XI SMA di Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis menggunakan software Winsteps, diketahui ada 20 aitem yang fit (dari 36 aitem) dengan koefisien reliabilitas Alpha 0,91. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa skala efikasi diri dalam pengambilan keputusan karir ini terbukti memiliki properti psikometris yang baik sehingga dapat digunakan untuk asesmen maupun penelitian

    Well-Being Orang Tua, Pengasuhan Otoritatif, dan Perilaku Bermasalah pada Remaja

    Get PDF
    The presence of behavioral problems in adolescents is influenced by their parents. This study aimed to examine the relationships between parental well-being and adolescents’ behavioral problems with authoritative parenting as a mediator variable. It was hypothesized that parental well-being influenced adolescents’ behavioral problems through authoritative parenting. Participants were 142 parents (fathers or mothers) of X and Y Junior High School students in Surabaya. They were asked to complete well-being scale (Pemberton Happiness Index) and parenting scale (Parenting Style and Dimension Questionnaire), and rate the levels of behavioral problems of their child using the Strength and Difficulties Questionnaire. Simple mediation analyses showed that authoritative parenting mediated parental well-being and adolescents’ behavioral problems. Parents with higher levels of well-being tended to employ an authoritative parenting style that resulted in lower levels of adolescents’ behavioral problems.Abstrak : Munculnya perilaku bermasalah pada remaja dipengaruhi oleh kondisi orang tua. Tujuan penelitian ini untuk menguji hubungan antara well-being orang tua dan perilaku bermasalah pada remaja dengan pengasuhan otoritatif sebagai variabel mediator. Hipotesis dalam penelitian ini adalah well-being orang tua memengaruhi perilaku bermasalah melalui pengasuhan otoritatif. Partisipan penelitian sejumlah 142 orang tua (ayah atau ibu) dari siswa-siswi SMP X dan Y di Surabaya, untuk mengisi skala well-being (Pemberton Happiness Index) dan pengasuhan (Parenting Style and Dimension Questionnaire), serta menilai perilaku bermasalah pada anak dengan menggunakan Strength and Difficulties Questionnaire. Hasil analisis mediasi sederhana menunjukkan bahwa well-being orang tua memengaruhi perilaku bermasalah pada remaja melalui perantaraan pengasuhan otoritatif. Orang tua dengan well-being yang baik cenderung menerapkan pengasuhan otoritatif yang berdampak pada rendahnya perilaku bermasalah pada remaj

    Validitas Prediktif Papi-Kostick dan Baum terhadap Pengendalian Emosi Karyawan

    Get PDF
    The availability of quality human resources was important for the continuity excellence of the company and for gaining competitive advantage in the company. It could be obtained by operationalizing development or placement as part of HR management practices based on a potential review. This led to the use of psychological tests. The accuracy of psychological tests was required in potential review in order to predict future behavior. HR practitioners and psychologists showed appreciation and confidence in psychological tests. However, it had not been fully supported by empirical evidence regarding the accuracy of the tests for selecting employees. The purpose of this study was to figure out the extent of both tools in predicting emotion control. The finding from 159 subjects showed that the activity factor PAPI-Kostick and crown of tree predicted the emotion control.Abstrak : Untuk kesinambungan kinerja perusahaan dan capaian keuntungan kompetitif, diperlukan manajemen SDM potential review. Potential review memerlukan peran alat tes psikologi yang akurat untuk memprediksi perilaku. Apresiasi dan kepercayaan psikolog pada alat tes psikologi belum didukung oleh bukti-bukti empiris (evidance based) mengenai hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana PAPI-Kostick dan BAUM mampu memprediksi pengendalian emosi. Hasil penelitian pada 159 karyawan, menunjukkan faktor aktivitas PAPI-Kostick dan bagian mahkota pada BAUM dapat memprediksi pengendalian emosi. Sehingga efektivitas penggunaan kedua alat tes psikologi tersebut untuk mengases potensi pengendalian emosi karyawan

    PENGEMBANGAN ALAT KEPEKAAN TERHADAP HUMOR

    No full text
    Humor is not only important in everyday life. but it is also potential for therapy. Humor allows people to take a distance from their problems. to see the problem from a different perspective and to reduce anxiety and helplesness. The purpose of this study was to develop a sense of humor scale which assess one's ability to perceive humor from cartoons

    STUDI EKSPLORATIF PERMASALAHAN MAHASISWA TIMOR TIMUR DI YOGYAKARTA

    No full text
    Pendekatan penelitian kuantitatif yang dilakukan terhadap permasalahan mahasiswa Timor Timur dirasakan tidak memberikan informasi yang emamdai untuk perumusan kebijakan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab kekurangan tersebut. Sebuah studi eksploratif dilakukan terhadap mahasiswa Timor Timur yang kuliah di UGM

    ATRIBUSI TANGGUNG JAWAB DITINJAU DARI DERAJAT KESERIUSAN KECELAKAAN PERSPEKTIF PERAN, DAN PUSAT KENDALI INTERNAL-EKSTERNAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran derajat keseriusan kecelakaan, perspektif peran (sebagai pelaku, korban, dan pengamat), serta perbedaan pusat kendali internal dan eksternal dalam atribusi tanggung jawab

    Dukungan Sosial pada Penderita Kanker

    No full text
    In Indonesia, death from cancer increase rapidly from year to year. So it is importent to give attention and serious intervention on the problem of cancer. This Study was designed to asses the relationship between social support and depression; to identity the social-support source which contributes the most to cancer patient; an to assessed the level of depression of the cancer patients. The subjects were 51 cancer patients of the radio therapy unit of the RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. The results show that there is a negative correlation between social support and depression. The result also suggests that 46.15% of the subjects are depressed, although they receive high social support (the highest support comes from spouses parents, and families)

    399

    full texts

    437

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Psikologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇