Jurnal Psikologi
Not a member yet
437 research outputs found
Sort by
Apakah Pengkayaan Lingkungan Berpengaruh terhadap Ingatan Spasial pada Tikus Jantan dan Betina?
Female and male rats use different landmarks to find foods in the radial arm maze. The aim of this research was to test the effect of environmental enrichment on spatial memory of male and female rats. Twenty-two male and 22 female Wistar rats (Rattus novergicus) were allocated into eight groups. Spatial memory was measured after 60 days of environmental enrichment. It was hypothesized that rats in environmentally enriched groups had better spatial memory. The analysis was done using SPANOVA (Mixed Design ANOVA). It was found that sex had an effect on spatial memory.Abstrak : Tikus jantan dan betina menggunakan landmark (penanda ligkungan) yang berbeda dalam menemukan makanan pada radial arm maze. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pengkayaan lingkungan terhadap ingatan spasial pada tikus jantan dan betina. Duapuluh dua ekor tikus jantan dan 22 ekor tikus betina galur Wistar terbagi dalam delapan kelompok diukur ingatan spasialnya setelah mendapat pengkayaan lingkungan selama 60 hari. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini bahwa kelompok yang mendapat pengkayaan lingkungan memiliki ingatan spasial lebih baik, diuji dengan menggunakan SPANOVA (ANOVA Mixed Design). Hasil analisis menunjukkan tidak ada interaksi antara pengkayaan lingkungan dan jenis kelamin terhadap ingatan spasial. Tidak ada pengaruh perlakuan terhadap ingatan spasial. Ada pengaruh jenis kelamin terhadap ingatan spasial
Validitas Utrecht-Management Of Identity Commitments Scale (U-MICS) Versi Indonesia: Struktur Faktor, Invariansi Pengukuran Gender, dan Usia
The purpose of this study was to examine the psychometric properties of the Indonesian version of the U-MICS, a measure three identity dimensions. Participants were 910 adolescents (12-21 years old). The Confirmatory Factor Analyses and Multi-Group Analyses were used to examine the factor structure, gender, and age measurement invariance of the Indonesian version of the U-MICS. We further tested the gender and age differences using Multivariate Analysis of Variance. The results indicated that the factor structure of Indonesia version of the U-MICS with a solution three factors was very fit with data and there was measurement invariance across gender and age groups. Gender and age differences in identity dimensions were also found. The results suggest that the Indonesian version of the U-MICS was a measurement tool that has the consistency of structure factors when used to measure the identity dimensions in Indonesian adolescents.Abstrak : Tujuan dari penelitian ini untuk menguji properti psikometris dari U-MICS versi Indonesia yang mengukur tiga dimensi identitas. Partisipan yang terlibat sebanyak 910 remaja (12-21 tahun). Analisis konfirmatori faktor dan analisis multi-kelompok digunakan untuk menguji struktur faktor, invariansi pengukuran gender, dan usia dari U-MICS versi Indonesia. Penulis menguji perbedaan gender dan usia dengan menggunakan analisis varians multivariat. Hasil analisis mengindikasikan bahwa struktur faktor dari U-MICS versi Indonesia dengan solusi tiga faktor sesuai dengan data dan terdapat invariansi pengukuran antar kelompok gender dan usia. Perbedaan gender dan usia pada dimensi identitas juga ditemukan. Hasil menunjukkan bahwa U-MICS versi Indonesia merupakan alat ukur yang memiliki konsistensi struktur faktor ketika digunakan untuk mengukur dimensi identitas pada remaja Indonesia
Program Identifikasi Tema Dongeng Untuk Meningkatkan Pemahaman Tema Moral Pada Siswa Kelas Lima di Sekolah Dasar
The purpose of this research is to determine the impact of Story Theme to improve moral theme understanding in primary school students. This program was designed to help students understand the storyline, moral lesson, and formulation of the moral story by creating new stories that have similar moral themes. The participants (N = 16) were the students in grade 5 elementary school and divided into two groups: 8 students in the experimental group and 8 students in the control group. This study used the experimental design of Randomized Controlled Trial (RCT) and a measuring tool of Moral Theme Understanding. The result of the analysis showed that Theme Identification Program has improved the understanding of moral themes among elementary school students (z= -2,527 p= 0,012).Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program Identifikasi Tema (PIT) dongeng dalam meningkatkan pemahaman tema moral pada siswa sekolah dasar. PIT dirancang untuk membantu anak memahami alur cerita, penalaran moral, dan perumusan pesan moral pada cerita dengan membuat cerita baru yang memiliki tema moral serupa. Partisipan (N=16) siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Terbagi dalam dua kelompok yaitu 8 siswa pada kelompok eksperimen dan 8 siswa pada kelompok kontrol. Desain pada penelitian ini yaitu eksperimen dengan desain Randomized Controlled Trial (RCT). Instrumen penelitian yang digunakan adalah Pemahaman Tema Moral (PTM) yang disusun berdasarkan alat ukur Moral Theme Comprehention. Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa hipotesis penelitian diterima, artinyaprogram identifikasi tema (PIT) meningkatkan pemahaman tema moral (PTM) di sekolah dasar (z= -2,527 p= 0,012)
Parental Expectations and Young People’s Migratory Experiences in Indonesia
Based on a one year qualitative study, this paper examines the migratory aspirations and experiences of non-Chinese young people in Pontianak, West Kalimantan, Indonesia. It is based on two main questions of migration in the context of young people’s education to work transition: 1) How do young people in provincial cities perceive processes of migration? 2) What is the role of intergenerational relations in realizing these aspirations? Living in a provincial city in Indonesia, many of these youth aspire to migrate to larger cities on the Java Island for tertiary education. It is found that apart from the idea that universities in Java are of better quality and diplomas from education institutions in Java provide leverage in the labour market, migrating to Java is also about growing up. Migrating is often linked to ideal notions of adulthood, indicated by independence. Yet, in reality, these aspirations often have to compete with parental expectations of family care and of building interdependent relationships with the family (rather than becoming independent). Thus young people are often constrained by their families in realizing their dreams to seek education in Java and even when they obtain permission to leave, they are expected to come back to Pontianak. This paper will describe the various strategies young people employ to realize their dreams of obtaining education in Java, the decisions made by those who fail to do so, and the choices made by migrants after finishing their education in Java. It will contribute to a body of knowledge on young people’s education to work transitions and how inter-generational dynamics play out in that process
Pengukuran Konsep Amanah dalam Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif
Amanah merupakan fondasi dasar dalam relasi social manusia. Penelitian ini terdiri dari dua studi. Studi 1 bertujuan untuk menemukan konsep amanah menggunakan prototype metodologi dengan jumlah partisipan sebanyak 444 partisipan. dan pada studi 2 bertujuan untuk membuat alat ukur amanah berdasarkan hasil studi 1 dengan jumlah patisipan sebanyak 201 partisipan. Hasil penelitian studi 1 menunjukkan bahwa orang amanah adalah orang dapat dipercaya, dan memiliki karakter positif. Sementara hasil studi 2 menunjukkan bahwa amanah memiliki reliabilitas yang baik dan merupakan konstrak yang bersifat unidimensional yang terbentuk atas tiga faktor, yaitu integritas, melaksanakan tugas dan kebajikan. Implikasi penelitian dibahas dalam konteks pengukuran psikologi dan isla
Penurunan Depresi Pada Difabel Akibat Kecelakaan Melalui Pelatihan Ketrampilan Regulasi Emosi
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan ketrampilan regulasi emosi dalam menurunkan depresi pada difabel akibat kecelakaan. Peneliti menggunakan desain nonrandomized control group pretest-posttest dengan responden sebanyak 12 difabel dewasa awal akibat kecelakaan yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Beck Depression Inventory (BDI) digunakan untuk mengukur tingkat depresi sebelum, setelah perlakuan dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif dengan uji statistik nonparametrik Mann-Whitney U, diketahui terdapat perbedaan penurunan depresi pada kelompok eksperimen yang diberi pelatihan dibandingkan dengan kelompok kontrol, dan Wilcoxon T, diketahui terdapat perbedaan yang signifikan antara skor depresi sebelum dan setelah pelatihan pada kelompok eksperimen. Data kualitatif juga mendukung analisis kuantitatif, bahwa ketrampilan regulasi emosi pada subjek eksperimen meningkat setelah mengikuti pelatihan. Disimpulkan bahwa pelatihan ketrampilan regulasi emosi terbukti efektif dalam menurunkan depresi pada difabel akibat kecelakaan. Oleh karena itu, diperlukan wadah bagi difabel akibat kecelakaan untuk saling berbagi dan mengekspresikan emosi
Dampak Efikasi Diri terhadap Beban Kognitif dalam Pembelajaran Matematika dengan Emosi Akademik sebagai Mediator
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran emosi akademik dalam memediasi hubungan antara efikasi diri dan beban kognitif dalam pembelajaran matematik. Sebanyak 487 siswa (191 laki-laki dan 296 perempuan) terlibat dalam studi korelasional ini. Teknik analisis mediasi dalam structural equation modelling digunakan untuk mengidentifikasi peran emosi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri memprediksi emosi akademik (yakni kesenangan, kemarahan, dan kebosanan secara langsung, serta kecemasan secara tidak langsung). Selanjutnya emosi akademik memprediksi beban kognitif: di mana extraneous load diprediksi oleh kesenangan, kemarahan, dan kebosanan; intrinsic load diprediksi oleh kesenangan dan kecemasan, sedangan germane load hanya diprediksi kesenangan saja. Kesenangan memediasi efikasi diri dengan extraneous load secara negatif, tetapi memediasi efikasi diri dengan intrinsic dan germane load secara positif. Kemarahan memediasi efikasi diri dengan extraneous load secara negatif. Kebosanan memediasi efikasi diri dengan extraneous dan intrinsic load secara negatif. Temuan penelitian ini mempertegas peran emosi akademik terhadap kinerja kognitif, khususnya beban kognitif.Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran emosi akademik dalam memediasi hubungan antara efikasi diri dan beban kognitif dalam pembelajaran matematika. Sebanyak 487 siswa (191 laki-laki dan 296 perempuan) terlibat dalam studi korelasional ini. Teknik analisis mediasi dalam structural equation modelling digunakan untuk mengidentifikasi peran emosi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri memprediksi emosi akademik (yakni kesenangan, kemarahan, dan kebosanan secara langsung, serta kecemasan secara tidak langsung). Selanjutnya emosi akademik memprediksi beban kognitif: di mana extraneous load diprediksi oleh kesenangan, kemarahan, dan kebosanan; intrinsic load diprediksi oleh kesenangan dan kecemasan, sedangan germane load hanya diprediksi kesenangan saja. Kesenangan memediasi efikasi diri dengan extraneous load secara negatif, tetapi memediasi efikasi diri dengan intrinsic dan germane load secara positif. Kemarahan memediasi efikasi diri dengan extraneous load secara negatif. Kebosanan memediasi efikasi diri dengan extraneous dan intrinsic load secara negatif. Temuan penelitian ini mempertegas peran emosi akademik terhadap kinerja kognitif, khususnya beban kognitif
Appendix Jurnal Psikologi Volume 44 No 3 Tahun 2017
Appendix Jurnal Psikologi Volume 44 No 3 Tahun 201
Meningkatkan Kematangan Karier Peserta Didik SMA dengan Pelatihan Reach Your Dreams dan Konseling Karier
Career maturity is a condition that needed to choice the program in higher level study. Henceforth, the low level of career maturity in senior high school student has to be solved with the comprehensive intervention as soon as possible. The purpose of this research is to know the effectivity of Reach Your Dreams Training and career counseling for improving career maturity in senior high school student. This research used Solomon Six Group Design. Subjects of this research are 42 senior high school students with average level of career maturity who are divided into two groups given Reach Your Dreams Training, two groups given career counseling, and two control groups. According to the result, the conclusion of this research is Reach Your Dreams Training and Counseling Career can improve career maturity level in senior high school students effectively. It is caused by the effect of Reach Your Dreams Training and career counseling, and not caused by the effect of pretest.Kematangan karir merupakan suatu kondisi yang dibutuhkan untuk mampu memilih jurusan studi lanjut dan karir yang sesuai dengan potensi individu, sehingga permasalahan kematangan karir harus segera diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan Reach Your Dreams dan konseling karir dalam meningkatkan kematangan karir peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain Solomon Six Group Design. Subjek penelitian sebanyak 42 peserta didik dengan tingkat kematangan karir sedang, dibagi 6 kelompok (2 kelompok pelatihan Reach Your Dreams, 2 kelompok konseling karir, dan 2 kelompok kontrol). Hasil uji hipotesis 1 adalah Z = -2,438 dengan Asyimp. Sig. 0,015 (p0,05) dan Z = -0,386 dengan Asyimp. Sig. 0,700 (p>0,05), yang artinya tidak ada perbedaan tingkat kematangan karir antara kelompok yang diberikan pelatihan Reach Your Dreams dan konseling karir. Sedangkan hasil analisis data seluruh kelompok dengan teknik General Linear Model—Univariate menghasilkan skor perbedaan tingkat kematangan karir seluruh kelompok ketika post test sebesar F 3,662 dengan Sig. 0,009 (p0,05) dan Z = -0,386 dengan Asyimp. Sig. 0,700 (p>0,05), yang artinya tidak ada perbedaan tingkat kematangan karir antara kelompok yang diberikan pelatihan Reach Your Dreams dan konseling karir. Sedangkan hasil analisis data seluruh kelompok dengan teknik General Linear Model—Univariate menghasilkan skor perbedaan tingkat kematangan karir seluruh kelompok ketika post test sebesar F 3,662 dengan Sig. 0,009 (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan Reach Your Dreams dan konseling karir dapat meningkatkan kematangan karir. Peningkatan tersebut karena efek dari pelatihan dan konseling karir, bukan efek dari faktor belajar dari pretest.Abstrak. Kematangan karier merupakan suatu kondisi yang dibutuhkan untuk mampu memilih jurusan studi lanjut dan karier yang sesuai dengan potensi individu, sehingga permasalahan kematangan karier harus segera diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan Reach Your Dreams dan konseling karier dalam meningkatkan kematangan karier peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain Solomon Six Group Design. Subjek penelitian sebanyak 42 peserta didik dengan tingkat kematangan karier sedang, dibagi menjadi dua kelompok pelatihan Reach Your Dreams (dua kelompok konseling karier, dan dua kelompok kontrol). Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pelatihan Reach Your Dreams dan konseling karier efektif meningkatkan kematangan karier. Peningkatan tersebut karena efek dari perlakuan, bukan efek faktor belajar dari pretest
Bahaya Kecanduan Internet dan Kecemasan Komunikasi terhadap Karakter Kerja Sama pada Mahasiswa
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan internet dan kecemasan komunikasi dengan karakter kerjasama pada mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 90. Data pada penelitian ini diperoleh dengan menggunakan Internet Addiction Test (IAT) dengan aspek-aspek meliputi perhatian terpusat pada internet, waktu berinternet semakin lama, kurang kontrol, gelisah saat offline, internet meningkatkan kepuasan, internet sebagai pelarian, compulsif, withdrawl, muncul resiko sosial, sering berbohong dengan validitas 0,309 sampai 0,819 dan reliabilitas 0,885. Skala kecemasan komunikasi dengan aspek-aspek meliputi tidak ingin berkomunikasi, menghindari partisipasi, kurang kontrol diri dengan validitas 0,274-0,806 dan reliabilitas 0,906. Skala karakter kerjasama dengan aspek-aspek meliputi bekerja bersama, memunculkan harapan positif, menghargai masukan, memberikan dorongan serta menumbuhkan semangat dengan validitas 0,201-0,799 dan reliabilitas 0,879. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda hasilnya terdapat korelasi sebesar 0,943. Ppresentase sumbangan pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung sebesar 88,8 %. Sisanya 11,2 % dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini