Jurnal Psikologi
Not a member yet
    437 research outputs found

    Pengaruh Adaptasi Waktu Administrasi yang disebabkan Penggunaan Lembar Jawaban Komputer terhadap Hasil CFIT 3 A dan 3 B

    Get PDF
    Previous research showed a difference in intelligence level caused by a difference in answering method. This research aimed to adapt test time administered using computer answer sheet. Adaptation time was conducted by comparing the time needed to give an answer by making a cross line and blackening answer dots using 2B computer pencil. Experiment method with two independent group design had chosen. Data analysis showed no difference in raw score between control group and experiment group in CFIT 3A (t = 1.045, p > 0.05), CFIT 3B (t = 0.368, p > 0.05), and CFIT 3A and 3B (t = 0.791, p > 0.05). Data analysis also found no difference in intelligence level between both groups in CFIT 3A (t = 1.063, p > 0.05), CFIT 3B (t = 0.470, p > 0.05), and CFIT 3A and 3B (t = 0.771, p > 0.05). Adaptation administration time did not change intelligence test results. Abstrak.Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan adanya perbedaan tingkat inteligensi yang disebabkan oleh perbedaan metode memberikan jawaban. Penelitian ini bertujuan melakukan adaptasi terhadap tes yang menggunakan lembar jawaban komputer. Adaptasi waktu dilakukan dengan membandingkan waktu yang dibutuhkan untuk memberikan jawaban dengan cara menyilang dan menghitamkan alternatif jawaban menggunakan pensil 2B. Metode eksperimen dengan desain dua kelompok independen dipilih dalam penelitian ini. Analisis data menunjukkan tidak terdapat perbedaan skor mentah antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada CFIT 3A (t = 1,045, p > 0,05), CFIT 3B (t = 0,368, p > 0,05), serta CFIT 3A dan 3B (t = 0,791, p > 0,05). Analisis data juga menemukan tidak terdapat perbedaan tingkat inteligensi antara kedua kelompok pada CFIT 3A (t = 1,063, p > 0,05), CFIT 3B (t = 0,470, p > 0,05), serta CFIT 3A dan 3B (t = 0,771, p > 0,05). Adaptasi waktu administrasi tidak mengubah hasil tes inteligensi

    Pembentukan Identitas Remaja di Yogyakarta

    Get PDF
    Konteks telah diidentifikasi sebagai faktor yang penting dari pembentukan identitas remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami komponen pembentukan identitas remaja pada konteks Indonesia khususnya di Yogyakarta, terutama terkait perbedaan gender dan kelompok usia serta keterkaitan antar komponen pembentukan identitas. Partisipan penelitian adalah 450 (225 laki-laki dan 225 perempuan) remaja Indonesia berusia 12-21 tahun yang terdiri dari remaja awal, tengah, dan akhir. Alat ukur Identity Style Inventory, Utrecht-Management of Identity Commitments Scale, dan Ego Identity Process Questionnaire digunakan untuk mengukur gaya identitas (informatif, normatif, dan menunda-menghindar), dimensi identitas (komitmen, eksplorasi mendalam, dan peninjauan kembali komitmen), dan status identitas (diffusion, foreclosure, moratorium, dan achievement). Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan gaya, dimensi, dan status identitas ditinjau dari gender dan kelompok usia. Keterkaitan antara gaya, dimensi, dan status identitas remaja juga ditemukan pada konteks Indonesia

    Perbedaan Kualitas Hidup antara Berbagai Metode Manajemen Nyeri pada Pasien Nyeri Kronis

    Get PDF
    The purpose of this research was to know the difference Quality Of Life (QOL) among chronic pain patient with various method of pain management that is pharmacology, pharmacology and physiotherapy, physiotherapy and multidisciplinary chronic pain management program (Potensi). We used several questionnaire, such as disability, pain intensity, PSEQ, PRSS, WHOQOL-BREF, PDM, DASS administered in 77 patients with chronic pain. The results of this study showed that there are significant differences in QOL between patients with chronic pain in the four methods of pain management. The results of the study revealed that the QOL in the pain group with Potensi method is better than the other three methods. In addition, there were significant differences in the QOL of chronic pain-related pain patients in general and the dimensions of pain relief. It can be concluded that the method of pain management is effective in dealing with patients with chronic pain that is by Potential method.Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup (QOL) antara pasien nyeri kronis dengan berbagai metode manajemen nyeri yaitu metode farmakologi, farmakologi dan fisioterapi, fisioterapi, serta Program Tatalaksana Nyeri Kronis Multidisiplin (Potensi). Alat ukur yang digunakan yaitu disabilitas, intensitas nyeri, PSEQ, PRSS, WHOQOL-BREF, PDM, DASS yang diadministrasikan pada 77 pasien nyeri kronis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan kualitas hidup yang signifikan antara pasien nyeri kronis pada keempat metode pain management. Kualitas hidup pada kelompok nyeri dengan metode Potensi lebih baik dibandingkan dengan tiga metode yang lain. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan kualitas hidup pasien nyeri kronis terkait nyeri secara umum dan dimensi pain relief. Dapat disimpulkan bahwa Potensi merupakan metode manajemen nyeri yang efektif dalam menangani pasien nyeri kronis

    Prediktor Prestasi Belajar Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar

    Get PDF
    The difference in student’s learning achievement is influenced by multiple factors such as school readiness and intelligence. This research aims to examine school readiness and intelligence predict on learning achievement. The data were collected by employing intelligence test and student’s academic report. The subjects of this research were 104 students (52 male and 52 female students aged 7-8) of grade 1 of Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bantul, Yogyakarta, academic year 2016/2017. The collected data were then analyzed by linear regression statistics. The results show school readiness and intelligence predict learning achievement.Abstrak : Perbedaan prestasi belajar pada siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya kesiapan sekolah dan inteligensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prediksi kesiapan belajar di sekolah formal dan inteligensi terhadap prestasi belajar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tesdan dokumentasinilai hasil belajar siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas 1 SD MIN Bantul Yogyakarta Tahun Akademik 2016/2017 yang berjumlah 104 orang (52 orang siswa perempuan dan 52 orang siswa laki-laki) dengan usia 7-8 tahun. Data dianalisis denganmenggunakan statistik analisis regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan belajar dan inteligensi dapat memprediksi prestasi belajar

    Peningkatan Kemampuan Literasi Awal Anak Prasekolah melalui Program Stimulasi

    Get PDF
    Stimulation program is a treatment by providing literacy packages containing guidebooks literacy activities, media literacy in children and socialization for mothers. The purpose of this study was to test the effectiveness of the stimulation program to improve literacy skills in preschoolers. The proposed hypothesis that stimulation literacy program effective in improving early literacy skills in preschool children. This research method using a quasi-experimental design with the non-equivalent control group. Subjects were 30 children aged 3-5 years were divided into an experimental group and a control group. Based on the analysis by the non-parametric statistical test Mann-Whitney U, it was known that there were differences increase early literacy skills in the experimental group and control group. Qualitative analysis showed an increase in the literacy skills by observing changes in the measurement results. Results from this study are important as a new study in finding alternative methods of stimulating preschool children.Abstrak : Program stimulasi merupakan perlakuan dengan memberikan paket literasi berisi buku panduan aktivitas dan satu set media literasi pada anak serta sosialisasi untuk ibu. Tujuan penelitian untuk menguji efektivitas program stimulasi dalam meningkatkan kemampuan literasi pada anak prasekolah. Hipotesis yang diajukan yaituprogram stimulasi literasi efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi awal pada anak prasekolah. Metode yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain non-equivalent control group. Subjek merupakan 30 anak usia 3-5 tahun yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Berdasarkan hasil analisis dengan uji statistik non-parametrik Mann-Whitney U, diketahui bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan literasi awal pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Analisis kualitatif menunjukan peningkatan kemampuan literasi dengan mengamati perubahan hasil pengukuran. Hasil penelitian ini penting sebagai kajian baru dalam menemukan alternatif metode stimulasi anak prasekolah.Stimulation program is a treatment by providing literacy packages containing guidebooks literacy activities, media literacy in children and socialization for mothers. The purpose of this study was to test the effectiveness of the stimulation program to improve literacy skills in preschoolers. The proposed hypothesis that stimulation literacy program effective in improving early literacy skills in preschool children. This research method using a quasi-experimental design with non-equivalent control group. Subjects were 30 children aged 3-5 years were divided into an experimental group and a control group. Based on the analysis by the non-parametric statistical test Mann-Whitney U, it was known that there were differences increase early literacy skills in the experimental group and control group. Qualitative analysis showed an increase in the literacy skills by observing changes in the measurement results. Results from this study is important as a new study in finding alternative methods of stimulating preschool children

    Literasi Kesehatan Mental dan Sikap Komunitas sebagai Prediktor Pencarian Pertolongan Formal

    Get PDF
    Abstract. Mental illness had contributed 23% of global mental health burden. The high number of mental illness prevalence had impact on social and economic burden, yet only 10% was treated by professional treatment. This study aimed to find out the significance of mental health literacy and community attitude toward mental illness toward formal help seeking. The hypothesis was mental health literacy and community attitude toward mental illness predicted formal help-seeking. The method was quantitative approach, in which data were collected by paper-pen survey. Total respondent was 168 people living in urban area. Multiple regression analysis was used to analyze the data. The result showed mental health literacy and community attitude toward mental illness significantly predicted the formal help seeking simultaneously (F=3,466; p<0,05). This study implied that people who well literate in mental health issues and having positive community attitude in their environment can affect their help seeking to professional treatment.  Abstrak. Gangguan mental berkontribusi sebesar 23% terhadap beban kesehatan mental dunia. Tingginya angka prevalensi gangguan mental berdampak pada beban sosial dan ekonomi, namun hanya 10% yang menerima penanganan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan signifikansi literasi kesehatan mental dan sikap komunitas terhadap gangguan mental terhadap pencarian pertolongan formal. Hipotesisnya adalah literasi kesehatan mental dan sikap komunitas terhadap gangguan mental memprediksi pencarian pertolongan formal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan survei kertas-pulpen. Jumlah responcen 168 orang yang tinggal di area perkotaan. Analisis regresi ganda digunakan untuk analisa data. Hasil menunjukkan literasi kesehatan mental dan sikap komunitas terhadap gangguan mental secara bersama-sama signifikan memprediksi pencarian pertolongan formal (F=3,466; p<0,05). Implikasi dari penelitian ini bahwa orang yang memiliki literasi kesehatan mental yang tinggi dan sikap komunitas yang positif memengaruhi pencarian pertolongan ke penanganan profesional.Kata kunci: literasi kesehatan mental, pencarian pertolongan formal, sikap komunita

    Peningkatan Kapasitas Working Memory melalui Permainan Congklak pada Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    Aktivitas belajar membutuhkan kemampuan kognitif kompleks yang berkaitan dengan kapasitas working memory. Kapasitas working memory adalah kapasitas terbatas dalam menyimpan sementara dan memanipulasi informasi untuk belajar, berpikir, memberi perhatian, berhitung, mengingat, memaknai bacaan dan memecahkan masalah. Permainan tradisional congklak melibatkan kemampuan kognitif kompleks, berhitung, memberi perhatian, bernalar dan berstrategi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji adanya pengaruh permainan congklak terhadap kapasitas working memory pada siswa. Metode penelitian adalah desain eksperimen dua kelompok dengan matched randomized controlled trial dari 12 siswa kelas V SD. Analisis data dengan independent sample T-test menunjukkan digit span (p .05) dan nilai rerata pelajaran kelas (p > .05). Hasil penelitian menunjukkan permainan congklak dapat meningkatkan kapasitas working memory dalam informasi gambar-visual dan verbal.Abstrak : Kapasitas working memory adalah sebuah kemampuan kognitif kompleks terbatas dalam menyimpan sementara dan memanipulasi informasi untuk belajar, berpikir, memberi perhatian, berhitung, mengingat, memaknai bacaan, dan memecahkan masalah. Permainan tradisional congklak melibatkan kemampuan kognitif kompleks, berhitung, memberi perhatian, bernalar, dan berstrategi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji adanya pengaruh permainan congklak terhadap kapasitas working memory pada siswa. Subjek penelitian adalah 12 siswa kelas V Sekolah Dasar yang dibagi menjadi dua kelompok dengan metode eksperimen. Analisis data dengan independent sample T-test antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan menunjukkan digit span (p0,05) dan nilai rerata pelajaran kelas (p>0,05). Hasil penelitian menunjukkan permainan congklak dapat meningkatkan kapasitas working memory dalam informasi gambar-visual dan verbal

    Keterampilan Sosial Menjaga Kesejahteraan Psikologis Pengguna Internet

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran keterampilan sosial dalam memediasi hubungan antara penggunaan internet berlebihan dengan kesejahteraan psikologis remaja. Partisipan penelitian ini adalah 206 remaja berusia 16-24 tahun (87 laki-laki, 119 perempuan). Skala Adiksi Internet, Skala Keterampilan Sosial, dan Skala Kesejahteraan Psikologis digunakan untuk mengukur ketiga variabel penelitian sudah memenuhi standar psikometri. Dengan prosedur pengujian variabel mediator, analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan internet berlebihan merupakan prediktor bagi kesejahteraan psikologis (b = -0,1774; p < 0,05) maupun keterampilan sosial (b = -0,314; p < 0,01). Peran penggunaan internet berlebihan ini menurun bahkan mendekati nol ketika regresi kesejahteraan psikologis dilakukan dengan mengikutsertakan keterampilan sosial. Penggunaan internet berlebihan memrediksi rendahnya kesejahteraan psikologis pada individu yang kurang terampil sosial. Dengan demikian disimpulkan bahwa keterampilan sosial merupakan variabel mediator dari hubungan penggunaan internet berlebihan dengan kesejahteraan psikologis

    Peran Identifikasi Tokoh Wayang dalam Pembentukan Identitas Diri

    Get PDF
    One of the tasks of human development is to discover its identity. There are many ways a person can find that identity. One of them is through the identification of the idol figure. This study aims to understand the process of identity formation through the identification of shadow puppet figures in the context of Javanese culture. A qualitative phenomenological approach was used to understand the process retrospectively. Three main participants were involved in the study. The process of collecting data was done through in-depth interview methods to both the main participants and their significant others. FGD (focused group discussion) is also conducted to explore participants' understanding of their process of identity formation. Data analysis was done by the phenomenological method. This study found three main themes, namely interested in shadow puppet figures, matching self-image with puppet characters, and the use of feeling as a bridge between self and the puppet. This study concluded that shadow puppets can be used as a means to find an identity among their fans.Abstrak : Salah satu tugas perkembangan manusia adalah menemukan identitas dirinya. Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk menemukan identitas tersebut. Salah satu diantaranya adalah melalui identifikasi tokoh yang menjadi idola. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pembentukan identitas diri melalui identifikasi tokoh wayang pada para penggemar wayang dalam konteks budaya Jawa. Pendekatan kualitatif fenomenologis digunakan untuk memahami proses tersebut secara retrospektif. Tiga orang partisipan utama terlibat dalam penelitian ini. Proses pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara mendalam baik pada partisipan utama maupun orang-orang dekat mereka. FGD (focused group discussion) juga dilakukan untuk menggali pemahaman partisipan secara bersama-sama. Analisis data dilakukan dengan metode fenomenologis. Penelitian ini menemukan tiga tema pokok, yaitu ketertarikan terhadap tokoh wayang, mencocokkan gambaran diri dengan tokoh wayang, dan penggunaan rasa sebagai jembatan antara diri dan wayang.Penelitian ini menyimpulkan bahwa wayang dapat dijadikan sebagai sarana untuk menemukan identitas diri pada penggemarnya

    Global Climate Change as Perceived by Elementary School Teachers in Yogyakarta , Indigenous Psychology Approach

    Get PDF
    This study aimed to describe how global climate change was perceived by teachers of elementary schools. The subjects were 111 teachers from 7 elementary schools in Yogyakarta City and Sleman district. The data were collected using open-ended questions (including perception about the weather, feeling evoked by global warming words and free responses related to global warming issues). The data were analyzed using the technique of qualitative and quantitative content analysis with Indigenous Psychology Approach. The result showed that only one teacher reported that there was no weather anomaly, while 110 teachers reported that they perceived weather anomaly. Of those who perceived weather anomaly mostly referred to natural conditions (including global climatic condition and environmental destruction) and human behavior as its causes. Responses about feeling as evoked by global warming word were classified into three categories, i.e. emotional, physical and irrelevant responses. Free responses about global warming were classified into four categories respectively from the highest frequency of responses: prevention (including the statement “must be prevented”, prevention behaviors and prevention efforts), states (including the weather states and feeling), causes (including technological advances and human behavior generally), and others. The research finding was discussed in the frame of environmental concern as a means of character education in elementary school

    399

    full texts

    437

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Psikologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇