SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
436 research outputs found
Sort by
PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRI DI PONDOK PESANTREN ISLAM SALAFIYAH DARUL JALAL KEAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembentukan karakter santri yang dilakukan di pondok pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif, dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter santri di pondok pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal dilaksanakan dengan cara bertahap dan juga diajarkannya delapan nilai karakter kepada santri yaitu kesopanan, kesederhanaan, keikhlasan, religius, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kemandirian. Kata kunci: Pembentukan karakter, Santr
Peran Guru PPKndalamPenguatanKarakterIntegritasSebagaiUpayaPencegahanBullying di SMAN 1 Lawang
ABSTRAK Handayani, Fadliyatul Laili Vita. 2019. Peran Guru PPKn dalam Penguatan Karakter Integritas Sebagai Upaya Pencegahan Bullying di SMAN 1Lawang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas IlmuSosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparman AW,S.H, M.Hum, (II) Dr. Didik Sukriono, S.H, M.Hum. Kata Kunci: Peran Guru PPKn, Penguatan Karakter Integritas, Bullying Pendidikan mempunyai peranan penting dalam membangun kecerdasansekaligus kepribadian manusia agar menjadi lebih baik, unggul, dan bisa di harapkan. Sekolah adalah lembaga pendidikan yang merupakan wadah atau sarana dimana proses pendidikan berlangsung. Sekolah adalah tempat yang nyaman bagi anak sesuai dengan tujuan untuk menambah pengetahuan, wawasan, keterampilan serta mengajarkan peserta didik untuk berperilaku baik sesuai norma dan nilai yang ada dalam masyarakat. Namun di SMAN 1 Lawang masih ada tindakan menyimpang yang dilakukan di sekolah. Tindakan menyimpang tersebut adalah bullying. Guru mempunyai peran penting untuk membentuk karakter anak saat di sekolah. Terutama adalah guru PPKn karena PPkn memiliki muatan dalam pendidikan moral dan juga pendidikan karakter yang sangat berguna agar anak berperilaku baik serta tidak menyimpang. Dalam hal ini sangat dibutuhkan Peran Guru PPKn dalam Penguatan Karakter Integritas Sebagai Upaya Pencegahan Bullying di SMAN 1 Lawang Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) bentuk-bentuk perilaku bullying di SMAN 1 Lawang, (2) bentuk-bentuk penguatan karakter integritas yang dilakukan sekolah sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang, (3) peran guru PPKn dalam penguatan karakter integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang, (4) hambatan guru PPKn dalampenguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang, (5)solusi guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di SMAN 1 Lawang. Sumber data yang dipakai yaitu informan yang terdiri dari guru PPkn, guru BK, dan siswa beberapa siswaSMAN dan juga dokumen dari sekolah serta dokumen pribadi dari hasil observasi. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) bentuk-bentuk perilaku bullying di SMAN1 Lawang adalah sebagai berikut: (a)bullying fisik, (b) bullying verbal, (c) bullying relasional, (d) cyberbullying. (2) Bentuk-bentuk penguatan karakter integritas yang dilakukan sekolah sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah sebagai berikut: (a) dari sekolah: memberikan skor sanksi untuk siswa yang melanggar aturan sekolah, (b) dari guru: memberikan penguatankarakter berupa bimbingan dari guru di sekolah dan memberikan peringatan atauteguran saat siswa melakukan kesalahan. (3) peran guru PPKn dalam penguatanviikarakter integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalahsebagai berikut: (a) memberikan pemahaman dan nasihat di setiap pertemuan saatpelajaran PPKn minimal 5 menit sebelum pelajaran dimulai, (b) membimbing danmenilai tingkah laku anak didik sehari-hari di sekolah, (c) mengetahui danmembantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam kelasnya. (4) Hambatan yang dialami guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upayapencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah kontrol terhadap para siswa diluar sekolah yang sulit dan juga latar belakang siswa yang berbeda-beda jugakadang menyulitkan guru untuk memberi nasehat pada siswa. (5) Solusi untukmengatasi hambatan guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upayapencegahanabullyingdi SMAN 1 Lawang adalah dengan menumbuhkankeimanan, memperhatikan mengenai hubungan pertemanan siswa juga memberitauladan yang baik kepada siswa. Sejalan dengan hasil penelitian diatas peneliti memberi saran sebagai berikut: Pertama bagi sekolah agar meningkatkan pembinaan terhadap siswaSMAN 1 Lawang. Selain memberi penguatan karakter, peringatan saat siswamelakukan kesalahan dan point pelanggaran sebaiknya sekolah menggalakkankegiatan yang bisa membuat siswa lebih disiplin seperti pramuka dan sebagainya.Kedua bagi guru, dalam memberi penguatan karakter kepada siswa hendaknya terus ditingkatkan. Guru harus lebih memantau tingkah laku dan perbuatan siswaketika berada di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat agar tidak adasiswa yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak sekolahtermasuk bullying. Guru perlu melibatkan orang tua siswa untuk menciptakankarakter yang baik pada siswa sehingga siswa dapat menjadi pribadi yang baikdan bisa menerapkannya bukan hanya di sekolah tetapi juga pada lingkungan keluarga dan masyarakat. Ketiga bagi siswa SMAN 1 Lawang agar tidakmelakukan lagi bullying dengan cara apapun baik bullying fisik dengan menyakiti teman atau merusakkan barang milik teman maupun bullying verbal dengan mengolok, mengejek, dan menghina teman. Siswa hendaknya bersikap dan bertindak yang baik sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah agar proses pembelajaran di sekolah berjalan dengan baik. ABSTRACT Handayani, Fadliyatul Laili Vita. 2019. The Role of PPKn Teachers in Strengthening the Character of Integrity as a Prevention of Bullying at high school 1 Lawang. Thesis, Departement of Law and Citizenship, Faculty of Social Science, Malang State University. Advisor: (I) Drs. Suparman AW, S.H, M.Hum, (II) Dr. Didik Sukriono, S.H, M.Hum. Keywords: Role of PPKn Teachers, Strengthening Integrity Character, Bullying Education has an important role in building intelligence as well as human personality to be better, superior, and can be expected. School is an educational institution which is a container or means by which the educational process takes place. School is a comfortable place for children in accordance with the aim to increase knowledge, insight, skills and teach students to behave properly according to the norms and values that exist in society. But at high school 1 Lawang there are still deviant actions taken at school. These deviant actions are bullying. The teacher has an important role to shape the character of the child while at school. Especially the PPKn teachers because PPkn has content in moral education and character education which is very useful so that children behave well and do not deviate. In this case, the role of PPKn Teachers is very much needed in Strengthening the Character of Integrity as a Prevention of Bullying at high school 1 Lawang The purpose of this study is to find out: (1) forms of bullying behavior in high school 1 Lawang, (2) forms of integrity character strengthening conducted by schools as an effort to prevent bullying at high school 1 Lawang, (3) the role of PPKn teachers in character strengthening integrity as an effort to prevent bullying at high school 1 Lawang, (4) barriers for PPKn teachers in strengthening integrity as an effort to prevent bullying at high school 1 Lawang, (5) PPKn teacher solutions in strengthening integrity as an effort to prevent bullying at high school 1 Lawang. This research is a kind of descriptive qualitative research. The location of the study was conducted at high school 1 Lawang. The data source used was an informant consisting of PPkn teacher, BK teacher, and students of several students of the high school as well as documents from the school and personal documents from the observations. The procedure of data collection is done by observation, interviews, and documentation. Data analysis is done by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Checking the validity of the data is done by triangulation technique. The results of this study are: (1) the forms of bullying behavior at high school 1 Lawang are as follows: (a) physical bullying, (b) verbal bullying, (c) relational bullying, (d) cyberbullying. (2) The forms of integrity character strengthening carried out by the school as an effort to prevent bullying at high school 1 Lawang are as follows: (a) from the school: provide sanction scores for students who violate school rules, (b) from the teacher: provide character reinforcement guidance from the teacher at the school and giving warnings or reprimands when students make mistakes. (3) the role of the PPKn teacher in strengthening the character of integrity as an effort to prevent bullying at highix school 1 Lawang is as follows: (a) providing understanding and advice in each meeting during PPKn lessons at least 5 minutes before the lesson begins, (b) guiding and assessing behavior daily students in school, (c) know and help solve problems faced by students in their class. (4) Obstacles experienced by PPKn teachers in strengthening integrity as an effort to prevent bullying at high school 1 Lawang are the control of students outside difficult schools and also the backgrounds of different students also sometimes make it difficult for teachers to advise students. (5) The solution to overcoming barriers to PPKn teachers in strengthening integrity as an effort to prevent bullying at high school 1 Lawang is to foster faith, paying attention to friendship relations students also give good examples to students. Same with the results of the research above, the researchers gave the following suggestions: First, for schools to improve the guidance of students of high school 1 Lawang. In addition to giving character reinforcement, warnings when students make mistakes and violation points should schools encourage activities that can make students more disciplined such as scouts and so on. Second for the teacher, in giving character reinforcement to students it should continue to be improved. Teachers must monitor the behavior and actions of students when they are in the school, family and community so that no students violate the rules set by the school including bullying. Teachers need to involve parents of students to create good character in students so that students can become good individuals and can apply it not only in school but also in the family and community environment. The third for students of high school 1 Lawang so that they do no more bullying in any way, either physical bullying by hurting friends or damaging friends' possessions or verbal bullying by making fu
EKONOMI KERAKYATAN SEBAGAI BASIS EKONOMI NASIONAL UNTUK MENGURANGI KAPITALISME DI INDONESIA
Abstrak : Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis penanganan masalah kapitalisme di Indonesia. Solusi tersebut adalah melalui gagasan ekonomi kerakyatan. Ekonomi kerakyatan merupakan sistem ekonomi yang mengutamakan kepentingan rakyat. Semua kegiatan ekonomi dilakukan dan dimonitori secara langsung oleh rakyat. Hasil akhir dari penerapan ekonomi kerakyatan ini adalah penerapan kegiatan UMKM sebagai penunjang ekonomi nasional. Kata kunci : kapitalisme, ekonomi kerakyatan, ekonomi nasiona
Kenakalan Remaja Dampak dari Perkembangan Iptek
Kenakalan Remaja Dampak dari Perkembangan Iptek-Septi Kurnia Putri A-Universitas Negeri [email protected] Remaja Dampak dari Perkembangan IptekA.Permasalahan IPTEK adalah singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat juga dikatakan, definisi IPTEK ialah merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi itu sendiri. IPTEK memiliki dampak positif dan dampak negatif.Saat ini IPTEK telah berkembangang sangat pesat/cepat. Dapat dilihat dari semakin banyaknya bermunculan berbagai macam teknologi canggih yang dapat membantu aktifitas dalam kehidupan manusia. Bengan semakin berkembangannya IPTEK itu sendiri, sehingga menimbulkan efek positif dan negatif, seperti misalnya:Dan sisi positifnya seperti:Dapat meringankan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.Dapat membuat segala sesuatunya menjadi lebih cepat dan mudah.Dapat mengurangi pemakaian bahan-bahan alami yang semakin kesini semakin langka.IPTEK juga membawa manusia kearah lebih maju dan modernMemperoleh informasi dan ilmu pengetahuan dengan mudahSisi negatif seperti:Dapat menimbulkan polusi. Perkembangan IPTEK yang semakin pesat dan banyak dimanfaatkan. Akan tetapi disamping itu banyak sekali polusi pencemaran yang dihasilkan dari perkembangan IPTEK itu sendiri.Dapat membuat orang semakin malas, karena IPTEK memiliki tujuan untuk mempermudah & memanjakan manusia. Jadi manusia akan semakin malas sebab sudah ada teknologi yang dapat menggantikan dirinya bekerja.Dapat merusak moral, dimana Internet menjadi media IPTEK yang dapat mempengaruhi moral dari seseorang. Seperti misalnya konten yang berbau negatif dan yang lainnya.Pengguna IPTEK terbanyak adalah pada usia remaja karena kemajuan ilmu pegetahuan dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari lembaga pendidikan dimana pada abad ke 20 mampu mendorong lebih cepat dalam industri informasi ,komnukasi dan transportasi.Namun banyak juga remaja yang menyalahgunakan IPTEK melalui internet. Karena kemudahan mereka untuk mengakses situs-situs negatif yang tidak seharusnya dilihat .Maka itu akan berdampak pada kenakalan remaja.Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa.Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.PENYEBAB KENAKALAN REMAJAKenakalan remaja itu terjadi karena beberapa faktor, bisa disebabkan dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).[3]Faktor InternalKrisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.Faktor EksternalKeluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.Teman sebaya yang kurang baikKomunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.Dampak dari penggunaan IPTEK media internet pada remaja adalah mengunjunggi situs-situs yang tidak layak untuk dilihat diusia mereka . Karena kontrol diri remaja yang masih lemah, lingkungan yang mendukung hal-hal tersebut, dan kurangnya peran orang tua maka remaja perlahan akan terjerumus ke kenakalan remaja .Ketika melihat situs yang tidak layak dilihat, mereka akan penasaran dan ingin mencoba melakukan hal-hal yang belum ia ketahui dampak kedepannya .Mereka akan melampiaskan keingintauan mereka pada teman-teman disekitarnya yang mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginakan dan sangat merugikan semua pihak.A.Data Kenakalan Remaja Akibat Perkembangan IPTEK1.ANGKA KENAKALAN REMAJA MENINGKAT 20 % LEBIHWONOSOBOZONE – Dibanding tahun sebelumnya, angka kenakalan remaja di tahun 2016 meningkat cukup pesat, yakni lebih dari 20%. Kepala Sub Bidang Kesehatan Reproduksi, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA), Nurul Hidayati, mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena beberapa faktor, diantaranya pengaruh lingkungan dan Gadget. Akibat dari kenakalan tersebut, menurut Nurul seperti tingginya angka hamil diluar nikah, pernikahan dini, perceraian, bahkan sampai aborsi. “Sepengetahuan saya, bukannya menurun, tapi meningkat, sekitar 20 an persen, kenakalan meningkat, pernikahan dini juga meningkat, tingkat perceraian juga meningkat, dan itu ditandai dengan banyaknya remaja dibawah usia karna hamil duluan,” urai Nurul.Hal itu menjadikan pihak terkait melakukan terobosan sebagai tindakan pencegahan. Upaya tersebut terlihat ketika Dinas PPKBPPPA menggelar sosialisasi dan orientasi pengurus Pusat Informasi Konseling Remaja dan Mahasiswa atau PIK RM, pada Rabu, 22 Februari 2017. Dengan adanya sosialisasi tersebut, Nurul berharap angka kenakalan remaja dapat berkurang serta mampu memotivasi remaja untuk melakukan tindakan yang positif. (Ard)2.KOMNAS PA SEBUT 97% REMAJA INDONESIA PERNAH AKSES PORNOGRAFIJAKARTA - Kemutakhiran teknologi, khususnya internet, terkadang disalahgunakan dalam pemakaiannya. Survei membuktikan, sebanyak 97 persen pelajar SMP dan SMU di Indonesia mengakses dan menonton video di situs porno.Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap 4.500 pelajar SMP dan SMA di 12 kota besar Indonesia menunjukkan hasil yang cukup mencengangkan. Sebanyak 97 persen responden mengaku telah mengakses situs berkonten pornografi dan juga menonton video porno melalui internet.B.Program dalam Mengatasi Masalah Kenakalan Remaja ,khususnya Jejaring Internet yang MerugikanMembuat sebuah program penyuluhan yang ditujukan kepada remaja lewat peran orangtua . Peran orangtua sangat mendukung keberhasilan program ini karena perkembangan anak yang pertama dipengaruhi lingkungan keluarga . Program penyuluhan ini diadakan mulai dari bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas karena pada masa-masa ini banyak sekali permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak hingga remaja setara dengan tingkat pendidikan . Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin banyak permasalahan yang dihadapi. Dengan program ini bertujuan supaya anak dapat terbuka diri kepada orangtua dan menjelaskan semua masalah yang dihadapi dan mencari jalan keluar terbaik dengan orangtua. Melakukan pengamatan pada alat komunikasi anak dengan melihat dan mengamati apa saja yang dilakukan anak di dunia maya. Mengusahakan supaya alat komunikasi anak tidak terkunci dengan pasword,apabila dikunci maka cari tahu passwordnya dengan bantuan teman terdekatnya. Lihat history riwayat penggunaan internet baik melalui aplikasi komunikasi maupun situs-situs yang telah dikunjungi ketika si anak tertidur. Jika anak melakukan kesalahan, nasehati dengan baik.Jangan memarahi dengan kekerasan karena dalam psikologi anak yang pernah mengalami kekerasan akan mudah membangkang dan pemarah.Program Pendidikan KewarganegaraanMelakukan penyuluhan kepada orangtua setiap awal semester untuk mengawasi perilaku anaknya dan berusaha supaya anak bersikap terbuka Memberi penyuluhan bahwa peran orangtua sangat penting untuk mencegah kenakalan remajaBeri tahu orangtua cara untuk melihat history riwayat yang sudah dilakukan anak baik melalui aplikasi komunikasi seperti whatsapp,instagram,facebook,line,dan lain-lain maupun situs-situs yang pernah dikunjungi seperti google,chrome dan lain-lain.Beri tahu waktu yang tepat untuk mengamati apa saja yang sudah dilakukan anak didunia maya,yaitu di malam hari ketika anak tertidur.Beri nasehat apabila mengetahui kesalahan anak , jangan pernah memarahi anak dengan kekerasan karena anak akan membangkang.Pemahaman Nilai-Nilai yang terkandung dalam PancasilaPenerapan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila perlu ditegakkan ,khususnya sila ke 1 ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ untuk menghindarkan anak dari perbuatan tercela .C.Daftar Pustakahttps://id.wikipedia.org/wiki/Kenakalan_remajaWonosobo Zone,2017, ANGKA KENAKALAN REMAJA MENINGKAT 20 % LEBIH,https://www.wonosobozone.com/angka-kenakalan-remaja-meningkat-20/. Diakses 14 Maret 2019Sora N,2015,Pengertian IPTEK Atau Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lengkap, http://www.pengertianku.net/2015/01/pengertian-iptek-atau-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-lengkap.html. Diakses 14 Maret 2019Ramadhan Aditya,2013,Survei: 97% Remaja Indonesia Mengakses Situs Porno,http://mediaindonesia.com/read/detail/71598-komnas-pa-sebut-97-remaja-indonesia-pernah-akses-pornografi. Diakses 15 Maret 201
PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI DESA NGEMBAL KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG
AbstrakKata Kunci : Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH), Menanggulangi Kemiskinan.Desa Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) bertujuan untuk membantu masyarakat yang tegolong miskin dalam jangka waktu kepesertaan 6 tahun sehingga adanya program ini dapat membantu menanggulangi kemiskinan. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan bersyarat yang memiliki komponen bagi peserta PKH, komponen tersebut antara lain bagi pendidikan anak atau kesehatan. Sistem pencairan bantuan yang diberikan kepada peserta PKH dilakukan empat tahap dalam setahun, yang dibayarkan 3 bulan sekali dalam tiap tahunnya. Setiap peserta PKH wajib memiliki tanggug jawab untuk ikut serta dalam pemberdayaan skill dan juga pendampingan. Namun, terdapat juga peserta PKH yang enggan untuk menghadiri kegiatan wajib tersebut dengan alasan kerja, sehingga menjadi kesulitan tersendiri bagi pendamping dalam membina peserta PKH. Pendamping PKH juga harus terlibat aktif memotivasi peserta agar mereka mampu hidup mandiri apabila dikemudian hari sudah tidak mendapatkan bantuan PKH. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara rinci bagaimana pelaksanaan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menanggulangi kemisinan di Desa Ngembal.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan(1) bagaimana Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Ngembal Kecamatan Wajak Kabupaten Malang(2) pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menanggulangi kemiskinan di Desa Ngembal Kecamatan Wajak Kabupaten Malang(3) kendala Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menanggulangi kemiskinan di Desa Ngembal Kecamatan Wajak Kabupaten Malang(4) solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Ngembal Kecamatan Wajak Kabupaten Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh peneliti ialah sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari perangkat Desa Ngembal, pendamping PKH Desa Ngembal, serta peserta PKH Desa Ngembal sedangkan data sekunder diperoleh melalui buku RPJM Desa, Buku pedoman PKH, dokumen kepesertaan PKH. Instrumen peneliti dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan menggunakan teori Miles Huberman yakni dengan cara mereduksi data, penyajian data dan diakhiri dengan verifikasi data. Kegiatan keabsahan temuan dilakukan dengan cara ketekunan pengamatan dan triangulasi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa(1) Program Keluarga Harapan (PKH) program bantuan bersyarat yang diberikan kepada Keluarga Sangat Miskin (KSM)(2) Pelaksanaan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) telah dijalankan dengan optimal, hal ini sesuai dengan prinsip bantuan dalam PKH yang mengadakan kegiatan usaha mandiri maupun pendampingan rutin tiap bulan(3) kendala yang dihadapi terletak pada beberapa sumber daya manusia dan juga pemberdayaan masyarakat yang sulit untuk berfikir maju dan mandiri(4) solusi yang dilakukan untuk menanggulangi kendala yang dihadapi adalah dengan melakukan pendataan ulang terhadap data peserta PKH serta senantiasa melakukan inovasi terhadap usaha peserta PKH. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pendamping PKH untuk senantiasa memberikan inovasi serta semangat dalam mendampingi peserta PKH dalam pemberian materi yang berkaitan dengan produk yang dikembangkan peserta PKH. Perangkat desa beserta peserta PKH untuk turut berpartisipasi melalui pengadaan penyuluhan mengenai arti penting kesehatan dan pendidikan
Peran Paguyuban Argha Kencana dalam Melestarikan Seni Karawitan di Kelurahan Bence Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.
ABSTRAKSusanti, Ira Dewi. 2019. Peran Paguyuban Argha Kencana dalam Melestarikan Seni Karawitan di Kelurahan Bence Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Didik Sukriono, SH, M.Hum (2) Dr. H. A Rosyid Al Atok, M.Pd, MHKata Kunci: Pola, Pelestarian, Seni KarawitanSeni karawitan adalah salah satu budaya yang masih bertahan di tengahtengah pengaruh zaman yang sudah serba modern. Namun, eksistensi karawitan pada saat ini tidak seperti ketika zaman dahulu, hanya sebagian kecil dari masyarakat Jawa saja yang mau dan mampu menjaga kelestarian budaya ini. Seni karawitan merupakan salah satu karya seni asli masyarakat Indonesia, yang dalam permainannya memadukan seni vocal dan seni instrumental. Seni tersebut memiliki keunikan tersendiri, bisa dikatakan sebagai center dari seni lain, karena karawitan dapat manggabung dengan seni lain semisal wayang, mengiringi taritarian, mengiringi upacara sekaten, upacara kenegaraan atau keagamaan, dan juga Klenengan (uyon-uyon, upacara nikah, ngundhuh mantu, dan lain-lain).Di tengah perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang pesat, serta banyaknya pengaruh budaya yang berasal dari luar menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk melestarikan budaya lokal, banyak sekali generasi muda dan masyarakat yang melupakan budaya daerah sendiri. Maka untuk itu diharapkan generasi muda untuk tetap menjaga dan melestarikan seni karawitan agar eksistensinya tetap terjaga.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Kegiatan Seni Karawitan yang dilakukan oleh Paguyuban Argha Kencana di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar; (2) Pola Pelestarian Seni Karawitan yang dilakukan oleh Paguyuban Argha Kencana di Kelurahan Bence, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar; (3) Faktor yang mendorong dan menghambat berkembangnya Seni Karawitan oleh Paguyuban Argha Kencana di Kelurahan Bence; dan (4) Solusi untuk mengatasi hambatan dalam pelestarian Seni Karawitan oleh Paguyuban Argha Kencana di Kelurahan Bence Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Sumber data dari penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder serta pengumpulan datanya dengan cara melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan merujuk pada model Miles and Huberman, dimana aktivitas dalam analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan Triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pelestarian seni karawitan di Kelurahan Bence Kecamatan Garum Kabupaten Blitar sudah mulai muncul sejak tahun 2000 dan tetap berkembang hingga sekarang, akan tetapi masyarakat dalam partisipasinya melestarikan seni karawitan terbilang masih kurang hanya beberapa saja yang tergabung dalam paguyuban, namun partisipasi oleh pemuda sudah muncul. Kegiatan seni karawitan dilaksanakan oleh paguyuban Argha Kencana ditujukan untuk membantu masyarakat khususnya pemuda di sekitar wilayahnya untuk lebih baik secara potensi dan personal. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberdayakan pemuda agar para pemuda tidak melupakan budaya Jawa yang semakin lama semakin menghilang tertindas oleh teknologi yang berkembang pesat.Kedua, pola pelestarian seni karawitan dilakukan dengan menggunakan 5 (lima) tahap, yaitu: (1) Tahap Orientasi; (2) Tahap Identifikasi Perencanaan Kebutuhan Lingkungan; (3) Tahap Sosialisasi; (4) Tahap Latihan Rutin; dan (5) Tahap Evaluasi Kegiatan.Ketiga, Faktor yang mendukung kegiatan pelestarian seni karawitan yakni berasal dari luar dan dari dalam kelompok paguyuban karawitan. Faktor dari dalam kelompok (intern) yakni dorongan dalam diri pribadi masing-masing anggota kelompok, adanya keinginan dan motivasi yang muncul oleh tiap anggota menjadi faktor pendukung dari dalam kelompok yang menjadikan kegiatan pemberdayaan pemuda melalui karawitan ini dapat berjalan, dan faktor dari luar kelompok (ekstern) adalah faktor keluarga, sarana prasarana dan masyarakat. Sedangkan faktor penghambat pemberdayaan pemuda melalui kesenian karawitan gamelan oleh paguyuban Argha Kencana adalah adanya permasalahan mengenai lokasi tempat berlatih yang berpindah-pindah, kurangnya komunikasi yang terjalin, pandangan negatif masyarakat yang mayoritas Islam, kurangkanya kesadaran dan motivasi pemuda dalam pelestarian, dan perbedaan bakat dan kemampuan antar anggota paguyuban.Keempat, solusi mengatasi hambatan dalam melestarikan kesenian karawitan yakni ditangani langsung oleh para anggota tetap yang di temani oleh ketua paguyuban dan anggota tetua bekerja yang lebih ekstra dalam pelestarian karawitan, yakni dengan menyediakan tempat pelatihan khusus di rumahnya, melakukan promosi dan ajakan-ajakan agar menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya, membuka paguyuban untuk umum bukan untuk anggota saja, saling menjaga komunikasi, bertata krama yang baik agar tidak memicu warga berpandangan yang buruk terhadap kesenian, memotivasi para pemuda agar cinta terhadap budaya, dan juga memberikan reward atau hadiah agar pemuda memiliki semangat.Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran yang peneliti ajukan, yaitu sebagai berikut: (1) Kepada Perguruan Tinggi, Perguruan tingi sebagai salah satu lembaga yang mengabdikan kepada masyarakat, hendaknya mengadakan kegiatan kerjasama terkait dengan pelestarian kesenian tradisional melalui kegiatan KKN mahasiswa secara umum dan khususnya bagi mahasiswa jurusan seni budaya. (2) Kepada Pemerintah Kelurahan, diharapkan agar tetap melestarikan budaya yang sudah ada dan hendaknya lebih diperhatikan lagi keberadaan budaya tersebut, dengan mengetahui lebih dalam mengenai seni karawitan yang ada di lingkungan sekitar, supaya dapat menambah dan mengembangkan perekonomian masyarakat kelurahan lebih banyak lagi. (3) Kepada Masyarakat, hendaknya lebih mendorong diri untuk memaksimalkan potensi budaya lokal beserta pemberdayaan dan pelestariannya guna mempertahankan keberadaan seni budaya yang sudah ada agar tidak punah. (4) Kepada Ketua Paguyuban, hendaknya pelaksanaan pelatihan gamelan dilaksanakan tidak hanya satu kali dalam seminggu tetapi minimal dua kali dalam seminggu agar anggota karawitan lebih terampil dalam memainkan alat musik gamelan. Selain itu hasil dari pemberdayaan yang mampu berdampak pada aspek sosial dan budaya dapat ditingkatkan lagi dan diperluas pada aspek ekonomi. Dimana peserta diajak aktif untuk mengikuti pertunjukan dan event-event yang nantinya dapat memberikan tambahan penghasilan bagi para anggota. (5) Kepada Pelatih, untuk mengatasi hambatan motivasi diri yang rendah bagi anggota karawitan hendaknya pelatih dapat menumbuhkan rasa percaya diri anggota paguyuban karawitan dengan cara memberikan tanggung jawab terhadap peserta untuk dapat memainkan salah satu gamelan dan untuk mengatasi perbedaan bakat dan tingkat kecerdasan pelatih harus memperhatikan setiap kelebihan dan kelemahan peserta sehingga dapat menerapkan strategi pelatihan yang tepat. (6) Kepada Peneliti, hendaknya pada peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan lebih sempurna, baik yang berhubungan dengan penelitian ini, maupun yang berhubungan dengan masalah lain yang berhubungan dengan seni karawitan. ABSTRACTSusanti, Ira Dewi. 2019. The Role of Argha Kencana Association in Preserving Karawitan Arts in Bence Sub-District, Garum District, Blitar Regency. Thesis, Study Program of Pancasila and Citizenship Education, Department of Law and Citizenship, Faculty of Social Sciences, Malang State University. Advisor: (1) Dr. Didik Sukriono, SH, M.Hum (2) Dr. H. A Rosyid Al Atok, M.Pd, MHKeywords: Patterns, Preservation, Karawitan ArtsArtsart is one of the cultures that still survive in the midst of the influence of the modern era. However, the existence of music at this time is not like when it was in the past, only a small portion of the Javanese people were willing and able to preserve this culture. Karaoke is one of the original works of Indonesian society, which in its game combines vocal and instrumental art. The art has its own uniqueness, it can be said as a center of other arts, because karawitan can combine with other arts such as puppets, accompany dances, accompany sekaten ceremonies, state or religious ceremonies, and also Klenengan (uyon-uyon, marriage ceremony, ngundhuh mantu, and others).In the midst of rapid technological and scientific developments, as well as the many cultural influences originating from outside, it becomes a challenge to preserve local culture, many young people and communities forget their own regional culture. So for this reason, it is hoped that the younger generation will maintain and preserve musical arts so that their existence is maintained.This study aims to describe: (1) Karawitan Art Activities by Argha Kencana Assocation in Bence sub-District, Garum District, Blitar Regency; (2) Karawitan Art Preservation Pattern by Argha Kencana Assocation in in Bence sub-District, Garum District, Blitar Regency; (3) Factors that pushed and inhibited the development of Karawitan Art in in Bence sub-District, Garum District, Blitar Regency; and (4) Solutions to overcome barriers to preservation of Karawitan Arts in Bence Sub-District Garum District, Blitar Regency.This study used a qualitative approach with ethnographic research types. Sources of data from this study are primary data sources and secondary data sources and data collection by conducting observations, interviews and documentation. Analysis of the data used refers to the Miles and Huberman model, where activities in data analysis include data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. Checking the validity of the data obtained from the results of the study, researchers used triangulation sources.The results showed that: First, the preservation of musical arts in the Bence Village of Garum Subdistrict, Blitar District had begun to appear since 2000 and continued to grow until now, but the community in preserving karawitan art was still lacking, only a few joined the association, but participation by the young man has appeared. Karawitan art activities carried out by the Argha Kencana community are aimed at helping the community, especially young people around the area to be better potential and personal. This activity is intended to empower youth so that young people do not forget Javanese culture which is increasingly disappearing oppressed by rapidly developing technology.Secondly, the pattern of preserving musical arts is carried out using 5 (five) stages, namely: (1) Orientation Stage; (2) Stage of Identification of Environmental Needs Planning; (3) Dissemination Phase; (4) Routine Exercise Phase; and (5) Activity Evaluation Stage.Third, the factors that support the preservation of musical arts activities are from outside and from within the Karawitan community group. Factors from within the group (internal), namely the impulse in each individual member of the group, the desire and motivation that arises by each member to be a supporting factor from within the group that makes youth empowerment activities through karawitan can run, and factors from outside the group ( external) is a factor of family, facilities and community. Whereas the inhibiting factors of youth empowerment through gamelan musical arts by the Argha Kencana community are the existence of problems regarding the location of mobile practice, lack of communication, negative views of the majority Muslim community, lack of awareness and motivation of youth in preservation, and different talents and abilities between members of the association.Fourth, the solution to overcoming obstacles in preserving musical arts is handled directly by permanent members who are accompanied by community leaders and members of the elders who work more extra in musical conservation, namely by providing special training venues in their homes, promotion and invitations to grow love for culture, opening the community for not just members, communicating with each other, having good manners so as not to trigger people to have a bad view of the arts, motivating young people to love culture, and also giving rewards or gifts so that the local government has enthusiasm .Based on the results of the study there are several suggestions that the researchers propose, namely as follows: (1) To Universities, Higher Education as one of the institutions that devotes to the community, should conduct collaborative activities related to the preservation of traditional arts through student KKN activities in general and especially for student majoring in cultural arts. (2) It is expected that the Kelurahan Government continue to preserve the existing culture and should pay more attention to the existence of the culture, by knowing more about musical arts in the surrounding environment, in order to increase and develop the economy of the kelurahan more. (3) To the Community, it should be more encouraging to maximize the potential of local culture and empowerment and preservation in order to maintain the existence of existing cultural arts so as not to become extinct. (4) To the Chairperson of the Association, the implementation of gamelan training should be held not only once a week but at least twice a week so that the members of the musical group are more skilled in playing gamelan instruments. In addition, the results of empowerment that are able to have an impact on social and cultural aspects can be further improved and extended to economic aspects. Where participants are invited to actively participate in performances and events that can later provide additional income for the members. (5) To the Coach, to overcome the low barriers to self-motivation for karawitan members the trainer should be able to foster confidence in the members of the karawitan community by giving responsibility to participants to be able to play one of the gamelan and to overcome the differences in talent and intelligence any strengths and weaknesses of participants so that they can apply the right training strategies. (6) To the researcher, the next researcher should be able to conduct more perfect research, both related to this research, and related to other problems related to musical arts
Peran Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Kesadaran Untuk Membayar Pajak Bumi Dan Bangunan Di Desa Harjokuncaran Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang
ABSTRACTLaili, Zaqiah. 2018. Role of Village Head Leadership in Improving Awareness to Pay Land Value Tax in Harjokuncaran Village, Sumbermanjing Wetan Sub-district, Malang Regency. Final Project. Department of Law and Citizenship, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisor: (I) Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H., M.Hum., (II) Dr. Nuruddin Hady, S.H., M.HumKeywords: role, the village head, awareness, land value taxThe Village Head is the lowest government agency under the subdistrict head, therefor, in turn, the responsibility for the success or failure of tax collection depends on his shoulders. The duty of Village as an organizer and the main person in charge in the fields of government, development, and community in the context of implementing regional government affairs, general government affairs including building and order.The research of the problem in this study are: What is the leadership role of the Village Head in improving the awareness to pay for land value tax in Harjokuncaran Village, Sumbermanjing Wetan Sub-district, Malang Regency, What efforts that have been made by the Head of Harjokuncaran Village in improving the awareness to pay land value tax in Harjokuncaran Village, Sumbermanjing Wetan Sub-district, Malang Regency, and what problems faced by the Village Head of Harjokuncaran in improving the awareness to pay the land value tax in Harjokuncaran Village, Sumbermanjing Wetan Sub-district, Malang Regency. The objectives of this study are to find out and analyze the leadership role of the Village head in improving the awareness to pay for land value tax in Harjokuncaran Village, Sumbermanjing Wetan Sub-district, Malang Regency.From the results of research and discussion, it can be concluded in this study that the form of the leadership role of the Village head in improving taxpayers' awareness and compliance in paying land value tax in Harjokuncaran Village, Sumbermanjing Wetan Sub-district, Malang Regency can be said to be good. This research shows that the Village Head has a significant role in improving taxpayer awareness and compliance in paying land value tax. The Village Head who has direct contact with the community in the village will find it easier to continue to motivate the village community to always pay off prior to the expiry of their land value tax. There are several ways that the Village Head of Harjokuncaran has done so that the people always pay off prior to the expiry of their land value tax. In collecting land value tax, the Village Head acts as a motivator, facilitator, and mobilizer. In carrying out this role, the Village Head still has shortcomings, hence, there are still taxpayers who do not fully understand the land value tax so that the Village Head must optimize his role as a tax collector so that awareness and tax compliance can be achieved properly
PERAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UNTUK PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA
AbstrakPada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai pembangunan karakter bangsa melalui pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan salah satu pendidikan yang diajarkan di sekolah, yang mana diharapkan dapat membangun generasi muda Indonesia yang berkarakter bangsa. Karakter dalam konteks kebangsaan merupakan suatu nilai-nilai keutamaan yang ada di dalam individu warga negara. Keutamaan tersebut berbeda dengan yang dimiliki bangsa lain. Oleh kareta itu pastinya merupakan keistimewaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Melalui PPKn generasi muda disiapkan untuk mengambil peran serta bertanggung jawab untuk terwujudnya cita-cita bangsa IndonesiaKata Kunci : kebhinekaan, karakter bangsa, PPK
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP FENOMENA PLURALISME MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
ABSTRAK Globalisasi yang selalu menjadi trend dan menimbulkan perbedaan di setiap negara itu merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi setiap individu. Perbedaan baik secara sosial, budaya, dan agama. Perbedaan tersebut akan membawa dampak yang berbeda-beda pada setiap idividu dalam menyikapinya. Untuk mengatasi hal tersebut, maka munculah suatu gagasan yakni Pluralisme. Pluralisme sendiri memiliki arti yaitu suatu gagasan , dimana membentuk suatu kelompok-kelompok yang menunjukan rasa saling menghargai dan menghormati antar satu sama lain. Gagasan tersebut agar menciptakan suatu rasa toleransi antar masyarakat. Sehingga membentuk rasa nyaman, adil, dan tentram dalam masyarakat. Metode yang tepat digunakan dalam memperoleh hasil penelitian ini yakni digunakannya metode studi kasus. Dimana fokus utama dari studi kasus yakni terletak pada bagaimana dampak perilaku individiu terhadap kondisi serta pengaruh terhadap lingkungannya. Serta, pembelajaran Contextual Teaching and Learning merupakan metode yang saya ambil dalam pemecahan masalah tersebut. Fenomena pluralisme yang sangat marak di Indonesia pada khususya ini memiliki pandangan yang cukup negatif , apabila para siswa (pada khususnya) tidak dibekali pengetahuan yang cukup mengenai apa sih pluralisme itu dan bagaimana paham yang plural tersebut. Karena siswa harus mampu menyangkut pautkan hubungan pembelajaran dikelas dengan permasalahan yang sedang terjadi di pengalaman nyata. Pembelajaran yang menuntut siswa akif dan kreatif ini segala sesuatunya berpusat pada siswa agar siswa dapat memecahkan masalah dengan sendirinya. Kata Kunci : sosial, budaya, agama, pengalaman nyata, berpusat pada siswa, kreatif dan aktif, pemecahan masala
Kurangnya Kesadaran Generasi Muda Dalam Bela Negara Untuk Meningkatkan Wawasan Kebangsaan
Bela negara merupakan sebuah semangat berani berkorban demi tanah air, dan demi keutuhan suatu negara. Bela negara adalah wujud kepedulian terhadap negara.Masa depan suatu negara sangatlah ditentukan oleh para pemuda suatu negara,baik yang masih berstatus pelajar,mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya. Pemuda merupakan suatu faktor penting yang sangat di andalkan dalam mewujudkan cita-cita bangsa.Penurunan kesadaran akan pentingnya bela negara hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya persoalan yang terjadi saat ini, banyaknya pemuda yang lebih bangga dengan kebudayaan negara lain