SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
436 research outputs found
Sort by
UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KONSELING REMAJA SMARIHASTA (KONRESA) DI SMA N 8 MALANG
ABSTRAKRahmawati, Dian. 2017. Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika melalui Kegiatan Ekstrakulikuler Konseling Remaja Smarihasta (Konresa) di SMA N 8 Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs.Suparman AW,SH.,M.Hum, (II) Drs. Arbaiyah Prantiasih,M.SiKata Kunci: Pencegahan, Penyalahgunaan Narkotika, Ekstrakulikuler Konseling Remaja Smarihasta (Konresa)Penyalahgunaan narkoba adalah salah satu perilaku menyimpang yang banyak terjadi dalam masyarakat saat ini. Bentuk-bentuk penyalahgunaan narkoba diantaranya mengkonsumsi dengan dosis berlebihan, memperjual belikan tanpa izin serta melanggar aturan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan diluar pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. Konresa merupakan salah satu ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 8 malang, melalui kegiatan ekstrakurikuler konresa diharapkan peserta didik mampu menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter dan juga membantu memerangi penyalahgunaan narkotika.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang kegiatan ekstrakurikuler konresa (Konseling Remaja Smarihasta) di SMA Negeri 8 Malang, (2) Tujuan pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler Konresa (Konseling Remaja Smarihasta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di SMA Negeri 8 Malang, (3) Bentuk-bentuk program kegiatan ekstrakurikuler Konresa (Konseling Remaja Smarihasta) dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di SMA Negeri 8 Malang, (4) Pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler Konresa (Konseling Remaja Smarihasta) dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di SMA Negeri 8 Malang, (5) Faktor penghambat pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler Konresa (Konseling Remaja Smarihasta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di SMA Negeri 8 Malang, (6) Cara mengatasi faktor penghambat pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler Konresa (Konseling Remaja Smarihasta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di SMA Negeri 8 Malang.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pada penelitian deskriptif ini, peneliti berusaha untuk menggambarkan bagaimana upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui kegiatan ekstrakurikuler Konresa (Konseling Remaja Smarihasta). Melalui jenis penelitian ini data yang sudah terkumpul baik berupa kata-kata, gambar, wawancara atau dokumentasi akan disusun secara terstruktur, saksama dan objektif. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan secara terperinci dan sesuai dengan keadaan nyata tanpa direkayasa.Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut berikut.(1)Latarbelakang kegiatan ekstrakurikuler konresa (Konseling Remaja Smarihasta) di SMA Negeri 8 Malang yaitu disiplin siswa yang mulai memudar, melalui kegiatan ekstrakurikuler konresa diharapkanakan ditanamkan kembal inilai-nilai pendidikan karakter yang selama ini sudah luntur dan terkikis dikarenaka perkembangan zaman dan tekhnologi, selain itu adanya konresa di SMA N 8 Malang dilatar belakangi oleh masalah-masalah remaja yang sudah terjadi selama ini seperti kenakalan remaja, HIV AIDS,dan penyalahgunaan narkotika untuk itu konresa dapat digunakan siswa dan siswi sebagai wadah dalam menyelesaikan masalah mereka dengan cara konseling, dan Konresa juga memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang berbagai masalah-masalah sosial yang dialami remaja terutama di SMAN 8 Malang, (2) Tujuan pelaksanaan program kegiata nekstrakurikuler Konresa (Konseling Remaja Smarihasta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di SMA Negeri 8 Malang adalah Untuk menyelesaikan masalah tentang remaja juga mengembangkan bakat dan minat siswa siswi dalam bidang konseling, agar siswa dan siswi bisa menjadi konselor sebaya bagi teman-temannya, selain itu dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini siswa dan siswi juga bisa menjadi penyuluh tentang bahaya narkotika agar SMARIHASTA bebas narkoba, bebas AIDS, dan bebas Free seks, (3) Bentuk-bentuk program kegiatan ekstrakurikuler Konresa (KonselingRemajaSmarihasta) dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di SMA Negeri 8 Malang terdiri dari Ceramah atau penyuluhan anti narkotika, pembuatan mading, peringatan hari aids sedunia, pemberian stiker anti narkotika, (4) Pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler Konresa (KonselingRemajaSmarihasta) dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di SMA Negeri 8 Malang yaitu terlaksananya program ceramah atau penyuluhan anti narkotika, pembuatan mading, peringatan hari aids sedunia, pemberian stiker anti narkotika, (5) Faktorpenghambat dari siswa, dari pembina, pelatih, dan keadaan cuaca,(6) Cara mengatasihambatan dari siswa memberikan motivasi, dari pembina dan pelatih harus selalu berkomunikasi, berkoordinasi dan juga mendampingi ketika kegiatan ekstrakurikuler konresa berlangsung. Saran (1) Pelatih hendaknya tetap bijaksana ketika menyampaikan materi pada saat latihan perlu adanya variasi, agar siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler konseling remaja smarihasta tidak gampang bosan, selain itu pelatih juga harus menjalin komunikasi yang baik dengan pengurus, anggota maupun pembina konresa agar pada saat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler konresa tidak terjadi miss komunikasi. (2)Pembina seharusnya selalu memantau perkembangan dan kemajuan kegiatan ekstrakurikuler konresa, sebagai pembina harus tegas dan segera menindaklanjuti apabila terdapat kendala dalam pelaksanan kegiatan ekstrakurikuler konresa. 3) Siswa siswi atau anggota konresa seharusnya lebih aktif dan serius lagi karena mengikuti kegiatan ekstrakurikuler konresa sangat banyak manfaatnya selain bisa berlatih sebagai konselor juga bisa berlatih sebagai penyuluh. (4) Seharusnya fakultas selalu mendukung kegiatan positif dan mempermudah mahasiswa dalam hal perijinan melakukan penelitian, karena perijinan merupakan hal sangat penting dilakukan sebelum melakukan penelitian. (5) Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti lainnya yang ingin meneliti dibidang yang sama.(6) Penelitian yang dilakukan peneliti ini sangat banyak manfaatnya untuk menambah pengetahuan yang didapat dalam bidang hukum dan kewarganegaraan, khususnya yang berkaitan dengan Upaya pencehagan penyalahgunaan narkotika
Pelaksanaan Kebijakan Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Menanggulangi Kemiskinan di Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang
ABSTRAK Sulistianingrum, Enggar. 2017. Pelaksanaan Kebijakan Bantuan Program Keluarga Harapan dalam Menanggulangi Kemiskinan di Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Skripsi,Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si (II) Drs. Ketut Diara Astawa, S.H., M. Si Kata Kunci : Pelaksanaan Kebijakan Bantuan Program Keluarga Harapan, menanggulangi kemiskinan Kebijakan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan yang ditinjau dari segi fasilitas pendidikan dan kesehatan. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan bersyarat, yang memiliki komponen-komponen untuk para peserta PKH. Selain itu pula, dalam Program Keluarga Harapan (PKH) memiliki sistem pencairan yang dilakukan dengan empat tahap dalam setahun. Pada pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) ini juga melakukan pengoptimalan bantuan dengan cara pemberdayaan skill dan juga pendampingan. Namun, masih banyak pula peserta PKH yang memiliki pola pemikiran stagnan sehingga sulit diberdayakan dan dilakukan pengembangan atas skill yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara rinci bagaimana pelaksanaan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Menanggulangi Kemiskinan di Desa Bunut Wetan.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan (1) mengetahui pelaksanaan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menanggulangi kemiskinan di desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang (2) optimalisasi pelaksanaan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menanggulangi kemiskinan di desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang (3) kendala dalam pelaksanaan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menanggulangi kemiskinan di desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang (4) upaya dalam mengatasi kendala dalam pelaksanaan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menanggulangi kemiskinan di desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis Kabupaten MalangPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh melalui data primer dan sekunder, data primer diperoleh dari perangkat desa Bunut Wetan, pendamping PKH Desa Bunut Wetan serta peserta PKH Desa Bunut Wetan sedangkan data sekunder diperoleh melalui buku pedoman mengenai Program Keluarga Harapan (PKH). Instrument peneliti dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan pengambilan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menurut Miles and Huberman, yang dimulai dari reduksi data, penyajian data dan diakhiri dengan verifikasi data. Kegiatan keabsahan temuan dilakukan dengan dengan cara triangulasi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan PKH dilakukan secara menyeluruh dimulai dari pendataan awal hingga pertanggungjawaban yang dilakukan baik oleh pendamping PKH maupun Dinas Sosial Kabupaten Malang. (2) Pelaksanaan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) telah dijalankan dengan optimal, hal ini sesuai dengan prinsip bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengadakan kegiatan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta selalu melakukan pendampingan terhadap para peserta PKH (3)Kendala yang dihadapi terletak pada beberapa sumber daya manusia dan juga pemberdayaan masyarakat yang enggan untuk berfikir maju demi kehidupan yang lebih layak.(4) Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi kendala yang dihadapi adalah dengan melakukan pendataan ulang terhadap data peserta PKH serta senantiasa melakukan inovasi-inovasi terhadap usaha para peserta PKH. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada Dinas Sosial Kabupaten Malang untuk melakukan pengadaan expo ataupun bazar rutin bagi peserta PKH. Pendamping PKH senantiasa memberikan inovasi kepada peserta PKH dengan mendatangkan pemateri yang berkaitan dengan produk peserta PKH. Perangkat desa serta masyarakat turut berpartisipasi melalui pengadaan penyuluhan mengenai arti penting pendidikan dan kesehatan serta penggalangan sampah rumah tangga bagi para peserta PKH
AKTUALISASI NILAI-NILAI KEKELUARGAAN DAN KEGOTONG-ROYONGAN DALAM KOPERASI SERBA USAHA SEMANGAT45 DI DESA DAYU KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Liliananta, Gabriella. 2017. Aktualisasi Nilai-Nilai Kekeluargaan Dan KegotongRoyongan Dalam Koperasi Serba Usaha Semangat 45 Di Desa DayuKecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si, (II) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., M.H. Kata Kunci: aktualisasi, nilai kekeluargaan, nilai kegotong-royongan Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan, menunjukkan usaha yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia adalah koperasi. Nilai yang menjadi dasar kegiatan koperasi yaitu nilai kekeluargaan dan nilai kegotong-royongan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan: (1) aktualisasi nilai kekeluargaan di KSU Semangat 45, (2) aktualisasi nilai kegotong-royongan di KSU Semangat 45, (3) kendala dalam mewujudkan nilai kekeluargaan dan kegotong-royongan di KSU Semangat 45, (4) upaya untuk mengatasi kendala dalam mewujudkan nilai kekeluargaan dan kegotong-royongan pada KSU Semangat 45. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan observer partisipatif dalam mengumpulkan data-data di lapangan yaitu di KSU Semangat 45 Desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan ketekunan pengamatan dan triangulasi data. Sedangkan kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) aktualisasi nilai kekeluargaan di KSU Semangat 45 ditandai dengan adanya kepedulian antar sesama anggota dan tidak membedakan keanggotaan, (2) aktualisasi nilai kegotong-royongan di KSU Semangat 45 ditandai adanya kerjasama antar anggota, (3) kendala dalam mewujudkan nilai kekeluargaan yaitu sebagian warga tidak dapat menjadi anggota, sedangkan kendala dalam mewujudkan nilai kegotong-royongan yaitu masih ada anggota tidak tertib dengan aturan, (4) upaya untuk mengatasi kendala dalam mewujudkan nilai kekeluargaan yaitu warga yang bukan anggota dapat meminjam nama kepada anggota koperasi untuk melakukan peminjaman, sedangkan upaya untuk mengatasi para anggotanya yang tidak tertib yaitu diberikan sanksi berupa dikeluarkannya anggota tersebut dari keanggotaan KSU Semangat 45. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada pengurus koperasi agar mengurangi jumlah simpanan pokok sehingga warga yang kurang mampu bisa menjadi anggota. Kemudian disarankan kepada anggota agar tidak mengulur waktu untuk melunasi pinjamannya sehingga kegiatan berkoperasi dapat berjalan dengan lancar
PENERAPAN DASA DHARMA PRAMUKA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH TSANAWIYAH MA’ARIF UDANAWU
ABSTRAK PENERAPAN DASA DHARMA PRAMUKA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH TSANAWIYAH MA’ARIF UDANAWU Maya Hidayatulloh Prodi PPKn, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5, Malang 65145 mail : [email protected] ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) bentuk bentuk kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Udanawu, 2) nilai nilai Dasa Dharma Pramuka yang diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Udanawu, 3) nilai -nilai pendidikan karakter yang ditanamkan melalui penerapan Dasa Dharma Pramuka dalam kegiatan ekstrakurikul er Pramuka, 4) kendala yang dialami dalam menanamkan nilai nilai pendidikan karakter melalui penerapan Dasa Dharma Pramuka pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Udanawu, dan 5) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yan g dialami dalam menanamkan nilai -nilai pendidikan karakter melalui penerapan Dasa Dharma Pramuka pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) bentuk bentuk kegiatan ekstrakurikuler P ramuka di Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Udanawu yang terdiri dari kegiatan masa orientasi penggalang, latihan rutin, peringatan hari ulang tahun Pramuka, perkemahan Idul Adha, musyawarah penggalang dan kegiatan partisipasi 2) nilai -nilai Dasa Dharma Pramuka yang sudah diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Udanawu Blitar adalah a) taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, b) cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, c) patriot yang sopan dan kesatria, d) patuh dan suka ber musyawarah, e) rela menolong dan tabah, f) rajin, terampil dan gembira, g) hemat, cermat dan bersahaja, h) disiplin, berani dan setia, i) bertanggung jawab dan dapat dipercaya, dan j) suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan, 3) nilai nilai pendidikan k arakter yang sudah ditanamkan melalui penerapan Dasa Dharma Pramuka dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Udanawu adalah a) religius, b) jujur, c) toleransi, d) disiplin, e) kerja keras, f) kreatif, g) mandiri, h) demokratis , i) rasa ingin tahu, j) semangat kebangsaan, k) cinta tanah air, l) menghargai prestasi, m) bersahabat/ komunikatif, n) cinta damai, o) gemar membaca, p) peduli lingkungan, q) peduli sosial dan r) tanggung jawab , 4) kendala yang dialami dalam menanamkan nilai nilai pendidikan karakter melalui penerapan Dasa Dharma Pramuka pada kegiatan ekstrakrikuler Pramuka di Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Udanawu antara lain kesadaran dari anggota Pramuka yang masih kurang dalam mengikuti kegiatan latihan dan jumlah pelat ih yang tidak sebanding dengan jumlah anggota Pramuka, dan 5) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dialami dalam menanamkan nilai nilai pendidikan karakter melalui penerapan Dasa Dharma Pramuka pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Madrasah Tsanawiyah Ma’arif Udanawu antara lain memberikan sanksi kepada siswa yang bolos dan datang terlambat ketika latihan, mengadakan tutorial sebaya dengan membentuk anggota eksekutif Pramuka dan juga membagi tanggal latihan bagi anggota Pramuka
Perbedaan Perilaku Moral Remaja Di Desa Kraton Kecamatan Kencong Kabupaten Jember
ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan beragam kebudayaan, karena banyaknya keberagaman budaya tersebut Indonesia dikenal negara luar yang menjunjung tinggi adab ketimuran. Tidak dipungkiri pada zaman dulu moral remaja Indonesia sangat menjunjung tinggi sopan santun dalam seluruh aspek kehidupan. Namun fenomena akhir-akhir ini cukup disayangkan Indonesia telah mengalami banyak pergeseran diantaranya pergeseran sosial dalam kehidupan masyarakat diantaranya pergeseran pola hidup, pergeseran pola asuh anak, pergeseran bergaul antara remaja.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan perilaku remaja yang baik menurut tokoh masyarakat Desa Kraton Kecamatan Kencong Kabupaten Jember. (2) mendeskripsikan perilaku remaja yang buruk dalam lingkup pergaulan menurut tokoh masyarakat Desa Kraton Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, (3) mendeskrisikan bentuk pergeseran nilai moral remaja di Desa Kraton Kecamatan Kencong Kraton Kabupaten Jember, (4) mendeskripsikan alasan terjadinya pergeseran nilai moral remaja di Desa KratonKecamatan Kencong Kraton Kabupaten Jember.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, display data/penyajian data, danverifikasi data/penarikankesimpulan.Hasil Penelitian adalah: (1) Seorang remaja dapat di sebut dengan remaja yang berperilaku baik apabila remaja tersebut, dapat membantu orang tua, rajin, bertanggung jawab, sopan santun terhadap orang yang lebih tua, dan menghargai satu sama lain, dan peduli terhadap lingkungan, membantu tetangga jika mengalami kesusahan, membantu berpartisipasi dalam kegiatan desa, membantu orang tua bersih-bersih rumah. (2) Perilaku remaja yang buruk adalah, kebut-kebutan karena cukup mengganggu masyarakat, membangkang terhadap orang tua, mabuk-mabukan karena mabuk-mabukan membehayakan diri sendiri dan merupakan larangan agama, kemudian berpacaran yang melebihi batas. (3)Bentuk pergeseran nilai moral remaja yang ada di Desa Kraton yakni minum-minuman keras, balapan liar , dan berpacaran. Hal itu dikarenakan remaja tersebut memiliki pergaulan yang bebas, yang disebabkan oleh salahnya memilih teman bergaul. Kurangnya pengawasan dari orang tua juga mengakibatkan remaja tersebut, terjerumus dalam pergaulan yang salah. (4) Ada beberapa faktor yang menyebabkan pergeseran nilai moral remaja yang terjadi di Desa Kraton, yang pertama teknologi yang disalahgunakan oleh remaja, pergaulan, dan rendahnya pendidikan. Peneliti memberi saran kepada Remaja Desa Kraton untuk lebih bisa memilih teman bergaul dan supaya dapat memanfaatkan teknologi dengan baik. Saran kepada pihak desa supaya memberi fasillitas kepada remaja agar dapat mengarahkan pada hal yang baik seperti adanya fasilitas lapangan olahraga dan mengaktifkan karang taruna. Saran kepada tokoh masyarakat secara khusus kepada guru ngaji supaya lebih menekankan remaja, untuk wajib mengikuti pengajian rutin yang diadakan setiap malam jumat. Untuk semua tokoh masyarakat, supaya lebih ketat penjagaannya pada remaja ketika ada kegiatan hajatan ataupun malam takbir, agar meminimalisir dampak negatif yang dilakukan remaja seperti mabuk-mabukan, minum minuman keras
EFEKTIFITAS BADAN USAHA MILIK DESA(BUMDES) "MAJU MAKMUR" DALAM PERAN MENGELOLA USAHA KECIL MENENGAH(UKM) DESA MINGGIRSARI, KECAMATAN KANIGORO, KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Winata, Aang. Efektifitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)” Maju Makmur” dalam Peran mengelola Usaha Kecil Menengah (UKM) Desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial. Pembimbing: (1) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si (2) Drs. Suparlan Al Hakim, M, Si Kata Kunci: Efektifitas, BUMDes, UKM. Lembaga BUMDes merupakan suatu Lembaga komersial, yang mengelola aset atau potensi ekonomi lokal desa serta mendukung investasi lokal dan meningkatkan keterkaitan perekonomian perdesaan dan perkotaan di tunjang dengan sarana sekaligus prasarana yang di butuhkan untuk mengembangkan produktifitas usaha lokal pada desa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan efektifitas Badan Usaha Milik Desa Maju Makmur dalam peran mengelola keberadaan Usaha Kecil Menengah (UKM). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk keabsahan data dilakukan dengan meningkatkan ketekunan, menggunakan bahan referensi dan tringaulasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh beberapa kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, keberadaan Lembaga BUMDes dalam mengelola Usaha Kecil Menengah meliputi pemanfaatan dan penyaluran dana yang bertujuan untuk membantu meningkatkan hasil produksi usaha masyarakat. Keberadaan Lembaga BUMDes juga berkontribusi dalam meningkatakan perekonomian masyarakat yang diwujudkan dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Kedua, mengenai peran Lembaga BUMDes, Lembaga BUMDes berperan dalam mengelola usaha sektor riil yaitu usaha yang ditujukan untuk kemanfaatan masyarakat usaha ini di bagi menjadi dua meliputi usaha swakelola dan kemitraan. Peran Lembaga BUMDes selanjutnya adalah mengadakan pertemuan rutin guna membangun komunikasi dengan pelaku usaha, memberikan pelatihan usaha bagi sektor UKM yang bermitra, selain itu Lembaga BUMDes juga melakukan penggalangan dana yang dimaksudkan untuk mendukung perkembangan usaha simpan pinjam, dan yang terakhir peran Lembaga BUMDes membantu memasarkan hasil dari produksi usaha masyarakat. Ketiga, mengenai efektifitas dari Lembaga BUMDes, efektifitas Lembaga BUMDes dapat dianalisis melalui tiga hal meliputi efektifitas pengembangan usaha dimana usaha masyarakat dapat dikatan efektif bila usaha yang dijalankan dapat berkembang, baik dari hasil produksi usaha atau berdirinya usaha-usaha baru masyarakat. Selanjutnya efektifitas dari segi pendapatan yaitu Lembaga BUMDes dapat dikatakan efektif apabila pemanfaatan dana pinjaman berpengaruh pada peningkatan pendapatan usaha masyarakat. Terakhir adalah efektifitas dari segi penegelolaan yaitu Lembaga BUMDes harus mampu mengelola usaha masyarakat yang telah bermitra, pengelolaan yang baik adalah pengelolaan yang dapat menumbuhkembangkan usaha masyarakat dengan menaggulangi segala permasalahan yang ada dan juga memberikan ide baru terkait kepentingan usaha masyarakat. Keberadaan Lembaga BUMDes dalam mengelola Usaha Kecil Menengah dapat berjalan efektif apabila Lembaga BUMDes mampu mewujudkan segala tujuan yang telah dirancang. Selain itu Lembaga BUMDes juga diharuskan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan elemen-elemen masyarakat khususnya para pelaku Usaha Kecil Menengah
PERANAN PADUAN SUARA NARWASTU DALAM MELESTARIKAN LAU-LAGU YANG MENGANDUNG NILAI CINTA TANAH AIR INDONESIA
Febriani, Mustikasari Leli. 2016.Peranan Paduan Suara Narwastu dalam Melestarikan Lagu-lagu yang Mengandung Nilai Cinta Tanah Air Indonesia. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., M.H., (II) Drs. Margono, M.Pd., M.H. Kata kunci: Paduan Suara, Lagu, Cinta Tanah Air Cinta tanah air adalah rasa dimana kita mengormati dan bangga akan Indonesia. Penanaman cinta tanah air sudah ada sejak kita dilahirkan hingga nanti kita mati di Negara Indonesia. Cara Penanaman cinta tanah air biasanya berbeda-beda, hal ini bisa dilakukan dimana saja, dirumah, disekolah,atau dilingkungan-lingkungan social. Tetapi pada saat ini kecintaan kita terhadap tanah air sudah sedikit demi sedikit memudar, hal ini dikarenakan banyaknya kebudayaan-kebudayaan dari luar yang sudah masuk dinegara Indonesia. Salah satunya yang mudah sekali kita temui adalah music. Music-musik yang sering kita dengarkan adalah jenis music-musik yang tentang kehidupan sehari-hari. Di jaman ini sudah jarang dinyanyikan nya lagu-lagu kebudayaan atau nasionalisme yang berkaitan tentang kecintaan kita terhadap tanah air. Paduan suara adalah salah satu grup bernyanyi yang sering kita dengarkan dengan acapella atau orchestra. Biasanya paduan suara adalah jenis yang masih bisa melestarikan lagu-lagu yang berkaitan dengan kecintaan tanah air Indonesia. Tetapi fenomena pada saat ini menunjukkan bahwa paduan suara juga mulai bersifat acuh terhadap lagu-lagu yang mengandung nilai cinta tanah air. Salah satu paduan suara Narwastu Singers yang ada dikota malang yang saya teliti ternyata masih terus mempertahankan lagu-lagu kebudayaan. Berkaitan dengan itu diperlukan pembahasan mengenai peranan paduan suara dalam melestarikan lagu-lagu yang mengandung nilai cinta tanah air Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup a) upaya paduan suara Narwastu Singers dalam melestarikan lagu-lagu yang mengandung nilai cinta tanah air Indonesia; b) kendala yang dihadapi paduan suara Narwastu Singers dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui lagu-lagu yang mengandung nilai cinta tanah air; c) cara paduan suara Narwastu Singers mengatasi kendala dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui lagu-lagu yang menngandung nilai cinta tanah air. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Subyek penelitian ini adalah ketua paduan suara Narwastu Singers, Pelatih paduan suara Narwastu Singers, Anggota paduan suara Narwastu Singers. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan data analisis. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. (1) Upaya paduan suara Narwastu dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air yaitu dengan menyanyikan lagu-lagu kebudayaan atau nasionalisme yang ada di Inodnesia, faktor-faktor pendukung upaya pelestarian ini salah satunya memahami isi lagu atau sejarah dari lagu tersebut juga pengupayaan sikap anggota dalam membawakan lagu tersebut. (2) Kendala yang dihadapi dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui lagu-lagu yang mengandung nilai cinta tanah air yaitu kendala kurang waktu latian, sehingga waktu yang terpakai biasanya digunakan hanya untuk mempelajari lagu, latar belakang keturunan yang berbeda,antara ras tionghoa dan ras pribumi. karena rata-rata anggota paduan suara adalah keturunan tionghoa. Kurang nya program-program penampilan yang kurang menantang juga menjadi kendala dari paduan suara ini. (3) cara mengatasi kendala dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui lagu-lagu yaitu dengan mendatangkan ahli sejarahwan atau pakar-pakar kebudayaan. Ini bertujuan supaya lagu yang akan dibawakan dapat sesuai dengan arrtinya, selain itu juga dengan memperlihkan video-video tentang sejarah di masa lalu dimana masyarakat Indonesia memperebutkan Indonesia dengan mati-matian.
Peningkatan Keterampilan Mengidentifikasi Unsur Cerita Melalui Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) di Kelas V SDN Soko Kabupaten Tulungagung
ABSTRAK Asngari, Muhammad Muhtar. 2017. Peningkatan Keterampilan Mengidentifikasi Unsur Cerita Melalui Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) di Kelas V SDN Soko Kabupaten Tulungagung. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Tri Murti, S.Pd, M.Pd, (2) Drs. Suhel Madyono, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: peningkatan keterampilan, unsur cerita, model circHasil observasi awal yang dilakukan peneliti di kelas V SDN Soko Kabupaten Tulungagung pada pembelajaran Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran didominasi oleh penjelasan guru dengan metode ceramah, (2) kegiatan siswa hanya mendengarkan mencatat dan mengerjakan soal,(3) 90% siswa bingung menentukan tema, 47% siswa kesulitan menentukan latar, 85% siswa kesulitan menentukan penokohan dan 90% siswa bingung menentukan amanat, (4) hasil keterampilan siswa dalam mengidentifikasi unsur cerita rendah dengan nilai rata-rata dibawah KKM dan hanya 33% siswa tuntas. Solusi permasalahan tersebut adalah dengan model CIRC. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan peningkatan keterampilan mengidentifikasi unsur cerita melalui model CIRC.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksananakan dalam 2 siklus dengan tahapan (a) perencanaan (b) pelaksanaan (c) observasi dan (d) refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, tes, dokumentasi, wawancara, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulanHasil penelitian menunjukkan penerapan model CIRC dilaksanakan oleh guru dan siswa dengan sangat baik. Aktivitas guru pada siklus I mencapai 82% dan meningkat pada siklus II menjadi 100%, aktivitas siswa pada siklus I mencapai 82% meningkat pada siklus II menjadi 94%. Siswa aktif dan antusias dalam melaksanakan setiap kegiatan dalam model CIRC. Terjadi peningkatan hasil keterampilan siswa dalam mengidentifikasi unsur cerita. Nilai rata-rata keterampilan siswa pada pratindakan sebesar 58 dengan kentuntasan klasikal 33% , meningkat pada siklus I dengan nilai rata-rata 73 dan ketuntasan klasikal 66% dan pada siklus II nilai rata-rata mencapai 78 dengan ketuntasan klasikal 88%. Kesimpulan bahwa penerapan model CIRC dalam pembelajaran keterampilan mengidentifikasi unsur cerita telah dilaksanakan oleh guru dan siswa dengan sangat baik serta dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas V SDN Soko Kabupaten Tulungagung. Untuk itu disarankan guru dalam menerapkan model CIRC kedepannya dapat memberikan motivasi dan perhatian lebih pada setiap kegiatan khususnya dalam kegiatan presentasi sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung optimal
Program Pemerintah Kabupaten Madiun dalam Pelaksanaan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni
ABSTRAK Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni yang dilaksanakan di Kabupaten Madiun merupakan salah satu program penanggulangan dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Madiun. Melihat masyarakat miskin Kabupaten Madiun yang masih banyak memiliki rumah yang dapat dikatakan tidak layak huni, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Madiun membuat kebijakan dengan memberikan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni yang dimana Pemerintah Kabupaten Madiun membangun rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan di masyarakat Kabupaten Madiun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni dan efektivitas pelaksanaan programnya dengan deskripsian yakni (1) Mengetahui latar belakang Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Madiun; (2) Mengetahui Perencanaan Pelaksanaan Rumah Tidak Layak Huni; (3) Mengetahu Implementasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Madiun; (4) Efektivitas Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Madiun.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Bidang Perumahan dan Penyehatan Lingkungan Kabupaten Madiun dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Madiun Bidang Sosial dan Budaya. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Madiun. Kegiatan analisis data, dimulai dengan Reduksi data kemudian penyajian dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan dengan hasil dari analisis data yang dilakukan peneliti, diperoleh kesimpulan (1) Latar Belakang Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Madiun adalah sebagai program pengentasan kemiskinan yang ada di Kabupaten Madiun. Dengan melihat masarakat miskin Kabupaten Madiun yang masih banyak tinggal di rumah yang tidak layak huni, oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Madiun membuat kebijakan Rehabiltasi Rumah Tidak Layak Huni dengan memberikan bantuan perbaikan rumah dari tidak layak huni menjadi layak huni; (2) Perencanaan Pelaksanaan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni adalah untuk mempersiapkan hal-hal mengenai Pelaksanaan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, yakni Kriteria rumah layak huni, target pelaksanaan pembangunan rumah tidak layak huni, lokasi sasaran program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni; (3) Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni diimplentasikan dengan bentuk kegiatan perbaikan rumah; (4) Efektivitas program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Madiun diukur dengan 3 (Tiga) indikator yaitu : Ketepatan penggunaan anggaran program, ketepatan sasaran program bantuan, ketepatan target pelaksanaan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni, dari indikator tersebut maka Kebijakan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Madiun telah dilaksanakan dengan baik, efektif dan efisien
Nilai-Nilai Pancasila dalam Kesenian Kuda Lumping Paguyuban Singo Barong Kelurahan SingotrunanKecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi
ABSTRAKPradana, Muhammad. Noval Eka. 2017. Nilai-Nilai Pancasila dalam Kesenian Kuda Lumping Paguyuban Singo Barong Kelurahan SingotrunanKecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi, Skripsi, Jurusan Hukum danKewarganegaraan, Progam Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FIS, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum, (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum Kata Kunci: Nilai-nilai Pancasila, Kesenian kuda lumping, Paguyuban Singo BarongKesenian kuda lumping merupakan salah satu warisan budaya peninggalan nenek moyang masyarakat Jawa, yang terdapat diberbagai wilayah di Indonesia dengan versi yang berbeda-beda. Kesenian ini merupakan perpaduan antara musik, nyanyian serta gerak tari dan biasanya diikuti dengan hal-hal aneh yaitu kesurupan (ndadi). Paguyuban Singo Barong merupakan salah satu dari sekian banyak kelompok kesenian kuda lumping yang ada, paguyuban ini terletak di Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Oleh karena itu akan menarik bila dikaji lebih dalam bagaimana berkembangnya kesenian kuda lumping ini serta nilai-nilai Pancasila yang terkandung didalam kesenian Kuda Lumping Paguyuban Singo Barong.Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengetahui Untuk mengetahui (1) perkembangan kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi, (2) tata cara pementasan dalam ritual/upacara kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi, (3) makna dalam tata cara dan gerakan tarian yang terdapat dalam kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi, (4) nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tata cara dan gerakan tari kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi. Dipilihnya Paguyuban Singo Barong karena Paguyuban ini masih tetap eksis hingga saat ini, keberadaanya di daerah ini masih kental akan kebudayaan Jawa.Hasil temuan dari penelitian ini adalah yang pertama latar historis kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi yang didirikan oleh Suripto untuk menyatukan serta menguatkan persaudaraan masyarakat kelurahan Singotrunan melalui kesenian kuda lumping serta ingin melestarikan kesenian kuda lumping. Kedua, Tata cara pementasan dalam ritual/upacara kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi ada 6 tahap yaitu sesajen, sulukan, ndadi, perpisahan, dagelan. Ketiga, Makna dalam tata cara dan gerakan tarian yang terdapat dalam kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi adalah sebagai berikut : Sesajen dimaksudkan untuk mengingat para leluhur yang telah tiada, sulukan dimaksudkan untuk memuji Tuhan Yang Maha Kuasa, Kembangan menggambarkan karakter dari simbol kuda sebagai atribut yang dikenakan, yaitu simbol kuda yang dibuat dari anyaman bambu yang memiliki makna dalam kehidupan manusia kadang kalanya sedih, susah, senang. Prosesi ndadi memiliki makna yang ingin disampaikan kepada penonton, yaitu mengingatkan manusia bahwa didunia ini ada 2 macam alam kehidupan yaitu alam kehidupan nyata pada saat penari dalam kondisi sadar dan alam kehidupan ghaib pada saat penari ndadi. Selanjutnya adalah prosesi perpisahan yang memiliki makna dengan berakhirnya acara tersebut maka tidak ada makhluk halus yang mengikuti penari ataupun penonton yang ada disana, semua kembali ketempat asal masing-masing dengan pertongan Tuhan Yang Maha Kuasa. Terakhir yaitu dagelan merupakan alunan perpisahan yang dimaksudkan memberikan refleksi dan membuat sauasana rileks kepada para penonton. Keempat, Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tata cara dan gerakan tarian kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi yaitu nilai-nilai religius, nilai sosial, nilai estetika, nilai vital, nilai hiburan.Saran yang dapat diberikan peneliti dalam penelitian ini yaitu bagi paguyuban. Bagi peguyuban agar lebih meningkatkan kualitas agar paguyuban ini terus berkembang, bagi dinas pendidikan dan kebudayaan agar lebih memperhatikan kebudayaan-kebudayaan lokal yang merupakan warisan nenek moyang agar tetap terjaga karena di era globalisasi ini kebudayaan lokal mulai tergeser dengan adanya kebudayan modern dan juga perlu diadakan pelatihan berkala terhadap paguyuban kesenian meningkatkan kualitas pertunjukannya agar tetap lestari, bagi peneliti lain yang akan meneliti mengenai nilai-nilai agar direncanakan secara matang sehiingga data yang diperoleh dan hasil penelitian bisa didapatkan secara lengkap