SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    436 research outputs found

    Kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil dalam Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Satwa Dilindungi di Jawa Timur (Studi di Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara

    No full text
    ABSTRAK   Mahadhiyata, Irfan Arga. 2016. Kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dalam Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Satwa Dilindungi di Jawa Timur (Studi di Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara). Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sutoyo, SH., M.Hum, (II) Drs. Ketut Diara Astawa, SH., M.Si   Kata Kunci: Kewenangan, Penyidik Pegawai Negeri Sipil, Tindak Pidana, Perdagangan Satwa Dilindungi   Indonesia memiliki anugrah dari Tuhan berupa kekayaan sumber daya alam di air, udara dan darat termasuk satwa dilindungi. Tetapi dibalik kekayaan yang dimiliki banyak satwa terancam punah dikarenakan perdagangan dan perburuan secara liar. Permasalahan dalam penelitian ini pertama dasar kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam penanganan tindak pidana perdagangan satwa dilindungi di Jawa Timur; kedua pelaksanaan kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam penanganan tindak pidana perdagangan satwa dilindungi di Jawa Timur; ketiga kendala yang dialami Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam penanganan tindak pidana perdagangan satwa dilindungi di Jawa Timur, dan; keempat upaya Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menangani kendala tindak pidana perdagangan satwa dilindungi di Jawa Timur.   Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Adapun sumber dan jenis data yang ada dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari studi lapangan, data sekunder berupa dokumen dan peraturan perundang-undangan dan data tersier berupa kamus dan juga katalog perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan kewenangan dasar Pegawai Negeri Sipil Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan ada dalam KUHAP yang menjelaskan penyidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia, dan pejabat pegawai negeri sipil yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang. Wewenang yang dilaksanakan Penyidik Pegawai Negeri Sipil terdapat didalam Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2010 tentang Manajement Penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Kendala yang didapati terdapat didalam faktor substansi (hukum), struktur (penegak hukum), fasilitas, masyarakat dan kebudayaan. Dalam faktor tersebut juga dilakukan upaya berupa selalu berpedoman pada peraturan dalam bertugas, penambahan personel, permohonan anggaran, sosialisasi dan juga peningkatan kualitas melalui bimtek untuk mengurangi kendala yang dihadapi Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara

    PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI PADA PEMBELAJARAN PPKN DI KELAS X SMAN 3 BATU

    No full text
    ABSTRAKUtomo, Bintang. 2016. Penerapan Pendekatan Inkuiri Pada Pembelajaran PPKn Kelas X SMAN 3 Batu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M. Pd., M. Si.  (II) Siti Awaliyah, S.Pd., SH., M. Hum.Kata Kunci: PPKn, Pendekatan, Pembelajaran, InkuiriPembelajaran PPKn saat ini banyak ditemukan guru yang hanya menggunakan metode ceramah saja, tidak ada peran aktif dalam pembelajaran sehingga membuat siswa cenderung bosan dan mudah mengantuk dalam pembelajaran. Maka  perlu bervariasi dalam melakukan pembelajaran contohnya menggunaakan pembelajaran inkuiri. Dalam proses pembelajaran inkuiri menitikberatkan bahwa pusat pembelajaran adalah siswa, sedangkan guru hanya sebagai motivator ataupun fasilitator saja. Dalam pembelajaran inkuiri mengacu pada 3 aspek yaitu aspek kognitif, psikomotorik dan afektif.Penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan tehnik analisis triangulasi sekaligus mengecek keabsahan data. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sesuai dengan rumusan masalah bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran PPKn Kelas X SMAN 3 Batu. Sumber data dari penelitian ini berasal dari pengamatan peneliti terhadap proses pembelajaran inkuiri di SMAN 3 Batu, wawancara terhadap guru PPKn SMA 3 Batu dan pengambilan angket kuisioner respon siswa terhadap pembelajaran inkuiri.Perencanaan dalam pembelajaran inkuiri guru mempersiapkan apersepsi dan motivasi kepada siswa dan guru melihat kesiapan siswa di kelas dalam mengikuti kegiatan pembelajaran inkuiri. Pada proses pembelajaran pendekatan inkuiri di kelas X SMAN 3 Batu kurang sesuai seperti yang dijelaskan (Garton, 2005:24) bahwa pembelajaran inkuiri terdapat 5 tahapan, sedangkan proses pembelajaran inkuiri di kelas X SMAN 3 Batu hanya terdapat 3 tahapan. Setelah diadakan pre-test dan post test  hasil belajar siswa kelas X-2 dan X-3 setelah diadakan pembelajaran inkuiri mengalami peningkatan. Hasil angket respon siswa terhadap pembelajaran inkuiri juga mampu memotivasi siswa, memahami konsep sendiri, komunikasi dan interaksi terhadap teman menjadi baik, pemahaman siswa terhadap materi semakin baik. Dalam proses penggunaan pendekatan inkuiri pada pembelajaran PPKn kelas X SMAN 3 Batu terdapat hambatan-hambatan seperti diperlukan siswa yang mayoritas adalah siswa pemikir atau cerdas. Selain itu guru juga masih kurang dalam memberikan motivasi kepada siswa dan guru masih kurang sabar dalam mengontrol kelas. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini : (1) bagi mahasiswa dapat mengembangkan hasil temuan ini kedalam referensi belajar yang sedang menempuh program studi ilmu pendidikan (2) bagi guru dapat menambah variasi dalam kegiatan pembelajaran khususnya mata pelajaran PPKn (3) bagi peneliti selanjutnya dapat menjadikan skripsi ini sebagai referensi dalam penelitian yang bertemakan pembelajaran inkuiri

    Pemikiran Politik Gus Dur dalam Konteks Politik Indonesia

    No full text
    ABSTRAK Dwianta, Yanuar. 2017. Pemikiran Politik Gus Dur dalam Konteks Politik Indonesia. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si., (2) Hj. Yuniastuti, SH., M.Pd. Kata kunci: Politik, Pemikiran Politik, Gus Dur, Politik Indonesia,Pemikiran Politik Gus Dur dalam Konteks Politik Indonesia, Tujuan dari kajian ini untuk mendiskripsikan: (1) Pemikiran politik Gus Dur; (2) Gambaran perpolitikan Indonesia; (3) Relevansi pemikiran politik Gus Dur dengan politik Indonesia; (4) Sumbangan apa saja yang diberikan pemikiran politik Gus Dur terhadap politik Indonesia.Metode kajian dalam penelitian pustaka ini menggunakan metode deskriptif, metode interpretatif, metode kompilatif, metode komparatif, dan metode analisis sintesis. Data yang diperoleh dari sumber-sumber pustaka diinterpretasikan, digabungkan, dibandingkan dan ditelaah sehingga menghasilkan suatu kesimpulan mengenai hal yang dikaji.Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama Gus Dur mempunyai pemikiran politik yang tidak mencita-citakan masyarakat yang Islami secara total dan bukan pula kaum sekuler yang memisahkan antara hubungan negara dan agama. Kedua Sistem politik Indonesia adalah demokrasi. Budaya politik Indonesia bersifat parokial-kaula di satu pihak dan partisipasi di lain pihak. Pancasila merupakan norma politik Indonesia. Ketiga Relevansi antara pemikiran politik Gus Dur dengan politik Indonesia yaitu Gus Dur memilih mengimplementasikan Islam sebagai etika sosial dalam kehidupan bernegara dan Pancasila adalah landasan konstitusional bernegara yang mengatur tentang kehidupan bernegara. Keempat Sumbangan pemikiran politik Gus Dur yaitu sikap, pemikiran, prinsip, dan ideologi yang dianut Gus Dur menjadi pedoman dan acuan dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan politik PKB. Bagi Gus Dur, ideologisasi Islam tidak sesuai dengan perkembangan Islam di Indonesia. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melaksanakan kajian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagi seluruh aktor politik di Indonesia yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam perpolitikan Indonesia hendaknya pemikiran politik dari Gus Dur yang unik, khas, dan sesuai dengan kemajemukan yang ada di Indonesia bisa menjadi suatu pedoman dalam melaksanakan kehidupan politik di Indonesia; (2) Untuk beberapa golongan yang masih mempertentangkan antara agama dengan Negara atau ideologi Islam dengan Pancasila, Agama dan Pancasila sudah mempunyai posisi masing-masing yang saling melengkapi dalam kehidupan bangsa Indonesia; (3) Bagi masyarakat Indonesia secara umum, sumbangan Gus Dur terhadap bangsa ini harus tetap dijaga dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh

    Gaya Hidup Musisi Rock Romantick Ditinjau Dari Segi Norma Masyarakat Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Widiatmojo, Yoga, Sesarutomo. 2017. Gaya hidup musisi rock Romantick ditinjau dari segi norma masyarakat Ponorogo. Skripsi, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Margono, M. Pd., M. Si dan Siti Awaliyah, S. Pd., SH., M.Hum. Kata Kunci: gaya hidup, musisi rock, norma.Musik rock merupakan sebuah aliran musik yang muncul di Amerika sekitar tahun 1950-an, pemain dari musik rock tersebut biasa disebut rocker atau musisi rock. Akan tetapi oleh masyarakat luas rocker atau musisi rock tersebut dikenal memiliki gaya hidup yang cenderung negatif. Hal tersebut salah satunya dikarenakan musik rock banyak berkembang dikalangan anak muda yang memiliki kehidupan bebas, akhirnya hal tersebut turut mempengaruhi perjalanan musik rock, oleh sebab itu pandangan negatif selalu melekat pada musisi rock hingga sekarang. Kebesaran musik rock turut mempengaruhi dunia musik Indonesia, termasuk salah satu kota di Indonesia yaitu Ponorogo. Dimana disana banyak ditemukan band rock seperti Romantick band yang hingga sekarang turut meramaikan pertunjukan di Indonesia.Tujuan dari dilakukannya penelitian ini ialah (1) mengetahui gaya hidup musisi rock Romantick khususnya gaya makan, gaya berpakaian, dan gaya pergaulan, (2) mengetahui norma masyarakat Ponorogo khususnya norma makan, norma berpakaian, dan norma pergaulan, (3) mengetahui kesesuaian antara gaya hidup musisi rock Romantick dengan norma masyarakat Ponorogo. Sehingga nantinya gaya hidup musisi rock Romantick dapat diketahui berdasarkan sebuah kajian yang jelas dan bukan opini semata.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk memperoleh data peneliti turut terjun ke lokasi secara langsung, dimana lokasi dari penelitian ini ialah kota Ponorogo. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan prosedur seperti observasi, wawancara, serta dokumentasi. Peneliti juga melakukan analisis data dan juga pengecekan keabsahan temuan terhadap data yang diperoleh. Tahap pada penelitian yang dilakukan adalah tahap pra-lapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahap analisis data. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui tentang (1) gaya hidup musisi rock romantick seperti, mereka berdoa sebelum makan, makan dengan duduk, merapikan peralatan setelah makan, berpakaian seperti masyarakat pada umumnya, serta memiliki sikap hormat dalam bergaul dengan siapapun. (2) turut diketahui pula tentang norma masyarakat Ponorogo terkait makan, berpakaian, serta pergaulan. Norma masyarakat Ponorogo mengharuskan berdoa sebelum dan sesudah makan, makan dengan duduk, tidak banyak tingkah, harus memakai pakaian yang tertutup dan sopan, serta harus menghargai kepada siapapun. (3) berdasarkan penelitian yang telah dilakukan juga turut diketahui pula bahwa gaya hidup musisi rock Romantick sesuai dengan norma masyarakat Ponorogo

    Pengelolaan Tanah Bengkok di Desa Jambuwok Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto (Berdasarkan Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 48 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa)

    No full text
    ABSTRAK Setyawan, Muhammad Shofi. 2017. Pengelolaan Tanah Bengkok di Desa Jambuwok Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto (Berdasarkan Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 48 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa). Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Pembimbing: (I) Dr. Nuruddin Hady, S.H, M.H.(II) Drs. H. Petir Pudjantoro, M.Si. Kata Kunci: Pengelolaan, Tanah BengkokDengan berlakunya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dengan dikuti Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, hasil pengelolahan tanah bengkok ini menjadi salah satu pendapatan asli desa. Namun terdapat perubahan yang teruang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2015 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, bahwa Hasil pengelolaan tanah bengkok atau sebutan lain dapat digunakan untuk tambahan tunjangan kepala desa dan perangkat desa, selain penghasilan tetap dan tunjangan kepala desa. Dalam Peraturan Bupati Mojokerto  Nomor 48 Tahun 2015 tentang Pengelolaan keuangan desa, dijelaskan juga bahwa hasil pengelolaan tanah bengkok atau sebutan lain dapat digunakan untuk tambahan tunjangan Kepala Desa dan Perangkat Desa selain penghasilan tetap dan tunjangan Kepala Desa, dengan ketentuan paling banyak 70% dari hasil pengelolaan tanah bengkok, digunakan untuk tambahan tunjangan kepala desa dan perangkat dan paling sedikit 30% dari hasil pengelolaan tanah bengkok, digunakan untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tanah bengkok, dan tambahan insentif Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Aturan tersebut harus diterapkan oleh setiap desa yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto, termasuk juga di Desa Jambuwok, karena Desa Jambuwok merupakan termasuk dalam salah satu wilayah dari Kabupaten Mojokerto.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) pola pengelolaan tanah bengkok di Desa Jambuwok berdasarkan Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 48 Tahun 2015 tentang Pengelolaan keuangandesa, (2) perubahan penting yang terjadi pada pengelolaan tanah bengkok di Desa Jambuwok dibandingkan dengan pola pengelolaan tanah bengkok berdasarkan regulasi sebelumnya, (3) kendala yang dihadapi dalam penerapan Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 48 Tahun 2015 tentang Pengelolaan keuangan desa dalam pengelolaan tanah bengkok di Desa Jambuwok, dan (4) solusi untuk mengatasi kendala dalam penerapan Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 48 Tahun 2015 tentang Pengelolaan keuangan desa dalam pengelolaan tanah bengkok di Desa Jambuwok.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mencoba mengungkapkan kebenaran yang terjadi di lapangan terhadap diterapkannya suatu kebijakan publik berupa Peraturan Bupati melalui pengumpulan data dan latar alamiah. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam langsung ke lapangan dan studi dokumentasi di lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara uji Kredibilitas, uji Transferability, uji Depandability, dan uji Confirmability.Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD) di Desa Jambuwok dilaksanakan dengan berdasarkan asas berdayaguna untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa dengan sistem sewa, dari hasil sewa tanah kas desa kemakmuran dipergunakan untuk penyelenggaraan Pemerintah Desa, pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, dengan ketentuan sewa tanah kas desa kemakmuran disewakan kepada masyarakat dengan mengutamakan warga desa jambuwok,dan khusus untuk hasil sewa tanah kas desa ex bengkok dipergunakan sebagai tambahan tunjangan Kepala Desa dan Perangkat Desa 70% diperuntukan sebagai tambahan tunjangan Kepala Desa dan Perangkat Desa, dan 30% digunakan untuk pembayaran PBB tanah ex bengkok serta sebagai tambahan insentif RT/RW. (2) Perubahan yang terjadi pada pengelolaan tanah bengkok di Desa Jambuwok dibandingkan dengan regulasi sebelumnya adalah terletak pada hak pengelolaan tanah bengkok yang dulu dikelola Kepala Desa dan Perangkat Desa sekarang dikelola oleh desa, posisi tanah bengkok sebagai tambahan tunjangan Kepala Desa dan Perangkat Desa bukan lagi sebagai gaji, dan pada jumlah yang didapat Kepala Desa dan Perangkat Desa dari tanah bengkok. (3) Kendala yang dihadapi Desa Jambuwok dalampenerapan Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 48 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa tersebut adalah seluruh tanah bengkok yang selama ini dikelola oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa, sudah disewakan kepada pihak lain oleh pejabat Pemerintah Desa yang bersangkutan. (4) Alternatif solusi dalam mengatasi kendala tersebut adalah dengan membuat kesepakatan antara Kepala Desa, Perangkat Desa dan BPD Jambuwok, bahwa pemanfaatan dengan system sewa tanah kas desa yang dilakukan oleh Desa Jambuwok, berdasarkan hak asal usul khusus untuk tanah bengkok hanya disewakan kepada Kepala Desa dan Perangkat Desa yang bersangkutan, dengan jumlah sesuai dengan yang diperuntukan pada pejabat Pemerintah Desa yang bersangkutan. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian antara lain (1) Kepada Pemerintah Desa Jambuwok hendaknya lebih banyak koordinasi dengan BPD maupun pihak-pihak terkait disetiap penerapakan atau pun membuat kebijakan agar kebijakan tersebut bisa dilaksanakan dengan bai

    NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI SELAMETAN TUMPENG SEWU DI DESA KEMIREN KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Nadia Fitriani. 2017. Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Selametan Tumpeng Sewu di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi, Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.pd, M.Si. (II) Drs. Ketut Diara Astawa, S.H, M.Si.   Kata Kunci: nilai, kearifan lokal, Selametan, Tumpeng Sewu, Desa Kemiren   Tradisi Selametan Tumpeng Sewu merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang ada di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Selameten Tumpeng Sewu dilaksanakan setiap bulan Dzulhijjah pada malam Senin atau malam Jumat di minggu pertama. Masyarakat Desa Kemiren hingga sekarang tetap melaksanakan tradisi secara turun temurun, sebagai warisan dari leluhur. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan pembahasan mengenai Tradisi Selametan Tumpeng Sewu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup, sejarah Tradisi Selametan Tumpeng Sewu, pelaksanaan Tradisi Selametan Tumpeng Sewu, nilai-nilai kearifan lokal dalam Tradisi Selametan Tumpeng Sewu, hambatan dan cara mengatasi hambatan dalam pelaksanaan Selametan Tumpeng Sewu. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dalam mencari data, diperoleh melalui informan yang terdiri dari Kepala Desa Kemiren, ketua adat, tokoh masyarakat, dan anggota masyarakat Desa Kemiren. Pengumpulan data tersebutdilakukandenganmetodeyaitu: observasi, wawancara, dandokumentasi. Analisis data dilakukandengancaramengumpulkandanmengecek data yang diperolehdarilapangan, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untukmenjaminkeabsahan data yang diperoleh, penelitimelakukanpeningkatanketekunan, triangulasi, menggunakan bahan referensi, dan kebergantungan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Pertama, Tradisi Selametan Tumpeng Sewu dilaksanakan berdasarkan perintah Buyut Cili yang dianggap sebagai leluhur Desa. Tujuan Selametan Tumpeng Sewu adalah ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME. Awalnya Selametan Tumpeng Sewu dilaksanakan sendiri-sendiri oleh masyarakat Desa Kemiren, antara satu dusun dengan dusun lainnya berbeda waktu pelaksanaannya. Namun, pada tahun 2007 Pemerintah Desa Kemiren berinisiatif menjadikan pelaksanaan Tradisi Selametan Tumpeng Sewu secara bersama-sama dengan tujuan menciptakan kerukunan diantara anggota masyarakat Desa Kemiren. Selain itu, di tahun yang sama Pemerintah Desa Kemiren memberikan nama pada tradisi ini dengan nama Selametan Tumpeng Sewu, mengganti nama awalnya yaitu Selametan Kampung. Hal ini bertujuan agar nama yang digunakan tersebut terdengar lebih menarik. Kedua, Tradisi Selametan Tumpeng Sewu dilaksanakan setiap bulan Dzulhijjah minggu pertama di malam Senin atau malam Jumat. Selametan Tumpeng Sewu dilaksanakan sejak pagi yang diawali dengan ritual mepe kasur merah hitam, dilanjutkan dengan ritual arak-arakan Barong Kemiren yang diawali dengan ziarah ke makam Buyut Cili oleh anggota keluarga pemilik Barong Kemiren. Malam harinya usai sholat maghrib berjamaah dilaksanakan penyalaan obor disepanjang Desa Kemiren. Acara puncak dari Selametan Tumpeng Sewu adalah menyantap bersama Tumpeng pecel pithik yang diawali dengan doa bersama. Selametan Tumpeng Sewu berlangsung selama semalam suntuk dengan diadakannya beberpa pertunujukan seperti tari gandrung dan ditutup dengan mocoan lontar Yusuf. Ketiga, pada Tradisi Selametan Tumpeng Sewu terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang nampak di dalamnya, yaitu nilai religi, nilai gotong royong, nilai kesenian, niilai kerukunan, nilai toleransi, dan nilai persatuan. Keempat, Selama pelaksanaan Selametan Tumpeng Sewu ditemui beberapa hambatan diantaranya, masalah kepanitiaan, hujan, kurangnya dana, masalah hidangan tumpeng pecel pithik untuk tamu, masalah parkir kendaraan para tamu.Kelima, untuk mengatasi hambatan tersebut ada beberapa hal yang digunakan sebagai alternati solusi yaitu, 1) meningkatkan koordinasi diantara panitia, dan melaksanakan rapat koordinasi kepanitiaan Selametan Tumpeng Sewu secara rutin sebelum hari pelaksanaan, 2) mendatangkan pawang hujan, 3) bantuan dari Pemerintah Desa Kemiren dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi serta hasil swadaya masyarakat Desa Kemiren, 4) menyediakan jasa pembuatan tumpeng pecel pihik, 5) Pemuda-pemuda Desa Kemiren membantu mengatur dan menjaga kendaraan tamu-tamu sebagai petugas parkir. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian yaitu: perlunya menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai warisan budaya leluhur terutama untuk generasi muda. Sebagai penerus bangsa, pemuda-pemuda Indonesia harus lebih peduli dan menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan agar warisan-warisan luhur tetap terjaga nilai-nilainya. Selain itu, perlunya penelitian lanjutan terhadap kebudayaan nasional agar masyarakat lebih mengenal, memahami, menambah wawasan dan peduli terhadap kebudayaan nasional. Oleh karena itu,dibutuhkanperansebuahlembagapendidikanterutamadilingkunganakademisuntukmenampungsegalatemuanpenelitian yang terkaitdengankebudayaanbangsa. Serta, adanya peran Pemerintah juga penting untuk menjaga kelangsungan kebudayaan yang ada di masyarakat, misalnya dengan membantu anggaran dana untuk keberlangsungan suatu kebudayaan.  

    Perilaku Sosial Masyatakat Penghobi Burung Pleci di Desa Sukosewu Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK Wicaksono, Agung Setio .2017 .Perilaku Sosial Masyarakat Penghobi Burung Pleci Di Desa Sukosewu Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si (II) Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum Kata kunci :Kehidupan sosial, Penghobi burung Pleci, Konsumtif, PerilakusosialManusia merupakan makhluk sosial yang bermasyarakat. Manusia mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat tentunya. Kebiasaan-kebiasaan itu kemudian menjadi kebudayaan yang dilakukan oleh manusia dalam masyarakat. Manusia sebagai unsur penting dalam terciptanya suatu budaya. Hal itu dipengaruhi oleh pemikiran manusia yang selalu berkembang.Sebagaicontohnyakebiasaanmasyarakat di Desa Sukosewu Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar tentang hobinya dalam burung pleci, maka diperlukan penelitian mengenai perilaku sosial masyarakat penghobi burung pleci di DesaSukosewu Kecamatan Gandusari Blitar.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan beberapa hal mencangkup kebiasaan ,perilaku sosial, nilai-nilai sossial yang ada di masyarakat khususnya pada penghobi burung pleci. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa penjelasan-penjelasan mengenai berbagai kegiatan yang diselenggarakan di desa Sukosewu ,Gandusari, Blitar. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumenta siserta diperkuat dengan literatur.Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan , diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, Pandangan masyarakat terhadap penghobi burung pleci di Desa Sukosewu Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, memandang dengan adanya penghobi burung pleci dapat digunakan sebagai mata pencaharian tambahan. Kedua, Ragam burung pleci yang digemari masyarakat di Desa Sukosewu beragam  jenisnya, hal ini disesuaikan dengan kebutuhan dan  keinginan masyarakat untuk memelihara jenis burung pleci yang disukai untuk dijadikan burung kicau kelas perlombaan. Ketiga , Perilaku sosial masyarakat penghobi burung pleci di DesaSukosewu mayoritasmemiliki kegemaran yang berlebihan terhadap burung pleci,  mereka rela menghabiskan waktu untuk berkumpul dan membahas masalah yang terjadi pada burung pleci

    PERAN KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA (KNPI) KOTA MALANG DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA BAGI GENERASI MUDA DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK Nugroho, Dimas Prasetyo. 2017. Peran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang dalam Penanaman Nilai-Nilai Pancasila bagi Generasi Muda di Kota Malang. Skripsi Program Studi Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Pembimbing: (I) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si. (II) Rusdianto Umar, SH., M.Hum.   Kata Kunci: Peran, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Penanaman, Nilai-nilai Pancasila, Generasi Muda             Generasi muda adalah generasi penerus perjuangan bangsa dan pemegang estafet kepemimpinan bangsa, oleh karena itu perlu kiranya dalam diri pribadi mereka ditanamkan nilai-nilai Pancasila yang telah diyakini kebenarannya, diterima, diikuti, dibela dan diperjuangkan. Falsafah Pancasila sebagai dasar negara merupakan nilai dasar spiritual keagamaan, kemanusiaan, dan kesatuan bangsa yang menjadi landasan dasar dalam pembangunan bangsa, Ideologi merupakan sebuah konsep yang fundamental dalam sebuah negara. Dikatakan fundamental karena hampir semua bangsa dalam kehidupannya tidak dapat dilepaskan dari pengaruh ideologi. Berbagai organisasi kepemudaan muncul dalam perannya untuk memperkuat ideologi bangsa. Salah satu diantaranya adalah KNPI. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai satu-satunya wadah berhimpunnya Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada di Indonesia, yang mana dari masing-masing organisasi kepemudaan tentunya memiliki pemikiran dan ideologi yang beragam dan tentunya membutuhkan wadah untuk berkumpul. Dari berbagai macam pemikiran dan ideologi yang dibawa oleh masing-masing organisasi, tentunya disinilah peran sentral KNPI untuk menyatukan berbagai macam pemikiran dan ideologi dengan ideologi Pancasila yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, dalam upaya penguatan nilai-nilai Pancasila dikalangan generasi muda. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjelaskan kegiatan-kegiatan, peran, kendala Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang dalam penanaman nilai-nilai Pancasila pada generasi muda di Kota Malang, serta upaya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang mengatasi kendala dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Untuk menjamin kebasahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara sebagai berikut meningkatkan ketekunan, dan triangulasi. Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang yakni terdiri dari (a) Kegiatan dalam bidang keagamaan, (b) Kegiatan dalam bidang bakti sosial dan kemasyarakatan, (c) Kegiatan dalam bidang dialog dan advokasi, (d) kegiatan dalam bidang pendidikan dan pelatihan, (e) Kegiatan bersama pemerintah Kota Malang, (f) Kegiatan pemberian penghargaan. (2) Peran yang dilakukan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang dalam penanaman nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda di Kota Malang adalah dengan melakukan berbagai kegiatan yang  tetap berpegang teguh pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Seperti (a) Kegiatan pengajian dan doa bersama merupakan penanaman nilai Ketuhanan, (b) Kegiatan pengamanan hari besar keagamaan merupakan penanaman nilai Persatuan, (c) Kegiatan bakti sosial bencana alam dan penyediaan bus sekolah gratis merupakan penanaman nilai Kemanusiaan, (d) Kegiatan dialog dan advokasi merupakan penanaman nilai kerakyatan dan permusyawaratan, (e) Kegiatan dalam bidang pendidikan dan pelatihan merupakan penanaman nilai Keadilan, (f) Kegiatan memperingati hari besar nasional merupakan penanaman nilai Persatuan, (g) Kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan merupakan penanaman nilai Keadilan, (h) Kegiatan blusukan dengan pemerintah Kota Malang merupakan penanaman nilai kerakyatan dan permusyawaratan, (i) Kegiatan pemberian penghargaan merupakan penanaman nilai kemanusiaan. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan upaya dari KNPI Kota Malang dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda di Kota Malang. (3) Kendala yang dihadapi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang tedapat dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Yang dimaksud faktor internal disini adalah internal KNPI Kota Malang itu sendiri. Yang selanjutnya yaitu faktor eksternal. yang dimaksud faktor eksternal disini yaitu faktor yang berasal dari luar KNPI Kota Malang yaitu dari unsur kepemudaannya. (4) Beberapa upaya yang dilakukan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila adalah dengan (a) Mengadakan evaluasi di internal (anggota KNPI Kota Malang) itu sendiri, diantaranya adalah dengan menjalin hubungan komunikasi yang lebih intens lagi terhadap sesama anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang.; (b) Mengevaluasi di eksternal (diluar anggota KNPI Kota Malang) yaitu dengan melibatkan unsur-unsur kepemudaan yang ada di Kota Malang; (c) Menindaklanjuti hasil evaluasi; (d) Berinovasi mengemas kegiatan sedemikian rupa agar menarik minat dari generasi muda yang ada di Kota Malang; (e) Mengupayakan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang agar kedepannya kegiatan dapat berjalan lebih efektif. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian antara lain (1) Disarankan kepada Pemerintah Kota Malang untuk lebih memberikan perhatian, pembinaan, pelatihan, bantuan dan kerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang agar kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pemuda atau generasi muda Kota Malang yang dilakukan oleh KNPI Kota Malang dapat berjalan dengan efektif. (2) Disarankan kepada Komite Nasonal Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Malang agar lebih menjalin komunikasi yang baik antar sesama anggota maupun kepada unsur-unsur kepemudaan yang ada di Kota Malang agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh KNPI Kota Malang dapat menarik simpati minta pemuda dan dapat dimanfaatkan oleh pemuda atau generasi muda. (3) Disarankan kepada generasi muda di Kota Malang untuk lebih menumbuhkan kesadaran bahwa pentingnya nilai-nilai Pancasila, agar Pancasila itu sendiri dapat dijadikan filter dari pengaruh globalisasi pada era saat ini dan juga dapat dijadikan pandangan hidup dan bermasyarakat

    PERAN TARIAN LEGO - LEGO DALAM MEMPERSATUKAN MASYARAKAT DI DESA ALOR KECIL KABUPATEN ALOR

    No full text
    ABSTRAK Tarian Lego – Lego merupakan tarian tradisional yang menjadi salah satu ikon dari Kabupaten Alor walaupun tarian Lego – Lego merupakan tarian yang khas dari Kabupaten Alor, tetapi bentuk penampilan dari tarian ini pun berbeda setiap lingkup suku besar yang ada di Kabupaten Alor seperti tarian lego – lego Suku Abui, Suku Kabola dan adapun dari suku baorae yang dimana setiap tempat mempunyai kostum, proses dan tata pelaksanaan yang berbeda antara satu dengan yang lainya. Desa Alor Kecil merupakan salah satu desa yang menjadi tempat dari suku besar Baorae yang dimana merupakan salah satu suku yang menganut agama Islam sepenuhnya yang membuat tarian Lego – Lego ini menyesuaikan dengan agama yang ada di suku tersebut yang membuat Tarian Lego – Lego di Desa Alor Kecil ini mempunyai fungsi, proses dan nilai yang terkandung di dalamnya sangat berbeda dengan suku – suku besar lainya.Tujuan penelitian ini untuk:(1)mendeskripsikan tentang proses pelaksanaan tarian lego – lego di Desa Alor Kecil, (2) mendeskripsikan nilai – nilai yang terkandung dalam tarian lego – lego, serta (3) mendeskripsikanperan tarian lego – lego dalam mempersatukan masyarakat Desa Alor Kecil.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat studi kasus. Lokasi penelitian adalah Desa Alor Kecil Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam mencari sumber data dari informan yang terdiri dari ketua adat Desa Alor Kecil Halim Arkiang, sejarawan Desa Alor Kecil Baharudin janti dan masyarakat Desa Alor Kecil yang ikut serta dalam tarian lego – lego dan sumber data sekunder yaitu arsip – arsip Desa Alor Kecil mengenai tarian lego – lego. pengumpulan data tersebut di lakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data di lakukan dengan cara mencari pola awal, bandingkan dengan pola yang lain, dan menemukan pola yang sederhana.Hasil penelitian adalah : (1) proses pelaksanaan tarian lego – lego terdapat beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan tarian lego – lego. (2) nilai yang terkandung dalam tarian lego – lego terdiri dari 6 nilai yaitu : Nilai Religi, Nilai Adat, Nilai Sosial, Nilai Keindahan, Nilai Etis, dan  Nilai Persatuan dan. (3) peran tarian lego – lego dalam mempersatukan terdiri 3 peran yaitu : pada tahap awal mempunyai peran sebagai sarana untuk mengumpulkan masyarakat, pada tahap pelaksanaan sebagai sarana dalam meredam konflik dan persaingan, dan pada bagian akhir atau bagian akhir pelaksanaan tarian sebagai wadah musyawarah. Berdasarkan temuan penelitian, diajukan saran yang berhubungan dengan peran tarian lego – lego dalam mempersatukan masyarakat di Desa Alor Kecil, yaitu (1) pemerintah Kabupaten Alor, Tarian lego – lego harus di lestarikan dan tetap dipertahankan dan dilestarikan sebagai ikon dari Kabupaten Alor agar tetap bisa mempersatukan masyarakat Kabupaten Alor dan semakin di kenal oleh pariwisata domestik maupun internasional. (2) Bagi masyarakat desa Alor Kecil, dengan adanya warisan turun temurun ini tetap dilestarikan dan tetap menjadi tarian yang ditampilkan dalam kegiatan adat agar persatuan masyarakat Desa Alor Kecil tetap terjaga dan juga dapat menjadi ikon Desa Alor Kecil dalam hal wisata budaya

    Kerjasama Sekolah dan Orang Tua dalam Pendidikan Karakter Disiplin di SMA Negeri 1 Pandaan

    No full text
    Pendidikan karakter terutama pendidikan karakter disiplin tidak akan berjalan dengan lancar apabila tidak ada kerjasama sekolah dan orang tua. Kerjasama ini dilakukan agar terjadi proses yang berkesinambungan dalam menstimulasi perkembangan siswa baik di sekolah maupun di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang: (1) pelaksanaan pendidikan karakter disiplin; (2) pelaksanaan kerjasama sekolah dan orang tua dalam pendidikan karakter disiplin; (3) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kerjasama sekolah dan orang tua dalam pendidikan karakter disiplin; (4) upaya untuk mengatasi faktor penghambat pelaksanaan kerjasama sekolah dan orang tua dalam pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan jenis kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PA, siswa, dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Data diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)  pelaksanaan pendidikan karakter disiplin terdapat dua yaitu pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah dan di kelas; (2) pelaksanaan kerjasama sekolah dan orang tua meliputi komunikasi dengan orang tua; kunjungan guru ke rumah orang tua siswa atau home visit, pengambilan raport sebagai sarana kerjasama antara guru dan orang tua, keterlibatan orang tua pada pendidikan karakter disiplin anak di rumah(3) faktor pendukung meliputi guru, orang tua dan siswa mempunyai tujuan yang sama dalam pendidikan karakter disiplin, danya keterbukaan antara guru dan orang tua, tersedianya sarana dan prasarana di sekolah, menciptakan suasana yang nyaman. Faktor penghambat terdapat dua yaitu internal dan eksternal (4) Upaya untuk mengatasi faktor penghambat meliputi undangan dinas dari sekolah, mencarikan waktu yang tepat untuk melakukan kerjasama. Diharapkan kepada pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan kerjasamanya terutama dalam pendidikan karakter disiplin.  

    0

    full texts

    436

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇