SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
436 research outputs found
Sort by
uapaya masyarakat dalam pelestarian nilai-nilai kearifan lokal dalam kesenian tongklek di kota tuban
ABSTRAK Kesenian Tongklek merupakan kesenian yang terbentuk dari paduan antara tradisi setempat dengan tradisi dari luar. dinamakan Tongklek karena bunyi yang dihasilkan tong..tong..tong yang berasal dari alat tabuhan berupa peking, saron, kenong, gong serta klek..klek yang dihasilkan dari alat kentongan orang ronda.Tongklek merupakan kesenian yang mengintegrasikan tradisi membangunkan warga untuk mempersiapkan makan sahur saat bulan ramadhan dengan iringan musik tradisional kentongan yang dikolaborasikan dengan peking, saron, kenong, gong serta irama lagu gending tradisional sebagai seni budaya lokal khas jawa adapun Dalam kesenian Tongklek terdapat unsur-unsur estetis atau keindahan yang ditampilkan yaitu alat musik dan musik pengiring.Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) Menjelaskan Kesenian Tongklek di Kota Tuban, (2) Mendeskripsikan proses pertunjukan kesenian Tongklek di Kota Tuban, (3) Mengetahui nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam pertunjukan Kesenian Tongklek di Kota Tuban, (4) Memahami upaya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dalam Kesenian Tongklek di Kota Tuban, (5) Mengetahui Kendala yang dihadapi dalam upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal dalam kesenaian Tongklek di Kota Tuban, (6) Mengetahui bagaimana mengatasi kendala dalam upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal dalam kesenian Tongklek di Kota Tuban.Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif yang bersifat deskriptif, dalam mencari data dari informan yang terdiri dari Ketua Sub Bidang Dinas Kebudayaan yaitu Bapak Sumardi.S.Pd, Bapak Adiwiyaka selaku Bendahara Dewan Kesenian Tuban, Khoironi selaku Ketua Paguyuban Kesenian Tongklek, Bapak Zainudhin selaku Ketua Lembaga Seni Budayawan Muslimin(LESBUMI), dan Bapak Amirin dan Khomarudin sebagai Masyarakat Kota Tuban. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Analisi data yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi).Hasil Penelitian adalah:(1) Kesenian Tongklek merupakan kesenian yang ada di Kota Tuban dimana kesenian tersebut dulunya merupakan tradisi penggugah makan sahur ketika bulan ramadhan, kesenian Tongklek sudah ada pada zaman Sunan Bonang dan dinamakan Tongklek karena berasal dari sumber bunyi yang dikeluarkanya yaitu tong dan klek. (2) Proses Pertunjukan Kesenian Tongklek terdapat beberapa bagian, yaitu persiapan sebelum pertunjukan, Berangkat ke Lokasi ,pembukaan, acara inti dan (3) Nilai-Nilai Kearifan Lokal yang terkandung dalam Kesenian Tongklek yaitu ada 10 nilai yaitu: Nilai Religi, Nilai Moral, Nilai Sosial,Nilai Keindahan, Nilai Kedisiplinan, Nilai Kejujuran, Nilai Pendidikan, Nilai Seni, Nilai Kerukunan, Nilai Sportifitas dan Nilai Hiburan.keempat, (4) Upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal dalam kesenian Tongklek adalah (a) Memberikan pembinaan pelaku kesenian Tongklek bagi grup yang sudah terdaftar di Dinas untuk diberikan pengarahan atau sosialisasi, (b) Mengadakan festival atau parade Tongklek di kota Tuban, (c) Mendaftarkan kesenian Tongklek ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan melakukan pembaharuan nomor induk 2 tahun sekali. kelima,(5) Kendala yang dihadapi dalam upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal dalam kesenian Tongklek yaitu (a) Pelaku kesenian kurang memahami hakikat dari kesenian Tongklek. (b) kurangnya dalam memanajemen waktu (c) kurangnya biaya.(6) Upaya dalam mengatasi kendala dalam upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal yaitu (a) adanya sosialisasi, (b) harus menanamkan pada diri sendiri bahwa waktu adalah uang. Berdasarkan tema Penelitian, diajukan saran yang berhubungan dengan Pelestarian Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Kesenian Tongklek di Kota Tuban, yaitu (1) Dinas Perekonomian dan Pariwisata, sub bidang Kebudayaan seharusnya lebih mensosialisaisikan bagaimana cara untuk mendaftarkan grup tersebut ke Dinas mungkin bisa lewat Media Sosial atau pamflet agar memudahkan pelaku kesenian Tongklek dalam hal pendaftaran grup Tongklek,karena faktanya banyak sekali grup-grup Tongklek yang ada di Kota Tuban yang belum terjamah keberadaanya, dan diharapkan dengan adanya sosialisai atau pengarahan dari Dinas bisa meminimalisir keberadaan grup-grup Tongklek yang keberadaanya belum terjamah. (2) Masyarakat Kota Tuban,Kesenian Tongklek merupakan Salah satu kesenian yang dimiliki oleh Kota Tuban, maka dari itu sebagai masyarakat yang baik, sudah sepatutnya ikut menjaga dan melestarikan kesenian tersebut agar tidak punah, karena jika kita menelaah lebih dalam kita pasti akan mengetahui betapa besar dan pentingnya peranan kesenian Tongklek untuk dipertahankan demi perubahan generasi muda Kota Tuban kedepanya agar lebih baik lagi
Pendidikan Anti Radikalisme bagi Santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang
ABSTRAK Utomo, Prasetio. 2017. Pendidikan Anti Radikalisme bagi Santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang, Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., MH. (II) Drs. Suparlan Al Hakim, M, Si. Kata Kunci: Pendidikan Anti Radikalisme, Santri, Pondok Pesantren Miftahul Huda Kemunculan berbagai gerakan radikalisme tidak dapat dilepaskan dari unsur keagamaan. Sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pondok pesantren seringkali dikaitkan dengan aktivitas indoktrinasi paham radikal. Padahal, tidak menutup kemungkinan jika banyak pondok pesantren di Indonesia justru menanamkan nilai-nilai yang moderat dan toleran kepada santri-santrinya, sebagai contoh adalah Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang. Berawal dari hal tersebut, maka diperlukan penelitian mengenai pendidikan anti radikalisme bagi santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal mencakup bentuk-bentuk pendidikan anti radikalisme bagi santri, nilai-nilai pendidikan anti radikalisme bagi santri, manfaat pendidikan anti radikalisme bagi santri, faktor pendukung dan penghambat pendidikan anti radikalisme berikut solusinya bagi santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa penjelasan-penjelasan mengenai berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data ditemukan melalui kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis dimulai dari grand dan mini tour kemudian dilanjutkan dengan menetapkan domain tertentu sebagai pijakan. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh enam simpulan sebagai berikut. Pertama, bentuk pendidikan anti radikalisme bagi santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang yaitu pengajian kitab, pengajian non kitab, dan kegiatan non pengajian. Kedua, nilai-nilai dalam pendidikan anti radikalisme bagi santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang yaitu nilai keagamaan, budi pekerti, nasionalisme, musyawarah, kepedulian sosial, dan, toleransi. Ketiga, manfaat dalam pendidikan anti radikalisme bagi santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang yaitu meningkatkan pemahaman keagamaan, memperbaiki budi pekerti, memperdalam nasionalisme, membiasakan musyawarah, dan meningkatkan kepedulian sosial. Keempat, faktor pendukung pendidikan anti radikalisme bagi santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang yaitu sarana dan prasarana, situasi dan kondisi, motivasi santri, dan penjelasan kiai. Kelima, faktor penghambat pendidikan anti radikalisme bagi santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang yaitu motivasi santri dan kondisi fisik santri. Keenam, solusi mengatasi hambatan pendidikan anti radikalisme bagi santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang yaitu kiai memberikan penekanan nasihat kepada santri dan efisiensi persiapan acara oleh panitia kegiatan
Nilai-nilai Pancasila yang Terkandung dalam Kesenian Tari Topeng Kona Di Kabupaten Bondowoso
ABSTRAK Kagi, Marveli Unzila. 2017. Nilai-nilai Pancasila yang Terkandung dalam Kesenian Tari Topeng Kona Di Kabupaten Bondowoso. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suparman Adi Winoto, SH, M.Hum (II) Drs. Ketut Diara Astawa, SH, M.Si Kata Kunci: Nilai Pancasila, Tari Topeng KonaNilai Pancasila merupakan cita-cita, harapan, dan dambaan bangsa Indonesia yang akan diwujudkan dalam kehidupannya. Nilai Pancasila diupayakan terealisasi dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila yang ada dalam kesenian dapat di praktekkan dalam kehidupan kita. Berkaitan dengan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam kesenian tari Topeng Kona agar nilai-nilai Pancasila tersebut bermanfaat bagi kehidupan kita.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjelaskan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam kesenian tari Topeng Kona di Kabupaten Bondowoso yang meliputi (1) Sejarah tari Topeng Kona, (2) Tata cara pementasan tari Topeng Kona, (3) Makna gerak tari Topeng Kona, (4) Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tari Topeng kona, (5) Upaya pelestarian tari Topeng Kona di Kabupaten Bondowoso.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini di padepokan Gema Buana, di Desa Prajekan Kidul Kecamatan Prajekan, dalam mencari data dari informan yang terdiri dari Ketua padepokan Gema Buana, ketua unit padepokan Gema Buana dan Bagian Unit Program padepokan Gema Buana. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, Padepokan Gema Buana berada di Desa prajekan Kidul Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso di padepokan ini terdapat beberapa kesenian khas dari Kabupaten Bondowoso. Kedua, tari Topeng Kona dibuat untuk mengenang jasa Juk Seng yang merupakan pemimpin desa Blimbing, pada awal terbentuknya tari Topeng Kona memiliki tiga gerakan seiring berjalannya waktu tari Topeng dijadikan sebuah seni pertunjukan dan gerak tari Topeng Kona ditambah tanpa merubah gerak lama. Ketiga, tata cara pementasan dalam tari Topeng Kona dilakukan dengan sederhana karena hanya melakukan do’a untuk meminta keselamatan dan kelancaran pada saat pertunjukan, pada saat prosesi pementasan dipimpin oleh seorang kiai dan membaca do’a bersama. Keempat, nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam kesenian tari Topeng Kona, yaitu nilai Ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan, dan nilai Keadilan. Kelima, upaya yang dilakukan dalam pelestarian tari Topeng Kona telah dilakukan oleh padepokan dan oleh pihak pemerintah kabupaten melalui dinas pariwisata pemuda dan olahraga Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka saran yang dapat diberikan peneliti adalah:(1) bagi masyarakat Kabupaten Bondowoso dengan adanya tari Topeng Kona, kita sebagai masyarakat dan generasi penerus bangsa harus bisa menjaga serta melestarikan tarian tradisional agar selalu ada dan tidak dilupakan karena perkembangan zaman. (2) bagi Pemda Bondowoso, diharapkan lebih memperhatikan kesenian yang ada di daerah agar lebih dikenal. (3) bagi para penikmat tari Topeng Kona, nilai-nilai yang terkandung dalam tari Topeng Kona sebaiknya dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, agar menjadikan kita pribadi yang lebih baik
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERANCE DI DESA TEGALAN KECAMATAN KANDAT KABUPATEN KEDIRI
ABSTRAK Firdhausy, Queen Nikent El. 2017. Peran Kepemimpinan Kepala Desa DalamMewujudkan Good Governance Di Desa Tegalan Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Untari, M.Si. (II) Drs. Petir Pudjantoro M.Si. Kata Kunci: Kepemimpinan, Kepala Desa, Good GovernancePeran kepemimpinan Kepala Desa dalam upayanya mewujudkan good governance di Desa Tegalan yaitu dalam penanganannya terhadap permasalahan yang timbul pada saat proses perwujudan good govenance di Desa Tegalan seperti (1) kurangnya profesionalitas aparatur Pemerintah Desa Tegalan karena kurangnya penguasaan IT dan kurangnya pengetahuan (2) pendanaan untuk program pembangunan desa yang masih mengandalkan dana dari pemerintah pusat (3) adanya pro-kontra terhadap kepemimpinan Kepala Desa dan terhadap program/kebijakan yang dilakukan oleh karena itu diperlukan kajian yang mendalam atau dalam sebuah penelitian tentang peran kepemimpinan Kepala desa sebagai aktor dalam mewujudkan good governance di Desa Tegalan Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu menggunakan jenis pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif, sumber data yang diambil oleh peneliti yaitu masyarakat dan program-program pemerintah Desa Tegalan dengan menggunakan tehnik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan melakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk (1) mengetahui peran kepemimpinan Kepala Desa Tegalan dalam mewujudkan prinsip-prinsip good governance (2) mendeskripsikan hambatan kepemimpinan Kepala Desa dalam mewujudkan prinsip-prinsip good governance (3) menganalisis peran kepemimpinan dari Kepala Desa Tegalan menangani hambatan penerapan prinsip-prinsip good governance.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) beberapa prinsip good governance yang sudah berjalan di Desa Tegalan yaitu keterbukaan atau transparansi, akuntabilitas, dan menjunjung tinggi hukum yang berlaku; (2) hambatan yang dihadapi Kepala Desa dalam kepemimpinannya untuk mewujudkan good governance yaitu kurangnya profesionalitas aparatur pemerintah desa karena minimnya Sumber Daya Manusia, adanya pro dan kontra dalam masyarakat yang menghambat terwujudnya good governance, kurangnya pendanaan dalam pembangunan; (3) upaya yang dilakukan oleh Kepala Desa untuk mewujudkan good governance yaitu memajukan tingkat pendidikan aparatur pemerintah desa maupun masyarakat, berupaya untuk selalu transparan atau terbuka terhadap masyarakat mengenai program atau kebijakan yang akan dijalankan atau sedang berjalan, untuk masalah pendanaan upaya yang dilakukan yaitu menjalin mitra kerja dengan sektor swasta atau pendonasi. Merujuk pada hasil penelitian ini maka dapat disampaikan sarat sebagai berikut: (1) kepada Kepala Desa Tegalan hendaknya menambah jadwal pertemuan MUSRENBANGDES, agar lebih banyak mendapatkan partisipasi dan masukan dari masyarakat yang dapat membantu untuk mewujudkan pemerintah desa pada good governance; (2) kepada perangkat Desa Tegalan hendaknya meningkatkan SDM untuk aparatur pemerintah desa, dengan cara menempuh pendidikan lagi atau menjalankan khursus agar terciptanya profesionalitas aparatur pemerintah desa; (3) kepada Kepala Desa Tegalan hendaknya melakukan pendekatan lebih dan sosialisasi kepada masyarakat secara langsung untuk terciptaya good governance
Efektivitas Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi dan Keswadayaan serta Kesejahteraan Masyarakat di Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Kota, Kota Kediri
ABSTRAK Putra, Afrizal Farchan Dwi. 2017. Efektivitas Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi dan Keswadayaan serta Kesejahteraan Masyarakat di Kelurahan Kampungdalem Kecamatan Kota Kota Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si, (2) Drs. H. Petir Pudjantoro, M.Si. Kata kunci: Efektivitas, Prodamas, Partisipasi, Keswadayan, Kesejahteraan MasyarakatPembangunan yang berorientasi kepada masyarakat akan memberikan kesempatan kepada setiap anggota masyarakat untuk dapat ikut serta dalam proses pembangunan dengan mendapatkan kesempatan yang sama dan menikmati hasil pembangunan tersebut sesuai dengan kemampuannya. Sehingga dalam prosesnya tidak hanya mengedepankan peran serta unsur-unsur elit pemerintahan di tingkat RT dan kelurahan saja, namun juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pelaksanaan Prodamas; (2) Efektivitas Prodamas dalam upaya meningkatkan partisipasi dan keswadayaan masyarakat; dan (3) Efektivitas Prodamas dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Kampungdalem Kecamatan Kota, Kota Kediri.Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara,observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Spradley yaitu analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan: (1) Perpanjangan keikutsertaan; (2) Ketekunan pengamatan; dan (3) Triangulasi.Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, pelaksanaan Prodamas di Kelurahan Kampungdalem dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Tahapan yang dimaksud adalah: rembug warga; penyusunan dan verifikasi RAB; pencairan dana; pelaksanaan; pertanggungjawaban; serta monitoring dan evaluasi. Realisasi Prodamas bidang infrastruktur diwujudkan dalam pembuatan/perawatan Pos Kamling; perbaikan selokan; rehab mushala; rehab MCK umum; perbaikan rabat jalan gang; pavingisasi jalan gang. Pemberdayaan ekonomi juga dilakukan dengan pengadaan keramba dan bibit ikan lele, warung hijau/kebun toga, serta pengadaan tanaman dalam polybag. Dalam bidang sosial, diwujudkan dengan pemberian paket sembako bagi masyarakat miskin dan pemberian bantuan peralatan sekolah bagi anak penduduk miskin.Kedua, dalam upaya meningkatkan partisipasi dan keswadayaan masyarakat, secara umum Prodamas sudah efektif seperti sudah adanya penerimaan informasi yang dilakukan kelurahan kepada masyarakat, pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan selalu melibatkan warga, adanya wujud pemeliharaan dengan melakukan kerja bakti dan pemberian kotak sumbangan sukarela. Pengawasan juga dilakukan oleh semua elemen masyarakat. Namun, pertanggungjawaban publik RT kepada masyarakat masih rendah. Dalam upaya meningkatkan keswadayaan masyarakat, Prodamas sudah efektif diantaranya, memanfaatkan tenaga kerja lokal, mendorong masyarakat untuk memberikan sumbangan makanan dan minuman ringan. Namun, belum efektif karena masyarakat masih memiliki ketergantungan terhadap dana pemerintah.Ketiga, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, secara umum Prodamas sudah efektif. Para pemilik usaha mengalami peningkatan pendapatan. Tetapi program tentang pengalokasian bantuan usaha kepada masyarakat masih minim. Pemenuhan kebutuhan dasar juga masih belum efektif karena jumlah dan waktu pemberian yang terbatas. Pemenuhan kebutuhan sandang dan pendidikan, termasuk yang efektif, hal ini tercemin dari pemberian peralatan sekolah berupa sepatu, tas, dan buku serta alat tulis karena barang-barang tersebut dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama dan tidak cepat habis. Adanya perbaikan sarana dan prasarana juga mampu meningkatan kualitas lingkungan. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: bagi Pemerintah Kota Kediri melalui Kantor Pemberdayaan Masyarakat hendaknya lebih mengoptimalkan pengawasan di lingkungan kelurahan untuk memastikan pelaksanaan Prodamas berjalan sesuai dengan aturan yang ada; bagi Lurah Kampungdalem melalui Tim Swakelolanya hendaknya melakukan sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat; dan bagi Ketua RT dan RW di hendaknya dapat lebih transparan kepada masyarakat perihal Prodamas; serta bagi masyarakat harus terlibat dalam seluruh tahapan Prodamas supaya tujuan program yakni kesejahteraan masyarakat dapat tercapai
"Sapi Sonok" Potensi budaya lokal sebagai industri budaya kreatif di kabupaten pamekasan
ABSTRAK Faluti, Imam. 2016. "Sapi Sonok" Potensi Budaya Lokal Sebagai Industri Budaya Kreatif Di Kabupaten Pamekasan. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Yudi Batubara, S.H, M.H (II) Dr. Nuruddin Hady, M.Hum Kata Kunci: Budaya, Sapi Sonok, Pemerintah Daerah. Indonesia merupakan suatu negara yang sangat kaya akan keanekaragaman budaya, hal ini dikarenakan Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dimana masing-masing suku bangsa tersebut memiliki perbedaan dan keunikan baik dari segi bahasa daerah, adat istiadat, kebiasaan, dan berbagai hal lain yang memperkaya keanekaragaman dari budaya Indonesia itu sendiri. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti anekaragaman budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya. Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan. Misalnya potensi Budaya Lokal Sapi Sonok yang ada di wilayah Madura lebih tepatnya di Kabupaten Pamekasan, Sapi Sonok merupakan perlombaan kecantikan sapi yang mementingkan segi keindahan, keserasian dan keterampilan sapi betina yang memerlukan peran Pemerintah Daerah dalam melestarikan dan menetapkan budaya lokal Sapi Sonok ini sebagai industri budaya kreatif yang di miliki oleh masyarakat pamekasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Sejarah awal mula ditemukannya budaya lokal Sapi Sonok di Kabupaten Pamekasan; (2) Kronologi kegiatan dan penilaian dalam festival kontes budaya lokal Sapi Sonok, (3)Peran Pemerintah Daerah dalam menetapkan budaya lokal Sapi Sonok sebagai industri budaya kreatif yang dimiliki oleh masyarakat Pamekasan; (4) Peran Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam melestarikan budaya lokal Sapi Sonok sebagai industri kreatif di Kabupaten Pamekasan; (5) Dampak adanya budaya lokal Sapi Sonok sebagai industri budaya kreatif bagi kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang berupa dokumentasi dan hasil wawancara dengan beberapa informan yaitu bapak Rusdiyadi, M.Pd. Selaku kepala bagian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Bapak Sonny Budiharto, SH. M.Si. selaku kasi pembina seni budaya dan nilai-nilai tradisional, tokoh masyarakat yaitu Bapak Suharso (Ketua paguyuban Sapi Sonok Kecamatan Waru), Pemilik Sapi Sonok yaitu Bapak H. Ismail, serta Bapak Moh. Mukri sebagai anggota masyarakat. Kegiatan analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif, dimulai dengan tahap 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama mengenai Sejarah awal mula ditemukannya budaya lokal sapi sonok di kabupaten pamekasan, Sapi Sonok pertama kali dicetuskan oleh warga batu kerbui pesisir utara pamekasan. Dalam sejarahnya setiap kali selesai bekerja membajak ladang, para petani biasanya memandikan sapinya itu setelah dimandikan maka sepasang sapi itu didiamkan ke satu tiang "Tancek". Kebiasaan itu juga dilakukan oleh petani lain dalam satu petak tanah tegal sehingga tampak ramai. Dalam perkembangannya, kemudian muncul pemikiran dari para petani untuk memilih dan melombakan mana sapi yang paling bersih dan rapi berdiri. Kedua, kronologi Kegiatan Dan Penilaian Dalam Festival Kontes Budaya Lokal Sapi Sonok. Sebelum acara dimulai, beberapa pemilik sapi menari sambil menggiring sapi-sapi mereka keliling lapangan. Grup musik Saronen mengiringi pasangan. Menjelang keberangkatan menuju arena, beberapa perangkat dan aksesoris sapi dipasang. Perangkat pokok adalah pangonong. Perangkat ini di letakkan di atas leher, depan punuk dua ekor sapi yang akan di ikutkan kontes dengan cara diikat dengan tali (kalung) pada leher sapi. Ketiga, peran pemerintah daerah dalam menetapkan budaya lokal sapi sonok sebagai industri budaya kreatif yang dimiliki oleh masyarakat pamekasan, peran pemerintah daerah kabupaten pamekasan dalam upaya untuk mematenkan hak cipta budaya lokal sapi sonok ke departemen Hukum dan HAM. Hal ini memang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten pamekasan agar mendapat kepastian kalau budaya lokal sapi sonok yang selama ini juga digemari oleh masyarakat madura itu adalah milik asli dan hasil ciptaan masyarakat pamekasan. Keempat, peran pemerintah daerah dan masyarakat dalam melestarikan budaya lokal sapi sonok sebagai industri budaya kreatif di kabupaten pamekasan, peran pemerintah daerah yaitu: (1) Lebih mendorong masyarakat pamekasan untuk memaksimalkan potensi budaya lokal sebagai industri budaya kreatif beserta pemberdayaannya dan pelestariannya (2) Selalu mempertahankan budaya lokal yang ada di kabupaten pamekasan agar tidak pernah punah (3) Pemerintah daerah harus lebih memperkenalkan dan mempromosikan kebudayaan-kebudayaan lokal yang dimiliki oleh masyarakat pamekasan kepada wilayah-wilayah lain diluar madura (4) Membuat acara penggelaran kebudayaan lokal yang dimiliki oleh masyarakat pamekasan di wilayah kabupaten pamekasan maupun diluar kabupaten pamekasan (5) Memberikan hak paten terhadap setiap kebudayaan lokal yang dimiliki oleh masyarakat pamekasan seperti misalnya budaya lokal kerapan sapi dan sapi sonok. Sedangkan peran masyarakat dalam melestarikan budaya lokal sapi sonok yang ada di kabupaten pamekasan diantaranya yaitu: (1) ikut melestarikan dan mengembangkan kebudayaan lokal yang ada diwilayah pamekasan terutama sapi sonok mengingat sapi sonok masih belum banyak dikenal orang masyarakat luar madura utamanya (2) Mencintai dan mengenal kebudayaan lokal yang ada di pamekasan utamanya, agar timbul di dalam diri masyarakat pamekasan untuk menjaga budaya lokal dari pengaruh kebudayaan lain yang membawa dampak negatif (3) Masyarakat pamekasan harus bangga dengan budaya lokal yang dimiliki saat ini seperti misalnya budaya lokal sapi sonok ini. Kelima, dampak adanya budaya lokal sapi sonok sebagai industri budaya kreatif di kabupaten pamekasan bagi kehidupan masyarakat ada tiga aspek yaitu; (1) aspek ekonomi (2) aspek konservasi (3) aspek sosial budaya
Penerapan Pembelajaran Project Citizen Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa Pada Pembelajaran PPKn Kelas XI IPA 3 SMAN 1 Turen
ABSTRAK Peningkatan kemampuan berpikir siswa melalui penerapan model pembelajaran project citizen sebagai fokus perhatian ini bermula dari hasil pengalaman peneliti selama menjadi guru model dalam kegiatan Kajian Praktik Lapangan di SMAN 1 Turen. Peneliti mengamati bahwa terdapat beberapa kendala belajar yang dialami siswa selama kegiatan berlangsung. Kendala tersebut diantaranya, siswa kurang aktif untuk bertanya maupun menjawab pertanyaan yang diajukan guru, informasi yang diperoleh terbatas pada buku dan penjelasan yang disampaikan guru, selain itu beberapa siswa masih ada yang terlihat mengantuk dan malas mengikuti pelajaran PPKn. Hal ini dikarenakan guru masih menggunakan metode tanya jawab, ceramah, dan penugasan dalam menyampaikan materi pelajaran sehingga, melalui metode tersebut pembelajaran PPKn masih belum memberikan pengalaman belajar yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Oleh sebab itu, perlu adanya strategi pembelajaran yang beroirentasi kepada kemampuan berpikir siswa yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.Model pembelajaran project citizen merupakan model pembelajaran yang berbasis pada masalah dan lebih menekankan pada kemampuan peserta didik untuk berpartisipasi secara nalar serta penuh tanggung jawab. Melalui model pembelajaran project citizen dapat membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman konsep dan materi pelajaran, mengembangkan kemampuan berbagai informasi, serta menarik kesimpulan dan memperoleh solusi dari permasalahan yang mereka hadapi. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini diantaranya, (1) menjelaskan proses pembelajaran project citizen untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa, (2) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir siswa melalui penerapan model pembelajaran project citizen, (3) mengetahui tingkat kemampuan berpikir siswa setelah proses pembelajaran project citizen diterapkan.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas XI IPA 3 SMAN 1 Turen dengan materi pokok yaitu, kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. Guru dalam penelitian ini berperan sebagai peneliti, perencana,pelaksana, pengumpul data, penganalisis data, sekaligus sebagai pelapor hasil penelitian. Data penelitian diperoleh dari hasil observasi kegiatan guru, siswa, dan analisis hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran project citizen dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa melalui 6 langkah pembelajaran diantaranya, (1) mengidentifikasi masalah, masing-masing kelompok mengidentifikasi masalah yang ada di lingkungan sekitar mereka dengan disertai alasan yang logis, (2) memilih masalah, kelompok melakukan musyawarah atau voting untuk memilih masalah yang akan dikaji oleh kelas, (3) mengumpulkan informasi, kelompok mengumpulkan informasi selengkap mungkin dari berbagai sumber tentang masalah yang dibahas, (4) mengembangkan portofolio, informasi yang diperoleh dikembangkan ke dalam portofolio bagian tayangan dan dokumentasi yang berisi tentang pokok permasalahan, data-data yang berhubungan dengan masalah, dan gagasan untuk mengatasi masalah tersebut, (5) menyajikan portofolio, kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka di hadapan para hadirin, (6) refleksi pengalaman belajar, siswa diajak mengevaluasi hal-hal yang telah dilakukan selama pembelajaran dan memberikan penguatan kepada siswa untuk tanggap terhadap masalah yang ada di lingkungan sekitar mereka. Rata-rata nilai kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari kegiatan bertanya, menjawab, mengumpulkan informasi, dan uji kompetensi sebelum diterapkannya model pembelajaran project citizen menunjukkan nilai 74,8. Pelaksanaan pembelajaran sebelum tindakan dilakukan dengan model pembelajaran ceramah dan tanya jawab. Berdasarkan hasil rata-rata nilai kemampuan berpikir siswa tersebut maka diterapkan model pembelajaran project citizen untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Penerapan model pembelajaran tersebut menggunakan dua kali siklus untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir siswa yaitu, pada siklus I rata-rata nilai siswa 75,8 dan pada siklus II rata-rata nilai siswa 86,6. Penerapan model pembelajaran project citizen tersebut terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa
Pembentukan Moral Anak Melalui Nilai Kearifan Lokal yang Terkandung dalam Permainan Tradisional Congklak di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri
ABSTRAK Pentingnyapembentukan moral anaksangat di perlukanuntukmengatasiterjadinyapenyimpangansosial.Kualitas hasil perkembangan sosial sangat bergantung pada proses belajar, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat. Hal ini bermakna bahwa proses belajar sangat menentukan kemampuan siswa dalam bersikap dan berperilaku sosial yang selaras dengan norma moral, agama, moral tradisi, moral hukum, dan norma moral yang berlaku dalam masyarakat.Berdasarkan hasil observasi oleh peneliti, kegiatan pembentukan moral anak melalui permainan tradisional yang terkandung dalam permainan tradisional congklak di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri membawa dampak positif dalam pembentukan moral anak dalam pergaulan bermasyarakat melalui sebuah permainan tradisional yang memiliki nilai-nilai positif untuk bekal pengetahuan dikehidupan mendatang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Data yang diperoleh diuraikan secara deskriptif yaitu berupa kata-kata atau kalimat. Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti mencari data dan informasi mengenai , kegiatan pembentukan moral anak melalui permainan tradisional yang terkandung dalam permainan tradisional congklak di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri, kemudian memaparkan dan menjelaskan bagaimana pembentukan moral melalui nilai kearifan lokal dari permainan tradisional congklak yang telah dilakukan di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri.Hasil penelitian ini adalah: (1) Permainan tradisional congklak merupakan permainan yang sudah menjadi budaya di Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri, (2) Dalam permainan 2 orang pemain menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak, (3) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam permainan tradisional congklak terdapat nilai-nilai yang mengajarkan tengtang bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari, misalnya mengajarkan untuk bersikap Bijak dan Arif, jujur, gotong – royong, melatih kesabaran (ketelatenan), dan malatih hidup sederhana (tidak berlebihan), (4) Sebuah setting kehidupan yang sudah terbentuk secara langsung dapat memproduksi nilai-nilai melalui permainan tradisional congklak yang sering dilakukannya dan akan menjadi suatu kebiasaan. Saran yang dapat dikemukakan peneliti adalah keadaan dibalik kesederhanan permainan congklak yaitu tidak hanya memindahkan sejumlah biji kebeberapa lubang yang telah disediakan, maka dengan ini anak-anak yang belum mengetahui konsep kearifan lokal dan manfaat congklak, setelahnya anak tersebut dapat mengetahui tentang permainan tradisional congklak, konsep kearifan lokal dan manfaat congklak untuk kemudian diterapkan dalam kesehariannya
NILAI-NILAI MORAL YANG TERKANDUNG DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI STRATEGI PEAMASARAN USAHA MAHASISWA JURUSAN HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Kemajuan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi masa kini ditunjukkan dengan mudahnya manusia untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Dengan kehadiran internet manusia bisa melakukan komunikasi data teks, gambar, video, suara, bahkan komunikasi audiovisual secara langsung.Seiring dengan perkembangan internet, internet mampu melahirkan jaringan baru yang biasa dikenal dengan media sosial.Salah satu media sosial yang sedang booming di kalanganpengguna media sosialadalah media sosialinstagram.Manfaat yang ada pada instagram menjadi lahan baru yang efektif untuk melakukan kegiatan promosi. Dengan kemampuan penyebaran, jumlah teman dan bisa diakses oleh berbagai pengguna dimana saja, instagram menjadi media alternatif baru untuk promosi dan sampai pada jual beli produk.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1)alasanpenggunaan media sosialInstagramsebagaistrategipemasaranusahamahasiswajurusanHukumdanKewarganegaraan; (2) teknikpenggunaan media sosialInstagramsebagaistrategipemasaranusahamahasiswajurusanHukumdanKewarganegaraan; (3) dampakekonomispenggunaan media sosialInstagramsebagaistrategipemasaranusahamahasiswajurusanHukumdanKewarganegaraan; (4) kendaladalampenggunaan media sosialInstagramsebagaistrategipemasaranusahamahasiswajurusanHukumdanKewarganegaraan; (5) upayadalammengatasikendalapenggunaan media sosialInstagramsebagaistrategipemasaranusahamahasiswajurusanHukumdanKewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk keabsahan data dilakukan dengan meningkatkan ketekunan, menggunakan bahan referensi, membercheck, dan triangulasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah (1) AlasanmahasiswaJurusanHukumdanKewarganegaraanmenggunakanmediasosialInstagramsebagaistrategipemasaranmerupakansalahsatucarauntukmengawaliusahanya. Karenakemudahandalammemasarkanbarangterletakpadabanyaknya orang yang menggunakanInstagramdanmelihatsecaralangsungproduk yang di tawarkandenganiklan.Denganmengikutiakun orang ataupunpenjualansecaralangsungdapatmelihatpembaruan yang di lakukanolehakuntersebut.Selainitukeuntunganmemasarkanbaranglewat media sosialInstagramsangatterjangkauolehsiapapunpelakunya.Baikpelajar, mahasiswaataupunmasyarakatsecaraumum.(2)Karena yang dilihatolehparakonsumenpertamaadalahnamaakunatauprofil, darinamatersebutsudahmemberikankesanbahwaakuntersebutsebagailapakpenjualanataubukan.Selanjutnyamengunggahgambar di akunpenjualanmembutuhkanalatdengankualitas yang bagus, tujuannya agar gambar yang di hasilkanterlihatjelasdannyata.Kemudianmemberiketeranganpadagambarjugamenjadihalterpentingpadateknikpengunggahanataumempostingini, harapannyakonsumendapatmelihatgambarsecarajelasdanmendapatinformasitentangkondisibarangtersebut.Sebuahakunpenjualan di harapkanmemilikipengikutatau follower yang banyakkarenadenganmemiliki follower yang banyak, pemasaranbarangmenggunakan media sosialInstagrammenjadilebihefektifdanmenjangkausegalasasaranatau target pasaryaituparakonsumen.SecaraumumtransaksiataupembayaranbelanjaberbasisInstagramdapatdilakukandenganduacara, yang pertamayaitudenganpembayaran transfer uangmelaluisesamarekening bank ataupunantarrekening bank lain.Yang kedua adalah dengan melakukan COD (Cost On Delivery) dimana sistem transaksi atau pembayaran ini, pihak yang bersangkutan baik pembeli maupun penjual melakukan kesepakatan untuk bertemu secara langsung dan menyerahkan barang sekaligus melakukan pembayaran secara tunai.(3)Penggunaan media sosialInstagramsebagaistrategipemasaranusahamahasiswadinilaicukupefektif, karenasaatinipenggunaInstagramsangatramaiterutamapadakalangananakmuda yang memiliktingkatkonsumtiftinggi.DenganbanyaknyapenggunaInstagramsaatini, membuatkemajuankomunikasisemakinpesat, hinggadimanapundankapanpunseoranginginmencariinformasimenjadilebihmudah.AdanyajaringandalampenggunaanInstagram yang di manfaatkanpenggunanyauntukberkomunikasidijadikan target sasarandalampemasaransuatuprodukolehpelakuusaha.(4)Kendala yang di hadapidalampenggunaan media sosialInstagramsebagaistrategipemasaranusahamahasiswa yang pertamakurangnyakepercayaan.Kedua, banyaknyapenggunaInstagramsaatini, selainmudahdigunakanuntukstrategipemasaran yang menjangkaubanyakkalanganjugaberakibattimbulnyapersaingan. Di dalamduniabisnisapabilasuatuusaha yang sudahmajudansuksesakanditiruoleh orang lain untukmelakukanhal yang sama.Ketigapengirimanmenjadikendalakarenamemakanwaktu yang lama.Selainitukebanyakanparakonsumen yang akanmembelibarangkembaliberpikirkedua kali setelahmengetahuiongkospengiriman yang di bebankanpadapembelitersebuttergolongmahal. (5) Upayaatausolusidalammengatasikendalapenggunaan media sosialInstagramsebagaistrategipemasaranusahamahasiswaJurusanHukumdanKewarganegaraan yang pertama, peningkatankepercayaandapatdilakukandenganpelayanan yang baikmeliputipenjelasanterhadapbarang, bersikapcekatan, danberkataramah. Selainitumelakukantestimoniterhadappembeli yang sudahmelakukantransaksijugatermasukpenting, karenahalitumerupakanbentukpenghargaan yang di dapatkanolehpembeli.Kemudian yang keduaupayaatausolusimenghadapiadanyapersaingandapatdilakukandenganmembacakebutuhanpasar yang terusberkembang.Yang ketiga, kendalapengiriman yang berakibatmundurnyakonsumen yang akanmembelibarangdapatdilakukandenganmelakukankesepakatanantarakeduabelahpihakyaitupenjualdanpembeli
Perbedaan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Sebelun dan Setelah Menerima Program Keluarga Harapan (PKH) Di Desa Kertosari, Desa Tejowangi Dan Desa Pager Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Cholidaziah, Irma. 2017. Perbedaan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Sebelun dan Setelah Menerima Program Keluarga Harapan (PKH) Di Desa Kertosari, Desa Tejowangi Dan Desa Pager Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Untari, M.Si, (2) Dr. Sutoyo, SH. M.Hum Kata kunci: Kesejahteraan, Masyarakat, Program Keluarga Harapan dan Bantuan Sosial Indonesia merupakan salah satu negara berkembang. Permasalah utama yang dimiliki Indonesia adalah kemiskinan dan cara menanggulanginya. Salah satu upaya dalam menanggulangi kemiskinan adalah dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan meluncurkan berbagai program bantuan sosial pemerintah berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan. Program yang diluncurkan oleh pemerintah adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dengan harapan program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui kondisi kesejahteraan masyarakat Di Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan sebelum menerima dana bantuan PKH (2) Mengetahui kondisi kesejahteraan masyarakat Di Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan setelah menerima dana bantuan PKH (3) Bagaimana Program Keluarga Harapan dapat meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Kertosari, Pager dan Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan?. Kemudian dari hasil tersebut dapat diketahui PKH yang telah berlangsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat Di Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi atau tidak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifdengan metode deskriptif. Intrumen dalam penelitian ini berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti yang disajikan dalam angket yang telah di uji menggunakan uji validitas, dan reliabilitas, yang kemudian di isi oleh responden. Pada penelitian ini responden adalah warga Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi yang menjadi peserta PKH.Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data kuantitatif, berdasarkan skor jawaban responden dari kuisioner yang telah disebarkan. Selain dari kuisioner yang telah disebarkan data juga di peroleh melalui informasi dan dokumen pribadi milik pendamping PKH, dan data berupa profil masing-masing desa. Pengujian data menggunakan uji t berpasangan (paired sample t test). Adapun hasil penelitian ini adalah pertama, rata-rata skor kesejahteraan dari masyarakat Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi sebelum memperoleh bantuan PKH adalah 25,91 untuk Desa Kerosari, 27,41 untuk Desa Pager, dan 27,72 untuk Desa Tejowangi. Kedua, rata-rata skor kesejahteraan dari masyarakat Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi sebelum memperoleh bantuan PKH adalah 36,81 untuk Desa Kerosari, 37,18 untuk Desa Pager, dan 37,00 untuk Desa Tejowangi. Ketiga, dari skor kesejahteraan sebelum dan sesudah menerima bantuan PKH dapat disimpulkan terjadi peningkatan rata-rata skor kesejahteraan, sehingga kesejahteraan masyarakat dari Desa Kertosari, Desa Pager dan Desa Tejowangi mengalami peningkatan signifikan. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: bagi para pendamping PKH hendaknya memberikan pengarahan kepada para peserta PKH untuk memanajemen bantuan berupa dana yang di peroleh sehingga bisa menghasilkan pemasukan yang lebih besar. Bagi pemerintah desa hendaknya lebih memfasilitasi para pendamping PKH dalam melaksanakan tugasnya