SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
436 research outputs found
Sort by
PENGERTIAN DAN MANFAAT PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
ABSTRAK Tulisan ini memaparkan pengertian dan manfaat pembelajaran berbasis masalah. Pembelajaran berbasis masalah merupakan pendekatan pembelajaran yang memotivasi siswa melalui permasalahan yang otentik dengan maksud untuk mengembangkan pengetahuannya secara efisien, kontekstual dan terintegrasi. Adapun manfaat dari pembelajaran berbasis masalah diantaranya meningkatkan daya ingat dan pemahaman atas materi ajar, mendorong untuk berpikir, membangun kerja tim, kepemimpinan dan keterampilan sosial serta memotivasi peserta didik
OPTIMALISASI FASILITAS PUBLIK GUNA MENEKAN KEMISKINAN
RINGKASAN Optimalisasi fasilitas publik sangat diperlukan guna menekan kemiskinan dengan penyediaan segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat seperti penyediaan lahan pekerjaan, pembangunan rumah sakit, puskesmas dan sekolah di segala daerah yang tersebar di seluruh Negara Indonesia. Terdapat langkah optimalisasi kualitas yang meliputi segala yang berhubungan dengan sumberdaya manusia dan langkah optimalisasi kuantitas yang meliputi segala infrastruktur Kata Kunci : kemiskinan, optimalisasi, pemerintah, kebijaka
PROGRAM WAJIB BELAJAR 12 TAHUN SEBAGAI SOLUSI PENGANGGURAN DI INDONESIA
RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis penanganan masalah pengangguran yang ada di Indonesia. Solusi tersebut adalah pencanangan program wajib belajar 12 tahun oleh pemerintah. Program ini adalah sebuah program pendidikan yang harus diikuti oleh WNI atas tanggung jawab pemerintah. Hasil akhir dari program wajib belajar 12 tahun ini adalah pengurangan angka mengangguran dan negara sejahtera
SOLUSI DARI MASALAH KONDISI LINGKUNGAN DALAM PROSES BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis penanganan masalahkondisi lingkungan dalam proses belajar dan pembelajaran. Solusi tersebut adalah dengan menggunakan metode Quantum Teaching. Metode ini merupakan cara menciptakan lingkungan belajar yang efektif,yaitu dengan menggunakan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas. Hasil akhir dari metode Quantum Teaching ini adalah siswa dapat menikmati dan melupakan segala masalah kondisi lingkungan yang mengganggu dalam proses belajar dan pembelajaran. Kata kunci: solusi, masalah, kondisi lingkungan, proses, belajar dan pembelajara
Kemitraan Perum Perhutani KPH Lawu Ds dengan Swasta dalam Pengelolaan Objek Wisata Srambang Park di Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi
RINGKASAN Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kekayaan alam dan ragam etnik budaya, salah satunya adalah di bidang pariwisata. Indonesia mempunyai banyak provinsi antara lain yaitu Jawa Timur, dan salah satu Kabupaten yang kaya akan wisata di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Ngawi. Objek wisata Srambang Park terletak di Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi. Objek wisata tersebut berada di kawasan hutan milik Perum Perhutani KPH Lawu Ds. Sebelumnya, keadaan objek wisata tersebut sangat kurang menarik perhatian masyarakat. Objek wisata tersebut berada di lereng gunung dan dikelilingi banyak pohon pinus. Terlebih akses jalan yang kurang mendukung membuat minat masyarakat menjadi rendah dalam mengunjunginya. Pada akhir tahun 2017 objek wisata Srambang Park menarik perhatian banyak masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal tersebut berkat campur tangan dari pihak swasta CV Hargo Dumilah. Pada bulan September 2017 terbentuklah kemitraan antara Perum Perhutani KPH Lawu Ds dengan pihak swasta yaitu CV hargo Dumilah untuk pengelolaan objek wisata Srambang Park. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa informan dan data sekunder dari dokumen yang diperoleh dari lokasi penelitian maupun dari dokumentasi yang dimiliki oleh beberapa informan maupun dari daftar pustaka lainnya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang berupa hasil dokumentasi dan wawancara dengan berbagai macam informan yaitu Kepala Desa Girimulyo, Sekertaris Desa Girimulyo, Masyarakat Desa Girimulyo, Pihak swasta CV Hargo Dumilah, Perum Perhutani KPH lawu Ds bagian Junior Manajer Bisnis. Kegiatan analisis data dengan dilakukan reduksi data, display data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan hasil penelitian yaitu, (1) kemitraan yang terjalin antara Perum perhutani KPH Lawu Ds dengan swasta CV hargo Dumilah yaitu berawal dari Addendum kesepakatan (Mou) kemudian meningkat ke Perjanjian Kerja Sama dimana dari PKS tersebut timbullah hak dan kewajiban drai masing-masing pihak. Kemitraan yang terjadil antara keduanya adalah kemitraan mutualistik dimana saling menguntungkan dan memberi manfaat kedua belah pihak sehingga visi dan misi masing-masing dapat tercapai; (2) Program-program Perum Perhutani KPH Lawu Ds dengan swasta dalam pengelolaan objek wisata Srambang park antara lain pembangunan dari segi aksebilitas, perbaikan fasilitas pendukung, pengadaan sarana dan prasarana, serta promosi atau dengan kata lain pengembangan infrastruktur yang ada di objek wisata tersebut; (3) Kendala Perum Perhutani KPH Lawu Ds dengan swasta dalam pengelolaan objek wisata Srambang Park adalah berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia; (3) Upaya Perum Perhutani KPH Lawu Ds dengan swasta untuk mengatasi kendala dalam pengelolaan objek wisata Srambang Park adalah dengan keyakinan, ketekunan, dan kebersamaan ketika menghadapi kendala sumber daya alam berupa iklim dan cuaca serta melakukan pelatihan secara berkala bagi para pekerja sehingga tidak lagi kekurangan sumber daya manusia. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: (1) Pemerintah Derah maupun Perum Perhutani KPH Lawu Ds harus semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan objek wisata yang dikelola; (2) Para stakeholder harus lebih memahami peran dan tanggungjawabnya masing-masing. Semakin menyatukan hati serta mengerti esensi dan pentingnya hubungan kemitraan yang baik untuk diterapkan dalam melaksanakan pembangunan kepariwisataan; (3) Objek wisata Srambang Park tetap menganut prinsip sapta pesona dan menjadi wisata unggulan Kabupaten Ngawi. Kata Kunci : Kemitraan, Srambang Park Kabupaten Ngawi, Perum Perhutani KPH Lawu Ds, swasta CV Hargo Dumilah
Peranan Sanggar Budaya Patria Loka Kota Blitar dalam Melestarikan Nilai Kearifan Lokal melalui Seni Pedalangan
ABSTRAK Styffany, Laorensia.2017.Peranan Sanggar Budaya Patria Loka Kota Blitar dalam Melestarikan Nilai Kearifan Lokal melalui Seni Pedalangan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si. Pembimbing (II) Drs. Petir Pudjantoro, M.Si. Kata Kunci : Seni Pedalangan, Peranan Sanggar Budaya, Nilai Kearifan Lokal.Seni pedalangan mengandung nilai kearifan lokal, yaitu nilai yang digunakan sebagai pedoman untuk bertingkah laku. Dalang merupakan objek sentral dalam seni pedalangan, dalang berperan sangat penting pada pertunjukan pewayangan. Seni pedalangan merupakan kesenian yang perlu di pertahankan eksistensinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) nilai-nilai kearifan lokal yang dilestarikan melalui seni pedalangan. (2) program kerja Sanggar Patria Loka dalam menjalankan peran pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui seni pedalangan; dan (3) peran Sanggar Budaya Patria Loka dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal melalui seni pedalangan;Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti berusaha untuk menggambarkan bagaimana peranan Sanggar Budaya Patria Loka Kota Blitar dalam melestarikan nilai kearifan lokal melalui seni pedalangan. Data yang sudah terkumpul berupa kata-kata, gambar, wawancara atau dokumentasi akan disusun secara terstruktur, seksama dan objektif. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan secara terperinci dan sesuai dengan keadaan nyata tanpa direkayasa.Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, nilai-nilai kearifan lokal yang dilestarikan melalui seni pedalangaan: (1) nilai-nilai kearifan lokal yang digali dari Sanggar Budaya Patria Loka yaitu:(a) nilai religius dari seni pedalangan Di Sanggar Budaya Patria Loka mengajarkan untuk dapat memahami apa itu artinya bersyukur sehingga akan mempermudah melakukan suatu kegiatan. (b) nilai sopan santun dari seni pedalangan di sanggar dalang harus nuwun sewu yang berati permisi, karena setiap tempat memilki aura gaib masing-masing yang setiap orang belum tentu tahu. Dalang juga harus memilikicara bicara atau tutur kata yang baik agar karakter atau lakon dari tokoh pewayangan dalam penyampaian pesan kepada penonton dapat diterima dengan baik, sehingga nilai yang disampaikan bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. (c) nilai sosial dari seni pedalangan di sanggar, nilai sosial yang terdapat dalam seni tersebut melekat dengan fungsi kesenian itu sendiri bagi masyarakatnya. Seni pedalangandapat dikatakan memiliki nilai sosial apabila kesenian itu sendiri masih memiliki fungsi dan makna bagi masyarakat pendukungnya. (2) nilai kearifan lokal yang digali dari lakon wayang Wahyu Makhutarama (3) nilai kearifan lokal digali dari cerita yang dikembangkan diambil dari lakon Wahyu Makutharama. Wahyu Makutharama adalah lakon yang berisi nilai-nilai yang patut dipakai sebagai pedoman, lakon ini bisa dikembangkan oleh dalang yang disebut lakon carangan dinapur (4) nilai kearifan lokal digali dari suluk pedalanganSuluk atau nyayian yang dibawa dalang untuk membawa suasana lebih hidup. nilai kearifan lokal pada sulukan terdapat pada isi syair sulukan, karena sulukan terdapat tembang macapat yang menggunakan bahasa Jawa Kuno. Syair tersebut bisa dikembangkan oleh dalang dengan menggunkan Bahasa yang dipahami anak jaman sekarang sehingga tidak kesulitan untuk memahaminya. (5) nilai kearifan lokal digali dari teknik pagelaran adalah dari cara pagelaran yang ditampilkan dahulu dan sekarang terdapat perbedaan yang sangat mencolok. dahulu pertunjukan digelar sesuai pakem yang sesungguhnya agar pertunjukan wayang dapat sampai pada penonton namun sekarang dengan kemajuan jaman semuannya itu dirubah karena berbagai pertimbangan.Kedua, program kerja Sanggar Patria Loka dalam menjalankan peran pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui seni pedalangan:(1) melaksanakan pertemuan memudahkan para pengurus atau para anggota ketika ada masalah atau hal yang ingin dibicarakan maka setiap masukan, saran, evaluasi dapat dirapatkan bersama dan dapat dicarikan solusi permasalahannya. (2) melaksanakan latihan rutinkegiatan latihan seni pedalangan ada tiga tahap yaitu Kegiatan observasi dimana pelatih melihat kemampuan atau keahlian siswa karena pada dasarnya kemampuan anggota satu dengan anggota yang lain berbeda-beda, Sesudah di observasi maka setelah itu dilatih berdasarkan kemampuan yang dimiliki, latihan berupa latihan dasar terlebih dahulu untuk mengetahui kemampuan dan juga mempermudah meningkatkan kemampuan yang dimiliki, kegiatan pelatihan seni pedalangan mempelajari metode pedalangan yang dipakai pelatih, teknik pedalangan yang harus dikuasai peserta seni pedalangan serta materi seni pedalangan yang harus dipelajari peserta seni pedalangan, kemudian setelah itu masuk tahap evaluasi adalah tahap akhir dari pelatihan pedalangan, dimana pada tahap ini setiap anggota diberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan saran kepada anggota baik itu pelatih atau anggota yang lain.(3) mengikuti festival atau gelar budayauntuk melihat kemampuan dengan tujuan mengevaluasi siswa dan mengetahui kemampuan siswa sejauhmana pemahaman terhadap materi yang sudah di berikan oleh pelatih sanggar selama waktu satu tahun dan dengan adanya evaluasi pelatih juga lebih mengetahui perkembangan peserta didikdalam mengembangkan seni pedalangan.Ketiga, peran Sanggar Budaya Patria Loka dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal melalui seni pedalangan:(1) yaitu mewariskan seni pedalangan melalui upaya kegiatan pelatihan seni pedalangan maupun seni yang lain. (2) yaitu mengembangkan seni pedalangan melakukan upaya dengan cara mengadakan pementasan. Pementasan yang dilakukan Sanggar Budaya Patria Loka terbagi dalam 2 jenis yaitu: Pementasan di dalam sanggar dan Pementasan di luar sanggar. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka saran yang dapat diberikan peneliti lebih memaksimalkan perannya dalam melestarikan kesenian tradisonal serta lebih menanamkan lagi nilai kearifan lokal pada anggota Sanggar Budaya Patria Loka,agar meningkatkan latihan supaya dengan latihan yang rutin akan megoptimalkan kemampuan yang dimiliki sehingga menambah dan mengembangkan pengetahuan dan dapat bermanfaat untuk mewariskan ilmu yang dimiliki kepada generasi selanjutnya, serta bagi pemerintah dan masyarakat hendaknya mendukung dan ikut berpartisipasi dalam melestarikan kesenian yang merupakan aset bangsa yang sangat penting
Peran Kepemimpinan Kepala Desa Perempuan dalam Pembangunan Desa di Desa Banjarsari Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang
ABSTRAK Sari. Yuli Puspita 2017.Peran Kepemimpinan Kepala Desa Perempuan Dalam Pembangunan Desa Di Desa Banjarsari Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si. (II) Rusdianto Umar, S.H., M.Hum. Kata kunci: Peran Kepemimpinan, Kepala Desa Perempuan, Pembangunan DesaPeran kepemimpinan dalam organisasi merupakan hal yang sangat penting dalam kemajuan organisasi termasuk dalam desa. Peran kepala desa sebagai pemimpin dalam suatu desa akan sangat mempengaruhi keberhasilan pembangunan desa. Pembangunan desa merupakan tonggak dari pembangunan nasional. Keberhasilan pembangunan di desa akan sangat menunjang pembangunan nasional. Di era modern peran perempuan dalam ranah publik mulai nampak, salah satunnya adalah sebagai kepala desa.Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mendeskripsikan program pembangunan yang telah dilaksanakan oleh kepala desa perempuan; (2) Mendeskripsikan peran kepemimpinan kepala desa perempuan dalam pembagunan ; (3)Mendeskripsikan hambatan yang dialami oleh kepala desa perempuan dalam pembangunan desa; (4). Mendeskripsikan cara mengatasi hambatan yang dialamai kepala desa perempuan dalam pembangunan desa.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, display data/penyajian data, dan verifikasi data/penarikan kesimpulan.Program yang dilaksanakan oleh kepala desa perempuan adalah pembangunan fisik dan non fisik. Pembangunan fisik meliputi pembangunan sarana prasarana seperti pembangunan balai desa, perbaikan jalan, makadam jalan usaha tani, pavingasi, sanitasi, pembangunan taman posyandu. Sedangkan pembangunan non fisik meliputi peningkatan SDM perangkat desa melalui pelatihan, pembinaan kelompok tani, pembinaan PKK, pengajian muslimat, kegiatan karang taruna.Peran kepala desa perempuan dalam pembangunan desa sangat baik. Kepala desa perempuan sebagai pemimpin selalu mengarah, membimbing, memotivasi masyarakat untuk mengikuti kegiatan pembangunan seperti kerja bakti. Dalam menjalankan perannya kepala desa perempuan memiliki kelebihan dalam berkomunikasi sehingga mampu menciptakan suatu hubungan yang akrab dengan atasan dan dinas sehingga dapat mempengaruhi kebijakan terkait dengan pembangunan.Hambatan yang dialami oleh kepala desa perempuan adalah hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal terkait dengan peran kepala desa yang bukan hanya sebagai kepala desa tetapi juga sebagai guru SD, kepala sekolah PAUD, sehingga tidak sepenuhnya berada di kantor desa untuk melayani masyarakat.Sedangkan hambatan eksternal meliputi kurangnya pemahaman warga terhadap program yang ada di desa sehingga menimbulkan kecemburuan sosial, pencairan dana yang tidak pasti , sumber daya manusia, program pemerintah yang belum merataCara mengatasi hambatan yang dialami oleh kepala desa perempuan adalah memberi pelayanan kepada masyarakat 24 jam, tidak hanya dikantor tetapi juga dirumah, memberikan sosialaisasi terkait program pembanguan desa, mengadakan evaluasi terkait mengapa dana belum turun, terus mengajak masyarakat dalam mengikuti kegiatan yang dapat meningkatkan sumber daya manusia dan mengganti penerima kartu indonesia sehat yang sudah meninggal.Berdasarkan hasil penelitian diatas maka saran yang dapat diberikan peneliti adalah: (1) Bagi masyarakat, sedianya mengikuti program-program pembangunan di Desa Banjarsari dan kesempatan yang diberikan oleh pemerintah desa untuk dapat mengajukan usulan-usulan program pembangunan hendaknya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, (2) Bagi pihak pemerintah desa, perlunya sosialisasi kepada masyarakat terkait program-program pembangunan yang dilaksanakan di Desa Banjarsari sehingga masyarakat bisa mengetahui terkait dengan program-program pembangunan yang ada di desa yang dilakukan secara bertahap, sosialisai dapat dilakukan melalui RT RW sehingga dapat lebih efektif. Dengan demikian tidak terjadi kecemburuan sosial dalam masyarakat, (3) Bagi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraansebaiknya penelitian yang berkaitan dengan perempuan dan perannya di dalam pembangunan perlu terus dilakukan karena terdapat metode analisis yang berbeda-beda untuk mengetahui peran perempuan dalam pembangunanSari. YuliPuspita 2017. The Leadership Role of Female Village Chief in the Village Development in Banjarsari Village Ngajum District Malang Regency. Thesis. Department of Law and Citizenship, Study Program of Pancasila and Citizenship Education. Faculty of Social Science State University of Malang. Advisors: (I) Dra. ArbaiyahPrantiasih, M.Si. (II) Rusdianto Umar, S.H., M.Hum. Keywords: leadership role, female village chief, village developmentThe leadership role in an organization emerges as an essential role in improving organizations including village. The role of a village chief in a village highly influences the success of the village development. The development of village becomes the fondation of the national development which espouses the success of the national development. In modern era, female roles in public domains begin to appear and one of which is female roles as a village chief or leader.This study was aimed at: (1) describing the development program implemented by a female village chief; (2) describing the leadership role of a femalle village chief in the development;(3) describing the hindrances faced by the female village chief in developing the village; (4) describing the ways how to solve the hindrances faced by female village chief in developing the village.Descriptive qualitative approach was employed in this study. The techniques of the data collection were observation, interview, and documentation. In addition, the techniques used to analyze the data consisted of reducing data, displaying data, verifying data, and drawing a conclusion.The program that is implemented by the female village chief comprises physical and non-physical developments. Physical development involves the development of facilities such as developing village hall, repairing roads, macadam of farming, pavingization, sanitation, and developing Posyandu (community-based healthcare). Conversely, non-physical development entails the improvement of human resources for village administrators through training, farmers' group, PKK (empowerement of welfare of the family), muslimat recitation, and karang taruna (place of the youth) activities.The role of the female village chief in developing the villageis excellent. The female village chief always leads, guides, and motivates people to take part in the development activities including traditional communal work. In implementing her role, the female village chief has a strength namely being able to communicate well. As a result, she can generate a close relationship between the superiors and services so that it influences the policy related to the development.The hindrances faced by the female village chief involve internal and external hindrances. Internal hindrance concerns on the role of the village chief that not only serves as an elementary school teacher, but also as a PAUD (Early Childhood Education) teacher. Ultimately, she is not merely in charge of working in the offiice village to serve the community in the village. On the other hand, external hindrances are associared with the lack of understanding towards the program applied in the village that result in social envy, uncertain fund disbursement, human reources, and government program that is not fully spread.The ways to solve the hindrances faced by the female village chief are carried out by giving a community service (both in the office and houses) for 24 hours, undergoing a socialization related to the village development program, evaluating why the disbursement of funds are not fully distributed, and encouraging the community to participate in the activities that can increase human resources and replacing the receivers of Indonesian Health Card that have passed away. Based on the results of this study, there are some suggestions proposed bythe resesearcher, namely: (1) The society is suggested to take part in the development pograms in Banjarsari village including taking advantageof the opportunity given by the village government to convey ideas in the development programs, (2) It is suggested for the village government to give a socialization for the people in the village related to the development programs in Banjarsari village. As a result, they will attain an understanding regarding the development programs which will be implemented regularly in the village. The socialization can be effectively carried out by the neighborhood association and community unit. Ultimately, social envy in society can be avoided, (3) For the Department of Law and Citizenship, it is suggested to carry on the research which is associated with women and their roles in the development since there are several distinctive analysis methods which can be employed to find out the women's roles in the development
Penanaman Kedisiplinan dan Kejujuran kepada Peserta Didik di SMK Negeri 7 Malang
ABSTRAK Qur’an, Neril Mirna Rahmadhaniatul. 2017. Penanaman Kedisiplinan dan Kejujuran kepada Peserta Didik di SMK Negeri 7 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd, M.H, (II) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd., SH., M.Hum. Kata Kunci: Penanaman, Kedisiplinan dan Kejujuran, Peserta didikPemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional berupaya untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan konsep pendidikan yang membebaskan peserta didik artinya pendidikan tidak berbicara tentang akademik semata melainkan harus dapat membentuk karakter peserta didik yaitu dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter sangat penting diterapkan kepada peserta didik untuk melatih kedisiplinan dan kejujuran. Kedisiplinan adalah berperilaku mentaati tata tertib di segala aspek kehidupan, baik agama, budaya, pergaulan, dan sekolah. Kejujuran adalah mengakui, berkata atau memberikan sebuah informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran tidak menambah atau mengurangi suatu informasi. SMK Negeri 7 Malang adalah salah satu sekolah yang terletak di daerah pinggiran Kota Malang.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) bentuk-bentuk kegiatan dalam penanaman kedisiplinan dan kejujuran kepada peserta didik di SMK Negeri 7 Malang, (2) pihak yang terlibat dalam penanaman kedisiplinan dan kejujuran kepada peserta didik di SMK Negeri 7 Malang, (3) kendala yang dihadapi dalam penanaman kedisiplinan dan kejujuran kepada peserta didik di SMK Negeri 7 Malang, (4) upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala yang muncul dalam penanaman kedisiplinan dan kejujuran kepada peserta didik di SMK Negeri 7 Malang.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan dan membuat gambaran tentang bagaimana penanaman kedisiplinan dan kejujuran kepada peserta didik di SMK Negeri 7 Malang. Data yang sudah terkumpul hasil penelitian baik berupa kata-kata, gambar, wawancara atau dokumentasi akan disusun secara terstruktur dan objektif. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan secara terperinci dan sesuai dengan keadaan nyata.Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, Bentuk-bentuk kegiatan dalam penanaman kedisiplinan dan kejujuran kepada peserta didik di SMK Negeri 7 Malang: (1) Koordinasi dengan warga sekolah, (2) kegiatan MOPDB, (3) kegiatan ekstrakurikuler pramuka, (4) kegiatan pasukan kibar bendera, (5) kegiatan keagamaan, (6) kegiatan kewirausahaan, (7) kegiatan kantin kejujuran, (8) kegiatan belajar mengajar, (9) pemberlakuan buku tata tertib. Kedua, Pihak yang terlibat dalam penanaman kedisiplinan dan kejujuran kepada peserta didik di SMK Negeri 7 Malang: (1) seluruh warga SMK Negeri 7 Malang, (2) seluruh warga SMK Negeri 7 Malang. Ketiga, Kendala yang dihadapi dalam penanaman kedisiplinan dan kejujuran kepada peserta didik di SMK Negeri 7 Malang: (1) kurangnya sanksi sosial, (2) mental dan kesadaran diri peserta didik, (3) kesadaran diri peserta didik, (4) guru. Keempat, Upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala yang muncul dalam penanaman kedisiplinan kepada peserta didik di SMK Negeri 7 Malang: (1) pemberlakuan buku tata tertib, (2) koordinasi dengan warga sekolah, (3) kegiatan kedisiplinan sekolah, (4) ketegasan dan keteladanan, (5) pemasangan CCTV, (6) diri peserta didik, (7) Koordinasi dengan warga sekolah. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka saran yang dapat diberikan peneliti adalah Kepala sekolah SMK Negeri 7 Malang selama ini kurang bersosialisasi dengan peserta didik sehingga peserta didik tetap saja ada yang melanggar tata tertib sebaiknya beliau bersosialisasi dengan peserta didik sehingga dapat mengetahui alasan mengapa peserta didik berperilaku tidak disiplin ataupun tidak jujur supaya dapat mencegah terjadinya hal-hal negatif yang menyangkut SMK Negeri 7 Malang. Guru tata tertib SMK Negeri 7 Malang hendaknya memperbanyak kegiatan yang menunjukkan kedisiplinan dan kejujuran seperti dilakukan apel pagi dan siang setiap hari untuk mengetahui kehadiran peserta didik sehingga dapat mencegah peserta didik yang berniat melarikan diri ketika KBM berlangsung. Guru SMK Negeri 7 Malang hendaknya lebih tanggap ketika ada peserta didik yang gerak-geriknya mulai mencurigakan sehingga tidak ada lagi kasus peserta didik yang melompat pagar maupun bolos sekolah. Guru hendaknya selalu mengecek presensi setiap ganti jam pelajaran untuk mencegah peserta didik yang bolos ketika KBM berlangsung. Peserta didik SMK Negeri 7 Malang apabila berbuat tidak disiplin atau jujur maka ketika ditegur warga sekolah seharusnya peserta didik mengakui kesalahannya, sadar akan perilakunya kemudian meminta ma’af dan berjanji tidak akan mengulangi lagi bukan mengelak dan menuduh orang lain
analisis nilai nasionalisme dalam lagu umbul-umbul belambangan
ABSTRAK Arianta, Reno. 2016. Analisis Nilai Nasionalisme Lagu Umbul-Umbul Blambangan. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Program Studi S1 Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) (2) Kata kunci: nilai, umbul-umbul Blambangan, nasionalisme. Perkembangan zaman yang maju pesat terhadap lagu-lagu modern menjadi dampak penurunan jiwa nasionalisme di kalangan muda terhadap lagu tradisional daerah. Menurut ensiklopedi indonesia nasionalisme adalah sikap politik dan sosial dari sekelompok bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan dengan meletakkan kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsanya.Umbul-umbul Blambangan adalah lagu kebanggaan warga Banyuwangi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriftif. Bogdan dan Tailor (1975:5) mendefinisikan “metodologi kualitatif” sebagai proses penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Sejalan dengan definisi tersebut Kirk dan Miller dalam ( Moleong, 2002:3) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah teradisi dalam Pendidikan Kewarganegaraan yang bergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam kawasannya dan peristilahannya. Salah satu cara menerapkan nilai-nilai nasionalisme pada lagu umbul umbul blambangan adalah dengan memberikan apresiasi berupa sebuah kebanggaan dan juga pemahaman yang mendalam terhadap makna dari lagu tersebut. Melalui apresiasi ini akan terbentuk masyarakat yang lebih menghargai dan menghormati kesenian daerah , akan terbentuk masyarakat yang lebih mempunyai rasa memiliki terhadap kebudayaan dan kesenian dari daerah mereka sendiri. Dengan hal itu akan tersampekanlah pesan yang terkandung dalam bait lagu umbul-umbul blambangan ini. Nilai nasionalisme yang terkandung dalam lagu umbul umbul Blambagan adalah memberikan semangat kepada masyarakat untuk terus berkreasi dan berjuang dalam melakukan segala hal. Dalam implementasinya lagu umbul umbul blambangan memang belum sepenuhnya terealisasikan dalam masyarakat, tapi dengan optimisme tinggi kitaa harus tetap semngat membudayakan kesenian ini, agar bisa terus ada sampai anak cucu kita nanti
NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM TRADISI GREBEK SURO YANG DILAKSANAKAN MASYARAKAT DI DESA TAMANSARI KECAMATAN TEGALSARI KABUPATEN BANYUWANGI
ABSTRAK GrebekSuromerupakantradisi yang mengandungnilai-nilaireligius. Nilai religius merupakan nilai yang berasal dari keyakinan dan kepercayaan manusia terhadap sesuatu yang dipercaya membawa kebaikan. Nilai religimengacu pada tindakan manusia yang berkaitandenganTuhan Yang MahaEsa. Berkaitan dengan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai religi yang terkandung dalam tradisi grebek suro agar nilai nilai religi yang terkandung dalam tradisi tersebut bermanfaat bagi kehidupan kita.Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mengetahuisejarahtradisiGrebekSuro yang dilaksanakanmasyarakatDesaTamansariKecamatanTegalsariKabupatenBanyuwangi, (2)mendiskripsikanpelaksanaantradisiGrebekSuro yang dilaksanakanmasyarakatDesaTamansariKecamatanTegalsariKabupatenBanyuwangi , (3) mengetahui nilai-nilai religi yang terkandung dalam tradisi Grebek Suro yang dilaksanakan masyarakat Desa Tamansari Kecamatan Tegalsari Kabupaten BanyuwangiPenelitianinimenggunakanpendekatandeskriptifkualitatif. Teknikpengumpulan data yang digunakanadalahobservasi, wawancara, dandokumentasi. Sedangkanteknikanalisis data denganmenggunakanreduksi data, display data/penyajian data, danverifikasi data/penarikankesimpulan.Hasilpenelitianiniadalahsebagaiberikut. Pertama, sejarahtradisiGrebekSuro yang berawaldarikepercayaanmasyarakat di DesaTamansariKecamatanTegalsariKabupatenBanyuwangisebagaiwujudsyukurkepadaTuhan YME sertauntuktolakbala agar terhindardarisegalamarabahaya. Tradisigrebeksuromerupakantradisiuntukmenyambutdatangnyatahunbaru Islam atau orang Jawabiasamenyebutnyabulansatusuro. Tradisiinisudahadasejakdulu yang diwariskanolehnenekmoyangdanmasihdilestarikansampaisekarang.Kedua, pelaksanaangrebeksurosebagaiwujud rasa syukurmasyarakatterhadapsegalarezeki, kesejahteraan, dankeselamatan yang diberikanolehTuhan YME. Pelaksanaantradisidibagimenjaditiga, yaitu (1) arak-arak’angunungandarisemuajenispalawijadanbuah-buahanhasilbumimasyarakat di DesaTamansari, (2) festival bubursuro yang dilaksanakanmasyarakatDesaTamansaridenganmakanbubursurobersama. Bubursuro yang menjadicirikhasmasakan yang hanyaadapadabulanSuro, (3) Grebekgununganyaitusaatsemua orang berebutgununganbersama-samaKetiga, nilai-nilaireligi yang terkandungdalamtradisiGrebekSuro : (1) nilaikeimanansebagaiwujudpercayahanyakepada Allah SWT, saatmengadakanberdoabersamadalampelaksanaangrebeksuro, (2) nilaikeIslamandaritradisigrebeksuro, saat masyarakat Desa Tamansari berserah diri hanya kepada Allah SWT untuk mengharapkan kedamaian, kesejahteraan, dan keselamatan, (3) nilai keikhsanan dari tradisi grebek suro, saat arak-arak’an gunungan yang mengharapkan kebaikan datang kepada semua masyarakat Desa Tamansari , (4) Nilai ketaqwaan dari tradisi grebek suro sebagai wujud kepatuhan kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki, kesejahteraan, dan rasa aman, (5) nilai keikhlasan dari tradisi grebek suro acara rebutan gunungan yang menggambarkan masyarakat Desa Tamansari ikhlas membagikan hasil bumi yang mereka dapatkan kepada seluruh pengunjung semata-mata hanya untuk mendapatkan barokah serta ridha dari Allah SWT,(5) niali tawakkal dari tradisi grebek suro masyarakatDesaTamansariberharapkepada Allah SWT untukmelindungidesanyadarisegalabentukmusibahsepertibencanaalammaupungagalpanen, (6) nilaikesabarandaritardisigrebeksuro, karenasemuamasyarakatbersabardantabahdarisegalacobaan yang menimpanya, (7) nilaisyukurdaritradisiGrebekSurodadakanyakegiataninisebagaiwujud rasa syukurkepada Allah SWT, (8) nilaiketaqwaandariGrebekSurosebagai wujud kepatuhan kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki, kesejahteraan, dan rasa aman Berdasarkanhasilpenelitiandiatasmaka saran yang dapatdiberikanpenelitiyaituUntukpemerintahdesaharusmendukungkegiatanini agar dapatdijadikan program bagipemerintahdesasetiaptahunnya.UntukpanitiaGrebekSuroseharusnyatradisiinidilaksanakandaritahunketahunkarenadapatmenjadiwadahuntukmengembangkantradisi yang sudahada di dalamsuatumasyarakat agar kekayaanbudayatetapterjagadanmembangkitkan rasa nasionalismedenganmelestarikanbudayanasional yang berupawarisandarinenekmoyangbangsa Indonesia.UntukmasyarakatDesaTamansarisemuaharusikutmendukungsetiapkegiatan yang membawapositifdesanyakarenadenganadanyatradisigrebeksuroini, diharapkanmasyarakatbisamenjagasertamelestarikannilai-nilaireligi yang adadalamgrebeksuro agar apa yang menjaditujuanbersamatercapaisesuaidengan yang diinginkandanbudaya yang sudahadasejakdulutetapberkembangdengantidakmenguranginilai-nilai yang terkandungdidalamnya