SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
436 research outputs found
Sort by
Peran Dinas Perikanan dalam Konservasi dan Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo
ABSTRAK Fitasari, Desi. 2017. Peran Dinas Perikanan dalam Konservasi dan Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo, Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Suko Wiyono, SH., MH. (II) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., MH. Kata kunci: Dinas Perikanan, konservasi, rehabilitasi, terumbu karang, Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo Pulau Gili Ketapang telah menjadi salah satu objek wisata bahari Kabupaten Probolinggo sejak pertengahan 2017. Masyarakat Gili Ketapang, kini mulai memiliki kesadaran akan lingkungan. Meskipun demikian, kerusakan terumbu karang masih dapat terjadi karena jangkar nelayan dan pola perilaku yang berbeda dari wisatawan yang berkunjung. Oleh sebab itu, pentinglah untuk tetap menjaga dan melindungi kelestarian terumbu karang agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi generasi saat ini dan akan datang. Pelaksanaan konservasi dan rehabilitasi memerlukan tanggung jawab serta kerjasama antara pihak-pihak terkait. Salah satu pihak yang terkait dalam hal tersebut adalah Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah peran Dinas Perikanan dalam Konservasi dan Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo, (2) apakah faktor penghambat peran Dinas Perikanan dalam konservasi dan rehabilitasi terumbu karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo, (3) bagaimanakah upaya Dinas Perikanan dalam mengatasi faktor penghambat konservasi dan rehabilitasi terumbu karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan tiga hal, yaitu: (1) mengetahui peran Dinas Perikanan dalam Konservasi dan Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo, (2) mengetahui faktor penghambat peran Dinas Perikanan dalam konservasi dan rehabilitasi terumbu karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo, (3) mengetahui upaya Dinas Perikanan dalam mengatasi faktor penghambat kegiatan konservasi dan rehabilitasi terumbu karang di Pulau Gili Ketapang Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data pada penelitian ini adalah manusia, meliputi Kepala Seksi Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Kepala Desa Pulau Gili Ketapang, dan Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Gili Bahari. Selain itu, bersumber dari dokumen dan peristiwa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data sampai kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil analisis dalam penelitian ini menghasilkan tiga simpulan. Pertama, Peran Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo dalam konservasi dan rehabilitasi terumbu karang adalah pengawasan terhadap kawasan konservasi dan rehabilitasi terumbu karang yang diwujudkan melalui monitoring, evaluasi, sosialisasi dan pembinaan. Kedua, faktor penghambat dalam pelaksanaan peran Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo adalah faktor eksternal berupa sampah kiriman yang terus berdatangan ketika musim penghujan tiba. Ketiga, upaya yang dilakukan oleh Dinas Perikanan untuk mengatasi faktor penghambat tersebut adalah dengan menyampaikan informasi kepada pemerintah daerah sumber datangnya sampah agar turut membantu menghentikan masuknya sampah berlebihan ke perairan laut. Saran peneliti kepada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo dalam melaksanakan sosialisasi dan pembinaan tentang pentingnya terumbu karang bagi kehidupan manusia dan sumber daya perikanan di laut agar ditingkatkan frekuensinya, sehingga pemanfaatan sumberdaya alam yang ada di laut dapat dimanfaatkan secara terpadu dan berkelanjutan. Bagi masyarakat diharapkan tidak membuang sampah ke sungai ataupun laut agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan laut.
Gaya Hidup Remaja Dalam Mengimitasi Budaya Korea Melalui Serial Drama Korea Bagi Siswa SMAN 1 Turen Kabupaten Malang
ABSTRAK Lusiana, Indah. 2017. Gaya Hidup Remaja Dalam Mengimitasi Budaya Korea Melalui Serial Drama Bagi Siswa SMAN 1 Turen Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Didik Sukriono, SH, M.Hum, (II) Dr. Nuruddin Hady, SH, M.H Kata Kunci: gaya hidup, budaya, perilaku mengimitasi Gaya hidup ditunjukkan oleh perilaku tertentu sekelompok orang atau masyarakat yang menganut nilai-nilai dan tata hidup yang hamper sama. Masuknya budaya Korea mempengaruhi siswa untuk mengimitasi budaya tersebut, dengan kemudahan teknologi saat ini memudahkan siswa untuk mencari tahu perkembangan budaya Korea. seperti yang ada dikalangan siswa saat ini apabila ada gaya hidup masa kini yang dianggap menarik mulai dari fashion, bicara, sampai dengan tingkah laku maka itu semua akan ditiru sedikit demi sedikit. Budaya korea sedikit banyak mempengaruhi psikologis siswa karena pada usia remaja istilahnya mereka masih mencari jati diri perlu adanya pengarahan dari orang tua dan orang disampingnya supaya anak ada batasan terhadap budaya yang mereka tiru, ada semacam label atau semacam idola. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui gaya hidup siswa SMA Negeri 1 Turen dalam mengimitasi budaya Korea Melalui serial drama, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi remaja mengimitasi budaya Korea, (3) mengetahui dampak mengimitasi budaya Korea bagi Siswa SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Alasan penulis menggunakan penelitian studi kasus, karena studi kasus digunakan untuk menggambarkan penelitian terhadap suatu kasus, proses, peristiwa atau kegiatan yang subjeknya merupakan satu kesatuan. Lokasi penelitian adalah di SMA Negeri 1 Turen, pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Nama dari sumber data tersebut yaitu pak Ibnu, Pak niman, bu Rindang, bu Diana, Yora, Dyah, Meylinda, Hanna, Atta, Adji, lailatul, Mirna, Gilda, dan Vina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) gaya hidup remaja dalam mengimitasi budaya Korea salah satunya berasal dari drama yang sering mereka lihat, Siswa SMA Negeri 1 Turen termasuk siswa yang mengimitasi budaya Korea, gaya hidup artis idola yang sering kali dianggap trend masa kini dan patut untuk ditiru, terutama pada siswa perempuan. Fashion mereka yang up to date selalu mengikuti perkembangan zaman menjadikan siswa selalu ingin mengikuti gaya fashion mereka. 2) gaya hidup siswa yang mengimitasi budaya Korea dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu 1(1) media sosial, (2) lingkungan dan teman, (3) keluarga, (4) kepribadian. 3) gaya hidup mengimitasi budaya Korea memberikan dampak bagi siswa. Menurut informan dengan mengimitasi budaya Korea menimbulkan perilaku konsumtif karena secara tidak sadar siswa mempunyai keinginan membeli barang yang sesuai dengan idolanya dan mendukung penampilannya, selain dengan membeli barang siswa biasanya voting artis idola agar menang di suatu penghargaan dengan membeli paket internet. Selain dampak perilaku konsumtif, siswa mengenal budaya Korea tetapi dengan masuknya budaya Korea tidak menjadikan siswa lebih mengenal budaya tersebut. siswa lebih memili budaya Indonesia karena setiap negara mempunyai kebudayaan yang memiliki keunikan masing-masing. Perlu dikenalkan budaya Indonesia lebih lanjut karena kita tinggal di Indonesia tidak semua budaya dari luar yang masuk itu baik. Berdasarkan temuan penelitian diatas, saran yang diajukan adalah sebagai berikut, Kepada siswa SMA Negeri 1 Turen lebih selektif terhadap budaya yang masuk dilinkungan sekitar, memfilter terlebih dahulu budaya tersebut sebelum diimitasi karena tidak semua budaya yang masuk itu baik dan cocok diaplikasikan sebagai gaya hidup bagi siswa. Sebagai seorang siswa tentunya harus bisa mengendalikan diri menggunakan uang, agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang mengakibatkan siswa memiliki gaya hidup konsumtif dengan membeli barang-barang yang berhubungan dengan Korea. Memperbanyak wawasan terhadap budaya Indonesia. Kepada Masyarakat khususnya bagi para orang tua yang mempunyai anak yang suka mengimitasi budaya Korea harus memberi pengawasan dengan mengingatkan supaya tidak terlalu masuk ke budaya Korea, walau bagaimanapun budaya luar tidak akan cocok seratus jika diterapkan di Indonesia. ABSTRACT Lusiana, Indah. 2017. Youth Lifestyle In Imitating Korean Culture Through Drama Series For Students of SMAN 1 Turen Malang Regency. Thesis. Departement In Law Citizenship, Faculity Of Sosial Science, State University Of Malang, Supervisor Lecturer: (I) Dr. Didik Sukriono, SH, M.Hum, (II) Dr. Nuruddin Hady, SH, M.H Keywords: lifestyle, culture, behavior of imitating Lifestyle is showed by specific behavior of a group of people or society that follow values and life system that is almost the same. The influx of Korean culture influenced students to imitate that culture, with the advancement of today’s technology make students easy to find out about the development of Korean culture, such as when there is a current lifestyle that is considered interesting starts from fashion, language, until behavior, then it will be imitated a little by little by the students. Korean culture is a bit much influences psychological of students because in their age they are still looking for their personality. Direction from parents and the person next to him/her is indispensable so that children know that there are limits in imitating foreign cultures, there is such as label or idol. The purpose of this research is (1) know lifestyle of the students of SMA Negeri 1 Turen in imitating Korean culture through drama series, (2) know factors that influence teenagers to imitate Korean culture, (3) know impact of imitating Korean culture for students of SMA Negeri 1 Turen district of Malang This research uses qualitative descriptive approach and this type of research is case study. The reason of author uses case study research, because case study is used to describe the study of case, event, or activity that the subject is a unity. The location of the research is SMA Negeri 1 Turen, data colection using observation method, interview, and documentation. The name of the data sources are Mr. Ibnu, Mr. Niman, Mrs Rindang, Mrs Diana, Yora, Dyah, Meylinda, Hanna, Atta, Adji, Lailatul, Mirna, Gilda, and Vina. This research shows that (1) teenager lifestyle in imitating Korean culture comes from the drama that they often watch, students of SMA Negeri 1 Turen include students who imitate Korean culture, lifestyle of idol artist is often considered as current trend and deserves to be imitated, especially for female students. Fashion of their idol artist that is up to date, always keep up with the times make students always want to follow their fashion style; (2) lifestyle of students that imitating Korean culture is influenced by several factors, ie (a) social media, (b) environment and friends, (c) family, (d) personality; (3) lifestyle of imitate Korean culture gives impact for students. According to informant, by imitating Korean culture causes consumptive behavior because unconsciously students have a desire to buy goods in accordance with his/her idol and to support his/her look. Beside buy goods, students usually do voting for their idol artist to win an award by purchasing internet packages. In addition to the impact of consumptive behavior, students recognize Korean culture but with the inclusion of Korean culture does not make students more familiar with that culture. Students prefer the culture of Indonesia because every country has culture with its each uniqueness. Culture of Indonesia needs to be introduced further because we live in Indonesia, not all cultures from the outside that enter to Indonesia are good. Based on the findings of the above research, there are suggestions as follow, students of SMA Negeri 1 Turen should be more selective towards the culture that enter to surrounding environment, first filter the culture before being imitated because not all cultures are good and suitable to be applied as lifestyle for students. As students should be able to controll themselves in using money, so that students are not affected by things that cause students have consumptive lifestyle with buy goods that related to Korean, and expand insight about Indonesian culture. For society especially parents who have children who like to imitate Korean culture should give supervision by remind their children in order that they are not too imitating Korean culture, because the outside culture will never suitable one hundred percent if applied in Indonesia.
KEDAULATAN RAKYAT DALAM PERSPEKTIF DEMOKRASI PANCASILA
ABSTRAK Kata Kunci: Kedaulatan, Kedaulatan rakyat, Demokrasi, Demokrasi Pancasila. Kedaulatan diartikan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi untuk menentukan hukum dalam suatu negara. kedaulatan rakyat diartikan bahwa pemegang kekuasaan tertinggi dalam suatu negara adalah rakyat. Kedaulatan rakyat merupakan konsep dari demokrasi, yang diartikan pemerintahan oleh, dari, dan untuk rakyat. Konsep demokrasi yang diwujudkan dengan negara berkedaulatan rakyat dalam tataran praktiknya akan berbeda disetiap negara karena bergantung pada sosio-budaya bangsa masing-masing negara. Ideologi Pancasila sebagai suatu sistem nilai yang diyakini atau merupakan ideologi negara Indonesia, maka Pancasila akan memberikan pengaruh pada praktik demokrasi di Indonesia
MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POP-UP
ABSTRAK Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, terdapat dua hal yang teramat penting yaitu metode mengajar yang digunakan serta dukungan dari media yang digunakan. Kedua aspek tersebut saling terkait satu sama lain. Pemilihan metode pembelajaran sangat mempengaruhi media pembelajaran yang digunakan.Hal tersebut berarti bahwa pemilihan media pembelajaran harus didasarkan pada metode pembelajaran yang digunakan. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.kesemuanya tersebut merupakan manfa’at media pembelajaran, untuk lebih jelasnya dalam makalah ini kami akan membahas fungsi dan manfa’at media pembelajaran
Triple Helix Model Etatistik dalam Pelestarian Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri
RINGKASAN Maulina, Dyah Ayu. 2018. Triple Helix Model Etatistik dalam Pelestarian Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd., M.Si., (II) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si. Kata Kunci: Triple Helix, Pelestarian, Tenun Ikat Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat dunia yang tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi sendiri membawa tantangan sekaligus peluang bagi semua bangsa, begitu halnya dengan bangsa Indonesia. Indonesia merupakan negeri yang tidak hanya melimpah kekayaan alamnya, namun juga kaya akan keberagaman etnis, bahasa, tradisi, adat istiadat dan kebudayaan. Salah satu produk budaya lokal Indonesia adalah kain tenun ikat.Tenun ikat masih dibuat secara tradisional menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Eksistensi tenun ikat ditengah arus modernisasi membuat kain tenun ikat semakin tenggelam. Oleh karena itu, perlu upaya dari berbagai aktor untuk pelestarian tenun ikat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri, (2) mendeskripsikan peran triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri, (3) mendeskripsikan kendala triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri, (4) mendeskripsikan solusi dari kendala triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan jenis penelitian deskriptif.Penelitian dilakukan di sentra tenun ikat Bandar Kidul di Jalan K.H. Agus Salim, Kelurahan Bandar Kidul, Kota Kediri. Pengumpulan data dilakukandengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan perpanjangan pengamatan dan triangulasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh empat temuanpenelitian: (1) proses pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri meliputiproses produksi, diversifikasi produk, dan proses pendistribusian, dan upaya pengrajin dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri; (2) peran triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul. Aktor triple helix yaitu Pemerintah Kota Kediri, swasta, dan akademisi.Adapun peran Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan perwakilan Bank Indonesia Kediri dalam pelestarian tenun ikat BandarKidul Kota Kediri yaitu mewajibkan karyawan pada instansi pemerintah dan swasta di Kota Kediri menggunakan pakaian berbahan dasar tenun ikat Bandar Kidul pada setiap hari Kamis, pencanangan kampung industri tenun ikat Bandar Kidul, pembentukan Forum Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Keuangan Inklusif (FPUKI2K), pendanaan atau penyertaan modal, pelatihan, pameran, kemudahan legalitas usaha, penguatan keorganisasian UMKM, peningkatan produksi, pendampingan teknis, dan studi banding. Adapun peran swasta yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk adalahpenyedia internet, pelatihan internet. Adapun peran akademisi yaitu Universitas Nusantara PGRI Kota Kediri yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian pada masyarakat; (3) kendala triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri adalah Sumber Daya Manusia (SDM), pendaftaran hak cipta; (4) solusi dalam mengatasi kendala triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul yaitu mencetak generasi muda yang peduli dengan budaya lokal daerah setempat, bangga memakai produk dalam negeri, sosialisasi pentingnya mendaftarkan hak cipta. Berdasarkan temuan penelitian, peneliti memberikan saran agarmemperluas jaringan pemasaran dan menambah event promosi tenun ikat Bandar Kidul dengan disertai pemanfaatan jaringan internet dengan tepat.Pemerintah Kota Kediri perlu menggandeng pihak akademisi dalam membuat kebijakan, karena pihak akademisi dapat memberikan saran dan masukan dalam kebijakan yang akan dicanangkan oleh Pemerintah Kota Kediri.Untuk para pengrajin dan pemilik home industry yang usahanya berkembang dengan baik, hendaknya tetap mempertahakan dan lebih mengembangkan terobosan serta inovasi untuk mendapatkan respon positif dari masyarakat.Para pemilik home industry lebih menyadari akan pentingnya mendaftarkan hak cipta, agar tidak diplagiasi oleh pihak lain.Pemerintah dan pihak swasta perlu mendorong penyelenggaraan pendidikan kreatif dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Selain itu juga menumbuhkembangkan minat dan kecintaan generasi muda terhadap kerajinan tenun ikat Bandar Kidul agar sentra tenun ikat Bandar Kidul tidak mengalami gulung tikar.Peran pemerintah dalam melestarikan tenun ikat Bandar Kidul sudah baik sesuai dengan tugas dan kewenangan kelembagaannya. Namun perlu terobosan baru dalam upaya melestarikan tenun ikat Bandar Kidul agar program-program yang sudah terlaksana dapat berbeda dari tahun sebelumnya.
SOLIDARITAS SOSIAL ANGGOTA KOMUNITAS MOTOR KAWASAKI NINJA 15O BLITAR “SERIKAT NINJA INDEPENDENT”
ABSTRAK Dunia otomotif di negara Indonesia semakin berkembang dan bertambah maju seiring dengan berkembangnya zaman, hal ini dapat terlihat dari banyaknya komunitas-komunitas yang ada, contohnya dalam bidang otomotif, komunitas motor. Komunitas motor semakin banyak bermunculan dan berkembang di kota-kota besar maupun kota kecil. Di daerah Blitar terdapat banyak komunitas motor, salah satunya adalah komunitas motor kawasaki ninja 150 Blitar (BNC 150). Komunitas ini terdiri dari pemilik motor ninja 150 cc dan 250 cc yang ada di daerah kota Blitar maupun kabupaten Blitar. Dalam sebuah kelompok masyarakat rasa solidaritas sosial antar anggota itu sangat penting sekali karena dengan solidaritas sosial yang tinggi maka anggota di dalam kelompok tersebut secara tidak langsung memiliki hubungan yang sangat erat sekali seperti hubungan kekeluargaan.Solidaritas dalam komunitas ini meliputi solidaritas mekanis, solidaritas organik, solidaritas internal dan solidaritas eksternal. Kata kunci: Komunitas, Solidaritas, Solidaritas Sosial
Nilai Persatuan Indonesia yang terkandung dalam Upacara Nadran di Desa Astana Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon
ABSTRAK Upacara Nadran ialah suatu kegiatan yang digunakan sebagai alat oleh para nelayan untuk mensyukuri nikmat dan karunia-Nya pada hasil tangkapan tahun ini dan berharap tahun depan bisa lebih baik. Upacara Nadran memiliki tujuan yang sangat baik yaitu melestarikan budaya dan adat istiadat sebagai aset budaya khususnya Kabupaten Cirebon yang dikembangkan untuk dapat menjadi daya tarik pariwisata. Upacara Nadran memberikan banyak manfaat khususnya bagi masyarakat Desa Astana dan umumnya bagi masyarkat Cirebon salah satunya adalah menanamkan nilai persatuan Indonesia. Upacara Nadran dapat dikatakan sebagai kegiatan pembelajaran dalam masyarakat. Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses pelaksanaan Upacara Nadran di Desa Astana Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, mendeskripsikan nilai persatuan Indonesia yang terkandung dalam Upacara Nadran di Desa Astana Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon. Penelitian Ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan observer dalam mengumpulkan data-data dilapangan yaitu di Desa Astana Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon. Prosedur pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Nama dari sumber data tersebut yaitu Bapak Maulud Makhfudi, Bapak Zaenal Abidin, dan Bapak Nasirudin. Hasil penelitian yang diperoleh adalah1) pelaksanaan Upacara Nadran yang diadakan setahun sekali pada bulan syuro ketika air laut sedang pasang. Upacara Nadran sudah ada sejak zaman Sunan Gunung Jati dan masih bertahan hingga sekarang. Makna Upacara Nadran di Desa Astana adalah sebagai ungkapan rasa syukur terhadap nikmat dan karunia-Nya selama satu tahun dengan harapan ada perbaikan pada tahun yang akan datang, adapun proses-proses kegiatan dalam Upacara Nadran di Desa Astana yaitu pembacaan doa bersama yang dilakukan di pesambangan makam Sunan Gunung Jati, berdoa bersama di pancer jati dengan mengunakan perahu nelayan, ider-ideran atau karnaval sebagai visualisasi dari hasil karya nelayan serta masyarakat sekitar, pagelan seni tradisional Cirebon sebagai hiburan. 2) Nilai persatuan Indonesia yang terkandung dalam Upacara Nadran di Desa Astana, yaitu: menyatukan semua lapisan masyarakat yang berasal dari berbagai ki gede atau lurah baik yang ada di Desa Astana danKecamatan Gunung Jati juga yang berada di luar Kecamatan Gunung Jati, menyatukan semua lapisan masyarakat yang berasal dari berbagai ki gede atau lurah baik yang ada di Desa Astana dan Kecamatan Gunung Jati juga yang berada di luar Kecamatan Gunung Jati, proses pengambilan keputusan untuk menentukan waktu pelaksanaan Upacara Nadran dengan jalan musyawarah untuk mencapai mufakat, unsur kerohanian yang kental terlihat saat pembacaan doa bersamaa dan saat pembacaan doa sedekah laut, pada prosesi ider-ideran serta pawai perahu terdapat unsur solidaritas dan kebersamaan yang kuat antara masyarkat dengan sultan dan para juru kunci, tradisi Upacara Nadran dijadikan sebagai kebudayaan lokal dari Cirebon yang harus dijaga dan dilestarikan sebagai bentuk rasa cinta tanah air dan juga rasa nasionalisme. Saran yang diberikan berdasarkan penelitian diatas ialah Pemerintah desa dan Kabupaten Cirebon untuk tetap meletarikan Upacara Nadran yang merupakan kearifan lokal masyarakat Desa Astana dari zaman dahulu hingga sekarang yang harus dijaga dan dilestarikan kalau perlu ditingkatkan setiap tahunnya. Juru kunci makam Sunan Gunung Jati, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat untuk selalu membimbing masyarakat khususnya masyarakat yang telah mengikuti serangakaian Upacara Nadran untuk memperkenalkan tradisi, kesenian, dan budaya leluhur warga masyarakat khususnya Desa Astana umumnya masyarakat Kabupaten Cirebon untuk selalu melestarikan dan menjaga tradisi leluhur. Bagi para pembaca hendaklah apa yang telah dibahas penulis dijadikan sutau pengetahuan tentang persatuan Indonesia dalam kebudayaan daerah yang perlu dilestarikan. Pengetahuan tentang nilai persatuan Indonesia yang diperoleh hendaklah dijadikan tolak ukur dalam menyikapi berbagai budaya yang datang sebagai bentuk kearifan lokal dalam bertindak
PRESEPSI SISWA SD TERHADAP PROSES PEMEBELAJARAN PKN
ABSTRAK Presepsi siswa terhadap mata pembelajaran PKn dalam kehidupan realita sekarang disebabkan beberapa kendala antara lain : (1) guru mata pelajaran PKn masih mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk terlibat langsung dalam proses penggalian dan penelaahan bahan pelajaran, (2) sebagian siswa memandang mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sebgai mata pelajaran yang besifat konseptual dan teoritis, (3) parktik kehidupan di masyarakat baik dalam bidang politik, ekonomi, social budaya, hukumn, agama seringkali berbeda dengan wacana yang dikembangkan dalam proses pembelajaran dikelas. Pembelajaran PKn sering dikatakan belum mampu merangsang siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Hal ini memberikan dampak siswa merasa kesulitan dalam pelajaran dikarenakan metode pembelajaranyang dipilih dan digunakan dirasakan kurang tepat
Implementasi Pendidikan Ketarunaan Dalam Meningkatkan Disiplin Pelajar di SMK Negeri 2 Turen Kabupaten Malang
Pendidikan merupakan cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang sesuai dengan Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 alinea ke-4 yaitu ikut serta dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Perkembangan jaman saat ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan negara lain yang telah maju. Pada era seperti ini dimana perkembangan dan kemajuan teknologi sangat cepat dan tak terbendung diperlukan suatu upaya dalam menanamkan sikap disiplin dalam kalangan pelajar, sehingga akan terbentuk masyarakat yang tertib dan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku. Kebiasaan siswa dalam melanggar aturan sekolah seperti membolos, datang terlambat, seragam tidak rapi, seragam tidak sesuai, kabur pada saat jam pelajaran, tidak mengikuti kegiatan ekstra sekolah dan lain sebagainya juga merupakan dampak dari kurangnya penanaman kedisiplinan pada siswa. Dengan maraknya pelanggaran-pelanggaran dan kenakalan remaja saat ini jelas menimbulkan suatu perubahan dalam pola mendidik di sekolah, salah satu alternatif dalam pola pembinaan siswa adalah penerapan pendidikan ketarunaan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejarah pendidikan ketarunaan, kurikulum/program pendidikan ketarunaan, pelaksanaaan dan hambatan serta solusi dalam pendidikan ketarunaan di SMK Negeri 2 Turen. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif, dengan teknik deskriptif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan dengan kegiatan triangulasi sumber dan teknik, kegiatan penelitian ini dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh 5 (lima) temuan penelitian. Pertama,sejarah pendidikan di SMK Negeri 2 Turen dilatarbelakangi oleh dua jurusan yang berdiri sejak awal dalam mempelopori berdirinya sekolah yaitu Nautika Kapal Penangkap Ikan dan Budidaya Air Tawar. Dua jurusan yang sejak awal merupakan cikal bakal berdirinya SMK Negeri 2 Turen dalam proses pelaksanaannya di sekolah harus dilaksanakan dengan pendidikan ketarunaan, sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Selain itu, perkembangan jaman dan arus globalisasi yang semakin meningkat juga membawa dampak negatif cukup banyak utamanya dalam kehidupan remaja, maraknya kenakalan remaja seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, tindakan indisipliner, dll. hal tersebut memunculkan keprihatinan dari para pendidik sehingga hal ini dijadikan dasar dalam pelaksanaan pendidikan ketarunaan, dengan tujuan terbentuknya taruna yang memiliki sikap disiplin yang tinggi dan berkarakter. Kedua, program/kegiatan pendidikan ketarunaan secara umum dibagi menjadi 3 macam yaitu Pembinaan Fisik, Pembinaan Mental dan Pembinaan Psikologis. Pembinaan fisik dilakukan untuk membentuk fisik taruna yang kuat dan sehat sehingga diharapkan mampu mengikuti semua kegiatan ketarunaan, pembinaan mental dimaksudkan agar taruna memiliki mental yang baik dalam kehidupan sehari-hari hal ini dilaksanakan untuk menyiapkan taruna dalam menghadapi dunia kerja yang persaingannya sangat ketat, dan pembinaan psikologis dilakukan agara taruna merasa terbimbing dengan adanya pembinaan psikologis dikarenakan seorang taruna akan tahu kemampuan dan potensi dirinya. Ketiga, Pelaksanaan pendidikan ketarunaan dilaksanakan oleh taruna sendiri dengan pembinaan dan pengawasan pembina taruna. Pembinaan pendidikan ketarunaan bertujuan agar pelaksanan pendidikan ketarunaan berjalan sesuai dengan semestinya dan mencapai tujuan yang telah direncanakan. Pelaksanaan pendidikan ketarunaan dalam meningkatkan disiplin pelajar di SMK Negeri 2 Turen dilaksanakan dengan pembiasaan-pembiasaan taruna dalam menerapkan semua peraturan yang telah ditetapkan. Keempat, Hambatan dari guru adalah kurangnya perhatian terhadap taruna dalam pelaksanaan pendidikan ketarunaan, sebagian guru kurang memahami tujuan pendidikan ketarunaan, dan salah pemahaman terhadap kegiatan yang dilakukan dalam pemdidikan ketarunaan. Sedangkan hambatan yang berasal dari taruna sendiri adalah kurangnya kesadaran dari para taruna dala menjalankan pendidikan ketarunaan, fisik taruna yang belum siap dalam menjalanankan pendidikan ketarunaan. Kelima,Solusi yang dalam mengatasi hambatan pelaksanaan pendidikan ketarunaan yang terjadi adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut: mengirimkan/mengikutsertakan guru dalam kegiatan/program pemantapan pendidikan ketarunaan di instasi militer, sekolah selalu mengevaluasi setiap pelaksanaan pendidikan ketarunaan. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) Kepala Sekolah, sebaiknya dilaksanakan evaluasi dan peningkatan kegiatan ketarunaan dan perlu dikeluarkannya peraturan yang jelas dalam pendidikan ketarunaan (2) Bagi Guru seyogyanyamulai memberi keteladanan dan kepatuhan dalam pendidikan ketarunaan serta pendampingan sehingga taruna akan lebih bersemangat dalam kegiatan ketarunaan(3) Taruna/siswa, sebaiknya taruna harus mengikuti semua rangkaian kegiatan ketarunaan dengan baik, menaati segala aturan, dan setiap taruna harus mampu menampilkan pribadi-pribadi yang positif dan dapat menjadi teladan bagi semua. (4) Bagi pemerintah/Dinas Pendidikan ,sebaiknya pemerintah merekomendasikan pendidikan ketarunaan ini kepada sekolah-sekolah yang lain agar terbentuk siswa yang memiliki disiplin tinggi. Kata Kunci: Pendidikan, Ketarunaan, Disipli
PELESTARIAN KEBERSAMAAN PADA RUMAH ADAT MBARU GENDANG DI DESA MELER KECAMATAN RUTENG KABUPATEN MANGGARAI
ABSTRAK Nadu Kaud, Yohanes Isakus 2018.Pelestarian Kebersamaan pada Rumah Adat Mbaru Gendang di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Uneversitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Margono, M,pd, M.SI (2) Dr. Edy Suhartono, SH., M.Pd Kata Kunci: Pelestarian, Kebersamaan, Rumah adat, Mbaru Gendang Mbaru Gendang adalah rumah adat orang Manggarai yang berbentuk kerucut, mbaru gendang biasa disebut juga mbaru tembong dan juga mbaru niang. Mbaru diartikan sebagai rumah sedangkan gendang merupakan sebuah alat musik tradisional Manggarai, maka rumah adat itu tempat disimpannya gendang dimana sebagai simbol hak ulayat atas lingko-lingko yang dikuasainya. Sehingga demikian rumah adat ini menjadi suatu simbol kekuasaan yang ada dalam suatu wilayah. Mbaru Gendang merupakan pusat dan sentral pelestarian budaya. Ia merupakan tempat dimana segala proses pelaksanaan budaya dijalankan. Pada mbaru Gendang proses caca mbolot (peneyelesaian masalah) dilaksanakan, upacara penti (syukur panen) dijalankan dan juga keberlangsungan segala upacara adat lainnya. Di dalam Mbaru gendang segala proses kebudayaan berlangsung dan perlengkapan adat disimpan. Peran Mbaru Gendang demikian menjadi benteng sekaligus gerbang akhir dalam menjaga kelestarian budaya Manggarai. Penelitian ini dilaksankan dengan tujuan untuk mengetahui (1) bentuk kebersamaan pada rumah adat Mbaru Gendang di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai; (2) upaya pelestarian sifat kebersamaan pada rumah adat mbaru gendang di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai; (3) kesulitan yang dihadapi dalam pelestarian sifat kebersamaan di desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai; (4) upaya dan jalan keluar menghadapi kesulitan dalam dalam pelestarian sifat kebersamaan di desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai. Untuk mencapai tujuan penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kulitatif yang bersifat deskriptip dalam mencari data dari informasi yang terdiri dari tokoh masyarakat Manggarai pengumpulan data tersebut dilakukan denga 3 (tiga) metode yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan cara reduksi, dan display dan konklusi. Hasil penelitian ini menunjukan (1) bentuk kebersamaan pada rumah adat Mbaru Gendang di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai, yakni antara lain: a) musyawarah mufakat, musyawarah mufakat sebagai bentuk dari suatu kebersamaan pada rumah adat Mbaru Gendang yang ada di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai, karena di dalam rumah adat Mbaru Gendang tersebut masyarakat adat di Desa Meler sering melakukan suatu pertemuan atau rapat dimana rapat itu nanti akan menghasilkan sebuah kesepakatan bersama yang berdasarkan pertimbangang, pemikiran serta pembahasan bersama: b) kerelaan berkorban, bentuk kebersamaan ini ditandai dengan adanya kerelaan masayarakat adat untuk bersatu dalam membangun rumah adat Mbaru Gendang dengan memberikan sumbangsih baik bentuk fisik, pikiran, waktu maupun dalam bentuk harta ataupun finansial: c) melaksanakan kegiatan bersama/bekerja Sama, bentuk kebersamaan pada rumah adat Mbaru Gendang di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai, dapat kita lihat dari berbagai kegiatan bersama antara lain upacara- upacara adat dimana semua masyarakat ikut terlibat dalam upacara adat tersebut. (2) upaya pelestarian sifat kebersamaan pada rumah adat Mbaru Gendang di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai yakni antara lain: a) menjaga tradisi atau adat setempat, dengan menjaga tardisi atau adat setempat maka dengan itu kebersamaan yang ada akan terlestarikan, karena rumah adat Mbaru Gendang ini merupakan bagian dari seluruh dari rangkaian adat yang ada di Desa Meler: b) mempertahakan kerukunan bersama, antara lain: Menjaga kekompakan antara sesama, menjaga suatu perbedaan antar sesama masyarakat adat, saling menghargai satu sama lain, dan menghoramati warisan budaya dengan demikian kebersaman ini akan terjaga dan dapat dilestarikan: c) Peran pemuka adat, pemuka adat disini adalah seperti Tu’a Golo dan Tu’a Gendang, Tu’a Golo dan Tu’a Gendang disini merupaka Ketua adat atau Pemimpin adat yang ada di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Maggarai. (3) kesulitan yang dihadapi dalam pelestarian sifat kebersamaan pada rumah adat Mbaru Gendang di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai yakni antara lain: a) kurang memahami tentang adat dan nilai-nilai budaya, kurangnya dalam mehanami nilai-nilai budaya menjadi salah satu tantangan atau kesulitan yang dihadapai dalam pelestarian sifat kebersaman pada rumah adat Mbaru Gendang: b) adanya tuntutan kehidupan, tuntutan kehidupan yang diartikan dalam hal ini antara lain masyarakat yang masih memiliki sifat egois, selain itu dikarenakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang berdampak kepada perubahan sosial, dan kasus seperti inilah yang perlu kita atasi bersama demi terjalinnya suatu rasa kebersamaan (4) upaya dan jalan keluar menghadapi kesulitan dalam pelestrarian sifat keberamaan rumah adat Mbaru Gendang di Desa Meler Kabupaten Manggarai yakni antara lain: a) menjaga dan melestarikan adat dan budaya yang ada secara bersama-sama, dalam menghadapi kesulitan dalam pelestaraian sifat kebersamaan pada rumah adat Mbaru Gendang Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai: b) pengenalan nilai warisan budaya Dari penelitian ini disarankan agar. (1) Bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai, Pemerintah harus lebih memperhatikan dan mendukung terkait Keberadaan rumah adat Mbaru Gendang karena hal ini dilakukan dengan cara melestarikan dan melegitimasikan Kerberadaan Rumah adat Mbaru Gendang di Desa Meler. (2) Bagi Masyarakat, Semua masyarakat khususnya masyarakat adat di Desa Meler memilki peranan penting dalam mempertahankan, menjaga dan memelihara adat istiadat, hal ini sering terjadai pada rumah adat Mbaru Gendang, setiap masyarakat harus mempunyai kesadaran tentang hal itu, demi terciptanya suatu kebersamaan baik dalam suka maupun duka, terlebih khusus Kebersamaan pada rumah adat Mbaru Gendang. (3) Bagi Generasi Muda, Sebagai genersai muda, perlu mempelajarai dan mengenal adanya suat adat dan nilai nilai budaya, maka dari itu sebagai genarasi muda harus memilki kesadaran tentang hal itu dan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap adat dan budayanya. (4) Bagi Tokoh Adat Sehubungan dengan temuan penlitian bahwa sebagi tokoh adat yang menjadi juru kunci dan memilki peran besar dalam menjaga dan melestarikan kebersaman yang ada pada rumah adat Mbaru Gendang di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kbaupaten Manggarai, Tokoh adat juga berperan dalam memberikan keteladanan bagi masyarakat yang ada di Desa Meler Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai, sehingga demikian Kebersaman yang ada akan terjalin terus