SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
436 research outputs found
Sort by
Kemitraan Perum Perhutani KPH Lawu Ds dengan Swasta dalam Pengelolaan Objek Wisata Srambang Park di Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi
ABSTRAK Immelda Kurnelly, Sovin. 2018. Kemitraan Perum Perhutani KPH Lawu Ds dengan Swasta dalam Pengelolaan Objek Wisata Srambang Park di Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sri Untari M.Si (2) Dr. A Rosyid Al Atok, M.Pd, M.H Kata Kunci : Kemitraan, Srambang Park Kabupaten Ngawi, Perum Perhutani KPH Lawu Ds, swasta CV Hargo Dumilah. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memilikikekayaan alam dan ragam etnikbudaya, salah satunya adalah di bidang pariwisata. Indonesia mempunyai banyak provinsi antara lain yaitu Jawa Timur, dan salah satu Kabupaten yang kaya akan wisata di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Ngawi. Objek wisata Srambang Park terletak di Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi. Objek wisata tersebut berada di kawasan hutan milik Perum Perhutani KPH Lawu Ds. Sebelumnya, keadaan objek wisata tersebut sangat kurang menarik perhatian masyarakat. Objek wisata tersebut berada di lereng gunung dan dikelilingi banyak pohon pinus. Terlebih akses jalan yang kurang mendukung membuat minat masyarakat menjadi rendah dalam mengunjunginya. Pada akhir tahun 2017 objek wisata Srambang Park menarik perhatian banyak masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal tersebut berkat campur tangan dari pihak swasta CV Hargo Dumilah. Pada bulan September 2017 terbentuklah kemitraan antara Perum Perhutani KPH Lawu Ds dengan pihak swasta yaitu CV hargo Dumilah untuk pengelolaan objek wisata Srambang Park. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa informan dan data sekunder dari dokumen yang diperoleh dari lokasi penelitian maupun dari dokumentasi yang dimiliki oleh beberapa informan maupun dari daftar pustaka lainnya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang berupa hasil dokumentasi dan wawancara dengan informan yaitu Kepala Desa Girimulyo, Sekertaris Desa Girimulyo, Masyarakat Desa Girimulyo, Pihak swasta CV Hargo Dumilah, Perum Perhutani KPH lawu Ds bagian Junior Manajer Bisnis. Kegiatan analisis data dengan dilakukan reduksi data, display data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan hasil penelitian yaitu, (1) kemitraan yang terjalin antara Perum perhutani KPH Lawu Ds dengan swasta CV hargo Dumilah yaitu berawal dari Addendum kesepakatan (Mou) kemudian meningkat ke Perjanjian Kerja Sama dimana dari PKS tersebut timbullah hak dan kewajiban drai masing-masing pihak. Kemitraan yang terjadi antara keduanya adalah kemitraan mutualistik dimana saling menguntungkan dan memberi manfaat kedua belah pihak sehingga visi dan misi masing-masing dapat tercapai; (2) Program-program Perum Perhutani KPH Lawu Ds dengan swasta dalam pengelolaan objek wisata Srambang park antara lain pembangunan dari segi aksebilitas, perbaikan fasilitas pendukung, pengadaan sarana dan prasarana, serta promosi atau dengan kata lain pengembangan infrastruktur yang ada di objek wisata tersebut; (3) Kendala Perum Perhutani KPH Lawu Ds dengan swasta dalam pengelolaan objek wisata Srambang Park adalah berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia; (3) Upaya Perum Perhutani KPH Lawu Ds dengan swasta untuk mengatasi kendala dalam pengelolaan objek wisata Srambang Park adalah dengan keyakinan, ketekunan, dan kebersamaan ketika menghadapi kendala sumber daya alam berupa iklim dan cuaca serta melakukan pelatihan secara berkala bagi para pekerja sehingga tidak lagi kekurangan sumber daya manusia. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: (1) Pemerintah Daerah, Dinas Pariwisata maupun Perum Perhutani KPH Lawu Ds harus semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan objek wisata yang dikelola; (2) Para stakeholderdalam kemitraan ini yaitu Perum Perhutani dan swastaharus lebih memahami peran dan tanggungjawabnya masing-masing. Semakin menyatukan hati serta mengerti esensi dan pentingnya hubungan kemitraan yang baik untuk diterapkan dalam melaksanakan pembangunan kepariwisataan; (3) Objek wisata Srambang Park tetap menganut prinsip sapta pesona dan menjadi wisata unggulan Kabupaten Ngawi.
upaya SMP Negeri 1 Rembang dalam Menekan Angka Pernikahan Siri di Desa Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Laili, Innayatul. 2017. Upaya SMP Negeri 1 Rembang dalam Menekan Angka Pernikahan Siri di Desa Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Prodi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Suko Wiyono SH., M, (II) Dr. Didik Sukriono, SH., M.Hum Kata Kunci: upaya SMP Negeri 1 Rembang, pernikahan siri Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral dengan mengucap janji dan didahului dengan niatan sehidup semati. Pencatatan yang dilakukan dalam pernikahan menandakan bukti yang kuat atas adanya ikatan janji antara dua manusia, namun pada kenyataannya tidak semua pernikahan dicatatkan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) karena dianggap bukan merupakan suatu keharusan yang dituliskan dalam kitab suci umat islam. Pernikahan semacam ini dikenal sebagai pernikahan siri atau perkawinan siri. pernikahan siri banyak terjadi di berbagai penjuru Indonesia, tidak terkecuali daerah pemerintahan terkecil sekalipun seperti di desa. Seperti kenyataan yang terjadi di Desa Rembang Kabupaten Pasuruan yang menjadikan pernikahan siri sebagai alternatif lain dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari. Berbagai macam faktor pendorong yang menjadi pemicu terjadinya pernikahan siri antara lain seperti faktor ekonomi, poligami, sumber daya manusia yang masih rendah, dan menikah di usia dini yang menjadi faktor pendorong banyaknya pernikahan siri yangterjadi di desa ini. Upaya yang dilakukan dalam rangka menekan angka pernikahan siri di desa ini dilakukan berbagai pihak, salah satunya dilakukan oleh SMPN 1 Rembang. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui: (1) Faktor pendorong yang menjadi pendorong maraknya pernikahan siri di Desa Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan; (2) Pandangan masyarakat setempat mengenai maraknya pernikahan siri yang telah menjadi budaya di Desa Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan; (3) Upaya SMPN 1 Rembang dalam rangka menekan angka pernikahan siri di Desa Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan; serta (4) Dampak dari upaya SMPN 1 Rembang dalam rangka menekan angka pernikahan siri di Desa Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer di dapatkan dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti secara langsung terhadap responden yang telah ditentukan. Sedangkan data sekunder di dapatkan peneliti dengan cara mendokumentasikan dokumen-dokumen pendukung data primer serta didapatkan dari daftar pustaka lainnya. Teknik analisis dilakukan dengan melalui 4 tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, serta verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk mengecek keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) faktor pendorong terjadinya pernikahan siri antar lain: (a) faktor ekonomi, (b) faktor sumber daya manusia (SDM), (c) faktor status sosial, (d) faktor poligami, (e) faktor pernikahan dini; (2) pendangan masyarakat setempat mengenai pernikahan siri di desa tersebut antara lain: (a) tidak setuju dengan adanya pernikahan siri, dan (b) menggapnya sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja; (3) upaya yang dilakukan pihak SMPN 1 Rembang antara lain: (a) pemberian motivasi, dan (b) sosialisasi; (4) dampak dari upaya yang telah dilakukan pihak SMPN1 Rambang antara lain: (a) memiliki pengaruh positif untuk meningkatkan sumber daya manusia, dan (b) berpengaruh positif terhadap minat bersekolah. Berdasarkan temuan yang ada dilapangan peneliti memberikan saran: (a) Mendatangkan kakak tingkat dalam acara sekolah untuk memberikan pengetahuan mengenai dunia pendidikan yang lebih tinggi juga bisa dilakukan. Mengingat siswa-siswi biasanya tidak hanya ingin mendengar cerita kesuksesan kakak tingkat hanya dari cerita guru-guru saja, sehingga alangkah lebih baik jika langsung mendatangkan orang yang bersangkutan; (b) Upaya sekolah untuk menggandeng pihak lain dalam rangka sosialisasi perlu didukung oleh dinas terkait lainnya. Sosialisasi bisa pula dilakukan dengan berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk mensosialisasikan seberapa besarkah pentingnya pendidikan bagi para remaja tersebut; (c) Sosialisasi yang dilakukan pihak puskesmas alangkah lebih baiknya dilakukan juga ketika pengambilan laporan ujian semester mapun ujian tengah semester siswa-siswi. Karena dalam hal ini orang tua juga memiliki perananyang penting dalam berlangsungnya pernikahan terhadap anaknya
Pola Rekrutmen Kader Partai Politik dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang
ABSTRAK RINGKASAN Muklas, Muhammad. 2017. Pola Rekrutmen Kader Partai Politik Dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang. Skripsi, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si (II) Dr. Didik Sukriono, S.H, M.Hum. Kata Kunci: Pola Rekrutmen, Kader, Partai Kebangkitan Bangsa Rekrutmen merupakan kegiatan yang dilakukan oleh suatu organisasi guna untuk melakukan regenerasi, agar organisasi tersebut tetap berjalan. Kader merupakan anggota yang terseleksi berdasarkan pengujian, penilaian dan pertimbangan tertentu hasil dari pengamatan terhadap keaktifan, kesetiaan, keterampilan, kepandaian, moral dan mentalitas, dedikasi, dan sebagainya. Partai Kebangkitan Bangsa merupakan partai Politik yang lahir di era reformasi. Merupakan partai Islam yang didirikan oleh ormas Nahdlatul Ulama Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola rekrutmen kader sebagai upaya regenerasi Partai Kebangkitan Bangsa Kota Malang yang meliputi (1) pola rekrutmen kader partai politik dalam Partai Kebangkitan Bangsa; (2) kendala yang dihadapai dalam melaksanakan rekrutmen kader politik dalam Partai Kebangkitan Bangsa Kota Malang; (3) upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala rekrutmen kader politik Partai Kebangkitan Bangsa Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan 3 (tiga) cara yaitu : wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukuan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi data. Tahap-tahap penelitian dimulai dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian atau laporan. Hasil penelitian sebagai berikut. (1) pola rekrutmen kader partai politik dalam Partai Kebangkitan Bangsa Kota Malang meliputi (a) terdapat tiga pola rekrutmen yang dilaksanakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa yakni Struktur, kultur dan simpatisan, (b) melakukan jenjang kaderisasi awal yakni Pendidikan Kader Pertama, (c) menjadi keharusan seluruh anggota PKB untuk dapat mengikuti kegiatan kaderisasi, (d) materi-materi yang diberikan adalah materi yang dipersiapkan yang dapat diterapkan di lapangan sesuai dengan kenyataannya menjadi kader politik, (e) menghasilkan tiga kader penggerak yakni Kader Penggerak Desa atau Kelurahan, Kader Penggerak Struktural Partai dan Kader Penggerak TPS. (2) Kendala yang dihadapi Partai Kebangkitan Bangsa dalam kegiatan rekrutmen kader meliputi (a) kurang antusias dan partisipasi masyarakat untuk bergabung menjadi anggota partai politk, (b) mencari pemateri handal dan berkualitas yang mampu membawakan materi sesuai dengan kondisi peserta, (c) ketebatasan dana dalam melaksanakan kegiatan dan mendatangkan pamateri berkualitas dan handal, (d) tingkat kemampuan peserta yang berbeda-beda dalam menyerap dan memahami materi yang disampaikan dalam kegiatan Pendidikan Kader Paertama.(3) upaya yang dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa Dalam mengatasi kendala rekrutmen kader meliputi (a) menurunkan kader-kader partai yang memiliki kualitas dilapangan untuk mengajak dan menarik masyarakat bergabung kedalam partai, (b) ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat, seperti seperti tahlilan, yasinan, sholawatan, pengajian dan lain sebagainya, (c) mendatangkan pemateri yang handal mampu membawakan materi dengan memiliki pengetahuan mendalam, (d) melaksanakan kegiatan Pendidikan Kader Pertama sesuai dengan kondisi pendanaan yang ada. Namun, tetap dapat menarik minat peserta untuk dapat mengikitunya. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini adalah (1) perlu dilakukkanya rekrutmen terhadap orang-orang yang memiliki kualitas dan prestasi. Agar Partai Kebangkitan Bangsa nantinya dapat memiliki kader yang mampu menjalankan organisasi dengan baik serta memiliki kader yang dapat dicalonkan menjadi pemimpin nasional.ketika dilaksanakannya pemilu. Dengan kualitas dan prestasi yang dimiliki oleh kader akan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk dapat mendukung kader tersebut dalam pemilu, (2) juga perlu adanya kegiatan praktik di lapangan dalan kegiatan kaderisasi berlangsung, agar nantinya kader dapat benar-benar mengimplementasikan apa yang telah didapat selama mengikuti kaderisasi, (3) perlu adanya perubahan penilaian dalam kegiatan kaderisasi. Penilaian terhadap pemahaman materi dengan implementasi dilapangan juga perlu untuk menghasilkan kader berkualitas sesuai dengan kebutuhan partai.
PELAKSANAAN KEBIJAKAN PROGRAM WAJIB MADRASAH DINIYAH SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI KABUPATEN PASURUAN
ABSTRAK Kata kunci: pelaksanaan, kebijakan, Wajib Madrasah Diniyah, pendidikan karakter : Sebagai akibat adanya otonomi daerah, Pasuruan yang di kenal sebagai kota santri senantiasa berupaya untuk menggali potensi daerah nya. Otonomi daerah telah memberikan kesempatan bagi daerah termasuk Kabupaten Pasuruan untuk mengembangkan pendidikan di daerahnya. Kondisi masyarakat saat ini utamanya generasi mudanya yang dinilai mengalamani dekadensi moral menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk menetapkan kebijakan program Wajib Madrasah Diniyah melalui Peraturan Bupati Kabupaten Pasuruan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Wajib Belajar Pendidikan di Kabupaten Pasuruan. Adanya kebijakan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan kajian secara mendalam mengenai pelaksanaan kebijakan program wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan lima hal, yaitu: (1) mengetahui tentang model program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan, (2) mengetahui pelaksanaan kebijakan program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan, (3) mengetahui faktor pendukung dalam pelaksanaan program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan, (4) mengetahui kendala dalam pelaksanaan kebijakan program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan dan, (5) mengetahui upaya dalam pelaksanaan kebijakan program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti sebagai instrumen penelitian bertindak untuk mengumpulkan data dilapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi dan meningkatkan ketekunan penelitian. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data sampai kesimpulan
PERAN FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) KOTA MALANG DALAM MENJAGA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI KOTA MALANG
ABSTRAK Dedy, M Faiqus Syahrain Imdady. 2017. Peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang dalam Menjaga Kerukunan antar Umat Beragama di Kota Malang. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum (II) Drs. Margono, M.Pd., M.Si Kata Kunci: Kerukunan Umat Beragama, Multikultural, FKUB Kota Malang merupakansalah satu kota yang memiliki keanekaragaman yang sangat tinggi, mulai dari suku, budaya, ras dan agama, hal itu tidak lepas dari pengaruh banyaknya pendatang yang tinggal di Kota Malang sendiri, entah dengan tujuan bekerja atau mengenyam pendidikan. Seiring dengan perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Kota Malang, khususnya mengenai kehidupan beragama di Masyarakat, diperlukan sebuah forum atau lembaga yang mengurusi tentang kehidupan keberagaman agama. Sejak tahun 2006 Kota Malang memiliki sebuah forum khusus mengenai kerukunan umat beragama. Forum tersebut beranggotakan perwakilan dari seluruh agama yang terdapat di Kota Malang, forum tersebut yaitu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Dibentuknya FKUB diharapkan dapat memberi pengaruh positif terhadap kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat Kota Malang yang memiliki keanekaragaman agama. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menjelaskan tentang tujuan dan program FKUB Kota Malang dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Malan, kemudian untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program yang dimiliki FKUB Kota Malang, seperti kelompok masyarakat, komunitas lintas agama dan elemen lainnya. mengetahui kendala apa saja yang dirasakan FKUB Kota Malang dalam pelaksanaan program dan mengetahui solusi apa yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut, dengan tujuan agar program dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Malang berjalan dengan baik, sehingga Kota Malang memiliki kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat multi agama. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan tujuan peneliti mengetahui upaya FKUB dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Malang. Pengambilan data berupa kata-kata dari informan ketua FKUB Kota Malang dan anggota FKUB Kota Malang lainnya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil paparan data dan pembahasan, kesimpulan peneliti dapat diuraikan yaitu sebagai berikut. Pertama, proram FKUB Kota Malang dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Malang memiliki 5 program utama dan beberapa program tambahan seperti study banding ke FKUB Kota lainnya. Kedua, pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program-program yang dimiliki FKUB melibatkan pihak luar, seperti kelompok masyarakat, organisasi lintas agama dan elemen masyarakat lainnya, dengan begitu FKUB tidak hanya berjalan sendiri dan merasa terbantu sehingga program tersebut dapat terlaksana dengan baik. Ketiga, faktor penghambat atau kendala yang ditemui FKUB dalam menjalankan programnya yaitu seperti adanya beberapa masyarakat yang kurang mengerti tentang keberadaan, progra dan tujuan yang dimiliki FKUB sendiri, hal ini terjadi karena kurang maksimalnya sosialiasasi, kurangnya media dalam program sosialisasi juga menjadi kendala yang dihadapi FKUB sendiri. Keempat, upaya FKUB dalam mengatasi kendala yang dihadapi yaitu dengan lebih memaksimalkan lagi sosialisasi dan menambah media sosialisasi, dengan harapan agar banyak masyarakat yang mengerti tentang keberadaan, program dan tujuan yang dimiliki FKUB sehingga semua program berjalan dengan baik. Setelah melakukan analisis data, peneliti memiliki beberapa saran yang erat kaitannya dengan pelaksanaan program FKUB dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Malang, yaitu FKUB Kota Malang seharusnya lebih melibatkan banyak elemen luar seperti Mahasiswa, Kelompok Masyarakat dan komunitas lintas agama, dengan begitu FKUB Kota Malang akan terbantu. Kemudian Pemerintah Kota Malang seharusnya memberikan sarana dan prasarana yang lebih baik lagi agar FKUB Kota Malang mudah dalam menjalankan upaya menjaga kerukunan umat beragama di Kota Malang. Sosialisasi lebih ditingkatkan lagi, agar banyak masyarakat yang mengetahui tentang keberadaan FKUB Kota Malang dan mengerti apa tujuan didirikannya FKUB Kota Malang. Yang terakhir mengikuti perkembangan dunia teknologi terkini, dengan begitu FKUB Kota Malang akan lebih banyak cara lagi untuk dijadikan media sosialisi
Pembelajaran Non-Direktif
ABSTRAK Tujuan pembelajaran non-direktif adalah membantu siswa mencapai integrasi pribadi, produktivitas pribadi dan penghargaan terhadap dirinya. Prosedur pembelajaran yang digunakan adalah interview atau wawancara. Wawancara biasanya dilakukan oleh guru konseling yang lebih mengarah pada hal kehidupan nyata. Model pembelajaran ini juga menggunakan aplikasi model pembelajaran yang dapat berguna diberbagai situasi. Jadi, pendidik diharapkan dapat memahami prosedur serta cara untuk mengaplikasikannya agar dapat mencapai tujuannya
PRESEPSI SISWA SD TERHADAP PROSES PEMEBELAJARAN PKN
Presepsi siswa terhadap mata pembelajaran PKn dalam kehidupan realita sekarang disebabkan beberapa kendala antara lain : (1) guru mata pelajaran PKn masih mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk terlibat langsung dalam proses penggalian dan penelaahan bahan pelajaran, (2) sebagian siswa memandang mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sebgai mata pelajaran yang besifat konseptual dan teoritis, (3) parktik kehidupan di masyarakat baik dalam bidang politik, ekonomi, social budaya, hukumn, agama seringkali berbeda dengan wacana yang dikembangkan dalam proses pembelajaran dikelas. Pembelajaran PKn sering dikatakan belum mampu merangsang siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Hal ini memberikan dampak siswa merasa kesulitan dalam pelajaran dikarenakan metode pembelajaranyang dipilih dan digunakan dirasakan kurang tepat
Nilai-nilai Kearifan Lokal Batik Sendang pada Motif Nam Kathil di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai kearifan lokal batik Sendang pada motif nam kathil di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamonagn. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian: (1) asal usul batik Sendang (2) perkembangan batik Sendang (3) peran pemerintah dalam mengembangkan batik Sendang (4) nilai-nilai kearifan lokal batik Sendang motif Nam Kathil
NORMA-NORMA YANG BERLAKU DALAM KOMUNITAS PELANGGAN KOPI IJO DI WARUNG KOPI DESA BOLOREJO KECAMATAN KAUMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
Kaidah dalam berkehidupan bermasyarakat setiap subjek hukum, yaitu orang maupun badan hukum selalu berhadapan dengan berbagai aturan maupun norma, baik yang bersifat formal maupun nonformal. Aturan atau norma sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat agar hubungan antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib dan berjalan lebih baik. Norma merupakan aturan perilaku dalam suatu kelompok tertentu di mana setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban di dalam lingkungan masyarakat, sehingga memungkinkan seseorang bisa menentukan telebih dahulu bagaimana tindakan seseorang itu dinilai oleh orang lain. Norma sopan satun yang positif merupakan perilaku yang baik di tinjau dari segi tata cara berbicara atau tingkah laku yang sopan terhadap teman sebaya maupun orang yang lebih tua. Salah satu contohnya, yaitu ramah tamah, melempar senyum dengan orang lain ketika akan datang atau pergi baik yang sudah di kenal maupun belum kenal.Perilaku merupakan suatu aktivitas dari pada manusia itu sendiri, perilaku juga adalah apa yang dikerjakan oleh organisme tersebut, baik dapat diamati secara langsung atau tidak langsung. Perilaku sopan santun seseorang bukan saja tidak menganggap dirinya lebih tinggi dari pada orang lain, melainkan menganggap orang lain lebih baik daripada dirinya sendiri. Sopan-Santun tidak selalu menghasilkan kebaikan hati, keadilan, kepuasan, atau rasa syukur, tetapi ini dapat memberikan seseorang paling tidak terlihat sopan dan membuatnya tampak dari luar apa yang seharusnya menjadi benar-benar terhormat
UPAYA REKONSILIASI PEMERINTAH TERHADAP PARA PELAKU DAN KORBAN KASUS PELANGGARAN HAM
RINGKASAN Pelanggaran HAM berat di Indonesia sudah sangat memperhatinkan.Bangsa Indonesia menghargai dan memberikan kebebasan yang sama kepada setiap warganya untuk menerapkan HAM selama kebebasan itu tidak menggangu orang lain.Karna Indonesia itu terkenal dengan negara penegak hukum yang perlahan mulai pudar,karna banyak faktor yang menyebabkan pudarnya penegakan hukum di Indonesia khususnya dalam penegakan HAM.Departemen hukum dan HAM, aparat penegak hukum, lembaga Rekonsiliasi, lembaga/ komisi HAM (KOMNASHAM) adalah semua pihak yang harus bertanggung jawab.Dilema antara pengakuan keberadan HAM saat ini menjadi permasalahan yang menjadi faktor masalah yang berlarut-larut. Kata Kunci : hak asasi manusia, penegak hukum, pengakua