SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
436 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI SMA NEGERI 6 MALANG
ABSTRAK Tohatu,Vonny, Mariana. 2016. Implementasi Nilai-nilai Karakter Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMA Negeri 6 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si. (II) Rusdianto Umar, S.H., M.Hum. Kata Kunci: Implementasi, Nilai Karakter, Ekstrakurikuler Pramuka, SMA Negeri 6 Malang Perilaku sebagian anak sekolah yang sudah di ambang batas kewajaran mulai dari membolos, berkata tidak sopan, sampai maraknya tawuran antar pelajar dengan sekolah lain kini marak di kalangan pelajar. Penerapan sistem kurikulum 2013 yang saat ini bertujuan untuk lebih menekankan pola penanaman nilai karakter yang membangun karakter peserta didik agar hidup sehat dan produktif. Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMA Negeri 6 Malang merupakan salah satu sekolah yang aktif menyelenggarakan OPP (Orientasi Pramuka Penegak) sebagai kegiatan tahunan wajib di alam terbuka, selain itu banyak prestasi yang diproleh oleh anggota Ekstrakurikuler Pramuka Ambalan “Syailendra” melalui berbagai perlombaan kegiatan kepramukaan. Dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan terdapat nilai-nilai karakter yang dapat diimplementasikan oleh siswa, berdasarkan pertimbangan tersebut, peneliti ingin melakukan kajian mengenai gambaran umum kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, nilai-nilai karakter apa saja yang dapat diimplementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, bagaimana nilai-nilai karakter tersebut dapat diimplementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, serta apa saja yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam implementasi nilai-nilai karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Pembahasan dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai karakter apa saja yang dapat diimplementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan bagaimana langkah-langkah yang dilakukan dalam upaya implementasi nilai-nilai karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Selain itu, untuk mengidentifikasi nilai-nilai karakter apa saja yang berhasil diimplementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan mendeskripsikan adanya faktor pendukung dan faktor penghambat yang timbul dalam implementasi nilai-nilai karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler, serta menjelaskan bagaimana cara mengatasi hambatan dalam implementasi nilai-nilai karakter melalui Pramuka di SMA Negeri 6 Malang. Objek penelitian ini adalah siswa anggota pramuka dan pembina pramuka di SMA Negeri 6 Malang, serta metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif. Data penelitian diperoleh dari observasi di sekolah, serta wawancara dengan guru Pembina Ekstrakurikuler Pramuka, Waka Kesiswaan, serta dengan siswa kelas X,XI, dan XII yang mengikuti ekstrakurikuler Pramuka Ambalan Syailendra terkait program kegiatan dan pelaksanaan kegiatan pada ekstrakurikuler Pramuka. Dalam penelitian ini mendeskripsikan bagaimana usaha sekolah dalam memberikan pembinaan kepada siswa mengenai implementasi nilai-nilai karakter melalui kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 6 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam-macam nilai karakter yang dapat diimplementasikan melalui kepramukaan di SMA Negeri 6 Malang adalah (1) nilai tanggung jawab, (2) nilai kemandirian, (3) nilai kedisiplinan, (4) nilai toleransi, (5) nilai keberanian, (6) nilai percaya diri, (7) nilai kerjasama, (8) nilai kepemimpinan, (9) nilai kesabaran, (10) nilai ketelitian, dan (11) nilai pantang menyerah. Metode yang digunakan dalam upaya implementasi nilai-nilai karakter siswa adalah melalui Kegiatan Tali Temali, Kegiatan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Kegiatan Ketangkasan Pioneering, Kegiatan Morse dan Semaphore, Kegiatan Membaca Sandi Pramuka, Kegiatan Penjelajahan, Kegiatan Pengembaraan, Kegiatan Pelatihan Baris-Berbaris (PBB), dan Kegiatan Menentukan Arah. Adapun faktor pendukung dalam implementasi nilai-nilai karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yakni kepramukaan tidak hanya dapat dilakukan di dalam kelas saja namun di luar sekolah dan di alam terbuka, kegiatannya tidak selalu tentang ilmu pengetahuan atau penilaian akademik melainkan lebih kepada praktek dan tentang cara, sehingga peserta lebih aktif secara motorik membuat siswa lebih merasa tertantang dan ingin terjun langsung dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan alam, kegiatannya lebih sering dilakukan secara berkelompok dan bukan secara individu, serta merupakan kegiatan yang berorientasi pada nilai sikap dan bukan nilai akademik, sedangkan faktor penghambat dalam implementasi nilai-nilai karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka dapat timbul dari berbagai pihak dan dengan sebab masing-masing yang berbeda yakni : faktor cuaca, perbedaan kepribadian masing-masing siswa, kurangnya rasa toleransi. Melalui kegiatan ekstrakurikuler diharapkan agar pendidikan di negeri ini ditekankan pada pendidikan karakter. Mengingat banyak persoalan yang terjadi di kalangan pelajar disebabkan oleh moral dari bangsa kita yang semakin menurun dari hari ke hari, kita dapat memulai hal tersebut dengan kegiatan pramuka. Meskipun terlihat sepele, namun akan terasa manfaatnya apabila peserta didik telah terjun dalam kehidupan masyarakat.
BERLAKUNYA HAM DALAM MASYARAKAT INDONESIA
Abstrak Manusia hidup di dunia memiliki hak. Manusia lebih dominan dalam kepemilikan hak daripada makhluk lain, meskipun sama-sama ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di Indonesia HAM berlaku untuk seluruh masyarakatnya, sehingga oleh masyarakat banyak terdapat pandangan-pandangan tentang keberlakuan HAM. Keberlakuan HAM tak luput dari adanya pelanggaran. Meski banyak peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh para lembaga pemerintahan. Namun, tetap tidak dapat menghilangkan atau mencegah adanya pelanggaran. Harus ada solusi yang tepat untuk meminimalisir pelanggaran terhadap HAM
Perwujudan Nilai-nilai Kemanusiaan oleh Komunitas Peduli Penderita Kanker pada Anak di Malang
Kusnia, Samanina Elfi. 2018. Perwujudan Nilai-nilai Kemanusiaan oleh Komunitas Peduli Penderita Kanker pada Anak di Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si., (II) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., M.H. Kata Kunci: perwujudan, nilai, kemanusiaan, komunitas Perwujudan nilai-nilai kemanusiaan dilakukan oleh berbagai aktor, baik bersifat individu maupun kelompok. Disisi lain ada berbagai kasus bermunculan mengenai penyimpangan nilai-nilai kemanusiaan seperti pembunuhan, penganiayaan, pemerkosaan, dan sebagainya. Perwujudan nilai-nilai kemanusiaan salah satunya adalah gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Komunitas Sahabat Anak Kanker Malang merupakan aktor bersifat kelompok yang melakukan berbagai kegiatan sebagai bentuk kepedulian terhadap pasien kanker anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perwujudan nilai-nilai kemanusiaan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas peduli penderita kanker pada anak di Kota Malang yang lebih dikenal dengan komunitas Sahabat Anak Kanker Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrument manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data dan perpanjangan pengamatan. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan empat temuan penelitian: (1) bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Sahabat Anak Kanker Malang. Bentuk-bentuk kegiatan tersebut berupa kelas membaca atau literasi, kelas mendongeng, kelas mewarnai, kelas hasta karya, jenguk jagoan, event bulanan, fallen warriors, mobil jagoan, dan birthday planner; (2) nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Sahabat Anak Kanker Malang. Nilai-nilai kemanusiaan tersebut adalah peduli terhadap sesama manusia, rasa berbagi, menjunjung persamaan hak asasi manusia, saling mencintai sesama manusia, saling menghargai dan menghormati sesama manusia, tidak semena-mena pada orang lain, dan bersikap tenggang rasa; (3) hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan komunitas Sahabat Anak Kanker Malang yaitu komunikasi yang susah antara relawan dengan orang tua pasien kanker anak, pasien kanker anak yang rewel atau mood pasien kanker anak jelek, donasi paket healthy meals yang terkadang mengalami kekurangan, dan munculnya suasana haru dalam pelaksanaan kegiatan; dan (4) solusi yang dilakukan dalam mengatasi hambatan kegiatan yaitu memberi pengertian kepada orang tua pasien kanker anak apabila terjadi hambatan komunikasi, relawan harus bersikap cepat tanggap dalam mengatasi hambatan pasien kanker anak yang rewel atau mood pasien kanker anak jelek, sedangkan untuk masalah donasi paket healthy meals yang terkadang mengalami kekurangan maka solusinya dengan memberikan pengertian kepada keluarga pasien non kanker bahwa fokus utama pada pasien kanker anak, dan diharapkan menahan emosi untuk tidak menangis serta membuat suasana menjadi happy merupakan solusi untuk mengatasi hambatan suasana haru. Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran agar komunitas Sahabat Anak Kanker Malang semakin maju lagi dan dikenal masyarakat luas sehingga mampu mengetuk hati masyarakat luas untuk bisa peduli terhadap sesama manusia. Saran tersebut antara lain hendaknya komunitas Sahabat Anak Kanker Malang memperbaiki isi website untuk mempermudah masyarakat luas mendapatkan segala informasi lengkap tentang komunitas Sahabat Anak Kanker Malang serta disarankan kepada relawan-relawan sahabat anak kanker untuk lebih aktif lagi dalam mengikuti semua kegiatan agar hubungan silaturahmi antar para relawan maupun relawan dengan pasien dan keluarga pasien bisa berjalan dengan baik
Permainan Tradisional dan Spirit Pendidikan Karakter
Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu menelaah karakter yang terdapat pada permainan tradisional gobag sodor, cublak-cublak suweng, dan engklek serta solusi untuk melestarikan permainan tradisional. Dari permasalahan yang ada dapat disimpulkan bahwa terdapat pendidikan karakter pada permainan tradisional gobag sodor, cublak-cublak suweng, dan engklek. Karakter yang terkandung dalam permainan tradisional gobag sodor antara lain jujur, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, dan berpikir kreatif serta inovatif. Karakter yang terkandung dalam permainan tradisional cublak-cublak suweng antara lain anti serakah, kebersamaan, dan kepercayaan. Karakter yang terkandung dalam permainan tradisional engklek antara lain sabar, pantang menyerah, dan fokus. Di samping itu, peran serta pemerintah juga diperlukan dalam upaya melestarikan permainan tradisional. Pertama, membuat undang-undang tentang permainan tradisional. Kedua, membatasi akses game online masuk ke Indonesia. Ketiga, memasukkan permainan tradisional sebagai wahana permainan di setiap sekolah di Indonesia. Harapannya, semakin anak menikmati permainan tradisional dari hari ke hari, maka akan muncul kecintaan mereka terhadap permainan tradisional dan juga terbentuk karakter-karakter positif dalam diri anak untuk masa depan yang lebih baik
PANCASILA SEBAGAI PEDOMAN HUKUM DALAM KEHIDUPAN MASYARAT
ABSTRAK Pancasila merupakan pedoman dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di samping menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia, Pancasila juga merupakan pedoman hukum yang berlaku di Indonesia. Semua hukum yang dibuat harus sesuai dengan sila-sila Pancasila. Tetapi, pada masa sekarang, kadang-kadang hukum yang dibuat oleh pihak yang berwenang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila. Peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang lebih mementingkan kaum golongannya daripada masyarakat. Ini tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila
PRESEPSI SISWA SD TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN PKn
ABSTRAK Presepsi siswa terhadap mata pembelajaran PKn dalam kehidupan realita sekarang disebabkan beberapa kendala antara lain : (1) guru mata pelajaran PKn masih mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk terlibat langsung dalam proses penggalian dan penelaahan bahan pelajaran, (2) sebagian siswa memandang mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sebgai mata pelajaran yang besifat konseptual dan teoritis, (3) parktik kehidupan di masyarakat baik dalam bidang politik, ekonomi, social budaya, hukumn, agama seringkali berbeda dengan wacana yang dikembangkan dalam proses pembelajaran dikelas. Pembelajaran PKn sering dikatakan belum mampu merangsang siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Hal ini memberikan dampak siswa merasa kesulitan dalam pelajaran dikarenakan metode pembelajaranyang dipilih dan digunakan dirasakan kurang tepat
PRESEPSI SISWA SD TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN PKn
Presepsi siswa terhadap mata pembelajaran PKn dalam kehidupan realita sekarang disebabkan beberapa kendala antara lain : (1) guru mata pelajaran PKn masih mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk terlibat langsung dalam proses penggalian dan penelaahan bahan pelajaran, (2) sebagian siswa memandang mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sebgai mata pelajaran yang besifat konseptual dan teoritis, (3) parktik kehidupan di masyarakat baik dalam bidang politik, ekonomi, social budaya, hukumn, agama seringkali berbeda dengan wacana yang dikembangkan dalam proses pembelajaran dikelas. Pembelajaran PKn sering dikatakan belum mampu merangsang siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Hal ini memberikan dampak siswa merasa kesulitan dalam pelajaran dikarenakan metode pembelajaranyang dipilih dan digunakan dirasakan kurang tepat
Peran Unit Kegiatan Mahasiswa Alquran Study Club (ASC) dalam Mengimplemetasikan Pendidikan Moral di Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Nada, Annisa Ni’matun. 2018. Peran Unit Kegiatan Mahasiswa Alquran Study Club (ASC) dalam Mengimplemetasikan Pendidikan Moral di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Didik Sukriono, S.H, M.Hum., (II) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum. Kata Kunci: Peran, UKM ASC UM, Implemetasi Pendidikan Moral Keberadaan pendidikan moral sangat penting karena sebagai pedoman untuk berperilaku (baik buruk) sesuai dengan aturan lingkungan sekitar. Pendidikan moral perlu diimplementasikan di setiap jenjang pendidikan, khususnya perguruan tinggi. Universitas Negeri Malang adalah salah satu perguruan tinggi yang mengimplementasikan pendidikan moral melalui organisasi mahasiswa. Unit Kegiatan Mahasiswa Alquran Study Club (ASC) adalah organisasi mahasiswa yang dapat mengembangkan kemampuan softskill yang tidak mampu dikembangkan di dalam kelas. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan peran UKM ASC UM dalam mengimplementasikan pendidikan moral di UM, (2) mendeskripsikan kendala yang dihadapi UKM-ASC UM, dan (3) mendeskripsikan solusi dalam mengatasi kendala yang dihadapi UKM-ASC UM dalam mengimplementasikan pendidikan moral di UM. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti (instrumen utama) serta pedoman wawancara dan dokumentasi (instrumen pendukung). Sumber data penelitian ini adalah informan (data primer) dan dokumen (data sekunder). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis Miles and Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan conclution (menarik kesimpulan). Pengecekan keabsahan temuan melalui peningkatan ketekunan dan triangulasi sumber data, waktu dan teknik. Berdasarkan analisis data, diperoleh empat hasil penelitian yakni pertama, UKM ASC UM mendukung pelaksanaan pendidikan moral di UM melalui program (kegiatan) di antaranya yaitu (a) program kerja pembinaan terdiri atas bidang Sauti (Tahsin Quran, Tartil Quran, Tilawatil Quran, dan Tahfid Quran), bidang Kitabi (Karya Tulis Ilmiah Alquran, Kaligrafi, Desain Aplikasi Alquran) dan Bidang Campuran (Syarhil dan Fahmul Quran), (b) program Tafaqquh Fiddinil Islam (TDI) yang berisi kuliah umum Bimbingan Baca Alquran (BBQ), (c) event perlombaan (Musabaqoh Tilawatil Quran), (d)Tahsinul Qiroah Cerdas Cendekia (TAQI-2C), (e) santunan anak yatim bersama BAZIS UM (Badan Amal Zakat Infaq dan Sodaqoh). Dari kegiatan tersebut melatih mahasiswa mengembangkan nilai moral religius, moral sosial dan moral individu. Kedua, kendala yang dihadapi UKM ASC UM dalam mengimplementasikan pendidikan moral di UM adalah kendala internal dan eksternal. Kendala internal meliputi menurunnya kualitas (kemampuan) pengurus baru, kendala dalam program kerja pembinaan yaitu (a) pelaksanaan beberapa pembinaan tidak tepat waktu, (b) serta ketidak-konsitenan para peserta pembinaan karena jadwal pembinaan berbenturan dengan kegiatan yang lain, (c) kurangnya pembina atau tim ahli, (d) tempat pembinaan kurang kondusif, (e) kendala teknis di lapangan. Kendala eksternal meliputi kurangnya pendanaan birokrasi yang lamban dalam perijinan tempat. Ketiga, solusi dalam mengatasi kendala yang dihadapi UKM-ASC UM dalam mengimplementasikan pendidikan moral di UM adalah mengadakan upgrading pengurus, meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar pengurus dan anggota pembinaan, mentolerir keterlambatan dengan cara ijin terlebih dahulu, melakukan open recruitment atau mendatangkan mentor yang ahli dibidang yang dibutuhkan, memanfaatkan tempat dan pembinaan dilakukan di tempat yang terbuka, melakukan evaluasi kegiatan di awal, tengah dan akhir kegiatan. Solusi kendala eksternal berupa pendanaan lain melalui wirausaha buku (menaikkan harga buku BBQ) dan melakukan audiensi dengan pimpinan. Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan, dikemukakan saran. Pertama, bagi peneliti lain, penelitian ini belum komprehensif karena hanya membahas mengenai peran UKM ASC dalam mengimplementasikan pendidikan moral di Universitas Negeri Malang, untuk kebutuhan penelitian berikutnya dapat meneliti yang terfokus dalam hal keberhasilan UKM ASC dalam meraih prestasi Musabaqoh Tilawatil Quran. Kedua, bagi UKM ASC UM, penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. Ketiga, bagi organisasi mahasiswa lain, penelitian ini dapat menjadikan rujukan untuk meningkatkan kinerja organisasi
PEMILU KELILING UNTUK PENINGKATAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT SAAT PEMILU
RINGKASAN Pada artikel ini disajikan informasi mengenai solusi permasalahan minimnya partisipasi politik masyarakat saat pemilu. Solusi tersebut adalah Pemilihan umum berbasis keliling (door to door). Kegiatan ini merupakan kegiatan guna meningkatkan partisipasi politik masyarakat saat pemilu. Kegiatan ini menggunakan prinsip seperti pemilu biasanya namun ada beberapa langkah- langkah yang berbeda. Pemilu keliling merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat saat pemilu. Hasil akhir dari pemilu keliling adalah data efektivitas pemilu keliling dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat
Implementasi Gerakan Literasi Nasional di SMP Negeri 15 Malang
RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai beberapa nilai Pancasila yang diajarkan pada peserta didik di Sekolah Bhinneka Tunggal Ika, cara penanaman nilai Pancasila pada peserta didik di Sekolah Bhinneka Tunggal Ika, faktor penghambat dan pendukung proses pendidikan di Sekolah Bhinneka Tunggal Ika serta uapya penanggulangan faktor penghambat peroses pendidikan di Sekolah Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai Pancasila seperti nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan yang diajarkan pada peserta didik di Sekolah Bhinneka Tunggal Ika adalah nilai Pancasila yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari anak-anak. Faktor pendukung dan penghambatnya adalah dari sumber daya manusia, masyarakat, peserta didik, fasilitas dan materi pembelajaran. Upaya penanggulangan faktor penghambatnya adalah diupayakan dari pengurus Sekolah Bhinneka Tunggal Ika dan juga Kepala Dusun Blendongan