SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
436 research outputs found
Sort by
PRESEPSI SISWA SD TERHADAP PROSES PEMEBELAJARAN
Presepsi siswa terhadap mata pembelajaran PKn dalam kehidupan realita sekarang disebabkan beberapa kendala antara lain : (1) guru mata pelajaran PKn masih mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk terlibat langsung dalam proses penggalian dan penelaahan bahan pelajaran, (2) sebagian siswa memandang mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sebgai mata pelajaran yang besifat konseptual dan teoritis, (3) parktik kehidupan di masyarakat baik dalam bidang politik, ekonomi, social budaya, hukumn, agama seringkali berbeda dengan wacana yang dikembangkan dalam proses pembelajaran dikelas. Pembelajaran PKn sering dikatakan belum mampu merangsang siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Hal ini memberikan dampak siswa merasa kesulitan dalam pelajaran dikarenakan metode pembelajaranyang dipilih dan digunakan dirasakan kurang tepat
Peran Unit Kegiatan Mahasiswa Alquran Study Club (ASC) dalam Mengimplemetasikan Pendidikan Moral di Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Nada, Annisa Ni’matun. 2018. Peran Unit Kegiatan Mahasiswa Alquran Study Club (ASC) dalam Mengimplemetasikan Pendidikan Moral di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Didik Sukriono, S.H, M.Hum., (II) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum. Kata Kunci: Peran, UKM ASC UM, Implemetasi Pendidikan Moral Keberadaan pendidikan moral sangat penting karena sebagai pedoman untuk berperilaku (baik buruk) sesuai dengan aturan lingkungan sekitar. Pendidikan moral perlu diimplementasikan di setiap jenjang pendidikan, khususnya perguruan tinggi. Universitas Negeri Malang adalah salah satu perguruan tinggi yang mengimplementasikan pendidikan moral melalui organisasi mahasiswa. Unit Kegiatan Mahasiswa Alquran Study Club (ASC) adalah organisasi mahasiswa yang dapat mengembangkan kemampuan softskill yang tidak mampu dikembangkan di dalam kelas. Tujuan penelitian ini yaitu (1)mendeskripsikan peran UKMASC UM dalam mengimplementasikan pendidikan moral di UM, (2)mendeskripsikan kendala yang dihadapi UKM-ASC UM, dan (3)mendeskripsikan solusi dalam mengatasi kendala yang dihadapi UKM-ASC UM dalam mengimplementasikan pendidikan moral di UM. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti (instrumen utama) serta pedoman wawancara dan dokumentasi (instrumen pendukung). Sumber data penelitian ini adalah informan (data primer) dan dokumen (data sekunder). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis Miles and Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data dan conclution (menarik kesimpulan). Pengecekan keabsahan temuan melalui peningkatan ketekunan dan triangulasi sumber data, waktu dan teknik. Berdasarkan analisis data, diperoleh empat hasil penelitian yakni pertama,UKM ASC UM mendukung pelaksanaan pendidikan moral di UM melalui program (kegiatan) di antaranya yaitu (a)program kerja pembinaan terdiri atas bidang Sauti (Tahsin Quran, Tartil Quran, Tilawatil Quran, dan Tahfid Quran), bidang Kitabi (Karya Tulis Ilmiah Alquran, Kaligrafi, Desain Aplikasi Alquran) dan Bidang Campuran (Syarhil dan Fahmul Quran), (b)program Tafaqquh Fiddinil Islam (TDI) yang berisi kuliah umum Bimbingan Baca Alquran (BBQ), (c)event perlombaan (Musabaqoh Tilawatil Quran), (d)Tahsinul Qiroah Cerdas Cendekia (TAQI-2C), (e)santunan anak yatim bersama BAZIS UM (Badan Amal Zakat Infaq dan Sodaqoh). Dari kegiatan tersebut melatih mahasiswa mengembangkan nilai moral religius, moral sosial dan moral individu.Kedua, kendala yang dihadapi UKM ASC UM dalam mengimplementasikan pendidikan moral di UM adalah kendala internal dan eksternal.Kendala internal meliputi menurunnya kualitas (kemampuan) pengurus baru, kendala dalam program kerja pembinaan yaitu (a)pelaksanaan beberapa pembinaan tidak tepat waktu, (b) serta ketidak-konsitenan para peserta pembinaan karena jadwal pembinaan berbenturan dengan kegiatan yang lain, (c) kurangnya pembina atau tim ahli, (d)tempat pembinaan kurang kondusif, (e)kendala teknis di lapangan. Kendala eksternal meliputi kurangnya pendanaan birokrasi yang lamban dalam perijinan tempat. Ketiga, solusi dalam mengatasi kendala yang dihadapi UKM-ASC UM dalam mengimplementasikan pendidikan moral di UM adalah mengadakan upgrading pengurus, meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar pengurus dan anggota pembinaan, mentolerir keterlambatan dengan cara ijin terlebih dahulu, melakukan open recruitment atau mendatangkan mentor yang ahli dibidang yang dibutuhkan, memanfaatkan tempat dan pembinaan dilakukan di tempat yang terbuka, melakukan evaluasi kegiatan diawal, tengah dan akhir kegiatan. Solusi kendala eksternal berupa pendanaan lain melalui wirausaha buku (menaikkan harga buku BBQ) dan melakukan audiensi dengan pimpinan. Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan, dikemukakan saran. Pertama, bagi peneliti lain, penelitian ini belum komprehensif karena hanya membahas mengenai peran UKM ASC dalam mengimplementasikan pendidikan moral di Universitas Negeri Malang, untuk kebutuhan penelitian berikutnya dapat meneliti yang terfokus dalam hal keberhasilan UKM ASC dalam meraih prestasi Musabaqoh Tilawatil Quran. Kedua, bagi UKM ASC UM, penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. Ketiga, bagi organisasi mahasiswa lain, penelitian ini dapat menjadikan rujukan untuk meningkatkan kinerja organisasi
Edukasi Profesi Sejak Dini guna Upaya wawasan Kerja menghindari Pernikahan Dini di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan
RINGKASAN Abstrak: Anak merupakan generasi penerus bangsa, anak memikul harapan orang tua untuk hidup dengan layak dan sukses. Begitulah yang dirasa setiap orang tua di seluruh dunia, tak terkecuali di desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Letak desa Wonokitri berada di daerah dataran tinggi Nasional Bromo Tengger Semeru (NBTS), dengan kondisi geografis tersebut, berbagai keterbatasan seperti terbatasnya akses masuk desa, hanya dengan jalur darat yaitu melalui Nongkojajar, Purwdadi, Pasuruan. Mayoritas penduduk Wonokitri bekerja sebagai petani ladang dengan hasil kebun berupa kentang, kubis, wortel, sawi, daun bawang dll, sedang Pendidikan masyarakat desa Wonokitri dapat dibilang tidak terlalu menjadi hal yang di prioritaskan. Hal-hal yang disosialisasikan itu seperti memberikan gambar berisikan profesi. Anak-anak desa Wonokitri terlihat antusias saat melihat gambar profesi yang kami berikan. Diharapkan dengan adanya program ini, anak-anak memiliki motivasi yang tinggi untuk mencari ilmu setinggi mungkin sehingga dapat meraih cita-cita yang diinginkan
Peran Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang Dalam Mencegah Peredaran Rokok Ilegal di Kabupaten Malang
RINGKASAN Choili, Silfiyya. 2018. Peran Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang Dalam Mencegah Peredaran Rokok Ilegal di Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. H. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum. (2) Drs.H. Suparlan Al Hakim, M.Si. Kata Kunci: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai, Rokok Ilegal, Cukai. Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang berarti penduduk Indonesia mempunyai pencaharian disektor pertanian. Salah satu komoditas pertanian yang penting di Indonesia yaitu tembakau. Tembakau penting karena dapat menghasilkan produk berupa rokok yang dapat memberikan kontribusi terhadap pemasukan bagi kas negara melalui cukai. Namun, dalam peredarannya terdapat pelanggaran terhadap cukai yang dilakukan oleh pengusaha rokok. Pelanggaran terhadap cukai yaitu melakukan tindakan ilegal dengan memproduksi maupun mengedarkan rokok ilegal. Rokok ilegal merupakan rokok yang tidak dilekati dengan pita cukai, rokok yang menggunakan pita cukai bekas, rokok yang menggunakan pita cukai palsu, dan rokok yang menggunakan pita cukai yang bukan untuk peruntukannya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. penelitian kualitatif juga merupakan tradisi tertentu dalam ilmu sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada seorang manusia baik dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya. Temuan penelitian dalam penelitian ini menghasilkan tiga pembahasan. Hasil pertama yaitu peredaran rokok ilegal di Kabupaten Malang. Hasil yang kedua yaitu peran Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang dalam mencegah peredaran rokok ilegal di Kabupaten Malang. Hasil yang ketiga yaitu bentuk pencegahan yang dilakukan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang dalam mencegah peredaran rokok ilegal di Kabupaten Malang. Sarannya yaitu Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Malang diharapkan dapat meningkatkan penyuluhan yang diberikan dengan membuat program-program menarik yang dapat dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat dan juga lebih meningkatkan lagi kampanye anti rokok ilegal melalui media sosial yang digemari oleh masyarakat. Selain itu masyarakat maupun pedagang rokok juga harus menyalurkan edukasi yang didapat kepada keluarga maupun kerabat-kerabatnya, agar wawasan yang diperoleh dapat tersebar lebih luas lagi
Peran Kampung Wisata Topeng Desaku Menanti dalam Mensejahterakan Masyarakat di Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang
ABSTRAK Mardiningrum, Novi. 2017. Peran Kampung Wisata Topeng Desaku Menanti dalam Mensejahterakan Masyarakat di Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Edi Suhartono, SH, M.Pd, (2) Dr. Sri Untari, M.Si. Kata kunci: Peran, Kampung Wisata Topeng, Desaku Menanti, Kesejahteraan Masyarakat Sebagaimana sila ke lima Pancasila bahwa tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu mencapai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial yang merata memang tujuan dari negara Indonesia, tetapi pada kenyataannya masih banyak masalah sosial yang belum terselesaikan. Ada beberapa masalah yang perlu adanya perhatian dari pemerintah seperti persoalan di kota-kota besar yaitu maraknya pengemis serta gelandangan yang tidak memiliki tempat tinggal dan hidup bergantung pada jalanan. Perlunya terobosan-terobosan baru dalam mengatasi hal tersebut, salah satunya melalui program pemerintah yang bernama Desaku Menanti. Melalui program Desaku Menanti ini permasalahan sosial gelandangan dan pengemis yang ada di masyarakat dapat teratasi dengan sendirinya. Adapun perbedaan serta keunikan dari terobosan Desaku Menanti yang ada di kota Malang Provinsi Jawa Timur, melalui gotong royong dan semangat masyarakat sangat antusias menyambut program Desaku Menanti, kemudian dijadikan kampung wisata berbasis budaya kearifan lokal setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Peran Kampung Wisata Topeng Desaku Menanti dalam mensejahterakan masyarakat di Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang; (2) Dampak dari kampung Wisata Topeng Desaku Menanti di Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang (3) Peran dari pemerintah daerah kota Malang dan masyarakat dalam mensejahterakan masyarakat di Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Miles and Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan: (1) Perpanjangan keikutsertaan; (2) Ketekunan pengamatan; dan (3) Triangulasi. Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, peran Kampung Wisata Topeng Desaku Menanti dalam mensejahterakan masyarakat di Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang antara lain: menambah kawasan wisata di Kota Malang, bahwa dengan adanya kampung tematik maka akan memiliki daya tarik wisata, sehingga menimbulkan tujuan pariwisata baru di Kota Malang; tempat rehabilitasi sosial, eks gelandangan dan pengemis yang direhabilitasi mendapatkan bimbingan-bimbingan berupa fisik, mental spiritual, sosial, pemberian motivasi, pendampingan dan bantuan; tempat pemberdayaan sosial, yaitu: eks gelandangan dan pengemis diberikan sejumlah keterampilan-keterampilan melalui pemberdayakan supaya menjadi produktif, mandiri, dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri; mensejahterakan masyarakat eks gelandangan dan pengemis, setelah mendapat dan mengikuti program Desaku Menanti maka eks gelandangan dan pengemis merasakan kesejahtaraan dalam kehidupan barunya apabila dilihat dari segi kondisi rumah layak pakai; Kondisi sandang; Kondisi pangan; Kondisi kesehatan, Kondisi pendidikan; dan Kondisi spiritual. Kedua, sedangkan dampak dari Kampung Wisata Topeng Desaku Menanti di Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang antara lain: Mengurangi jumlah Gelandangan dan Pengemis di Kota Malang, dengan adanya program Desaku Menanti di Kota Malang ini membawa dampak positif bagi Kota Malang, karena dapat mengurangi jumlah gelandangan dan pengemis yang berkeliaran di jalanan. Walaupun sepenuhnya belum menuntasankan tetapi mengurangi gelandangan dan pengemis di jalanan; Pembangunan infrastuktur jalan, sebelum adanya Kampung Wisata Topeng Desaku Menanti tidak ada akses jalan naik ke atas menuju Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandangan Kota Malang. Setelah adanya Kampung Wisata Topeng Desaku Menanti masyarakat asli Kelurahan Tlogowaru khususnya RW 07 merasakan dampak positif dalam infrastruktur jalan; Meningkatkan perekonomian eks gelandangan dan pengemis, perekonomian yang dulunya belum stabil, semenjak adanya Desaku Menanti eks gelandangan dan pengemis mendapatkan kestabilan dalam hal perekonomian. Ketiga, peran dari Pemerintah daerah kota Malang dan masyarakat dalam mensejahterakan masyarakat di Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang Kota Malang antara lain: Peran Pemerintah daerah sebagai penyedia lahan pembangunan, memasarkan produk, sosialiasai program Desaku Menanti. Sedangkan peran dari masyarakat Kelurahan Tlogowaru yaitu memasarkan produk dan sukarelawan sebagai tenaga pendidik. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: bagi Pemerintah Kota Malang supaya lebih mendukung program-program berbasis masyarakat dan lebih kreatif lagi dalam mengemas suatu program sehingga diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat di Kota Malang; bagi Dinas Sosial Kota Malang agar selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat yang membutuhkan demi mencapai keadilan dan kesejahteraan; bagi Kelurahan Tlogowaru supaya lebih memberikan dukungan-dukungan positif terhadap pembangunan pemerintah kota Malang; bagi masyarakat Kota Malang supaya lebih mendukung pembangunan yang ada di Kota Malang
Sekolah Alam Sebagai Pendidikan Alternatif dalam Pembinaan Moral di Pondok Pesantren Lembah Arafah Kabupaten Lumajang
ABSTRAK Alvatikasari, Elvita Putri. 2017. Sekolah Alam Sebagai Pendidikan Alternatif dalam Pembinaan Moral di Pondok Pesantren Lembah Arafah Kabupaten Lumajang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H., M.Hum, (2) Dr. Yuniastuti, S.H., M.Pd. Kata Kunci: sekolah alam, pendidikan alternatif, pembinaan moral Sekolah alam merupakan salah satu pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media belajar. Pembelajaran di sekolah alam menggunakan metode action learning atau peserta didik mengalami pembelajaran secara langsung. Melalui program sekolah alam, anak didik tidak hanya mengeksplor potensi yang dimiliki tetapi juga membina nilai-nilai moral pada setiap kegiatan sekolah alam. Sebagaimana bunyi Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan tidak hanya membentuk manusia Indonesia yang cerdas, namun juga memiliki kepribadian atau berkarakter, sehingga akan melahirkan generasi bangsa yang berkarakter sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan ajaran agama. Dari pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jika sekolah menginginkan anak didiknya cerdas dan berakhlakul karimah maka sekolah harus melakukan pembinaan moral agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dan mengetahui (1) sejarah sekolah alam sebagai pendidikan alternatif dalam pembinaan moral di Pondok Pesantren Lembah Arafah Kabupaten Lumajang, (2) materi sekolah alam sebagai pendidikan alternatif dalam pembsinaan moral di Pondok Pesantren Lembah Arafah Kabupaten Lumajang, (3) muatan nilai-nilai moral pada materi sekolah alam sebagai pendidikan alternatif dalam pembinaan moral di Pondok Pesantren Lembah Arafah Kabupaten Lumajang, (4) pelaksanaan pembinaan moral pada sekolah alam sebagai pendidikan alternatif di Pondok Pesantren Lembah Arafah Kabupaten Lumajang. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu (1) pengasuh Pondok Pesantren Lembah Arafah, (2) kepala sekolah, (3) waka kurikulum, (4) ketua program sekolah alam, (5) guru program sekolah alam, (6) siswa kelas VII dan VIII. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi dari segi sumber data dan metode pengambilan data. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) berdirinya sekolah alam dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pendidikan di sekitar pondok dan banyaknya ank putus sekolah. Sekolah alam berusaha menggali potensi peserta didik dengan harapan dapat menyelesaikan persoalan hidupnya secara mandiri dengan keahliannya masing-masing. Adapun program sekolah alam yaitu tafakkur alam, speaking English dan kajian kitab, (2) Sekolah Alam Lembah Arafah tidak menggunakan kurikulum dalam melaksanakan programnya melainkan menggunakan buku panduan yang dibuat oleh guru. Khusus program kajian kitab mengikuti buku panduan yang dibuat oleh Yanuar Isfanie selaku bidang pengembangan kurikulum, (3) Ada beberapa muatan nilai moral yang sama pada materi sekolah alam, yaitu nilai religius dan nilai kebersamaan. Nilai religius ditanamkan pada seluruh kegiatan sekolah alam dan nilai kebersaman dibina pada program speaking English dan tafakkur alam. Nilai yang termuat pada materi sekolah alam yaitu nilai peduli terhadap lingkungan, nilai tanggung jawab, nilai kerja sama, nilai toleransi dan nilai kesopanan. Bentuk-bentuk nilai lain seperti nilai sosial, nilai kemandirian dan nilai kebijaksanaan juga ditanamkan di sekolah alam. Nilai-nilai tersebut tidak dicantumkan secara tertulis pada materi sekolah alam namun pada prakteknya, nilai-nilai moral tersebut diintegrasikan pada kegiatan tafakkur alam, speaking English dan kajian kitab, (4) pembinaan moral di sekolah alam dilaksanakan melalui pembiasaan do’a bersama, melatih kerja sama melalui kegiatan tafakkur alam, menanamkan nilai peduli lingkungan melalui kegiatan tanam bunga, membina kecakapan berbahasa Inggris dengan speaking English, pemahaman terhadap kandungan isi Al-Qur’an pada program kajian kitab. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) penyelenggaraan program sekolah alam perlu ditingkatkan dan lebih bervariasi, tidak hanya difokuskan pada satu program saja. Program sekolah alam menyesuaikan dengan potensi di daerah sekitar pondok dan perlu dikembangkan. Lebih meningkatkan layanan informasi yang jelas dan lengkap mengenai sekolah alam yang didirikan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang sekolah alam, mempublikasikan di internet atau media lainnya bahwa di Pondok Pesantren Lembah Arafah juga terdapat sekolah alam yang setingkat dengan SMP/MTs. Merancang kurikulum untuk program sekolah alam agar kegiatan pembelajaran tidak hanya menggunakan buku panduan tetapi memiliki rencana kegiatan yang jelas dan terarah, (2) peserta didik harus mengoptimalkan kegiatan sekolah alam agar mampu memotivasi dirinya sendiri bahwa pembinaan moral melalui program sekolah alam memberikan manfaat bagi kebaikan dirinya sekaligus mengasah keterampilan yang dimiliki. Peserta didik juga harus berlatih membiasakan diri untuk mengikuti kegiatan yang telah diprogramkan agar dapat menyesuaikan diri dengan situasi, kondisi, dan program kegiatan yang ada selama mendapatkan pembinaaan moral. Selain itu, peserta didik juga harus senantiasa berperilaku sesuai norma-norma yang berlaku di masyarakat setelah mendapat pembinaan moral di Sekolah Alam Lembah Arafah.
PENGAMALAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI RUWATAN SENGKALA NAGARI BUR MANUK DI CANDI KIDAL KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Fitria, Ulfa. 2017. Pengamalan Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si, (II) Dr. Didik Sukriono, S.H, M.Hum. Kata Kunci: Nilai-nilai kearifan lokal, Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk, Candi Kidal Budaya asing yang mendominasi terhadap nilai budaya asli mampu menggeserkan kebudayaan yang menjadi jati diri bangsa. Kondisi tersebut sudah mulai terlihat di tengah kehidupan kita saat ini. Budaya-budaya asing datang dengan begitu mudahnya akibat dampak dari kuatnya arus global. Dampak yang dikhawatirkan dari pergeseran kebudayaan tersebut berupa sikap dan olah pikir dari manusia Indonesia sendiri, dari sikap yang mengunggulkan gotong royong dan musyawarah menjadi lebih individualis, yang demikian itu jauh dari ajaran kebudayaan yang luhur. Untuk tetap mempertahankan keluhuran budaya bangsa Indonesia ini, salah satu alternatifnya dengan mengembangkan dan mempertahankan budaya sendiri, salah satu budaya yang dimaksud adalah Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal. Tujuan dari penilitian ini: (1) Menjelaskan asal usul Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk, (2) Mendiskripsikan prosesi pelaksanaan Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal, (3) Mengetahui nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal, (4) Memahami perspektif masyarakat tentang adanya Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal , (5) Mengetahui kendala yang dihadapi dalam upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal dalam Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal, (6) Mengetahui bagaimana mengatasi kendala dalam upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal dalam Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi teoritis tentang kebudayaan yang berjenis penelitian etnografi, dalam mencari data dari informan yang terdiri dari Bapak KRAT. Sutrimo RB, SE., MM sebagai ketua pelaksana dari LSM atau Ormas Raket Prasaja, Ibu Siti Romelah sebagai ketua Juru Kunci Candi Kidal, Bapak Imam Pinarko sebagai Juru Kunci II candi Kidal, Bapak Achmad Taufik sebagai Kepala Desa Kidal, Bapak Utomo sebagai penari Garudeya, Bapak Sateman sebagai sesepuh Desa Bangilan-Pandanajeng. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Analisis data yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian adalah: (1) Asal mula Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal yaitu mengangkat kembali kegiatan luhur pendahulu yaitu Tradisi Ruwatan Sengkala pada masa Kerajaan Singosari; (2) Pelaksanaan Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal terbagi menjadi dua tahapan yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan; (3) Nilai-nilai kearifan lokal dalam Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal terdapat sembilan nilai luhur; (4) Perspektif masyarakat tentang adanya Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal; (5) Kendala dalam pelaksanaan Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal yaitu faktor internal (dana dan ketidakpedulian masyarakat terhadap tradisi dan faktor alam. (6) Upaya pelestarian Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal yaitu gotong royong, perlengkapan sarana dan prasarana, dan pelaksanaan secara rutin. Saran yang berhubungan dengan upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal dalam Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal, yaitu kepada (1) Panitia Penyelenggara Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal mampu mempertahankan eksistensi dari kebudayaan Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal dan mampu memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat dalam memandang nilai-nilai kearifan lokal dalam Tradisi Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal, (2) Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, diharapkan ikut membantu dalam mensosialisasikan Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal, baik memalui media cetak maupun elektronik. (3) Masyarakat Desa Kidal, sudah sepatutnya ikut ambil bagian dalam upaya pelestarian Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal ini, serta masyarakat pun dituntun untuk paham terhadap nilai-nilai kearifan lokal dalam Ruwatan Sengkala Nagari Bur Manuk di Candi Kidal.
PENERAPAN HUKUM ISLAM MENGENAI HAK WARIS DI DESA GADOR KECAMATAN DURENAN KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR
ABSTRAK : Gador adalah salah satu desa yang terpencil yang berada di Kabupaten Trenggalek. Dimana mayoritas penduduknya berkecimpung dalam bidang pertanian, yaitu petani ketela dan kacang tanah. Kisah ini bersumber dari suatu cerita rakyat yang tidak dituliskan, dan jarang orang yang mengetahuinya, ini bersifat turun temurun serta dianggap pernah terjadi. Unsur-unsur pewarisan dari tiga kata kunci yang menjadi unsur-unsur pewarisan, yaitu: pewaris, harta warisan, dan ahli waris. Dalam aspek-aspek inilah akan dilihat asas-asas hukum adat waris yang berlaku bagi semua orang. Penelitian yang berjudul Penerapan hukum islam mengenai hak waris di desa gador kecamatan durenan kabupaten trenggalek jawa timur bertujuan mendeskripsikan (1) penerapan hukum islam mengenai hak waris di desa Gador, (2) pola pembagian hukum islam mengenai hak waris. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat hasil penelitian sebagai berikut. (1) penerapan hukum islam mengenai hak waris di desa Gador Setelah mempelajari definisi Hukum Kewarisan Islam, untuk lebih mendalaminya, perlu mempelajari prinsip-prinsipnya. Beberapa prinsip dalam Hukum Kewarisan Islam, (2) pola pembagian hukum islam mengenai hak waris Hukum Kewarisan Islam menetapkan, bahwa peralihan harta seseorang kepada orang lain dengan sebutan kewarisan berlaku setelah yang mempunyai harta tersebut meninggal dunia. Dengan demikian, tidak ada pembagian warisan sepanjang pewaris masih hidup. Segala bentuk peralihan harta seseorang yang masih hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak termasuk ke dalam persoalan kewarisan menurut Hukum Kewarisan Islam.Hukum Kewarisan Islam hanya mengenal satu bentuk kewarisan, yaitukewarisan akibat kematian yang dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata disebut kewarisan ab intestato dan tidak mengenal kewarisan atas dasar wasiat yang dibuat pada saat pewaris masih hidup. Saran yang diberikan penulis yaitu (1) seharusnya penerapan hukum adat mengenai hak waris di desa gador menganut sistem hukum yang ada, (2) seharusnya pola pembagian hukum di desa Gador menganut sistem hukum islam yang sudah di tetapkan. Kata kunci : penerapan hukum islam, hak waris
Kesenian Reog Kendang di Kabupaten Tulungagung
ABSTRAK Kata kunci: kesenian, reog kendang, Tulungagung Reog Kendang (reog Tulungagung) adalah salah satu kesenian di daerah Tulungagung. Hingga saat ini Reog Kendang belum banyak dikenali masyarakat di luar wilayah Tulungagung. Tidak menutup kemungkinan suatu saat kesenian ini akan berkembang maupun dikembangkan di daerah lain, dengan bentuk dan corak yang sama mungkin juga berbeda. Untuk menjaga berbagai kemungkinan tersebut, diadakan beberapa upaya kearah itu. Salah satu di antaranya berupa pembakuan nama. Karena Reog Kendang milik masyarakat Tulungagung, maka apabila ada orang menyebut Reog Kendang selalu berasiosasi dari Tulungagung. Untuk itulah kiranya sudah sewajarnya apabila nama ini dibakukan atau disempurnakan dari “REOG KENDANG” menjadi “REOG TULUNGAGUNG” agar apabila suatu saat berkembang di daerah luar Tulungagung orang selalu mengetahui bahwa Reog Kendang tersebut berasal dari Tulungagung
Analisis Pemikiran Politik dan Hukum Menurut Pandangan Islamis Haji Agus Salim
ABSTRAK Nugraha, Joe Nandra. 2017. Analisis Pemikiran Politik dan Hukum Menurut Pandangan Islamis H. Agus Salim.Jurusan Hukum Kewarganegaraan, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Arbaiyah Prantiyasih, M.Si (2)Drs. H. Suparman Adi Winoto,S.H, M.Hum. Kata Kunci:Haji Agus Salim, Politik, Hukum, Pandangan Islamis. Analisis Pemikiran Politik dan Hukum Menurut Pandangan Islamis H. Agus Salim. Tujuan dari kajian ini untuk mendiskripsikan (1) Latar belakang pemikiran politik dan hukum Haji Agus Salim, (2) Pemikiran politik menurut pandangan islamis Haji Agus Salim, (3) Pemikiran hukum menurut pandangan islamis Haji Agus Salim. Metode kajian dalam penelitian pustaka ini adalah menggunakan model kepustakaan atau library research. Penulisan karya ilmiah ini didasarkan pada hasil studi terhadap buku-buku yang membahas pemikiran politik dan hukum Haji Agus Salim dan beberapa bahan pustaka yang relevan dan langkah-langkah yang digunakan (1) Menyiapkan alat perlengkapan (2) Menyusun bibliografi kerja (3) Mengatur waktu (4) Membaca dan membuat catatan penelitian.Data yang diperoleh dari sumber-sumber pustaka diinterpretasikan, digabungkan, dibandingkan dan ditelaah sehingga menghasilkan suatu kesimpulan mengenai hal yang dikaji. Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama Haji Agus Salim, merupakan seorang tokoh Republik Indonesia. Pemahaman beliau dalam Islam semakin kental ketika beliau bekerja di Arab Saudi, tempat yang paling pas untuk menimba ilmu agama Islam. Selanjutnya, pada tahun 1912, Haji Agus Salim pulang ke daerah asalnya da tidak lama kemudian Haji Agus Salim diminta Pemerintah Kolonial Belanda untuk mencari data tentang H.O.S Cokroaminoto dan Sarekat Islam (SI), Tidak disangka bahwa ketika Haji Agus Salim berkenalan dengan H.O.S Cokroaminoto, keduanya semakin dekat dan akhirnya Haji Agus Salim masuk menjadi anggota SI (Sarekat Islam). Kedua Pemikiran Haji Agus Salim dalam bidang politik sangat nampak ketika beliau aktif menjadi anggota SI (Sarekat Islam), pada masa itu sangat sering terjadi konflik, baik konflik yang terjadi di dalam tubuh SI (Sarekat Islam) sendiri, maupun konflik yang terjadi antara SI (Sarekat Islam) yang merupakan kelompok nasionalis Islam dengan kelompok nasionalis. KetigaAda beberapa hal yang mewarnai pemikiran hukum menurut pandangan Islamis Haji Agus Salim, yang pertama adalah masalah tabir, perkawinan dan perempuan, kedua adalah masalah sikap polisi dan hakim dalam menegakkan hukum kepada rakyat, ketiga adalah masalah perang dan jihad, keempat adalah Haji Agus Salim sebagai bapak bangsa. Haji Agus Salim merupakan salah satu tokoh yang sangat dihormati karena keintelektualan beliau dalam berbagai bidang. Beliau menjadi penghalus bahasa dalam penyusunan batang tubuh UUD 1945 bersama Djajaningrat dan Soepomo. Beliau juga aktif menjadi anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) hingga menjadi anggota Panitia Sembilan yang pada akhirnya melahirkan Preambule atau Pembukaan UUD 1945. Saran yang diberikan penulis adalah (1) Pemikiran politik Haji Agus Salim sebagai tokoh nasionalis Islam bisa menjadi pedoman bagi berbagai golongan karena pemikiran politik beliau sangat sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Bagi golongan nasionalis saat ini, harus mengingat bahwa nasionalis yang keterlaluan dapat jatuh kearah chauvinisme, dan bagi golongan Islam juga harus mengingat bahwa Indonesia adalah negara yang menganut paham nasionalisme, agar tidak terjadi perpecahan di Indonesia (2) Haji Agus Salim yang memiliki intelektualitas tinggi terutama dalam bidang bahasa hingga beliau menjadi penghalus bahasa dalam penyusunan UUD 1945 harus diingat oleh para penerus bangsa sehingga para penerus bangsa saat ini tidak boleh dengan mudahnya berusaha merubah sebagian atau seluruhnya UUD 1945 apalagi hanya untuk keuntungan pribadi/kelompok (3)Sebagai seorang tokoh yang sangat dihormati oleh Bangsa Indonesia, hingga beliau memiliki gelar “The Grand Old Man”, sumbangan Haji Agus Salim terhadap negara ini harus tetap dijaga dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh. Pemikiran Haji Agus Salim dalam banyak hal tidak hanya menjadi sekedar pemikiran melainkan harus menjadi pedoman bagi para penerus bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara terutama dalam bidang politik dan hukum