SKRIPSI Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
436 research outputs found
Sort by
Persepsi Mahasiswa Terhadap Pelanggaran Hak Cipta atas Penggunaan Buku Bajakan (Study Kasus Mahasiswa Hukum dan Kewarganegaraan 2015 Universitas Negeri Malang)
ABSTRAK Pelanggaran terhadap buku yang kerap terjadi salah satunya adalah penggandaan buku atau pembajakan buku. Penggandaan buku saat ini makin marak terjadi di masyarakat. Walaupun adanya perlindungan akan hak cipta, akan tetapi masih ada dan kerap terjadi kasus pelanggaran atas hak cipta yang salah satunya yaitu pembajakan terhadap buku. Pembajakan buku yang terjadi ini pastinya merugikan bagi pemilik hak cipta atau pemegang hak cipta tersebut dari kemanfaatan ekonomi yang seharusnya didapatkan dari buku itu karena digandakannya buku tersebut tanpa adanya pemberitahuan royalti kepada pemegang hak cipta. Mahasiswa dilinai memiliki intelektualitas yang tinggi, baik dalam berfikir maupun dalam bertindak. Pemikiran yang kritis dan dapat dapat melakukan tindakan yang tepat merupakan suatu persepsi yang sudah melekat pada seorang mahasiswa, sehingga mahasiswa dipandang sebagai manusia yang sudah sewajarnya untuk berfikir.Namun pada kenyataannya, mahasiswa sendiri merupakan oknum yang juga menggunakan buku bajakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui latar belakang mahasiswa Hkn 2015 Universitas Negeri Malang menggunakan buku bajakan, untuk mengetahui persepsi mahasiswa Hkn 2015 Universitas Negeri malang terhadap penggunaan buku bajakan, untuk mengetahui judul buku bajakan yang sering digunakan oleh mahasiswa Hkn 2015 Universitas Negeri Malang, dan ntuk mengetahui pandangan hukum terhadap pengguna buku bajakan
Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam Tradisi Jimpitan di Rt 02 Rw 05 Lingkungan Tanggung Kelurahan Wlingi
ABSTRAK Ningtyas, Chandra. 2018. Nilai-Nilai Pancasila yang Terkandung dalam Tradisi Jimpitan di RT 02 RW 05 Lingkungan Tanggung Kelurahan Wingi Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M. Si, (II) Drs, Ketut Diara Astawa S.H, M.Si. Kata Kunci : nilai, Pancasila, tradisi, jimpitan Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang terdiri dari nilai-nilai yang dipandang baik yang kemudian dipraktikkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Jimpitan merupakan praktik perilaku yang ditunjukan oleh Lingkungan Tanggung sebagai alternatif dalam mengembangkan pembangunan wilayahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, (1) pelaksanaan tradisi jimpitan di RT 02 RW 05 Lingkungan Tanggung, (2) penggunaan dari hasil jimpitan di RT 02 RW 05 Lingkungan Tanggung, (3) nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tradisi jimpitan di RT 02 RW 05 Lingkungan Tanggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data yang diperoleh berasal dari kata-kata atau tindakan dari informan dalam hal ini adalah Lurah Wlingi,Ketua RT 02, Petugas jimpitan, dan masyarakat desa; sumber tertulis; dan dokumen. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara menggunakan analisis taksonomi. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara triangulasi sumber. Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan tradisi jimpitan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu pemilihan petugas, pengumpulan jimpitan, pelelangan jimpitan, dan pelaporan. Kedua, penggunaan hasil jimpitan digunakan untuk berbagai kegiatan perayaan Agustusan yang terdiri atas lomba baris berbaris dan karnaval di kecamatan, malam syukuran, pesta resepsi, lomba-lomba. Ketiga, nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tradisi jimpitan yaitu nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tercermin dalam perilaku jujur, ikhlas, memberi, berdoa dan kerukunan antar umat beragama; nilai kemanusiaan yang adil dan beradab tercermin dalam perilaku toleransi, budaya mengucap salam; nilai persatuan Indonesia tercermin dalam perilaku cinta tanah air dan persatuan; nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan tercermin dalam perilaku mengutamakan kepentingan bangsa, musyawarah; dan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tercermin dalam sikap adil dan gotong royong. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: pemerintah dapat memberikan dukungan dengan adanya tradisi jimpitan, petugas jimpitan dapat meningkatkan loyalitas kinerjanya serta mempublikasikan pelaksanaan jimpitan di RT 02 RW 05 Lingkungan Tanggung dapat menjadi rujukan wilayah-wilayah lain serta masyarakat terus berperan aktif dalam pelestarian jimpitan
POLA KADERISASI PARTAI POLITIK DI DPC PKB KABUPATEN SIDOARJO
ABSTRAK Parpol merepresentasikan ideologi perjuangan, aspirasi dan agregasi kepentingan politik rakyat, semua itu telah dijamin dalam konstitusi negara republik Indonesia “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat” ( Pasal 28 E UUD NRI 1945), pilihan demokrasi perwakilan yang dianut negeri ini menempatkan parpol pada posisi sentrum dalam mencoraki warna perpolitikan negara Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) struktur organisasi partai politik DPC PKB Kabupaten Sidoarjo (2) pola kaderisasi partai politik DPC PKB Kabupaten Sidoarjo (3) hambatan yang dihadapi DPC PKB Kabupaten Sidoarjo dalam melaksanakan kaderisasi partai politik di Kabupaten Sidoarjo (4) solusi atau upaya DPC PKB Kabupaten Sidoarjo untuk mengatasi hambatan dalam melaksanakan kaderisasi partai poltik di Kabupaten Sidoarjo. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan lalu diverifikasi. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan teknik triangulasi triangulasi teknik. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Berdasarkan AD/ART Partai Kebangkitan Bangsa. Ada beberapa tingkatan kepengurusan dari Partai Kebangkitan Bangsa, mulai dari tingkatan pusat yang disebut dewan perwakilan pusat (DPP), kemudian di tingkat provinsi dengan dewan perwakilan wilayah (DPW), kemudian di tingkat kota/kabupaten dewan pengurus cabang (DPC), di tingkat kecamatan dewan perwakilan anak cabang (DPAC), di tingkat kelurahan/desa yang disebut dewan perwakilan ranting (DPRt), dan dewan perwakilan anak ranting (DPARt) di tingkat dusun. Di tingkat DPC pembentukan struktural partai dilaksankan pada musyawarah cabang (Musycab). Adapun penentuan job description setiap divisi dan anggota yang mengisi divisi-divisi tertentu dilaksakan pada musyawarah kerja cabang (Musykercab). (2) Partai Kebangkitan melaksanakan rekrutmen sebagai upaya untuk menjaga regenerasi roda kepengurusan partai. Dalam pelatihan kader PKB terdapat jenjang kaderisasi yakni Pendidikan Kader Pertama (PKP), Pendidikan Kader Menengah (PKM), Pendidikan Kader Atas (PKA). (3) Hambatan-hambatan yang kerap hadir dalam kaderisasi parpol yang dijalankan oleh Partai Kebangkitan Bangsa, adalah rendahnya antusias dan partisipasi masyarakat dalam bergabung mejadi anggota atau kader partai. (4) Untuk mengatasi kendala teknis partai dapat diatasi dengan, membentuk tim kordes baik tim ranting maupun anak ranting di optimalkan sebagai kepanjangan tangan pengurus yang di atasmya. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: 1. Bagi DPC PKB Kabupaten Sidoarjo, hendaknya dalam melaksanakan rekrutmen anggota menjaring seluruh lapisan elemen masyarakat 2. Perlu adanya sosialisasi yang intensif kepada masyarakat tentang program kerja partai 3. Bagi Nahdlatul Ulama, perlu adanya ketegasan dalam menegakkan khittah organisasi, 4. Bagi masyarakat terutama generasi muda, hendaklah terus belajar dan berfikir kritis, untuk melihat fenomena-fenomena kemasyarakatan yang ada di sekita
SOSIALISASI POLITIK SOLUSI PENCEGAH BUDAYA POLITIK PAROKIAL
RINGKASAN Sejak berdirinya, Indonesia adalah Negara yang menganut demokrasi. Namun dalam kenyataannya walaupun Negara demokrasi, masyarakat indonesia masih juga tergolong ke dalam budaya politik parokial, meskipun juga mengalami transisi ke budaya politik kaula dan budaya politik partisipan. Budaya politik parokial umumnya terdapat di daerah pedalaman, yang tingkat partisipasinya cenderung rendah terhadap politik. Pada artikel ini disajikan informasi mengenai solusi untuk mencegah budaya politik parokial di Indonesia. Solusi tersebut adalah penyelenggaraan sosialisasi politik. Sosialisasi yang dilakukan adalah dengan pendidikan pilitik secara langsung melalui seminar dan tidak langsung melalui iklan di media massa
RAZIA TERSELUBUNG SIM PELAJAR
RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis penanganan masalah kepemilikan SIM di kalangan pelajar. Solusi tersebut adalah pemeriksaan atau razia yang dilakukan oleh polisi kepada para pelajar. Razia ini merupakan razia yang terselubung dah dikhususkan bagi pelajar yang sudah berumur 17 tahun dan yang telah membawa kendaraan bermotor untuk berangkat ke sekoloah. Pelajar yang sudah diperbolehkan polisi untuk membawa kendaraan bermotor diberikan stiker oleh sekolah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan sikap disiplin para siswa dan juga untuk meminimalisasi pelanggaran tata tertib lalu lintas, khususnya di kalangan pelajar
SENSOR SIDIK JARI SEBAGAI UPAYA MENGATASI CYBER CRIME
RINGKASAN SENSOR SIDIK JARI SEBAGAI UPAYA MENGATASI CYBER CRIME Wiwin Dwi Jayanti Surel :[email protected] Universitas Negeri Malang Jalan Semarang Nomor 5 Pada artikel ilmiah ini dipaparkan informasi mengenai solusi cyber crime atau kejahatan dunia maya.Solusi tersebut adalah penggunaan sensor sidik jari berbasis internet.Fitur ini merupakan kombinasi antara sensor sidik jari dengan perangkat lunak berbasis internet.Alat ini memiliki fungsi mengenali identitas seseorang untuk dikaitkan dengan nomor telepon selular. Kombinasi antara sensor sidik jari dengan perangkat lunak berbasis internetakan memudahkan seseorang ketika melakukan registrasi nomor telepon selular.Alat ini menghasilkan keakuratan data pemilik nomor telepon selular, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pemalsuan identitas. Kata kunci : sensor sidik jari, perangkat lunak, berbasis internet, identita
Karakteristik Daerah Banyuwangi dalam Lagu Umbul-Umbul Blambangan menurut Masyarakat Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi
RINGKASAN Saadah, Khilma, A.W. 2018. Karakteristik Daerah Banyuwangi dalam Lagu Umbul-Umbul Blambangan menurut Masyarakat Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si, (II) Dr. Nuruddin Hady, SH., MH. Kata Kunci : Karakteristik Daerah Banyuwangi, Lagu Umbul-Umbul Blambangan, Desa Kemiren. Lagu Umbul-Umbul Blambangan sangat populer dalam masyarakat Banyuwangi, karena lagu ini merupakan lagu daerah asli Banyuwangi. Lagu Umbul-Umbul Belambangan ini memiliki nilai historis dan arti tersendiri. Dalam lagu Umbul-Umbul Blambangan ini memiliki arti untuk untuk Lare-lare Blambangan (pemuda-pemuda Blambangan) untuk membakar semangat mereka, selain itu menceritakan tentang pulau Jawa Timur paling ujung timur yang memiliki hutan dan gunung yang begitu angker (menyeramkan). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui sejarah lagu Umbul-Umbul Blambangan; (2) Untuk mengetahui karakteristik alam Banyuwangi dalam lagu Umbul-Umbul Blambangan menurut masyarakat desa Kemiren, kecamatan Glagah, kabupaten Banyuwangi; (3) Untuk mengetahui budaya Banyuwangi dalam lagu Umbul-Umbul Blambangan menurut masyarakat desa Kemiren, kecamatan Glagah, kabupaten Banyuwangi; (4) Untuk mengetahui daerah Banyuwangi terhadap Indonesia dalam lagu Umbul-Umbul Blambangan menurut masyarakat desa Kemiren, kecamatan Glagah, kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatifJenis penelitian sosiolinguistik. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu teknik simak (pengamatan/observasi) dan teknik cakap/wawancara. Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis data, proseduranalisissebagai berikut: (a) membandingkan setiap fenomena/kejadian yang dapat diterapkan pada setiap kategori; (b) memadukan kategori dan ciri-cirinya; (c) membatasi lingkup teori; (d) menulis teori.Dalam penelitian ini, peneliti menguji kebasahan data dengan teknik: (a) perpanjangan pengamatan; (b) Meningkatkan ketekunan; (c) Triangulasi. Adapun hasil penelitian ini antara lain: (1) Sejarah lagu Umbul-Umbul Blambangan. Pencipta lagu Umbul-Umbul Blambangan yaitu Andang Chotif Yusuf pada tahun 1974, seorang penulis lagu dan sandiwara Banyuwangi.Lagu Umbul-Umbul Blambangan ini dalam setiap baitnya memiliki makna dan ciptakan karena ingin mengenang jasa para pahlawan Banyuwangi yang berjuang merebut Indonesia pada jaman Belanda.Sejarahnya lagu Umbul-Umbul Blambangan ini yaitu sebagai simbol dari Blambangan tersebut dulu Prabu Minak Jinggo. Dalam lagu Umbul-Umbul Blambangan ini juga terdapat lirik atau bait yang menggambarkan Daerah Banyuwangi yang sangat subur. (2) Karakteristik alam Banyuwangi dalam lagu Umbul-Umbul Blambangan menurut masyarakat desa Kemiren, kecamatan Glagah, kabupaten Banyuwangi adalah menggambarkan tanah Banyuwangi yang sangat subur.Karakteristik alam dalam lagu Umbul-Umbul Blambangan juga terlihat dari gunung, lautan, hutan, sungai. (3) Karakteristik budaya Banyuwangi dalam lagu Umbul-Umbul Blambangan menurut masyarakat desa Kemiren, kecamatan Glagah, kabupaten Banyuwangi yaitu bahasa, kesenian, dan mentalitas masyarakat Banyuwangi yang kerja keras dan setia. Itu yang menjadikan karakter masyarakat Banyuwangi berbeda dengan derah lainnya. (4) Sumbangan daerah Banyuwangi terhadap Indonesia dalam lagu Umbul-Umbul Blambangan menurut masyarakat desa Kemiren, kecamatan Glagah, kabupaten Banyuwangi antara lain: pertanian, perikanan, wisata, kesenian. Jadi karakteristik alam dan budaya Banyuwangi ikut menyumbangkan untuk Indonesia dinasional maupun Internasional. Saran yang ditujukan antara lain sebagai berikut: (1) Saran Bagi Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi hendaknya pemerintah Banyuwangi menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Banyuwangi khususnya lagu Umbul-Umbul Blambangan yang menjadi ikon atau lagu daerah Banyuwangi; (2) Saran Bagi Desa Kemirensemoga lebih maju dan terkenal di nasional maupun di Internasional sehingga bisa membuat harum nama Banyuwangi; (3) Saran kepada generasi muda sebagai pemuda yang akan meneruskan perjuangan bangsa harusnya menanamkan sikap cinta akan kebudayaan yang telah di miliki oleh bangsa sendiri. Saadah, Khilma, A.W. 2018.The Characteristics Of Banyuwangi Regional In Song of Umbul-Umbul Blambangan By The Village Community Kemiren Subdistrict Glagah Regency Banyuwangi. Thesis, Study Program of Pancasila and Citizenship Education, Department of Law and Citizenship, Faculty of Social Sciences, Malang State University. Advisor: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Sc, (II) Dr. Nuruddin Hady, SH., MH. Keywords: Characteristics of Banyuwangi Region, Blambangan Umbul-Umbul Song, Kemiren Village. The Blambangan Umbul-Umbul song is very popular in the Banyuwangi community, because this song is a native song of Banyuwangi. This Mining Umbul Song has historical value and its own meaning. In the song Umbul-Umbul Blambangan this means for Lare-lare Blambangan (Blambangan youths) to burn their enthusiasm, besides that it tells about the easternmost island of East Java which has forests and mountains that are so haunted.This study aims to: (1) To find out the history of the songs of Umbul-Umbul Blambangan; (2) To find out the natural characteristics of Banyuwangi in the song Umbul-Umbul Blambangan according to the people of Kemiren village, Glagah sub-district, Banyuwangi district; (3) To find out Banyuwangi culture in the song Umbul-Umbul Blambangan according to the people of Kemiren village, Glagah sub-district, Banyuwangi district; (4) To find out the Banyuwangi area towards Indonesia in the song Umbul-Umbul Blambangan according to the people of the Kemiren village, Glagah sub-district, Banyuwangi district. This study uses qualitative research type of sociolinguistic research. The method of data collection in this study uses two data collection techniques, namely referral techniques (observation / observation) and skillful techniques / interviews. The steps taken in data analysis, the analysis procedure are as follows: (a) comparing each phenomenon / event that can be applied to each category;(b) integrating its categories and characteristics; (c) limit the scope of the theory; (d) writing theory. In this study, researchers tested data wetness with techniques: (a) extension of observation; (b) Increase perseverance; (c) Triangulation. The results of this study include: (1) History of Blambangan Umbul-Umbul songs. The creator of the Blambangan Umbul-Umbul song namely Andang Chotif Yusuf in 1974, a Banyuwangi songwriter and playwright. These Blambangan Umbul songs in each verse have meaning and are created because they want to commemorate the services of Banyuwangi heroes who fought to capture Indonesia in the Dutch era. The history of the Blambangan Umbul-Umbul song is a symbol of Blambangan, formerly Prabu Minak Jinggo. In this Blambangan Umbul-Umbul song there are also lyrics or stanzas that describe the very fertile Banyuwangi Region. (2) The natural characteristics of Banyuwangi in the Umbul-Umbul Blambangan song according to the people of the Kemiren village, Glagah sub-district, Banyuwangi district are describing the very fertile land of Banyuwangi. Natural characteristics in the song Umbul-Umbul Blambangan are also seen from mountains, oceans, forests, rivers. (3) Characteristics of Banyuwangi culture in Umbul-Umbul Blambangan songs according to the people of Kemiren village, Glagah sub-district, Banyuwangi district, namely language, art, and the mentality of the Banyuwangi people who work hard and faithfully. That makes the character of the Banyuwangi community different from other regions. (4) The contribution of the Banyuwangi area to Indonesia in the Umbul-Umbul Blambangan song according to the people of the Kemiren village, Glagah sub-district, Banyuwangi district, among others: agriculture, fisheries, tourism, arts. So Banyuwangi's natural and cultural characteristics contribute to Indonesia. Suggestions include the following: (1) Suggestions For the Government of Banyuwangi Regency, the Banyuwangi Government should maintain and preserve the culture in Banyuwangi, especially the Umbul-Umbul Blambangan song that is an icon or Banyuwangi regional song; (2) Suggestions for the Kemiren Village may be more advanced and well-known in the national and international so that they can make the name Banyuwangi fragrant; (3) Suggestions to the younger generation as youth who will continue the nation's struggle should instill a love of culture that has been possessed by the nation itself.
PERAN GUBUK BACA LENTERA NEGERI (GBLN) DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI PERMAINAN TRADISOINAL WAYANG SUKET STUDI DI DESA JABUNG KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Ramadhan, Rully Anas. 2017. Peran Gubuk Baca Lentera Negeri (GBLN) dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila melalui Permainan Tradisional Wayang Suket, Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Prodi PPKn, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Margono, M. Pd, M.Si, (2) Dr. Edi Suhartono, SH, M.Pd. Kata Kunci: Gubuk Baca Lentera Negeri (GBLN), Permainan Tradisional, Wayang Suket, Nilai-Nilai Pancasila Pendidikan menjadi salah satu faktor perkembangan dan kemajuan negara selain kesehatan dan tingkat ekonomi masyarakat di negara tersebut. Oleh karena itu semua elemen masyarakat sangatlah menginginkan berubahan perubahan dalam bidang kesehatan ekonomi dan pendidikan menuju arah yang lebih baik dan merata disetiap daerah dan disetiap elemen dalam masayrakat. Pentingnya pendidikan Pancasila juga sebagai rambu-rambu norma dalam berkehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat agar tercapainya keselarasan dalam kehidupan. Pendidikan Pancasila dalam penilaian ini ditujukan pada peran Pancasila sebagai landasan moral setiap lapisan masyarakat, sehingga diharapkan nantinya setiap perilaku masyarakat sesuai dengan dasar negara yakni Pancasila. Gubuk Baca Lentera Negeri (GBLN) merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memfokuskan kegiatannya dalam bidang pendidikan, sosial budaya dan lingkungan. Agar masyarakat nantinya dapat berkembang dan mandiri dalam kehidupannya. Tidak hanya sekedar membaca kegiatan dalam Gubuk Baca Lentera Negeri sendiri yakni melestarikan kebudayaan seperti permainan tardisional. Permainan tradisional berasal dari kebudayaan tersebut suatu tempat tersebut. Kebudayaan setiap daerah berbeda dengan daerah lain. Permainan wayang sendiri sangat banyak ditemukan didaerah Jawa, banyak sekali jenis jenis wayang seperti: wayang kulit, wayang golek, wayang orang dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui permainan wayang suket yang ada di Gubuk Baca Lentera Negeri, (2) mengetahui peran Gubuk Baca Lentera Negeri dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan menggunakan permainan tradisional wayang Suket, (3) mengetahui nilai-nilai Pancasila apakah yang terkandung dalam permainan tradisional wayang Suket yang di maksud oleh Gubuk Baca Lentera Negeri. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Lokasi penelitian adalah tempat dimana dilakukannya penelitian. Lokasi penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah desa binaan Gubuk Baca Lentera Negeri yakni, desa Sukolilo Kecamatan Jabung, desa Gunung Kunci Kecamatan Jabung, warga Gang Tato Jabung, desa Taji, dan didesa Tebelo Kecamaatan Pakis. Desa binaan Gubuk Baca Lentera Negeri berada dalam satu wilayah Kabupaten Malang.Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan uji kredibilitas dengan peningkatan ketekunan dalam penelitian dan triangulasi. Temuan penelitian menghasilkan tiga pembahasan, yaitu (1) bagaimana permainan wayang suket yang ada di Gubuk Baca Lentera Negeri, (2) peran Gubuk Baca Lentera Negeri dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan menggunakan permainan tradisional wayang Suket, (3) nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam permainan tradisional wayang Suket yang dimaksud oleh Gubuk Baca Lentera Negeri. Saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini adalah perlu adanya perhatian yang serius dalam pendidikan luar sekolah, karena melalui pendidikan seperti di Gubuk Baca Lentera Negeri dapat menananamkan nilai-nilai moral Pancasila dan pelestarian kebudayaan yang menjadi pendukung pendidikan formal sehingga masyarakat akan lebih matang dalam pendidikan, kebudayaan dan perekonomian
Kesenian Reog Kendang di Kabupaten Tulungagung
ABSTRAK Reog Kendang (reog Tulungagung) adalah salah satu kesenian di daerah Tulungagung. Hingga saat ini Reog Kendang belum banyak dikenali masyarakat di luar wilayah Tulungagung. Tidak menutup kemungkinan suatu saat kesenian ini akan berkembang maupun dikembangkan di daerah lain, dengan bentuk dan corak yang sama mungkin juga berbeda. Untuk menjaga berbagai kemungkinan tersebut, diadakan beberapa upaya kearah itu. Salah satu di antaranya berupa pembakuan nama. Karena Reog Kendang milik masyarakat Tulungagung, maka apabila ada orang menyebut Reog Kendang selalu berasiosasi dari Tulungagung. Untuk itulah kiranya sudah sewajarnya apabila nama ini dibakukan atau disempurnakan dari “REOG KENDANG” menjadi “REOG TULUNGAGUNG” agar apabila suatu saat berkembang di daerah luar Tulungagung orang selalu mengetahui bahwa Reog Kendang tersebut berasal dari Tulungagung. Kata kunci: kesenian, reog kendang, Tulungagun
Pengembangan Civic Disposition pada Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari
ABSTRAK Bangsa Indonesia dewasa ini menyadari pentingnya pendidikan untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia secara optimal untuk menjadikan insan pembangunan yang berkualitas dan berkarakter. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dapat diandalkan oleh pembangunan suatu bangsa. Oleh karena itu, keberadaan sekolah sebagai lingkungan pendidikan diharapkan dapat memberi kontribusi nyata dalam pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa sesuai dengan tujuan dari pendidikan nasional. Salah satu pengembangan karakter yang menjadi aspek Pendidikan Kewarganegraan adalah pengembangan civic disposition yang dapat dikembangkan pula pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) Civic disposition yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari, (2) Proses pengembangan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari, dan (3) Hambatan dalam mengembangkan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari. Pendekatan dan jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan lalu diverifikasi. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber maupun triangulasi teknik. Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Civic disposition yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari terdiri dari karakter publik maupun karakter privat. Karakter publik yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari terdiri dari kepedulian sebagai warga negara, patuh terhadap aturan yang berlaku, berpikir kritis, kemauan untuk mendengar, bernegosiasi, dan berkompromi, serta melakukan tugas kepemimpinan sesuai dengan bakat dan kemauan. Sedangakan karakter privat yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari adalah bertanggung jawab, disiplin diri, menghargai, mandiri dan jujur. (2) Proses pengembangan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari dilakukan melalui kegiatan penempuhan SKU Bantara dan laksana, kemah hijau, pengabdian, kegiatan rutin pra-latihan, diskusi, rapat rutinan, konseling, jota-joti, dam latihan gabungan. (3) Hambatan dalam mengembangkan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari disebabkan oleh masalah kurangnya dukungan dari sekolah, kesibukan anggota Pramuka yang mengikuti lebih dari satu ekstrakurikuler, sehingga peserta didik tersebut sering meninggalkan waktu latihan Pramuka, minat dan antusias dari peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstraklurikuler Pramuka, hal itu terbukti dari ratusan peserta didik di SMAN 1 Purwosari hanya ada 50-80 orang yang mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Hambatan yang terakhir, dikarenakan perspektif peserta didik terhadap ekstrakurikuler Pramuka yang menganggap bahwa kegiatan ekstrakurikuler Pramuka itu menyusahkan karena banyaknya kegiatan penempuhan ataupun kegiatan Pramuka yang hanya bernyanyi dan bermain. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: Kegiatan latihan kepramukaan yang dilaksanakan di SMAN 1 Purwosari harus lebih bervariasi lagi, agar kegiatan kepramukaan yang telah dilaksanakan tersebut tidak terkesan monoton; Perlu adanya sosialisi ekstrakurikuler Pramuka kepada peserta didik sehingga dapat menarik minat dan mengubah perspektif peserta didik mengenai ekstrakurikuler Pramuka; Sekolah seharusnya lebih mendukung ekstrakurikuler Pramuka dalam mengembangkan karakter pada peserta didik dengan cara memasukkan pendidikan kepramukaan menjadi ekstrakurikuler wajib sesuai yang dicanangkan dalam Kurikulum 2013