Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia
Not a member yet
    183 research outputs found

    Penggunaan Data Citra Lansat-TM Hasil Olahan diGital Untuk Pendugaan Sebaran Horizontal Produktivitas Primer di Perairan Kabupaten Subang ,Jawa Barat

    No full text
    Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran tentang penerapan metode penginderaan jauh dalam menduga sebaran horizontal produktivitas primer. Metode yang dilakukan adalah met ode penggabungan antara data in-situ yang diperoleh dari Survey lapangan dan data citra satelit dari Vmdsat - TM yang didekati secara kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear untuk mengetahui hubungan fungsionalnya. Hasil yang didapat, berupa model hubungan antara konsentrasi klorofil-a dengan produktivitas primer dalam bentuk P=0.006959B (mgC/lt/jam), dimana nilai sebaran horizontal produktivitas primer yang diperoleh pada penelitian ini adalah 0.097-0.124 mgC/lt/jam.Kata-kata kunci : penginderaan jauh, klorofil, produktivitas primer, sebaran horizontal,perairan Panta

    Kebutuhan Asam Lemak Esensial Untuk Perkembangan Induk Ikan Lele , Clarias Batrachus Linn.

    No full text
    Induk ikan lele (Clarios batraclllls Linn.) diberi makanan percobaan selama sembilan bulan. Ada lima macam makanan percobaan dengan kadar asam lemak 0)6 dan w3 yang berbeda. Induk yang sudah matang gonad dipijahkan dan telumya ditetaskan. Perbandingan bobot telurlbobot badan dan ukuran telur sarna antar perJakuan (P>0,05). Namun, induk yang mendapatkan makanan berkadar asam lemak 0)6 dan 0)3yang rendah dalam makanannya menghasilkan telur dengan derajat tetas telur yang rendah (49,3%). Derajat tetas telur meningkat apabila kadar asam lemak OJ6 dan 0)3 dinaikkan (perlakuan D 82,3%; E 80,7%; P<0,05). Derajat tetas telur menurun kembali apabila penambahan asam lemak 0)6 dan OJ3 dalam makanan induk terlalu tinggi (perlakuan B 74,0%; C 74,4%; P<0,05). Persentase larva abnormal yang dihasilkan oleh induk yang defisiensi akan asam lemak esensial juga lebih tinggi dari induk yang mendapatkan makanan yang mengandung asam lemak esensial yang cukup. Konversi makanan, dan persentase telur yang dibuahi oleh spermatozoa ikan jan tan antara perJakuan adalah sarna (P>0,05).Kata-kata kunci: ikan lele (Clarias batrachus Linn.), asam lemak esensial, reproduksi

    PEMODELAN KO-EKSISTENSI PARIWISATA DAN PERIKANAN: ANALISIS KONVERGENSI –DIVERGENSI (KODI) DI SELAT LEMBEH SULAWESI UTARA

    Full text link
    Perlindungan sebagian kawasan pesisir untuk konservasi dan pariwisata bahari akan memberikan manfaat baik secara ekonomi maupun ekologi. Namun demikian dalam kondisi dimana area yang dilindungi ini tumpang tindih dengan area penangkapan ikan tradisional maka diharapkan kegiatan-kegiatan ini dapat saling ko-eksis. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab issu tersebut melalui pemodelan bio-ekonomi. Dilakukan di Selat Lembeh Sulawesi Utara yang terkenal sebagai area yang dimanfaatkan untuk perikanan tangkap dan pariwisata. Penelitian ini juga menghasilkan empat tipologi interaksi antara pariwisata dan perikanan tergantung dari besaran kapasitas ekonomi dan kapasitas biofisik. Beberapa alternative kebijakan untuk melindungi pengelolaan kawasan pesisir yang mungkin dapat dilakukan adalah melalui kemitraan antara pengelola kawasan konservasi dan wisata dengan nelayan (sebagai guide diving, pemandu wisata). Analisis dinamik merupakan interaksi antara kegiatan perikanan yang diwakili dengan potensi perikanan dengan kegiatan pariwisata yang diwakili jumlah wisatawan. Konvergensi terjadi pada tahun ke 40 dengan nilai biomasa ikan sebesar lebih kurang 13 ton dengan jumlah tersebut wisatawan sebanyak 119 orang. Sementara itu interaksi dinamik melalui analisis phase line memiliki keseimbangan stable focus dimana keseimbangan system jangka panjang akan dicapai melalui penyesuaian antara kedua kegiatan tersebut. Artinya bahwa peningkatan jumlahwisatawan hanya bisa dicapai jika kegiatan perikanan dikurangi.Kata kunci: daerah perlindungan laut, ko-eksistensi, konvergensi, divergensi

    KARAKTERISTIK HABITAT DAN JENIS IKAN PADA BEBERAPA SUAKA PERIKANAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BARITO, KALIMANTAN SELATAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat dan jenis ikan pada beberapa suaka perikanan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito Kalimantan Selatan yang dilaksanakan dari bulan Juni sampai Desember 2004. Suaka perikanan yang diteliti adalah suaka perikanan Rawa Muning, Danau Bangkau dan suaka perikanan Awang Landas. Penelitian dilakukan dengan metode survei sebanyak empat kali pengamatan (2 kali musim kemarau dan 2 kali musim penghujan). Aspek yang diteliti meliputi parameter fisika-kimia air, biologi (vegetasi air, plankton dan jenis ikan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga suaka perikanan merupakan perairan rawa banjiran (flood plain) berupa danau atau sungai mati (oxbow lake). Vegetasi air (makrofita) yang dominan menutupi ketiga suaka adalah ilung (Eichhornia crassipes), jungkal (Hanguana malayana) dan jenis kumpai (Gramineae). Plankton yang ditemukan terdiri dari fitoplankton (29 Genera) dan zooplankton (6 Genera), sedangkan jenis ikan yang banyak ditemukan adalah jenis ikan hitam (black fish), yaitu papuyu (Anabas testudineus), sepat rawa (Trichogaster trichopterus) dan ikan haruan (Channa striata).Kata kunci: karakteristik habitat, jenis ikan, suaka perikanan

    Laju Pertumbuhan Gracilaria Lichenoides(L) Gmel dan Gracilaria gigas HARV . Pada Salinitas Berbeda

    No full text
    Graci/aria sp. merupakan alga laut yang mampu hidup pada selang salinitas yang cukup tinggi. Untuk melihat laju pertumbuhan G. lichenoides dan G. gigas, pada penelitian ini digunakan 5 perlakuan salinitas yaitu 15%0 , 20%0, 25%0 , 30%0 dan 35960.Dan hasil penelitian terlihat bahwa laju pertumbuhan G. lichenoides cenderung lebih baik dibandingkan laju pertumbuhan G. gigas. Rata-rata lajupertumbuhan tertinggi G. lichenoides terjadi pada salinitas 25% sedangkan G. gigas pada salinitas 20%Kata-kata kunci:alga laut (G. lichenoides dan G. gigas), laju pertumbuhan, salinita

    Oxygen Consumption and Temperature Dependency During The Early Growth Period of Convict -Cichlid (Cichlasoma nigrofasciatum)

    No full text
    Konsumsi oksigen spesifik dari ikan hias jenis Cichlasoma nigrofasciatum diukur pada anak ikan berumur 34 sampai 60 hari dengan menggunakan oksimeter (Dragerwerk/Lubeck Germany). Pengukuran dilakukan pada dua kondisi suhu yang berbeda, masing-masing adalah pada suhu ruangan (22,3 ± OS C dan 24,0 ± 1.0'C) dan pada suhu konstan (23 ± OSC dan 28±O,S''C) yang diatur dengan termostat pada bak air. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi oksigen spesifik pada suhu 22,3'C adalah 0,395± 0,101 mg en h-1 g-l, pada 23,O'C adalah 0,56O± 0,065 mg 02 h-1g-1, pada 24.0·C adalah 0,489 ± 0,112 mg en h-1 g-l, dan pada 28,O'C adalah 0,712±O,084 mg en h-1g-1. Vji t-test menunjukkan perbedaan nyata antam nilai-nilai tersebut (p < 0,05 dan p < 0,01), kecuali pada hasil pengukuran an tam suhu 23,O'C dan 24,0·C. Data menunjukkan bahwa konsumsi oksigen cenderung meningkat dengan naiknya suhu. Tidak ada hubungan nyata antam konsumsi oksigen dengan ukuran atau umur ikan yang diukur pada suhu 22,3'C, 23,O'C dan 24,O'C. Akan tetapi, korelasi positif (r=0,877) terlihat antara konsumsi oksigen dan bemt ikan pada suhu 28,0·C.Laju metabolisme menurun dengan semakin rendahnya tekanan oksigen. Tekanan oksigen kritis bagi anak ikan ini adalah sekitar 9,3 kPa.Kata-kata kunci :konsumsi oksigen spesifik, oksimeter, tekanan oksigen kritis, indirect calorimetry, Cichlasoma nigrofasciatum.

    TINGKAT KEMATANGAN GONAD IKAN TEMBANG (Clupea platygaster) DI PERAIRAN UJUNG PANGKAH, GRESIK, JAWA TIMUR

    Full text link
    Ikan tembang (Clupea platygaster) merupakan salah satu sumberdaya perikanan di Ujung Pangkah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan gonad ikan tembang. Pengambilan ikan con-toh dilakukan pada bulan Juli sampai Desember 2005. Ikan contoh diperoleh dari hasil tangkapan nelayan de-ngan menggunakan gill net dan Jager di perairan Ujung Pangkah. Analisis dilakukan terhadap kematangan gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas, dan diameter telur. Ikan tembang (C. platygaster) yang diper-oleh selama penelitian berjumlah 254 ekor terdiri dari 124 ekor ikan jantan dan 130 ekor ikan betina dengan kisaran panjang total 115-240 mm. Nisbah kelamin selama penelitian diperoleh 1:1 (uji “chi-square” pada ta-raf nyata 0.05). Ikan tembang jantan pertama kali matang gonad pada selang panjang 175-189 mm dan ikan betina pada panjang 145-159 mm. Berdasarkan nilai tingkat kematangan gonad dan indeks kematangan go-nad, diduga ikan tembang memijah pada bulan Juli sampai Oktober dengan puncak pemijahan pada bulan September. Fekunditas ikan tembang berkisar 25 630-465 636 butir telur. Sedangkan diameter telurnya berki-sar 0.23-0.74 mm. Berdasarkan distribusi telur, ikan tembang diduga memiliki tipe pemijahan total spawner.Kata kunci: ikan tembang (Clupea platygaster), kematangan gonad, Ujung Pangkah

    STUDI KOMPOSISI JENIS DAN KELIMPAHAN LARVA DAN JUVENIL IKAN DI PANTAI TANJUNG MANGKOK, KALIMANTAN SELATAN

    Full text link
    Penelitian tentang komposisi jenis dan kelimpahan larva dan juvenil ikan di Pantai Tanjung Mangkok dilaksanakan sejak Juni 2001 hingga Januari 2002. Contoh diambil dengan menggunakan alat tangkap tradisional "sodo" (push net). Identifikasi jenis dilakukan terhadap ikan tangkapan di Laboratorium Ekobiologi FPIK IPB. Hasil tangkapan sebanyak 5 272 ind/40.5 m3 terdiri atas 17 famili dan 18 genus yang didominasi genus Stolephorus, Engraulis, Megalops, Chanos, Terapon, Ambassis, Leiognathus dan Valamugil. Kelimpahan relatif masing-masing genus berfluktuasi setiap bulannya. Kelimpahan relatif terbesar dijumpai pada bulan Oktober (1 355 ind/40.5 m3), dengan genus dominan Terapon sp., diikuti genus Ambassis sp.Kata kunci: larva, juvenil, Pantai Tanjung Mangkok, Kalimantan Selatan

    KAJIAN KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG LINGKUNGAN TAMBAK BERBASIS SPASIAL DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN ACEH UTARA, PANTAI TIMUR PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

    Full text link
    Lingkungan pesisir Kabupaten Aceh Utara relatif baik terutama untuk pengembangan tambak, kecuali parameter logam berat yang sudah melebihi baku mutu untuk biota laut. Lahan pesisir yang sesuai untuk pengembangan tambak adalah 9 675.09 hektar dengan daya dukung kawasan sebesar 7 764.54 hektar. Luas lahan tambak yang ada di Kabupaten Aceh Utara saat ini sekitar 10 063.7 hektar. Sehingga pemanfaatan lahan pesisir sebagai kawasan tambak di Kabupaten Aceh Utara sudah melampaui daya dukung kawasan sekitar 22.8% atau 2 299.16 hektar.Kata kunci: Tambak, kesesuaian, daya dukung Regardless heavy metal contents, coastal waters of North Aceh Region meet the standard requirement for living organism, therefore much utilization is used for brackishwater pond development. Coastal area that suit for brackishwater pond development cover 9 675.09 hectare with carrying capacity of area of 7 764.54 hectare. The existing brackishwater pond in North Aceh is 10 063.7 hectare. Therefore utilization of coastal area as brackishwater pond in North Aceh has exceeded is carrying capacity limit about 22.8% or 2 299.16 hectare.Key words: Brackishwater pond, suitability, carrying capacit

    Ketepatan Pengukuran suhu Permukaan Laut Dengan NOAA-AVHRR dan Artinya Bagi Penelitian Perikanan dan Kelautan

    No full text
    Pengukuran suhu permukaan laut melalui satelit telah banyak dilakukan. Mengingat berbagai sumber kesalahan pengukuran dalam metoda ini, beberapa peneliti serino meragukan ketepatan pengukurannya. Percobaan ini bertujuan untuk menganalisa ketepatan pengukuran suhu permukaan laut melalui satelit dan artinya bagi penelitian-penelitian di bidang perikanan dan kelautan. Pasangan data suhu permukaan laut yang diukur in situ melalui satelit dianalisa secara statistik. Analisa statistik menunjukkan bahwa 9 pasang data yang digunakan dalam percobaan ini. terlalu sedikit untuk dapatdigunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan mengenai ketepatan pengukuran. Terlepas dari ini, banyak penelitian di bidang perikanan dan kelautan yang tidak terpengaruh oleh besarnya ketepatan pengukuran (bias), mengingat hanya gradien suhu secara horizontal yang diperlukan dan bukan nilai suhunya itu sendiri.Kala-kala kunci: NOAA-AVHRR. suhu permukaan laut, ketepatan, perikanan dan kelauta

    123

    full texts

    183

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇