Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia
Not a member yet
    183 research outputs found

    KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN LARVA IKAN DI ESTUARIA SEGARA ANAKAN CILACAP, JAWA TENGAH

    Full text link
    Komposisi dan kelimpahan larva ikan telah diamati selama bulan November 2001 sampai dengan April 2002 di Estuaria Segara Anakan Cilacap, Jawa Tengah. Pengambilan larva ikan dilakukan setiap bulan  dengan menggunakan larva net pada sepuluh stasiun penelitian. Larva ikan yang diperoleh terbagi dalam 23 familia dan 38 genus. Familia Gobiidae merupakan penyumbang terbanyak dari seluruh total tangkapan (67.33%), diikuti dengan Engraulididae (19.39%), Apogonidae (8.27%) dan lainnya sebesar 4.96%. Kelimpahan larva ikan seluruh takson tertinggi terjadi pada bulan November 2001 dengan kelimpahan mencapai 2490 ind/100 m3 dan terendah pada bulan Januari dengan kelimpahan 295 ind/100 m3. Larva yang paling melimpah adalah Glossogobius diikuti Engraulis sp, Stolephorus sp, Apogon sp, Megalops cyprinoides, Acanthogobius sp dan Chirocentrus sp. Kelimpahan larva ikan cenderung rendah pada stasiun-stasiun yang memiliki salinitas dan kekeruhan yang tinggi. Faktor lingkungan yang berkorelasi dengan kelimpahan larva ikan total adalah kekeruhan. Beberapa larva ikan menunjukkan preferensi yang bervariasi terhadap kondisi lingkungan.Kata kunci: komposisi, kelimpahan, larva ikan, Segara Anakan

    Abnormal Shape And Size Of Scenedesmus Armatus AS AN Indicator Of Copper And Cadmium Pollution

    No full text
    Penelitian( mengenai pengaruh Copper dan Cadmium terhadap Scenedesmus armatus dilakukan pada botol flask. Penelitian ini mengacu pad a standar ISO (1989), pada kadar nutrien (nitrat dan fosfat) tinggi dan temperatur inkubasi rendah. Pertumbuhan S. armatus terhambat oleh keberadaan Cu dan Cd yang melebihi kadar yang dibutuhkan. Tanda-tanda terpengaruhnya terlihat melalui: penurunan kepadatan sel, penurunan nilai absorbansi, penurunan pertumbuhan rata-rata, penurunan kecepatan fotosintesa, pembengkakan sel, sel menjadi cacat dan ketidakteraturan organella. Lebar S. armatus meningkat dengan nyata akibat perlakuan Cu dan Cd. Pada temperatur inkubasi lSoC ukuran sel S. armatus juga meningkat secara nyata. Pada kadar nitrat dan fosfat tinggi, S. armatus tumbuh lebih cepat daripada pada kondisi stan dar dan pengaruh toksikan menjadi berkurang. Pada temperatur inkubasi rendah S. annatus memperlihatkan pertumbuhan yang lebih larnbat dan dalam beberapahal toksisitas Cd berkurang.Kata-kata kunci: Scenedesmus armatus, copper, cadmium, coenobium, morfologi

    STUDI KOMPOSISI JENIS DAN KELIMPAHAN LARVA DAN JUVENIL IKAN DI PANTAI TANJUNG MANGKOK, KALIMANTAN SELATAN

    Full text link
    Penelitian tentang komposisi jenis dan kelimpahan larva dan juvenil ikan di Pantai Tanjung Mangkok dilaksanakan sejak Juni 2001 hingga Januari 2002. Contoh diambil dengan menggunakan alat tangkap tradisional "sodo" (push net). Identifikasi jenis dilakukan terhadap ikan tangkapan di Laboratorium Ekobiologi FPIK IPB. Hasil tangkapan sebanyak 5 272 ind/40.5 m3 terdiri atas 17 famili dan 18 genus yang didominasi genus Stolephorus, Engraulis, Megalops, Chanos, Terapon, Ambassis, Leiognathus dan Valamugil. Kelimpahanrelatif masing-masing genus berfluktuasi setiap bulannya. Kelimpahan relatif terbesar dijumpai pada bulan Oktober (1 355 ind/40.5 m3), dengan genus dominan Terapon sp., diikuti genus Ambassis sp.Kata kunci: larva, juvenil, Pantai Tanjung Mangkok, Kalimantan Selatan

    KAJIAN KAPASITAS ASIMILASI BEBAN PENCEMARAN ORGANIK DAN ANORGANIK DI PERAIRAN TELUK JOBOKUTO KABUPATEN JEPARA JAWA TENGAH

    Full text link
    Perairan pantai (Teluk Jobokuto) merupakan tempat penampungan berbagai macam limbah buangan termasuk limbah industri, pertanian, dan pemukiman. Limbah tersebut sangat bervariasi dalam komposisi secara fisika maupun biokimia. Permasalahannya secara umum pembuangan limbah ke dalam perairan pantai berasal dari sumber yang tidak terkontrol seperti pertanian (runoff), peningkatan jumlah penduduk, yang secara cepat akan meningkatkan beban limbah. Aktivitas-aktivitas tersebut akan berdampak terhadap penurunankualitas perairan, sehingga evaluasi tentang kapasitas asimilasi menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kapasitas asimilasi beban pencemar, kualitas air, sedimen dan biologi perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban limbah tertinggi disumbang TSS sebesar 157.40 ton/hari dari sungai Jepara. Nilai beban limbah tersebut masih dibawah nilai kapasitas beban Teluk Jobokuto. Proses percampuran menunjukkan tipe estuari perairan Teluk Jobokuto termasuk tipe estuari campuran sebagian, laju pengenceranadalah 9.09 hari. Kualitas air seperti TSS, DO, BOD5, NH3-N, NO3, NO2, PO4, dan TOM secara umum masih sesuai kriteria baku mutu kualitas air untuk biota laut (Kepmen No. 02/MENKLH/I/1988). Berdasarkan analisis STORET, perairan Teluk Jobokuto relatif belum tercemar. Sedimen didominasi fraksi pasir (50.53 – 92.41%) dan bahan organik tertinggi adalah C-org(0.91-3.36%). Secara umum, kondisi sedimen berada dalam zona oksidasi - transisi. Struktur komunitas fitoplankton dan makrozoobentos memperlihatkan indeks keanekaragaman yang sedang dan tidak terdapat dominansi spesies. Berdasarkan uraian tersebut menunjukkan ondisi kapasitas asimilasi beban pencemar di perairan Teluk Jobokuto masih dalam keadaan belum terlampaui.Kata kunci: kapasitas asimilasi, kapasitas beban, waktu pencucian, proses percampuran, zona diskontinuitas oksidas

    KANDUNGAN LOGAM BERAT AIR LAUT, SEDIMEN DAN DAGING KERANG DARAH (Anadara granosa) DI PERAIRAN MENTOK DAN TANJUNG JABUNG TIMUR

    Full text link
    Pengamatan kandungan logam berat dilakukan di perairan Mentok dan Tanjung Jabung Timur pada bulan Mei, Juli dan Oktober 2002. Pengambilan contoh dilakukan pada jarak 1 mil dan jarak 2 mil dari garis pantai masing-masing pada 3 stasiun. Jenis contoh yang diambil dari tiap stasiun di lokasi perairan adalah air laut, sedimen dan kerang darah untuk dilakukan analisis kandungan logam berat dengan menggunakan metodeAtomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Selain itu pada lingkungan perairan dilakukan pengamatan terhadap kualitas air yang meliputi: pH, salinitas, DO dan COD serta kondisi fisik perairan pada saat pengambilan contoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan merkuri air laut dan sedimen tertinggi diperoleh saat pengambilan contoh bulan Mei pada jarak 1 mil baik di perairan Mentok dan Tanjung Jabung Timur.Rata-rata kandungan merkuri air laut di perairan Tanjung Jabung Timur lebih tinggi (1.49 ppb) dibandingkan di perairan Mentok (1.12 ppb), untuk sedimen rata-rata kandungan merkuri lebih tinggi di perairan Tanjung Jabung Timur (4.95 ppb) dibandingkan di perairan Mentok (3.89 ppb). Rata-rata kandungan logam berat daging kerang darah (Anadara granosa) di perairan Tanjung Jabung Timur (Hg: 0.4 ppb, As: 12.6 ppb, Cd: 13ppb, Cu: 10.4 ppb, Pb: 0.1 ppb) lebih tinggi dibandingkan di perairan Mentok (Hg: 0.3 ppb, As: 11.6 ppb, Cd: 13 ppb, Cu: 6 ppb, Pb: 0.1 ppb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Mentok dan Tanjung Jabung Timur belum terindikasi tercemar logam berat karena masih berada dibawah ambang batas aman.Kata kunci: logam berat, Anadara granosa, Perairan Mentok dan Tanjung Jabung Timur

    PENGARUH KADAR KROMIUM PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP RETENSI PROTEIN, PERTUMBUHAN DAN KESEHATAN IKAN NILA, Oreochromis niloticus

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh kromium (Cr+3) pakan serta kadar optimumnya terhadap retensi protein, pertumbuhan dan kesehatan ikan. Empat macam pakan yang isonitrogen dan isokalori dengan kadar Cr+3 yang berbeda yaitu 0.0, 1.33, 2.23 dan 3.96 ppm telah digunakan dalam penelitian ini. Lima belas ekor ikan dengan bobot rata-rata 9.05 ± 0.03 g/ekor dipelihara dalam setiap akuarium (volume air 63 l). Ikan diberi pakan tiga kali sehari secara at satiation selama 49 hari. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kadar protein tubuh pada akhir penelitian sama antar perlakuan. Kadar lemak tubuh menurun sejalan dengan naiknya kadar Cr+3 pakan; sebaliknya kadar karbohidrat tubuh menurun. Retensi protein dan efisiensi pakan sama antar perlakuan. Total eritrosit dan hematokrit sama antar perlakuan, namun total leukosit dari ikan yang mendapat pakan Cr+3 2.23 ppm menghasilkan nilai yang paling rendah. Dapat disimpulkan bahwa kadar Cr+3 yang berbeda dapat mempengaruhi nilai retensi protein, pertumbuhan relatif dan kesehatan ikan nila, Oreochromis niloticus dengan kadar terbaik 2.23 ppm.Kata kunci: ikan nila, Oreochromis niloticus, kromium pakan, retensi protein, pertumbuhan, kesehatan ikan

    Penyebaran Padatan Tersuspensi dan Perubahan Bentuk Pantai di Muara Sungai Cimandiri , Teluk Pelabuhan Ratu , Di Tinjau Dari Citra Penginderaan Jauh

    No full text
    Suatu studi mengenai penyebaran padatan tersuspensi dan perubahan bentuk pantai di muara sungai Cimandiri, teluk Pelabuhan Ratu telah dilakukan dengan memanfaatkan datapenginderaan jauh LANDSAT MSS dan data lapangan. Hasil studi menunjukkan bahwa sungai Cimandiri merupakan sumber utama padatan tersuspensi di perairan tersebut. Pada bulan Desember 1992, kandungan padatan tersuspensi yang dibawa oleh sungai tersebut mencapai sekitar 400 ppm. Mulut muara sungai Cimandiri mengalami perubahan bentuk, yaitu pada bagian utara dari muara bertambah panjang ke arah selatan pada tahun 1987 dibandingkan dengan pada tahun 1982. Variasi musiman dari luas daerah bagian utara muara sungai (daerah Citarik) bertimbal balik dengan bagian selatan muara (daerah Loji). Faktor yang mempengaruhi luas dari kedua daerah ini adalah sedimentasi / erosi yang menyebabkan perbedaan luas berkisar antara 400 sampai 900 ribu m2.Kata-kata kunci: muara sungai, padatan tersuspensi, sungai Cimandiri, sedimenmsi, erosi,Penginderaan jauh,citra LANDSAT MSS

    Penelusuran Varietas Ikan Gurame, Osphronemus Goramy, Lacepede,Dengan Menggunakan Analisis Komponen utama

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya perbedaan populasi ikan gurame berdasarkan karakter morfometrik. Dad S50 contoh ikan yang digunakan, 100 contoh berasal dad Purwokerto, Banyumas (2 kelompok), dan 250 contoh berasal dad Parung, Bogor (5 kelompok). Pengukuran karakter morfometrik dilakukan dengan menggunakan metode morfometrik baku dengan 12 karakter dan metode truss motphometrics (truss morfometrik) dengan 23 karakter. Data yang terdid at as data morfometrik, data nisbah morfometrik dan data truss morfometrik dianalisis dengan menggunakan Analisis Komponen Utama. Hasil Analisis Komponen Utama memperlihatkan adanya kecenderungan bahwa individu asal Banyumas merupakan satu populasi, dan berbeda dengan populasi yang berasal dad Parung. Di antara grup populasi gurame asal Parung, terdapat dua varietas yaitu gurame bastar dan gurame paris yang memiliki karakter morfometrik berbeda,dibandingkan dengan gurame grup populasi yang lain, yaitu bule, blusafir dan batu.Kata-kata kunci : ikan gurame, vadetas, analisis komponen utam

    PATTERNS OF MORPHOMETRIC VARIABILITY IN THREE STOCKS OF FARMED TIGER SHRIMP, Penaeus monodon, IN INDONESIA AND ITS APPLICATION FOR SELECTIVE BREEDING

    Full text link
    Program perbaikan genetik secara konvensional mengandalkan dan mengeksploitasi pola-pola dan besarnya keragaman genetik pada karakter fenotipik sehingga pemahaman tentang kedua aspek tersebut sangat penting. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi pola dan besarnya keragaman pada beberapa karakter fenotipik udang windu dan mengetahui karakter fenotipik terbaik untuk seleksi peningkatan bobot tanpa kepala. Tiga stok udang windu hasil budidaya di tambak yang masing-masig merupakan keturunan induk udang windu dari perairan Aceh, Cilacap dan Sumbawa dikoleksi dan diukur keragaman pada 22 karakter morfometriknya. Pola-pola keragaman antar karakter fenotipik dianalisis secara deskriptif sedangkan pola keragaman antar stok dianalisis menggunakan uji F. Eksplorasi untuk mendapatkan karakter fenotipik terbaik penduga bobot dilakukan dengan uji koefisien korelasi dan regresi berganda. Keragaman antar karakter fenotipik sangatditentukan jenis karakter fenotipik yang diukur. Keragaman pada karakter yang diukur dengan satuan berat dua kali lebih besar dari pada keragaman karakter yang diukur dengan satuan panjang. Dengan beberapa perkecualian, urutan tingkat keragaman karakter fenotipik antar stok dari rendah ke tinggi adalah Aceh, Cilacap dan Sumbawa. Pada pembandingan berpasangan, banyaknya karakter fenotipik yang berbeda nyata terbanyak pada pembandingan antara Aceh dengan Cilacap dan Aceh dengan Sumbawa sedangkan yang paling sedikit terdapat pada pembandingan antara Cilacap dengan Sumbawa. Karakter morfometrik yang paling baik dalam menjelaskan keragaman bobot tanpa kepala adalah panjang parsial, lingkar abdomen anterior, lingkar abdomen posterior, dan endopod. Implikasi dari hasil-hasil penelitian ini dalam kaitan dengan program perbaikan genetik didiskusikan.Kata kunci: karakter morfometrik, program perbaikan genetik, udang windu, Penaeus monodon

    Jenis-Jenis Polychaeta di Pulau Lombok dan Peristiwa Baunyale

    Full text link
    Identifikasi jenis-jenis cacing (nyale) yang muncul setiap peristiwa 8aunyale telah dilakukan terhadap cacing-cacing yang tertangkap pad a peristiwa yang terjadi di tahun 1991 dan 1992. Ternyata yang disebut nyale tersebut adalah Polychaeta yang sedang melakukan pemijahan secara masal (swarming). di Pulau lombok peristiwa-peristiwa tersebut hanya terjadi di Pantai Selatan (Pantai Sager). Namun demikian, Polychaeta ditemukanjuga dengan jenis dan kelimpahan yang lebih kecil di Pantai Timur, Barat dan Utara, walaupun tidak terjadi peristiwa swarming. Kepadatan Polychaeta di luar peristiwa 8aunyale di Pantai Selatan adalah 66 ekor/m2, sedangkan di ketiga pantai lainnya hanya berkisar antara 34 - 43 ekor/m2.Kata-kata kunci: Polychaeta, peristiwa 8aunyale, pulau lombo

    123

    full texts

    183

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇