Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia
Not a member yet
    183 research outputs found

    Gulma Air :Permasalahan dan Penanggulangannya

    No full text
    Pada perairan umum seperti waduk, rawa, danau dan situ, adanya tumbuhan air dapat berfungsi sebagai tempat berlindung ikan-ikan kecil dari serangan predator, menaikkan kandungan oksigen terlarut dalam air, sebagai makanan ikan dan tempat pemijahan. Tetapi apabila tumbuhan tersebut tumbuh meluas di sebagian besar volume air akan menimbulkan kerugian, karena telah berubah menjadi tumbuhan pengganggu (gulma air). Tumbuhan air yang menutupi pennukaan air tersebut akan mengurangi proses penetrasi cahaya matahari dan difusi oksigen ke dalam air; juga menimbulkan pendangkalan pada badan air, mengganggu transportasi air, menurunkan nilai estetika, dan dapat menimbulkan gangguan bau serta rasa air.Pada umumnya gulma air yang penting mempunyai cara berkembang biak yang sangat eepat. Hal ini merupakan sebab utama mengapa dalam waktu yang sangat singkat dapat terjadi pertumbuhan massal yang eukup besar sehingga dapat menimbulkan persoalan yang lebih pentingjika dibandingkandengan tumbuhan air yang lain (Slamet et al., daLam Maulina, 1989)

    Pengaruh Pemberian Bahan Organik Terlarut (GLUKOSA) Terhadap Kelangsungan Hidup Larva Ikan Betutu ,Oxyeleotris marmorata (Blkr)

    No full text
    Suatu penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian glukosa ke dalam media pemeliharaan terhadap kelangsungan hidup laIVa ikan betutu, Oxyeleotris mamlOrata, Blkr telah dilaksanakan di laboratorium. LaIVa ikan betutu yang baru menetas (0 hari) dipelihara pada stoples beIVolume 1 liter dengan penambahan glukosa tertentu, sehingga tekanan osmotik berkisar antara ° -476,0 mOsm/kg H20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pemeliharaan laNa terbaik adalah 91,0 mOsm/kg H20 dan memberikan derajat kelangsungan hidup laIVa tertinggi sebesar : 94,44 % ,82,22 % dan 27,44 % pada jam ke 40,72 dan 120.Kata-kata kunci : glukosa, larva, derajat kelangsungan hidu

    Habitat dan Makanan Ikan Botia ,Botia Macracanthus Bleeker di Sungai Batanghari , Jambi

    No full text
    Suatu penelitian telah dilaksanakan pada bulan September dan Oktober 1991 di Sungai Batanghari dan selama penelitian telah tertangkap sebanyak 101 ekor ikan botia dengan kisaran panjang dan berat ikan adalah 56 - 305 mm dan 3,85 - 529,12 gram. Ikan yang tertangkap ini dikelompokkan ke dalam 6 kelompok ukuran panjang: Ikan berukuran besar lebih banyak ditemukan di daerah hulu, sedangkan yang kecil menyebar merata di sepanjang sungai. Terdapat persaingan yang kuat antar kelompok ikan yang berukuran kecil dalam memperebutkan habitat. Makanan ikan botia meliputi Crustacea, Insekta, Nematoda, Moluska dan Algae. Persaingan dalam hal makanan terlihat besar antara kelompok ukuran kecil dengan kelompok ukuran sedang.Kata·kata kunci : botia, luas relung, tumpang tindih relung, habitat, makana

    Distribusi Juvenil Ikan Sidat ,Angguilla spp . di Perairan Segara Anakan , Cilacap, Jawa Tengah

    No full text
    Suatu penelitian dengan tujuan untuk mengetahui penyebaran juvenil ikan sidat di perairan Laguna Segara Anakan telah dilakukan. Juvenil sidat di tangkap dengan menggunakan alat tangkap "Apong" (trap net) yang ditempatkan di lima stasiun penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Perairan Laguna Segara Anci.kan terdapat dua jenis sidat, yaitu: Anguilla nebulosa nebulosa dan Anguilla bicolor bicolor. A. nebulosa nebulosa lebih dominan daripada A. bicolor bicolor. Kedua jenis ikan sidat ini menyebar hampir merata di kelima stasiun tersebut. Namun puncak kelimpahannya berada dalam bulan yangberbeda.Kata-kata kunci : sidat, distribusi, hubungan panjang berat, faktor kondis

    PERANAN L-CARNITINE PADA PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN LARVA UDANG GALAH, Macrobrachium rosenbergii DE MAN

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan L-Carnitine dalam pakan terhadap peningkatan perkembangan dan pertumbuhan larva udang galah Macrobrachium rosenbergii de Man. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan  Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang digunakan adalah dosis LCarnitine;a) 0 ppm (kontrol), b) 200 ppm, c) 400 ppm, d) 600 ppm, e) 800 ppm dan f) 1000 ppm. Masingmasing perlakuan diulang tiga kali. Parameter uji adalah Larval stage Index (LSI), pertumbuhan harian dan derajad kelangsungan hidup larva udang galah. Hasil penelitian menunjukan perbedaan yang sangat nyata (p< 0.01) diantara perlakuan. Dosis L-Carnitine 600 ppm dalam pakan menghasilkan LSI dan pertumbuhan harian larva udang galah tertinggi, masing-masing 10.4300 dan 0.4267 mm/hari. Derajad kelangsungan hidup larva tidak berbeda nyata (p > 0.05) antara perlakuan 0 ppm (30.4949%), 400 ppm (29.9139%) dan 600 ppm (29.0255%).Kata kunci: L-carnitine. Larval Stage Index, pertumbuhan harian, udang galah

    Pengaruh Salinitas Terhadap Derajat Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Benih Ikan Sidat (ELVER),Angullia Bicolor bicolor

    No full text
    Suatu penelitian untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan sidat ( elver) telah dilaksanakan di laboratorium. Benih ikan sidat berukuran 7-10 cm dan berat 125-167 mg dipetihara pada akuariumakuarium yang diisi 10 I air selama 42 hari. Media dengan salinitas 0, 7, 14, dan 21 0/00 digunakan sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas 7 0 / 00 merupakan medium yang terbaik dan memberikan derajat kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang tinggi.Kata-kata kunci : salinitas, benih, derajat kelangsungan hidup

    Pengaruh Hormon Ekdison Terhadap Molting Pada Larva Udang Windu , Penaeus monodon Fab.

    No full text
    Suatu penelitian untuk mengetahui pengaruh hormon ekdison terhadap molting pada larva udang windu, Penaeus monodon Fab. telah dilaksanakan di Laboratorium PSIK - IPB Anool-Jakarta. Pada peroobaan tersebut larva udang, PL-30 dipelihara di akuarium dan diberi pakan yang mengandung harmon ekdison murni selama 35 hari percobaan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa udang yang diberi pakan yang mengandung harmon 200 ng/g pakan memberikan frekuensi molting yang tertinggi (4,61 kali) dan periode waktu antar molting yang tersingkat (145 jam).Kata-kata kunci : ekdison, molting, larva

    PRINSIP·PRINSIP DASAR PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN MELALUI PENDEKATAN BIO-EKONOMI

    No full text
    Pola pengelolaan sumberdaya perikanan umumnya berbeda-beda untuk setiap negara walaupun negara-negara tersebut menggunakan pendekatan yang sarna. Hal ini sangat mungkin terjadi karena kondisi biologi sumberdaya perikanan dan lingkungannya dapat berbeda-beda di setiap negara. Perbedaan ini akan lebih nyata jika pengelolaan tersebutjuga mempertimbangkan masalah-masalah politik, tradisi, ekonomi dan teknologi. Untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia, masalahmasalah yang menyangkut sosial ekonomi nelayan bahkan sangat mungkin perlu dipertimbangkan dalam membangun sebuah pola pengelolaansumberdaya perikanan, karena paling tidak salah satu dari tujuan akhir menemukan pola pengelolaan yang tepat adalah demi tercapainya kesejahteraan para nelayan. Tujuan utama lain bagi negara berkembang seperti Indonesia adalah untuk penyediaan pangan dan bahan baku industri serta untuk mengetahui porsi optimum besarnya pemanfaatan oleh armada penangkapan ikan nasional, sehingga porsi ini benar-benarterasa secara maksimal oleh rakyatnya. Berdasarkan kenyataan ini, salah satu tugas bagi para pengelola sumberdaya perikanan, terutama di perairan ZEEI (Zona Ekonomi EksklusiJ Indonesia) yang stok-stok ikannya dimanfaatkan oleh Jebih dari satu negara, adaJah menentukan Tangkapan yang Diperkenankan atau TAC (Total Allowable Catch) yang akan didistribusikan menjadi porsinasional (Domestic Harvesting Capacity, DHC) dan porsi asing (Foreign Harvesting Capacity, FHC). Besarnya TAC biasanya dihitung berdasarkan niLai Tangkapan Maksimum Lestari atau MSY (Maximum Sustainable Yield) suatu sumberdaya perikanan yang perhitungannya didasarkan atas berbagai pendekatan/metoda

    ANALISIS KEBERLANJUTAN PEMBANGUNAN PULAU-PULAU KECIL: PENDEKATAN MODEL EKOLOGI-EKONOMI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberlanjutan pembangunan pulau-pulau kecil dengan menggunakansebuah model ekologi-ekonomis, dimana Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, dipilih sebagai sebuah studi kasus pada tahun 2002. Sebuah model dinamika sistem dengan dua peubah status akumulasi, yaitu stok ikan laut sebagai peubah ekologis dan jumlah nelayan sebagai peubah ekonomis digunakan untukanalisis. Hasil penelitian memperlihatkan tidak adanya keseimbangan antara jumlah nelayan dan besarnya stok ikan yang tersedia. Terlalu banyak nelayan mengeksploitasi stok ikan yang terbatas. Hal ini mengindikasikan bahwa pembangunan pulau-pulau kecil di kabupaten ini masih belum berkelanjutan.Kata kunci: model ekologi-ekonomis, pembangunan berkelanjutan, pulau-pulau kecil

    DINAMIKA POPULASI UDANG JARI (Metapenaeus elegans de Man 1907) DI LAGUNA SEGARA ANAKAN, CILACAP, JAWA TENGAH

    Full text link
    Penelitian dinamika populasi udang jari (Metapenaeus elegans) dilakukan di Laguna Segara Anakan Cilacap Jawa Tengah berdasarkan data frekuensi panjang karapas, sejak Februari sampai Desember 2004. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa ukuran udang jari pertama tertangkap apong (lc) pada panjang karapas 14.5 mm. Pertumbuhan allometrik negatif (b < 3). Panjang karapas takhingga (L∞) adalah 42.6 mm, denganindeks kurva pertumbuhan (K) sebesar 1.3/tahun dan to=-0,017 tahun. Waktu terjadinya pertumbuhan maksimum (tmb) pada umur 0.59 tahun, pada panjang karapas 23 mm. Laju kematian total (Z) sebesar 8.19/tahun, laju kematian alami (M) sebesar 1.43/tahun dan laju kematian penangkapan (F) adalah 6.76/tahun. Puncak penambahan baru terjadi pada bulan Juni, yaitu sebesar 17.86%. Laju pengusahaan (E) sebesar 0.83/tahun,menunjukan tingkat pengusahaan berlebih atau terjadi growth-overfishing, sehingga perlu pengendalian eksploitasi.Kata Kunci: dinamika populasi, udang jari (Metapenaeus elegans), Laguna Segara Anakan

    123

    full texts

    183

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇