Institut National de la Recherche Scientifique

Espace INRS
Not a member yet
    23526 research outputs found

    PERAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KEDIRI DALAM MENGATASI DATA KARTU TANDA PENDUDUK (E-KTP) GANDA (UU No 24 Tahun 2013 Dan Perspektif Fiqih Siyasah)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya masyarakat yang memiliki data Kartu Tanda Penduduk Elektronik ganda pada administrasi kependudukan, keadaan ini dapat menyebabkan masyarakat memiliki dua NIK dalam Administrasi Kependudukan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana penyebab terjadinya kepemilikan data (E-KTP) ganda dalam administrasi kependudukan di Kabupaten Kediri ? 2) Bagaimana peran DISPENDUKCAPIL Kabupaten Kediri dalam mengatasi data E-KTP ganda pada administrasi kependudukan di Kabupaten Kediri? 3) Bagaimana tinjauan peran DISPENDUKCAPIL Kabupaten Kediri dalam mengatasi data Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) ganda (studi komparatif UU No 24 Tahun 2013 dan fiqih siyasah ? Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui dan menjelaskan penyebab terjadinya kepemilikan data (E-KTP) ganda dalam administrasi kependudukan di Kabupaten Kediri 2) Untuk mengetahui dan menjelaskan peran DISPENDUKCAPIL Kabupaten Kediri dalam mengatasi data E-KTP ganda pada administrasi kependudukan di Kabupaten Kediri 3) Untuk mengetahui dan menjelaskan tinjauan peran DISPENDUKCAPIL Kabupaten Kediri dalam mengatasi data Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) ganda (studi komparatif UU No 24 Tahun 2013 dan fiqih siyasah. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengunpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara dan penelahan dokumen, sedangkan Teknik Analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) penyebab terjadinya kepemilikan data ganda pada masyarakat biasanya terjadi karena kurang sempurnanya perekaman yang dilakukan di tahun 2012 meningat perekaman ini dilakukan di seluruh wilayah Indonesia jadi petugasnya dari vendor, faktor ketidaktahuan masyarakat bahwasanya perekaman hanya boleh dilakukan sekali seumur hidup dan masyarakat merasa belum menerima E-KTP jadi melakukan perekaman ulang kembali, masih adanya dinas yang kurang profesional dalam menjalankan tugasnya hal ini terbukti masih ada masyarakat yang memiliki data NIK ganda 2) DISPENDUKCAPIL selalu melakukan check and recheck di aplikasi SIAK Terpusat sebelum masyarakat melakukan perekaman hal ini dilakukan sebagai usaha supaya masyarakat tidak memiliki data ganda 3) Dalam menjalankan tugasnya DISPENDUKCAPIL sudah berusaha memberikan pelayanan yang baik sesuai dengan asas asas pemerintahan yang baik, namun terkadang adanya potensi data ganda disebabkan karena kelalaian dari masyarakat

    IMPLEMENTASI METODE SNOWBALL THROWING DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MI AL HIDAYAH I BETAK KALIDAWIR TULUNGAGUNG

    No full text
    Skripsi dengan judul “Implementasi Metode Snowball Throwing Dalam Menumbuhkan Minat Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di MI Al Hidayah I Betak Kalidawir Tulungagung” ditulis oleh Intan Sari, NIM. 126205211035, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Jurusan Tarbiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing H. Muh. Nurul Huda, M.A. Kata Kunci: Metode Snowball Throwing, Minat Belajar Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah fenomena bahwasannya dalam proses belajar mengajar di sebuah lembaga sering kali terdapat peserta didik yang kurang minat belajar, terlebih pada mata pelajaran aqidah akhlak. Cara mengatasi hal tersebut guru menggunakan metode yang menarik, seperti metode snowball throwing ini. Metode snowball throwing ini diharapkan mampu untuk menumbuhkan minat belajar peserta didik agar tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai semaksimal mungkin. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mendeskripsikan minat personal peserta didik pada mata pelajaran aqidah akhlak (2) Untuk mendeskripsikan minat situsional peserta didik pada mata pelajaran aqidah akhlak (3) Untuk mendeskripsikan minat psikologikal peserta didik pada mata pelajaran aqidah akhlak Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data atau kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi dan ketekunan atau keajegan pengamat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Implementasi metode snowball throwing dalam menumbuhkan minat personal peserta didik pada mata pelajaran aqidah akhlak yaitu dengan diterapkan metode ini peserta didik tertarik untuk belajar aqidah akhlak sehingga dapat menumbuhkan minat personal peserta didik. Dalam metode ini, peserta didik diminta untuk meremas bola yang berisi pertanyaan kemudian melemparkannya, memberikan mereka kesempatan untuk berbagi ide dan berdiskusi dengan teman-teman mereka. (2) Implementasi metode snowball throwing dalam menumbuhkan minat situsional peserta didik pada mata pelajaran aqidah akhlak yaitu peserta didik terlihat berpartisipasi saat pembelajaran. Saat peserta didik berdiskusi, mereka menunjukkan tingkat partisipasi yang lebih tinggi, yang mencerminkan interaksi yang baik diantara peserta didik. (3) Implementasi metode snowball throwing dalam menumbuhkan minat psikologikal peserta didik pada mata pelajaran aqidah akhlak yaitu Saat menggunakan metode snowball throwing, peserta didik menunjukkan respon positif yang dapat mempengaruhi pada peningkatan pemahaman peserta didik

    BENTUK ANOMALI SOSIAL RELIGIUSITAS PADA WARIA DI TULUNGAGUNG (Studi Kasus Pada Komunitas Aprikot)

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh waria yang mendapatkan penolakan, diskriminasi yang terjadi khususnya dalam bentuk religiusitas dan sosial pada waria yang berada di Tulungagung. Penelitian ini juga melihat bagaimana peran dari Komunitas APRIKOT, komunitas waria yang berada di Tulungagung dalam mendukung waria melalui peran aktif komunitas dari program-program yang memperkuat atau mendukung religiusitas waria Tulungagung. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat menganalisis bentuk dari religiusitas yang dialami waria dalam ranah keagamaan dan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis studi kasus, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data primer berasal dari waria yang tergabung kedalam Komunitas APRIKOT, sedangkan data sekunder diperoleh secara tidak langsung melalui literatur dan jurnal yang diakses dari internet. Analisis data dilakukan dengan cara menganalisis penyebab dari aspek sosial dan menemukan fenomena sosial, serta hal tersembunyi. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan waria mengalami anomali sosial seperti penolakan dari ranah agama dan ranah sosial. Anomali religiusitas pada waria Tulungagung terdapat perbedaan, perbedaa ini tidak hanya pada peribadatan namun pada latarbelakang dari waria yang menganut agama Buddha dan waria yang menganut agama Islam. Komunitas APRIKOT memiliki potensi yang penting dalam sosial dan religiusitas pada kehidupan waria, selain itu komunitas menyediakan ruang aman bagi waria untuk membantu mengekspresikan identitas keagamaan mereka tanpa adanya diskriminasi

    IMPLEMENTASI PASAL 12 AYAT 1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG TENTANG SISTEM PENYELENGGARAAN PERLINDUNGANANAK TERHADAP ANAK TERLANTAR DALAM PRESPEKTIF WELFARE STATE DAN FIQIH SYIASYAH DUSTURIYAH (Studi Kasus Kabupaten Tulungagung)

    No full text
    Siti Nur Rohmah, 126103211079, Implementasi Pasal 12 Ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung No. 23 Tahun 2017 terhadap Anak Terlantar dalam Prespektif Walfare State dan Syiasyah Dusturiyah (Studi Kasus Kab. Tulungagung), Progam Studi Hukum Tata Negara, Universitas Islam Negeri Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2023, Pembimbing: Ahmad Yuzki Arifian Nawafi, M.IP. Kata Kunci: Peraturan Daerah, Anak Terlantar, Walfare State, Syiasyah Dusturiyah Penelitain ini dilatarbelakangi adanya Peraturan Daerah Kabupaten Tulungagung Nomor 23 Tahun 2017 Pasal 12 Ayat 1 tentang anak terlantar. Dalam peraturan tersebut tercantum bahwa anak terlantar adalah anak yang dipisahkan dari orang tua atau walinya, terlantar, dan tidak mendapat pengasuhan yang memadai. Berdasarkan Perda tersebut penelitian mengkaji lebih dalam tentang pelaksanaannya dalam pandangan walfare state dan syiasyah dusturiyah. Rumusan dalam penelitian ini adalah: 1) Apa saja pelayanan sosial yang diterapkan di Kabupaten Tuluangung pada anak terlantar?, 2) Bagaimana pelayanan sosial yang diterapkan pada kabupaten Tulungagung terhadap anak terlantar dalam prespektif Welfare State?, dan 3) Bagaimana pelayanan sosial yang diterapkan pada kabupaten Tulungagung terhadap anak terlantar dalam prespektif Fiqih Syiasyah Dusturyah? Metode peneltian yang digunakan peneliti adalah metode kualitatif dan pendekatan peraturan undang-undang (statue approach) dan studi kasus (case approach). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa pengamatan, wawancara, atau penelaah dokumen. Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pemerintah Kabupaten Tulungagung bertanggung jawab atas perlindungan anak terlantar melalui kerjasama dinas dan masyarakat, meski ada tantangan xix seperti resistensi anak, 2) Berdasarkan pandangan Hans Kelsen, Negara harus memastikan kesejahteraan anak terlantar dengan melibatkan berbagai dinas dan masyarakat, seperti yang dilakukan Tulungagung, dan 3) Berdasarkan analisa perspektif Fiqih Siyasah Dusturiyah menekankan dalam konteks peran negara dalam kesejahteraan sosial anak terlantar dengan kebijakan adil dan kolaborasi antara negara, lembaga, dan masyarakat

    PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS MIND MAPPING PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN DI KELAS VIII MTsN 2 KOTA BLITAR

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pengembangan E-LKPD Berbasis Mind Mapping Pada Materi Sistem Pencernaan Di Kelas VIII MTsN 2 Kota Blitar”. Ditulis oleh Indah Khalimatus Syakdiyah, NIM.126208212077,pembimbing Ivan Ashif Ardhana S.Pd.,M.Pd. Kata kunci : E-LKPD, Media Pembelajaran,Mind Mapping, Sistem Pencernaan. Penelitian dan pengembangan e-LKPD berbasis mind mapping ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang dihadapi oleh siswa dan guru di sekolah. Permasalahan tersebut meliputi ; rendahnya semangat dan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran, metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran menggunakan metode konvensional, media pembelajaran yang kurang materi dan gambar, serta perolehan nilai siswa di bawah KKM pada proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukannya media pembelajaran lain dengan memanfaatkan teknologi yang ada di sekolah yang menyajikan materi serta gambar lengkap dengan mengembangkan media pembelajaran e-LKPD berbasis mind mapping. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pengembangan e-LKPD berbasis mind mapping terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan di kelas VIII MTsN 2 Kota Blitar, (2) Untuk menguji kelayakan dan kepraktisan pengembangan e-LKPD berbasis mind mapping terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan di kelas VIII MTsN 2 Kota Blitar terhadap , (3) Untuk menguji efektivitas pengembangan e-LKPD berbasis mind mapping terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan di kelas VIII MTsN 2 Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model ADDIE sebagai kerangka kerja utama dalam proses pengembangan. Untuk melihat seberapa efektif produk yang dibuat, digunakan jenis penelitian quasi eksperimental sederhana menggunakan desain eksperimental One Group Pretest-Posttest, di mana peserta diberi pretest sebelum produk diterapkan dan posttest setelah produk diterapkan. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN 2 Kota Blitar. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA MTsN 2 Kota Blitar. Kemudian Uji hipotesis pada penelitian ini dilakukan menggunakan uji Wilcoxon karena data yang diperoleh bersifat nonparametrik. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, dokumentasi, serta instrumen soal yang telah diuji dan terbukti valid dan reliabel dengan perolehan nilai r hitung ≥ r tabel (0,361) dan menunjukkan signifikansi ≤ 0,05. Nilai reliabilitas yang diperoleh mencapai skor Cronbach alpha sebesar 0,844 sehingga instrumen soal yang digunakan pada penelitian ini valid dan reliabel. Hasil penelitian ini adalah : (1) Media e-LKPD yang dikembangkan menyajikan materi dan gambar ilustrasi lengkap, mind mapping pada setiap materi, feedback, grup diskusi, barcode scan video, soal dan lembar jawaban, (2) Media pembelajaran e-LKPD berbasis mind mapping terbukti sangat valid dan praktis berdasarkan hasil validasi ahli materi (89,28%), ahli media (83,82%),serta respon siswa (92,6%). (3)Efektivitas media ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pretest sebesar 42,17 menjadi 84,14 pada posttest, sehingga hasil uji Wilcoxon menunjukkan signifikansi 0,00 (< 0,05) yang berarti e-LKPD efektif meningkatkan hasil belajar. Selain itu, uji N-gain score menunjukkan nilai rata-rata 72,42 yang termasuk kategori cukup efektif. Dengan demikian, e-LKPD berbasis mind mapping layak digunakan dalam pembelajaran karena valid, praktis, dan efektif

    KHALWAT DAN KECERDASAN SPIRITUAL PADA MAHASISWA PUSAT KAJIAN FILSAFAT DAN TEOLOGI TULUNGAGUNG

    No full text
    Skripsi dengan judul “Khalwat dan Kecerdasan Spiritual pada Mahasiswa Pusat Kajian Filsafat dan Teologi Tulungagung” ini ditulis oleh Aliyyin Fakhruddin Alkhozin, NIM.12303193039, dengan pembimbing Dr. Bani, M.Pd.I. Kata Kunci: Khalwat, Kecerdasan Spiritual, Refleksi Diri, Tasawuf, Mahasiswa. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena menurunnya kesadaran spiritual di kalangan mahasiswa yang dapat berdampak pada ketidak seimbangan emosional dan psikologis. Mahasiswa Pusat Kajian Filsafat dan Teologi (PKFT) Tulungagung memiliki pemahaman yang unik mengenai khalwat, yaitu sebagai sarana refleksi diri, peningkatan kesadaran spiritual, dan pencapaian ketenangan batin. Dalam tradisi tasawuf klasik, khalwat sering dikaitkan dengan uzlah atau pengasingan diri dari dunia. Namun, mahasiswa lebih memahami khalwat sebagai proses internal yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa harus mengasingkan diri secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep khalwat yang dianut oleh mahasiswa serta melihat bagaimana praktik ini berkontribusi terhadap kecerdasan spiritual mereka. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan teknik purposive sampling yang melibatkan mahasiswa yang telah menjalani praktik khalwat secara rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengamalkan khalwat dalam tiga bentuk utama: meditasi dan dzikir, membaca dan merenung, serta interaksi sosial yang lebih bermakna. Praktik khalwat ini memberikan dampak positif terhadap tiga aspek kecerdasan spiritual, yaitu kesadaran diri, ketenangan batin, dan pemaknaan hidup yang lebih dalam. Selain itu, mahasiswa yang menerapkan khalwat digital dengan mengurangi distraksi media sosial juga merasakan peningkatan fokus dan kesejahteraan emosional. Dengan demikian, khalwat bukan hanya praktik spiritual, tetapi juga strategi yang efektif dalam mengembangkan kecerdasan spiritual mahasiswa di era modern

    PENERAPAN MODEL ACTION LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SD NU INSAN CENDEKIA

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena menurunnya karakter tanggung jawab siswa pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di berbagai sekolahan tingkat dasar. Penyebab turunnya karakter tanggung jawab tersebut karena masih terdapat banyak siswa yang lalai terhadap tugasnya. Sementara itu, peneliti menemukan adanya karakter tanggung jawab siswa yang sudah bagus dan tinggi di SD NU Insan Cendekia. Siswa di sekolahan tersebut, memiliki karakter tanggung jawab yang tinggi dikarenakan guru menerapkan model action learning pada saat pembelajaran Pendidikan Pancasila. Fokus penelitian ini meliputi 1) Bagaimana gambaran pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD NU Insan Cendekia?, 2) Bagaimana gambaran karakter tanggung jawab siswa di SD NU Insan Cendekia?, 3) Bagaimana pelaksanaan model action learning untuk meningkatkan karakter tanggung jawab siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD NU Insan Cendekia?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SD NU Insan Cendekia Ngadiluwih pada kelas IV Uhud dan kelas IV Aqobah. Peneliti menggunakan teknik penggalian data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di SD NU Insan Cendekia, para guru merancang pembelajaran dengan menyesuaikan tujuan pembelajaran terlebih dahulu sebelum melaksanakan pembelajaran Pendidikan Pancasila. Siswa di SD NU Insan Cendekia memiliki karakter tanggung jawab yang tinggi, ditunjukkan seperti adanya siswa yang mengerjakan tugas sesuai dengan instruksi dari guru, mengumpulkan tugas tepat waktu, melaksanakan piket sesuai jadwalnya, serta menjalankan peraturan dengan tertib. Guru di SD NU Insan Cendekia mendesain pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan mengintegrasikan pemecahan masalah yang nyata. Para guru di SD NU Insan Cendekia menggunakan pendekatan yang berpusat terhadap siswa pada saat pembelajaran, salah satunya yaitu menggunakan model action learning. Hal ini menjadikan siswa lebih aktif dan merasa mempunyai peran yang penting. Sehingga siswa lebih bertanggung jawab dalam menyelasaikan tugas yang diperoleh. Selain itu, siswa dapat menerima dan menjalankan sanksi yang diberikan oleh guru

    PROGRAM UNGGULAN MADRASAH MUROTTILIL QUR’AN DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Tulungagung)

    No full text
    Skripsi dengan judul “Program Unggulan Madrasah Murottilil Qur’an dalam Manajemen Berbasis Sekolah [Studi Kasus di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Tulungagung]” ini ditulis oleh Siti Kholifah, NIM. 126207202067, dengan pembimbing/promotor Dr. H. Ali Rohmad, M. Ag. Kata Kunci: Program Unggulan, Madrasah Murottilil Qur’an. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh desentralisasi Pendidikan sejak reformasi 1998 melalui MBS yang telah memberi otonomi kepada sekolah dan madrasah untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal yang relevan. Sebagai respon terhadap otonomi kurikulum muatan lokal, MMQ di MTs. Darul Falah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak peserta didik dalam membaca dan menghafal Al-Qur'an secara benar, sekaligus selaras dengan lingkungan pesantren. Program ini tidak hanya menjadi ciri khas madrasah, namun juga bertujuan membentuk lulusan yang mahir Al-Qur'an dan nilai-nilainya. Di era digital, MMQ krusial dalam membimbing peserta didik memilah informasi positif dan membentuk generasi muda yang berpengetahuan, beriman, bertaqwa, berakhlakul karimah, serta berpegang teguh pada Al-Qur’an, Hadīts, dan Pancasila, guna menghadapi tantangan modern dan berkontribusi bagi bangsa. Tujuan penelitian ini untuk memahami dan mendiskripsikan tentang (1) perencanaan program unggulan Madrasah Murottilil Qur’an dalam Manajemen Berbasis Sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Tulungagun; (2) pelaksanaan program unggulan Madrasah Murottililil Qur’an dalam Manajemen Berbasis Sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Tulungagung; dan (3) penilaian program unggulan Madrasah Murottilil Qur’an dalam Manajemen Berbasis Sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol Tulungagung. Penelitian ini dengan dipandu teori Madrasah Murottilil Qur’an penulis belajar mengindahkan keterpaduan konstruksi “paradigma Islāmīy (bayānīy, burhānīy, ‘irfānīy)” kendati mengadop “paradigma postpositivistik-interpretif”. Kehadiran peneliti: mulai Sabtu 15 Juni 2024. Sumber data: informan, peristiwa/aktivitas, dokumen/arsip, lingkungan madrasah. Teknik pengumpulan data: Observasi-partisipan, Wawancara-mendalam, dan Dokumentasi. Data: Ringkasan Data. Prosedur analisis data: kondensasisi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data: perpanjangan kehadiran, ketekunan/keajegan pengamatan, triangulasi (sumber dan metode serta waktu), pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Hasil Penelitian: 1. Perencanaan program unggulan MMQ, adalah: diawali dari ide seseorang Ibu Nyai yang direspon dengan baik oleh pengurus madrasah dan para guru dan dimufakati dalam rapat-musyawarah antara mereka untuk ditetapkan oleh kepala ketua program menjadi bagian dari program kerja madrasah kearah memperkokoh multikeserdasan setiap siswa-siswi yang secara khusus dalam kategori keilmuan al-Qur’an, dilanjut pembentukan struktur pengurus, pemilihan guru, oenentuan fokus sasaran, dan penjadwalan program. Tahapan penerimaan peserta didik baru yang akan mengikuti program diawali dengan musyawarah guru dan pegurus MMQ untuk membahas dan mengembangkan struktur tim penguji, pembentukan kelompok siswa, pembentukan penguji. Adapun pelaksanaan ujian MMQ peserta didik baru meliputi membaca Al-Qur’an/Jilid An-Nahdliyah, menulis Al-Qur’an, dan tes bacaan sholat. Kurikulum program terdapat tiga tingkatan yaitu: ula, wustho, dan ulya yang pembagiannya berdasarkan hasil dari pelaksanaan ujian peserta didik baru; 2. Prosedur pelaksanaan program MMQ, adalah terlihat melalui: a. kegiatan pendahuluan yaitu membaca doa dan presensi kehadiran; b. kegiatan inti: muroja’ah, menghafalkan al-Qur’an, membaca al-Qur’an dengan menirukan bacaan guru perayat setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu dan mempelajari materi tajwid setiap hari jum’at; 3. Penilaian dari pelaksanaan program MMQ, adalah : diawali dengan pembentukan tim penguji melalui musyawarah seluruh guru MMQ dan pengurus Yayasan, dilanjut dengan membahas sistem ujian dan cara penilaian. Adapun macam penilain MMQ meliputi: 1. Penilaiain harian yang diperoleh santri setelah setoran membaca/menghafalkan al-Qur’an yang tertulis dalam jurnal MMQ; 2. Penilaian semester 1 dan semester yaitu ujian lisan, ujian muroja’ah, dan ujian tulis; 3. Ujian Terbuka bagi santri kelompok uly

    PENANAMAN NILAI-NILAI RELIGIUS DI SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN SPIRITUAL (SPIRITUAL QUOTIENT) PESERTA DIDIK DI SMAN 1 SRENGAT BLITAR

    No full text
    Skripsi dengan judul “Penanaman Nilai-nilai Religius di Sekolah dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient) Peserta Didik di SMAN 1 Srengat Blitar” ini ditulis oleh Aisyatur Ridlo Al Baidlo’, NIM. 126201212165, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Dr. Siti Khoirun Nisak, S. Pd.I, M.Pd. Kata Kunci: Penanaman, Nilai-nilai Religius, Kecerdasan Spiritual Permasalahan moral dan minimnya spiritualitas yang muncul di masyarakat mencerminkan bahwa proses pendidikan yang dilakukan belum seimbang. Pendidikan masih menekankan pada kecerdasan intelektual, sedangkan kecerdasan spiritual belum mendapat porsi yang cukup atau sesuai. Banyak para pelajar di zaman sekarang yang berprestasi tapi masih minim akhlak, masih banyak yang belum tahu cara beretika atau berakhlakul karimah pada sesama teman ataupun pada orang yang lebih tua. Permasalahan inilah yang menyebabkan kecerdasan spiritual peserta didik tertinggal dari kecerdasan yang lain. Oleh karena itu, perlu adanya pendidikan agama dalam membentuk kecerdasan spiritual yang dapat di implementasikan melalui penanaman nilai-nilai religius. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan syarat-syarat dari penanaman nilai-nilai religius di sekolah yang diterapkan pada peserta didik dalam mengembangkan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient) di SMAN 1 Srengat Blitar. (2) Untuk mendeskripsikan wujud dari nilai-nilai religius di sekolah yang ditanamkan pada peserta didik dalam mengembangkan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient) di SMAN 1 Srengat Blitar. (3) Untuk mendeskripsikan metode yang digunakan oleh guru dalam menanamkan nilai-nilai religius di sekolah pada peserta didik dalam mengembangkan kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient) di SMAN 1 Srengat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengecekan keabsahan data melalui peningkatan ketekunan dan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Syarat-syarat penanaman nilai religius yang diterapkan di SMAN 1 Srengat adalah sesuai dengan tujuan Pendidikan nasional dan tujuan sekolah, partisipasi aktif dari seluruh warga sekolah, lingkungan dan fasilitas yang mendukung penanaman nilai-nilai religius di sekolah, kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari, dan hukuman tertentu bagi peserta didik yang tidak melaksanakan nilai-nilai religius di sekolah. (2) Wujud nilai-nilai religius di sekolah yang ditanamkan pada peserta didik SMAN 1 Srengat terbagi menjadi 3 kategori yaitu melalui kegiatan keagamaan terjadwal, pembiasaan spontan atau tidak terjadwal, dan kegiatan keagamaan melalui acara tertentu (Refraction by event). (3) Metode yang digunakan oleh bapak ibu guru SMAN 1 Srengat dalam penanaman nilai-nilai religius adalah metode pembiasaan, metode keteladanan, metode nasihat, dan metode hukuman

    Revitalizing Government Functions in Village Planning: A Multisite Study Based on Deconcentration and Decentralization Theory in Kendalbulur and Bendungan Villages

    No full text
    This study aims to analyze the revitalization of government functions in the formulation of village regulations based on the theoretical framework of deconcentration and decentralization, with a multisite focus on Kendalbulur and Bendungan Villages, Indonesia. The research seeks to address the following questions:1. How do the authority and capacity of village governments influence the formulation of village regulations? 2. How is the involvement of public consultants integrated into the regulatory drafting process?3. H ow is community participation manifested in the formulation of village regulations? 4. How do village regulations reflect the realization of good governance? This study employs a qualitative approach with a multisite case study design, using in-depth interviews, participatory observations, and document analysis to explore the dynamics of village governance. The findings show that the authority and administrative capacity of village governments play a crucial role in fostering good governance. The integration of deconcentration and decentralization theories, complemented by the moral perspective of Siyasyah Dusturiyyah, emphasizes the importance of ethical considerations in every stage of policy-making. The involvement of public consultants, although still limited by budgetary and administrative constraints, has proven effective in enhancing the technical quality, accountability, and transparency of village regulation drafting. Community participation remains largely symbolic, with limited impact on the substance of policy. This research offers novelty by integrating the perspectives of deconcentration, decentralization, and Islamic ethics of Siyasyah Dusturiyyah into the theoretical model of "Responsive and Equitable Governance", as a new framework in analyzing the formulation of ethical, participatory, and sustainable village policies

    7,532

    full texts

    23,526

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Espace INRS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇