23526 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN APLIKASI TIKTOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI MA AL-MA’ARIF TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pemanfaatan Aplikasi Tiktok sebagai Media Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa di MA Al-Ma’arif Tulungagung” ini ditulis oleh Erika Heriyanto, NIM. 126201212164, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Bapak Dr. Imam Junaris, S.Ag. M.H.I
Kata Kunci: Tiktok, Media Pembelajaran, Akidah Akhlak, Minat Belajar, Inovasi Pendidikan
Pesatnya perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek keidupan, termasuk dalam dunia Pendidikan. Salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah penggunaan media sosial, khususnya aplikasi Tiktok, yang sangat popular di kalangan remaja. Tiktok yang awalnya digunakan sebagai platform hiburan kini berkembang menjadi sarana edukasi yang dapat mendukung proses pembelajaran.
Untuk mendalami hal tersebut, peneliti merumuskan fokus penelitian sebagai berikut: 1) Bagaimana penggunaan aplikasi Tiktok sebagai media pembelajaran akidah akhlak?, 2) Bagaimana meningkatkan minat belajar siswa di MA Al-Ma’arif Tulungagung menggunakan aplikasi Tiktok sebagai media pembelajaran?, 3) Bagaimana dampak aplikasi Tiktok setelah digunakan sebagai media pembelajaran?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pemanfaatan aplikasi Tiktok sebagai media pembelajaran akidah akhlak,bagaimana implementasinya dalam meningkatkan minat belajar siswa, serta dampak penggunaannya dalam proses pembelajaran di MA Al-Ma’arif Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di kelas, wawancara mendalam dengan guru akidah akhlak, siswa kelas XI, serta pihak sekolah, serta dokumentasi sebagai bukti pendukung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pemanfaatan Tiktok sebagai media pembelajaran akidah akhlak dapat menjadi inovasi yang menarik, kreatif dan interaktif. Guru akidah akhlak menggunakan Tiktok dengan berbagai metode, seperti pembuatan konten edukasi berupa video pendek yang menjelaskan konsep-konsep Akidah Akhlak secara kreatif dan mudah dipahami untuk meningkatkan interaksi antara guru dan siswa. 2) Siswa yang sebelumnya menganggap pelajaran Akidah Akhlak membosankan menjadi lebih antusias karena materi disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan sesuai dengan kebiasaan digital mereka. Selain itu, siswa juga didorong untuk aktif berkreasi dalam membuat konten edukatif yang diunggah ke Tiktok, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton informasi tetapi juga pembuat konten yang dapat memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari. 3) Penggunaan metode ini terbukti memberikan dampak positif dan negatif, sehingga tetap perlu pengawasan
SIMBOL DAN NILAI BUDAYA TRADISI ULUR-ULUR DI TELAGA BURET SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR TEKS LEGENDA FASE E
Skripsi dengan judul “Simbol dan Nilai Budaya Tradisi Ulur-Ulur di Telaga Buret
serta Relevansinya sebagai Alternatif Bahan Ajar Teks Legenda Fase E” ini ditulis
oleh Lilla Afiyatunnisa, NIM 126210212059, dengan pembimbing Bagus Wahyu
Setyawan, M. Pd.
Kata Kunci: Bahan Ajar, Nilai Budaya, Simbol, Teks Legenda, Ulur-Ulur.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya simbol dan nilai-nilai
budaya dalam tradisi Ulur-Ulur di Telaga Buret. Tradisi Ulur-Ulur merupakan
upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat desa Gamping, Ngentrong, Sawo, dan
Gedangan. Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan puji syukur atas keberadaan
Telaga Buret yang tidak pernah surut. Penelitian ini bertujuan untuk (1)
mendeskripsikan makna simbol tradisi Ulur-Ulur di Telaga Buret, (2)
mendeskripsikan nilai budaya tradisi Ulur-Ulur di Telaga Buret, dan (3)
mendeskripsikan relevansi tradisi Ulur-Ulur sebagai bahan ajar teks legenda fase E.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan
pendekatan etnografi. Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil observasi secara
langsung oleh peneliti terhadap prosesi tradisi Ulur-Ulur dan transkrip wawancara
kepada narasumber, serta dokumentasi. Narasumber pada penelitian ini adalah juru
kunci Telaga Buret dan sesepuh desa atau budayawan. Teknik analisis data pada
penenlitian ini menggunakan model Miles and Huberman, yakni reduksi data,
penyajian data, dan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan
triangulasi teknik dan sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Ulur-Ulur mengandung
simbol yang memiliki makna mendalam, yakni dari aspek denotasi, konotasi, dan
mitos. Tradisi ini juga memiliki nilai-nilai budaya dalam hubungan manusia dengan
Tuhan, nilai budaya dalam manusia dengan alam, nilai budaya dalam manusia
dengan manusia lain, dan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan dirinya
sendiri. Selain itu, penelitian ini menunjukkan adanya relevansi tradisi ini dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia cerita rakyat fase E. Relevansi tersebut terletak
pada potensinya sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal. Dengan demikian,
dapat memperdalam wawasan peserta didik terhadap teks legenda sekaligus
memperkuat identitas budaya mereka
MANAJEMEN KESISWAAN DALAM MENGEMBANGKAN KEDISIPLINAN SISWA DI MAN 3 TULUNGAGUNG TAHUN 2024/2025
Skripsi dengan judul “Manajemen Kesiswaan dalam Mengembangkan Kedisiplinan Siswa di MAN 3 Tulungagung Tahun 2024/2025” ini ditulis oleh Fara Azura, NIM. 126207213117, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Ibu Dr. Siti Khoirun Nisak, S.Pd.I., M.Pd.
Kata Kunci: Manajemen Kesiswaan, Reinforcement (Penguatan), Kedisiplinan Siswa.
Penelitian ini dilatarbelakangi peran penting manajemen kesiswaan dalam mendukung tercapainya tujuan Pendidikan. Pendidikan yang bermutu dan berkualitas tidak terlepas dari penerapan manajemen yang baik, salah satunya melalui manajemen. Disiplin siswa merupakan bagian inti dari proses pendidikan dan pembelajaran dalam membentuk karakter, meningkatkan prestasi, dan menumbuhkan sikap tanggung jawab.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kesiswaan dalam mengembangkan kedisiplinan siswa di MAN 3 Tulungagung Tahun 2024/2025 melalui pendekatan reinforcement (penguatan). Fokus penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana program penguatan (Reinforcement) dalam mengembangkan kedisiplinan siswa di MAN 3 Tulungagung?; 2) Bagaimana cara penguatan (Reinforcement) program dalam mengembangkan kedisiplinan siswa di MAN 3 Tulungagung?; 3) Bagaimana pengendalian program penguatan (Reinforcement) dalam mengembangkan kedisiplinan siswa di MAN 3 Tulungagung?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang diperoleh dari sumber data diantaranya kepala madrasah, waka kesiswaan, tim ketertiban sekolah, dan guru. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif dengan langkah kondensasi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan Triangulasi gabungan (Sumber, Teknik, Waktu), Ketekunan pengamatan, dan Peer reviewing (diskusi teman sejawat).
Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut; 1) Program reinforcement di MAN 3 Tulungagung dilaksanakan secara terstruktur dan menyeluruh, melibatkan seluruh elemen madrasah seperti kepala madrasah, waka kesiswaan, guru, tim ketertiban, dan siswa. Penguatan positif dilakukan melalui kegiatan keagamaan seperti shalat berjama’ah (dhuha dan dzuhur), tadarus, tahfidz Al-Qur’an, berjabat tangan dengan guru, serta kegiatan khusus seperti Pondok Ramadhan; 2) Cara pelaksanaan reinforcement mencakup penguatan verbal melalui ceramah dan motivasi, serta penguatan non-verbal seperti keteladanan guru dan interaksi fisik positif; 3) Pengendalian program dilakukan melalui pengawasan langsung kepala madrasah, waka kesiswaan dan tim ketertiban, serta evaluasi rutin yang melibatkan orang tua siswa
KORELASI METODE PETA IMAJINASI DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SKI KELAS VII DI MTS UNGGULAN DARUL FALAH MOJOKERTO
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Korelasi Metode Peta Imajinasi dengan Kemampuan Kognitif Peserta Didik pada Mata Pelajaran SKI Kelas VII di MTs Unggulan Darul Falah Mojokerto” ditulis oleh Suci Amalia Herawati, NIM. 126201212166, Pembimbing Dr. Annisatul Mufarokah, S. Ag., M.Pd.
Kata kunci : Hubungan, Metode peta imajinasi, Kemampuan kognitif
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan kognitif peserta didik dalam mengingat dan memahami materi SKI. Hal ini disebabkan karena terbatasnya waktu pembelajaran, metode yang kurang efektif, serta luasnya cakupan materi. Kondisi ini menurunkan motivasi belajar peserta didik. Untuk mengatasinya, diperlukan metode yang tepat untuk meningkatkan kemampuan kognitif peserta didik, khususnya dalam aspek remembering, comprehension, dan analysis materi. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah peta imajinasi, yang membantu peserta didik dalam merangkum dan memetakan poin-poin penting dari materi SKI secara lebih menarik dan mudah dipahami.
Rumusan penelitian ini, yaitu 1) Apakah terdapat hubungan antara metode Peta Imajinasi dengan kemampuan kognitif dalam aspek remembering peserta didik pada mata pelajaran SKI kelas VII di MTs Unggulan Darul Falah Mojokerto?, 2) Apakah terdapat hubungan antara metode Peta Imajinasi dengan kemampuan kognitif dalam aspek comprehension peserta didik pada mata pelajaran SKI kelas VII di MTs Unggulan Darul Falah Mojokerto?, 3) Apakah terdapat hubungan antara metode Peta Imajinasi dengan kemampuan kognitif dalam aspek analysis peserta didik pada mata pelajaran SKI kelas VII di MTs Unggulan Darul Falah Mojokerto?. Tujuannya untuk mengetahui hubungan antara metode Peta Imajinasi dengan kemampuan kognitif dalam aspek remembering, comprehension, dan analysis peserta didik pada mata pelajaran SKI kelas VII di MTs Unggulan Darul Falah Mojokerto. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas VII yang berjumlah 32 orang, sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian melalui teknik nonprobability sampling jenis sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi tes dan kuesioner, yang terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data yang digunakan adalah uji normalitas dan uji linieritas. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment, dengan bantuan program SPSS 25 for Windows.
Adapun hasil penelitiannya menunjukkan bahwa 1) Terdapat hubungan antara metode Peta Imajinasi dengan kemampuan kognitif dalam aspek remembering peserta didik pada mata pelajaran SKI, terbukti dengan Nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,024 0,05 dan nilai r menunjukkan 0,233. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode peta imajinasi metode Peta Imajinasi memberikan dampak yang bervariasi terhadap kemampuan kognitif peserta didik
PENGARUH KONFORMITAS TERHADAP PERILAKU BULLYING PADA REMAJA DI SMP PGRI 9 SIDOARJO
Skripsi dengan judul “Pengaruh Konformitas Terhadap Perilaku Bullying Pada
Remaja Di SMP PGRI 9 Sidoarjo” ini ditulis oleh Ahmad Hambali Firmansyah,
NIM. 126308211004, dengan pembimbing Dr. Rizqa Ahmadi, Lc., M.A.
Kata Kunci: Bullying, Konformitas, Remaja
Fenomena bullying sering terjadi di lingkungan sekolah. Mereka
mengidentifikasi perilaku bullying seperti memukul, mencubit, mengolok-olok dan
mengatai nama orang tua. Namun, siswa tidak begitu yakin apakah perilaku tersebut
dilakukan secara sengaja atau tidak. Perilaku bullying tidak hanya muncul begitu
saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun konformitas dapat
dianggap satu-satunya yang menarik untuk diteliti, karena peran tekanan sosial dan
keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kelompok tertentu dapat mempengaruhi
seseorang terlibat dalam tindakan bullying.
Tujuan dilakukannya penelitian adalah mengetahui pengaruh konformitas
terhadap perilaku bullying pada siswa SMP PGRI 9 Sidoarjo, mengetahui tingkat
konformitas siswa, mengetahui tingkat perilaku bullying siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan
uji asumsi klasik yang meliputri, uji normalitas, uji linieritas, uji
heteroskedastisitas, dan uji hipotesis regresi linier sederhana. Sebelum melakukan
uji hipotesis dilakukan uji asumsi klasik sebagai syarat melakukan uji regresi
linier sederhana.
Analisis regresi linier terhadap 187 siswa menunjukkan pengaruh positif
signifikan antara konformitas dan bullying (β = 0,277, p = 0,001), meskipun
kontribusinya relatif kecil (R² = 6,3%), dengan variabel bullying berada dalam
kategori rendah dan konformitas pada kategori sedang. Hasil uji asumsi klasik
(normalitas, linearitas, homoskedastisitas) memvalidasi model regresi yang
digunakan, sehingga dapat disimpulkan bahwa konformitas memengaruhi perilaku
bullyin
IMPLEMENTASI PROGRAM KEBIJAKAN SATU DATA DI KABUPATEN TULUNGAGUNG BERDASARKAN PERATURAN BUPATI NOMOR 42 TAHUN 2021 DALAM PERSPEKTIF GOOD GOVERNANCE
Skripsi dengan judul “Implementasi Program Kebijakan Satu Data Di Kabupaten Tulungagung Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 42 Tahun 2021 Dalam Perspektif Good Governance” ini ditulis oleh Muhammad Nur Hasan Rizqi Auliya, NIM.126103212197, dengan pembimbing Satrio Wibowo, M.H .
Kata Kunci : Satu Data Indonesia, Good Governance , Kebijakan Publik
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) berdasarkan Perpres No. 39 Tahun 2019. Di tingkat daerah, Kabupaten Tulungagung menindaklanjuti kebijakan ini melalui Perbup No. 42 Tahun 2021. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti kurangnya integrasi antarinstansi, perbedaan standar data, pemahaman kebijakan yang rendah, dan ego sektoral. Selain itu, pengisian data di portal Satu Data daerah belum optimal, yang dapat menghambat tercapainya transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pemerintahan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah utama, yaitu: (1) Bagaimana implementasi Program Kebijakan Satu Data di Kabupaten Tulungagung? dan (2) Bagaimana implementasi Program Kebijakan Satu Data di Kabupaten Tulungagung dalam perspektif Good Governance?
Penelitian dilakukan di Kabupaten Tulungagung dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam proses implementasi kebijakan Satu Data di Kabupaten Tulungagung. Pendekatan ini dipilih karena dinilai mampu menggali makna, pemahaman, dan dinamika yang terjadi di lapangan secara holistik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan dari instansi terkait, seperti Dinas Komunikasi dan Informatika serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.
Hasil penelitian menunjukan, bahwa : (1) Program Kebijakan Satu Data di Kabupaten Tulungagung telah diterapkan berdasarkan prinsip-prinsip Satu Data Indonesia guna mewujudkan tata kelola data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan mudah diakses.(2) Implementasi kebijakan Satu Data di Kabupaten Tulungagung telah mengarah pada prinsip Good Governance, khususnya transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas, meskipun masih terdapat kekurangan dalam keterisian data, integrasi antarinstansi, dan kapasitas sumber daya manusia. Kesimpulannya, kebijakan Satu Data berpotensi mendukung tata kelola pemerintahan yang baik apabila dilaksanakan dengan sinergi lintas sektor dan peningkatan sistem pendukung data
EFEKTIVITAS TEKNIK MODELLING DAN TEKNIK TOKEN ECONOMY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TUNAGRAHITA DI SLB-C NEGERI TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Efektivitas Teknik Modelling Dan Teknik Token Economy Untuk Melatih Keterampilan Sosial Anak Tunagrahita di SLB-C Negeri Tulungagung”, ditulis oleh Roja Dini Dwi Syahma NIM 126306212076, Dosen Pembimbing Handita Widhi Atma, M.Pd. Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Jurusan Dakwah, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Tahun 2025.
Anak tunagrahita memiliki hambatan dalam perkembangan intelektual dan sosial yang berdampak pada rendahnya keterampilan sosial, padahal kemampuan ini penting untuk membentuk interaksi yang adaptif dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik modelling dan token economy dalam meningkatkan keterampilan sosial anak tunagrahita di SLB-C Negeri Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Single Subject Research (SSR) tipe A-B-A-B. Subjek penelitian adalah seorang siswa tunagrahita ringan kelas VI.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi perilaku target meliputi memulai interaksi, menerima interaksi, mempertahankan interaksi, dan mengakhiri interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase baseline (A), keterampilan sosial berada dalam kategori rendah dengan total frekuensi 18. Pada fase intervensi (B), keterampilan sosial meningkat ke kategori sedang dengan total frekuensi 66. Ketika intervensi dihentikan, keterampilan kembali turun ke kategori rendah dengan frekuensi 17. Setelah intervensi diberikan kembali fase B’, keterampilan sosial meningkat secara signifikan ke kategori tinggi dengan total frekuensi 93. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik modelling dan token economy terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial anak tunagrahita, dan layak diterapkan sebagai strategi layanan bimbingan di lingkungan pendidikan khusus. Kata Kunci: Keterampilan Sosial, Teknik Modelling, Token Economy, Tunagrahit
THE IMPLEMENTATION OF SCAFFOLDING IN TEACHING READING COMPREHENSION OF SECOND GRADE STUDENTS AT SMP MUALLIMIN BLITAR
Educators must comprehend many techniques to enhance the efficacy of the reading instruction and learning experience in a supportive environment. According to the aforementioned scientific background, the problem might be articulated as follows: How do teachers implement scaffolding in teaching reading comprehension to second grade of student’s at SMP Muallimin Blitar? Why do the teachers choose the implementation of scaffolding in teaching reading comprehension of second grade student’s at smp muallimin blitar?. The aims of this research, as delineated in the problem formulation above, are the research aims to ascertain the teacher's methodology for instructing reading to second-grade pupils at SMP Muallimin Blitar, and to investigate the rationale behind the selection of the reading comprehension technique employed for these children.
This study employs a descriptive qualitative research methodology focused on teachers implement scaffolding in teaching reading comprehension among second-grade pupils at Muallimin Blitar Junior High School. The techniques of data collecting comprised observation and comprehensive interviews. The data analysis involved categorizing the data, deconstructing it into units, and synthesizing it using an inductive methodology, which included three stages: data reduction, data presentation, and conclusion formulation and validation.
The research findings reveal that the English instructor employed a singular primary approach for teaching reading comprehension to second-grade children at SMP Muallimin Blitar, specifically scaffolding. The educator employs a scaffolding method by offering systematic, incremental help customized to the specific requirements of the students, progressively diminishing aid as the students develop greater independence in their learning.
This method encompasses actions such as eliciting past information, presenting essential terminology, demonstrating good reading techniques, posing guiding questions, supporting group discussions, and promoting individual learning. The educator's choice to implement the scaffolding technique for teaching reading comprehension to second-grade children at SMP Muallimin Blitar was shaped by many critical factors: students' proficiency levels, self-assurance, autonomous learning, conceptual grasp, and motivation. The scaffolding technique successfully established an inclusive, interactive, and supportive learning environment that promotes both autonomous and collaborative learning.
The use of the scaffolding technique successfully established an inclusive, interactive, and supportive learning environment that promoted both autonomous and collaborative learning. The instructor served both as a facilitator and a collaborator in the students' educational journey, providing them with the skills and
x
confidence required to become autonomous and analytical readers. This research suggests that the faculty should organize training sessions or seminars focused on teaching reading to student teachers. Educators are encouraged to do consistent assessments of pupils' advancement in reading comprehension. Future researchers are urged to employ more diverse and advanced instruments for data gathering, investigate additional ways to teach reading comprehension beyond the scaffolding method, and extend their investigations to other educational tiers
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI ENERGI TERBARUKAN KELAS X SMAN 1 SUTOJAYAN BLITAR
Skripsi dengan judul “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Motivasi Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Energi Terbarukan Kelas X SMAN 1 Sutojayan Blitar” ditulis oleh Nofia Ageng Kinasih, NIM. 126211211027, pembimbing Dr. Desyana Olenka Margaretta, M.Si.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing, Motivasi Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan metode ceramah dengan pendekatan teacher centered yang masih dominan di SMAN 1 Sutojayan Blitar, di mana guru berperan sebagai sumber utama informasi dan siswa cenderung pasif. Situasi ini mengakibatkan rendahnya motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa, terutama pada materi energi terbarukan yang sulit dipahami. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap motivasi belajar pada materi Energi Terbarukan. (2) Mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi Energi Terbarukan. (3) Mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi Energi Terbarukan.
Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Exsperiment, yaitu Post-test Only Control Group Design. Variabel bebas adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing, sedangkan variabel terikatnya adalah motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa. Sampel diambil dari siswa kelas X SMAN 1 Sutojayan Blitar dengan teknik purposive sampling, melibatkan 70 siswa dari dua kelas yaitu, kelas X-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui angket, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, T-Test, dan MANOVA.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ada pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap motivasi belajar kelas X SMAN 1 Sutojayan Blitar dibuktikan dengan hasil uji T menunjukkan Sig.(2-tailed) 0,001<0,05. (2) Ada pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMAN 1 Sutojayan Blitar dibuktikan dengan hasil uji T menunjukkan Sig.(2-tailed) 0,008<0,05. (3) Ada pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap motivasi dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMAN 1 Sutojayan Blitar dibuktikan dengan hasil uji T menunjukkan Sig.(2-tailed) 0,000<0,05
ANALISIS PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA PERMOHONAN CERAI TALAK PPPK DI PENGADILAN AGAMA JOMBANG (Studi Kasus Perkara Nomor 418/Pdt.G/2023/PA.Jbg)
Arti Wahyu Ningrum, 2025, NIM :126102211021. “Analisis Putusan Hakim Dalam Perkara Permohonan Cerai Talak PPPK Di Pengadilan Agama Jombang (Studi Kasus Perkara Nomor 418/Pdt.G/2023/PA.Jbg)”. Skripsi Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Kata Kunci : Putusan Hakim, Perceraian, PPPK
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya perkara permohonan cerai talak anggota PPPK Nomor 418/Pdt.G/2023/PA.Jbg, dimana dalam perkara tersebut pemohon yang berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah negeri di Surabaya, sedangkan Termohon merupakan guru honorer di Jombang. Maka dari itu yang menyebabkan Pemohon mengajukan permohonan cerai talak di Pengadilan Agama Jombang. Namun yang menjadi pro kontra dalam masalah ini ialah Pemohon telah mendaftarkan permohonan cerai talak kepada Pengadilan Agama Jombang tanpa menyertakan surat izin perceraian kepada pengadilan. Mengingat beliau merupakan salah satu anggota Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja yang mana salah satu persyaratan mengajukan perceraiannya harus menyertakan surat izin, sehingga dalam putusan tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1983 tentang izin perkawinan dan Perceraian bagi PNS serta Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 44 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 55 Tahun 2021 tentang Pedoman Kerja dan Pelaksanaan Tugas Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2022.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1.) Bagaimana pertimbangan Hakim dalam mengambil keputusan bagi para pihak yang berperkara? 2.) Bagaimana analisis putusan Hakim dalam perkara permohonan cerai talak PPPK di Pengadilan Agama Jombang dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 44 Tahun 2022 tentang pedoman kerja dan pelaksanaan tugas pemerintah?. Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan apa saja pertimbangan Hakim dalam mengambil keputusan pada putusan Nomor 418/Pdt.G/2023/PA.Jbg tentang perceraian atas tergugat yang berprofesi sebagai Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja. 2) Menganalisis mengenai putusan Hakim tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur tahun 2022 tentang pedoman kerja dan pelaksanaan tugas pemerintah.
Metode penelitian ini adalah metode yuridis dengan menggunakan jenis metode penelitian hukum normatif. Penelitian ini berbentuk putusan, maka pendekatan yang dilakukan dalam tulisan ini adalah pendekatan undang-undang (Statue Approach) pendekatan ini bertujuan untuk memastikan apakah perkara yang ada telah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Dan yang terakhir yakni menggunakan pendekatan kasus (Case Approach) pendekatan ini bertujuan untuk mempelajari norma atau kaidah hukum yang dapat diterapkan. Pendekatan ini berupa pengambilan contoh kasus yang telah terjadi didalam masyarakat.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Majelis Hakim memutuskan perkara tersebut dan menganggap bahwa surat izin yang diajukan ke pengadilan pada saat pembuktian dianggap masih memenuhi syarat dan tetap menaati perundang-undangan meskipun terlambat melampirkan. Majelis Hakim juga menganggap bahwa memeriksa tanda tangan tersebut sudah sesuai dengan undang-undang atau belum bukanlah wewenang Majelis Hakim. Selain itu, alasan Majelis tetap mengabulkan permintaan Pemohon yakni karena sudah tidak akan tercipta rasa kasih sayang terhadap kedua mempelainya ibarat cinta bertepuk sebelah tangan. 2) Dalam putusan tersebut Majelis Hakim tidak mempertimbangkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 44 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 55 Tahun 2021 tentang Pedoman Kerja dan Pelaksanaan Tugas Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 pada poin D yang mana memuat tentang syarat perceraian PPPK bagi Pemohon yang merupakan seorang Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja dan menurut teori akibat hukum lahirnya sanksi apabila dilakukan tindakan yang melawan hukum maka, Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja tersebut akan mendapatkan sanksi disiplin dari instansinya karena izin dari atasan ketika akan bercerai tersebut merupakan hal yang wajib dimiliki