23526 research outputs found
Sort by
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI TATA TERTIB DI MAN 3 JOMBANG
ABSTRAK
Skripsi ini dengan judul “Pembentukan Karakter Siswa Melalui Tata Tertib Di MAN 3 Jombang” ini ditulis oleh Aulia Fitri Hanifah, NIM 126201212167, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
pembimbing Ibu Dr. Hj. Luluk Atirotu Zahroh, M.Pd.
Kata Kunci: Pembentukan Karakter Siswa, Tata Tertib
Penelitian ini didasarkan pada konteks penelitian di lapangan, dengan adanya berbagai karakter siswa yang tidak menghiraukan atau melanggar tata tertib yang ada di sekolah, sehingga fenomena ini menciptakan lingkungan sekolah yang
kurang nyaman dan tertib. Karena hal tersebut, sangat dibutuhkan upaya pembentukan karakter siswa khususnya melalui tata tertib di sekolah, agar para siswa selalu patuh dan taat terhadap tata tertib yang ada di sekolah. Selain itu, tata tertib yang diterapkan di sekolah tidak hanya untuk ditegakkan saja, tetapi juga untuk mendukung dan membimbing siswa dalam pembentukan karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta generasi muda yang berkualitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membentuk karakter baik siswa melalui optimalisasi tata tertib di sekolah.
Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana pembentukan karakter disiplin siswa melalui tata tertib di MAN 3 Jombang. (2) Bagaimana pembentukan karakter sopan santun siswa melalui tata tertib di MAN 3 Jombang. (3) Bagaimana
pembentukan karakter tanggungjawab siswa melalui tata tertib di MAN 3 Jombang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian berada di MAN 3 Jombang. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer (Waka MAN 3
Jombang sekaligus Guru di MAN 3 Jombang), serta data sekunder (dokumen tata tertib). Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau vertifikasi data. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan uji kreadibilitas, uji transferability, uji dependability, dan uji confirmability.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pembentukan karakter disiplin siswa melalui tata tertib di MAN 3 Jombang yakni dengan menggunakan seragam sekolah dengan lengkap dan rapi, datang ke madrasah dengan tepat waktu (tidak terlambat), membiasakan untuk membaca doa dan asmaul husna (sebelum dan sesudah kegiatan belajar), dan mengikuti kegiatan pembelajaran mulai awal hingga akhir. (2) Pembentukan karakter sopan santun siswa melalui tata tertib di MAN 3 Jombang yakni dengan menerapkan budaya S3 (salim, salaman, sholat), mengucapkan dan menjawab salam ketika bertemu dengan bapak atau ibu guru, saling bertegur sapa ketika bertemu dengan bapak atau ibu guru (baik di lingkungan madrasah maupun di luar madrasah), dan bertutur kata sopan dan santun kepada bapak atau ibu guru. (3) Pembentukan karakter tanggungjawab siswa melalui tata tertib di MAN 3 Jombang dengan melaksanakan piket kelas secara bergiliran, aktif mengerjakan tugas yang diberikan bapak atau ibu guru (baik tugas individu maupun kelompok), menjaga kebersihan lingkungan kelas, dan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler
STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA FILM GURU-GURU GOKIL DAN IMPLIKASINYA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DRAMA DI MTsN 6 TULUNGAGUNG
Ardhana, Septian, Rifky. 2025. Struktur Kepribadian Tokoh Utama Film Guru-Guru Gokil dan Implikasinya sebagai Alternatif Bahan Ajar Drama di MTsN 6 Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Skripsi : Muyassaroh, S.S, M.Pd.
Kata kunci : Bahan ajar, Film, Guru-Guru Gokil, Implikasi, Struktur kepribadian.
Kurikulum Merdeka memberikan penekanan pada penguatan karakter peserta didik serta pengembangan kompetensi literasi melalui pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual dan bermakna. Dalam konteks pembelajaran sastra, kurikulum ini mendorong peserta didik tidak hanya untuk mengapresiasi karya sastra, tetapi juga untuk mengekspresikan kreativitas melalui penulisan, termasuk penulisan naskah drama. Salah satu aspek penting dalam penulisan naskah drama adalah pemahaman mendalam terhadap struktur kepribadian tokoh yang dapat dianalisis melalui pendekatan psikologi sastra. Film Guru-Guru Gokil karya Sammaria Simanjuntak dipilih sebagai objek penelitian karena memuat representasi struktur kepribadian tokoh utama yang kompleks dan relevan untuk dianalisis serta dijadikan alternatif bahan ajar.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh utama dalam film Guru-Guru Gokil berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud, dan (2) mendeskripsikan implikasi hasil analisis tersebut sebagai alternatif bahan ajar drama di MTsN 6 Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, dokumentasi, wawancara, serta teknik simak dan catat terhadap tuturan dan tindakan tokoh dalam film. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) dengan menitikberatkan pada struktur kepribadian yang mencakup aspek id, ego, dan superego.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama, Taat Pribadi, merepresentasikan sembilan struktur kepribadian yang diklasifikasikan ke dalam tiga aspek. Aspek id meliputi dorongan hasrat dan keinginan, ketidakpuasan, serta tindakan impulsif. Aspek ego mencakup pengambilan keputusan secara rasional, kemampuan menyesuaikan diri dengan realitas, serta kemampuan melakukan kompromi antara dorongan id dan nilai-nilai superego. Aspek superego tercermin dalam sikap moral dan etika, kepedulian sosial, serta rasa tanggung jawab terhadap orang lain. Berdasarkan hasil tersebut, film Guru-Guru Gokil dinilai layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar drama karena mampu menjadi sarana pengembangan karakter serta media eksplorasi kreativitas peserta didik dalam menulis naskah drama yang berlandaskan pada analisis psikologis tokoh
THE EFFECTIVENESS OF USING GUESSING GAMES IN TEACHING SPEAKING SKILL TOWARDS THE SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMPN 1 SRENGAT BLITAR
Husna, Nuril Asma’ul. Student Registered Number 126203211061. 2025. The
Effectiveness of Using Guessing Games in Teaching Speaking Skill towards
the Seventh Grade Students at SMPN 1 Srengat Blitar. Thesis. English
Education Department. Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. State
Islamic University of Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Advisor: Dr.
Dwi Astuti Wahyu Nurhayati, S.S., M.Pd.
Keywords: the effectiveness, guessing games, speaking skill
Speaking skills are an important part of learning English because a person’s
English fluency is often measured by their speaking ability. However, many
students find it hard to speak fluently because they lack motivation and the lessons
are not interesting. Traditional teaching methods often do not encourage students to
speak actively, which makes them feel shy and less confident. One fun and effective
way to help students practice speaking is by using guessing games. These games
make learning more interactive and enjoyable, helping students feel more relaxed
and willing to speak in English. This study aims to find out whether there is a
significant difference in students' speaking skills before and after being taught using
guessing games in the seventh grade at SMPN 1 Srengat Blitar in the academic year
2024/2025. The research is based on the Communicative Language Teaching (CLT)
approach, which focuses on interaction as a main part of language learning.
This study used a quantitative research method with a pre-experimental
design, specifically a one-group pre-test and post-test design. In this design, one
group of students was given treatment and their speaking performance was
compared before and after the treatment. The sample of the research was class VIID, which consisted of 32 students (15 male and 17 female). The research instrument
was an oral speaking test that assessed pronunciation, grammar, vocabulary,
fluency, and comprehension, with each aspect being evaluated separately. Data
were collected through pre-test and post-test scores, then analyzed using SPSS
version 29 through a paired sample t-test.
The results of this study showed a significant improvement in the students'
speaking skills, as reflected in the increase in their mean scores from 8.84 in the
pre-test to 14.84 in the post-test. The paired sample t-test results further supported
this finding, with a significance value (sig. 2-tailed) of 0.001, which was smaller
than the p-value of 0.05 (0.001 < 0.05). This indicates that the difference in speaking
performance before and after the treatment was statistically significant, meaning
that the guessing games had a positive impact on students’ speaking skills. The
acceptance of the alternative hypothesis (Ha) and rejection of the null hypothesis
(H0) provided strong evidence that using guessing games, effectively improved the
speaking skills of the seventh-grade students at SMPN 1 Srengat Blitar. This finding
supports the idea that interactive activities, such as guessing games, can boost
student participation and improve various aspects of speaking
PENGATURAN KEWENANGAN KHUSUS OTORITA IBU KOTA NUSANTARA DALAM PERIZINAN BERUSAHA BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 27 TAHUN 2023 TENTANG KEWENANGAN KHUSUS OTORITA IBU KOTA NUSANTARA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH
DIMAS CANDRA ABDHEOKTA, 126103211039, Pengaturan Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara Dalam Perizinan Berusaha Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2023 Tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Yusuf Mardhani, M.H.
Kata Kunci : Kewenangan Khusus, Perizinan Berusaha, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi Jakarta, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2023 tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara memberikan kewenangan khusus kepada Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), termasuk dalam hal pengelolaan perizinan berusaha secara mandiri. Pengaturan ini bertujuan untuk mempercepat investasi, menyederhanakan proses perizinan, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Namun, pengaturan ini juga menimbulkan tantangan, seperti potensi konflik dengan asas desentralisasi yang diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah serta hubungan antara OIKN dengan pemerintah pusat dan daerah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis aspek yuridis pengaturan tersebut dan mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip ketatanegaraan dalam sistem hukum Indonesia.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana analisis bentuk pengaturan kewenangan khusus Otorita ibu kota Nusantara dalam perizinan berusaha yang diberikan kepada Otorita Ibu Kota Nusantara Ditinjau Dari Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2023 tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara dan Bagaimana tinjauan ketatanegaraan terhadap pengaturan kewenangan khusus yang diberikan kepada Otorita Ibu Kota Nusantara melalui Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2023 tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif, yaitu pendekatan yang berfokus pada analisis terhadap norma-norma hukum yang berlaku. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan untuk menganalisis isi Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2023 tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara terkait kewenangan khusus Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan pendekatan konseptual untuk menggali konsep-konsep hukum terkait kewenangan khusus dan ketatanegaraan. Data yang dianalisis mencakup data primer berupa peraturan perundang-undangan yang relevan serta data sekunder seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengklasifikasikan data berdasarkan tema, menganalisis kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum, dan memberikan interpretasi hukum terkait kewenangan khusus OIKN dalam perizinan berusaha.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan kewenangan khusus yang diberikan kepada Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dalam perizinan berusaha, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2023 tentang Kewenangan Khusus Otorita Ibu Kota Nusantara, memberikan fleksibilitas signifikan dalam tata kelola izin usaha di wilayah IKN. Kewenangan ini memungkinkan OIKN untuk menyederhanakan proses perizinan, mengelola izin berbasis risiko, memberikan fasilitas khusus bagi investor, serta mempercepat penerbitan izin melalui sistem Online Single Submission (OSS). Langkah ini dirancang untuk menarik investasi strategis dan mendukung pembangunan IKN sebagai proyek nasional dengan pendekatan modern dan efisien. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dari perspektif ketatanegaraan, khususnya terkait potensi konflik dengan asas desentralisasi dan hubungan antara OIKN dengan pemerintah daerah. Kewenangan luas yang dimiliki OIKN dapat memunculkan tumpang tindih dengan peran pemerintah daerah, sehingga diperlukan harmonisasi regulasi dan mekanisme koordinasi yang efektif. Pengawasan yang akuntabel dan transparan menjadi kunci untuk memastikan kewenangan ini mendukung pembangunan berkelanjutan tanpa mengabaikan prinsip otonomi daerah dalam sistem pemerintahan Indonesia
KEYAKINAN DIRI SISWA SLOW LEARNER (Studi Kasus Pada Siswa Slow Learner di Sekolah Inklusi SMP Islam Al-Azhar Tulungagung)
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Keyakinan Diri Siswa Slow Learner (Studi Kasus Pada Siswa Slow Learner di Sekolah Inklusi SMP Islam Al-Azhar Tulungagung)”, ditulis oleh Muhammad Fatchurridwan Musthofa, NIM 126306203123. Dosen Pembimbing Dr. Muhammad Sholihuddin Zuhdi, M. Pd. Program Studi Bimbingan Konseling Islam Jurusan Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Tahun 2025.
Kata Kunci: Anak Berkebutuhan Khusus, Keyakinan Diri, Sekolah Inklusi
Anak-anak berkebutuhan khusus dengan keterbatasannya memiliki beberapa kesulitaan saat mengikuti pembelajaran dengan sistem reguler. Namun semua keterbatasan itu tentu akan mudah dilalui jika dalam diri siswa slow learner memiliki keyakinan diri yang tinggi bahwa mereka bisa belajar bersama melawan keterbatasannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keyakinan diri pada siswa slow learner dalam melaksanakan pendidikan di sekolah. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana keyakinan diri pada siswa slow learner dalam melaksanakan pendidikan di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus kualitatif. Hasil dari penelitian ini dengan subjek Siswa (Slow Learner) dengan aspek keyakinan diri albert bandura adalah: Dalam aspek tingkatan, diperlukan penyesuaian tugas, dukungan sosial dan penggunaan alat bantu, serta pendekatan fleksibel untuk meningkatkan keyakinan diri siswa. Dalam aspek kekuatan, dukungan sosial dan pendekatan, strategi coping, penyesuaian tugas dan pemberian tambahan waktu, serta keberanian untuk meminta bantuan memperlihatkan bahwa kekuatan diri dapat diperkuat melalui interaksi sosial dan penggunaan sumber daya yang ada. Dalam aspek generalisasi, siswa mampu menggeneralisasi keyakinan diri dalam berbagai situasi, membutuhkan dukungan sosial dan instruksi yang jelas, focus terhadap cara-cara mengatasi hambatan, serta dapat menghadapi kegagalan dengan percaya diri dengan mengembangkan strategi pemecahan masalah dan mencari bantuan jika diperluka
ADAB BERZIKIR MENURUT QURAISH SHIHAB DALAM TAFSIR AL-MISHBAH
Skripsi dengan judul “Adab Berzikir Menurut Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah” ditulis oleh Yusfiya Ismatul Aulia, NIM. 126301211041, dengan pembimbing Ahmat Saepuloh, M.Ag.
Kata Kunci: Adab, Zikir, Ayat-ayat Al-Qur’an, Tafsir al-Mishbah.
Hati yang selalu mengingat Allah akan memberikan ketenangan tersendiri. Alangkah baiknya sebagai makhluk ciptaan Allah dapat senantiasa mengingat keagungan Allah dalam hidupnya. Dapat mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan. Tetapi masih banyak ditemukan orang yang senantiasa berzikir yang hanya mengeluh dan tidak bersyukur dengan keadaannya. Ada yang berzikir tetapi masih beriperilaku buruk dalam masyarakat. Bagaimana dengan zikir yang sudah dilakukan dan bagaimana zikir dapat memberikan manfaat dalam kehidupan. Kenapa zikir yang sudah dilantunkan belum mengubah pemikiran dan perilakunya dan belum memberikan kemuliaan dan manfaat pada pelaku zikir. Dari permasalah tersebut penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana zikir dapat dilakukan dengan benar sesuai adab dalam al-Qur’an dengan mengutip pendapat Quraish Shihab dengan perspektif tafsir al-Mishbah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana wawasan al-Qur’an tentang zikir? 2) Bagaimana penafsiran Quraish Shihab tentang ayat-ayat adab berzikir dalam tafsir al-Mishbah? 3) Bagaimana urgensi penafsiran ayat-ayat adab berzikir dalam kehidupan sehari-hari?. Dalam penelitian ini termasuk penelitian library research dengan bertumpu pada sumber-sumber literasi dari perpustakaan. Pendekatan yang digunakan termasuk pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan terfokus pada analisis data. Dengan menggunakan kitab tafsir al-Mishbah karya dari M. Quraish Shihab sebagai sumber utama. Menggunakan metode tematik sebagai acuan dalam proses menganalisa ayat-ayat adab zikir dengan perspektif tafsir al-Mishbah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kata zikir terdapat 292 pengulangan kata dengan berbagai bentuk dan turunannya dalam al-Qur’an. Dengan beragam pembahasan yang terdapat dalam al-Qur’an dari perintah, manfaat maupun bentuk dan adab dalam melakukan zikir. 2) Dalam tafsir al-Mishbah mengenai adab zikir terdapat 5 poin yang dapat ditemukan yaitu, a) berzikir dengan tidak mengeraskan suara terdapat dalam QS al-A’ra>f [7]:205, b) berzikir dengan mensyukuri nikmat terdapat dalam QS al-Baqarah [2]:40, c) berzikir dengan kemantapan dan keteguhan hati terdapat dalam QS al-A’ra>f [7]:205, QS al-Baqarah [2]:200, d) berzikir dengan adanya rasa takut kepada Allah terdapat dalam QS al-A’ra>f [7]:205, QS al-Baqarah [2]:40, QS al-Anfa>l [8]:2, e) berzikir dalam setiap keadaan terdapat dalam QS al-A’ra>f [7]:205, QS ali-Imra>n [3]:191. 3) Urgensi penafsiran ayat-ayat adab zikir dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dikelompokkan dalam tiga aspek, yaitu: a) aspek spiritual, dapat meningkatkan iman dan takwa; meningkatkan konsistensi dalam beribadah; meningkatkan keikhlasan dalam beribadah; meningkatkan kesadaran keseimbangan kehidupan. b) aspek psikologis, yaitu meningkatkan ketenangan hati; memberikan rasa percaya diri; menghilangkan rasa cemas dan takut; melatih dalam ketenangan dan kefokusan. c) aspek sosial, yaitu membangun kesadaran moral dan etika; mengurangi konflik sosial di masyarakat; meningkatkan nilai toleransi; menyadarkan untuk saling menepati janji
ANALISIS PERSEPSI GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI MI PODOREJO TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Analisis Persepsi Guru Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di MI Podorejo Tulungagung” ini ditulis oleh Faiqotul Himmah, NIM. 126205213202, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pembimbing Hafidz Rosyidiana, M.Pd.
Kata Kunci: Persepsi, Implementasi, Kurikulum Merdeka.
Penelitian ini dilatar belakangi dengan perubahan kurikulum, dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Darurat menjadi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka sebagai bentuk penyempurnaan dari Kurikulum 2013, tentunya mendapatkan ragam tanggapan dari para guru, peserta didik, dan orangtua peserta didik. Kurikulum Merdeka ini masih cenderung baru bagi guru dan peserta didik, terkait pelaksanaan Kurikulum Merdeka masih banyak guru yang bingung dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Cara pandang guru terhadap penerapan Kurikulum Merdeka ini mempengaruhi seberapa baik program pembelajaran dilaksanakan di MI Podorejo Tulungangung. Maka, peneliti meneliti lebih dalam mengenai persepsi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana konsep implementasi Kurikulum Merdeka di MI Podorejo Tulungagung? (2) Bagaimana peran guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka di MI Podorejo Tulungagung? (3) Apa saja hambatan dan solusi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka?. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan konsep, peran guru, dan hambatan yang terjadi serta solusi dalam mengatasi hambatan tersebut dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi yang bertempat pada MI Podorejo Tulungagung. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi Kurikulum Merdeka di MI Podorejo Tulungagung sudah terlaksana dengan baik. Konsep Kurikulum Merdeka di MI Podorejo Tulungagung yaitu memberikan kebebasan kepada sekolah, guru, dan peserta didik dalam pembelajaran di kelas. Sebelum pelaksanaan Kurikulum Merdeka kepala sekola beserta guru-guru mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka. (2) Pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka juga tidak jauh dari adanya peran guru yaitu sebagai fasilitator dan motivator dalam kelas. (3) Meskipun pembelajaran berjalan dapat berjalan dengan lancar, tidak dapat dipungkiri pastinya terdapat hambatan yang terjadi sehingga sekolah juga merencanakan untuk mengatasi hambatan tersebut dengan berusaha memberikan fasilitas yang maksimal kepada guru, peserta didik, dan orang tua peserta didik
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPS DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VII DI MTs SYEKH SUBAKIR 02 SUMBERASRI NGLEGOK KABUPATEN BLITAR
Skripsi dengan judul “Implementasi Pembelajaran Ips Dengan Metode Problem Based Learning (PBL) Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas VII Di MTs Syekh Subakir 02 Sumberasri Nglegok Kabupaten Blitar” ini ditulis oleh Tika Ulandari, NIM : 126209211042, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, UIN Sayyid Ali Rahmatul lah Tulungagung, yang dibimbing oleh Dr. Nur Isroatul Khusna, M.Pd.
Kata kunci : Implementasi, Problem Based Learning (PBL), Minat Belajar, IPS, Pembiasaan Diri Melestarikan Lingkungan.
Problem Based Learning (PBL) adalah suatu metode pembelajaran yang berpusat pada siswa. Menekankan dengan berbagai pemecahan masalah nyata sebagai fokus utama pembelajaran. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta kemampuan berkolaborasi dalam menemukan dan menerapkan solusi yang tepat. MTs Syekh Subakir 02 Sumberasri adalah salah satu madrasah yang telah mengimplementasikan metode PBL dalam proses pembelajarannya.
Fokus utama dalam penelitian ini mencakup tiga aspek penting, yaitu: 1) bagaimana proses perencanaan pembelajaran IPS dengan penerapan metode PBL dalam meningkatkan minat belajar siswa pada materi Pembiasaan Diri Melestarikan Lingkungan, 2) bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPS dengan metode PBL dalam meningkatkan minat belajar siswa pada materi tersebut, serta 3) bagaimana evaluasi pembelajaran IPS yang menggunakan metode PBL dalam upaya meningkatkan minat belajar siswa pada materi pembiasaan diri melestarikan lingkungan.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di MTs Syekh Subakir 02 Sumberasri. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII, guru mata pelajaran IPS, dan wakil kepala bidang kurikulum. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi guna mendapatkan gambaran yang jelas mengenai perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran berbasis PBL di sekolah ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PBL telah memberikan dampak positif terhadap minat belajar siswa. Namun, terdapat beberapa kendala dalam implementasi metode ini, seperti perbedaan tingkat pemahaman siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kurangnya kepercayaan diri dalam menyampaikan hasil diskusi. Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak sekolah dan guru telah melakukan berbagai upaya, seperti memberikan bimbingan tambahan bagi siswa yang mengalami kesulitan, menyediakan sumber belajar yang lebih variatif, serta meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis PBL. Evaluasi pembelajaran menunjukkan bahwa metode ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi dan mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan
GAYA KOMUNIKASI DAKWAH USTAZAH LIZA AZIZAH PADA CHANNEL ILHAM TV
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Gaya Komunikasi Dakwah Ustazah Liza Azizah pada
Channel Ilham TV” ini ditulis oleh Muhamad Khoirudin, NIM. 126311211017,
dengan pembimbing Dr. Bobby Rachman S, M.S.I. dan Dr. Samsul Rifa’I, M.Pd, I.
Kata kunci: Dakwah, Gaya Komunikasi, Channel Ilham TV
Dakwah Islam di era teknologi modern mengalami kemajuan besar,
terutama melalui media sosial seperti Youtube, di mana peran para dai, termasuk
Ustazah Liza Azizah menjadi suatu hal penting dalam menyebarkan ajaran Islam
dengan cara yang unik, menarik dan relevan bagi masyarakat luas. Penelitian ini
menyoroti pentingnya peningkatan keilmuan, komunikasi, dan implikasi dakwah
bagi para dai di media sosial.
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui gaya komunikasi Ustazah
Liza Azizah pada Channel Ilham TV. 2) Mengetahui implikasi dakwah Ustazah Liza
Azizah dalam membina spiritual masyarakat pada Channel Ilham TV. Jenis
penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang spesifikasinya yaitu penelitian
fenomenologis. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan menggunakan pendekatan psikologis, pengumpulan data menggunakan
teknik observasi non-partisipan, wawancara dan dokumentasi, analisis data
menggunakan teori Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah: 1)
komunikasi dakwah Ustazah Liza Azizah dapat dianalisis kepada 3 bentuk uraian,
yaitu melalui seni suara, tren fashion dan bahasa kultural, maka terbentuklah bentuk
gaya komunikasi dari Ustazah Liza Azizah dalam berdakwah yaitu The dynamic
style, The equalitarian style, dramatic, Animated expresive, open dan impression
leaving. Di setiap gaya tersebut dapat menarik masyarakat Indonesia untuk
merespon dakwahnya. 2) Dakwah Ustazah Liza Azizah melalui Channel Ilham TV
memiliki implikasi yang signifikan dalam hal membina spiritual masyarakat,
menjaga solidaritas ukhuwah insaniyah, perihal menghibur masyarakat dan banyak
mencuri perhatian melalui keteladanan paras menawannya. Dakwah Ustazah Liza
Azizah pada Channel Ilham TV banyak mendapatkan respon positif dari para
netizen, mereka berharap bahwa Ustazah Liza dapat menjadi dai muslimah yang
dapat membimbing ke jalan yang benar di tengah-tengah kehidupan masyarakat
IMPLEMENTASI ASESMEN FORMATIF BENTUK DEBAT AKTIF DALAM MENANAMKAN RASA PERCAYA DIRI PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS XI DI SMA NEGERI 2 TRENGGALEK
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Implementasi Asesmen Formatif Bentuk Debat Aktif dalam Menanamkan Rasa Percaya Diri Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI di SMA Negeri 2 Trenggalek” ini ditulis oleh Muhammad Farid Zubaidi, NIM.126201212140, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pembimbing oleh Ikfi Khoulita, M.Pd.I.
Kata Kunci : Asesmen Formatif, Debat Aktif, Rasa Percaya Diri.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rasa percaya diri peserta didik yang mampu memberikan dorongan positif kepada mereka untuk melatih dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Apabila peserta didik mendapatkan bimbingan dan arahan yang tepat dan didasari oleh kemauan untuk menumbuhkan rasa percaya diri maka mereka akan dengan mudah menggapai prestasi dan kesuksesan. Bentuk bimbingan dan arahan yang diberikan pendidik dalam menanamkan rasa percaya diri peserta didik dapat disalurkan melalui pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran bermakna, maka dari itu diperlukan bentuk pembelajaran yang dapat membantu peserta didik aktif dalam proses pembelajaran.
Fokus pada penelitian ini adalah 1) Bagaimana perancanaan asesmen formatif dengan bentuk debat aktif dalam menanamkan rasa percaya diri peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Trenggalek? 2) Bagaimana pelaksanaan asesmen formatif dengan bentuk debat aktif dalam menanamkan rasa percaya diri peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Trenggalek? 3) Bagaimana implikasi asesmen formatif dengan bentuk debat aktif dalam menanamkan rasa percaya diri peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Trenggalek?.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan perancanaan asesmen formatif dengan bentuk debat aktif dalam menanamkan rasa percaya diri peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Trenggalek. 2) Mendeskripsikan pelaksanaan asesmen formatif dengan bentuk debat aktif dalam menanamkan rasa percaya diri peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Trenggalek. 3) Mendeskripsikan implikasi asesmen formatif dengan bentuk debat aktif dalam menanamkan rasa percaya diri peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Trenggalek.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Trenggalek, dengan mengoptimalkan kehadiran peneliti dalam penggalian data, data yang digali berdasakan data primer dan data sekunder dan dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini meliputi, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini adalah 1) Dalam tahap perencanaan untuk menyesuaikan bentuk pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik, pendidik diberi keleluasaan mengkreasikan bentuk pembelajarannya sehingga akan diperoleh inovasi-inovasi baru pada bentuk pembelajaran seiring perkembangan teknologi dan didukung oleh sarana prasarana yang memadai, melalui asesmen dengan latar belakang praktik seperti asesmen formatif bentuk debat aktif peserta didik akan terlibat secara langsung dalam proses pembelajarannya. 2) Pada pelakasanaan asesmen formatif bentuk debat aktif guru bertindak sebagai fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu mengoptimalkan potensi peserta didik, asesmen fomatif bentuk debat aktif mampu mengarahkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Pemberian reward atau apresiasi kepada peserta didik dapat meningkatkan motivasi belajar. Agar peserta didik mampu memperbaiki kekurangan dan meningkatkan pemahaman terhadap materi, guru dapat memberikan umpan balik berupa data atau informasi mengenai motivasi belajar peserta didik. 3) Implikasi dari asesmen formatif bentuk debat aktif yaitu mampu memberikan dampak positif bagi peserta didik diantaranya pembelajaran lebih bermakna, aktif dalam pembelajaran, pencapaian potensi diri secara maksimal, motivasi belajar yang tinggi dan prestasi akademik maupun non akademik