Institut National de la Recherche Scientifique

Espace INRS
Not a member yet
    23526 research outputs found

    DEFRAGMENTING STRUKTUR BERPIKIR SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PECAHAN KELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH DARUL FALAH BENDILJATI KULON SUMBERGEMPOL

    No full text
    Skripsi dengan judul “Defragmenting Struktur Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Pecahan Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Bendiljati Kulon Sumbergempol” ini ditulis oleh Matu Nada Risma Septiana, NIM 126204211048, dengan pembimbing Dra. Hj. Umy Zahroh, M.Kes., Ph.D. Kata Kunci: defragmenting, struktur berpikir, penyelesaian masalah, pecahan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pecahan, yang disebabkan oleh fragmentasi struktur berpikir yaitu ketika pengetahuan matematika siswa tidak saling terhubung secara logis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses defragmenting struktur berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah pecahan berdasarkan tingkat kemampuan matematika, yaitu siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Melalui pendekatan ini, peneliti ingin melihat bagaimana strategi defragmenting dapat memperbaiki dan membangun kembali struktur berpikir yang terfragmentasi, sehingga siswa mampu menyelesaikan soal dengan lebih runtut dan benar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa tes tertulis dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tahapan defragmenting yang terdiri dari: scanning, check some error, repairing, give a chance to re-work, dan certain the result, serta intervensi melalui disequilibrasi, conflict cognitive, dan scaffolding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mampu menyusun ulang struktur berpikirnya dengan bantuan minimal. Siswa sedang membutuhkan bimbingan untuk menata ulang skemanya, sedangkan siswa rendah memerlukan intervensi intensif untuk mengaktifkan skema berpikir yang belum terbentuk. Pendekatan defragmenting terbukti membantu memperbaiki pemahaman konsep dan proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal pecahan

    PERAN PEREMPUAN DALAM BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN FIQIH SIYASAH (Studi Kasus di Desa Ngrance Kecamatan Pakel)

    No full text
    Muhammad Ashif Syaifulloh, 12103193042, “Peran Perempuan dalam Badan Permusyawaratan Desa Perspektif Hukum Positif dan Fiqih Siyasah (Studi Kasus di Desa Ngrance Kecamatan Pakel)” Program Studi Hukum Tata Negara, Universitas Negeri Islam Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing: Dr. Zulfatun Ni’mah, M. Hum. Kata Kunci: Peran Perempuan, Badan Permusyawaratan Desa, Hukum Positif, dan Fiqih Siyasah. Sejak tahun 2019 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ngrance Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung sudah memenuhi amanat Undang-undang Desa tentang keterwakilan perempuan dengan adanya keanggotaan perempuan, namun hingga tahun 2024 anggaran desa yang diperuntukkan untuk pemberdayaan perempuan masih relatif minim, yaitu sebesar Rp. 5.000.000,- pertahun, sehingga penting dilakukan penelitian tentang peran yang telah dilakukan. Pertanyaan penelitian ini adalah: (1) Bagaimana peran perempuan dalam badan permusyawaratan desa di Desa Ngrance Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung?; (2) Bagaimana peran perempuan dalam badan permusyawaratan desa di Desa Ngrance Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung dalam perspektif hukum positif? Dan; (3) Bagaimana peran perempuan dalam badan permusyawaratan desa di Desa Ngrance Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung dalam Perspektif Fiqih Siyasah? Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah jenis penelitian hukum empiris (socio-legal). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peran perempuan dalam BPD di Desa Ngrance Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung yaitu berupa: Peran mewakili dan menyalurkan aspirasi Perempuan dengan menggali aspirasi perempuan dengan menjalankan survei untuk mendapatkan data aspirasi Perempuan. Peran memperjuangkan kepentingan Perempuan dengan cara mengusulkan program yang memprioritaskan kepentingan Perempuan, program tersebut berupa pelatihan memasak, merias, senam, dan sebagainya. Peran perencanaan dan pengambilan keputusan dengan cara ikut serta dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa dan mengusulkan program-program yang mendukung kebutuhan perempuan dan anakanak. Dan peran pengawasan kinerja Kepala Desa dengan cara melakukan penilaian kinerja Kepala Desa. Namun, dalam hal pengawasan kinerja Kepala Desa belum berjalan maksimal, karena antara anggota BPD Perempuan dan Kepala Desa tertaut hubungan kekerabatan. (2) Peran perempuan dalam badan permusyawaratan desa di xii Desa Ngrance Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung sesuai dengan hukum positif yaitu Peraturan Menteri dalam Negeri Pasal 6 Nomor 110 Tahun 2016 Tentang BPD, karena anggota BPD Perempuan sudah menjalankan perannya sesuai dengan peraturan yang berlaku, yaitu menampung dan menyalurkan aspirasi perempuan, memperjuangkan kepentingan perempuan, ikut serta dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, dan mengawasi kinerja kepala Desa; (3) Peran perempuan dalam badan permusyawaratan desa di Desa Ngrance Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung telah sejalan dengan prinsip dasar fiqih siyasah, karena anggota BPD perempuan sudah menjalankan peran Ahlul Halli Wal’Aqdi sebagai wakil rakyat, berdasarkan QS AN-Naml ayat 23, yaitu Perempuan juga memiliki peran sebagai wakil rakyat dengan cara menampung dan menyalurkan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan perempuan, menegakkan musyawarah dan pengambilan Keputusan dilakukan dengan cara mengadakaan musrenbangdes, dan pengawasan terhadap pemerintah dilakukan dengan cara mengawasi kinerja Kepala Des

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI SISWA PADA MATA PELAJARAN FIKIH DI MTSN 3 TULUNGAGUNG

    No full text
    Skripsi dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Meningkatkan Konsentrasi Siswa Pada Mata Pelajaran Fikih Di MTsn 3 Tulungagung” yang ditulis oleh Muhamad Khoirul Fatihin, NIM. 126201212118, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan Pembimbing Bapak Dr. Mohammad Ja’far As- Shodiq, S.Kom., M.Pd.I. Kata kunci: Discovery Learning, Konsentrasi Belajar, Fikih, Pembelajaran Aktif, Siswa MTs Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat konsentrasi yang dimiliki oleh siswa pada saat melakukan pembelajaran di kelas. Banyak siswa yang memilih untuk melamun, mengantuk dan bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan tentang materi pembelajaran yang sedang berlangsung. Ditengah kegentingan permasalahan tentang konsentrasi siswa yang menurun, Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Tulungagung mempunyai upaya untuk menumbuhkan Kembali konsentrasi siswa dengan menerapkan model-model pembelajaran yang berfokus pada siswa yang asyik, dan menyenangkan. Fokus pada penelitian ini adalah tentang perencanaan, pelaksanaan dan implikasi dari diterapkannya model pembelajaran Discovery Learning. Sehingga tertuang dalam pertanyaan sebagai berikut: (1) Bagaimana perencanaan pembelajaran fikih menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan konsentrasi siswa di MTsN 3 Tulungagung? (2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran fikih menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan konsentrasi siswa di MTsN 3 Tulungagung? (3) Bagaimana Implikasi model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan konsentrasi pada mata pelajaran fikih di MTsN 3 Tulungagung? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang perencanaan dan pelaksanaan dan Implikasi model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan Konsentrasi siswa pada mata Pelajaran fikih di MTsN 3 Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru mata pelajaran fikih dan siswa kelas VII MTsN 3 Tulungagung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan reduksi sata, penyajian data dan penarikan kesimpulan ditahap akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan Model pembelajaran diawali dengan adanya workshop tentang pernyusunan perangkat pembelajaran, dilanjutkan dengan penyusunan modul ajar yang digunakan sebagai acuan xvi pembelajaran di kelas, yang didalamnya terdiri dari media, sumber belajar, stimulus dan alur pembelajaran yang akan dilaksanakan. (2) pelaksanaan model pembelajaran Discovery Learning dibagi menjadi tiga bagian yakni pendahuluan yang digunakan untuk mempersiapkan siswa mengikuti pembelajaran, kegiatan ini yang berisi langkah-langkah model pembelajaran Discovery Learning dan penutup yang digunakan untuk menyimpulkan materi pembelajaran. (3) implikasi yang didapat dari penerapan model pembelajaran Discovery Learning ini sangat efektif untuk meningkatkan konsentrasi siswa yang dilihat dari keaktifan siswa, semangat siswa dan fokus siswa ketika mengikuti pembelajaran di dalam kelas

    SELF ACCEPTANCE PADA PERSPEKTIF SANTRI BARU DI PONDOK PESANTREN TARBIYYATUL QUR'AN AL MANNAN TULUNGAGUNG

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena santri baru yang sering kali mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan pondok pesantren, yang dapat memengaruhi self acceptance mereka. Self acceptance sangat berperan dalam menentukan kemampuan santri untuk bertahan, beradaptasi, dan menjalani kehidupan di pondok pesantren secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui self acceptance yang terjadi pada santri baru di Pondok Pesantren Tarbiyyatul Qur’an Al-Mannan Tulungagung. Fokus penelitian ini diarahkan pada proses tahapan dan aspek-aspek self acceptance yang dialami santri baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus adalah penelitian yang menguraikan penjelasan komprehensif dari berbagai aspek seorang individu, kelompok, organisasi (komunitas),program, atau situasi sosial. Subyek penelitian berjumlah tiga orang santri baru perempuan dan tiga orang teman dekat subyek penelitian sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur. Wawancara semi terstruktur adalah teknik wawancara yang telah mempersiapkan daftar pertanyaan yang akan didalami oleh peneliti dan kemudian informan dapat menjawab pertanyaan tersebut sesuai dengan pengalamannya. Setelah wawancara dilakukan, peneliti menganalisis hasil temuan dengan teknik analisis kualitatif yang komprehensif dan dikuatkan lagi melalui triangulasi guna meningkatkan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing subyek mengalami tahapan-tahapan self acceptance yang dimulai dari denial (penolakan), anger (marah), bargainning (tawar-menawar), depression (depresi), dan acceptance (penerimaan) dengan proses yang berbeda. Prose self acceptance pada santri baru di Pondok Pesantren Tarbiyyatul Qur’an Tulungagung berlangsung secara bertahap dan dipengaruhi oleh kemampuan santri dalam menyesuaikan diri. Meskipun melalui proses yang panjang dan sulit, ketiga subyek mampu bangkit kembali sehingga memiliki self acceptance serta tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak pondok pesantren dalam memberikan pendampingan psikologis dan pembinaan yang sesuai, agar proses self acceptance pada santri yang masih baru dapat berjalan lebih sehat, terarah, dan optimal. Dengan demikian, lingkungan pondok pesantren dapat menjadi ruang yang tidak hanya mendidik secara akademis dan keagamaan, tetapi juga membina kesehatan mental dan penerimaan diri para santri

    PERLINDUNGAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DALAM DESAIN SABLON KAOS DITINJAU DARI HUKUM EKONOMI SYARIAH DAN UU NO.28 TAHUN 2014 (Study kasus di Uusagee Desa Moyoketen Boyolangu Tulungagung)

    No full text
    Amanda Heriansyah Putri, Nim 126101212179, Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Dalam Desain Sablon Kaos Ditinjau Dari Hukum Ekonomi Syariah dan Undang-undang No.28 Tahun 2014 (Study kasus di Uusagee Desa Moyoketen Boyolangu Tulungagung), Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Jurusan Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing: Prof. Dr. H. Asrof Syafi’i.M.Ag Kata kunci : Hak Kekayaan Intelektual, Hukum Ekonomi Syariah, Undangundang No. 28 Tahun 2014, Sablon Kaos Penelitian ini dilatar belakangi mengenai kurangnya kesadaran hukum pelaku usaha sablon kaos Uusagee terhadap plagiarisme yang merugikan mereka secara ekonomi dan moral. Sehingga perlunya perlindungan pelaku usaha dengan mengintegrasikan perlindungan hak cipta dengan prinsip ekonomi syariah secara bersamaan untuk keseimbangan antara keuntungan material dan kepatuhan terhadap nilai-nilai moral dan etika. Rumusan masalah dalam penelitian antara lain: (1) Bagaimana penerapan hukum ekonomi syariah dalam usaha sablon kaos Uusagee di Desa Moyoketen? (2) Bagaimana perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap desain sablon kaos di Uusagee berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta? (3) Bagaimana sinergi antara hukum ekonomi syariah dan Undang-Undangxix No. 28 Tahun 2014 dalam melindungi hak kekayaan intelektual pada usaha sablon kaos? Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian yuridis empiris. Penelitian ini menggunakan sumber data yang berasal dari observasi, wawancara mendalam dengan beberapa informan, serta dokumentasi atas data yang ditemukan oleh peneliti di lapangan. Metode analisis yang digunakan melalui beberapa langkah yang meliputi: Kondensasi Data, Penyajian Data, dan Penarikan Verivikasi. Hasil penelitian ini menuunjukkan bahwa: 1) Usaha sablon kaos Uusagee di Desa Moyoketen sudah menerapkan prinsip tauhid/ kejujuran, keadilan, kehendak bebas, dan tanggungjawab. Dalam praktiknya Uusagee menjunjung tinggi orisinalitas desain sebagai bentuk amanah dan tanggung jawab moral terhadap produk yang dihasilkan. 2) Perlindungan hukum Hak Kekayaan Intelektual terhadap desain kaos Uusage diatur pasal 40 ayat (1) Undang-undang No. 28 Tahun 2014, meskipun hak cipta desain belum didaftarkan, tetapi desain sablon kaos Uusagee memperoleh perlindungan hukum secara otomatis sejak diwujudkan dalam bentuk nyata dan orisinal. 3) Sinergi antara hukum ekonomi syariah dan Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 dalam perlindungan hak cipta memiliki kesamaan untuk menjaga keadilan, mencegah kerugian. Hukum positif menjamin perlindungan melalui hak moral dan hak ekonomi, sedangkan hukum syariah menekankan tanggung jawab moral, etika, dan kejujuran, oleh karena itu, keduanya menjadi penting untuk kesadaran hukum dan etika pelaku usaha

    PENGARUH PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK SMA ISLAM SIMONGAGROK

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik SMA Islam Simongagrok” yang di tulis oleh Nur Amaliatus Sa’adah, NIM. 126201213265, dosen pembimbing Evy Ramadina, S.Pd.I, M.Pd. Kata Kunci : Pendidikan Agama Islam, Pembentukan Karakter, Peserta Didik Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kedisiplinan dan karakter peserta didik di SMA Islam Simongagrok. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penerapan metode pembelajaran yang efektif dan minimnya internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) diharapkan dapat berperan dalam pembentukan karakter yang baik. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Islam Simongagrok, (2) untuk mengetahui pembentukan karakter peserta didik di SMA Islam Simongagrok, dan (3) untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap pembentukan karakter peserta didik di SMA Islam Simongagrok. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik di SMA Islam Simongagrok yang berjumlah 53 siswa. Sampel penelitian ini terdiri dari 35 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji hubungan dan pengaruh antar variabel, data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Sebelum dilakukan analisis regresi, terlebih dahulu diuji asumsi klasik yang mencakup uji normalitas dan uji linearitas. Kemudian, untuk menguji signifikansi pengaruh, digunakan uji t, serta uji koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran PAI di SMA Islam Simongagrok tergolong baik dengan nilai rata-rata 75,71, (2) pembentukan karakter peserta didik berada pada tingkat yang sesuai dengan standar yang ditetapkan, dan (3) terdapat pengaruh signifikan antara pembelajaran PAI terhadap pembentukan karakter peserta didik dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berkontribusi sebesar 80,8% terhadap pembentukan karakter peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran yang berbasis nilai-nilai Islam dapat meningkatkan karakter peserta didik. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pendidikan agama memiliki dampak positif terhadap karakter siswa. Oleh karena itu, penting untuk terus mengoptimalkan pembelajaran PAI dalam menciptakan generasi yang berkarakter baik

    STUDENT’S PERCEPTION ON THEIR COMMUNICATION STYLES IN ACADEMIC DISCUSSION AT STATE ISLAMIC UNIVERSITY SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

    No full text
    The thesis entitled "Student’s Perception on Their Communication Styles in Academic Discussion at State Islamic University Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung", written by Nur Ayu Fitriani, Student ID 126203212163, Department of English Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. Keywords: communication style, English proficiency, academic discussion, students, phenomenological approach This study aims to analyze the English communication styles used by students with high and low proficiency levels in academic discussions. The main focus of this research is to explore the differences in communication styles, the factors that influence them This research employs a qualitative approach using a phenomenological method, involving six participants divided into two groups based on their English proficiency levels. The data were collected through participant observation, indepth interviews, and questionnaires, and were analyzed based on eight communication aspects: language structure and style, communication strategy, participation in discussion, confidence and attitude, social interaction, response to criticism, language errors, and topic and complexity. The findings indicate that students with high proficiency tend to exhibit assertive and confident communication styles, use more complex sentence structures, and respond to criticism constructively. In contrast, students with low proficiency tend to use passive or passive-aggressive styles, show limited vocabulary, and often avoid active participation. Internal factors such as motivation, self-confidence, and learning experience, along with external factors such as the discussion environment and social support, were found to influence their communication styles. These findings provide valuable insights into the role of language proficiency in shaping students’ communication styles and academic interactions and can serve as a reference for educators in designing more inclusive and effective discussionbased learning strategies

    PENGEMBANGAN BUKU SAKU BERBASIS KONTEKSTUAL SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER BELAJAR MANDIRI PADA POKOK MATERI BANGUN RUANG KELAS VII MTS AL-FAJAR KEDIRI

    No full text
    Skripsi dengan judul ‘Pengembangan Buku Saku Berbasis Kontekstual Sebagai Alternatif Sumber Belajar Mandiri Pada Pokok Materi Bangun Ruang MTs Al- Fajar Kediri’ ini ditulis oleh Fauziah, NIM.12204183287, dengan pembimbing Ibu Nani Sunarmi, S.Si., M.Sc. Kata Kunci: Buku Saku, Konseptual, Bangun Ruang Di MTs Al Fajar sudah terdapat sumber belajar matema tika yang cukup baiksalah satunya berupa modul ajar. Namun dirasa masih kurang bisa menarik perhatian siswa untuk mau belajar. Minat baca siswa masih cenderung kurang. Hal ini dikarenakan sumber belajar maupun bahan ajar cetak yang ada masih berisi rumus-rumus dan ringkasan materi saja. Di akhir setiap pembelajaran terdapat latihan soal yang harus dikerjakan. Hal ini hanya memungkinkan siswa untuk bisa mengerjakan soal-soal dengan menggunakan rumus yang ada tanpa tahu bagaimana esensi dan cara mengaitkannya dalam kehidupan nyata. Berbekal potensi yang dimiliki oleh MTs Al Fajar yakni berupa sumber belajar berupa modul pembelajaran, maka peneliti mengembangkan modul tersebut menjadi sebuah media yang lebih bisa menarik minat siswa untuk belajar. Dalam hal ini, peneliti akan mengembangkan potensi tersebut menjadi sebuah buku saku. Dalam menerapkan metode R&D, terdapat banyak model pengembangan yang dapat dilakukan. Pada pengembangan ini, peneliti mengambil model pengembangan ala Robert Maribe Branch berupa model pengembangan ADDIE. Adapun tahap dalam pengembangan ini meliputi 5 tahap utama yakni Analyst, design, development, implementation, dan evaluation. Setelah melalui tahapan pengembangan, buku saku ini kemudian divalidasi oleh para ahli media dan ahli materi. Penilaian atau uji kelayakan yang dilakukan meliputi uji kelayakan isi, kelayakan bahasa, dan kelayakan penyajian dengan diperoleh presentase keidealan diperoleh hasil 90,85% keidealan, sedangkan untuk uji kepraktisan memperoleh nilai sebesar 90,55% Dengan demikian, uji coba pada seluruh aspek penilaian diperoleh presentase sebebesar dan dikategorikan dalam kategori baik. Dengan kata lain, buku saku ini layak dan dapat diuji cobakan kepada siswa kelas VII SMP/MTs

    Advances in membrane bioreactor for landfill leachate treatment: A review of characterization, challenges, and novel configurations.

    No full text
    Landfill leachate (LFL) is a complex wastewater that poses a serious environmental threat for the public health, owing to the toxic and recalcitrant nature of its components. Hence, an effective treatment is imperative before being discharged into the environment. To ensure an appropriate treatment, a thorough comprehension of LFL physico-chemical properties is essential. In addition to conventional contaminants such as chemical oxygen demand, biochemical oxygen demand, solids, ammonia, metals, recent studies have reported the presence of dissolved organic matter (DOM) and emerging contaminants such as bisphenols, PFAS, xenobiotics in trace concentrations. While conventional detection techniques are chemical and time consuming and reveal limited information regarding DOM, spectroscopic techniques such as UV–visible spectroscopy, Fourier-transform ion cyclotron resonance mass spectrometry, excitation emission matrix fluorescence spectroscopy are comparably more efficient, and effective. Furthermore, the conventional MBR has shown lower efficiency for treating old LFL and removal of heavy metals, phosphorus, micropollutants and recalcitrant. However, novel configurations in MBR such as high-retention MBRs (nanofiltration-MBR, osmotic MBR, and membrane distillation bioreactor), and electrochemical MBR are more effective alternatives with excellent removal efficiencies of micropollutants, and pharmaceuticals. One of the major limitations in MBR is membrane fouling which reduces the lifetime of membrane and in turn increases the operational cost of MBRs. Novel strategies such as electrically or mechanically assisted scouring, chemical cleaning, enzymatic treatment and the development of novel nanomaterial-based membranes have been proposed to mitigate membrane fouling in MBRs. Further, it is essential to decipher the microbial dynamics in MBR which facilitates contaminant removal by using genome sequencing tools and understand the economic and environmental aspects of MBR

    Life history strategies to study the succession of H2-oxidizing bacteria and their ecological role along H2 concentration gradients in upland soils

    Get PDF
    The recent discovery of atmospheric chemosynthesis has caused a paradigm shift in the way H2-oxidizing bacteria (HOB) are examined. The field has transitioned from the consideration of HOB as a specialized functional group benefiting from the energy potential of H2 for mixotrophic growth or persistence to a versatile group of bacteria using multiple trace gases. We discuss four life history strategies supported by H2, namely chemolithoautotrophic growth, mixotrophic growth, persistence, and atmospheric chemosynthesis. There is experimental evidence supporting the role of HOB in various ecosystem services beyond the uptake of H2 including for instance carbon cycling, plant growth promotion, and primary production. Decoupling between the intensity of HOB activation in soil and compositional change of microbial communities remains puzzling, highlighting our poor understanding of the ecological role of HOB. We call for new experimental approaches to delineate the interactions between HOB and the other members of the community. We propose a dedicated framework integrating life history strategies of HOB for mechanistic assessment of microbial interactions and processes supported by H2 in soil.</br

    7,532

    full texts

    23,526

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Espace INRS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇