23526 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENDAPATAN PER KAPITA DAN HARGA KEBUTUHAN POKOK TERHADAP TINGKAT KONSUMSI MASYARAKAT KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2019-2023
Skripsi yang berjudul “Pengaruh Pendapatan Per Kapita dan Harga Kebutuhan Pokok terhadap Tingkat Konsumsi Masyarakat Kabupaten Sampang Tahun 2019-2023” ditulis oleh Mohammad Nuril Islam Abdillah, NIM. 126402212180 dengan pembimbing Vida Maria Ulfa, M.M.
Kata Kunci: Harga Kebutuhan Pokok, Kabupaten Sampang, Pendapatan Per Kapita, Tingkat Konsumsi.
Tingkat konsumsi rumah tangga di Kabupaten Sampang masih tergolong rendah dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Timur. Kondisi ini mencerminkan lemahnya daya beli dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Konsumsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pendapatan per kapita dan harga kebutuhan pokok. Dalam kurun waktu 20192023, Kabupaten Sampang mengalami kenaikan harga kebutuhan pokok secara bertahap, sementara pendapatan per kapita belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan per kapita dan harga kebutuhan pokok terhadap tingkat konsumsi masyarakat di Kabupaten Sampang di tahun 2019-2023. Analisis ini penting untuk mengetahui sejauh mana variabel-variabel ekonomi tersebut memengaruhi pola konsumsi di daerah dengan karakteristik ekonomi menengah ke bawah. Dengan memahami hubungan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sampang dan SISKAPERBAPO Provinsi Jawa Timur. Sampel penelitian yang di teliti berkisar di periode tahun 2019 hingga 2023 dengan data bulanan berjumlah 60 sampel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan per kapita dan harga kebutuhan pokok berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi. Meskipun harga meningkat, konsumsi tetap berjalan karena sifat barang kebutuhan pokok yang inelastis. Sementara itu, peningkatan pendapatan mendorong daya beli masyarakat. Temuan ini menunjukkan pentingnya kebijakan daerah yang mendukung peningkatan pendapatan masyarakat dan stabilisasi harga kebutuhan pokok untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB PESERTA DIDIK DI MIN 2 BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Bahasa Arab Peserta Didik di MIN 2 Blitar” ditulis oleh Safina Fathimatuz zahro’ NIM. 126205211084 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dibimbing oleh Diana Lutfiana Ulfa, S.Pd.I., MPd.
kata Kunci: strategi Guru, Kesulitan Belajar, Bahasa Arab.
Pembelajaran bahasa arab di MIN 2 Blitar terdapat beberapa kesulitan yang dialami pendidik juga peserta didik kelas rendah pada jenjang SD/MI yakni cara membaca dan menulis. Sedangkan Kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik meliputi ketidakmampuan mengenali huruf Arab, kurangnya penguasaan mufradat, serta rendahnya konsentrasi selama pembelajaran berlangsung. Maka dari itu, peneliti tertarik mencari solusi pada permasalahan tersebut dengan mengkaji strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik kelas rendah di MIN 2 Blitar. Strategi tersebut antara lain adalah pembelajaran secara bertahap dan berulang, penggunaan metode hafalan (mencongkak mufradat), pemberian motivasi, permainan edukatif, serta pemanfaatan waktu-waktu khusus seperti setelah baris pagi atau sebelum pulang untuk mengulang materi. Guru juga aktif dalam mengenali siswa yang mengalami kesulitan belajar, lalu memberikan bimbingan secara individual atau kelompok kecil.
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca pada mata pelajaran Bahasa Arab di MIN 2 Blitar (2) mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar menulis pada mata pelajaran Bahasa Arab di MIN 2 Blitar.
Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yaitu data yang diperoleh berupa ucapan atau tulisan dan tindakan yang diamati dari subjek penelitian. Sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk mengetahui keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, ketekunan peneliti dan triangulasi (teknik dan sumber). Sedangkan analisis data yang dilakukan yaitu: kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa. (1) penggunaan media, metode, bimbingan individual maupun kelompok, motivasi serta evalusi dan pembiasaan yang dilakukan di madrasah menunjukkan pengaruh yang sangat dibutuhkan dalam proses meningkatkan kemampuan belajar membaca peserta didik. Selain itu membaca secara berulang juga meningkatkan keterampilan membaca peserta didik (2) selama proses kegiatan belajar mengajar dilakukan penggunaan media, metode pengenalan bentuk huruf pada bahasa arab, bimbingan individu maupun kelompok, motivasi serta evaluasi, dan menulis berulang mampu meningkatkan keterampilan menulis peserta didik. Dampak yang diperoleh oleh peserta didik antara lain keterampilan menulis dan membaca meningkat, selain itu meningkatnya rasa percaya diri, minat belajar dan fokus peserta didik
ANALISIS GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM IKLAN MARJAN TAHUN 2019-2024 SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR MENULIS TEKS IKLAN KELAS VIII DI SMPN 2 TULUNGAGUNG
Skripsi yang berjudul Analisis Gaya Perbandingan dalam Iklan Marjan
Tahun 2019-2024 sebagai Alternatif Bahan Ajar Menulis Teks Iklan Kelas VIII di
SMPN 2 Tulungagung ini ditulis oleh Nike Nurdiana, NIM 126210211027,
Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pembimbing Lilis
Anifiah Zulfa, M.Pd.
Kata kunci: gaya bahasa perbandingan, alternatif bahan ajar, teks iklan.
Penggunaan gaya bahasa dalam kehidupan memiliki berbagai tujuan salah
satunya yaitu untuk menarik perhatian seseorang. Adanya daya tarik tersebut
biasanya digunakan untuk membujuk atau mempengaruhi pikiran seseorang. Hal
tersebut sering terjadi dalam teks iklan. Teks iklan merupakan teks yang
memengaruhi pembaca atau pendengar supaya membeli atau memakai jasa atau
produk yang ditawarkan. Oleh sebab itu teks iklan perlu memperhatikan
penggunaan gaya bahasa yang dapat menarik perhatian konsumen. Berdasarkan hal
terdapat dua pertanyaan yaitu 1) Bagaimana bentuk gaya bahasa perbandingan yang
digunakan pada iklan marjan tahun 2019-2024? dan 2) Bagaimana gaya bahasa
perbandingan iklan Marjan tahun 2019-2024 sebagai alternatif bahan ajar menulis
teks iklan kelas VIII di SMPN 2 Tulungagung?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Data dalam
penelitian ini berupa teks dalam iklan yang menunjukkan gaya bahasa
perbandingan dalam iklan Marjan tahun 2019-2024 edisi Ramadan. Teori yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu teori gaya bahasa dari Henry Guntur Tarigan
Teknik pengumpulan data yang digunakana yaitu teori dari Miles dan Huberman
terkait teknik dokumentasi, simak, catat dan wawancara.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Bentuk gaya bahasa
perbandingan yang digunakan pada iklan marjan tahun 2019-2024 yaitu gaya
bahasa metafora, gaya bahasa personifikasi, dan gaya bahasa alegori. 2)
Pemanfaatan iklan Marjan tahun 2019-2024 sebagai alternatif bahan ajar menulis
teks iklan kelas VIII di SMPN 2 Tulungagung yaitu dapat dijadikan sebagai
alternatif bahan ajar dalam pembelajaran teks iklan karena iklan tersebut berbentuk
audio visual yang menarik, memuat ilmu pemasaran tentang iklan, cara
penyajiannya melalui storytelling, dan sesuai dengan kompetensi dasar dalam
pembelajaran teks iklan untuk keterampilan menulis
PEMBERIAN SCAFFOLDING UNTUK MENGATASI KESALAHAN MENURUT WATSON DALAM MENGERJAKAN SOAL MATERI PERBANDINGAN DI MTs ASSYAFI’IYAH GONDANG
Skripsi yang berjudul “Pemberian Scaffolding Untuk Mengatasi
Kesalahan Menurut Watson Dalam Mengerjakan Soal Materi Perbandingan di MTs Assyafi’iyah Gondang”, ini ditulis oleh Nur Hidayatul Latifah, NIM.12204183152, Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Dr. Muniri,M.Pd.
Kata Kunci : Kesalahan Menurut Watson, Perbandingan, Soal Cerita Matematika
Scaffolding
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Kesalahan tersebut berasal dari faktor internal siswa, seperti kurangnya pemahaman terhadap informasi soal, ketelitian, keterampilan, serta kebiasaan tergesa-gesa, maupun faktor dari guru. Salah satu bantuan yang dapat diberikan untuk mengatasi kesalahan tersebut adalah scaffolding.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis kesalahan siswa berdasarkan kriteria Watson; (2) mendeskripsikan bentuk pemberian scaffolding dalam mengurangi kesalahan siswa
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dua kali, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A MTs Assyafi’iyah Gondang. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, triangulasi,
dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) siswa melakukan empat jenis kesalahan menurut kriteria Watson, yaitu Data Tidak Tepat (Inappropriate Data), Prosedur Tidak Tepat (Inappropriate Procedure), Manipulasi Tidak Langsung
(Undirected Manipulation), dan Selain Ketujuh Kategori di Atas (Above Other). Kesalahan-kesalahan tersebut berdampak pada munculnya kesalahan dalam menarik kesimpulan; 2) Bentuk scaffolding yang diberikan meliputi Reviewinguntuk mengatasi kesalahan Data Tidak Tepat (Inappropriate Data), Restructuringuntuk mengatasi kesalahan Prosedur Tidak Tepat (Inappropriate Procedure), dan Explaining untuk mengatasi kesalahan Manipulasi Tidak Langsung (Undirected
Manipulation), dan Selain Ketujuh Kategori di Atas (Above Other
EFEKTIVITAS MEDIA KOTAK HITUNG MATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN KECAKAPAN PROCEDURAL FLUENCY SISWA MIN 14 BLITAR
Media pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga merupakan komponen penting dalam membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah dan menarik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana media kotak hitung matematika membantu siswa menjadi lebih mahir dalam berhitung dengan kemampuan secara fleksibel, akurat, efisien, dan tepat dalam menyelesaikan masalah pada pembelajaran matematika.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan media kotak hitung matematika dalam meningkatkan kelancaran prosedur siswa dalam materi operasi bilangan cacah di kelas tiga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode penelitian eksperimen dengan desain eksperimen kuasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non-Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Instrumen dalam penelitian ini tes terdiri dari pre-test, post-test dan angket penggunaan media.
Hasil dari penelitian ini adalah siswa kelas tiga di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 14 Blitar menunjukkan peningkatan procedural fluency setelah menggunakan kotak hitung matematika. Hasil uji-t post-test menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (nilai signifikansi 0,046 < 0,05). Siswa belajar menggunakan media ini untuk memahami dan melakukan operasi matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan Pembagian dengan cara yang lebih fleksibel, efektif, dan efisien. Selain itu, menurut hasil angket pada saat penerapan media kotak hitung matematika juga terdapat respon negatif saat digunakan di kelas. Pertama, karena jumlah alat yang terbatas, siswa harus bergantian pada saat menggunakan media. Yang kedua, waktu proses pembelajaran sangat terbatas sehingga siswa menghabiskan lebih sedikit waktu untuk belajar menggunakan media. Selain itu, siswa juga menunjukkan respon positif terhadap kotak hitung matematika yaitu siswa merasa termotivasi dan terlibat aktif dalam pembelajaran matematika. Ketertarikan yang tinggi terhadap media ini membantu pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika secara lebih konkret dan menyenangkan. Untuk mengatasi respon negatif tersebut, siswa dapat menggunakan kotak hitung di luar jam pelajaran sehingga siswa dapat berlatih lebih sering dan mendalami prosedur penyelesaian soal. Dengan demikian, penggunaan media kotak hitung diyakini dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri siswa dalam proses belajar matematika
UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MELALUI PEMBIASAAN KEAGAMAAN DI MIN 2 BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Upaya Guru Dalam Meningkatkan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Pembiasaan Keagamaan di MIN 2 Blitar” ini ditulis oleh Intan Nur Alisa, NIM 126205212171, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan pembimbing oleh Dr.Zainudin, S. Ag,. M. Pd. I.
Kata Kunci: Upaya Guru, Karakter Religius, Pembiasaan Keagamaan
Upaya guru dalam meningkatkan karakter religius peserta didik menjadi bagian penting dalam proses pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Karakter religius merupakan salah satu nilai utama yang perlu ditanamkan sejak dini, agar peserta didik tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat. Melalui pembiasaan keagamaan yang dilakukan secara terstruktur dan konsisten, guru memiliki peran strategis dalam membimbing dan membentuk kepribadian peserta didik agar sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Tujuan penelitian ini untuk memberikan sumbangsih keilmuan tentang: 1) Bentuk Pembiasaan Keagamaan, 2) Upaya guru dala meningkatakan karakter religius peserta didik melalui pembiasaan keagamaan, dan 3) Hambatan yang dialami guru dalam meningkatkankarakter religius peserta didik mellaui pembiasaan keagamaan.
Metode penelitian ini menggunakan pendekan kualitatif dengan jenis peneltian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi secara langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu dengan mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Bentuk kegiatan pembiasaan keagamaan di MIN 2 Blitar diantaranya pembiasaan shalat dhuha, pembiasaan membaca surat-surat pendek, pembiasaan doa sebelum dan sesudah belajar, pembiasaan shalat dhuhur berjamaah, dan pembiasaan pembacaan yasin dan tahlil. 2) Upaya guru dalam meningkatkan karakter religius peserta didk melalui pembiasaan keagamaan di MIN 2 Blitar telah terintegrasi secara sistematis dalam kegiatan intrakurikuler madrasah yaitu adanya buku pedoman, memberikan apresiasi terhadap peserta, dan kerja sama aktif antara guru dan orang tua atau wali murid, dan 3) Hambatan dalam pelaksanaan pembiasaan keagamaan di MIN 2 Blitar berasal dari berbagai aspek, baik internal maupun eksternal. Dari sisi internal, hambatan utama terletak pada tingkat fokus dan semangat peserta didik yang tidak selalu stabil. Sedangkan secara eksternal, hambatan mencakup kesadaran guru yang belum merata, serta keterbatasan sarana dan lingkungan sekitar peserta didik yang belum sepenuhnya mendukung terbentuknya karakter religius secara optimal
STRATEGI EXPERIENTIAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN MINAT MASYARAKAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (Studi Squential Exploratory mixed method di MTs Darussalam Kademangan)
Tesis dengan judul “strategi experiential marketing dalam meningkatkan
minat masyarakat dan pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan (studi sequential
exploratory mixed method di MTs Darussalam Kademangan)” yang ditulis oleh Siti
Zumrotuz Zakiyah, NIM.1880501230023 dengan pembimbing Prof.Dr.H.Prim
Masrokan Mutohar,M.Pd dan Bapak Dr.H.Imam Junaris,S.Ag.,M.H.I
Kata Kunci: Experiential Marketing, Minat Masyarakat, Kepuasan Pelanggan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Pendidikan memiliki peran strategis dalam
membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, di mana madrasah, khususnya
Madrasah Tsanawiyah (MTs), menjadi lembaga yang tidak hanya menanamkan nilai-nilai
keagamaan tetapi juga membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan. Di era
globalisasi dan persaingan antar lembaga pendidikan yang semakin ketat, MTs Darussalam
Kademangan dihadapkan pada tantangan untuk tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat guna menarik minat calon
peserta didik dan meningkatkan kepuasan pelanggan pendidikan. Strategi experiential
marketing menjadi pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, karena mampu
menciptakan pengalaman belajar yang berkesan melalui aspek emosional, kognitif, hingga
sosial. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi
experiential marketing dalam meningkatkan minat masyarakat dan pengaruhnya terhadap
kepuasan pelanggan di MTs Darussalam Kademangan.
Tujuan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tujuan
kualitatif dan tujuan kuantitatif. Tujuan penelitian kualitatif yaitu mendeskripsikan
sense marketing, feel marketing, think marketing, act marketing, relate marketing
dalam meningkatkan minat masyarakat dan kepuasan pelanggan di MTs
Darussalam Kademangan. Sedangkan tujuan penelitian kuantitatif yaitu
menganalisis pengaruh sense marketing, feel marketing, think marketing, act
marketing, relate marketing terhadap minat masyarakat dan juga kepuasan
pelanggan.
Penelitian ini menggunakan metode mixed method dengan desain sequential
exploratory, yaitu diawali dengan pendekatan kualitatif melalui observasi,
wawancara mendalam, dan dokumentasi di MTs Darussalam Kademangan,
kemudian dilanjutkan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan angket tertutup
kepada 226 peserta didik sebagai sampel dari 520 populasi. Data kualitatif
dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman, sementara data kuantitatif
dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan berganda dengan bantuan
SPSS versi 31. Uji validitas, reliabilitas, serta keabsahan data dilakukan melalui
triangulasi dan uji statistik untuk memastikan akurasi dan objektivitas hasil
penelitian.
Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa (1) Sense marketing
diterapkan melalui sarana, prasarana, dan Sistem Informasi Madrasah (SIM). (2)
Feel marketing diterapkan lewat program ICP/Unggulan, outing class, budaya
Islami, dan program keagamaan yang berbeda. (3) Think marketing tercermin dari
kegiatan P5 P2 RA, sosialisasi madrasah, dan budaya ubudiyah. (4) Act marketing
diwujudkan melalui partisipasi peserta didik dalam lomba, OSIM, dan olimpiade.
(5) Relate marketing dilakukan melalui kolaborasi dengan alumni, UMKM,
pesantren, serta kegiatan PHBI dan PHBN.xxiv
Sedangkan hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa (1) Sense
marketing berpengaruh kuat terhadap minat masyarakat (R² = 64,2%) dan kepuasan
pelanggan (R² = 25,5%). (2) Feel marketing berkontribusi signifikan terhadap minat
masyarakat (R² = 52,1%) dan kepuasan pelanggan (R² = 24,6%). (3) Think
marketing berpengaruh positif terhadap minat masyarakat (R² = 42,2%) dan
kepuasan pelanggan (R² = 17,8%). (4) Act marketing menunjukkan pengaruh
terhadap minat masyarakat (R² = 30,5%) dan kepuasan pelanggan (R² = 16,9%). (5)
Relate marketing berpengaruh terhadap minat masyarakat (R² = 36,2%) dan
kepuasan pelanggan (R² = 18,5%). (6) Secara simultan, semua dimensi experiential
marketing berpengaruh signifikan terhadap minat masyarakat (Adjusted R² = 0,732)
dan kepuasan pelanggan (Adjusted R² = 0,309), dengan sense dan feel marketing
sebagai faktor paling dominan
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KEARSIPAN BERBASIS DIGITAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN LAYANAN ADMINISTRASI DI MAN 1 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Implementasi Manajemen Kearsipan Berbasis Digital Dalam Upaya Meningkatkan Layanan Administrasi di MAN 1 Tulungagug” ini ditulis oleh Lutfina Mualifah, NIM. 126207211018, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Prof. Dr. Hj. Sulistyorini, M.Ag.
Kata Kunci: Implementasi, Manajemen Kerasipan, Berbasis Digital, Layanan Administrsi
Penelitian ini dilatar belakangi dengan pentingnya pengelolaan kearsipan yang baik bagi suatu organisasi melihat peran arsip dalam membantu tugas pemimpin dan mekanisme kerja dari seluruh pegawai yang bersangkutan dalam membantu tercapainya tujuan yang lebih efektif dan efesien. Namun pada kenyataanya tidak semua lembaga pendidikan sudah memperhatikan pentingnya nilai guna arsip dan mengimplementasikan arsip digital. Dengan adanya sistem arsip digital yang diimplementasikan dalam lembaga pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan admnistrasi serta dapat memuaskan kebutuhan stakeholder. MAN 1 Tulungagung telah dinobatkan sebagai madrasah digital begitupun dengan kearsipannya yang sudah menerapkan sistem arsip digital sejak tahun 2023. Sehingga dapat dijadikan role model lembaga penddidikan yang peduli terhadap kearsipan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen kearsipan digital di MAN 1 Tulungagung dengan fokus penelitan; 1) Bagaimana perencanaan kearsipan berbasis digital dalam upaya meningkatkan layanan administrasi di MAN 1 Tulungagung?; 2) Bagaimana pelaksanaan kearsipan berbasis digital dalam upaya meningkatkan layanan administrasi di MAN 1 Tulungagung?; 3) Bagaimana pengawasan kearsipan berbasis digital dalam upaya meningkatkan layanan administrasi di MAN 1 Tulungagung?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitataif deskriptif. Metode pengumpuln data mengunakan observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang diperoleh dari sumer data diantaranya kepala madrasah, kepala Tata Usaha, staf/ pegawai bidang administrasi kearsipan dan guru. Teknis analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif dengan langkah kondenasasi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) perencanaan arsip digital di MAN 1 Tulugagung telah disusun secara spesifik dengan beberapa kegiatan didalam perencanaannya sesuai dengan siklus hidup arsip teori Read & Ginn yaitu penciptaan dan penyimpanan arsip, pendistribuan dan pengunaan arsip, pemeliharaan arsip dan penyusutan arsip. 2) pelaksanaan arsip digital di MAN 1 Tulungagung dengan menerapkan dua sistem kearsipan, yaitu arsip konvensional dan arsip digital melalui penerapan aplikasi SRIKANDI berbasis website. Serta didukung dengan sarana prasarana dan fasilitas yang memadahai lainya untuk memudahkan proses pegelolaan kearsipan. 3) pengawasan arsip digital di MAN 1 Tulungagung dijalankan langsung oleh kepala Tata Usaha (TU) melalui laporan kinerja (lapkin) dan diadakanya evaluasi setiap tiga sampai enam bulan sekali
PENGARUH FREKUENSI SHALAT FARDHU TERHADAP TINGKAT KECERDASAN SPIRITUAL GEN Z DI KECAMATAN TULUNGAGUNG
Skripsi yang berjudul “Pengaruh Frekuensi Shalat Fardhu terhadap Tingkat
Kecerdasan Spiritual Gen Z di Kecamatan Tulungagung”
ditulis oleh Excel Willyana Putri, NIM 126303211004, di bawah bimbingan Bapak Ahmad Fauzan, M.Pd.I.
Kata Kunci: Shalat Fardhu, Kecerdasan Spiritual, Generasi Z
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena krisis spiritual yang terjadi di
kalangan Generasi Z akibat perkembangan teknologi yang pesat dan penggunaan
media digital yang tidak terkontrol. Gen Z cenderung mengalami perasaan hampa,
cemas, dan kehilangan makna hidup. Dalam kondisi ini, kecerdasan spiritual
dibutuhkan untuk membentuk keseimbangan hidup dan makna eksistensial. Salah
satu upaya untuk meningkatkan kecerdasan spiritual dalam Islam adalah dengan
melaksanakan ibadah shalat fardhu secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh frekuensi shalat fardhu terhadap tingkat kecerdasan spiritual
Gen Z di Kecamatan Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal
komparatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang Gen Z Muslim yang
dipilih dengan metode simple random sampling berdasarkan rumus Yamane. Data
diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan secara daring kepada
responden. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan program SPSS versi 25,
melalui beberapa tahapan, termasuk uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik,
uji regresi linier sederhana, serta uji koefisien determinasi (R Square). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara
frekuensi shalat fardhu terhadap tingkat kecerdasan spiritual Gen Z, meskipun
berada pada kategori pengaruh sedang
STUDI KOMPARATIF PASAL 38 PERATURAN MENTERI AGAMA NOMOR 20 TAHUN 2019 TENTANG PENCATATAN PERKAWINAN DENGAN PASAL 70-71 UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KABUPATEN JOMBANG
Muhammad Samsul Arafat, NIM 126102212174, Studi Komparatif Pasal 38 Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019 Tentang Pencatatan Perkawinan dengan Pasal 70-71 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan di Kabupaten Jombang, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Jurusan Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing: Prof. Dr. H. Asmawi, M.Ag.
Kata Kunci: Permenag, KUA, Pencatatan Perkawinan, Implementasi.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan penulis di lapangan tentang ketidaksesuaian dalam implementasi Pasal 38 Peraturan Menteri Agama nomor 20 tahun 2019 tentang pencatatan perkawinan. Berawal dari keluhan Masyarakat tentang rumitnya mengurus dokumen kependudukan, dalam hal ini adalah pencatatan perkawinan di Kantor Urusan Agama. Ketimpangan, kerancuan, dan saling lempar wewenang menjadi alasan timbulnya problematika yang dapat dikatakan mempersulit Masyarakat luas.
Tujuan penelitian ini untuk menjawab rumusan masalah, 1) Untuk memahami bagaimana esensi dan implementasi dari Peraturan Menteri Agama nomor 20 tahun 2019 tentang pencatatan perkawinan khususnya pada pasal 38 yang terindikasi menimbulkan multitafsir dan tidak sesuai penerapannya di lapangan. 2) Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dihadapi oleh Pegawai Pencatat Nikah dalam menerapkan Permenag 20 tahun 2019 di Kabupaten Jombang. 3) Untuk memberikan gambaran perbedaan antara Pasal 38 Permenag dengan Pasal 70-71 UU Adminduk.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris (Field Research), dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi ditambah dengan sumber-sumber lain yang berupa literatur, jurnal, artikel dan sumber lainnya yang sesuai dengan penelitian ini.
Hasil penelitian ini adalah: 1) Peraturan Menteri Agama nomor 20 tahun 2019 merupakan langkah pemerintah untuk melindungi hak-hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang berhubungan dengan keperdataan apabila diterapkan dengan benar sesuai ketentuan yang berlaku 2) Implementasi Peraturan Menteri Agama nomor 20 tahun 2019 tentang pencatatan perkawinan di Kabupaten Jombang dinilai sudah cukup baik, meskipun terdapat kendala dengan munculnya problematika baru yang dihadapi Masyarakat pada saat mengurus dokumen data kependudukan di Kantor Urusan Agama 3) Perbedaan 2 peraturan yang mengatur data kependudukan seharusnya dapat se-segera mungkin dibenahi, supaya selaras antara keinginan negara dan kebutuhan Masyarakat terkait data kependudukan. Problematika yang muncul menjadi aspek yang harus segera dituntaskan, baik oleh pemerintah pusat, pegawai lembaga terkait data kependudukan, maupun Masyarakat sebagai subyek yang dilindungi dengan adanya Peraturan Menteri Agama nomor 20 tahun 2019 ini