23526 research outputs found
Sort by
ANALISIS KEBUTUHAN INFORMASI AHLI GIZI TENTANG MAKANAN SEHAT BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI PUSKESMAS KARANGANYAR TRENGGALEK
ABSTRAK
Skripsi dengan judul "Analisis Kebutuhan Informasi Ahli Gizi tentang Makanan
Sehat Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Puskesmas Karanganyar
Trenggalek" di tulis oleh Shokhibah Diniya Masrifah, NIM. 2106143087.
Kata Kunci: Ahli Gizi, Balita, Kebutuhan Informasi, Makanan Sehat, Stunting
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka stunting di Indonesia, termasuk di
wilayah kerja Puskesmas Karanganyar, serta pentingnya peran ahli gizi dalam upaya
pencegahannya melalui edukasi dan penyusunan pola makan sehat untuk balita. Informasi yang
akurat menjadi kunci dalam mendukung tugas ahli gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis kebutuhan informasi ahli gizi tentang makanan sehat balita sebagai bagian dari
strategi pencegahan stunting di Puskesmas Karanganyar.
Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan dua orang ahli gizi di
Puskesmas Karanganyar, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan pendekatan Miles dan Huberman.
Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan informasi utama ahli gizi meliputi data
kandungan gizi bahan makanan lokal, pedoman penyusunan menu seimbang untuk balita, serta
metode edukasi gizi yang sesuai karakteristik masyarakat. Sumber informasi yang sering
digunakan adalah buku, jurnal ilmiah, internet, dan pedoman resmi dari pemerintah. Namun,
keterbatasan waktu, akses sumber terpercaya, dan kurangnya pelatihan literasi informasi
menjadi tantangan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi informasi serta
optimalisasi akses digital untuk mendukung peran ahli gizi dalam pencegahan stuntin
IMPLEMENTASI STRATEGI INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH SISWA DALAM PEMBELAJARAN FIKIH DI MTSN 4 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Implementasi Strategi Inquiry Learning Untuk Meningkatkan Kualitas Ibadah Siswa Dalam Mata Pelajaran Fikih Di MTsN 4 Tulungagung ” ini ditulis oleh Ahmad Syafiq Hasbi Ardinata NIM 126201211003. Prodi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pembimbing Evy Ramadina, S.Pd.I., M.Pd.
Kata Kunci : Strategi Inquiry Learning, Kualitas Ibadah, Pembelajaran Fikih.
Penelitian ini berjudul “Implementasi Strategi Inquiry Learning untuk Meningkatkan Kualitas Ibadah Siswa dalam Pembelajaran Fikih di MTsN 4 Tulungagung” dan dilatar belakangi oleh pentingnya pembelajaran fikih dalam membentuk karakter religius peserta didik. Dalam konteks pendidikan Islam, kualitas ibadah siswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif memahami materi, tetapi juga oleh sejauh mana mereka mampu menginternalisasi nilai-nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran fikih yang bersifat monoton dan hanya berpusat pada guru sering kali membuat siswa kurang antusias, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa, salah satunya adalah strategi inquiry learning.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan implemenstasi strategi pembelajaran inquiry learning di MTsN 4 Tulungagung, 2) Menganalisis kualitas ibadah siswa di MTsN 4 Tulungagung, 3) Mengetahui bagaimana strategi pembelajaran inquiry learning dalam mata pelajaran fikih dalam meningkatkan kualias ibadah siswa di MTsN 4 Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sumber data meliputi kepala madrasah, guru fikih, serta siswa-siswi MTsN 4 Tulungagung. Analisis data yang digunakan dengan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara menggunakan triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi Inquiry Learning dilaksanakan melalui tahapan orientasi, perumusan masalah, pengajuan hipotesis, pengumpulan data, pengujian hipotesis, dan kesimpulan, disertai penggunaan media yang menarik seperti permainan edukatif; (2) Kualitas ibadah siswa mengalami peningkatan baik dalam aspek kognitif (pemahaman fikih), afektif (kesadaran beribadah), maupun psikomotorik (pelaksanaan ibadah); (3) Penerapan strategi ini efektif dalam membentuk karakter religius siswa karena mereka terlibat langsung dalam proses penemuan makna ibadah secara mendalam dan reflektif
STRATEGI PEMASARAN MARKETING MIX DAN STRATEGI PEMASARAN ISLAM PADA PRODUK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH TAS ANYAMAN SANDIMILENIA DI KABUPATEN TRENGGALEK
Skripsi dengan judul “Strategi Pemasaran Marketing Mix dan Strategi Pemasaran Islam pada Produk Usaha Mikro Kecil Menengah Tas Anyaman Sandimilenia di Kabupaten Trenggalek” ini ditulis oleh Milsandi Laili Fauziyah, NIM 126402211031, dengan pembimbing Ahmad Budiman, M.S.I.
Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Ekonomi Islam, UMKM, Tas Anyaman Sandimilenia, Teknologi Digital
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh UMKM anyaman plastik di Trenggalek yang memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi pada perekonomian lokal. Namun, belum terlalu memahami pada strategi pemasarannya. Untuk menghadapi hal tersebut. jadi perlu adanya penerapan strategi pemasaran yang tepat pada bidang eknologi digital, serta strategi pemasaran berdasarkan perspektif ekonomi Islam. UMKM sebagai salah satu pilar ekonomi nasional dituntut mampu bersaing melalui penerapan strategi pemasaran yang tidak hanya efektif secara bisnis tetapi juga berlandaskan nilai-nilai syariah.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendiskripsikan bagaimana penerapan strategi pemasaran marketing mix produk tas anyaman Sandimilenia di Kabupaten Trenggalek. (2) Untuk mendiskripsikan bagaimana penerapan strategi pemasaran menurut ekonomi Islam pada produk tas anyaman Sandimilenia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada deskriptif dengan menggunakan beberapa cara serta disajikan secara naratif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian ini adalah (1) Strategi marketing mix yang diterapkan UMKM meliputi pengembangan produk berbasis daur ulang (product), penetapan harga terjangkau (price), distribusi langsung dan online (place), serta promosi melalui media sosial dan partisipasi bazar (promotion), (2) strategi pemasaran Islam yang digunakan oleh produk umkm tas anyaman Sandimilenia telah menerapkan prinsip kejujuran dalam promosi, keadilan harga, menjaga amanah dalam pelayanan, dan menghindari unsur riba dan penipuan. Percampuran antara strategi marketing mix dan nilai-nilai ekonomi Islam memberikan dampak positif terhadap peningkatan loyalitas pelanggan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang ditawarkan
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK RELIGIUS ISLAM DENGAN TEKNIK MEMBACA AL-QUR’AN UNTUK MENURUNKAN PERILAKU KECANDUAN GAME ONLINE PADA PENERIMA MANFAAT DI UPT PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN SOSIAL ASUHAN ANAK TRENGGALEK
Skripsi dengan judul “Efektivitas Konseling Religius Islam Untuk Menurunkan Perilaku Kecanduan Game Online Pada Penerima Manfaat di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak Trenggalek” ini ditulis oleh Olivia Ardania Fierdausanti, NIM. 126306212075, dengan pembimbing Ibu Handita Widhi Atma, M. Pd.
Kata Kunci: Konseling Religius Islam, Perilaku Kecanduan, Game Online.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat yakni perilaku kecanduan game online. UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak Trenggalek melakukan konseling bagi remaja yang telah kecanduan game online. Melalui Konseling Religius Islam, konselor dapat membantu menyembuhkan ketergantungan game online secara psikologis dan religius. Hal ini dapat pula membantu para remaja untuk produktif dan bijak dalam menggunakan game online.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok dengan menggunakan pendekatan religious islam dalam menurunkan perilaku kecanduan game online di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak Trenggalek.
Metode Penelitian menggunakan jenis penelitian Kuasi-Eksperimen dengan pendekatan kuantitatif non equuivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah terdiri dari 60 anak di Unit Pelayanan Perlindungan Anak dan Sosial Trenggalek (UPT PPSAA Trenggalek). Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga ditemukan 10 anak yang Penerima manfaat yang ada di asrama UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak Trenggalek. 5 anak menjadi kelas ekperimen yang dikasih perlakuan layanan konseling religius islam dan 5 anak kelas kontrol tanpa perlakuan khusus.
Hasil penelitian ini menunjukkan hasil uij independent sample T-test nilai sig. (2-tailed) 0,017 < 0,05, Berdasarkan nilai t yang dihitung, yaitu negatif sebesar -3,020 dengan df 8, nilai t tabel adalah -2,306, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan Hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hal ini berarti layanan konseling agama Islam lebih efektif dalam mengurangi perilaku kecanduan permainan daring di kalangan penerima manfaat di Badan Perlindungan Anak dan Layanan Sosial Trenggalek. Dengan hasil penelitian tersebut diketahui bahwa layanan konseling religius Islam dapat menurunkan perilaku kecanduan game online
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH DENGAN BANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL KELAS VIII SMPN 3 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul ”ْ Pengaruhْ Modelْ Pembelajaranْ Kooperatifْ Makeْ Aْ
Match dengan bantuan Media Audio Visual terhadap kemampuan pemecahan
masalah peserta didik pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
kelas VIII SMPN 3 Tulungagung “ْini ditulis oleh Usvia Dewi Masita, NIM.
126204202134, dengan pembimbing Dr. Dewi Asmarani, M.Pd.
Kata Kunci: Model Make a Match, Media Audio Visual, Kemampuan Pemecahan
Masalah, SPLDV, Pembelajaran Matematika.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh beberapa permasalahan mendasar yang
berkaitan dengan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika peserta
didik, khususnya pada materi sitem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV). Oleh
karena itu dibutuhkan model pembelajaran yang inovatif, aktif, dan menyenangkan
seperti Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match. Adapun tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif
tipe Make a Match dengan bantuan media audio visual terhadap kemampuan
pemecahan masalah peserta didik pada materi Sistem Persamaan Linier Dua
Variabel (SPLDV) kelas VIII SMPN 3 Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitin
eksperimen semu (quasi experiment), dan dengan desain non-equivalent control
group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII
SMPN 3 Tulungagung. sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-1 sebagai
kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 33 dan kelas VIII-2 sebagai kelas
kontrol dengan jumlah peserta didik 33. Pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling. Instrumen penelitian berupa soal tes digunakan untuk
mengukur kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang berjumlah 4 soal
essay yang telah dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai reliabilitas sebesar
0,534. Analisis data menggunakan uji prasyarat (uji normalitas dan uji
homogenitas) dan uji hipotesis (independent sample t-test).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model
pembelajaran Make a Match dengan bantuan media audio visual terhadap
kemampuan pemecahan peserta didik pada materi Sistem Persamaan Linier Dua
Variabel, ditunjukkan oleh nilai Sig 0,395 > 0,05 yang berarti adanya pengaruh
yang sifnifikan model pembelajaran Make a Match dengan bantuan media audio
visual terhadap kemampuan pemecahan peserta didik pada materi Sistem
Persamaan Linier Dua Variabel
FENOMENA RIDA PADA ANAK KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA DI DESA KROMASAN
Skripsi yang ditulis oleh Alisya Clorinda Ardianiswari. Pada Tahun 2025. Berjudul “Fenomena Rida pada Anak Korban Perceraian Orang Tua di Desa Kromasan”. Program Studi Tasawuf Psikoterapi Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah dengan Dosen Pembimbing Dr. Achmad Sauqi, M. Pd. I.
Kata Kunci: Fenomena, Rida, Anak Korban Perceraian, Spiritualitas Islam.
Penelitian ini membahas tentang fenomena rida pada anak korban perceraian orang tua di Desa Kromasan. Perceraian merupakan pengalaman hidup yang kompleks dan seringkali menyisakan dampak psikologis, emosional, dan spiritual yang mendalam pada anak. Anak korban perceraian sering kali mengalami ketidakstabilan emosi, kehilangan rasa aman, perasaan cemas, hingga kebingungan dalam memahami kondisi keluarga yang berubah secara drastis. Dalam situasi seperti ini, anak dapat merasakan kesepian, terabaikan, serta kehilangan pegangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Namun demikian, tidak semua anak terus-menerus berada dalam kondisi keterpurukan. Sebagian dari mereka mampu melalui proses krisis emosional tersebut dan berkembang menjadi pribadi yang kuat, dengan menerima realitas kehidupannya. Proses ini dikenal sebagai pencapaian keadaan rida, yaitu sikap menerima takdir dengan ikhlas, tanpa keluh kesah, dan penuh ketenangan jiwa. Tujuan dari penelitian ini didasarkan pada rumusan masalah yang ada, yaitu untuk mengetahui secara mendalam bagaimana pengalaman anak dalam mencapai keadaan rida serta memahami bagaimana anak korban perceraian orang tua mampu memaknai rida dalam kondisi kehidupannya.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan terhadap subjek yang merupakan anak korban perceraian yang telah menunjukkan sikap rida dalam kehidupannya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik untuk menggali pengalaman dan pemaknaan terhadap rida.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses para subjek dalam mencapai rida tidaklah instan, melainkan melalui fase-fase emosional seperti penolakan, kemarahan, kesedihan, hingga akhirnya berdamai dengan keadaan. Faktor-faktor pendukung proses ini antara lain adalah kedewasaan berpikir, pengalaman spiritual, serta dukungan dari lingkungan sekitar. Dalam konteks ini, rida bukan hanya bentuk pasrah, melainkan pilihan sadar untuk menerima dan melanjutkan kehidupan dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih. Bagi para subjek, rida dimaknai sebagai bentuk kesadaran dan keikhlasan dalam menerima ketetapan Ilahi, yang memberikan ketenangan batin, kedewasaan sikap, serta kekuatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih stabil dan positif. Dengan demikian, rida menjadi jalan spiritual yang membantu anak korban perceraian dalam membangun ketahanan jiwa, memperkuat makna hidup, serta menemukan kembali kedamaian setelah melalui masa-masa penuh luka dan pergolakan batin
ANALISIS PELAKSANAAN INVESTASI EMAS DIGITAL DI APLIKASI BAREKSA MENURUT PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN (POJK) NOMOR 17 TAHUN 2024 DAN HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus di PT Pegadaian Ngunut dan Nasabah Bareksa di Tulungagung)
Shofrina Fitria Nur Fauzi, 126101212207 Analisis Pelaksanaan Investasi Emas Digital Di Aplikasi Bareksa Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 Tahun 2024 Dan Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus di PT Pegadaian Ngunut dan Nasabah Bareksa di Tulungagung), Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing: Hiba Fajarwati, SH., LL. M
Kata Kunci: Investasi Emas Digital, Bareksa, Pegadaian, POJK No. 17 Tahun 2024, Hukum Ekonomi Syariah
Pesatnya perkembangan financial technology mendorong lahirnya investasi emas digital yang menawarkan akses mudah, transparansi, dan efisiensi transaksi bagi masyarakat modern. Aplikasi Bareksa melalui kemitraan strategis dengan PT Pegadaian, menjadi salah satu pionir layanan ini dengan jaminan cadangan emas fisik dan pengawasan OJK melalui POJK No. 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bullion.
Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana prosedur pelaksanaan investasi emas yang ada digital di aplikasi Bareksa ?; (2)Bagaimana prosedur pelaksanaan investasi emas digital yang ada di aplikasi Bareksa menurut
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 17 tahun 2024 tentang Kegiatan Usaha Bulion ?; (3) Bagaimana prosedur pelaksanaan investasi emas digital yang ada di aplikasi Bareksa menurut hukum ekonomi syariah ?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris: studi regulasi, observasi sebagai pengguna Bareksa, serta wawancara
mendalam dengan pihak Pegadaian Unit UPC Ngunut dan investor Bareksa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan dianalisis dengan tahapan reduksi, display, dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mekanisme investasi di Bareksa berjalan efektif karena setiap transaksi didukung cadangan emas fisik Pegadaian, biaya transparan, dan fitur fisikasi tersedia meski jarang digunakan; (2) secara
yuridis, skema ini memenuhi ketentuan POJK No. 17 Tahun 2024 mengenai keamanan teknologi informasi, underlying asset, dan perlindungan konsumen; (3) secara syariah akad yang dipakai yaitu salam danwadī„ah bebas dari unsur ribā, gharar, dan maisir, sehingga dinilai halal.
Kesimpulannya, investasi emas digital Bareksa Pegadaian sah dan aman menurut hukum positif maupun hukum ekonomi syariah, selama tetap menjaga ketersediaan emas fisik, kepastian kepemilikan, serta kepatuhan kontrak. Kolaborasi ini juga memperluas inklusi keuangan syariah dengan menyediakan
instrumen investasi yang praktis dan terpercaya bagi masyaraka
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ELEKTRONIK (E-LKPD) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERINTEGRASI ETNOSAINS PADA MATERI LAJU REAKSI UNTUK JENJANG SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
Skripsi dengan judul "Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik
Elektronik (E-LKPD) Berbasis Problem Based Learning (PBL) Terintegrasi
Etnosains Pada Materi Laju Reaksi Untuk Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK).” Ditulis oleh Krisma Regita Purwandari, NIM. 126212211013, Program
Studi Tadris Kimia, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungaung. Pembimbing Ali
Amirul Mukminin, M.Pd.
Kata Kunci : Pengembangan E-LKPD, PBL, Etnosains, Laju Reaksi.
Penggunaan bahan ajar berupa buku cetak konvensional yang berisi materi
dan latihan soal kurang menarik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini
didasarkan pada kebutuhan akan bahan ajar inovatif yang mampu memanfaatkan
kemajuan teknologi informasi dan komunikasi guna meningkatkan kualitas
pembelajaran kimia, khususnya pada materi laju reaksi yang sering dianggap
abstrak dan sulit dipahami peserta didik sehingga perlunya pengembangan Lembar
Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL)
yang terintegrasi etnosains pada materi laju reaksi untuk jenjang Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK). Integrasi etnosains diharapkan dapat mengaitkan konsep kimia
dengan kearifan lokal, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan
bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Untuk mendeskripsikan prosedur
pengembangan E-LKPD berbasis Problem based learning (PBL) terintregasi
etnosains pada materi Laju Reaksi. 2) Untuk mendeskripsikan kevalidan E-LKPD
berbasis Problem based learning (PBL) terintregasi etnosains pada materi Laju
Reaksi. 3) Untuk mendeskripsikan respon peserta didik pada penggunaan E-LKPD
berbasis Problem based learning (PBL) terintregasi etnosains pada materi Laju
Reaksi.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D)
dengan model pengembangan 4D yang dimodifikasi menjadi 3D dengan tiga tahpan
yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), dan Develop (pengembangan).
Instrumen yang digunakan yaitu pedoman wawancara guru dan siswa, angket
kebutuhan siswa, lembar validasi ahli, dan angket respon siswa. Uji validitas
dilakukan oleh Dosen Tadris Kimia UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan
Guru Kimia sebagai ahli materi dan ahli media. Subjek pada uji coba terbatas yaitu
siswa kelas X-TKI 2 SMKN 1 Boyolangu sebanyak 33 siswa. Data yang dihasilkan
dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasi dari penelitian ini yaitu (1) E-LKPD Berbasis Problem Based Learning
(PBL) Terintegrasi Etnosains Pada Materi Laju Reaksi Untuk Jenjang Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) yang dikembangkan sesuai dengan proses
pengembangan 3D. (2) Kevalidan produk E-LKPD berbasis Problem based
learning (PBL terintegrasi etnosains pada materi laju reaksi dinilai sangat valid oleh
validator ahli media dan ahli materi, dilihat dari perolehan persentase rata-rata
penilaian dari ahli media dan materi sebesar 90% dengan kategori sangat valid. (3)
Respon peserta didik terhadap E-LKPD berbasis Problem based learning (PBL)
terintegrasi etnosains pada materi laju reaksi reaksi dinilai baik dengan perolehan
persentase rata-rata sebesar 85% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasannya penggunaan E-LKPD berbasis Problem Based
Learning (PBL) yang terintegrasi etnosains dapat meningkatkan ketertarikan siswa
dalam proses pembelajaran
PERAN HUMAS DALAM MENINGKATKAN CITRA MADRASAH MELALUI PROGRAM VOKASIONAL DI MAN 3 BLITAR
Skripsi dengan judul “Peran Humas Dalam Meningkatkan Citra Madrasah Melalui Program Vokasional” ini ditulis oleh Intan Nurlaili, NIM.126207211013, dengan pembimbing Dr. Zuhri, S. Ag., M.Si dan Dr. Sukarji, M.Pd.I
Kata Kunci: Peran Humas, Citra Madrasah, Program Vokasional
Konteks penelitian ini adalah terdapat sebuah fenomena yang kontras yakni adanya persepsi bahwasannya kurikulum madrasah dinilai kurang relevan dengan kemajuan zaman. Persepsi bahwasannya madrasah hanya akan mengajarkan agama akan membentuk karakter siswa menjadi kurang percaya diri terhadap kemampuannya bekerja setelah lulus sekolah. Adapun madrasah ini telah mencoba menghilangkan persepsi kuno ini, namun masih banyak masyarakat yang tertinggal akan informasi kemajuan kurikulum yang di tingkatkan oleh madrasah. Oleh karena itu, humas berperan penting dalam menjembatani antara informasi yang ada di internal madrasah menuju eksternal madrasah.
Adapun focus penelitian ini adalah; 1)Bagaimana bentuk strategi humas dalam meningkatkan citra madrasah melalui program vokasional di MAN 3 Blitar ? 2)Bagaimana peran humas dalam mempromosikan program vokasional untuk meningkatkan citra MAN 3 Blitar ? 3)Bagaimana dampak promosi humas dalam meningkatkan citra madrasah melalui program vokasional di MAN 3 Blitar? Dengan tujuan penelitian 1)Untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk strategi humas dalam meningkatkan citra madrasah melalui program vokasional di MAN 3 Blitar. 2) Untuk mendeskripsikan bagaimana peran humas dalam mempromosikan program vokasional untuk meningkatkan citra MAN 3 Blitar. 3) Untuk mendeskripsikan bagaimana dampak promosi humas dalam meningkatkan citra madrasah melalui program vokasional di MAN 3 Blitar.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus yakni dengan cara mencari sendiri di lapangan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Yang kemudian disusun dalam bentuk tulisan atau deskripsi. Penelitian ini mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Ludwig Von Bertalanfy yang di adopsi dalam bidang kehumasan oleh James E. Gruning yang menyatakan bahwasannya pendekatan sistem menempatkan fungsi Humas bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai penghubung antara organisasi dan lingkungannya. Fungsi Humas dalam kerangka sistem terbuka melibatkan aktivitas pemantauan lingkungan (environmental scanning), penyaringan umpan balik, dan penyesuaian kebijakan komunikasi internal dan eksternal organisasi.
Adapun hasil penelitian ini ialah; 1) Adapun strategi komunikasi humas menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi utama baik komunikasi satu arah maupun dua arah, berupa website dan akun media sosial yang dapat dihubungi oleh pelanggan. Humas juga memanfaatkan penyebaran informasi mouth to mouth yang akan dilaksanakan sendiri oleh guru maupun pihak humas sendiri kepada masyarakat sekitar melalui event. 2) Adanya perencanaan sistematis bagi humas yakni menyusun program kerja utama, rutin maupun insidental Humas juga menjadi mediator dan komunikator untuk menjembatani madrasah dengan warga sekitar ataupun masyarakat external. 3) Dampaknya bagi madrasah adalah terbentuknya citra yang baik di mata masyarakat, meningkatnya jumlah peserta didik, dan manfaat langsung bagi siswa berupa dikenalnya madrasah dengan kemampuannya membentuk siswa berjiwa agamis dan mampu bersaing di dunia kerja. Adapun tantangan yang dihadapi humas sendiri adalah terbaginya focus antara tugas kehumasan dengan pembelajaran di ruang kelas karena masih double job. Dalam program vokasional sendiri saat ini masih dalam proses perkembangan untuk mencapai tujuan dari program itu sendiri. Dikarenakan program ini baru di implementasikan sehingga terdapat kendala berupa fasilitas yang kurang memadai dan belum tercatatnya lulusan yang sudah berhasil dalam bidang keterampilan. Sedangkan peluangnya saat ini sangat besar karena siswa menganggap bahwasannya madrasah Aliyah berbasis kegamaan ini telah mendapat nilai plus karena sudah mampu bersaing dengan sekolah menengah kejuruan setingkatnya
AKULTURASI BUDAYA LOKAL DAN ISLAM DALAM KESENIAN KARAWITAN DI DESA PONGGOK BLITAR
Tesis dengan judul “Akulturasi Budaya Lokal dengan Islam dalam Kesenian Karawitan di Desa Ponggok Blitar” ini ditulis oleh Beta Rosyida dengan pembimbing Prof. Dr. H. Akhmad Rizqon Khamami, Lc.,MA, dan Dr. Eko Siswanto, MHI.
Kata Kunci : Akulturasi, Kesenian Karawitan, Sholawat
Agama dan budaya merupakan dua hal yang berbeda tetapi saling berhubungan dan beriringan. Salah satu hasil interaksi antara agama dan budaya adalah akulturasi. Penelitian ini dilatarbelakangi ketertarikan penulis pada kegiatan warga Desa Ponggok yaitu: seni karawitan dengan tembang Jawa dan sholawatan yang diiringi rebana. Lokus riset dipilih pada kelompok seni karawitan Tri Budoyo. Pembacaan sholawat tersebut diiringi dengan instrumen gamelan. Menariknya seni sholawat dan karawitan bersinergi menghasilkan sesuatu yang menyatu.
Fokus penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana proses akulturasi Kesenian Karawitan dengan Sholawat di Desa Ponggok Blitar? 2) Bagaimana dinamika akulturasi Kesenian Karawitan dengan Sholawat di Desa Ponggok Blitar? Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis bagaimana proses akulturasi budaya kesenian karawitan dengan Sholawat di Desa Ponggok Blitar? 2) menganalisis bagaimana dinamika akulturasi budaya kesenian karawitan dengan Sholawat di Desa Ponggok Blitar.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman yaitu : Reduksi data, Penyajian data dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik yaitu: uji kredibilitas, uji transferbilitas dan uji dependabilitas.
Hasil penelitian memaparkan bahwa: 1) Proses akulturasi terjadi tidak dalam waktu sebentar. Keduanya saling beriringan dan berkesinambungan. Akulturasi seni karawitan dan sholawat saling berhubungan memberikan manfaat diantara keduanya yakni membantu upaya pelestarian seni karawitan sekaligus sebagai media dakwah syi’ar agama Islam melalui sya’ir-sya’ir sholawat. 2) Dinamika akulturasi budaya lokal dan Islam dalam kesenian karawitan di Desa Ponggok Kabupaten Blitar mengalami pergerakan, perkembangan dengan keadaan dan kondisi yang mengiringi seperti yang dahulunya antara seni karawitan dan sholawat berdiri sendiri kemudian berakulturasi dengan menampilkan sholawat diba’iyah dengan iringan instrumen gamelan. Seiring berjalannya waktu tidak hanya sholawat diba’iyah saja tetapi sholawat syi’ir Jawa dengan iringan instrumen gamelan