23526 research outputs found
Sort by
PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi Kasus BUMDES Margo Waluyo Desa Betak Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung)
Skripsi dengan judul “Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Studi Kasus BUMDES Margo Waluyo
Desa Betak Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung)” ini ditulis oleh Awibi
Nazichul Amin, NIM. 126402212134, pembimbing Ziyana Walidah, M.E
Kata Kunci: Peran, Badan Usaha Milik Desa, Kesejahteraan Masyarakat
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena belum optimalnya peran
BUMDES Margo Waluyo di Desa Betak dalam memberikan kontribusi signifikan
terhadap perekonomian desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kondisi
ini tidak terlepas dari berbagai permasalahan mendasar yang dihadapi, antara lain
minimnya pemahaman masyarakat mengenai konsep dan fungsi BUMDES,
keterbatasan akses permodalan untuk mengimplementasikan program-program
pengembangan, belum terstrukturnya sistem tata kelola organisasi secara memadai,
serta terbatasnya kapasitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam
pengelolaan BUMDES.
Tujuan penelitian ini diharapkan (1) Untuk mengetahui peran Badan Usaha
Milik Desa Betak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat (2) Untuk
mengetahui tantangan yang dihadapi Badan Usaha Milik Desa Betak dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat (3) Untuk mengetahui strategi Badan
Usaha Milik Desa Betak dalam mengoptimalkan perannya (4) Untuk mengetahui
strategi Badan Usaha Milik Desa Betak dalam menghadapi tantangannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
grounded theory. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu melalui analisis sebelum
dan sesudah masuk ke lapangan. Teknik yang digunakan dalam pemeriksaan
keabsahan data yaitu dengan teknik triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran Badan Usaha Milik Desa
(BUMDES) Margo Waluyo dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat masih
belum tercapai dengan maksimal, sementara masih dalam bentuk permudahan
penyediaan akses warga dalam mendapatkan akses layanan dasar, seperti seperti
BRI Link, membayar listrik, akses pinjaman modal, pembayaran kredit, cicilan,
asuransi, dan lain sebagainya. (2) Tantangan yang di hadapi Badan Usaha Milik
Desa (BUMDES) Margo Waluyo yaitu rendahnya literasi masyarakat, kurangnya
modal, tata kelola yang belum terstruktur dengan baik, serta keterbatasan SDM. (3)
Strategi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Margo Waluyo dalam
mengoptimalkan perannya yakni dengan; Penguatan fondasi kelembagaan, Inovasi
model bisnis dan diversifikasi usaha, Pengembangan jaringan dan kemitraan
strategis, dan Pembangunan keberlanjutan dan dampak sosial. (4) Strategi Badan
Usaha Milik Desa (BUMDES) Margo Waluyo dalam menghadapi tantangannya
yakni dengan; Mengatasi kelemahan tata kelola, Mengatasi keterbatasan
kompetensi SDM, Mengatasi keterbatasan modal, dan Intergrasi teknologi dan
infrastruktur
TINJAUAN AKAD SALAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI TELUR AYAM DENGAN SISTEM BORONGAN (Studi Kasus di Desa Kemirahan Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri)
Nova Nurfadhilah, NIM 126101212127, “Tinjauan Akad salam terhadap praktik jual beli telur ayam dengan sistem borongan (studi kasus desa kemirahan kecamatan kepung kabupaten Kediri)”. Jurusan hukum ekonomi syariah (HES), fakultas syariah dan ilmu hukum (FASIH) UIN sayyid ali rahmatullah tulungagung, pembimbing: Dr. Munir, M.Hum.
Kata kunci: Akad Salam, Jual Beli, Sistem Borongan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik jual beli telur ayam dengan sistem borongan yang saat ini dilakukan oleh masyarakat di Desa Kemirahan, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Sistem borongan yang dimaksud adalah proses transaksi jual beli yang tidak didasarkan pada pengukuran atau penimbangan secara akurat, melainkan hanya berdasarkan taksiran jumlah rak atau perhitungan kasar. Dalam praktiknya, pembeli seringkali memesan terlebih dahulu dalam jumlah besar dan mengambil ketika telur sudah tersedia, namun tidak jarang terjadi keterlambatan pengambilan barang oleh pembeli hingga melebihi dua minggu. Keterlambatan ini menyebabkan penurunan kualitas telur, seperti rapuhnya cangkang atau kerusakan isi telur, dan berdampak langsung pada kerugian pihak penjual.
Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup dua hal, yaitu:(1) Bagaimana praktik jual beli telur ayam dengan sistem borongan yang berlangsung di Desa Kemirahan Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri? dan (2) Bagaimana tinjauan akad salam terhadap praktik jual beli telur ayam dengan sistem borongan di Desa Kemirahan Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri? Dengan rumusan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara detail tentang bagaimana pelaksanaan proses transaksi jual beli tersebut dilaksanakan oleh masyarakat, dan menganalisis sejauh mana praktik tersebut memenuhi ketentuan-ketentuan akad salam.
Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan field research. Peneliti secara langsung melakukan observasi di lokasi penelitian, melakukan wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait, yakni agen penjual dan para pembeli telur ayam, serta mengumpulkan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli telur ayam dengan sistem borongan di Desa Kemirahan belum memenuhi seluruh syarat sah akad salam. Salah satu ketidaksesuaian utama terletak pada aspek kejelasan waktu penyerahan barang yang tidak ditentukan secara tegas, serta tidak adanya kepastian dalam spesifikasi jumlah dan kualitas telur yang akan diterima. Dalam akad salam, kejelasan ini sangat penting guna menghindari terjadinya gharar (ketidakjelasan) yang dilarang dalam Islam. Selain itu, keterlambatan dalam pengambilan telur oleh pembeli turut berdampak pada kerusakan produk yang merugikan penjual
PENGARUH PENGETAHUAN AKUNTANSI, E-COMMERCE, DAN MODAL USAHA TERHADAP KINERJA USAHA MIKRO DI KABUPATEN TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pengetahuan Akuntansi, E-Commerce, dan Modal Usaha
Terhadap Kinerja Usaha Mikro Di Kabupaten Tulungagung” yang ditulis oleh Tharisa
Dwi Fatikasari Nim 126403212057 Program Studi Akuntansi Syariah Jurusan
Ekonomi dengan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung dengan pembimbing Citra Mulya Sari, S.E.Sy., M.E.,
Kata Kunci : Pengetahuan Akuntansi, E-Commerce, Modal Usaha, Kinerja Usaha
Mikro
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Data Usaha Mikro di Kabupaten
Tulungagung menjelaskan bahwa Usaha Mikro telah mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun, akan tetapi potensi, keunggulan dari Usaha Mikro di Kabupaten
Tulungagung masih belum banyak dimanfaatkan dengan optimal. Oleh karena itu,
diperlukan adanya upaya, inovasi dan bimbingan dari dinas atau instansi terkait dalam
melakukan upaya- upaya untuk mengembangkan Usaha Mikro yang telah ada. Tujuan
penelitian ini adalah (1) untuk menguji pengaruh pengetahuan akuntansi, e-commere,
modal usaha terhadap kinerja Usaha Mikro di Kabupaten Tulungagung. (2) Untuk
menguji pengaruh pengetahuan akuntansi terhadap kinerja Usaha Mikro di Kabupaten
Tulungagung. (3) Untuk menguji pengaruh e-commerce terhadap kinerja Usaha Mikro
di Kabupaten Tulungagung. (4) Untuk menguji pengaruh modal usaha terhadap kinerja
Usaha Mikro di Kabupaten Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
asosiatif. Teknik dalam pengambilan sampel penelitian menggunakan nonprobability
sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner
yang disebarkan kepada konsumen. Data kuesioner dianalisis menggunakan SPSS 25
dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linear
berganda, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi.
Hasil peneltian menunjukkan bahwa (1) Pengetahuan Akuntansi, E-Commerce,
Modal Usaha secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Usaha Mikro di
Kabupaten Tulungagung. (2) Pengetahuan Akuntansi berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap Kinerja Usaha Mikro di Kabupaten Tulungagung (3) E-Commerce
berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kinerja Usaha Mikro di Kabupaten
Tulungagung (4) Modal Usaha berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap
Kinerja Usaha Mikro di Kabupaten Tulungagun
PENGARUH TINGKAT KECANDUAN GAME ONLINE TERHADAP KECERDASAN EMOSI PADA ANGGOTA KOMUNITAS MOBILE LEGENDS INDONESIA DENGAN JENIS KELAMIN SEBAGAI MODERATOR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul "Pengaruh Tingkat Kecanduan Game Online terhadap
Kecerdasan Emosi pada Anggota Komunitas Mobile Legends Indonesia dengan Jenis
Kelamin sebagai Moderator" ini ditulis oleh Luciany Sandra, NIM. 126308211044,
program studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, dengan
pembimbing/promotor Dr. Zun Azizul Hakim, M. Psi., Psikolog.
Kata kunci: Kecanduan Game Online, Kecerdasan Emosi, Jenis Kelamin, Analisis
Regresi Moderasi, Mobile Legends.
Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam gaya
hidup, termasuk meningkatnya penggunaan game online. Tujuan studi ini untuk
mengetahui pengaruh kecanduan game online terhadap kecerdasan emosi pada anggota
komunitas Mobile Legends Indonesia di Telegram, serta menguji peran jenis kelamin
sebagai variabel moderator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
desain asosiatif kausal. Sebanyak 495 responden diperoleh melalui teknik
nonprobability sampling dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring.
Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan nilai Cronbach's Alpha
sebesar 0,909 untuk skala kecanduan game online dan 0,911 untuk skala kecerdasan
emosi.
Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa kecanduan game
online berpengaruh negatif signifikan terhadap kecerdasan emosi (β = -0,463; p =
0,000), dengan kontribusi sebesar 20,3% (R² = 0,203). Setelah memasukkan variabel
moderasi jenis kelamin melalui uji Analisis regresi moderasi (MRA), diperoleh
interaksi yang signifikan antara kecanduan game online dan jenis kelamin (β = 0,285;
p = 0,001), dengan peningkatan kontribusi model menjadi 22,4% (R² = 0,224). Pada
laki-laki, peningkatan kecanduan game menyebabkan penurunan kecerdasan emosi
yang lebih besar (β = -0.566), sedangkan pada perempuan efek negatif tersebut menjadi
lebih ringan (β = -0.281). Temuan ini menunjukkan bahwa jenis kelamin memoderasi
hubungan tersebut, di mana laki-laki mengalami penurunan kecerdasan emosi yang
lebih besar dibandingkan perempuan ketika tingkat kecanduan meningkat.
Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan intervensi
berbasis gender untuk memitigasi dampak psikologis dari kecanduan game online,
serta perlunya edukasi emosional di komunitas game digital
PENGARUH PERPUTARAN KAS, PERPUTARAN PERSEDIAAN, DAN PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP PROFITABILITAS (Studi pada Perusahaan Sub Sektor Food and Staples Retailing yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023)
Skripsi dengan judul “Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Persediaan, Dan Perputaran Piutang Terhadap Profitabilitas (Studi pada Perusahaan Sub Sektor Food and Staples Retailing yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023)”. Skripsi ini ditulis oleh Razita Sima Adriana, 126403212075, Program Studi Akuntansi Syariah, Jurusan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan pembimbing Dr. Ali Mauludi, AC, M.A.Kata Kunci: Perputaran Kas, Perputaran Persediaan, Perputaran Piutang, Profitabilitas. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena terkait adanya ketidakkonsistenan pengaruh antara perputaran kas, perputaran persediaan, dan perputaran piutang terhadap profitabilitas perusahaan, khususnya pada sub sektor Food and Staples Retailing yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Meskipun berbagai penelitian sebelumnya telah mengkaji variabel-variabel ini, hasilnya tidak seragam dan belum secara spesifik fokus pada sektor tersebut dengan data terkini. Hal ini memunculkan kebutuhan untuk mengkaji ulang hubungan variabel-variabel tersebut secara lebih mendalam dan kontekstual. Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberi sumbangih tentang 1) pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Persediaan, dan Perputaran Piutang terhadap Profitabilitas; 2) pengaruh Perputaran Kas terhadap Profitabilitas; 3) Perputaran Persediaan terhadap Profitabilitas; 4) Perputaran Piutang terhadap Profitabilitas pada perusahaan Sub Sektor Food and Staples Retailing yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023. Metode Penelitian dengan menggunakan analisis regresi data panel yang diuji melalui eviews versi 13. Sumber data yang diteliti adalah dari perusahaan Sub Sektor Food and Staples Retailing yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Perputaran Kas, Perputaran Persediaan dan Perputaran Piutang secara simultan tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas; 2) Perputaran kas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas; 3) Perputaran persediaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas; 4) Perputaran piutang tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas
KONTEKSTUALISASI HADIS I'TIẒĀL: STUDI MA'ĀNĪ AL-ḤADĪṠ PERSPEKTIF HERMENEUTIKA HASAN HANAFI (W. 2021 M)
Skripsi dengan judul “Kontekstualisasi Hadis I'tiẓāl : Studi Ma'ānī al-Ḥadīṡ Perspektif Hermeneutika Hasan Hanafi (w.2021)” ini ditulis oleh Muhammad Wafa’ur Rizqi dengan dosen pembimbing skripsi Nurul Ihsanudin, Lc., M.Ag.
Kata Kunci: Hadis, I'tiẓāl, Hermeneutika, Hasan Hanafi
Hadis sebagai sumber hukum kedua dalam Islam selain Al-Qur'an memuat banyak ajaran, termasuk tentang kepribadian manusia. Salah satu bentuk kepribadian adalah kecenderungan untuk menyendiri (introvert), yang dalam khazanah Islam dikenal dengan istilah i'tiẓāl. Fenomena i'tiẓāl ini sering kali dipandang negatif dalam masyarakat modern, meskipun sebenarnya ia memiliki landasan dalam ajaran Islam, sebagaimana tergambar dalam hadis riwayat Musnad Aḥmad no. 11322. Hadis tersebut menegaskan bahwa orang yang menyendiri untuk beribadah dan menghindari keburukan orang lain juga termasuk orang terbaik setelah seorang mujahid. Namun pemahaman terhadap hadis ini masih memerlukan pengkajian mendalam agar tidak terjebak pada tafsir tekstual.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, penelitian ini merumuskan tiga pokok masalah utama yang menjadi fokus penelitian. Pertama, bagaimana proses takhrij al-ḥadīs terhadap hadis tentang sikap i'tiẓāl yang terdapat dalam Musnad Aḥmad nomor hadis 11322. Kedua, bagaimana pemaknaan hadis tersebut jika dianalisis menggunakan pendekatan hermeneutika Hasan Hanafi, yang menekankan pada aspek historis dan kontekstual. Ketiga, bagaimana kontekstualisasi ajaran dalam hadis i'tiẓāl tersebut dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjawab tantangan dan dinamika sosial masyarakat modern.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (library study) yang bertujuan untuk menggali makna mendalam dari hadis tentang sikap i'tiẓāl. Data primer diambil dari kitab-kitab hadis, syarah hadis, serta karya-karya Hasan Hanafi, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan sumber-sumber lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis literatur, yang diungkapkan berdasarkan tema, kemudian dianalisis secara kritis dengan pendekatan analisis isi untuk menjawab rumusan masalah.
Secara teoritis, penelitian ini berpijak pada dua landasan utama: pertama, pendekatan Ma'ānī al-Ḥadīṡ , yakni kajian makna hadis secara kontekstual, linguistik, dan historis untuk memahami maksud yang terkandung dalam teks; dan kedua, hermeneutika Hasan Hanafi , yang mencakup tiga kritik: historis, eidetis, dan praktis. Kritik sejarah pentingnya validitas dan orisinalitas teks hadis, kritik eidetis menganalisis struktur dan makna dalam konteks sosial-historis, sementara kritik praktis bertujuan menyampaikan pesan hadis dengan realitas kontemporer. Melalui pendekatan ini, hadis tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga dihormati secara kontekstual agar lebih relevan dalam kehidupan modern.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis I'tiẓāl selain terdapat dalam kitab Musnad Ah{mad, juga tercantum dalam kitab Sahih Muslim, Sunan Al-Tirmidzi, Sunan Nasā’ī dan Muatta’ Mālik. Hadis ini berkualitas sahih lizātih dan maqbul, diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah dan adil, serta bebas dari syaz dan ‘illat. Melalui hermeneutika Hasan Hanafi, I'tiẓāl dipahami sebagai tindakan menjaga spiritualitas dengan menjauhi keburukan sosial tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap masyarakat. Hadis ini menekankan keseimbangan antara introspeksi diri dan interaksi sosial, sehingga relevan dalam kehidupan modern. Dalam konteks masa kini, I'tiẓāl dapat menjadi strategi untuk menghadapi tekanan sosial, meningkatkan kualitas diri, dan melindungi iman dari pengaruh negatif, sekaligus memperkuat hubungan dengan Allah dan menjaga keharmonisan sosial
PEREMPUAN PEKERJA DAN KEBERDAYAAN: ADAPTASI SOSIAL DAN RELASI MUBADALAH DALAM KELUARGA ISLAM
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial di Desa
Kromasan, di mana sejumlah perempuan bekerja menjadi pencari
nafkah utama dalam keluarga karena suami mereka tidak bekerja.
Kondisi ini memunculkan tantangan bagi perempuan dalam
menjalankan peran ganda, Dalam konteks keluarga Islam, peran
perempuan sering kali masih dibingkai oleh norma-norma tradisional
yang membatasi peran mereka. Namun dalam praktiknya, banyak
perempuan yang menunjukkan keberdayaan dengan tetap menjalankan
dua peran sekaligus. Hal ini menarik untuk dikaji, khususnya dalam
melihat bagaimana mereka beradaptasi secara sosial dan bagaimana
pola pembagian peran berlangsung dalam rumah tangga mereka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap empat perempuan
pekerja. Data dianalisis menggunakan teori peran ganda dari Sieber
serta dikaitkan dengan konsep mubadalah dalam relasi keluarga Islam.
Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber. Pendekatan ini
dipilih untuk menggali secara mendalam pengalaman subjektif
informan dalam menghadapi tekanan sosial, membagi peran domestik,
dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan rumah tangga keluarga
Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pekerja
menerapkan berbagai strategi adaptasi sosial, antara lain: manajemen
waktu, dukungan sosial, dan adaptasi psikologis. Dalam hal pembagian
peran, ditemukan tiga pola yang dominan, yaitu pola tradisional, pola
fleksibel dengan dukungan suami, dan pola setara. Meskipun para
informan belum mengenal istilah “mubadalah”, nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya seperti keadilan, kesalingan, dan kerja sama
telah dijalankan dalam kehidupan mereka. keberdayaan perempuan
dalam keluarga Islam dapat tumbuh melalui praktik relasi yang saling
mendukung, dan adil.
Kata Kunci: Adaptasi Sosial, Konsep Mubadalah, Perempuan pekerj
lMPLEMENTASI TAWAKAL PEDAGANG KAKI LIMA DI DESA SUKOREJO KECAMATAN KARANGREJO KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul "Implementasi Tawakal Pedagang Kaki Lima di Desa Sukorejo Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung" ini ditulis oleh Desy Irmawati, Nim. 126303212035, pembimbing Dr. Bani, M Pd.I.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tawakal pedagang kaki lima, dengan fokus pada implementasinya di Desa Sukorejo Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mendalami pengalaman, faktor penghambat dan faktor pendukung implementasi tawakal pada pedagang kaki lima selama berjualan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tawakal pedagang kaki lima yang dilakukan dengan cara pemahaman dan kebiasaan terbukti dapat meningkatkan implementasi tawakal pedagang kaki lima melalui ibadah, usaha, do'a dan pasrah kepada Allah Swt. Faktor penghambat implementasi tawakal pedagang kaki lima disebabkan oleh emosi, tingkat keimanan diri sendiri, lingkungan, dan ekonomi yang melemah. Sedangkan faktor pendukung implementasi tawakal pedagang kaki lima, meliputi dari keluarga, lingkungan, kepercayaan diri, tanggung jawab, dan beriman kepada Allah Swt. Dengan tawakal, pedagang kaki lima bisa bekerja dengan hati yang ikhlas dan jiwa yang tenang.
Kata Kunci: Implementasi, Tawakal, Pedagang Kaki Lima
STRATEGI DAKWAH MAJELIS TAKLIM SIROJUL MUNIR DALAM MENINGKATKAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN MASYARAKAT DESA TUGU REJOTANGAN TULUNGAGUNG
Skripsi de~ngan judul “Strate~gi Dakwah Maje~lis Taklim Sirojul Munir Dalam Me~ningkatkan Nilai Nilai Ke~agamaan Masyarakat De~sa Tugu Re~jotangan Tulungagung” ini ditulis ole~h Mohammad Mahin Nauval, NIM. 126304213216, de~ngan pe~mbimbing Dr. Mutrofin, M.Fil.I.
Kata Kunci : Strate~gi Dakwah, Maje~lis Taklim, Nilai-Nilai Ke~agamaan, Faktor Pe~nunjang, Faktor Pe~nghambat.
Maje~lis Taklim se~bagai te~mpat pe~rkumpulan atau organisasi kaum muslim untuk me~ncari se~buah ilmu. Di Indone~sia se~ndiri te~rbilang banyak baik di dalam kota maupun di plosok-plosok de~sa. Salah satunya Maje~lis Taklim Sirojul Munir yang hadir dite~ngah-te~ngah lingkungan masyarakat di De~sa Tugu Re~jotangan Tulungagung. Te~ntunya se~tiap Maje~lis Taklim me~miliki tantangan masing-masing di se~tiap zaman dalam me~laksanakan ke~giatan dakwah dan me~nyampaikan pe~san-pe~san dakwah ke~pada jama’ah. Be~rbagai macam strate~gi dalam pe~nyampainyan dakwah, se~hingga dai harus kre~atif dalam me~nyampaikan pe~san-pe~san dakwah dan para jama’ah mudah untuk me~ne~rima mate~ri yang disampaikan. De~ngan me~nggunakan konse~p strate~gi dakwah al-manhaj al ‘athifi (se~ntime~ntil), al-manhaj al-aqli (rasional) dan almanhaj al-hissi (indrawi) yang dike~mukakan ole~h Al-Bayuni dalam buku M. Ali Aziz me~mbagi strate~gi dakwah dalam tiga be~ntuk. Pe~ne~liti me~ngkaji te~ntang strate~gi dakwah Maje~lis Taklim Sirojul Munir dalam me~ningkatkan nilai-nilai ke~agamaan masyarakat De~sa Tugu, Re~jotangan, Tulungagung dan faktor pe~nunjang dan pe~nghambat dari strate~gi dakwah Maje~lis Taklim Sirojul Munir.
Pe~ne~litian de~ngan paradigma kualitatif de~skriftif me~nggunakan me~tode~ wawancara, obse~rvasi dan dokume~ntasi me~ncoba me~lihat le~bih dalam te~ntang prose~s strate~gi dakwah Maje~lis Taklim Sirojul Munir. Hasil te~muan dari pe~ne~litian di Maje~lis Taklim Sirojul Munir dalam me~ningkatkan nilai-nilai ke~agamaan masyarakat te~rhadap imple~me~ntasi sosial adalah de~ngan me~mbuat konse~p atau rancangan dalam me~laksanakan ke~giatan dahkwah yaitu de~ngan pe~mbawaan yang me~narik, Upaya dalam me~nciptakan ke~giatan dakwah me~narik de~ngan be~rbagai cara, se~pe~rti me~ngunakan bahasa yang me~narik,visual yang me~narik, atau bahkan tindakan yang me~nonjol se~pe~rti, pe~nyampaiyan dakwah de~ngan pe~mbawaan sholawat atau qosidah yang mode~re~n, pe~mbe~rian door prize~, de~ngan pe~mbe~rian tuyo we~ning (air doa), dakwah de~ngan pe~mbawan yang lucu atau humor, be~rsine~rgi de~ngan dai yang namanya be~sar atau dai popule~r. Faktor pe~nunjang dalam ke~be~rlansungan ke~giatan dakwah adalah de~ngan ke~pe~mimpinan yang visione~r dan humanis, inovasi dalam me~tode~ dakwah, dukungan para jama’ah yang solid, bisa be~rsine~rgi de~ngan dai popule~r, dan lingkungan sosial yang me~ndukung. Faktor pe~ngahambat dalam ke~be~rlansungan ke~giatan dakwah adalah sound siste~m yang te~rlalu ke~ras, pe~mbawaan sholawat modre~n yang te~rke~san se~pe~rti e~le~ktun, me~nggangu jam istirahat masyarakat se~kitar
THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ MORPHOLOGICAL AWARENESS AND THEIR COMPETENCE IN WRITING
Writing is a fundamental skill in language learning, essential for produce written texts that are grammatically and linguistically correct and in accordance with applicable rules. However, many students face challenges in writing due to limited vocabulary, grammar mastery, and lack of confidence. One important linguistic factor that influences writing competence is morphological awareness—the ability to recognize and manipulate the smallest units of meaning in words, such as prefixes, suffixes, and root words. This awareness not only enhances vocabulary development but also supports grammatical accuracy and sentence complexity, which are vital for effective written communication. The integration of writing and presenting, as emphasized in Indonesia’s Merdeka Curriculum, shows how writing serves as a foundation for building broader communication skills.
This study was conducted to find out whether there is a significant relationship between students' morphological awareness and their writing competence among eighth grade students of MTs Darul Ulum Buay Bahuga Lampung. This study utilized quantitative method. The sample consisted of 20 students who were selected by using simple purposive sampling technique. To collect data, the researcher administered tests to assess students' morphological awareness and their writing performance. The data were then analyzed using the Spearman Rank Correlation Coefficient with the help of SPSS version 25.0 to determine the strength and direction of the relationship between the two variables.
The results showed a strong and statistically significant positive correlation between students' morphological awareness scores and their writing competence scores. The correlation coefficient value of r = 0.690 indicates the positive direction of the relationship, while the significance value of p = 0.001 < 0.01 confirms that the correlation is positive correlation. This finding suggests that students with higher morphological awareness tend to have better writing competence. The interpretation of this correlation is based on Best's (1981) classification, which categorizes a coefficient of 0.690 as a strong correlation. Therefore, it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted.
Based on the findings, this study concludes that there is a strong relationship between students' morphological awareness and their writing competence, which indicates that students with good morphological awareness tend to have strong writing ability. Therefore, it is suggested that English teachers develop more effective strategies to improve students' morphological awareness through integrated reading and writing activities. For English Education students, it is suggested to pay greater attention to morphological elements, such as affixes and word structure, to improve written and spoken English proficiency. Future researchers are advised to expand the scope of the study by involving more diverse participants and using varied methods, including qualitative analysis, as well as exploring the impact of morphological awareness on other language skills such as reading, speaking, and listening