23526 research outputs found
Sort by
PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO KECIL MENENGAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN (Studi Pada UMKM Sera Hidrofarm Rejotangan)
Skripsi dengan judul "Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro
Kecil Menengah Untuk Meningkatkan Kualitas Laporan Keuangan Studi Pada
UMKM Sera Hidrofarm Rejotangan" ini ditulis oleh Zulfa Salsabila, NIM
126403211026, Jurusan Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan Dosen
Pembimbing Fia Rahma, S.E., M.S.A.
Kata Kunci: Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil Menengah (SAK
EMKM), Laporan Keuangan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keingintahuan peneliti mengenai
bagaimana laporan keuangan pada usaha Sera Hidrofarm Rejotangan sesuai atau
tidaknya dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku, selain itu peneliti ingin
mengetahui kendala dalam menerapkan standar akuntansi keuangan tersebut.
Penelitian ini memfokuskan mengenai Penerapan Standar Akuntansi Keuangan
Entitas Mikro Kecil dan Menengah Untuk Meningkatkan Kualitas Laporan
Keuangan pada UMKM Sera Hidrofarm. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Usaha Sera Hidrofarm
Rejotangan belum menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil
Menengah (SAK EMKM). (2) Kendala yang dialami pemilik UMKM belum
menerapkan SAK EMKM tersebut yaitu kurangnya pengetahuan pemilik UMKM
Sera Hidrofarm tentang SAK EMKM mengenai penyajian laporan keuangan.
Pemilik UMKM Sera Hidrofarm juga menganggap melakukan pencatatan
keuangan terlalu rumit dan menyita banyak waktu. Serta pemilik UMKM Sera
Hidrofarm belum mampu untuk memperkerjakan tenaga ahli.(3) Peneliti mencoba
untuk membantu dalam menyusun laporan keuangan sederhana yang sesuai
dengan standar yang berlaku dan diharapkan pemilik UMKM Sera Hidrofarm
dapat menerapkannya pada laporan keuangan usahanya
IMPLEMENTASI PERATURAN KAPOLRI (PERKAP) NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PENGATURAN LALU LINTAS DALAM KEADAAN TERTENTU DAN PENGGUNAAN JALAN SELAIN UNTUK KEGIATAN LALU LINTAS DALAM PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH (Studi Kasus di Kabupaten Tulungagung)
Skripsi dengan judul “Implementasi Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengaturan Lalu Lintas Dalam Keadaan Tertentu dan Penggunaan Jalan Selain Untuk Kegiatan Lalu Lintas Dalam Perspektif Fiqih Siyasah (Studi kasus di Kabupaten Tulungagung)” ini ditulis oleh Erfina Mayasari, NIM. 126103211050, dengan pembimbing Fahmi Arif, M.H.
Kata Kunci: Penutupan Jalan, Pemberian Izin, Strategi dan Koordinasi, Lalu Lintas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena budaya di masyarakat yang
kerap melakukan melakukan penutupan jalan pada bulan-bulan tertentu yang
dianggap baik atau sakral. Meskipun dalam peraturan diizinkan untuk menggunakan jalan selain untuk lalu lintas dan sebagian besar penutupan jalan memperoleh izin dari pihak berwenang, namun kepentingan umum tetap yang menjadi utama. Apalagi, penutupan jalan seringkali terjadi secara massal dan terletak di jalan vital antar penghubung antar wilayah yang jika satu wilayah mengalami ketidakaturan maka bisa berimbas ke wilayah lain yang berdekatan. Kondisi ini menunjukkan perlunya penegasan dari penerapan ketentuan hukum yang berlaku agar tetap mengutamakan kelancaran lalu lintas.
Rumusan masalah dalam penelitian ini diharapkan mampu memberi sumbangsih keilmuan tentang (1) Pelaksanaan pengaturan lalu lintas dalam keadaan tertentu dan penggunaan jalan selain untuk kegiatan lalu lintas; (2) Kajian yuridis terhadap implementasi Perkap Nomor 10 Tahun 2012; dan (3) Pengaturan lalu lintas dalam keadaan tertentu dan penggunaan jalan selain untuk kegiatan lalu lintas ditinjau dari perspektif fiqih siyasah.
Metode Penelitian dengan menggunakan penelitian yuridis empiris yaitu menganalisis bagaimana hukum berlaku dan diterapkan dalam kenyataan di masyarakat berdasarkan data empiris yang dikumpulkan melalui wawancara atau observasi langsung terhadap pihak terkait. Sumber data yang diteliti adalah hasil wawancara dengan Polsek Tulungagung Kota, Polsek Kalidawir, Polsek Sumbergenpol, dan Polsek Ngunut, dan studi kepustakaan aturan penutupan jalan. Pendekatan yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa: (1) Pengaturan lalu lintas dalam keadaan tertentu menunjukkan adanya penggunaan jalan untuk kegiatan masyarakat yang mempengaruhi proses mobilitas masyarakat. Penutupan jalan ini dilakukan melalui proses perizinan terlebih dahulu yang dilakukan di Polsek tempat kegiatan itu berlangsung. Namun, ditemukan pula langkah dari Polsek yang melakukan koordinasi dengan instansi lain, seperti Dinas Perhubungan, serta inisiatif sendiri untuk melakukan koordinasi dengan Polsek tetangga jika jalan yang ditutup menjadi jalan penghubung antar wilayah, melalui Insus (Informasi Khusus). Pengaturan ini bertujuan untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas; (2) Secara yuridis, Perkap Nomor 10 Tahun 2012 memiliki dasar hukum kuat sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pengaturan lalu lintas dalam keadaan tertentu
khususnya penggunaan jalan selain untuk lalu lintas di keempat Polsek, prosesnya sudah mengikuti prosedur perizinan yang diatur dalam Perkap Nomor 10 Tahun 2012, meskipun tetap didasarkan pada keadaan di lapangan. Dimana setiap Polsek memiliki perbedaan khusus terhadap cakupan maupun bentuk wilayah yang ditangani; dan (3) Dalam perspektif fiqih siyasah, kebijakan pengaturan lalu lintas dan pemberian izin penutupan jalan dapat dipahami sebagai bentuk usaha pemerintah untuk menjaga kemaslahatan umum. Kebijakan yang telah ditetapkan harus sejalan dengan syariat Islam dan tidak menimbulkan kemudaratan. Dimana Perkap Nomor 10 Tahun 2012, sebagai bagian dari tanggungjawab negara untuk mewujudkan keteraturan dan kemaslahatan publik
THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ SELFASSESSMENT AND LECTURER ASSESSMENT IN MEASURING PRONUNCIATION OF ENGLISH EDUCATION STUDENTS OF UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG 2024/2025
The Thesis entitled “The Correlation Between Students’ Self-Assessment And
Lecturer Assessment in Measuring Pronunciation of English Education Students
of UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung 2024/2025” was written by Herlin
Febriani, Student ID Number 126203212140. 2025, English Education
Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. State Islamic University
(UIN) Sayyid Ali Rahmatullah of Tulungagung, supervised by Muhammad Zen
Masruri, M.Pd
Keyword: Pronunciation Abilities, Self-Assessment, Lecturer Assessment.
Assessment plays an important role in evaluating students' speaking
abilities, especially in pronunciation, where clarity is essential to avoid
misunderstandings. This study involved two variables: students’ self-assessment
scores of their pronunciation abilities as the independent variable (X), and lecturer
assessments as the dependent variable (Y). The aim was to identify whether there
is a the correlation between self-assessment and lecturer assessment in measuring
pronunciation of english education students of UIN Sayyid Ali Rahmatullah
Tulungagung 2024/2025
The research used a quantitative approach with a correlation analysis
technique. The sampling method was purposive sampling, involving 55 students.
Data were collected through recorded pronunciation test. Students were asked to
record a given text and then assess their own pronunciation. These recordings
were then evaluated by a lecturer. The data were analyzed using SPSS 27 and the
Pearson Product-Moment Correlation formula.
The correlation coefficient was 0.410, with a significance level of 0.002.
Since the correlation fell within the 0.400–0.700 range, it was categorized as
moderate. Because the significance value was lower than 0.05, the null hypothesis
(H0) was rejected, and the alternative hypothesis (H1) was accepted. Therefore,
there is a correlation between students’ self-assessment and lecturer assessment in
measuring pronunciation of english education students of UIN Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung 2024/2025
PENGARUH FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DAN SELF-CONTROL TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA PENGGUNA APLIKASI SHOPEE
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Fear Of Missing Out (FoMO) Dan Self-Control Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Pengguna Aplikasi Shopee” ini ditulis oleh Riris Wahyuni, NIM 126308212149, dengan pembimbing Dr. Rizqa Ahmadi., Lc.MA
Kata Kunci: Fear of Missing Out (FoMO), Self-Control, Perilaku Konsumtif, Mahasiswa, Shopee
Fenomena meningkatnya perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa khususnya dalam penggunaan platform belanja online seperti shopee, menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Mahasiswa cenderung melakukan pembelian bukan berdasarkan kebutuhan yang nyata, melainkan karena dorongan emosional. Salah satu pemicu utamanya adalah Fear of Missing Out (FoMO), di mana mereka merasa cemas akan ketinggalan tren atau penawaran menarik. Selain itu, kurangnya kemampuan dalam mengendalikan diri (self-control) juga turut berkontribusi pada perilaku ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh FoMO dan self-control terhadap perilaku konsumtif mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, yang memungkinkan pemilihan responden sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu sebanyak 393 mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang merupakan pengguna aktif aplikasi Shopee. Istrumen penelitian berupa skala Fear of Missing Out (FoMO), skala self-control, dan skala perilaku konsumtif. Seluruh instrumen ini disebarkan secara daring melalui Google Form. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 27.
Hasil penelitian berdasarkan uji t menunjukkan bahwa FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan nilai signifikansi 0,000 dan t hitung > dari t tabel (9,499 > 1,649), serta nilai R Square kontribusi sebesar 51,1%. Sementara itu, self-control nilai signifikansinya adalah 0,000 dan t hitung > dari t tabel (-4,861 > 1,649) sehingga dinyatakan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan kontribusi sebesar 43,2%. Berdasarkan hasil uji F secara simultan, diperoleh signifikansi (sig) sebesar 0,000 F tabel (227,645 > 3,02), sehingga disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan pada FoMO dan self-control terhadap perilaku konsumtif dengan kontribusi sebesar 53,6%. Dengan demikian, variabel Fear Of Missing Out (FoMO) dan self-control memiliki andil untuk menaikkan atau menurunkan perilaku konsumtif. Jadi, perilaku konsumtif dapat mengalami peningkatan dengan adanya Fear Of Missing Out (FoMO), namun dapat diatasi atau diturunkan dengan adanya peningkatan self-control
KONSEP HUMANISME PERSPEKTIF AL-GHAZALI DAN NIETZSCHE
Pada masa Renaissans, para filosof, sastrawan hingga seniman Barat berbondong-bondong mengalihkan minat objektifikasinya kepada persoalan manusia. Hal ini di dorong karena eksistensi gereja saat itu yang dianggap tidak lagi relevan karena bertindak melampuai apa yang harapkan. Kemudian munculah tokoh-tokoh pembaharu yang dengan serius menggarap proyek yang disebut sebagai ‘humanisme’ ini. Barat pada kurun waktu abad ke-19 meledak dengan aforisme yang mengatakan bahwa “Tuhan telah mati”. Seseorang yang mengemukakan itu adalah Nietzsche dengan kekhasan penyampaian yang dianggap keras dan frontal pada waktu itu. Namun jauh sebelum Nietzsche, pada dunia Timur, sudah terlahir pemikir fenomenal bernama Al-Ghazali yang juga menaruh perhatiannya kepada persoalan manusia. Dengan lebih moderat, Al-Ghazali menyatakan pemikiran bahwa manusia mustahil lepas dari Tuhan.
Penelitin ini merumuskan tiga pertanyaan penelitian, pertama adalah bagaimana epistemologi pemikiran humanisme Al-Ghazali?; Kedua, bagaimana epistemologi pemikiran humanisme Nietzsche?, dan yang ketiga adalah bagaimana analisis komparatif antara humanisme Al-Ghazali dan Nietzsche?
Dari pertanyaan penelitian tersebut, peneliti menemukan bahwa Nietzsche mendongkel batas-batas wajar dari pemikiran eropa kebanyakan. Lewat aforismenya “Tuhan Telah Mati” tersebut, ia memberikan landasan epistemologi baru terhadap masa depan humanisme. Menurutnya, manusia harus melepaskan diri belenggu pemikiran-pemikiran yang bersifat absolutisme, termasuk Tuhan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kedudukan manusia agar lebih mandiri dan orisinil dalam menafsirkan persoalan.
Kemudian Al-Ghazali menaruh perhatiannya kepada persoalan manusia yang belakangan disebut sebagi humanisme menggunakan kacamata Tasawuf yang membenamkan diri pada kebesaran dan kekuasaan Tuhan. Namun Al-Ghazali bukanlah tokoh yang totaliter, kaku, dan eskapis. Dia justru memberikan pengertian bahwa menuju Tuhan diperlukan akal atau rasio. Dimana rasio ini harus berdampingan dengan 2 hal lain yakni indera dan hati. Karena menurutnya, mustahil manusia mencapai keluruhan moral hanya membawa rasio yang terbatas.
Persamaan mereka terletak kepada visi ontologis yang meneguhkan martabat manusia. Sedangkan perbedaannya mencolok terlihat pada pendekatan epistemologis yang dibangun. Bahwa Al-Ghazali dengan tasawuf-nya yang menghendaki ketaatan kepada Tuhan, sedang Nietzsche dengan Ubermensch-nya meyakini bahwa manusia mampu menyingkap realitas secara mandiri dan orisinil
AKSESIBILITAS PUSAT PERBELANJAAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS DALAM PERSPEKTIF UNDANG -UNDANG NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS DAN FIQH SIYASAH (Studi Kasus Pusat Perbelanjaan AFA ADA GROSERA di Kabupaten Tulungagung)
Skripsi dengan judul “Aksesibilitas Pusat Perbelanjaan Bagi Penyandang
Disabilitas Dalam Perspektif Undang – Undang Nomor 8 Tahun 2016
Tentang Penyandang Disabilitas Dan Fiqh Siyasah (Studi Kasus Pusat
Perbelanjaan AFA ADA GROSERA di Kabupaten Tulungagung) Reviola
Dyah Wilwatikta NIM. 126103211088, Program Studi Hukum Tata Negara
Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung Pembimbing Muhammad Amiril A'la M.H.
Kata Kunci : Aksesibilitas, Disabilitas, Pusat Perbelanjaan, Fiqih Siyasah
Latar belakang penelitian ini terkait Aksesibilitas yang menjadi hak
fundamental setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, untuk menjalani
kehidupan yang setara dan bermartabat. Di Indonesia, meskipun telah ada
Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, masih banyak
penyandang disabilitas yang menghadapi hambatan dalam mengakses fasilitas
publik, termasuk pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan seharusnya memberikan
fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas, seperti ramp, lift khusus, dan
toilet yang dapat diakses. Namun, banyak pusat perbelanjaan yang belum
memenuhi standar aksesibilitas yang diatur dalam peraturan tersebut. Hal ini
mengakibatkan penyandang disabilitas kesulitan dalam berpartisipasi secara
penuh dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Fokus penelitian dan pertanyaan penelitian dari penelitian ini diantaranya
1) Bagaimana aksesibilitas di pusat perbelanjaan di Kabupaten Tulungagung
bagi penyandang disabilitas? 2) Bagaimana aksesibilitas di pusat perbelanjaan di
Kabupaten Tulungagung dalam perspektif UU Nomor 8 Tahun 2016 Tentang
Penyandang Disabilitas dan Fiqh Siyasah?
Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan aksesibilitas pusat
perbelanjaan di Kabupaten Tulungagung bagi penyandang disabilitas. 2)
Mendeskripsikan aksesibilitas pusat perbelanjaan di Kabupaten Tulungagung
dalam perspektif UU Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas dan
Fiqh Siyasah.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan normatif untuk
menganalisis UU No. 8 Tahun 2016 dan Fiqh Siyasah, serta pendekatan empiris
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis penelitian adalah deskriptif
kualitatif untuk menggambarkan dan menganalisis aksesibilitas di pusat
perbelanjaan Kabupaten Tulungagung. Teknik analisis data meliputi kondensasi,
penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini diantaranya 1) Aksesibilitas di pusat perbelanjaan
Kabupaten Tulungagung masih terbatas, dengan fasilitas seperti ramp dan toilet
aksesibel yang belum sepenuhnya memenuhi standar UU No. 8 Tahun 2016.
Selain itu, kurangnya tanda navigasi dan pelatihan staf menjadi hambatan utama.
2) Aksesibilitas di pusat perbelanjaan Kabupaten Tulungagung belum sepenuhnya
sesuai dengan UU No. 8 Tahun 2016 dan prinsip Fiqh Siyasah. Fasilitas yang ada
masih kurang optimal, dan pengelola belum sepenuhnya memenuhi tanggung
jawab untuk menciptakan lingkungan inklusif bagi penyandang disabilitas
JUAL BELI SAPI BUNTING DENGAN SISTEM MAKELAR DITINJAU DARI FATWA DSN-MUI NOMOR 110/DSN-MUI/IX/2017 TENTANG AKAD JUAL BELI (Studi Kasus pada Jagal Sapi Sehat Rojo Koyo di Desa Tegalrejo Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung)
Skripsi dengan judul “Jual Beli Sapi Bunting dengan Sistem Makelar Ditinjau dari
Fatwa DSN-MUI Nomor 110/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Jual Beli (Studi
Kasuspada Jagal Sapi Sehat Rojo Koyo di Desa Tegalrejo Kecamatan Rejotangan
Kabupaten Tulungagung)”, ini ditulis oleh regitha Farhana Cahyani, NIM.
126101212175 dengan pembimbing Prof. Dr. H. Asrop Syafi’i, M.Ag.
Kata Kunci: Jual Beli, Sapi Bunting, Sistem Makelar, Fatwa DSN-MUI Nomor
110/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Jual Beli.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwasannya jual beli
sapi bunting sangat umum terjadi dikalangan masyarakat. Salah satunya pada Jagal
Sapi Sehat Rojo Koyo yang merupakan pihak ketiga atau makelar, praktik jual beli
sapi bunting masih dilakukan hingga saat ini. Padahal jual beli sapi bunting
termasuk dalam unsur ketidakpastian/ketidakjelasan (gharar) karena janin yang
berada di dalam kandungan induknya belum tentu akan lahir dalam keadaan
normal.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan mengenai praktik
jual beli sapi bunting pada Jagal Sapi Sehat Rojo Koyo di Desa Tegalrejo,
Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung (2) Untuk menganalisis jual beli
ternak sapi bunting dengan sistem makelar pada Jagal Sapi Sehat Rojo Koyo di
Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung (3) Untuk
mengetahui dan menganalisis jual beli sapi bunting dengan sistem makelar ditinjau
dari fatwa DSN-MUI nomor 110/DSN-MUI/IX/2017 tentang akad jual beli pada
Jagal Sapi Sehat Rojo Koyo di Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten
Tulungagung.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan penelitian
kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Desa Tegalrejo Kecamatan Rejotangan
Kabupaten Tulungagung. Sumber data diperoleh dari data primer dan data
sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi
partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi kondensasi data,
penyajian data, dan penarikan verivikasi. Pengecekan keabsahan data
menggunakan uji derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability),
kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) praktik jual beli sapi bunting
pada Jagal Sapi Sehat Rojo Koyo di Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan,
Kabupaten Tulungagung adalah pembeli mendatangi penjual dan memilih sapi
bunting sesuai dengan kriteria pembeli, penawaran harga dan kualitas sapi bunting
tersebut, jika pihak yang terlibat sama-sama setuju, pembeli akan melakukan
pembayaran yang kemudian penjual akan mengantarkan sapi bunting tersebut
sampai dirumah pembeli. (2) jual beli sapi bunting dengan sistem makelar pada
Jagal Sapi Sehat Rojo Koyo di Desa Tegalrejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten
Tulungagung adalah pembeli mendatangi pihak makelar dan meminta makelar
untuk mecarikan sapi bunting sesuai dengan kriteria pembeli. Jika sapi bunting
tersebut sudah didapatkan, maka pihak makelar akan menjembatani penjual dan
pembeli dimana hal tersebut akan menimbulkan suatu kesepakatan. Jika pihak yang terlibat sama-sama setuju, maka pembeli akan membayar dan memberikan komisi
kepada makelar atas bantuan pembelian sapi bunting tersebut. (3) Bahwa
berdasarkan Fatwa DSN-MUI Nomor 110/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Jual
Beli jual beli sapi bunting pada Jagal Sapi Sehat Rojo Koyo telah menerapkan fatwa
tersebut yaitu dengan berpindahnya kepemilikan obyek yang dipertukarkan, sistem
pembayaran (ra’sul mal), dan penyelesaian jika terjadi ketidakpuasan salah satu
pihak. Dalam transparansi harga, Jagal Sapi Sehat Rojo Koyo belum menerapkan
fatwa tersebut, namun jika pihak pembeli meminta transparansi terkait harga sapi
bunting yang akan dibeli, maka pihak Jagal Sapi Sehat Rojo Koyo sesuai dengan
aturan fatwa tersebut mengenai Bai’al-murabahah yaitu transparansi suatu barang
dengan menegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembeli membayarnya
dengan harga yang lebih sebagai laba
IMPLEMENTASI SENI BACA AL-QUR'AN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN PEMAHAMAN AL-QUR'AN PADA PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 1 PRIGI TRENGGALEK
Skripsi dengan judul “Implementasi Seni Baca Al-Qur`an dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Pemahaman Al-Qur`an Peserta Didik di SD Negeri 1 Prigi Trenggalek” ditulis oleh Annisaa Dina Utami NIM 126201213275, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Lailatuzz Zuhriyah, M.Fil.I.
Kata Kunci: Seni baca Al Qur`an, Pemahaman Al-Qur`an, Kemampuan Membaca,
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat anak anak dalam membaca Al-Qur`an dan memahami kandungannya. Tak terkecuali di SD Negeri 1 Prigi ini, secara umum peserta didik ini banyak yang sudah bisa membaca tetapi mungkin banyak yang kurang mengetahui isi kandungan ayat tersebut. Oleh karena itu, pihak sekolah menerapkan seni baca Al-Qur`an sebagai kebijakan untuk dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa dan pemahaman Al-Qur`an siswa. Melalui seni baca Al- Qur`an dengan model pembelajaran berbasis nagham, diharapkan membuat siswa menjadi tertarik untuk belajar membaca dan memahami Al-Qur`an.
Fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana implementasi seni baca Al-Qur`an dalam meningkatkan kemampuan membaca di SD Negeri 1 Prigi?. (2) Bagaimana implementasi seni baca Al-Qur`an dalam meningkatkan pemahaman Al-Qur`an?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendiskripsikan implementasi seni baca Al-Qur`an dalam meningkatkan kemampuan membaca di SD Negeri 1 Prigi ? (2) Untuk mendiskripsikan implementasi seni baca Al Qur`an dalam meningkatkan pemahaman Al- Qur`an.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data penelitian melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data melalui triangulasi metode dan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini adalah: (1) Implementasi seni baca Al-Qur`an dalam meningkatkan kemampuan membaca di SD Negeri 1 Prigi yakni perubahan kegiatan insidental menjadi kegiatan ekstrakurikuler, fasilitas sarana prasarana berupa mushola sekolah dan Al-Qur`an, langkah peningkatan kemampuan membaca Al-Qur`an yakni pembenahan pada makhraj dan tajwid, guru selain membimbing juga memberi motivasi, dan faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Al-Qur`an peserta didik. (2) Implementasi seni baca Al-Qur`an dalam meningkatkan pemahaman Al-Qur`an di SD Negeri 1 Prigi yaitu memberikan penjelasan secara sederhana, diselingi dengan sedikit penjelasan, menyambungkan/ mengaitkan penjelasan ayat dengan materi di kelas/ kehidupan nyata, memberikan pemahaman Al-Qur`an bersumber dari terjemahan Al- Qur`an itu sendiri, memberikan motivasi sebelum dan sesudah mempelajari Al-Qur`an dengan memperbaiki niat
PENGARUH MEDIA MIE PELANGI LUNAK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI LEMBAGA TK AN-NAJIYAH SIDOREJO PONGGOK BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Media Mie Pelangi Lunak Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di Lembaga TK An- Najiyah Sidorejo Ponggok Blitar” ini ditulis oleh Sarifatus Sholihatin Syaifulloh, NIM 126206212041, dengan dosen pembimbing Bapak Dr. Susanto, M. Or.
Kata kunci: Media, Mie Pelangi Lunak, Motorik Halus.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh para guru pendidik di lembaga TK An-Najiyah Sidorejo Ponggok Blitar yang belum menggunakan varian media pembelajaran di karenakan guru sudah terbiasa mengajar menggunakan buku tema. Selain itu, kurangnya tenaga pendidik dan juga kurang adanya media bervariasi yang digunakan di lembaga TK An- Najiyah menjadi salah satu faktor terbatasnya kegiatan pembelajaran. Peneliti menggunakan media mie pelangi lunak yang merupakan permainan sensor motorik dengan menggunakan mie instan yang biasanya di konsumsi, kemudian diubah menjadi media pembelajaran untuk melatih koordinasi mata dan tangan anak untuk membuat berbagai kreativitas dari mie instan tersebut. Mie tersebut akan digunakan sebagai alat bantu pembelajaran yang mudah untuk dimainkan dan berguna untuk merangsang dan juga melatih koordinasi jari jemari tangan dengan mata pada motorik halus anak usia 4-5 tahun di lembaga TK An- Najiyah Sidorejo Ponggok Blitar.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari media mie pelangi lunak terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun di lembaga TK An- Najiyah Sidorejo Ponggok Blitar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental Design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak- anak kelompok usia 4-5 tahun yang berjumlah 20 anak dan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kelas kontrol dan kelas eksperimen. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan alat ukur observasi dan dokumentasi. Analisis data dan uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t-test dan effect size.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh penggunaan media mie pelangi lunak sebesar 29,7% sedangkan sisanya sebesar 70,3% dipengaruhi oleh kegiatan pembelajaran oleh metode yang digunakan guru pendidik yang ada di lembaga. Hal ini menunjukkan bahwa metode menggunakan media mie pelangi lunak termasuk kategori yang kecil. Ini berarti bahwa media mie pelangi lunak memiliki pengaruh yang kecil terhadap kemampuan motorik halus anak. Namun, media mie pelangi lunak juga memiliki beberapa kelebihan, seperti media dapat membuat anak lebih fokus, dapat menarik perhatian anak, meningkatkan daya ingat anak, dan mengembangkan kemampuan koordinasi mata dan juga jari- jari anak. Oleh karena itu, metode dengan mengguakan media mie pelangi lunak dapat dilakukan oleh guru sebagai salah satu kegiatan untuk melatih perkembangan motorik halus anak di kelompok usia 4-5 tahun di lembaga TK An- Najiyah Sidorejo Ponggok Blitar
THE EFFECTIVENESS OF INTERACTIVE READING ALOUD STRATEGY (IRAS) ON STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT MTs AL HUDA BANDUNG
Kiranti, Regina Cucut. NIM 126203212146. 2025. The Effectiveness of Interactive Reading Aloud Strategy on Students’ Reading Comprehension at MTs Al Huda Bandung. Sarjana Thesis. English Education Department. Faculty Tarbiyah and Teacher Training. State Islamic University (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Advisor Emmi Naja, Ph.D
Keywords: Interactive Reading Aloud Strategy (IRAS), Reading Comprehension, Quasi Experimental.
Reading comprehension is a crucial skill for academic success, yet many students struggle with understanding English texts due to traditional, conventional, and less interactive teaching strategy. IRAS is introduced as an alternative strategy that emphasizes active engagement, collaboration, and social interaction between teachers and students before, during, and after reading. The formulation of research question is: How is the effectiveness of interactive reading aloud strategies (IRAS) on students’ reading comprehension skills of 7th grade students of MTs Al Huda Bandung? thus, this research is aim to find out the effectiveness of IRAS on students' reading comprehension of the 7th grade students of MTs Al-Huda Bandung.
This study employs a quasi-experimental design to evaluate differences in students’ reading comprehension levels before and after the implementation of IRAS using two class as experimental group and control group. The population of this study is 111 students of seventh grade students of MTs Al Huda Bandung with a sample 61 students. In taking sample, the researcher uses non-probability sampling with purposive sampling technique. The instrument of this research is pre-test and post-test which to examine reading comprehension. To analyze data, the researcher uses Independent Sample T-test for hypothesis testing
The finding result showed that there is significant different between students who are taught with Interactive Reading Aloud Strategy (IRAS) and student who are not. The result of Independent Sample T test is in the significant value 0,021 which is smaller than significant level 0,05 (0,021<0,05). It means that null hypothesis (H0) is rejected and alternative hypothesis (Ha) is accepted. This means there is a significant effect of using (IRAS) towards students. As final point, IRAS can be used as alternative strategy for student reading comprehension.
This study has limitations because it is conducted in Islamic Boarding School environment that has different characteristics from formal schools in general. One notable difference is the classroom setting, where each class consists of students of a single gender. This unique classroom composition may influence the effectiveness of the strategy implemented, and thus, the findings should be interpreted with caution. Future researchers are encouraged to expand the scope of the study, including different educational settings, to allow for broader generalization of the results