23526 research outputs found
Sort by
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS VIII MTSN 1 KOTA BLITAR
ABSTRAK
Asna Azizatur Rohmah, 126211202040, “Analisis Kemampuan
Pemecahan Masalah Fisika Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII MTsN 1
Kota Blitar” Skripsi, Program Studi Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung,
Pembimbing Nani Sunarmi, S.Si., M.Sc.
Kata Kunci: Pemecahan Masalah, Gaya Belajar, Tahap Polya
Kemampuan pemecahan masalah fisika menjadi salah satu fokus pada
proses pembelajaran fisika di MTsN 1 Kota Blitar. Peneliti menemukan bahwa
masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal fisika
mulai dari menganalisis dan mengevaluasi soal. Salah satu cara agar peserta didik
dapat memecahkan masalah fisika dengan baik adalah dengan memberikan
keleluasan kepada peserta didik dalam mengeksplor gaya belajar masing-masing.
Dengan begitu nantinya akan terlihat bagaimana kemampuan pemecahan masalah
yang dimiliki dari setiap gaya belajar siswa mulai dari gaya belajar visual,
auditorial, dan kinestetik dengan menerapkan kemampuan pemecahan masalah
dengan tahapan polya, mulai dari memahami masalah, membuat perencanaan,
melaksanakan rancangan, dan menarik kesimpulan.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan
data yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisa. Dan jenis
penelitian yang digunakan adalah fenomenologi, dimana peneliti murni lebih
terpusat pada penggambaran (deskripsi) daripada penjelasan atas semua hal, akan
tetapi tetap terpusat sudut pandang yang bebas dari hipotesis ataupun praduga.
Adapun subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas VIII G yang nantinya diambil
6 orang untuk dikaji lebih lanjut terkait kemampuan pemecahan masalah yang
dimiliki. Data yang diperoleh merupakan data hasil tes dan wawancara. Analisis
dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarka hasil yang diperoleh, disimpulkan bahwa siswa dengan gaya belajar
visual mampu memenuhi keempat tahap polya mulai dari memahami masalahxv
(P1) dengan membaca soal berkali-kali didalam hati, merencanakan pemecahan
(P2) dengan menuliskan rumus dengan baik, menyelesaikan masalah (P3) dengan
benar, dan memeriksa kembali (P4) pada setiap apa yang dikerjakan meski
terkadang lupa belum memberikan kesimpulan. Siswa dengan gaya belajar
auditori, Siswa 1 memenuhi tahapan polya mulai dari merencanakan pemecahan
(P2) dan menyelesaikan masalah (P3). Dan untuk Siswa 2 mampu memenuhi
tahapan mulai dari memahami masalah (P1), merencanakan pemecahan (P2),
menyelesaikan masalah (P3) meskipun kurang sempurna. Siswa dengan gaya
belajar auditori sama-sama memahami masalah dengan membaca sedikit keras
agar dapat didengarkan sendiri dan cenderung lebih suka menyelesaikan masalah
dengan berdiskusi. Siswa dengan gaya belajar kinestetik mampu memenuhi 3
tahapan polya mulai dari memahami masalah (P1) bersamaan dengan melakukan
gerakan yang aktif seperti mengetuk bolpoin dimeja atau berjalan-jalan didalam
kelas, merencanakan pemecahan masalah (P2) yang terkadang bisa kadang juga
tidak, menyelesaikan masalah (P3) dengan aktif bergerak
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS XI PADA MATERI KOLOID
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas XI pada Materi Koloid” ini ditulis oleh Ratna Kumalasari, NIM. 126212211026, dengan pembimbing Ali Amirul Mu’minin, M.Pd.
Kata Kunci: Model Project Based Learning, Literasi Sains, Koloid.
Rendahnya tingkat kemampuan literasi sains siswa dapat memberikan dampak negatif dalam proses pembelajaran, terutama dalam memahami materi. Kesulitan dalam pemahaman materi juga menunjukan perlunya model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Model Project Based Learning (PjBL) dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kemampuan literasi sains siswa dengan menghubungkan informasi dan penyelesaian masalah melalui proyek yang sesuai dengan kehidupan nyata. Tujuan dalam penelitian ini yaitu 1) untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) pada kemampuan literasi sains siswa kelas XI dalam materi koloid; 2) untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model Project Based Learning (PjBL) dalam materi koloid; 3) untuk mendeskripsikan profil kemampuan literasi sains siswa dalam materi koloid.
Penelitian ini mengunakan metode pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi eksperimental design yaitu Non-equivalent control group design, dengan populasi penelitian dari peserta didik kelas XI peminatan IPA yang berjumlah 175. Sampel pada penelitain ini yaitu siswa kelas XI A dan XI B yang diperoleh melalui Non-Probability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Instrument yang digunakan berupa soal tes dan angket respon siswa untuk memperoleh data kemampuan literasi sains siswa dan respon siswa terhadap penerapan model Project Based Learning (PjBL), dengan teknik analisis data berupa statistika deskriptif dan statistika non-parametrik pada uji Mann-Whitney.
Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa: 1) Ada pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas XI pada materi koloid didasarkan hasil uji statistik Mann-Whitney memiliki Asymp. Sig. (2-tailed) ≤ 0,05 yaitu, 0,007 dan rata-rata nilai post-test siswa lebih besar dibandingkan dengan nilai pre-test siswa 2) Berdasarkan profil kemampuan literasi menunjukan presentase tertinggi hasil kemampuan literasi sains terdapat pada indikator fenomena ilmiah dalam aspek literasi pengetahuan dengan presentase kelas kontrol sebesar 82% dan kelas eksperimen sebesar 92%. 3) Berdasarkan hasil angket respon siswa, menunjukan respon positif terhadap penerapan model Project Based Learning (PjBL) dan penerapan model Project Based Learning (PjBL) mampu meningkatkan pemahaman siswa dan keberanian siswa dalam menanggapi pendapat teman, serta terlihat aktif dalam pembelajaran
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH TERHADAP KINERJA GURU DI MI AL HUDA REJOWINANGUN TRENGGALEK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah terhadap Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Al Huda Rejowinangun” ini ditulis oleh Nuzulul Kurniawati, NIM 126207213147, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Dr. Nita Agustina Nurlaila Eka Erfiana, M.Pd.
Kata Kunci: Kepemimpinan, Kepala Madrasah, Kinerja Guru
Kepemimpinan kepala madrasah adalah kemampuan kepala madrasah untuk mengoptimalkan seluruh personel madrasah untuk mencapai tujuan pendidikan sehingga menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas. Kualitas lembaga pendidikan ditunjukkan melalui kinerja guru yang optimal. Kepemimpinan kepala madrasah berperan penting terhadap kinerja guru. Kinerja guru merupakan wujud keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Adakah pengaruh kepemimpinan kepala madrasah terhadap kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Al Huda Rejowinangun? (2) Seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala madrasah terhadap kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Al Huda Rejowinangun?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, di mana seluruh populasi yang ada dalam penelitian dijadikan sampel yakni 32 sampel. Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah uji-t sebagai pengujian hipotesis dengan bantuan program SPSS 27.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala madrasah terhadap kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Al Huda Rejowinangun dengan taraf signifikansi 0.05 diperoleh nilai sebesar 0.000 ttabel 2.040. (2) Besaran pengaruh kepemimpinan kepala madrasah terhadap kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Al Huda Rejowinangun dibuktikan dari besarnya nilai R Square sebesar 0.631 atau 63.1%, sehingga menunjukkan bahwa besaran pengaruh kepemimpinan kepala madrasah terhadap kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Al Huda Rejowinangun sebesar 63.1% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain di luar penelitian ini
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENGGUNAAN MOBIL BARANG YANG MENGANGKUT ORANG DI KABUPATEN TRENGGALEK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN (Studi Kasus Di Satuan Lalu Lintas Polres Kabupaten Trenggalek)
Skripsi dengan judul “Penegakan Hukum Terhadap Penggunaan Mobil Barang yang
Mengangkut Orang di Kabupaten Trenggalek Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Studi Kasus
di Satuan Lalu Lintas Polres Kabupaten Trenggalek)”ini disusun oleh Astika
Amalia Perdan dengan NIM. 126103212172, Pembimbing Dr. Syamsul
Umam S.H.I., M.H.
Kata Kunci : Penegakan Hukum, Penggunaan Mobil Barang yang Mengangkut Orang,
Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009.
Penelitian ini dilatar belakangi dengan masih maraknya penggunaan mobil
barang untuk mengangkut orang di Kabupaten Trenggalek, padahal dalam peraturan
Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tertera
bahwasanya penggunaan mobil barang tidak diperbolehkan untuk mengangkut orang,
sehingga hal ini menjadi dasar dari peneliti tentang bagaiamana penegakan hukum
terhadap penggunaan mobil barang untuk mengangkut orang.
Rumusan Masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Apa saja
faktor-faktor masyarakat Kabupaten Trenggalek menggunakan mobil barang untuk
mengangkut orang? 2) Bagaimana upaya penanganan Kepolisan Kabupaten Trenggalek
dalam menanggulangi penggunaan mobil barang untuk mengangkut orang ?
Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif
yuridis-empiris dan jenis pendekatanya deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data
yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi dan dokumentasi.
Sedangkan analisis data yang digunakan tahapan pengumpulan data, pengolahan data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah 1)
Faktor-faktor Masyarakat Kabupaten Trenggalek Menggunakan Mobil Barang Untuk
Mengangkut Orang yang pertama dipengaruhi oleh faktor dari masyarakat yaitu terutama
di pedasaan yang sudah kebiasaan menggunakan mobil barang untuk mengangkut orng
sekaligus saat kepasar maupun hajatan. Kenapa tidak menggunakan kendaraan yang lain
seperti elf karena kendaraan seperti elf dianggap kurang bisa untuk mengangkut barang
dalam jumlah yang banyak dari pasar. Faktor yang lainya yaitu dari intansi penegak
hukum, Satlantas Polres Trenggalek masih memiliki rasa kamanusiaan yang
menumbuhkan simpati terhadap masyarakat.. Keterbatasan sosialisasi juga merupakan
salah satu faktor, karena sosialisasi Dinas Perhubungan hanya saat pengujian kendararaan
6 bulan sekali dan hanya ditempeli stiker “Dilarang Mengangkut Orang” kurangnya
anggaran sosialiosasi tidak bisa mencakup sampai desa-desa. 2) Upaya penanganan
Kepolisan Kabupaten Trenggalek Dalam Menanggulangi penggunaan Mobil Barang
Untuk Mengangkut Orang dengan cara sosialisasi ke pasar-pasar terutama sopir pick up
dengan diadakanya peringatan dan teguran sebanyak satu sampai dua kali lalu akan
ditindak lanjuti dengan tegas sesuai dengan Pasal 303 UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pihak Dinas perhubungan juga melakukan sosialisasi
tapi hanya 6 bulan sekali saat pengecekan ijin berkala, namun keefektifitasan penegakan
hukum masih terkendala oleh faktor budaya masyarakat, dan pertimbangan kemanusian
pada intansi penegak hukum maupun keterbatasan anggaran untuk sosialisasi. Penilangan yang dilakukan juga tidak langsung melainkan diberlakukanya teguran satu sampai dua
kali, hal ini membuktikan kurang tegasnya penegakan hukum. Maka diperlukanya
kebijakan sosialisasi yang lebih giat dan untuk intansi penegaak hukum lebih tegas dalam
menangani pelanggaran hukum yang terjadi, karena hukum tidak akan efektif jika
masyarakat kurang akan kesadaran hukum
IMPLEMENTASI PASAL 14E PERMA NO.1 TAHUN 2016 TENTANG METODE KAUKUS DALAM PROSES MEDIASI UNTUK MENYELESAIKAN PERKARA PERCERAIAN (Studi Kasus di Pengadilan Agama 1A Kabupaten Blitar)
Skripsi dengan judul “Implementasi Pasal 14E Perma No.1 Tahun 2016 Tentang Metode Kaukus Dalam Proses Mediasi Untuk Menyelesaikan Perkara Perceraian (Studi Kasus Di Pengadilan Agama 1A Kabupaten Blitar)” ini ditulis oleh Mochammad ‘Arif Faizin Daroini, NIM. 126102211056, dengan pembimbing Drs. Mashuri, M.H.I.,
Kata Kunci: Mediasi, Metode Kaukus, PERMA No. 1 Tahun 2016, Perceraian, Pengadilan Agama.
Tingginya angka perceraian di Indonesia mencerminkan kompleksitas permasalahan rumah tangga yang tidak selalu dapat diselesaikan melalui jalur hukum formal. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme penyelesaian sengketa yang tidak hanya mengedepankan kecepatan dan efisiensi, tetapi juga mampu menjaga hubungan baik antar pihak yang bersengketa, terutama dalam konteks keluarga. Salah satu alternatif yang dinilai relevan dan humanis adalah mediasi, yakni suatu proses penyelesaian sengketa secara non-litigasi yang bertujuan mencapai kesepakatan damai melalui dialog yang difasilitasi oleh pihak ketiga yang netral, yaitu mediator. Dalam praktiknya, terdapat berbagai teknik mediasi yang digunakan untuk menciptakan ruang dialog yang efektif, salah satunya adalah metode kaukus yaitu pertemuan terpisah antara mediator dengan salah satu pihak yang bertujuan untuk menggali informasi secara lebih mendalam, membangun kepercayaan, serta mengidentifikasi kepentingan tersembunyi dari masing-masing pihak. Dasar hukum pelaksanaan metode ini secara eksplisit diatur dalam Pasal 14E PERMA No. 1 Tahun 2016, yang memberikan legitimasi yuridis terhadap penerapannya dalam proses mediasi perkara perceraian, termasuk di lingkungan peradilan agama.
Berangkat dari pentingnya metode kaukus dalam konteks mediasi perkara perceraian, penelitian ini merumuskan dua fokus utama: Pertama, bagaimana implementasi hukum Pasal 14E PERMA No. 1 Tahun 2016 terkait metode kaukus dalam proses mediasi; dan Kedua, bagaimana prosedur pelaksanaan metode kaukus di Pengadilan Agama Kelas 1A Kabupaten Blitar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik pelaksanaan metode kaukus dalam penyelesaian sengketa perceraian, serta mengevaluasi efektivitas metode tersebut dalam menjembatani konflik dan membangun kesepakatan yang berkeadilan bagi kedua belah pihak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yuridis empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mediator non-hakim yang terlibat langsung dalam proses mediasi, observasi terhadap jalannya mediasi di Pengadilan Agama Kelas 1A Kabupaten Blitar, serta dokumentasi terhadap regulasi, dokumen perkara, dan laporan mediasi yang relevan. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan pertimbangan bahwa Pengadilan Agama Blitar termasuk aktif dalam menerapkan metode kaukus sebagai strategi dalam proses mediasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode kaukus telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pasal 14E PERMA No. 1 Tahun 2016 dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperlancar proses komunikasi antara pihak yang bersengketa, khususnya dalam perkara perceraian yang sarat dengan muatan emosional. Melalui pertemuan terpisah, mediator dapat menggali informasi secara lebih mendalam, mengurangi ketegangan, serta menjembatani ketidakseimbangan relasi antara pihak. Meskipun demikian, efektivitas metode ini masih menghadapi beberapa kendala, seperti kurangnya pemahaman para pihak terhadap fungsi mediasi, sikap tertutup pihak yang bersengketa, keterbatasan sarana prasarana, dan minimnya pelatihan teknis bagi mediator. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan kapasitas mediator melalui pelatihan berkelanjutan, serta dukungan kelembagaan dalam bentuk kebijakan dan fasilitas pendukung guna mengoptimalkan penerapan metode kaukus. Dengan demikian, implementasi Pasal 14E PERMA No. 1 Tahun 2016 tidak hanya menjadi instrumen formal, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi sistem penyelesaian sengketa yang lebih responsif, partisipatif, dan berkeadilan
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF SCRATCH BERBASIS WEBSITE PADA MATERI GERAK LURUS BERATURAN (GLB) KELAS XI DI SMAN 1 GONDANG TULUNGAGUNG
Kata Kunci: Media Pembelajaran, Scratch, Website, Gerak Lurus Beraturan (GLB), ADDIE.
Media pembelajaran berfungsi sebagai sarana yang memberikan pengalaman visual kepada peserta didik untuk meningkatkan pemahaman konsep. Pada pelajaran fisika banyak konsep, rumus, dan teori, dibutuhkan media yang dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan tidak monoton. Berdasarkan hasil analisis masalah, wawancara, dan observasi di SMAN 1 Gondang Tulungagung, diketahui bahwa keterbatasan lcd proyektor menyebabkan guru jarang menggunakan media interaktif, sehingga pembelajaran lebih berpusat pada LKS dan berorientasi pada teacher centered. Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa siswa memerlukan media pembelajaran yang inovatif. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan media pembelajaran Scratch berbasis website pada materi Gerak Lurus Beraturan (GLB).
Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Dilakukan dengan dua tahapan penelitian. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov, Homogenitas dengan uji Levene’s, uji t dengan independent sample t-test, dan uji efektivitas menggunakan effect size Cohen’s d dengan skala interpretasi kecil, sedang, besar, dan sangat besar.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Proses pengembangan produk terdiri dari pengumpulan data, perancangan, pengembangan, penelitian tahap I, revisi tahap I, penelitian tahap II, dan penyempurnaan produk. (2) Hasil validasi dari dua ahli media menunjukkan kategori sangat valid dengan rata-rata 94,7%, dan dari dua ahli materi dengan rata-rata 88,4%. (3) Uji kepraktisan yang dilakukan pada 36 siswa kelas XII-10 menghasilkan rata-rata 87%, yang menunjukkan kategori sangat praktis. (4) Hasil uji efektivitas produk menggunakan Effect Size Cohen’s d mendapatkan skor 0,berada perbedaan rata-rata pemahaman konsep antara kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan penerapan media pembelajaran interaktif Scratch berbasis website pada materi Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan kelas control yang tidak mendapatkan perlakuan, berdasarkan hasil uji independent sample t-test. Diperoleh hasil sig.(2-tailed) sebesar 0,019 yang mana 0,019<0,05 yang berarti H_0 ditolak.
Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan ini adalah bahwa media pembelajaran Scratch berbasis website untuk materi GLB berhasil dikembangkan melalui tahapan ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ini layak, menarik, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik
ANALISIS PENEGAKAN HUKUM OLEH BADAN PENGAWAS PEMILU TRENGGALEK TERHADAP PEMILIH ILEGAL PADA PEMILU 2024 BERDASARKAN PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Kabupaten Trenggalek)
Skripsi dengan judul “Analisis Penegakan Hukum oleh Badan
Pengawas Pemilu Trenggalek terhadap Pemilih Ilegal
pada Pemilu 2024 Berdasarkan Perspektif Hukum Positif
dan Hukum Islam (Studi Kasus di Kabupaten
Trenggalek)” yang ditulis oleh Yusuf Habillah dengan NIM
126103213321, Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas
Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung, dengan Dosen Pembimbing
Bapak Dr. Syahril Siddik, M.A.
Kata Kunci: Bawaslu, Pemilih Ilegal, Pemilu, Daftar Pemilih
Tetap
Penelitian ini dilatar belakangi oleh temuan pemilih
illegal di TPS 17 Kelurahan Sumbergedong Kabupaten
Trenggalek oleh Bawaslu Kabupaten Trenggalek pada Pemilu
2024 yang mana hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan
pada Undang-Undang Pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis bagaimana penegakan hukum oleh Bawaslu
Kabupaten Trenggalek dalam menangani temuan pemilih
ilegal tersebut. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk
menggali lebih dalam landasan hukum yang digunakan
terhadap pemilih ilegal dalam perspektif hukum positif dan
hukum Islam.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan
data dilakukan dengan melalui observasi, wawancara dengan
pihak-pihak terkait terutama Bawaslu Kabupaten Trenggalek,
serta dengan dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, yang bertujuan
untuk memberikan gambaran yang mendalam tentang
kewenangan Bawaslu Kabupaten Trenggalek dalam
menangani temuan pemilih ilegal pada Pemilu 2024.
Hasil temuan penelitian ini adalah Bawaslu Kabupaten
Trenggalek yang mendapati laporan adanya pelanggaran
xxv
administratif yang ditemukan oleh pengawas TPS yang
bertugas pada TPS 17 Kelurahan Sumbergedong. Kesalahan
tersebut disebabkan oleh 2 sisi yakni kesalahan yang
disebabkan oleh 4 orang warga Sulawesi Selatan yang tidak
memiliki atau tidak berhak menyalurkan hak pilihnya pada
TPS 17 Kelurahan Sumbergedong karena tidak mengurus
surat pindah memilih. Dari sisi lain, kesalahan ini juga
disebabkan karena kurang pahamnya petugas Kelompok
Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 17 Kelurahan
Sumbergedong dalam menentukan jenis pemilih yang
seharusnya keempat orang tersebut tidak memiliki hak pilih
justru dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih Khusus, lebih
parahnya juga mendapat surat suara yang lengkap sehingga
memenuhi kriteria untuk dilaksanakannya Pemungutan Suara
Ulang (PSU). Dalam menangani hal ini, Bawaslu Kabupaten
Trenggalek menindak terhadap prosesnya bukan terhadap
perorangan dalam hal ini Petugas KPPS. Namun apabila
ditemukan kesengajaan dari oknum/perseorangan, maka
Bawaslu dapat memberikan sanksi hukum. Dalam
penelitiannya penulis juga menganalisis landasan hukum yang
digunakan terhadap pemilih ilegal dalam perspektif hukum
positif dan hukum Islam. Dalam mengatasi temuan pemilih
ilegal, upaya penegakan hukum yang dapat dilakukan
Bawaslu Kabupaten Trenggalek memiliki landasan hukum
yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017
tentang Pemilihan Umum. Selanjutnya dalam perspektif
hukum Islam, peran Bawaslu sebagai pengawasan diistilahkan
sebagai Wilayatul Hisbah yang termasuk dalam Hukum
Syariah, yang mana pengawasan oleh negara untuk menjaga
moralitas publik dan mencegah penyimpangan yang
merugikan masyaraka
THE EFFECT OF USING SPINNING QUESTION MEDIA ON STUDENTS' LEARNING OUTCOMES IN WRITING RECOUNT TEXT FOR 8TH GRADERS AT SMPN 1 NGANTRU TULUNGAGUNG
Nadia Amalia Sholikah (126203211052). The Effect of Using Spinning Question Media on Students’ Learning Outcomes in Writing Recount Text for 8th Graders at SMPN 1 Ngantru Tulungagung. Thesis. English Education Department. Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. State Islamic University of Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Writing is one of the essential aspects of language mastery and plays a significant role in the success of learning English. To improve students’ writing skills, it is important to provide interesting and creative learning materials so that students remain active, motivated, and engaged in the learning process. One of the learning media that can be used is Spinning Question Media, an interactive spinning wheel that contains five questions related to recount text material. This media encourages active student participation, improves writing and quick-thinking skills, creates a fun and dynamic classroom atmosphere, reduces writing anxiety, and offers a more student centered learning experience. The research question in this study “Is Spinning Question Media effective in improving students’ learning outcomes in writing recount texts at SMPN 1 Ngantru Tulungagung?” This study aims to determine the effectiveness of this media and identify any challenges during its implementation.
This research used a quantitative approach with a pre-experimental design. The population consisted of all eighth-grade students at SMPN 1 Ngantru Tulungagung, and the sample was class VIII-J with a total of 34 students. The data were collected using pre-tests and post-tests to measure students' writing abilities before and after the use of Spinning Question Media. The data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test with the SPSS version 25.
The results showed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that the null hypothesis (H₀) was rejected and the alternative hypothesis (Hₐ) was accepted. This means there was a significant difference between the pre-test and post-test results. The average post-test score was 75.15, which was higher than the average pre-test score of 58.97. This indicates an improvement in students’ writing abilities after being taught using the Spinning Question Media.
Based on these findings, it can be concluded that the use of Spinning Question Media has a significant and positive effect on improving students' writing skills in recount texts. Additionally, this media creates a more active and enjoyable learning environment and helps students become more engaged in the writing process
OPTIMALISASI FASILITAS WISATA UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN WISATAWAN DI DESTINASI WISATA WATERPARK SPLASH
Skripsi dengan judul “Optimalisasi Fasilitas Wisata untuk Meningkatkan Kepuasan Wisatawan di Destinasi Wisata Waterpark Splash” ini ditulis oleh Celina Nensi Ferlia, NIM 126407211004, dengan pembimbing Siswahyudianto, M.M.
Kata Kunci: Optimalisasi, Fasilitas Wisata, Kepuasan Wisatawan.
Konteks dalam penelitian ini didasari oleh pariwisata yang pada saat ini merupakan suatu hal yang digunakan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan mutlak manusia dalam berwisata, baik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan wisata (wisatawan) maupun masyarakat sekitar daerah tujuan wisata. Dengan bertambahnya keinginan dan kebutuhan berwisata tersebut, maka keberadaan fasilitas wisata menjadi sangatlah penting. Dalam menyediakan fasilitas wisata, tentunya harus tetap memperhatikan fungsi dan kegunaannya secara maksimal agar dapat memenuhi kebutuhan wisatawan serta memberikan kepuasan bagi wisatawan.
Untuk mendalami hal tersebut, peneliti merumuskan fokus penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimana potensi destinasi wisata Waterpark Splash; (2) Bagaimana upaya optimalisasi fasilitas wisata di destinasi wisata Waterpark Splash; dan (3) Bagaimana kontribusi optimalisasi fasilitas wisata dalam meningkatkan kepuasan wisatawan di destinasi wisata Waterpark Splash.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Miles, Huberman dan Saldana yaitu data collection/pengumpulan data, data condentation/kondensasi data, data display/penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/verifying).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Destinasi wisata Waterpark Splash memiliki potensi yang sangat menjanjikan dalam pengembangan pariwisata lokal. Hal ini ditunjukkan melalui pemanfaatan sumber daya yang memadai, kemudahan akses menuju lokasi wisata, keunikan atraksi yang menjadi daya tarik utama, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung kenyamanan wisatawan. (2) Upaya pengelola destinasi wisata Waterpark Splash dalam mengoptimalkan fasilitas wisata yakni dengan melakukan pemeliharaan rutin, tanggapan cepat terhadap kerusakan dan penyediaan sistem pelaporan, baik dari karyawan maupun wisatawan dalam memberikan informasi terkait fasilitas yang perlu diperbaiki. (3) Dalam upaya optimalisasi fasilitas wisata di destinasi wisata Waterpark Splash tentunya meningkatkan kepuasan kepada wisatawan. Fasilitas yang bersih, lengkap, dan fungsional mampu memberikan kenyamanan serta memenuhi harapan wisatawan, sehingga kepuasan dapat berujung pada loyalitas, seperti keinginan untuk kembali berkunjung dan merekomendasikan destinasi ini kepada orang lain
STRATEGI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL QUR’AN PADA SISWA SMAN 1 KALIDAWIR TULUNGAGUNG
Skripsi ini ditulis oleh Ahmad Faisal Haq, 126201212132. Strategi Guru PAI dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al qur’an pada Siswa SMAN 1 Kalidawir Tulungagung. Skripsi. Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing: Bapak Dr. H Khoirul Anam, M.Pd.I.
Kata Kunci: Strategi Guru PAI, Kemampuan Membaca Al Qur’an.
Penelitian ini didasarkan pada konteks dilokasi penelitian tentang strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca al qur’an pada siswa. Kesulitan pengajaran al qur’an bagi anak-anak merupakan hal yang lumrah seperti tidak lancar,tidak fasih. Kesulitan itu disebabkan oleh pemahaman ilmu tajwid yang masih kurang sehingga membuat mereka kesulitan membaca. Oleh karena itu guru PAI perlu menerapkan strategi untuk meningkatkan kemampuan membaca al qur’an pada siswa agar mereka tidak kesulitan lagi dalam membac al qur’an.
Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan metode guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca al qur’an pada siswa SMAN 1 Kalidawir Tulungagung. 2) untuk mendeskripsikan teknik guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca al qur’an pada siswa SMAN 1 Kalidawir Tulungagung. 3) untuk mendeskripsikan taktik guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca al qur’an pada siswa SMAN 1 Kalidawir Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diambil dari guru PAI, Waka Kurikulum dan siswa SMAN 1 Kalidawir Tulungagung. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan kondensasi data, enyajian data dan penariakn kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik , Ketekunan atau Keajegan Pengamatan, Perpanjangan keikutsertaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Metode guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca al qur’an pada siswa SMAN 1 Kalidawir Tulungagung adalah menggunakan berbagai metode, tetapi yang paling sering digunakan adalah metode talaqqi dimana guru membacakan ayat terlebih dahulu kemudian meminta siswa untuk maju dua-dua. 2) Teknik guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca al qur’an pada siswa SMAN 1 Kalidawir Tulungagung adalah menggunakan beberapa tektik seperti Simak dan Tiru (Istima' wa Taqleed) dimana Guru membaca satu ayat atau potongan ayat, lalu murid menyimak dan menirukan. Kemudian ada Perbaikan Langsung (Tashhih Qira’ah) Jika murid melakukan kesalahan, guru langsung membetulkannya secara lisan saat itu juga. Ada juga Pengulangan Ayat (Takrar) dimana ayat yang sama diulang beberapa kali sampai murid benar-benar menguasainya. Ada juga bacaan bergantian (Qira’ah Tanaubiyah) disini murid dan guru membaca secara bergantian, ayat demi ayat. Dan yang terakhir ada muroja’ah murid mengulang kembali ayat-ayat yang telah dipelajari sebelumnya untuk memperkuat hafalan dan bacaan. Teknik ini terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas bacaan, meningkatkan hafalan, memahami tajwid, dan menumbuhkan keberanian siswa untuk membaca di depan kelas. 3) Taktik guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca al qur’an pada siswa SMAN 1 Kalidawir Tulungagung adalah membangun kedekatan emosional guru menciptakan suasana yang nyaman agar murid tidak merasa tertekan saat membaca. menggunakan nada dan irama yang menarik guru membaca dengan lagu (nagham) tertentu untuk menarik perhatian dan memudahkan murid menirukan. pemberian motivasi harian guru memberikan motivasi atau pujian untuk meningkatkan semangat belajar murid. menetapkan target harian setiap murid diberi target bacaan harian yang sesuai kemampuan masing-masing. Taktik ini mendorong siswa untuk lebih bersemangat belajar membaca al qur’an dan menumbuhkan rasa cinta terhadap al qur’an. Dukungan dari sekolah juga turut memperkuat proses ini, seperti melalui program BTQ setiap Jumat pagi