Institut National de la Recherche Scientifique

Espace INRS
Not a member yet
    23526 research outputs found

    DISKRESI HAKIM PADA PERKARA PEREMPUAN BERHADAPAN DENGAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF KEADILAN (Studi Kasus di Pengadilan Agama Malang Raya dan di wilayah Kediri)

    No full text
    Lailatul Nikmah, NIM 1880509230012 “Diskresi Hakim pada Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum dalam Perspektif Keadilan (Studi Kasus di Pengadilan Agama Malang Raya dan di wilayah Kediri)”. Prodi Hukum Keluarga Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2026, Pembimbing: Dr. Zulfatun Ni’mah, S.H.I., M.Hum. dan Dr. Rohmawati, M.A Kata Kunci: Diskresi, Perempuan Berhadapan dengan Hukum, Keadilan. Data Komnas Perempuan menunjukkan tingginya angka perceraian dan kekerasan berbasis gender yang dialami perempuan, baik dalam ranah personal maupun negara, yang dipengaruhi oleh faktor struktural seperti budaya patriarki, ketimpangan gender, serta keterbatasan akses perempuan terhadap keadilan, sehingga menempatkan perempuan sebagai kelompok rentan dalam sistem hukum. Dalam konteks tersebut, Mahkamah Agung menerbitkan Perma Nomor 3 Tahun 2017 sebagai pedoman untuk menjamin perlindungan, kesetaraan, dan nondiskriminasi terhadap perempuan berhadapan dengan hukum, sekaligus menegaskan peran hakim khususnya di lingkungan Peradilan Agama Malang Raya dan di wilayah Kediri dalam mewujudkan keadilan yang responsif terhadap kondisi sosial dan pengalaman perempuan. Fokus dan pertanyaan penelitian ini adalah: 1) Bagaimana diskresi hakim pada perkara perempuan berhadapan dengan hukum di Pengadilan Agama Malang Raya dan di wilayah Kediri?; dan 2) Bagaimana diskresi hakim pada perkara perempuan berhadapan dengan hukum dalam perspektif keadilan? Metode penelitian yang digunakan adalah empiris atau studi sosiolegal dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara terstrukruk dengan hakim, dan analisis putusan di Pengadilan Agama Kota Malang, Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang; dengan data primer, berupa: informasi tentang diskresi hakim terhadap perempuan oleh informan dan data sekunder berupa: buku atau literatur, jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu dan website Pengadilan Agama Kota Malang, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, dan Kabupaten Malang dianalisis dengan menggunakan teori keadilan John Rawls dan konsep keadilan hakiki Nur Rofiah melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Diskresi hakim di Pengadilan Agama Malang Raya dan wilayah Kediri dilaksanakan melalui penggunaan kewenangan ex officio dalam perkara cerai talak, cerai gugat, dan permohonan izin poligami seperti pembebanan nafkah iddah, mut’ah, nafkah madhliyah, dan nafkah anak, meskipun tidak secara eksplisit dimohonkan oleh Perempuan; dan 2) Penggunaan diskresi ini mencerminkan prinsip justice as fairness oleh John Rawls serta penafsiran hukum yang responsif terhadap pengalaman biologis dan sosial perempuan sebagaimana dikemukakan oleh Nur Rofiah

    فعالية استخدام الأفلام الكرتونية باللغة العربية في إتقان المفردات لدى طلاب الصف السابع بالمدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 2 بليتار

    No full text
    البحث العلمي تحت العنوان ”فعالية استخدام أفلام الكرتونية باللغة العربية في إتقان المفردات لدى طلاب الصف السابع في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 2 بليتار“، كتبته صفيا رحماوتى، رقم القيد 126202211029، قسم التعليم اللغة العربية، كلية التربية والعلوم التعليمية، جامعة السيّد علي رحمة الله الإسلامية الحكومية تولونج أجونج، تحت المشرف معروف إيكو جاهيونو، الماجستير. الكلمات الأساسية: أفلام الكرتوني باللغة العربية، إتقان المفردات، تعليم اللغة العربية هذا البحث مدفوع بحقيقة أن تعلم اللغة العربية التقليدية لا يزال يعتبر صعبًا بالنسبة للطلاب بالمدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 2 بليتار. غالبًا ما تعتبر اللغة العربية صعبة بسبب الاختلافات الملحوظة في القواعد النحوية والمفردات ونظام الكتابة مقارنة باللغة الإندونيسية. نظرًا لأن الطلاب غالبًا ما يجدون صعوبة في تعلم اللغة العربية، هناك حاجة إلى وسائل واستراتيجيات وأساليب وتقنيات متنوعة في تدريس اللغة العربية. إحدى الوسائل التي تجذب الطلاب هي الأفلام الكرتوني. بناءً على هذه الظروف، أجريت هذا البحث العلمي لتحديد فعالية استخدام الأفلام الكرتونية باللغة العربية في إتقان المفردات لدى طلاب الصف السابع في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 2 بليتار. مسائل في هذا البحث هي: 1) كيف استخدام الأفلام الكرتونية بللغة العربية في تعليم اللغة العربية في إتقان المفردات لدى طلاب الصف السابع في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 2 بليتار؟، 2) كيف فعالية استخدام الأفلام الكرتونية بللغة العربية في تعليم اللغة العربية في إتقان المفردات لدى طلاب الصف السابع في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 2 بليتار؟ وأهداف هذا البحث هي: 1) لمعرفة وشرح كيفية استخدام الأفلام الكرتونية بللغة العربية في تعليم اللغة العربية في إتقان المفردات لدى طلاب الصف السابع في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 2 بليتار،2) لمعرفة فعالية استخدام الأفلام الكرتونية بللغة العربية في تعليم اللغة العربية في إتقان المفردات لدى طلاب الصف السابع في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 2 بليتار. النهج المستخدم في هذا البحث العلمي هو نهج تجريبي كمي. تصميم البحث الذي اختاره الباحثة هي شبه تجريبي (quasi experiment) أو تجريبي زائف. شكل التصميم شبه التجريبي المستخدم في هذا البحث العلمي هو يصميم مجموع مراقب غير متكافئ (non-equivalent control group design). هذا الشكل مشابه تقريبًا لتصميم مجموعة المراقبة للاختبار القبلي والاختبار البعدي، باستثناء أن المجموعة التجريبية ومجموعة الضابطة في هذا التصميم لم يتم اختيارهما عشوائيًا. يظهر نتائج هذا البحث العلمي ما يلي: 1) تم تطبيق أفلام الكرتونية العربية في صفين دراسيين، هما الصف السابع(E) كصف تجريبي والصف السابع(B) كصف ضابط. وتألفت أدوات البحث من اختبار قبلي واختبار بعدي. في درجات الاختبار بعدي، كان متوسط درجات الصف التجريبي هو 82,41 أعلى من متوسط درجات الصف الضابط يعني 69,19. وهذا يدل على أن استخدام أفلام الكرتونية باللغة العربية كان له تأثير كبير على إتقان الطلاب للمفردات. 2) كان هناك تأثير على فعالية استخدام أفلام الكرتونية باللغة العربية في تحسين مفردات الطلاب. وقد ظهر ذلك من خلال متوسط درجات اختبار N-Gain للصف التجريبي التي تبلغ 0,56, وتقع في الفئة المتوسطة, في حين أن قيمة الفصل الضابط تبلغ 0.08، وتقع في الفئة المنخفضة. وهذا يشير إلى أن هناك تحسنا أفضل في إتقان المفردات في الفصل الذي يستخدم أفلام الكرتونية باللغة العربية

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ARTICULATE STORYLINE PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL KELAS VII MTs NEGERI 5 TULUNGAGUNG

    No full text
    Mua’ziroh, Puji Ayu Fatimatul Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline Pada Materi Aritmatika Sosial Kelas VII MTs Negeri 5 Tulungagung. Skripsi, Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Skripsi: Dra. Umy Zahroh, M.Kes., Ph.D. Kata Kunci: Articulate Storyline, Aritmatika Sosial, Media Pembelajaran Interaktif, Pengembangan Media. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik yang kesulitan atau kurang memahami materi aritmatika sosial dikarenakan proses pembelajaran yang masih menggunakan model pembelejaran konvensional. Media pembelajaran interaktif dapat membuat peserta didik terlibat secara aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Bedasarkan hal tersebut, dibutuhkan inovasi dalam penggunaan media pembelajaran sehingga dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui proses pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline pada materi Aritmatika Sosial kelas VII di MTs Negeri 5 Tulungagung (2) mengetahui kevalidan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline pada materi Aritmatika Sosial kelas VII di MTs Negeri 5 Tulungagung (3) mengetahui kepraktisan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline pada materi Aritmatika Sosial kelas VII di MTs Negeri 5 Tulungagung (4) mengetahui keefektivan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline pada materi Aritmatika Sosial kelas VII di MTs Negeri 5 Tulungagung Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan (Research and Development) yang mengacu pada model pengembangan ADDIE, yang meliputi lima tahapan, yaitu: Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Pengumpulan data dilakukan melalui angket validasi (untuk mengukur kevalidan), angket respon guru (untuk mengukur kepraktisan) dan angket respon peserta didik (untuk mengukur keefektifan), serta tes hasil belajar (untuk mengukur keefektifan). Subjek penelitian terdiri dari ahli media, ahli materi, guru mata pelajaran, serta peserta didik kelas VII sebagai pengguna media. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) media pembelajaran interaktif didesain menggunakan Articulate Storyline telah berhasil dikembangkan menggunakan model pengembangan ADDIE dengan tahapan Analisis (Analyze), Desain (Design), Pengembangan (Develop), Implementasi (Implementation), dan Evaluasi (Evaluate). (2) Hasil validasi oleh ahli media berada pada kategori “sangat valid” dengan presentase 95% dan validasi ahli materi pada kategori “sangat valid” dengan persentase kelayakan 95%. (3) Uji kepraktisan berdasarkan respon guruxvii menunjukkan kategori “sangat baik”dengan presentas 92,85% (4) Uji keefektifan berdasarkan perbandingan hasil post-test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa adanya beda signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa, yang dibuktikan melalui analisis statistik non-parametrik (uji MannWhitney) dan didukung oleh respon peserta didik berada pada kategori “sangat baik” dengan presentase 92,98%

    Assessing climate change impact on glacier runoff in the Upper Yukon Watershed: A Comparative study of CMIP5 and CMIP6 projections.

    No full text
    As climate change continues to drive hydrological shifts, understanding the evolving contributions of glaciers to discharge becomes crucial for effective water resource management. Most previous studies in mountainous regions have relied on models from the Coupled Model Intercomparison Project Phase 5 (CMIP5) to analyze future discharge. However, there is a lack of focus on comparing these hydroclimatic assessments with those driven by recent CMIP6 models in these regions. The present study project the future contribution of glaciers to discharge using outputs of CMIP5 and CMIP6 models over the glacierized Upper Yukon Watershed (UYW). First, the glacier model parameters of a semi-distributed hydrological model were calibrated using observed daily discharge over the period 2013–2018. Then, the glacier mass losses from the hydrological model were compared with estimates from elevation changes. Finally, climate change projections of glacier contribution to discharge were performed using ten models based on the Representative Concentration Pathways RCP4.5 and RCP8.5 (CMIP5), and fourteen simulations based on the Shared Socioeconomic Pathways SSP2-4.5 and SSP3-7.0 (CMIP6). The considered temporal horizons were 2011–2040, 2041–2070 and 2071–2100, with 1988–2018 as the reference period. During the calibration period, glacier mass changes from the hydrological model compared well with those from elevation changes, while simulated discharge for the reference period from RCP4.5, RCP8.5, SSP2-4.5 and SSP3-7.0 scenarios closely matched those observed. However, glacier contributions from CMIP6 scenarios over the reference period were more aligned with previous estimates compared to those from the CMIP5 scenarios. Despite a decrease in glacier contributions from CMIP6 scenarios, the long-term annual average volumes of discharge increased over time due to simultaneous increase in temperature and precipitation. These results highlight the consistency of using CMIP6 simulations and demonstrate that decreasing glacier contributions will not affect the annual volume of water in the UYW

    Electrical charges play a role in the dust-lifting and deposition processes in cultivated peatlands.

    No full text
    Organic soils are often used to cultivate high-value field vegetables because of their high organic matter content and fertility. However, these productive soils are subject to many degradation processes that jeopardize their sustainability. In southern Quebec, wind erosion alone has been shown to provoke losses of peat depth ranging from 1 to 4 cm every year. Organic soils are known to be very erodible when compared to mineral soils, partly due to their low density and lack of structure. Understanding the physical erosive mechanisms is important as the degradation of cultivated histosols is a major concern worldwide. The physical mechanisms of wind erosion are well documented in general, with saltation, creep and suspension being the main processes. Yet, recent field works over cultivated peatlands in southern Quebec revealed the presence of high concentrations of aerosols above the surface even under quiescent wind conditions. Since the traditional wind erosion models could not explain this phenomenon, this study aims to explore potential explanations of such observations. The role of electrical charges was considered in this paper as a potential dust-lifting force. We introduce a series of laboratory experiments performed on organic soil samples that revealed a significant increase in suspended organic soil particles (i.e., soil losses) through the presence of electrical charges. This could explain the presence of aerosols observed above organic soil fields, which highlights the necessity to further investigate the role of electrical charges in wind erosion processes of organic soils

    Biophysical dynamics and wave attenuation in a constructed saltmarsh: Insights from laboratory and remote sensing data.

    No full text
    Successful establishment and growth of constructed saltmarshes can be evaluated through consistent monitoring of plant biophysical parameters, such as aboveground biomass and leaf area index. Monitoring during the early establishment stage is vital for ensuring the long-term effectiveness of constructed saltmarshes in delivering anticipated ecosystem services, including wave energy dissipation, which strongly depends on vegetation biophysical characteristics. Efficient, low-disturbance methods are needed for the successful adoption of such monitoring plans. This study combines laboratory measurements and remote sensing observations to evaluate the performance of vegetation indices in capturing changes in aboveground biomass, leaf area index, and wave energy dissipation in a constructed saltmarsh. Allometric equations were also investigated to predict aboveground biomass from non-destructive plant traits. Results showed acceptable correlations between vegetation indices, measured biophysical parameters and wave energy dissipation characteristics. All species performed better with NIR-R-based indices for leaf area index, while aboveground biomass predictions varied, with both NIR-R- and G-R-based indices performing best depending on species. Wave energy dissipation also correlated with vegetation indices, aligning closely with the best predictors of aboveground biomass, particularly when vegetation was submerged. These findings indicate that remote sensing combined with allometric equations offers a promising method for monitoring newly established marshes and estimating their biophysical parameters, which serve as key indicators of successful establishment and initial wave energy dissipation

    Intercalative binding, light-switch behavior, and theoretical analysis of Ru(bpy)(2)dppz-BTDZ](2+): A thiadiazole-extended ruthenium(II) complex

    No full text
    The new ruthenium(II) polypyridyl complex [Ru(bpy)₂dppz-BTDZ](2+), featuring a thiadiazole-substituted dppz ligand, was synthesized and characterized to investigate its DNA-binding and photophysical properties. Its interaction with calf thymus DNA (Ct-DNA) was studied through UV-visible and emission spectroscopy, competitive binding assays with ethidium bromide (EB), anionic quenching with K(4)[Fe(CN)(6)], viscosity and molecular modeling. The results indicate that the complex intercalates into DNA, with a binding constant (K(b)) of 6.57 ± 0.9 × 10(6) M(-1) and has a 7 % enhancement in the light-switch effect compared to [Ru(bpy)₂dppz](2+). DFT calculations characterized the excited states, which were compared to those of [Ru(bpy)₂dppz](2+). The presence of the thiadiazole group promotes mixing of MLCT states. Franck-Condon analysis of emission spectra in MeCN, water, and DNA allowed for the estimation of the excited-state free energy. In water, the emissive bright state lies approximately 1300 cm(-1) higher than in DNA and approximately 1100 cm(-1) higher than in MeCN. This energy trend is consistent with the light-switch behavior observed in this class of complexes. Moreover, the bright-state energies correlated very well with all the observed lifetimes. Docking and molecular dynamics simulations revealed stable intercalative binding in the DNA minor groove, with the Δ-isomer showing enhanced stability.</br

    HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN KECENDERUNGAN NARSISTIK PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK.

    No full text
    Skripsi dengan judul " Hubungan Harga Diri dengan kecenderungan narsistik pada mahasiswa pengguna media sosial tiktok” ini ditulis oleh Nur Fatkhul Janah, NIM.12308193213. Dengan pembimbing Zun Azizul Hakim, M.Psi, Psikolog. Kata Kunci: Harga Diri, Kecenderungan Narsistik, TikTok, Mahasiswa, Media Sosial Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara harga diri dan kecenderungan narsistik pada mahasiswa yang aktif menggunakan platform media sosial TikTok. Penelitian ini didasarkan pada teori psikologi yang menyatakan bahwa harga diri yang rendah dikaitkan dengan kecenderungan narsistik yang lebih tinggi sebagai bentuk pencarian validasieksternal melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional. Data dikumpulkan menggunakan skala harga diri dan kecenderungan narsistik terstandar yang diberikan kepada mahasiswa sarjana yang aktif menggunakan TikTok. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson Product-Moment untuk mengetahui arah dan kuatnya hubungan antar variabel. Hasil analisis statistik menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dan kecenderungan narsistik (r = –0,45, p < 0,01).Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat harga diri yang lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat kecenderungan narsistik yang lebih rendah, sedangkan harga diri yang lebih rendah berhubungan dengan kecenderungan narsistik yang lebih tinggi di antara pengguna TikTok. Koefisien determinasi (r² = 0,20) menunjukkan bahwa harga diri berkontribusi sekitar 20% terhadap varians dalam kecenderungan narsistik. Studi ini menyimpulkan bahwa harga diri memiliki hubungan yang signifikan dan negatif dengan kecenderungan narsistik di antara mahasiswa yang menggunakan TikTok. Harga diri berfungsi sebagai faktor psikologis penting dalam mengurangi perilaku narsistik yang berlebihan di platform media sosial. Studi ini dibatasi oleh desain cross-sectional dan ketergantungan pada data yang dilaporkan sendiri, yang dapat menimbulkan bias respons. Selain itu, sampel terbatas pada mahasiswa, yang dapat membatasi generalisasi temuan ke populasi lain. Penelitian ini berkontribusi pada literatur psikologi media sosial dengan memberikan bukti empiris mengenai peran harga diri dalam memprediksi kecenderungan narsistik dalam konteks penggunaan TikTok

    PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI WILAYAH DESA DALAM PERSPEKTIF UU NO. 17 TAHUN 2019 TENTANG SUMBER DAYA AIR DAN PERSPEKTIF FIQH SIYASAH (Studi Kasus di Desa Tunjung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar)

    No full text
    Skripsi dengan judul “Peran Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Sumber Daya Air di Wilayah Desa dalam Perspektif UU No. 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air dan Perspektif Fiqh Siyasah (Studi Kasus di Desa Tunjung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar” ditulis oleh Rudyat Afillya (NIM. 1860103221040), dengan pembimbing Nurush Shobahah. M.H.I. Kata Kunci: Pemerintah Desa, Pengelolaan Sumber Daya Air, Fiqh Siyasah, Hak Asasi Manusia, Kemaslahatan Umum. Air merupakan sumber daya alam yang memiliki peranan vital dalam menunjang kehidupan masyarakat dan termasuk kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara adil dan berkelanjutan. Pemenuhan hak atas air bersih menjadi tanggung jawab negara yang pelaksanaannya dilimpahkan hingga ke tingkat pemerintahan desa. Namun, dalam praktiknya pengelolaan sumber daya air di tingkat desa masih menghadapi berbagai permasalahan. Di Desa Tunjung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, pengelolaan sumber daya air mengalami kendala berupa keterbatasan anggaran yang dikelola oleh perangkat desa dalam mewujudkan distribusi air bersih, lemahnya pengawasan, serta kondisi infrastruktur DAM yang kurang terawat sehingga berdampak pada belum optimalnya pelayanan air kepada masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana peran Pemerintah Desa Tunjung dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah desa; dan (2) bagaimana kesesuaian peran tersebut dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air serta perspektif fiqh siyasah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis peran pemerintah desa dalam pengelolaan sumber daya air sekaligus (2) Menilai kesesuaiannya dengan ketentuan hukum positif dan nilai-nilai fiqh siyasah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang berkaitan dengan kebijakan, pengawasan, serta kondisi infrastruktur sumber daya air di Desa Tunjung. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengaitkan temuan lapangan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 dan konsep fiqh siyasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran Pemerintah Desa Tunjung dalam pengelolaan sumber daya air telah dijalankan melalui pengaturan distribusi air, pelayanan kepada masyarakat, serta pengelolaan infrastruktur pengairan desa. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena keterbatasan anggaran desa, lemahnya pengawasan terhadap pemanfaatan sumber daya air, serta infrastruktur DAM yang kurang terawat, sehingga distribusi air bersih belum merata dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat. (2) Kesesuaian peran Pemerintah Desa Tunjung dengan UU No. 17 Tahun 2019 dan perspektif fiqh siyasah menunjukkan bahwa secara normatif pengelolaan sumber daya air telah sejalan dengan asas kemanfaatan, keadilan, dan keberlanjutan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019. Dalam perspektif fiqh siyasah, pengelolaan sumber daya air merupakan amanah kepemimpinan yang harus diwujudkan berdasarkan prinsip maslahah ‘ammah (kemaslahatan umum). Namun demikian, belum optimalnya pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur menunjukkan perlunya penguatan tanggung jawab moral dan administratif pemerintah desa agar pengelolaan sumber daya air dapat lebih berorientasi pada kesejahteraan masyarakat

    DAMPAK POLA ASUH OTORITER PADA PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL REMAJA DI LINGKUNGAN SOSIAL

    No full text
    Skripsi dengan judul “Dampak Pola Asuh Otoriter Pada Perkembangan Sosial Emosional Remaja di Lingkungan Sosial” ini ditulis oleh Tiara Cici Lestari, NIM 126308213241, dengan pembimbing Ahmad Fauzan, S.S. M.Pd.I. Kata Kunci: pola asuh otoriter, remaja, perkembangan sosial emosional, studi kasus, purposive sampling. Remaja yang tumbuh dalam pola asuh yang kurang tepat seringkali menghadapi berbagai hambatan dalam perkembangan sosial dan emosionalnya, terutama dalam berinteraksi di lingkungan sosial. Salah satu pola asuh yang berdampak signifikan adalah pola asuh otoriter, yaitu gaya pengasuhan yang menekankan pada aturan mutlak dan kontrol ketat, serta kerap disertai ancaman sebagai bentuk disiplin. Pola ini sangat bertolak belakang dengan pola asuh demokratis yang lebih terbuka dan suportif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pola asuh otoriter terhadap perkembangan sosial emosional remaja dalam konteks kehidupan sosialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang berasal dari Kota Gresik, namun saat ini menetap di Kabupaten Tulungagung bersama kedua orang tuanya. Pemilihan subjek dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoriter yang diterapkan oleh orang tua menyebabkan tekanan psikologis yang signifikan, memicu stres berkepanjangan, dan menimbulkan kecemasan yang menghambat perkembangan sosial dan emosional subjek. Kurangnya dukungan emosional dari orang tua juga mendorong subjek untuk menarik diri dari lingkungan sosialnya. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pola asuh yang lebih responsif dan empatik dalam mendukung kesejahteraan emosional remaja

    7,532

    full texts

    23,526

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Espace INRS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇