Institut National de la Recherche Scientifique

Espace INRS
Not a member yet
    23526 research outputs found

    MANAJEMEN MUTU PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SAINS PADA PENDIDIKAN DASAR BERBASIS ISLAM (Studi Multikasus di SDI Al Badr Ploso Kediri dan MIN 2 Tulungagung)

    No full text
    ABSTRAK Disertasi dengan judul “Manajemen Mutu Pembelajaran dalam Meningkatkan Penguasaan Konsep Sains Pada Pendidikan Dasar Berbasis Islam (Studi Multikasus di SDIT Al Badr Ploso Kediri dan MIN 2 Tulungagung)” ini ditulis oleh Ahmad Jihan Firdaus dengan Promotor Prof. Dr. H. Imam Fu’adi, M.Ag. dan Prof. Dr. H. Sokip, M.Pd.I. Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran Sains, Konsep Sains, Pendidikan Dasar Islam Ketertinggalan peserta didik di Indonesia pada kemampuan sains menurut peringkat PISA maupun TIMSS menjadi persoalan serius yang sampai kini membutuhkan solusi berkelanjutan. Kondisi tersebut disebabkan kegiatan belajar sains dilakukan masih berkutat pada hafalan materi dan mengerjakan soal tes. Seharusnya dalam pembelajaran sains para peserta didik memiliki kemampuan keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking). Penelitian berupaya menjawab (1) Bagaimana perencanaan manajemen mutu pembelajaran sains; (2) Bagaimana pelaksanaan manajemen mutu pembelajaran sains; (3) Bagaimana evaluasi manajemen mutu pembelajaran sains; (3) Bagaimana implikasi manajemen mutu pembelajaran sains dalam meningkatkan penguasaan konsep sains. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan multisitus yang memiliki kesamaan latar obyek studi. Peneliti menetapkan SDIT Al Badr Ploso Kediri dan MIN 2 Tulungagung yang dianggap memenuhi kualifikasi obyek penelitian yang dibutuhkan. Analisis data dilakukan dua tahap yaitu analisis kasus individu yang menggunakan teori dari Miles dan Huberman. Selanjutnya dilakukan analisis lintas situs menggunakan teori dari Yin. Kesimpulan penelitian (1) perencanan manajemen mutu pembelajaran sains dimulai dengan penyusunan rencana pembelajaran, penyiapan perangkat pembelajaran dengan memastikan adanya inovasi dan praktek materi sains. Sekolah melalui kebijakan kepala sekolah memberikan dukungan penuh pada penyusunan rencana pembelajaran; (2) pelaksanaan manajemen mutu pembelajaran sains dilaksanakan melalui dukungan kepala sekolah terhadap kelancaran pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui kebijakan yang jelas serta dukungan pendanaan yang pasti. Pada pelaksanaan pembelajaran sains guru harus seringkali melaksanakan praktek pada meteri sains yang relevan. Selain itu hal yang penting adalah memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan jadwal serta tidak sering terjadi jam kosong atau peserta didik yang dipulangkan lebih awal karena ada kegiatan guru. (3) evaluasi manajemen mutu pembelajaran sains dilakukan melalui beberapa tahapan seperti evaluasi pada waktu tertentu dengan mengunjungi kelas secara langsung saat pelajaran berlangsung untuk melihat aktivitas kegiatan pembelajaran, evaluasi mingguan, evaluasi bulanan serta akhir semester. (4) Implikasi manajemen mutu pembelajaran sains diantaranya peningkatan pemahaman pembelajaran materi sains peserta didik, peningkatan prestasi sekolah pada bidang sains, meningkatkan reputasi sekolah, pemahaman guru kelas dalam menjaga mutu pembelajaran sains

    PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE STAD (Student Teams Achievement Division) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERNALAR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI MI THORIQUL HUDA KROMASAN

    No full text
    Skripsi yang berjudul “Pengaruh Model Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap Peningkatan Kemampuan Bernalar Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Matematika di MI Thoriqul Huda Kromasan” ditulis oleh Riska Dwi Kartikasari, NIM 126205212122, dosen pembimbing Dr. Khabibur Rohman, M.Pd.I. Kata Kunci: Profil Pelajar Pancasila, STAD, Bernalar Kritis Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan bernalar kritis siswa pada mata pelajaran matematika di kelas IV MI Thoriqul Huda Kromasan. Hal ini dikarenakan model pembelajaran yang digunakan masih monoton. Model pembelajaran yang diperlukan yaitu model pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan bernalar kritis siswa yaitu model student teams achievement division. Rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di MI Thoriqul Huda Kromasan, 2) Bagimana pengaruh penggunaan model pembelajaran tipe STAD terhadap kemampuan bernalar kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di MI Thoriqul Huda Kromasan, 2) Pengaruh penggunaan model pembelajaran tipe STAD terhadap peningkatan kemampuan bernalar kritis di MI Thoriqul Huda Kromasan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di MI Thoriqul Huda Kromasan dengan sampel kelas 4A dan 4B. Instrumen angket yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji instrumen (uji validitas dan uji reliabilitas), uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas), dan uji hipotesis dengan menggunakan uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Penerapan model student teams achievement division pada kelas eksperimen melalui beberapa tahapan melatih siswa untuk bernalar kritis, memproses dan mengolah informasi, memecahkan masalah, dan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga kemampuan bernalar kritis mereka berkembang secara optimal 2) Terdapat pengaruh model pembelajaran student teams achievement division terhadap peningkatan kemampuan bernalar kritis siswa. Diinterpretasikan sesuai kriteria bahwa 0.001 < 0.05 dan 0.007 < 0.05. Maka dalam pengujian ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak

    POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN BINA DIRI ANAK TUNAGRAHITA DI SLB-C YPLB KOTA BLITAR

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pola Asuh Orang Tua terhadap Pembentukan Kemandirian Bina Diri Anak Tunagrahita di SLB-C YPLB Kota Blitar” ditulis oleh Khoirotul Asfiyah. NIM 126306211021. Dosen Pembimbing Ahmad Fauzan, S.S., M.Pd.I. Program Studi Bimbingan Konseling Islam Jurusan Dakwah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Tahun 2025. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Kemandirian Bina Diri, Anak Tunagrahita Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembentukan kemandirian anak tunagrahita berdasarkan pola asuh yang orang tua terapkan terhadap aktivitas keseharian anak. Anak tunagrahita memang mempunyai keterbatasan dalam intelektualnya, namun memandirikan anak perlu dilatih sejak dini. Anak yang dilatih kemandirian bina diri sejak dini akan terbiasa melakukan aktivitas kesehariannya tanpa bergantung dengan orang lain. Kemandirian bina diri anak berawal dari orang tua yang selalu menerapkan pola asuh sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat mendeskripsikan pola asuh orang tua dalam membentuk kemandirian bina diri anak tunagrahita di SLB-C YPLB Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara yang dilakukan bersama tiga subjek orang tua yang memiliki anak tunagrahita berumur 8-12 tahun dan sebagai informan tambahan guru pendamping anak ketika di sekolah. Teknik analisis data melibatkan tahap penyajian data, reduksi data dan pengambilan kesimpulan. Triangulasi data digunakan untuk mengecek keabsahan data dari berbagai sumber yang telah didapat selama penelitian. Hasil penelitian yang telah dilakukan menghasilkan: orang tua dengan pola asuh otoriter yang terlalu membatasi aktivitas anak dan mengambil alih pekerjaan anak tidak dapat menghasilkan kemandirian bina diri anak secara mandiri. Begitu pun pola asuh permisif yang dikombinasikan dengan pola asuh demokratis, dimana orang tua terlalu membebaskan aktivitas namun masih memberikan apresiasi dan dukungan terhadap anak dapat menghasilkan kemandirian bina diri lebih baik dari pada pola asuh otoriter.Yang terakhir terdapat pola asuh demokratis, dimana orang tua selalu mengawasi perkembangan anak secara penuh dapat menghasilkan kemandirian bina diri anak lebih baik dari pada pola asuh otoriter. Anak dengan pola asuh demokratis dapat menunjukkan kemandirian sosial, emosional dan intelektual secara baik

    THE EFFECTIVENESS OF STORYTELLING STRATEGY USING PUPPET MEDIA ON SPEAKING ABILITY OF THE NINTH GRADE STUDENTS AT MTS DARUSSALAM REJOTANGAN TULUNGAGUNG

    No full text
    Speaking is one of the skills or abilities in English to express thoughts and make comments, and speaking in English involves expressing thoughts, commenting, rejecting opposing viewpoints, and asking and answering questions. Speaking ability refers to the ability to express or produce an opinion or idea through spoken sounds, as well as the ability to converse with others. In this context, the puppets' media storytelling strategy emerges as a potential solution. The purpose of this research is to determine whether the use of a storytelling strategy using puppets in the ninth-grade students at MTs Darussalam Rejotangan Tulungagung significantly affects students’ speaking abilities compared to those who do not use this method. The research used a quantitative research approach using a quasi-experimental design, and this involved two groups of subjects, namely the experimental group and the control group. The population of this research were ninth-grade students at Mts Darussalam Rejotangan Tulungagung, with a sample size of 29 students in the experimental class and 26 students in the control class. The data collecting technique uses an oral test instrument. The method of data analysis used comparative analysis in the form of an Independent T-test by using SPSS version 27.0 for Windows. The result of the Independent T-test showed that the sig value was 0.000, and it was lower than 0.05. There were significant differences in the mean score of students who were taught storytelling strategy with puppet media and those who were not. That is why the Null hypothesis (H0) was rejected, and the Alternative hypothesis (Ha) was accepted. Thus, the strategy of storytelling with puppets in speaking ability was very effective for ninth-grade students of MTs Darussalam Rejotangan Tulungagung. The conclusion and suggestion of the application of a storytelling strategy with puppet media in speaking class can make students more enthusiastic and excited about the learning process and storytelling strategy with puppets media was found to be effective on speaking skills in ninth-grade students. The strategy has proven to have a positive impact and is recommended to develop speaking skills

    PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATERI KALOR SMA/MA Se-KECAMATAN TULUNGAGUNG

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik dan rendahnya antusias belajar peserta didik terhadap mata pelajaran fisika yang berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran berpusat kepada guru dengan menggunakan model pembelajaran teacher center, dimana guru memegang konrol proses pembelajaran sehingga peserta didik relative pasif menerima dan mengikuti proses pembelajaran oleh karena itu, model pembelajaran discovery learning diharapkan mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui adanya pengaruh penerapan model discovery learning terhadap motivasi belajar peserta didik materi kalor kelas XI MA Al- Ma’arif Tulungagung. (2)mengetahui adanya pengaruh penerapan model discovery learning terhadap hasil belajar peserta didik materi kalor kelas XI MA Al-Ma’arif Tulungagung. (3)mengetahui adanya pengaruh penerapan model discovery learning terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik materi kalor kelas XI MA Al-Ma’arif Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimental dengan desain Non Equivalen Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah 41 peserta didik dengan sampel yang digunakan adalah 21 peserta didik kelas XI-1 sebagai kelas eksperimen dan 20 peserta didik kelas XI-2 sebagai kelas kontrol. Pada penelitian ini teknik analisis uji instrumen menggunakan uji validitas, uji reliabilitas dan untuk uji hipotesis menggunakan uji mann whitney dan uji kruskal wallis. Hasil penelitian menunjukkan (1) tidak ada pengaruh penerapan model discovery learning terhadap motivasi belajar peserta didik materi kalor kelas XI MA Al-Ma’arif Tulungagung yang dibuktikan dengan nilai sig. 0,192 > 0,05 yang menyatakan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak. (2) ada pengaruh penerapan model discovery learning terhadap hasil belajar peserta didik materi kalor kelas XI MA Al-Ma’arif Tulungagungyang dibuktikan dengan nilai sig. 0,000 < 0,05 yang menyatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. (3) model discovery learning secara simultan hanya mempengaruhi hasil belajar dan tidak pada motivasi belajar peserta didik materi kalor kelas XI MA Al-Ma’arif Tulungagun

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA MATH BOARD MULTIPLICATION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS III DI MI AL HIDAYAH 02 BETAK KALIDAWIR TULUNGAGUNG

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Penggunaan Media Math Board Multiplication untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Matematika Kelas III Di MI Al Hidayah 02 Betak” yang ditulis oleh St Miftakhul Janah, NIM 126205205213241, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Dosen Pembimbing Dr. Susanto, M.Or. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Kemampuan Berpikir Kritis, Matematika Penelitian ini didasarkan atas proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih menggunakan pembelajaran konvensional melalui metode ceramah. Dalam proses pembelajaran guru belum maksimal dalam menggunakan media pembelajaran, khususnya pada pembelajaran matematika. Hal tersebut menjadikan proses pembelajaran menjadi monoton. Selain itu, siswa juga merasa kesulitan dalam memahami materi, sehingga akan berdampak buruk bagi kemampuan berpikir kritis siswa. Maka dari itu guru perlu menerapkan media pembelajaran yang bervariatif dan sesuai dengan materi yang diajarkan, sehingga siswa dapat memahami materi yang disampaikan dengan baik dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Math Board Multiplication dalam kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran matematika kelas III di MI Al Hidayah 02 Betak. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan jenis penelitian quasi eksperimen. Penelitian dilaksanakan di MI AL Hidayah 02 Betak dengan sampel kelas A dan kelas B. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa angket dan tes (pretest dan posttest). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu uji instrumen (uji validitas dan reliabilitas), uji prasyarat (uji homogenitas, uji normalitas) dan uji hipotesis menggunakan uji T. Hasil dari penelitian ini yaitu; ada pengaruh penggunaan media Math Board Multiplication dalam pembelajaran matematika terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas III MI Al Hidayah 02 Betak. Diartikan sesuai dengan kriteria bahwa 0.000 < 0.05. Maka dalam pengujian ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak

    KH. MUHAMMAD SJAFI’ DJAMHARI: MENAPAKI SEJARAH PENYEBARAN ISLAM PADA MASYARAKAT GRESIK 1951-1991

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai sejarah dari KH. Muhammad Syafi’ Djamhari sebagai seorang ulama berpengaruh terhadap penyebaran ajaran Islam di tanah kelahirannya, yang dikenal aktif dalam kegiatan dakwahnya di masyarakat. Terbukti pada tahun 1951 resmi diangkat sebagai Ketua dari Organisasi Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh cabang Gresik atas penunjukkan dari pengurus Nahdlatul Ulama. Adapun rumusan masalah yang diangkat, yakni terkait biografi dan peran yang dilakukan KH. Muhammad Sjafi’ Djamhari dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan biografi serta peran KH. Muhammad Sjafi’ Djamhari dalam menyebarkan ajaran Islam di wilayah Gresik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari lima tahapan yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini memanfaatkan sumber data lisan melalui wawancara, dokumen-dokumen atau sumber tertulis, benda peninggalan, serta sumber pustaka yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini adalah KH. Muhammad Sjafi’ Djamhari memiliki nama lengkap yaitu Muhammad Sjafi’ Djamhari. KH. Muhammad Sjafi’ Djamhari merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, dengan kedua orang tua yaitu KH. Achmad Djamhari dan Hj. Rabiah. Sebagai tokoh ulama yang berperan penting dalam menyebarkan ajaran Islam, KH. Muhammad Sjafi’ Djamhari memiliki tiga peran, diantaranya mencakup di bidang ekonomi, keagamaan, dan politik. Pada bidang ekonomi berperan dalam memproduksi terompah dan koper atau tas kulit serta mendirikan usaha kopiah atau songkok. Bidang keagamaan berperan sebagai Ketua Organisasi Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Cabang Gresik, guru agama di Sekolah Menengah Pertama Mu’allimat Gresik, serta tokoh agama dan pendakwah dengan menggunakan metode dakwahnya secara lisan. Adapun wilayah yang menjadi target dakwah KH. Muhammad Sjafi’ Djamhari berada di Kecamatan Gresik. Terakhir, bidang politik berperan sebagai Ketua Palang Merah Indonesia Cabang Gresik, Anggota Badan Pemerintah Harian, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gresik, dan Sekretaris Pengurus Makam Sunan Gresik. Semua peran yang telah dilakukan tersebut berdampak besar terhadap masyakat sekitar khususnya. Terbukti pasca sepeninggalan KH. Muhammad Sjafi’ Djamhari tahun 1991 diadakan haul sebagai bentuk peringatan hari wafat sekaligus mengenang jasa-jasanya semasa hidup. Kata Kunci: Dakwah, Gresik, KH. Muhammad Sjafi’ Djamhari, Penyebaran Isla

    IMPLEMENTASI METODE KISAH DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MTS DARUSSALAM ARIYOJEDING TULUNGAGUNG

    No full text
    Skripsi dengan judul “Implementasi Metode Kisah Dalam Meningkatkan Pemahaman Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Darussalam Ariyojeding Tulungagung” ditulis oleh Naina Umatul Choiriyah, NIM 126201212108, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Dr. Mohammad Ja’far As-Shodiq S.kom., M.Pd.I Kata Kunci : Implementasi Metode Kisah, Sejarah Kebudayaan Islam Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) memiliki peran penting sebagai sumber pelajaran dan hikmah yang bermanfaat bagi kehidupan. Namun, pelajaran SKI sering dianggap membosankan dan kurang diminati peserta didik karena metode pengajaran yang monoton dan terlalu menekankan pengetahuan teoritis saja. Untuk mengatasi hal tersebut, metode kisah dapat diimplementasikan sebagai alternatif pengajaran efektif dengan menyajikan materi secara menarik dan mudah dalam meningkatkan pemahaman kognitif siswa. Adapun pertanyaan penelitian adalah (1) Bagaimana desain pembelajaran metode kisah dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam mata pelajaran SKI di MTs Darussalam Ariyojeding Tulungagung? (2) Bagaimana bentuk elaborasi penerapan metode kisah dalam pembelajaran SKI untuk meningkatkan pemahaman siswa di MTs Darussalam Ariyojeding Tulungagung? (3) Bagaimana bentuk umpan balik terhadap implementasi metode kisah dalam meningkatkan pemahaman mata pelajaran SKI di MTs Darussalam Ariyojeding Tulungagung? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain, elaborasi, dan umpan balik dari metode kisah dalam meningkatkan pemahaman mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Darussalam Ariyojeding Tulungagung. Pendekatan penelitian ini menggunakan kulitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis melalui prosedur Miles dan Hubermen yang mencakup reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Adapun pengecekan keabsahan data melalui uji kepercayaan (Credibility) dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Desain meliputi penentuan kebutuhan belajar, penguasaan materi bagi guru dan mempelajari materi bagi siswa, pengembangan strategi penyampaian kisah yang tepat, serta menyusun modul ajar atau RPP komprehensif. (2) Elaborasi mencakup tiga mengikuti tiga tahapan sistematis diantaranya kegiatan pembuka, kegiatan Inti yang meliputi literasi, eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi, serta kegiatan penutup. (3) Umpan balik dilakukan mencakup tiga aspek diantaranya penilaian kognitif dilakukan secara formatif dan sumatif melalui tugas individu, kuis dan ulangan harian. Penilaian psikomotorik diambil dari hasil kerja kelompok, sedangkan penilaian afektif atau sikap diperoleh dari pengamatan perilaku siswa selama pembelajaran. Meskipun memiliki keterbatasan waktu dalam penyampaian materi dan terdapat risiko perbedaan interpretasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode kisah berhasil meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran SKI yang ditunjukan dengan pencapaian nilai siswa yang mayoritas tuntas atau berada diatas KKM

    THE EFFECTIVENESS OF THE FLIPPED CLASSROOM APPROACH USING AN AI-ENHANCED STUDENT HANDBOOK WITH INTEGRATED EXPLANATORY VIDEOS IN TEACHING READING COMPREHENSION AT SMPN 1 SUMBERGEMPOL TULUNGAGUNG

    No full text
    Reading comprehension is a critical skill in Indonesia's education system and serves as a foundation for academic success across subjects. However, many students struggle to comprehend English texts, and conventional teaching methods have often failed to address this issue effectively. To respond to this challenge, the researcher explored the use of the Flipped Classroom model supported by AI-enhanced tools and explanatory videos as an alternative approach in teaching reading comprehension. This study aimed to determine the effectiveness of the Flipped Classroom model using an AI-enhanced student handbook with integrated explanatory videos. The research question was formulated as follows: “Is there any significant difference in reading comprehension of the students at SMPN 1 Sumbergempol Tulungagung taught using the Flipped Classroom approach with an AI-enhanced student handbook featuring integrated explanatory videos and without a Flipped Classroom?”. In this study, the researcher employed a quantitative method with a quasi-experimental design. The population consisted of the students at SMPN 1 Sumbergempol. The sample, selected using purposive sampling, involved two groups: the experimental group (VII-G), which received instruction using the AI-enhanced flipped classroom approach, and the control group (VII-K), which was taught using traditional methods. The instrument of this study is a reading comprehension test, consisting of 25 multiple-choice questions and 5 essay questions. Data were collected through post-tests and analyzed using SPSS 27, specifically an independent sample t-test, to compare the reading comprehension scores. The data analysis revealed that the experimental group had a mean pre-test score of 67.55 and a post-test score of 75.58, indicating significant progress. In contrast, the control group showed a smaller improvement, with a mean pre-test score of 64.12 and a post-test score of 68.12. The results of the independent sample t-test at the 0.05 significance level showed a p-value of 0.014, confirming that the difference in post-test scores between the two groups was statistically significant. This finding led to the rejection of the null hypothesis and the acceptance of the alternative hypothesis, which suggested that the Flipped Classroom model had a positive impact on students' reading comprehension. Therefore, integrating AI tools and explanatory videos in a flipped learning setting offers a promising and effective approach in teaching students’ reading comprehension, particularly in junior high school contexts

    THE EFFECTIVENES OF USING DIGITAL COMICS TOWARD READING SKILL ON SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 SUMBERGEMPOL

    No full text
    Reading is one of the fundamental skills in English that plays a crucial role in academic success. However, many students still face difficulties in understanding reading materials due to the lack of engaging and suitable learning media. Therefore, the use of digital comics is considered as an alternative media to help improve students’ reading skills in a more interesting and interactive way. This research aims to investigate the effectiveness of using digital comics in enhancing the reading skill of seventh-grade students at SMP Negeri 1 Sumbergempol. The formulation of the research problem is: “Is there any significant difference in students’ scores before and after being taught using digital comics toward the English reading skills of seventh-grade students at SMP Negeri 1 Sumbergempol?” Based on that, the purpose of this study is to determine the effectiveness of using digital comics toward the English reading skills of grade VII student at SMP Negeri 01 Sumbergempol. This research used a quantitative approach with a pre-experimental design, namely the one-group pre-test and post-test design. The population of this study was all seventh-grade students at SMP Negeri 1 Sumbergempol in the academic year 2024/2025. The sample consisted of 38 students from class VII-H, selected based on purposive sampling. The research instruments used were pre-tests and post-tests. Data were analyzed using a paired sample t-test in SPSS version 29.0. The results showed a significant improvement in students’ reading scores after being taught using digital comics. The average pre-test score was 70.71, and it increased to 77.61 in the post-test. The significance value obtained was 0.000, which is lower than 0.05. This means that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. In conclusion, the use of digital comics was effective in improving the reading skill of seventh-grade students. Digital comics can be used as an innovative and enjoyable media to support reading comprehension in English learning

    7,532

    full texts

    23,526

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Espace INRS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇