Institut National de la Recherche Scientifique

Espace INRS
Not a member yet
    23526 research outputs found

    PENGEMBANGAN E-KATALOG KEANEKARAGAMAN SERANGGA TANAH DI KAWASAN UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

    No full text
    Skripsi berjudul "Pengembangan E-Katalog Keanekaragaman Serangga Tanah di Kawasan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sebagai Sumber Belajar Biologi" disusun oleh Sabna Nur Fadilah, NIM 126208211036, dengan dosen pembimbing Nanang Purwanto, M.Pd. Kata Kunci : E-Katalog, Keanekaragaman, Serangga Tanah, Sumber Belajar Biologi Penelitian ini dilatar belakangi oleh dua permasalahan, yang pertama belum adanya penelitian dan data ilmiah terkait Keanekaragaman Serangga Tanah yang dipublikasi terkait Serangga Tanah di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Berdasarkan observasi dan mencari literature, diketahui bahwa belum pernah ada data ilmiah yang dipublikasi mengenai Serangga Tanah di UIN Sayyid Ali Rahmatullah. Kedua, minim sumber belajar tambahan berupa E-Katalog keanekaragaman serangga tanah. Berdasarkan angket analisis kebutuhan di peroleh 46 mahasiswa Tadris Biologi, hasilnya 73,9% mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mempelajari materi serangga tanah, sehingga 100% mahasiswa butuh informasi tambahan dan setuju apabila akan dikembangkan produk berupa E-Katalog tentang keanekaragaman serangga tanah yang memprioritaskan gambar, deskripsi singkat, dan layout yang menarik. Sehingga dari analisis diatas dapat menjadi panduan peneliti dalam mengembangkan media sumber belajar berupa E-Katalog. Penelitian ini bertujuan untuk (a) Mendeskripsikan Keanekaragaman Jenis Serangga Tanah, faktor abiotik, dan indeks keanekaragaman serangga tanah di Kawasan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, (b) Mendeskripsikan kevalidan dari hasil pengembangan E-katalog Keanekaragaman Serangga Tanah, (c) Mendeskripsikan Keterbacaan dari hasil pengembangan E-katalog Keanekaragaman Serangga Tanah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan R&D (Research and Development) yang mengacu pada model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tahap penelitian diawali dengan proses analisis meliputi kegiatan analisis RPS, analisis angket kebutuhan, dan mengidentifikasi serangga tanah. Tahap kedua proses desain meliputi kegiatan membuat stroryboard atau kerangka E-Katalog. Tahap ketiga proses pengembangan meliputi kegiatan mengembangkan E-Katalog, uji kevalidan materi, uji kevalidan media, uji kevalidan dosen pengampu, dan uji keterbacaan. Teknik analisi data untuk mengetahui keanekaragaman jenis serangga tanah menggunakan rumus Shannon-Wienner, sedangkan teknik analisis data untuk menghitung nilai kevalidan juga keterbacaan menggunakan kategori nilai skala likert kemudian menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) di kawasan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, telah ditemukan 12 spesies serangga tanah yang termasuk ke dalam 3 ordo dan 12 genus, meliputi Dolichoderus, Solenopsis, Neotridactylus, Atractomorpha, Tenebrio, Tetrix, Onthophagus, Otiorhynchus, Tiphiidae, Ceratina, Anomala dan Oedaleus. Hasil faktor abiotik di kawasan penelitian UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung meliputi suhu tanah sekitar 27-30 ºC, pH tanah sekitar 6,0-7,0 dan kelembapan sekitar 76-79%. Sementara itu, indeks keanekaragaman menggunakan rumus Shannon-Wiener menghasilkan nilai (H’) sebesar 1,063 dengan kategori sedang. (b) Hasil validasi dari ahli materi, ahli media, dan ahli dosen pengampu diperoleh rata-rata skor sebesar 82,93% dengan kriteria “Sangat Valid” untuk digunakan. (c) Untuk hasil uji keterbacaan oleh para responden didapatkan persentase yaitu 86,22% termasuk dalam kategori “Sangat Valid” dan dapat digunakna sebagai media sumber belajar, serta tambahan pengetahuan terkait serangga tanah khususnya untuk mahasiswa biologi

    MODEL PARTISIPASI POLITIK GENERASI Z DI INDONESIA MELALUI MEDIA SOSIAL PADA PILKADA 2024

    No full text
    Skripsi dengan judul “Model Partisipasi Politik Generasi Z melalui Media Sosial pada Pilkada 2024” ini ditulis oleh Elok Afida Nur Aini, NIM. 126304212077, dengan pembimbing Ucik Ana Faradilla, S.Si., M. I.Kom Kata Kunci: Generasi Z, Partisipasi Politik, Media Sosial, SMPPM, Pilkada 2024 Generasi Z sebagai digital natives menunjukkan pola partisipasi politik yang berbeda, dengan media sosial menjadi ruang utama dalam interaksi, penyebaran informasi, dan pembentukan opini politik. Penelitian ini bertujuan menganalisis model partisipasi politik Generasi Z melalui media sosial dalam konteks Pilkada 2024, menggunakan pendekatan Social Media Political Participation Model (SMPPM) yang mencakup tahapan pre-exposure, media exposure, penerimaan pesan, dan situasi perilaku. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan variabel tunggal (univariat) yang bertujuan untuk mendeskripsikan model partisipasi politik Generasi Z melalui media sosial. Penelitian ini melibatkan 151 responden usia 17–25 tahun dengan teknik cluster sampling dan analisis statistik deskriptif menggunakan SPSS versi 27. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden aktif terpapar konten politik, namun keterlibatan dalam aktivitas politik langsung masih rendah. Sebanyak 66,9% responden mengaku informasi politik di media sosial memengaruhi pilihan politik mereka, sementara hanya 25,17% menunjukkan partisipasi tinggi, 63,58% rendah, dan 11,26% tidak berpartisipasi sama sekali

    ANALISIS PRAKTIK JUAL BELI LOGAM MULIA ONLINE DALAM PERSPEKTIF KUH Perdata DAN HUKUM EKONOMI ISLAM DI TULUNGAGUNG

    No full text
    Skripsi dengan judul “Analisis Praktik Jual Beli Logam Mulia Online dalam Perspektif KUH Perdata dan Hukum Ekonomi Islam Di Tulungagung” ini ditulis oleh Nafila Nur Afifah, NIM. 126101212145. Kata Kunci: Jual Beli Online, Logam Mulia, Hukum Ekonomi Islam, KUH Perdata, Analisis Praktik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi logam mulia secara online, yang memunculkan pertanyaan hukum terkait kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip-prinsip dalam hukum ekonomi Islam dan ketentuan dalam KUH Perdata. Fenomena ini memunculkan urgensi untuk meneliti keabsahan dan perlindungan hukum dalam jual beli logam mulia online, khususnya di Tulungagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui bagaimana praktik jual beli logam mulia online yang dilakukan di Tulungagung serta (2) menganalisis kesesuaian praktik tersebut dari sudut pandang KUH Perdata dan Hukum Ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Selain pendekatan kualitatif, dari disiplin ilmu hukum, penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif-empiris. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan pelaku transaksi, serta data sekunder berupa literatur hukum dan dokumen terkait. Teknik analisis data dilakukan secara interpretatif dan reflektif, serta menggunakan pendekatan normatif, empiris, dalam penelitian hukum. Hasil penelitian ini: (1) menunjukkan bahwa praktik jual beli logam mulia online yang dilakukan di Tulungagung telah memenuhi rukun dan syarat sah jual beli dalam hukum Islam, seperti adanya kejelasan objek akad, ridha antara pihak, serta bebas dari unsur gharar dan riba. (2) Analisis terhadap praktik tersebut dari sudut pandang KUH Perdata dan Hukum Ekonomi Islam menunjukkan bahwa transaksi jual beli ini valid menurut kedua sistem hukum. Dalam KUH Perdata, memenuhi syarat perjanjian dan ketentuan wanprestasi. Dalam Hukum Ekonomi Islam, transaksi ini bebas dari riba dan gharar serta memenuhi prinsip akad dan serah terima (qabd). Praktik ini legal dan sesuai syariah

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA MATA PELAJARAN SKI DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SKI PESERTA DIDIK KELAS VIII DI MTSN 2 KOTA BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada Mata Pelajaran SKI dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Kelas VIII di MTsN 2 Kota Blitar” ini ditulis oleh Atira Qotrunnada, NIM 126201213235, dengan pembimbing Hafidz Rosyidiana, M.Pd., NIP. 198904292020121008 Kata Kunci: Penerapan, Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), Mata Pelajaran SKI, Minat Belajar Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik di MTsN 2 Kota Blitar terhadap mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton dan kurangnya antusiasme siswa. Minat belajar yang rendah berpengaruh pada pemahaman materi yang kurang mendalam. Untuk meningkatkan minat dan keaktifan belajar, dibutuhkan strategi pembelajaran yang lebih menarik dan variatif, serta peran guru sebagai fasilitator. Tujuan penelitian ini dirancang untuk (1) Untuk mendeskripsikan persiapan penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran SKI dalam meningkatkan minat belajar peserta didik kelas VIII di MTsN 2 Kota Blitar (2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran SKI dalam meningkatkan minat belajar peserta didik kelas VIII di MTsN 2 Kota Blitar (3) Untuk mendeskripsikan hambatan dan solusi penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran SKI dalam meningkatkan minat belajar peserta didik kelas VIII di MTsN 2 Kota Blitar. (4) Untuk mendeskripsikan hasil penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran SKI dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII di MTsN 2 Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di MTsN 2 Kota Blitar. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: (1) Penerapan model Team Games Tournament (TGT) melibatkan persiapan oleh kepala sekolah, guru, dan orang tua. (2) Pelaksanaan TGT pada SKI dilakukan melalui lima tahapan: Penyajian materi, belajar kelompok, permainan, turnamen, dan penghargaan kelompok. (3) Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, pengelolaan kelas, dan pemilihan materi yang tepat. Solusi yang diterapkan termasuk perencanaan pembelajaran yang lebih terstruktur, fleksibilitas waktu, dan pelatihan guru berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan model TGT serta forum MGMP SKI. (4) Hasil pelaksanaan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran SKI di MTsN 2 Kota Blitar menunjukkan bahwa minat belajar siswa kelas VIII mengalami peningkatan

    STRATEGI KOMUNIKASI PENGURUS PONDOK PESANTREN QUEEN AL-FALAH PLOSO DALAM PEMBENTUKAN AKHLAK SANTRI

    No full text
    Segala bentuk kejahatan bisa terjadi kapan saja, tanpa mengenal waktu. Tak hanya di tengah masyarakat umum, kemerosotan moral juga dapat ditemukan di lingkungan pondok pesantren. Berbagai kasus yang berkaitan dengan tindakan menyimpang di pesantren sering menjadi perbincangan di media sosial. Padahal, pesantren seharusnya menjadi tempat untuk membentuk akhlak mulia melalui berbagai metode pendidikan yang diterapkan oleh para pengurus. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang Pondok Pesantren Queen Al Falah di Ploso. Pesantren ini dikenal sebagai salah satu yang menjunjung tinggi nilai "ilmu di atas adab." Namun demikian, pada kenyataannya masih ada sebagian masyarakat yang merespons negatif terhadap perilaku santri. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin memahami bagaimana strategi komunikasi yang digunakan oleh Pondok Pesantren Queen Al Falah dalam membentuk akhlak para santrinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan strategi komunikasi yang digunakan oleh para pengurus Pondok Pesantren Queen Al-Falah Ploso dalam membentuk akhlak para santri. Sebagai lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada santri. Dalam hal ini, strategi komunikasi menjadi alat utama bagi para pendidik untuk menyampaikan ajaran Islam dan nilai-nilai moral secara efektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan teori dari Anwar Arifin, strategi komunikasi yang digunakan mencakup pendekatan informatif, persuasif, edukatif, koersif, dan teknik pengulangan (redundansi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengurus pondok menerapkan strategi komunikasi yang terstruktur dan disesuaikan dengan karakter santri, seperti melalui keteladanan, pembiasaan, serta penanaman nilai-nilai akhlak dalam berbagai kegiatan yang melibatkan santri. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi juga dipengaruhi oleh lingkungan yang penuh kesadaran serta kondisi emosional para pengurus dan santri. Sementara itu, faktor-faktor yang menghambatnya antara lain perbedaan latar belakang santri, pengaruh media sosial,dan keterbatasan jumlah pengurus pondok

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MOBILE LEARNING BERBASIS ANDROID DENGAN MENGGUNAKAN SMART APPS CREATOR (SAC) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL KELAS VII SMPN 2 DURENAN

    No full text
    Skripsi dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Mobile Learning Berbasis Android Menggunakan Smart Apps Creator (SAC) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Kelas VII SMPN 2 Durenan” ini ditulis oleh Salma Faiza Shulcha, NIM 126204211068, Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, dengan pembimbing Dr. Dewi Asmarani, M.Pd Kata Kunci : Media Pembelajaran, mobile learning, Smart Apps creator Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa yang disebabkan oleh kurangnya minat belajar serta metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan minim penggunaan media pembelajaran interaktif. Selain itu, banyak siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan, sehingga dibutuhkan inovasi media pembelajaran yang menarik, fleksibel, dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Media pembelajaran yang dikembangkan yaitu media pembelajaran mobile learning berbasis android menggunakan Smart Apps Creator (SAC) pada materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel. Adapun tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan langkah-langkah pengembangan media pembelajaran mobile learning berbasis android dengan menggunakan Smart Apps Creator (SAC) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel di kelas VII SMPN 2 Durenan, (2) Untuk mendeskripsikan kevalidan media pembelajaran mobile learning berbasis android dengan menggunakan Smart Apps Creator (SAC) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel di kelas VII SMPN 2 Durenan, (3) Untuk mendeskripsikan kepraktisan media pembelajaran mobile learning berbasis android dengan menggunakan Smart Apps Creator (SAC) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel di kelas VII SMPN 2 Durenan, (4) Untuk mendeskripsikan keefektifan media pembelajaran mobile learning berbasis android dengan menggunakan Smart Apps Creator (SAC) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Persamaan Linear Satu Variabel di kelas VII SMPN 2 Durenan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang memiliki lima tahap yaitu Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Subjek penelitian adalah 26 siswa dari kelas VII A. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar angket validasi dan respon, lembar observasi serta soal tes. Teknik analisis data meliputi teknik analisis kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan media. Hasil penelitian dan pengembangan ini menunjukkan bahwa (1)langkah pengembangan media pembelajaran mobile learning berbasis android menggunakan Smart Apps Creator (SAC) pada materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel diawali dengan tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. (2) kevalidan media pembelajaran dari validator memperoleh presentase sebesar 93,5%, artinya media pembelajaran dikatakan valid. (3) kepraktisan media pembelajaran dari presentase angket respon guru sebesar 91% dan lembar observasi guru sebesar 100% , artinya media pembelajaran dinyatakan praktis. (4) keefektifan media pembelajaran dari hasil tes siswa dan hasil angket respon siswa. Hasil tes siswa memperoleh presentase sebesar 89,5%. Untuk rata-rata angket respon siswa memperoleh rata-rata 96,15%. Artinya media pembelajaran dinyatakan efektif digunakan dalam pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa

    PENETAPAN PENGGAJIAN MENTOR DI LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR OSCAR EDUCATION PERSPEKTIF FATWA DSN-MUI NOMOR 112/DSNMUI/IX/2017 TENTANG AKAD IJARAH DAN UU NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISDIKNAS

    No full text
    Skripsi judul “Penetapan Penggajian Perspektif Fatwa DSN-MUI Nomor 112/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Akad Ijarah dan UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas” ini ditulis oleh Indika Tarisa Mirani, NIM. 126101213250, dengan pembimbing Prof. Dr. H. Ahmad Muhtadi Anshor, M.Ag. Kata Kunci: Penggajian, Fatwa DSN-MUI, Undang-undang Konteks penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan sosial dan ekonomi, salah satunya adalah sistem penggajian. Masih terdapat praktik penggajian yang dinilai belum memenuhi prinsip penghidupan yang layak. Kondisi ini mendorong penulis untuk meneliti sistem penggajian di lembaga pendidikan Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Oscar Education, guna mengetahui apakah dalam Lembaga Bimbingan Oscar Education sudah menerapkan prinsip keadilan dan kesejahteraan pendidik. Ujrah atau gaji dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 112/DSN-MUI/IX/2017 menyatakan bahwa harus berupa uang atau sesuatu yang dapat digunakan, dan kualitas maupun kuantitas harus jelas baik dari nominal, jumlah maupun presentasinya. Kesejahteraan sosial pendidik yang pantas juga diatur jelas dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 huruf a yang berbunyi “penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai”. Dari penjabaran diatas pemberian gaji minimum yang diberikan penyedia lowongan pekerjaan harus memperhatikan keadilan dan kesejahteraan para pekerja. Fokus dan pertanyaan penelitian ini meliputi (1) Bagaimana penetapan gaji mentor di Lembaga Bimbingan Belajar Oscar Education? (2) Bagaimana penetapan gaji mentor di Lembaga Bimbingan Oscar Education perspektif Fatwa DSN MUI NOMOR 112/DSN-MUI/IX/2017 tentang akad ijarah? (3) Bagaimana penetapan gaji mentor di Lembaga Oscar Education perspektif UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas? Metode penelitian dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis peneltian case study (serangkain kegiatanyang dilakukan secara insentif atau mendalam terhadap kasus dalam konteks kehidupan nyata). Penelitian ini dilakukan di Lembaga Bimbingan Belajar Oscar Education, yang berkolasi di Desa Gambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Peneliti akan secara langsung berinteraksi dengan pengelola dan mentor Lembaga Bimbingan Belajar Oscar Education untuk memahami detail penggajian mentor di Lembaga Bimbingan Belajar Oscar Education. Sumber data yang diteliti adalah dari data yang diperoleh secara langsung dengan teknik wawancara informan yang kemudian diteliti serta dianalisa dengan teori-teori yang diperoleh dari data sekunder seperti referensi dari buku atau artikel terkait. Teknik pengumpulan data menggunakan beberapa metode seperti: observasi, wawancara, dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data penelitian ini adalah sebagai berikut: mengumpulkan data, pemeriksaan data, mengklarifikasi semua data hasil observasi lapangan dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode dalam pengujian keabsahan data. Tahap-tahap penelitian ini dimulai dari tahap pendahuluan, penentuan masalah dan tujuan dari masalah, pengumpulan data, analisis dan pembahasan sampai penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) penggajian di LBB Oscar Education ini dilihat dari masa kerja mentor juga kelas yang diajar setiap harinya, maka akan ada perbedaan gaji antara mentor yang sudah mengabdi lebih dari dua tahun dengan mentor yang masa kerjanya belum ada dua tahun. Ketentuanya gaji yang diterima oleh mentor yang mengabdi belum ada 2 tahun dengan tingkat ajar “Sekolah Dasar” akan mendapat gaji Rp 13.000 Per pertemuanya, dengan tingkat ajar “SMP” akan mendapat gaji Rp. 18.000 per pertemuan, dengan tingkat ajar “SMA” akan mendapat gaji Rp 23.000 per pertemuan. Berbeda dengan yang masa kerjanya sudah lebih dari 2 tahun, maka akan mendapatkan gaji dengan tingkat ajar “Sekolah Dasar” Rp 15.000, tingkat “SMP” Rp 20.000, dan tingkat “SMA” Rp. 25.000. Hal ini juga berbeda dengan yang mengajar secara privat, yakni privat dengan tingkat “Sekolah Dasar” mendapatkan gaji Rp 25.000, tingkat “SMP” mendapatkan gaji Rp 30.000, tingkat “SMA” Rp 40.000. (2) analisis penggajian mentor di LBB Oscar Education menurut ketentuan Fatwa DSN-MUI Nomor 112/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Akad Ijarah menunjukkan bahwa sistem penggajian yang dilaksanakan bisa dikatakan memenuhi ketentuan yang ada dalam fatwa. (3) penggajian mentor di LBB Oscar Education dari perspektif UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdikanas menunjukkan kesesuaian pada pemberian gaji yang sesuai dengan standar minimum sehingga mencerminkan prinsip kesejahteraan pekerja

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKOLOGI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA KELAS VII MTsN 10 BLITAR

    No full text
    Skripsi dengan judul: “Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia Kelas VII MTsN 10 Blitar” ditulis oleh Yasmin Nur Mahfudho. NIM. 126208212067, Pembimbing Nanang Purwanto, M.Pd. Kata Kunci: Ekologi, dan Keanekaragaman Hayati, Inkuiri Terbimbing, Minat Belajar, Hasil Belajar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan hasil belajar siswa pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia. Hal ini disebabkan masih digunakannya model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru, sehingga siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan masih terbatas pada papan tulis dan buku, yang menyebabkan siswa mudah merasa bosan. Model dan media pembelajaran yang kurang variatif ini menyulitkan siswa dalam memahami materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia, yang banyak melibatkan konsep dan hafalan. Akibatnya, banyak siswa yang kurang fokus saat pembelajaran berlangsung, seperti bermain sendiri, mengantuk, melamun, dan mengobrol dengan teman. Kondisi ini berkontribusi terhadap rendahnya minat belajar siswa, yang pada akhirnya berdampak pada pencapaian hasil belajar, terutama dalam ranah kognitif. Hal ini terbukti dari banyaknya siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran alternatif yang didukung oleh media pembelajaran yang lebih menarik untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, salah satunya yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap minat belajar siswa kelas VII pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati indonesia di MTsN 10 Blitar. (2) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati indonesia di MTsN 10 Blitar. (3) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas VII pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati indonesia di MTsN 10 Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII di MTsN 10 Blitar yang berjumlah 103 siswa, dengan sampel yang digunakan adalah 27 siswa kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan 28 siswa kelas VII A sebagai kelas kontrol. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket minat belajar, tes hasil belajar dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan 3 uji yaitu uji instrumen (uji validitas dan uji reliabilitas), uji N-Gain, Uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas), dan uji hipotesis (uji independent sample t-test dan uji MANOVA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap minat belajar siswa pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia kelas VII MTsN 10 Blitar. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji independent sample t-test, yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05. (2) Terdapat pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap minat belajar siswa pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia kelas VII MTsN 10 Blitar. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji independent sample t-test, yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,002 < 0,05. (3) Terdapat pengaruh model pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap minat belajar siswa pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia kelas VII MTsN 10 Blitar. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji MANOVA, yang menunjukkan nilai Sig. 0,000 < 0,05

    STUDENTS’ PERCEPTIONS OF CHATGPT’S USEFULNESS IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING (ELT) AMONG FIFTH-SEMESTER STUDENTS AT UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

    No full text
    Faizin, Muhammad Nur. 2024. Students’ Perceptions of The Usefulness of ChatGPT In ELT of The Fifth Semester at UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. A Thesis, English Education Department, Faculity of Tarbiyah and Teacher Training, Sayyid Ali Rahmatullah State Islamic University of Tulungagung. Advisior: Dr.H.Muh Basun, M.Pd. Key Words: ChatGPT, ELT, Perception English language learning has undergone changes with the emergence of new technologies, one of which is the use of AI applications like ChatGPT. This technology has begun to be implemented to support language learning, but there is still little research examining students' perceptions of using ChatGPT in English language learning. This study aims to understand students' perceptions regarding the use of ChatGPT in ELT to improve English language skills, particularly writing, speaking, and reading comprehension skills. This research employs a quantitative approach using survey methods. Data was collected through a questionnaire with 30 fifth-semester English major students at UIN SATU TULUNGAGUNG. The findings show that most students feel ChatGPT is effective in improving their writing and speaking skills. they also feel that this application provides quite accurate information. This research concludes that ChatGPT can be a useful tool in English language learning, although it requires teacher supervision to maximize its use. Further research is recommended to explore the limitations of this application and its impact in the broader context of language teachin

    TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI DIAMOND MOBILE LEGENDS TERHADAP ANAK YANG BELUM MUMAYYIZ ( Studi Kasus Di Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk )

    No full text
    Oktafian Maulana, 126101213253, Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktik Jual Beli Diamond Mobile Legends Terhadap Anak Yang Belum Mumayyiz (Studi Kasus di Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk), Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing: Dr. H. Nur Efendi, M.Ag. Kata Kunci: Jual Beli, Diamond Mobile Legends, Anak Belum Mumayyiz, Hukum Ekonomi Syariah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena maraknya transaksi jual beli diamond dalam permainan Mobile Legends yang dilakukan oleh anak-anak yang belum mencapai usia mumayyiz, khususnya di Desa Babadan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Praktik ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat, terutama karena keterlibatan anak-anak dalam transaksi ekonomi digital yang belum mereka pahami secara utuh. Dalam hukum ekonomi syariah, syarat sahnya akad jual beli mensyaratkan pihak yang bertransaksi harus cakap hukum, yang berarti telah baligh dan berakal. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana praktik jual beli diamond pada game Mobile Legends terhadap anak yang belum mumayyiz di Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk?, 2) Bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik jual beli diamond Mobile Legends terhadap anak yang belum mumayyiz di Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk?, 3) Bagaimana tinjauan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak terhadap praktik jual beli Diamond pada game Mobile Legends terhadap anak yang belum mumayiz di Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk?Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui praktik jual beli diamond Mobile Legends terhadap anak yang belum mumayyiz di Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, 2) Untuk mengetahui tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap praktik jual beli diamond Mobile Legends terhadap anak yang belum mumayyiz di Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, 3) Untuk mengetahui tinjauan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak terhadap praktik jual beli Diamond pada game Mobile Legends terhadap anak yang belum mumayiz di Desa Babadan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk? Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan anak-anak yang terlibat dan orang tua mereka, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli diamond Mobile Legends yang dilakukan oleh anak-anak yang belum mumayyiz di Desa Babadan berlangsung secara aktif dan tanpa kontrol yang memadai dari orang tua maupun penjual. Anak-anak biasanya menggunakan uang milik orang tua mereka, baik dengan sepengetahuan maupun tanpa izin, untuk membeli diamond melalui konter atau platform digital. Dalam praktiknya, tidak ada verifikasi usia dalam proses transaksi, sehingga anak-anak dapat melakukan pembelian secara bebas. Dari perspektif hukum ekonomi syariah, transaksi ini dinilai tidak sah karena tidak memenuhi syarat kecakapan pelaku akad, dan berpotensi menimbulkan unsur gharar serta mudarat. Selain itu, praktik ini juga menimbulkan dampak negatif berupa pemborosan, kecanduan game, hingga gangguan terhadap tanggung jawab sosial dan pendidikan anak. Ditinjau dari perspektif UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, praktik ini berpotensi bertentangan dengan asas kepentingan terbaik anak dan asas hak perkembangan karena anak belum memiliki kemampuan memadai untuk memahami nilai ekonomi transaksi virtual, sehingga diperlukan mekanisme perlindungan melalui sistem verifikasi usia, pembatasan transaksi, dan program edukasi literasi digital. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif dari orang tua, masyarakat, serta pembuat kebijakan untuk memberikan edukasi dan perlindungan hukum dalam transaksi digital yang melibatkan anak-anak, guna memastikan aktivitas ekonomi berjalan sesuai prinsip-prinsip syariah

    7,532

    full texts

    23,526

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Espace INRS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇