23526 research outputs found
Sort by
MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN CITRA LEMBAGA PENDIDIKAN SMKN 1 BOYOLANGU
Skripsi dengan judul "Manajemen Hubungan Masyarakat dalam Meningkatkan Citra lembaga Pendidikan SMKN 1 Boyolangu" ini ditulis oleh Luluk Nurlaili, NIM 126207213141, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh Dr. Sukarji, M.Pd. I, NIP. 196410121987031014
Kata Kunci: Manajemen Hubungan Masyarakat, Citra Lembaga Pendidikan.
Keberhasilan suatu lembaga pendidikan dalam mencapai tujuannya salah satunya adalah ditentukan oleh kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak hubungan masyarakat (humas) di sekolah yang baik sehingga akan berdampak pada peningkatan citra positif sekolah. Keberhasilan pendidikan sangat tergantung pada hubungan antara sekolah dan masyarakat, dimana kerja sama antar keduanya memiliki dampak signifikan terhadap kemajuan pendidikan secara keseluruhan. Manajemen hubungan masyarakat memiliki peranan penting sebagai mediator antara sekolah dengan publiknya, bertugas membangun citra positif sekolah, mengkomunikasikan program-program unggulan, dan lain sebagainya. Penelitian ini membahas tentang pengelolaan humas di SMKN 1 Boyolangu yang merupakan sekolah kejuruan di kabupaten Tulungagung dengan akreditasi "A". SMKN 1 Boyolangu merupakan SMK Negeri yang manajemen hubungan masyarakatnya sangat luar biasa sehingga citra sekolah menjadi sangat baik. Peneliti dengan ini tertarik untuk mengetahui proses manajemen humas SMKN 1 Boyolangu yang dilaksanakan sehingga citra sekolah menjadi sangat baik di hadapan masyarakat luas.
Fokus penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana perencanaan hubungan masyarakat dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan SMKN 1 Boyolangu? (2) Bagaimana pengorganisasian hubungan masyarakat dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan SMKN 1 Boyolangu? (3) Bagaimana pelaksanaan hubungan masyarakat dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan SMKN 1 Boyolangu? (4) Bagaimana evaluasi hubungan masyarakat dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan SMKN 1 Boyolangu? (5) Bagaimana hasil manajemen hubungan masyarakat dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan SMKN 1 Boyolangu?
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, yaitu pendekatan penelitiannya adalah kualitatif dan jenis penelitiannya deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data adalah dengan kumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan pada penelitian ini adalah dengan triangulasi sumber data, ketekunan pengamatan, dan diskusi teman sejawat.
Hasil penelitian ini yaitu: (1) Perencanaan hubungan masyarakat dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan SMKN 1 Boyolangu adalah dengan memposting di sosial media sekolah terkait seluruh kegiatan yang ada baik kegiatan internal maupun eksternal. Meningkatkan informasi-informasi yang bisa diakses oleh masyarakat melalui media sosial. Adanya rangkaian terstruktur yang dilakukan sebelum memposting berita maupun kegiatan di media sosial. Sekolah harus mampu menciptakan anak-anak yang siap kerja dan berwirausaha. (2) Pengorganisasian hubungan masyarakat dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan SMKN 1 Boyolangu yaitu bidang kehumasan memiliki bagian tugas dan wewenang masing-masing yang telah terstruktur dengan jelas. Waka humas selaku pimpinan di kehumasan selalu melakukan koordinasi dengan bawahannya. Humas selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah, seluruh waka, dan juga tim manajerial. Kegiatan yang dilakukan humas selalu direncanakan, dan dikonsep dengan baik. (3) Pelaksanaan hubungan masyarakat dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan SMKN 1 Boyolangu yaitu melakukan kemitraan atau bentuk kerja sama dengan instansi lain. Sekolah berupaya untuk terus menciptakan kompetensi siswa yang unggul sehingga dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja. Humas menekankan pada penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri. Pelaksanaan program kerja humas sesuai dengan visi misi sekolah. Strategi yang dilakukan dalam pelaksanaan humas untuk meningkatkan citra lembaga pendidikan adalah dengan menekankan pada publikasi sekolah ke media sosial dan persiapan yang matang. Pihak kehumasan ditekankan untuk berfokus pada tujuan SMK dan selalu mengetahui pasar (4) Evaluasi hubungan masyarakat dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan SMKN 1 Boyolangu yaitu memastikan bahwa program humas yang berjalan sudah sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Setiap permasalahan maupun kelemahan yang terjadi akan ditindaklanjuti. Pemantauan serta pendampingan dalam setiap pekerjaan. Sekolah mengevaluasi kinerja sumber daya manusia dan mengadakan peningkatan sumber daya manusia yang ada di bidang kehumasan. Mendatangkan guru tamu dengan kriteria sesuai yang dibutuhkan. (5) Hasil manajemen hubungan masyarakat dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan SMKN 1 Boyolang yaitu 80% anak-anak di SMKN 1 Boyolangu menjadi lulusan yang siap kerja dan sudah diterima bekerja. Sisanya yang 20% adalah anak-anak yang melanjutkan ke perguruan tinggi dan berwirausaha. SMKN 1 Boyolangu selalu mendapatkan prestasi dalam mengikuti event. Jumlah followers akun instagram SMKN 1 Boyolangu itu adalah yang terbanyak dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain. Sekolah mencapai 12.000 followers dan dengan respon like, share, dan komen yang seimbang di setiap postingan yang di upload. Sekolah memiliki daya jual yang tinggi. SMKN 1 Boyolangu selama ini mendapatkan citra atau pandangan yang baik di mata publik. Dampak yang diperoleh sangat baik, semua program yang dilaksanakan sesuai dengan visi dan misi sekolah. SMKN 1 Boyolangu terus melakukan peningkatan-peningkatan sehingga sekolah tidak akan tertinggal karena mampu mengikuti perkembangan yang ada
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GEOGEBRA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL (PtLSV) KELAS VIII MTsN 7 TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pengaruh Penggunaan Media GeoGebra terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PtLSV) Kelas VIII MTsN 7 Tulungagung” ditulis oleh Lailatun Nadifah, NIM. 126204211045, Jurusan Tadris Matematika (TMT), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Dra. Umy Zahroh, M.Kes., Ph.D. Kata Kunci : GeoGebra, Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Pertidaksamaan Linear Satu Variabel (PtLSV). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya guru dalam menggunakan media pembelajaran ketika proses belajar mengajar berlangsung. Salah satu media yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah GeoGebra. GeoGebra memiliki fasilitas untuk memvisualisasikan dan mengkontruksi konsep-konsep matematika. Penggunaan media GeoGebra dapat membuat pembelajaran lebih efektif serta membantu siswa dalam memahami konsep matematika dengan cara yang lebih menarik. Tujuan penelitian ini adalalah (1) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media GeoGebra terhadap motivasi belajar siswa materi pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV) kelas VIII MTsN 7 Tulungagung, (2) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media GeoGebra terhadap hasil belajar siswa materi pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV) kelas VIII MTsN 7 Tulungagung, (3) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media GeoGebra terhadap motivasi dan hasil belajar siswa materi pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV) kelas VIII MTsN 7 Tulungagung. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Experimental dengan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN 7 Tulungagung tahun ajaran 2024/2025. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dengan menggunakan seluruh populasi sebagai sampel. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji t-test dan uji MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ada pengaruh penggunaan media GeoGebra terhadap motivasi belajar siswa materi pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV) kelas VIII MTsN 7 Tulungagung, (2) Ada pengaruh penggunaan media GeoGebra terhadap hasil belajar siswa materi pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV) kelas VIII MTsN 7 Tulungagung, (3) Ada pengaruh penggunaan media GeoGebra terhadap motivasi dan hasil belajar siswa materi pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV) kelas VIII MTsN 7 Tulungagung
PENGARUH ETOS KERJA ISLAMI, MOTIVASI KERJA ISLAMI, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT PANDA INDONESIA IBE TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Pengaruh Etos Kerja Islami, Motivasi Kerja Islami, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Panda Indonesia IBE Tulungagung” ini ditulis oleh Ahsan Maulana Nur Alfiandika, NIM. 126402212150, Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dengan pembimbing Wahyu Dwi Warsitasari, M.Pd.
Kata Kunci: Etos Kerja Islami, Motivasi Kerja Islami, Lingkungan Kerja, dan Kinerja Karyawan
Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja perusahaan di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif, khususnya dengan pendekatan nilai-nilai islami. Objek dari penelitian ini adalah karyawan di PT. Panda Indonesia IBE Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etos kerja islami, motivasi kerja islami, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Panda Indonesia IBE Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer, sehingga pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan PT. Panda Indonesia IBE Tulungagung, dengan sampel sebanyak 75 responden. Pengukuran dalam penelitian ini adalah menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda dengan bantuan program komputer SPSS 27. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa; (X1) Etos Kerja Islami, (X2) Motivasi Kerja Islami, (X3) Lingkungan Kerja secara simultan atau bersama-sama berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Panda Indonesia IBE Tulungagung. Untuk pengaruh secara parsial, menunjukkan bahwa Etos Kerja Islami berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Panda Indonesia IBE Tulungagung. Sedangkan Motivasi Kerja Islami dan Lingkungan Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Panda Indonesia IBE Tulungagun
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN METODE AN-NAHDLIYAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SANTRI TPQ AL-FALAH SIDEM, GONDANG, TULUNGAGUNG DENGAN MODEL CIPP
Skripsi dengan judul “Evaluasi Program Pembelajaran Al-Qur’an Metode An-Nahdliyah Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Santri TPQ Al-Falah Sidem, Gondang, Tulungagung Dengan Model CIPP” ini ditulis oleh Hamdan Yuwafi Ni’amah, NIM. 126201211027 dengan pembimbing H. Abdulloh Chakim, S.Ag, M.Pd.
Kata Kunci: Evaluasi Program, Pembelajaran Al-Qur’an, Metode An-Nahdliyah, Kemampuan Membaca, Model CIPP
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kejadian di masyarakat bahwasannya masih banyak ditemukan para santri yang telah mengenyam pendidikan di TPQ belum bisa membaca Al-Qur’an secara baik dan benar. Dengan segala pertimbangan melalui observasi yang mendalam yang seharusnya dipikirkan adalah bagaimana kita mampu untuk mengevaluasi atau bergerak dari dalam agar mampu untuk berorientasi menciptakan hasil lulusan pendidikan yang baik, sehingga memiliki nilai kemanfaatan yang tinggi bagi masyarakat.
Tujuan penelitian ini diharapkan untuk mengevaluasi secara menyeluruh tentang pelaksanaan program pembelajaran Al-Qur’an metode An-Nahdliyah di TPQ Al-Falah Sidem dalam meningkatkan kemampuan santri, dengan model CIPP (Context, Input, Process, Product) yang mencakup empat aspek utama: (1) konteks, untuk mengetahui latar belakang, kebutuhan, dan tujuan program; (2) input, untuk menilai ketersediaan sumber daya manusia, kurikulum, dan sarana prasarana pendukung; (3) proses, untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran sesuai tahapan metode An-Nahdliyah; dan (4) produk, untuk menilai hasil pembelajaran dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik santri.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan tujuan untuk menggambarkan dan memahami secara mendalam pelaksanaan program pembelajaran AlQur’an metode An-Nahdliyah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala TPQ, ustadz/ustadzah, serta wali santri. Analisis data dilakukan dengan pendekatan fenomenologis, yaitu melalui proses reduksi data, penyusunan tema, dan interpretasi makna pengalaman para informan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kontekstual, program pembelajaran Al-Qur’an dengan metode An Nahdliyah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Pada aspek input, masih ditemukan keterbatasan dalam pelatihan guru dan sarana pendukung. Proses pembelajaran belum sepenuhnya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) metode An Nahdliyah. Namun, pada aspek produk, kemampuan membaca Al-Qur’an santri menunjukkan peningkatan, meskipun belum merata. Program ini dinilai cukup efektif namun perlu perbaikan dalam implementasi teknis di lapanga
KEABSAHAN ABORSI DARI KORBAN PEMERKOSAAN PERSPEKTIF ULAMA PEREMPUAN
Febrisca Pingki Amelia, NIM.126102211038, Keabsahan Aborsi Dari Korban Pemerkosaan Dalam Perspektif Ulama Perempuan, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025. Pembimbing: Dr. H. Husnul Haq, Lc,.M.A.
Kata Kunci: Aborsi, Pemerkosaan, Ulama Perempuan.
Masyarakat Indonesia semakin sering menghadapi tindakan kriminal seperti aborsi, yang dapat mengakibatkan kerugian fisik, psikologis, dan sosial.
Pemerintah dapat menghadapi konsekuensi seperti masalah psikologis dan hukum, yang harus ditangani. Aborsi dianggap sebagai masalah serius, dan semua orang
dapat mengalaminya. Hukum Islam tidak memberikan perlindungan hukum untuk aborsi, karena dianggap sebagai bentuk kekerasan. Kongres Hak-Hak Perempuan
Indonesia (KUPI) bertujuan untuk membantu pemerintah mengatasi masalah ini dengan mempromosikan budaya saling menghormati dan pengertian. Namun,
kurangnya trauma medis dan psikologis yang tepat dalam aborsi terus menimbulkan tantangan.
Adapun rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian adalah: 1) Bagaimana pandangan Ulama Perempuan mengenai keabsahan aborsi bagi korban pemerkosaan dalam konteks hukum Islam dan nilai-nilai kemanusiaan? 2) Apa saja
tantangan yang dihadapi Ulama Perempuan dalam memperjuangkan hak-hak korban perkosaan, termasuk hak untuk melakukan aborsi? Metode pendekatan yang digunakan penelitian ini termasuk penelitian lapangan yaitu salah satu metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif
yang tidak memerlukan pengetahuan mendalam akan literatur yang digunakan dan kemampuan tertentu dari pihak peneliti.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1) Kongres Ulama Perempuan
Indonesia (KUPI) telah menekankan pentingnya membantu dan melindungi peran pemerintah dalam memastikan keadilan dan mencegah aborsi, karena hal itu melanggar hukum Islam dan hak asasi manusia, sesuai dengan Deklarasi Universal
Hak Asasi Manusia tahun 1999. 2) Tantangan dalam menyelesaikan hak aborsi adalah pemerintah bukan hanya masalah hukum, tetapi juga masalah persepsi,
karena pemerintah harus memastikan perlakuan yang adil, konsultasi, dan rasa hormat terhadap masyarakat
PENGARUH PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERLIBATAN PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPAS SDI MIFTAHUL HUDA PLOSOKANDANG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Pembelajaran Flipped Classroom Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Keterlibatan Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPAS SDI Miftahul Huda Plosokandang” ini ditulis oleh Zestin Isnaini, Nim. 126205212137, pembimbing Dr. Muhammad Afthon Ulin Nuha, M.Pd.
Kata Kunci: Flipped Classroom, Berpikir Kritis dan Keterlibatan Peserta Didik.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena kurangnya kemampuan berpikir kritis dan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu adanya perkembangan teknologi yang kurang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Dari hal tersebut diperlukan inovasi baru dalam kegiatan pembelajaran dengan memilih model pembelajaran yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui ada tidaknya pengaruh yang positif dan signifikan antara penggunaan model flipped classroom terhadap kemampuan berpikir kritis dan keterlibatan peserta didik pada mata Pelajaran IPAS SDI Miftahul Huda Plosokandang Kedungwaru Tulungagung.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengaruh pembelajaran flipped classroom terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V mata pelajaran IPAS SDI Miftahul Huda Plosokandang, (2) Mengetahui pengaruh pembelajaran flipped classroom terhadap keterlibatan peserta didik kelas V mata pelajaran IPAS SDI Miftahul Huda Plosokandang, (3) Mengetahui pengaruh pembelajaran flipped classroom terhadap kemampuan berpikir kritis dan keterlibatan peserta didik kelas V mata pelajaran IPAS SDI Miftahul Huda Plosokandang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 di SDI Miftahul Huda Plosokandang yang berjumlah 50 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sampel yang dipilih adalah kelas 5B yang berjumlah 25 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas 5A yang berjumlah 25 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat. Dan uji hipotesis yang digunakan adalah, uji Independent Sample T test, dan uji MANOVA.
Berdasarkan penelitian ini menunjukkan hasil bahwa (1) Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis. Hal ini berdasarkan perhitungan uji-t diperoleh nilai Sig.(2- Tailed) adalah 0,006 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keterlibatan peserta didik. Hal ini berdasarkan perhitungan uji-t diperoleh nilai Sig.(2- Tailed) adalah 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, (3) Terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran flipped classroom terhadap kemampuan berpikir kritis dan keterlibatan peserta didik. Hal ini berdasarkan perhitungan uji MANOVA diperoleh nilai Sig.(2- Tailed) adalah 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima
NILAI-NILAI KARAKTER GOTONG ROYONG, DINAMIS, DAN INOVATIF DALAM ANIME HAIKYUU SEASON 3 DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM
Rohim, Yusuf Nur. 2025. Nilai-Nilai Karakter Gotong Royong, Dinamis, dan
Inovatif dalam Anime Haikyuu Season 3 dan Relevansinya dengan
Pendidikan Islam. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam,
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali
Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Skripsi: Dr. Hj. St. Noer Farida
Laila, M.A.
Kata kunci: Nilai Karakter, Haikyuu Season 3, Pendidikan Islam.
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa adanya
orang lain. Menjalani kehidupan yang sosial ini, manusia memerlukan suatu aturan
agar semua berjalan dengan damai, aman, sejahtera, dan nyaman. Salah satu aspek
yang dikembangkan manusia adalah pendidikan, dan jenis pendidikan yang sesuai
dengan hakikat manusia sebagai makhluk sosial adalah pendidikan karakter. Anime
Haikyuu Season 3 merupakan salah satu animasi asal Jepang yang cocok dijadikan
sebagai tontonan yang mendidik karakter seseorang, terutama mengenai karakter
gotong royong, dinamis, dan inovatif. Sehingga dengan adanya tontonan ini
diharapkan mampu mempertahankan nilai asli bangsa Indonesia, yaitu gotong
royong, dan juga menambah kualitas karakter pribadi, yaitu dinamis dan inovatif.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana bentuk-bentuk
nilai karakter gotong royong dalam anime Haikyuu Season 3?, (2) Bagaimana
bentuk-bentuk nilai karakter dinamis dan inovatif dalam anime Haikyuu Season 3?,
serta (3) Bagaimana relevansi nilai karakter gotong royong, dinamis, dan inovatif
dalam anime Haikyuu Season 3 dengan pendidikan Islam? Adapun tujuan dari
penelitian ini adalah (1) Untuk menjelaskan bentuk-bentuk nilai karakter gotong
royong dalam anime Haikyuu Season 3, (2) Untuk menjelaskan bentuk-bentuk nilai
karakter dinamis dan inovatif dalam anime Haikyuu Season 3, serta (3) Untuk
menjelaskan relevansi nilai karakter gotong royong, dinamis, dan inovatif dalam
anime Haikyuu Season 3 dengan pendidikan Islam.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian pustaka atau literer dengan jenis
analisis isi (content analysis) dengan menggunakan paradigma kualitatif dan
pendekatan deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data
primernya berupa seluruh episode dari anime Haikyuu Season 3 yang diakses
melalui website resmi otakudesu yang khusus berisi Anime subtitle Indonesia
dengan alamat web www.otakudesu.cloud dan sumber data sekunder dalam
peneltian ini adalah skripsi karya Rachmalia Nur Haliza dengan judul “Nilai-Nilai
Pendidikan Karakter dalam Anime Haikyuu”. Adapun teknik analisis data yang
digunakan adalah teknik semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes (1915-
1980).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat (1) Nilai karakter
gotong royong yang terdapat dalam anime Haikyuu Season 3 adalah kerja sama,
komunikasi untuk mencapai tujuan, saling ketergantungan positif, koordinasi
sosial, tanggap terhadap lingkungan sosial, persepsi sosial, dan berbagi, (2) Nilai
karakter dinamis dan inovatif yang terdapat dalam anime Haikyuu Season 3 adalah
berbudaya dan peduli lingkungan, berpikiran terbuka, bernalar kritis, berjiwa kompetitif, kreatif, dan mandiri, (3) Nilai-nilai karakter gotong royong, dinamis,
dan inovatif memiliki relevansi dengan pendidikan Islam, yaitu relevan dengan Al
Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW
KONTRIBUSI INDUSTRI KECIL KERAJINAN GENTENG TERHADAP KESEJAHTERAAN EKONOMI PENGRAJIN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi Pada Pengrajin Genteng di Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek)
Skripsi dengan judul “Kontribusi Industri Kecil Kerajinan Genteng Terhadap
Kesejahteraan Ekonomi Pengrajin Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Pada
Pengrajin Genteng Di Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten
Trenggalek)” ini ditulis oleh Fahrul Anam, NIM. 126402213221, dengan
pembimbing Rizal Furqon Ramadhan,S.Kom.,M.T.
Kata Kunci: Industri Kecil, Kontribusi, Kerajinan Genteng, Kesejahteraan
Ekonomi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hadirnya industri kecil yang bergerak pada
industri pengolahan di Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek
dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi pengrajin. Industri kecil ini memiliki
paling banyak pekerja dibandingkan industri lainnya di desa tersebut, sehingga
dapat memenuhi kebutuhan penelitian yang mengkaji tentang kesejahteraan
ekonomi pengrajin. Dengan demikian, industri kecil kerajinan genteng memberikan
manfaat ekonomi kepada pemilik usaha dan masyarakat sekitar di desa tersebut.
Tujuan penelitian ini diharapkan mampu memberi sumbang asih keilmuan
tentang: (1) Kontribusi industri kecil kerajinan genteng Desa Sukorejo Kecamatan
Gandusari Kabupaten Trenggalek terhadap kesejahteraan ekonomi pengrajin dalam
perspektif ekonomi Islam. (2) Kendala yang dihadapi industri kecil kerajinan
genteng Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek dalam
meningkatkan kesejahteraan ekonomi pengrajin. (3) Solusi untuk menghadapi
kendala industri kecil kerajinan genteng genteng Desa Sukorejo Kecamatan
Gandusari Kabupaten Trenggalek dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi
pengrajin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi
kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis
data Miles Huberman yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan
verifikasi/penarikan kesimpulan. Teknik yang digunakan dalam memeriksa
keabsahan temuan yaitu menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan
triangulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Industri kecil kerajinan genteng
berperan pada pembukaan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan
ekonomi pengrajin yang dapat dilihat melalui tercapainya indikator kesejahteraan
ekonomi seperti tingkat pendapatan, pendidikan dan kesehatan. (2) Kendala yang
dihadapi industri kecil kerajinan genteng seperti keterbatasan modal, kemampuan
dalam menyerap tenaga kerja, terbatasnya bahan baku, persaingan usaha, dan faktor
alam. (3) Solusi yang dapat diambil untuk menghadapi kendala industri kecil
kerajinan genteng seperti manajemen persediaan bahan baku, meningkatkan
kualitas produk dan diferensiasi produk, dan inovasi
ANALISIS MINAT BELI KONSUMEN PADA PRODUK DETERJEN BERHADIAH PERSPEKTIF PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 29 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAAN BIDANG PERDAGANGAN DAN HIFDZ AL-MAL(Studi Kasus di Kios Sembako Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung)
Elen Nadilah Indah Sari, 126101212117, “Analisis Minat Beli Konsumen Pada Produk Deterjen Berhadiah Perspektif Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan dan Hifdz al-mal (Studi Kasus Kios Sembako Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung)”, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2024, Pembimbing Dr. Dian Ferricha. S.H. MH
Kata Kunci: Pembelian Produk Deterjen Berhadiah, Peraturan Pemerintah, Hifdz al mal
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku konsumen yang sering kali tergiur pada iming-iming hadiah yang didapatkan pada pembelian suatu produk sebagai bentuk promosi perdagangan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk deterjen berhadiah karena harganya yang terjangkau beli deterjen gratis mangkok/ piring keramik, sedangkan perilaku konsumsi harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanpa menimbulkan sikap tabdzir atau pemborosan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1)Bagaimana praktik pembelian produk deterjen berhadiah terhadap minat beli konsumen di Kios Sembako Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung?, 2)Bagaimana pemberian hadiah dalam proses penjualan produk deterjen terhadap minat beli konsumen perspektif Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan di Kios Sembako Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung?3)Bagaimana pemberian hadiah dalam proses penjualan produk deterjen terhadap minat beli konsumen perspektif hifdz al-mal di Kios Sembako Pasar Tamanan Kabupaten Tulungagung?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan jenis penelitian yuridis empiris. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi.
penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Praktik penjualan deterjen berhadiah dilakukan penjual dengan menawarkan hadiah kepada konsumen atas pembelian produk deterjen terlebih dahulu, kemudian hadiah yang didapatkan berupa piring atau mangkok keramik dengan tujuan untuk menarik minat konsumen. Praktik pembelian produk deterjen berhadiah di Kios Sembako Pasar Tamanan merupakan perbuatan yang sah karena dalam tidak ada tambahan harga yang dilakukan penjual pada pemberian hadiah, hadiah yang diberikan sesuai dengan perjanjian lisan antara penjual dan pihak agen. 2) Dari Perspektif Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pelaku usaha deterjen berhadiah berbentuk Perseroan Terbatas telah mematuhi ketentuan sebagaimana pada pasal 51 huruf (a), akan tetapi terdapat tantangan dilapangan yang dilakukan oleh pedagang di Kios Sembako Pasar Tamanan kurangnya memberikan informasi yang memadai dan promosi berbasis hadiah kepada konsumen. Pada pasal tersebut hanya mengatur secara umum saja, apabila terdapat janji yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya perlunya penambahan aturan yang lebih kongkrit lagi mengenai bentuk promosi penjualan dengan iming-iming hadiah. 3) Dari perspektif hifdz al-mal, apabila dilihat dari 3 (tiga) tingkatan secara umum pembelian produk deterjen berhadiah merupakan kebutuhan dharuriyat dalam tingkatan kebutuhan yang harus ada atau disebut dengan kebutuhan primer. Dikarenakan deterjen sebagai kebutuhan pokok dalam rumah tangga untuk menjaga kebersihan pakaian, membersihkan najis pada pakaian, meninggalkan bau tidak sedap, warna dan bentuk kotoran yang melekat pada benda seperti pakaian. Islam sangat menekankan pentingnya kebersihan, karena kebersihan dianggap sebagian dari iman. Pakaian yang bersih dan suci merupakan syarat sahnya shalat, mencuci pakaian dengan air adalah cara utama untuk menghilangkan najis, namun deterjen digunakan sebagai alat bantu membersihkan najis sehinga penggunaan deterjen menjadi kebutuhan pokok dalam rumah tangga
TINDAKAN SOSIAL MAHASANTRI DALAM KONSUMSI SKINCARE TANPA SERTIFIKASI HALAL (Studi pada Pondok Pesantren Sirojut Tholibin Tulungagung)
Penggunaan produk skincare tanpa label halal oleh mahasantri Pondok Pesantren Sirojut Tholibin Tulungagung menjadi fenomena menarik untuk dikaji. Meskipun berada di lingkungan pesantren, banyak dari mereka tetap menggunakan skincare yang belum bersertifikat halal. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan konsumsi, terutama dalam memilih produk perawatan diri. Di tengah meningkatnya tren penggunaan skincare di kalangan remaja dan mahasiswa, fenomena ini memperlihatkan adanya kecenderungan untuk mendahulukan faktor-faktor praktis dan sosial dibandingkan aspek sertifikasi halal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindakan sosial mahasantri dalam penggunaan skincare tanpa label halal serta motif yang melatarbelakanginya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap tujuh mahasantri aktif yang secara rutin menggunakan produk skincare tanpa sertifikasi halal. Teori tindakan sosial dari Max Weber digunakan sebagai landasan untuk mengkaji berbagai motif yang melatarbelakangi pilihan skincare dan bentuk tindakan konsumtif para informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tindakan sosial mahasantri dalam menggunakan skincare tanpa sertifikasi halal meliputi terpengaruh oleh lingkungan sosial dan media, memilih produk berdasarkan pengalaman pribadi terkait kondisi kulit, mengutamakan aspek keamanan produk seperti adanya izin BPOM daripada label halal, mempertimbangkan harga produk yang terjangkau sesuai kemampuan ekonomi mereka dan menggunakan produk karena kebiasaan. Sementara itu, motif yang melatarbelakangi penggunaan skincare tanpa label halal antara lain karena lebih mengutamakan keamanan produk yang ditunjukkan oleh sertifikasi BPOM, kecocokan dengan jenis kulit, harga yang terjangkau, serta kepercayaan terhadap popularitas dan ulasan positif dari pengguna lain. Label halal tidak menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan konsumsi, karena mahasantri merasa bahwa aspek kenyamanan, efektivitas, dan hasil nyata dari produk lebih relevan bagi mereka